>

Displaying items by tag: PPID Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Selasa, 13 Agustus 2019 21:06

BPBD Berbagi Daging Kurban 2 Ekor Sapi

GORONTALO - Pegawai di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo berbagi sesama melalui pembagian daging kurban.

Dua ekor sapi disembelih di instansi ini dan dagingnya dibagikan kepada 70 orang di sekitar kantor BPBD, Selasa (13/8/2019).

“Iduladha tahun ini hanya menyembelih 2 ekor sapi dan dagingnya sebagian dibagikan kepada 70 orang masyarakat dari kelurahan Ipilo,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Sumarwooto menjelaskan pemotongan hewan kurban ini merupakan syariat Agama Islam dan juga  mengasah kepekaan sosial pegawai BPBD.

“Ini juga memberi outcome terhadap masyarakat sekitar atas kehadiran BPBD di kelurahan Ipilo,” ujar Sumarwoto.

Selesai pembagian daging kurban, pegawai BPBD memasak sate dan soup iga yang disantap ramai-ramai.

Sumarwoto berucap masakan mereka tidak istimewa tapi jadi enak karena dimasak dan dimakan bersama-sama. suasana ini yang mahal.

“Mari senantiasa kita bangun, kita jaga suasana kekeluargaan, saling menghormati dan saling membantu,’ pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan penandatanganan hibah bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (7/8/2019).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo dan Prasintha, Deputi Peralatan dan Logistik BNPB, bertempat di Graha BNPB Jakarta.

Bantuan logistik yang diserahterimakan berupa makanan siap saji, kidwar, family kid, terpal, perlengkapan sekolah, selimut.

“Bantuan ini semoga bisa dimanfatkan secara maksimal untuk membantu masyarakat yang terkena bencana,” kata Prasintha.

Prasintha menjelaskan dari tahun ke tahun jumlah bantuan logiatik ini menurun, oleh karena itu Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus berbagi penganggaran bantuan yang sesuai dengan kebutuhan daerah itu.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BNPB yang setiap tahun memberi bantuan logistik ke Provinsi Gorontalo, bantuan ini akan kami salurkan secara optimal,” ujar Sumarwoto.

Sumarwoto juga melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Gorontalo sudah menganggarkan bantuan logistik dengan besaran bervariasi sesusi kemampuan keuangan daerah masing-masing.

Di akhir acara Sumarwoto mengucapkan Selamat kepada Prasintha yang sebelumnya Direktur Logistik sudah promosi jabatan sebagai Deputi Peralatan dan Logistik BNPB, semoga sukses mengemban amanah baru dan perhatian terhadap Provinsi Gorontalo lebih meningkat.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kebakaran semak kering nyaris meluluhlantakkan permukiman warga di kawasan Borogo, Kelurahan Tenda Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo, Sabtu (3/8/2019).

Api dipicu oleh seseorang yang tengah membersihkan pekarangannya dan kemudian membakar tumpukan semak yang mulai mongering.

Pada saat yang sama angin kencang bertiup sehingga api yang semula mengecil dengan cepat membakar semak tanpa bisa dikontrol. Lidah api menjilat tinggi karena angina semakin bertiup kencang.

“Sabtu siang pukul 12.20 Wita terjadi kebakaran lahan kebun yang berada di halaman belakang rumah dari Ko Pin Ratulangi . Lahan tersebut berada tepat di kompleks pemukiman masyarakat. Api berasal dari upaya ko' Pin yang membakar semak usai dibersihkan,” kata Anton Hulima anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sabtu (3/8/2019).

Menurut penuturan Anton Hulima, masyarakat sudah melarang Ko Pin membakar semak karena saat musim timur angina kencang bertiup dan matahari bersinar terik. Namun ia tetap saja melakukan pembakaran semak.

Tidak berapa lama api membesar dan merambat ke pemukiman masyarakat. Kontan saja masyarakat di sekitar memnghubungi Satuan Damkar Provinsi dan Kota Gorontalo untuk memadamkan api yang mulai membahayakan masyarakat.

Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Gorontalo juga langsung menuju lokasi dan berhasil memadamkan api sehingga tidak merambat ke rumah masyarakat. Tidak ada korban jiwa atau harta benda dalam kebakaran semak ini.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto mengingatkan masyarakat agar berhati-hati, saat ini sudah musim kemarau karena kebakaran sering terjadi di beberapa tempat, untuk Kota Gorontalo sampai bulan Agustus ini sudah 24 kali terjadi kebakaran, sedangkan total se-Provinsi Gorontalo sudah yang ke 76 kejadian.

