>
Minggu, 10 November 2019 07:22

Suharso Monoarfa Nostalgia Masa Mudanya Bersama Rusli Habibie

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa (kanan) bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) dijemput secara adat saat tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Sabtu (9/11/2019). (Foto Salman-Humas) Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa (kanan) bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) dijemput secara adat saat tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Sabtu (9/11/2019). (Foto Salman-Humas)

GORONTALO – “Pak Rusli Habibie itu patut ditiru, patut dicontoh. Waktu masih muda, nakalnya itu nggak ketulungan. Bandel sekali. Mungkin karena bandel itu jadi seperti ini,” kata Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) saat mengenang masa kecilnya bersama Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Sabtu (9/11/2019).

Nostalgia Suharso Monoarfa ini disampaikan pada kunjungan pulang kampung di Gorontalo, dalam rangka memenuhi undangan syukuran yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Kisah-kisa masa lalu hubungan Suharso Monoarfa  dengan daerah yang dicintainya ini disampaikan di halaman Rumah Jabatan Gubernur yang dihadiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Gubernur Idris Rahim serta para kepala daerah.

Mantan Ketua Presidium Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) 1980-1995 itu berbagi kisah bagaimana masa mudanya dengan Rusli Habibie. Menurut Suharso Monoarfa, Rusli Habibie muda adalah anak nakal namun pekerja keras.

Ketua Umum PPP itu menyebut keduanya, Suharso dan Rusli sempat lama tinggal di Bandung. Suiharso tinggal di asrama HPMIG sementara Rusli Habibie tinggal di rumah keluarga besar almarhum BJ Habibie. Sebagai orang yang menumpang di keluarga, Suharso menyebut Rusli sebagai orang yang rajin dan pekerja keras.

“Kerjanya pak Rusli ini berat sekali. Mulai dari cuci mobil, siram tanaman, ngepel. Kalu siram tanaman terus ada cewek lewat dia suit-suitin,” kenang Suharso Monoarfa.

Pada tahun 1997, Rusli Habibie sudah kembali ke Gorontalo untuk merintis usaha. Sementara Suharso memilih tetap barkarir di Jakarta. Suatu ketika Harso pulang kampung dan bermaksud meminta bantuan Rusli yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.

Ia mendengar jika usaha yang dirintis Rusli sudah maju. Harso meminjam mobil untuk suatu keperluan di daerah Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Ketika itu, Rusli datang dengan motor dan mengenakan celana pendek. Singkat cerita, mobil yang dipinjam pun diberikan Rusli lengkap dengan supirnya.

“Sepanjang jalan yang bawa oto saya wawancara. Ini oto-nya pak Rusli atau bukan. Ternyata itu oto dia sewa buat saya. Itu menunjukkan betapa dia sayang sama saya,” puji Suharso Monoarfa.

Suharso menitipkan agar masyarakat Gorontalo menjaga Rusli Habibie sebagai Gubernur. Menurutnya, Rusli adalah orang yang pas untuk memimpin dan membesarkan kampung kelahiran ibu bapaknya itu.

“Partai kami boleh berbeda, tetapi banyak yang tidak tahu hubungan saya yang spesial dengan beliau. Ya pasti ada yang kasih informasi yang macam-macam, tetapi tolong jaga adik saya tercinta ini untuk Gorontalo,” pungkasnya.

Pewarta: Isam - Humas

Baca 65 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo