Print this page
Jumat, 10 Juli 2020 05:45

Strategi PUPR Agar Kota Gorontalo Bebas Banjir

Oleh
Beri rating
(0 suara)

LIMBOTO -  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo  Handoyo Sugiharto menawarkan solusi kepada Balai Wilayah Sungai Sulawesi II (BWS) agar Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi bebas banjir dan genangan air.

Usulan ini disampaikan pada diskusi draft laporan pendahuluan pekerjaan Jasa Konsultasi Konstruksi atau Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP), Kamis (9/7/2020).

Handoyo Sugiharto mengatakan BWS II segera merencanakan rekontrusksi kembali terhadap seluruh saluran yang ada di Provinsi Gorontalo, khususnya yang menjadi kewenangannya agar Ibu Kota Provinsi Gorontalo bebas dari genangan.

“Laporan pendahuluan tadi mengenai LARAP yang terkait dengan saluran pembuang yang ada di Provinsi Gorontalo untuk wilayah Lomaya, Alale, Paguyaman dan saluran irigasi di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini sangat strategis karena pekerjaan LARAP ini berarti BWS akan menghitung, mengidentifikasi berapa banyak tanah yang dibutuhkan untuk merenovasi atau menormalisasi saluran pembuang yang ada di Kota Gorontalo,” kata Handoyo.

Handoyo menambahkan untuk menjadikan Kota Gorontalo bebas banjir maka perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap perencanaan Detail Engineering Design (DED) terkait saluran yang ada di Kota Gorontalo khususnya yang menjadi kewenangan dari BWS II.

“Kita harus hati-hati dan tepat merencanakan, jangan merencanakan saluran pembuang berasal dari irigasi, tapi kita harus memposisikan saluran pembuang itu sebagai drainase utama Kota Gorontalo untuk membuang genangan.  Fungsinya double, saluran pembuang sawah dan saluran limpasan air hujan, sehingga jalan di Kota Gorontalo tidak akan tergenang air,” tutur Handoyo.

Handoyo menyarakan untuk kontruksi saluran di Kota Gorontalo dibuat BWS II, setiap ujung atau hilir saluran dipasang 3 buah mesin pompa air besar. Sehingga Kota Gorontalo yang sering tergenang air seperti pasar sentral, jalan panjaitan, depan Kampus UNG dan lainya bisa segera teratasi.

“Kalau perencanaannya ini sukses, BWS akan betul-betul bisa mengatasi banjir atau genangan yang ada di Kota Gorontalo dengan sepuluh sungai atau saluran pembuang tadi, selain strategis juga sangat membantu masyarakat,” ujar Handoyo.

BWS II saat dikonfirmasi mengatakan yang menjadi usulan Dinas PUPR tersebut akan diteruskan kepada pimpinan untuk dijadikan bahan evaluasi perencanaan DED ke depan.

 

Pewarta: Yudi - PUPR

Baca 69 kali