“Masyarakat jangan membakar sampah sembarangan, apalagi di siang hari udara panas dan angin bertiup kencang memudahkan menjalarnya sumber api. Di rumah-rumah harus diperhatikan kualitas instalasi listrik dan hindari steker yang tumpang tindih karena dapat memicu korsleting dan kebakaran,” kata Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Jumat, 02 Agustus 2019 18:41

BPBD Serahkan Sertifikat Tim TRC

GORONTALO - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menyerahkan sertifikat pelatihan optimalisasi Tim Reaksi Cepat (TRC), Jum'at (2/8/2019).

Penyerahan sertifikat ini terkait pelaksnaan pelatihan optimalisasi TRC di Manado, Sulawesi Utara.

Dalam sambutanya Sumarwoto menekankan pentingnya latihan  keterampilan dan fisik bagi TRC, agar benar-benar siap dan tangguh untuk melaksanakan tugas.

“Sebelum sertifikat ini saya serahkan, saya akan testimoni dulu kemampuan fisik kalian, lari keliling kantor 5 kali putaran, jika kuat maka akan saya serahkan,” kata Semarwoto.

Sumarwoto juga mengingatkan pentingnya ketangguhan mental spiritual, ini diperlukan petugas saat dalam penanganan bencana yang harus menghadapi dengan situasi yang serba tidak menentu, mencekam bahkan menakutkan,  karena itu perlu latihan mental spiritual yang rutin.

“Jangan tinggalkan kebersamaan, kekompakan dan semangat kekeluargaan. Salam Tangguh, salam kemanusiaan,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat administrator dan pejabat pengawas.

setelah pelantikan oleh Gubernur Gorontalo, Rabu (31/7/2019).

Dalam sambutannya, Sumarwoto, Kepala Pelaksana BPBD mengatakan bahwa Sertijab harus dilakukan karena sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau belum diserahterimakan maka pejabat yang baru belum memiliki kewenangan dan hak untuk melaksanakan tugasnya,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto juga mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik di lingkungan BPBD sekaligus menegaskan penyampaian Gubernur Gorontalo bahwa jabatan ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan, sehingga jabatan itu bisa kapan saja lepas dan bisa kapan saja diangkat sesuai kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan.

Sumarwoto juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama yang sudah mengabdidan memberikan energi positif di BPBD dan membantunya.

Ada pun pejabat administrator dan pejabat pengawas baru di BPBD adalah Sekretaris Badan dijabat oleh Agus Maliki, menggantikan Suleman Mile, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Reyski Kamaruddin Rauf menggantikan Isnandar, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Isnandar menggantikan Kirwan, Kepala Subbidang Perencanaan dan Evaluasi (Program)  Ramiz Soleman menggantikan Farid Dani, Kepala Subbidang Pencegahan Muhamad Rizal Tohopi,  menggantikan Rasam Abduraf, Kepala Subbidang Rekonstruksi Farid Dani, menggantikan Budhiyanto Naue.

 

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Iron Hamzah, korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Dembe II, Kec Kota Utara, Kota Gorontalo mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalpo, Minggu (28/7/2019).

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah dan berdoa agar keluarga korban sabar atas musibah yang menimpa,” kata Sumarwoto .

Sumarwoto  juga menghimbau masyarakat agar hati-hati saat musim kemarau karena sering ada angin kencang yang tiba-tiba muncul.

Dalam membantu korban bencana alam putting beliung ini, BPBD sementara melakukan koordinasi untuk rehabilitasi ringan dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Gorontalo.

Di akhir sambutannya Kepala Pelaksana BPBD menyambut baik upaya Pemerintah Kelurahan Dembe II Kota Gorontalo dan berpesan agar masyarakat hati-hati terhadap ancaman bencana kebakaran yang akhir-akhir ini menimpa wilayah Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

MANADO - Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo  melaksanakan Latihan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan sekaligus Family Gathering di Obyek Wisata Kai Santi, Kota Tomohon.

Meskipun di Provinsi Gorontalo tidak memiliki ancaman gunung berapi, namun TRC adalah aset nasional yang harus siap diterjunkan di manapun ketika ada bencana.

Sehingga diperlukan kesiapsiagaan semua personil BPBD. Kapan pun dan di mana pun di wilayah Indonesia ada panggilan untuk menolong dan mengatasi bencana, para awak BPBD Gorontalo siap menjalankan tugas.

“Tidak ada ancaman gunung berapi, namun TRC adalah aset nasional yang harus siap diterjunkan di manapun ketika ada bencana,” kata Sumarwoto,  Kepala Pelaksana BPBD Sumarwoto, Sabtu (27/7/2019).

Sumarwoto menambahkan, oleh karena itu para staf BPBD harus dibekali dengan berbagai kompetensi.

Kota Tomohon dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena disana ada Gunung Lokon yang merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia.

Selain itu Sumarwoto menekankan perlunya refreshing bagi pegawai BPBD, sehari-hari bergelut dengan kegiatan kebencanaan yang penuh dengan tekanan, kesedihan, keharuan yang campur aduk, sehingga menimbulkan kejenuhan, oleh karena itu  perlu kegiatan refreshing seperti family gathering ini.

“Saya berharap teman-teman kembali dengan semangat kerja baru, terbangun kebersamaan dan kerjasama yang kuat,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

MANADO - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menutup Workshop Local Goverment Self Assessment Tool (LG-SAT) yang sudah berlangsung selama 3 hari di Hotel Whiz Prime Kota Manado, Jumat (26/7/2019).

LG-SAT ini strategis dan penting karena dapat diketahui seperti apa posisi indeks ketahanan kebencanaan di tiap kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

LG-SAT menyajikan perangkat penilaian untuk mengevaluasi kesiapsiagaan BPBD di tiap daerah dalam penanggulangan bencana.

“Dari 5 kabupaten dan 1 kota diperoleh skor bahwa Kabupaten Bone Bolango dengan skor 0,53 (sedang) dan 4 daerah lainnya rendah, sementara untuk provinsi pada skor 0,63 (sedang),” kata Sumarwoto. 

Sumarwoto berharap kegiatan ini dilanjutkan di daerah masing-masing dan dilengkapi dengan bukti fisiknya.

“Untuk menjaga netralitas penilaiannya ke depan yang akan menilai kabupaten/kota adalah tim dari provinsi dan untuk provinsi yang menilai harus tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujar Sumarwoto.

Secara bertahap BPBD Provinsi Gorontalo akan benahi terutama yang bersifat administratif untuk dimaksimalkan, seperti dokumen Standard Operational Prosedure (SOP), peraturan lainnya.

“Saya berharap di akhir tahun dokumen penilaian kapasitas ini bisa kita antar ke BNPB dan dimuat di  InaRisk. Mari kita jaga kerjasama ini dengan baik, aparat menjadi contoh tauladan bagi rakyatnya untuk mewujudkan ketangguhan bangsa,” kata Sumarwoto.

Selama kegiatan, Sumarwoto mengapresiasi keseriusan peserta, ini menunjukkan besarnya komitmen para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di daerah masing-masing.

Dari instrumen ini akan terlihat indeks ketahanan daerah masing-masing yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan indek resiko bencana.

Intrumen pertanyaan yang diisi dengan jujur, teliti dan cermat, akan menghasilkan data dan informasi yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun  Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana daerah.

Workshop LG-SAT Tingkat Provinsi Gorontalo berlansgung selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019) dengan peserta dari BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota yang jumlah 60 orang.

 

Pewarta : iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

MANADO -  Workshop Local Goverment Self Assessment Tool (LG-SAT) yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo di Whiz Prime, Kota Manado, Sulawesi Utara diisi dengan arahan dan pengisian kuesioner Perangkat Penilaian Indek Ketahanan daerah.

Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo secara langsung memantau dan memberikan arahan pengisian kuesioner ini pada seluruh peserta yang berasal dari BPBD kabupaten dan kota.

“Pengisian perangkat penilaian ini sangat penting, untuk mengevaluasi kesiapan daerah kita masing-masing dalam penanggulangan bencana,” kata Sumarwoto, Kamis (25/7/2019).

Sumarwoto mengapresiasi keseriusan peserta, ini menunjukkan besarnya komitmen para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di setiap daerah.

Dari pengisian instrumen ini akan terlihat indeks ketahanan daerah masing-masing yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan indek resiko bencana.

“Intrumen ini harus diisi dengan jujur, teliti dan cermat, sehingga hasilnya dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun  Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana di daerah kita masing-masing,” ujar Sumarwoto.

Workshop LG-SAT Tingkat Provinsi Gorontalo berlansgung selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019) dengan peserta dari BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota yang jumlah 60 orang.

 

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Untuk mempererat kerjasama antarlembaga Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja di BPBD Sulawesi Utara.

Kunjungan  ini dilakukan pada Kamis (25/7/2019) yang bertempat di Jalan Bethesda no 16 Kota Manado.

‘Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama, saling berbagi pengalaman dalam penanggulangan bencana,” kata Sumarwoto, Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

BPBD Sulawesi Utara lahir lebih dulu dibandingkan BPBD Gorontalo, sehingga memiliki pengalaman, sarana dan prasarana dan kuantitas serta kualitas SDM yang lebih memadai.

Selain itu pengalaman penugasan di daerah bencana menjadi salah satu agenda berbagi pengalaman yang dapat djadikan pelajaran.

“Ke depan kerjasama ini akan lebih ditingkatkan seperti pelatihan optimalisasi Tim Reaksi Cepat, manajemen pengelolaan Pusdalops dan Kegiatas mitigasi bencana,”ujar Sumarwoto.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Joy Oroh menyambut baik kunjungan kerja ini dan berjanji untuk meprogramkan berkunjung ke BPBD Gorontalo dan membuat kegiatan di Gorontalo.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama