>
Sabtu, 24 Agustus 2019 18:16

Setelah Diprotes Warga Penyelenggara PPKI Akhirnya Minta Maaf

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Akun Instagram Puteraputrikebudayaanindo akhirnya minta maaf dan menghapus unggahan foto yang menampilkan seorang wanita mengenakan Biliu, baju adat Gorontalo dengan bagian bawah yang menampakkan pahanya.

Permintaan maaf ini muncul setelah diprotes masyarakat Gorontalo secara luas di media sosial dan bahkan ada yang berusaha melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara.

“Penyelenggara sudah minta maaf, semoga ke depan ada perbaikan dan menjalin komunikasi yang lebih baik lagi saat mengatasnamakan daerah ini,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo, Sabtu (24/8/2019).

Permintaan maaf panitia ini disampaikan kepada Uti Gorontalo, Aldi Inaku yang menghubungi secara langsung pihak penyelenggara.

Dalam pesannya, penyelenggara menulis, Salam kebudayaan. Postingan tersebut telah kami hapus karena beberapa masyarakat Gorontalo memberikan feedback yang kuirang positif dari postingan ini. Kami memohon maaf jika memang ada kesalahan dalam pemakaian adat tersebut. Terima kasih atas masukannya, kami akan terus memperbaiki standard kamidan semoga ke depan dapat terus mengharumkan budaya-budaa di Indonesia sesuai dengan semestinya. Salam kebajikan

Sementara itu wanita diduga yang mengenakan Biliu, baju adat Gorontalo juga mengeluarkan pernyataan yang sama. Nama wanita tersebut adalah Margaretha Hutagalung.

Ia menulis, “Saya Margaretha Hutagalung Putri Kebudayaan Gorontalo 2019, secara pribadi memohon maaf atas kesalahan pemakaian baju modifikasi adat Gorontalo yang telah dibagikan di dalam akun PPKI dan beberapa portal pageant. Hal ini saya akui sebagai sebuah kesalahan dari saya pribadi dan juga keterbatasan dari segi logistic pengiriman baju adat tersebut yang mengharuskan saya melakukan fotoshoot sebagaimana yang telah tersebar di media sosial tersebut.

Saya telah berkoordinasi dengan pihak Putera Puteri Kebudayaan Indonesia dan foto tersebut telah di takedown dari instagram official PPKI.

Selanjutnya PPKI 2019 akan memberikan klarifikasi mengenai kasus ini dalam 2x24 jam.

Sekali lagi saya dan segenap jajaran Putera Puteri Kebudayaan Indonesia meminta maaf yang sedalam-dalamnya bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya yang merasa hal tersebut kurang elok. Saya berjanji akan meminmalisir dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Salam kebajikan”

Biliu

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili mengatakan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo belum pernah diminta informasi atau koordinasi terkait keikutsertaan Provinsi Gorontalo dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia.

Harusnya panitia atau agensi model melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata lebih dulu untuk memastikan tidak ada masalah dengan baju adat yang dikenakan salah seorang pesertanya.

Keteledoran penyelenggara yang menuai protes warga Gorontalo ini merupakan indikasi kuat ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan kebudayaan Indonesia. Padahal mereka bertujuan mengenalkan budaya daerah kekancah nasional dan internasional.

Rifli Katili menjelaskan bahwa penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI) untuk Pemilihan Puteri Kebudayaan yang diselenggarakan Grand Finalnya Pada Hari Jumat  (23/8/2019) bertempat di Gedung sapta Pesona Kemenpar.

Baca 580 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo