>

Displaying items by tag: PPID Badan Penanggulangan Bencana Daerah

 

MANADO – Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar Optimalisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) di Hotel Kawanua Manado.

Selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019) 30 orang peserta yang berasal dari BPBD kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo dibekali beragam keterampilan dan pengetahuan penanganan kebencanaan secara professional. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kawanua, Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Optimalisasi Tim Reaksi Cepat ini sangat strategis karena kinerja TRC menggambarkan kepedulian pemerintah dalam penanggulangan bencana, TRC maknanya pemerintah peduli terhadap rakyatnya, oleh karena itu diminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Gorontalo, Kamis (25/7/2019).

Tantangan yang dihadapi BPBD dalam penanggulangan bencana ke depan makin berat, untuk itu TRC perlu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan mentalnya, agar memiliki ketangguhan dalam melaksanakan tugas.

“Tanamkan rasa ikhlas dalam bekerja dan selalu jalin kerjasama baik di lingkungan internal maupun antarkabupaten/kota dengan provinsi,” ujar Sumarwoto.

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPDB

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melaksanakan Workshop  Local Goverment Self Assessment Tool (LG-SAT) yang bertempat di Grand Whiz selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/ 2019).

LG-SAT ini diikuti 60 orang peserta dari dari BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.

“LG-SAT ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran aparat pemerintah, lembaga organisasi dalam upaya pengurangan risiko bencana, memetakan dan memahami kesenjangan dan tantangan resiko bencana,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Kamis (25/7/2019).

Sumarwoto menambahkan kegiatan penilaian kapasitas ini sangat penting karena satu daerah yang tidak memiliki data kapasitas, termasuk SDM dan ancaman yang ada di wilayahnya maka daerah itu kurang memiliki kesiapan ketika ada bencana.

“Provinsi Gorontalo memiliki resiko ancaman yang cukup tinggi terutama ancaman gempa bumi, di mana di tengah pulau provinsi Gorontalo ini terdapat patahan Gorontalo yang membentang dari kota Gorontalo membelah sampai ke kabupaten Gorontalo Utara,” ujar Sumarwoto.

Ia berharap BPBD Kabupaten/Kota, OPD terkait, perguruan tinggi bersama-sama melakukan kajian kapasitas risiko bencana selama 3 hari.

Ada 3 alasan pelaksanaan LG-SAT  yang dilakukan di wilayah Sulawesi Utara ini, pertama kebutuhan konsentrasi yang besar sehingga diharapkan peserta lebih focus, yang kedua Gorontalo dan Sulawesi Utara (Sulut) memiliki hubungan yang erat sejak dulu sehingga kegiatan ini sebagai silaturahim dengan BPBD Sulut, dan ketiga BPBD Provinsi Gorontalo juga melakukan kegiatan koordinasi kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dilakukan di Hotel Kawanua. Yang ketiga terkait potensi bahaya gunung meletus sehingga dapat melengkapi pengetahuan serta belajar pola penanganan bencana seperti ini.

“TRC adalah aset nasional yang dapat dikerahkan kapan saja dan di mana saja berada,” kata Sumarwoto.

 Kerjasama antarinstansi BPBD kabupaten/kota sangat penting dilakukan, termasuk mengelar simulasi menghadapi kebencanaan di lapangan. Ini dibutuhkan agar mampu menghadapi tantangan dan ancaman yang besar sewaktu-waktu muncul.

BPBD juga mewaspadai ancaman gempa bumi akibat patahan Gorontalo yang bisa berdampak besar pada ini 3 daerah, kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo.

 Di 3 daerah ini terdapat 9 kecamatan, 40 kelurahan/desa dan kurang lebih 108 ribu jiwa warga yang terancam.

“Semua BPBD harus memiliki kesiapan yang lebih baik saat bencana terjadi,” kata Sumarwoto.

Namun demikian ia mengatakan dari hasil kajian patahan yang mengiris Gorontalo ini bergerak sangat lamban, dalam setahun bergerak sekitar 0.011 milimeter.

 

Pewarta : Iswandy Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Keluarga Sudirman Husain di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mendapat bantuan tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Sudirman Husain adalah korban kebakaran yang menghanguskan rumahnya pada Senin (15/7/2019).

Kronologi kejadian kebakaran ini dipicu oleh arus pendek listrik saat penghuni rumah memasang pompa air. Ruslianto Husain yang saat itu sedang menyalakan saklar untuk mengetes aliran listrik pompa air.

Saat itu juga terdengar bunyi yang disertai asap tebal dari atas rumah, material rumah yang kering pun terbakar pada pukul 12:30 wita.  Akibat kebakaran ini keluarga Sudirman Husain mengalami kerugian Rp350 juta.

Untuk meringankan beban hidup akibat bencana ini, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menyerahkan bantuan.

“Ini merupakan Bantuan Tanggap Darurat untuk korban bencana kebakaran yang menimpa keluarga Sudirman Husain di Kelurahan Bulotadaa Timur, semoga bisa membantu mereka,” kata Sumarwoto, Kamis (18/7/2019).

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui BPBD memberi bantuan berupa beras 1 koli (50 kg), mi instan 2 dos, selimut, matras, kidware, tenda 2 buah, dan perlengkapan sekolah 1 set.

Sumarwoto berpesan agar masyarakat mencermati rumahnya masing-masing terutama instalasi listriknya, dihindari saklar yang tumpang tindih karena bisa mengakibatkan konsleting yang memicu kebakaran.

 

Pewarta : Iswandy Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Ratusan siswa baru SMK Negeri 5 Kota Gorontalo mendapat materi kebencanaan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diperuntukkan kepada para siswa baru.

Dalam paparan tentang Pengurangan resiko bencana, Sumarwoto, Kepala BPBD memberi apresiasi kepada Kepala Sekolah dan jajaranya atas inisiatif mengundang BPBD.

“Sekolah adalah lingkungan yang rawan bencana karena banyak orang dalam kurun waktu agak lama,” ujar Sumarwoto, Rabu (17/7/2019).

Sumarwoto menyarankan 1-2 tahun sekolah selalu mengadakan simulasi menghadapi bencana yang berbeda, misalnya tahun ini gempa, tahun depan banjir dan sebagainya.

Juga perlu dibangun atau membemberi informasi papa kebencanaan dan jalur evakuasi yang dipasang di lingkungan sekolah, sehingga anak-anak ada panduan lari (arah) ke mana jika ada bencana gempa.

“BPBD selalu komitmen bekerjasama dan membantu Sekolah dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : iswandi Jusuf - BPDB

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO  - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto, menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)  Kota Gorontalo.

Kegiatan dini laksanakan oleh Dinas PUPR Kota Gorontalo, Selasa (16/7/2019) di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo.

Menurut Sumarwoto, Kota Gorontalo termasuk daerah yang memiliki potensi rawan bencana. Bencana yang berpotensi terjadi adalah banjir, tanah longsor, kebakaran dan gempa tektonik.

“Kota Gorontalo merupakan daerah yang memiliki patahan sehingga berpotensi terjadi gempa tektonok,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto memaparkan, patahan ini melewati Kecamatan Hulontalangi dan Kecamatan Kota Barat. Selanjutnya Sumarwoto menyarankan agar wilayah yang dilewati patahan agar dibatasi untuk pengembangan pemukiman.

Ia juga menyarankan untuk mempertahankan ruang terbuka hijau untuk titik evakuasi, membangun embung dan memperbaiki drainase.

Di akhir paparan sumarwoto berharap agar masyarakat berhati-hati terhadap ancaman bencana kebakaran.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Jumat, 12 Juli 2019 14:59

BPBD Santuni Korban Kebakaran Di Dulalowo

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo  yang diwakili Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan  bantuan tanggap darurat kepada korban bencana Kebakaran yang menimpa keluarga Rusli Wahab.

Bantuan ini diserahkan Sumarwoto, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Kebakaran yang terjadi Kamis (11/7/2019) pukul 22.50 wita ini melalap hangus rumah keluarga ini, termasuk harta benda yang ada di dalamnya. Padahal rumah yang terbakar ini relative baru dibangun oleh pemiliknya.

Untuk meringankan beban keluarga korban ini, sejumlah bantuan yang terdiri beras 1 koli (50 kg), mi instan 2 dos, tenda 2 buah, dan perlengkapan sekolah 1 set.

“Pada musim kemarau yang berangin ini masyarakat harus mencermati rumahnya masing-masing terutama instalasi listriknya,  hindari instalasi yang tumpang tindih karena bisa mengakibatkan hubungan arus pendek yang memicu kebakaran,” kata Sumarwoto, Jumat (12/7/2019).

Selain Rusli Wahab, anggota keluarga lainnya adalah Maryam Pasune, Khadidja Supu, Abdurahman wahab, Iswan Wahab, Novalina Wahab, dan Aditya Simbala.

“Ini paket bantuan yang mendesak seperti makanan, matras, tenda gulung, pakaian, peralatan makan,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Japan International Cooperation Agency (JICA) atau  Badan Kerja Sama Internasional Jepang mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Kamis (11/7/2019).

Kedatangan staf JICA yang dipimpin Mrs Imai Yuki ini diterima langsung oleh Kepala BPDB, Sumarwoto di ruang rapat yang disertai pejabat eselon III dan IV.

Kedatangan  Imai Yuki ini untuk mempresentasikan tentang pengiriman Junior Volunter ke Indonesia.

Dalam pertemuan ini Sumarwoto berharap BPBD Provinsi Gorontalo mendapatkan quota 1 orang volunter yang memahami manajemen penanggulangan bencana.

“Volunter yang berpengalaman di Jepang ini akan bekerja bersama-sama menerapkan ilmunya dalam manajemen kebencanaan, mulai dari penyusunan data base, mengedukasi masyarakat, melakukkan penanganan darurat, melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi,”kata Sumarwoto.

Dalam akhir pertemuan, Mrs Imai Yuki bertukar cendera mata dan foto bersama dengan Sumarwoto dan staf.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo dalam menghadapi ancaman musim kemarau di daerah mengaktifkan Piket Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) 1 x 24 jam.

Musim kemarau yang kering dirasakan mulai muncul sejak akhir bulan Juni 2019.

“Hadirnya Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) ini bertujuan untuk merespon secara cepat kejadian dan keluhan masyarakat terkait dengan situasi dan kondisi yg terjadi di tengah masyarakat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Rabu (10/7/2019).

Sumarwoto berharap personil yang melaksanakan piket selalu waspada dan siaga, radio komunikasi diaktifkan, sarana dan prasarana Tim Reaksi Cepat (TRC) seperti Mobil Rescue,  Mobil Ambulance, sejumlah motor  trail, tangki air disiagakan.

“Kami minta juga untuk membuat administrasi laporan yang tertib, sehingga terekam setiap kejadian pada saat piket,” tutur Sumarwoto.

 

pewarta : Iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 10 Juli 2019 10:50

Sumarwoto : Waspadai Bencana Kekeringan

GORONTALO –  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto bersama Kordinator Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, M Nurhuda dan Iryanto menjadi narasumber dalam acara Talkshow di RRI Gorontalo.

Dialog interaktif yang disiarkan secara langsung ini bertema kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan.  Siaran langsung ini juga ditanggapi oleh masyarakat pendengar siaran RRI di seluruh Provinsi Gorontalo.

Dalam uraiannya, Sumarwoto menghimbau kepada jajaran BPBD kabupaten/kota agar melakukan koordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Pertanian, pekerjaan Umum, Balai wilayah Sungai, Perusahaan Daerah Air Minum, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memantau lahan-lahan kritis dan daerah yang rawan kekeringan.

“Kami berharap semua pihak dapat mewaspadai munculnya bencana kekeringan,” ujar Sumarwoto, Selasa (8/7/2019)

Sumarwoto juga berharap BPBD menyiapkan tangki air untuk  antisipasi masyarakat yang membutuhkan air bersih jika bencana ini terjadi.

Kepala BMKG Gorontalo, M Nurhuda menjelaskan sejak akhir Juni Gorontalo sudah masuk musim kemarau sampai awal September, M Nurhuda mengharapkan sinergitas antar OPD dalam menghadapi musim kemarau ini, terutama masalah pertanian dan ancaman kebakaran hutan serta ketersediaan air bersih.

 

Pewarta: Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SUWAWA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan  Ruang Provinsi Gorontalo melakukan pembersihan Danau Perintis di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango .

Kegiatan ini merupakan bagian dari program revitalisasi Danau Perintis dalam mengembalikan fungsi hidrologi, pengairan sawah dan irigasi teknis serta untuk pengembangan kepariwisataan.

Pelibatan BPBD dalam pengerukan lumpur dan pembersihan gulma air ini sudah dilakukan sejak Rabu (3/7/2019) pekan lalu sampai dengan saat ini.

Sejumlah perahu karet dan alat-alat diturunkan untuk memberishkan gulma bersama sejumlah staf BPBD. Mereka terlibat kerja dengan instansi lain dalam satu tim yang sinergi.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto berharap keikutsertaan isntansinya ini dapat mempercepat program revitalisasi danau yang sudah menjadi kebijakan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Danau Perintis merupakan dapat berfungsi sebagai menampung debit air sehingga dapat mengurangi banjir di wilayah Suwawa dan Kabila, disamping itu juga dapat mengairi lahan  pertanian.

“Kami berharap masyarakat dan Pemda Kabupaten  Bone Bolango dapat menjaga kebersihan Danau tersebut, agar bisa memberi nilai tambah masyarakat, kalau sudah bersih, Danau bisa jadi tujuan wisata, tempat latihan olahraga air,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Halaman 6 dari 6
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama