>

KABILA BONE - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo menargetkan 50 Pas Kecil untuk nelayan di kabupaten Bone Bolango dalam kegiatan Gerai Nelayan yang digelar selama 2 hari, Kamis-Jumat (5-6/12/2019) yang bertempat di Aula Kantor Desa Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango.

Penyelenggaraan kegiatan Gerai Nelayan ini untuk mempermudah nelayan kapal berkapasitas di bawah 7 GT memperoleh Pas Kecil melalui Gerai Nelayan.

Untuk pengurusan Pas Kecil ini, DKP Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Gorontalo.

Dalam kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta jajarannya dan Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Gorontalo, Tri Edy Wijayanto,  petugas ahli ukur kapal, Pemerintah Desa Olele dan masyarakat nelayan

 “Kegiatan ini sudah kami koordinasikan sejak tanggal 17 Oktober lalu bersama KSOP, Penyuluh Perikanan serta pelaku usaha penangkapan ikan,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan PSDKP, Andryanto Rahim.

Andryanto Rahim menjelaskan dari 3 tempat yang ditargetkan, Desa Olele yang pertama dikunjungi beserta tim, dalam waktu 2 hari k edepan mereka menargetkan 50 bahkan bisa sampai 60 Pas Kecil akan terbitkan.

Andryanto Rahim menambahkan untuk memperoleh Pas Kecil ini nelayan tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis, ini merupakan komitmen bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk membantu nelayan dalam pengurusan kelengkapan dokumen kapal.

Pas Kecil adalah surat tanda kebangsaan kapal bagi kapal di bawah 7 GT yang diberikan sebagai legalitas untuk dapat mengibarkan bendera kebangsaan kapal, termasuk kapal penangkap ikan, penjelasan ini ada pada Pasal 163 ayat (2) undang-undang nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran.

Secara umum jika ingin melakukan pengurusan Pas Kecil pemilik kapal mengajukan permohonan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di pelabuhan di mana kapal berada dengan dilampiri bukti kepemilikan dan identitas pemilik, selain itu juga persyaratan administrasi yang harus dipenuhi antara lain bukti hak milik kapal, identitas pemilik dan surat keterangan ukuran dan tonase kapal yang diterbitkan oleh Syahbandar.

Kedepan kegiatan Gerai Nelayan untuk mempermudah pengurusan Pas Kecil ini akan dilakukan di Kota/Kabupaten lain.

 

Pewarta : Yanto - DKP

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Kamis, 05 Desember 2019 22:21

Korpri Harus Lakukan Inovasi

GORONTALO – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dituntut agar terus bergerak melakukan inovasi. Sekda Darda menilai inovasi dan terobosan-terobosan baru diperlukan untuk menjawab tantangan yang semakin besar.

“Cara-cara lama yang monoton dan tidak kompetitif jangan diteruskan lagi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba saat membacakan sambutan Gubernur Gorontalo pada upacara bendera dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo ke 19 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-48 KORPRI tingkat Provinsi Gorontalo di halaman Museum Purbakala, Kamis (5/12/2019).

Selain itu, mampu bekerja keras dan cerdas sebagai abdi negara, masyarkat, dan pemerintah. KORPRI berperan optimal sebagai organisasi profesi yang diandalkan dalam meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas. Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan.

“Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat harus dipangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci birokrasi. Bapak Presiden Jokowi sering mengingatkan bahwa kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil,” ujar Darda.

Sekda berharap momentum peringatan HUT Provinsi Gorontalo ke 19 dan HUT KORPRI ke 48, pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo agar selalu bergandengan tangan dalam keberagaman dan harmonisasi serta meningkatkan partisipasi dalam membangun Gorontalo yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, Sekda Darda menyerahkan medali dan piagam penghargaan kepada peraih medali perak cabang olahraga Gate Ball pada PORNAS ke XV KORPRI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Penyerahan sertifikat dan bonus kepada juara 1,2,dan 3 pada Pekaan Olahraga KORPRI tingkat OPD dilingkungan Pemprov Gorontalo. Penyerahan penghargaan lomba Pengelolaan Arsip Tigkat OPD se Provinsi Gorontalo. Serta penyerahan hadiah lomba Tata Upacara Bendera Tingkat SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Rangkaian upacara bendera dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo ke 19 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-48 KORPRI tingkat Provinsi Gorontalo di halaman Museum Purbakala itu di akhiri dengan pembagian Doorprize.

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Provinsi Gorontalo di ruang sidang DPRD Gorontalo, Kamis (5/12/2019).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sofyan Puhi dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HUT Provinsi Gorontalo diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015. Perda tersebut menyebutkan bahwa HUT Provinsi Gorontalo sebagai daerah otonom dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah tanggal 5 Desember.

Dikatakannya, peringatan HUT ke-19 Provinsi Gorontalo merupakan wahana retrospektif, introspektif, dan prosfektif. Ketiga hal itu merupakan upaya untuk menengok masa lalu sebagai mata rantai sejarah yang sangat bernilai untuk menapaki masa depan, serta sebagai sarana mawas diri untuk terus berusaha dan berupaya merancang sebuah masa depan berdasarkan realita dan dinamika kekinian tanpa melupakan nilai peristiwa bersejarah masa lalu.

“Peringatan HUT ini bukan semata-mata mengenang dan berbagi cerita, bukan pula sekedar bergembira atau kegiatan seremonial belaka. Tetapi sebagai wahana retrospektif, introspektif, dan prospektif untuk membangun Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” kata Sofyan Puhi.

Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menuturkan berbagai keberhasilan yang telah diraih oleh Provinsi Gorontalo. Dalam kurun waktu awal pembentukan Provinsi Gorontalo hingga saat ini terjadi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dari 64,3 poin naik menjadi 67,71. Demikian pula halnya persentase penduduk miskin yang terus menurun dari 32,13 persen pada tahun 2002 menjadi 15,52 persen pada Maret 2019.

 “Pertumbuhan ekonomi kita juga cukup tinggi sebesar 6,51 persen di tahun 2018 berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 5,17 persen. Pendapatan perkapita pertahun juga meningkat mencapai Rp31,83 juta pada tahun 2018,” tutur Wagub Idris Rahim.

Lebih lanjut Idris memaparkan capaian kinerja pembangunan Provinsi Gorontalo selama tahun 2019 di antaranya Bantuan Pangan Non Tunai bagi 23 ribu jiwa, pembangunan Rumah Hunian Idaman Rakyat sebanyak 550 unit, serta pembangunan jalan provinsi sepanjang 16,43 kilometer. Di sektor pertanian, Pemprov Gorontalo menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 75 ribu kilogram dan benih padi sebanyak 675 ribu kilogram.

Pemprov Gorontalo juga menerima sejumlah penghargaan dari Pemerintah Pusat di antaranya penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian enam kali berturut-turut dalam pengelolaan keuangan daerah dari Presiden RI, penghargaan Karya Bakti Pramuka, penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan masih banyak lagi penghargaan lainnya yang ditorehkan selama tahun 2019.

“Syukur alhamdulillah, berbagai keberhasilan pembangunan telah kita raih. Meski demikian, tantangan dan pekerjaan rumah kita juga masih cukup banyak. Mari kita bergandengan tangan saling bahu membahu untuk mewujudkan Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” tutup Idris.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA BONE -  Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mendukung pemberian efek jera bagi oknum perusak ekosistem laut.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi pelaku pemboman ikan di perairan Kwandang, Gorontalo Utara, yang diamankan di tahanan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo, di Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (04/12/2019).

“Kita harus menjaga keamanan laut dari pemboman. Tadi saya menjenguk tahanan dari Desa Ponelo, yang melakukan pemboman di perairan Kwandang, Gorontalo Utara. Oleh karenanya saya mengharapkan agar supaya ini memberikan efek jera kepada pelaku juga kepada masyarakat yang ada niatan mau melakukan hal-hal yang melawan hukum,” kata Idris Rahim di sela-sela kunjungannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo.

Sanksi pidana bagi pelaku penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (dynamite fishing) diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dalam pasal 84 ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp. 1.200.000.000. Serta ayat (2) sampai dengan ayat (4) dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan enda paling banyak Rp. 2.000.000.000.

Di tempat yang sama, Dirpolairud Gorontalo AKBP Heri Sulistya Budi Santosa mengungkapkan, kasus pemboman ikan ini sementara dalam proses pengumpulan barang bukti untuk selanjutnya dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan.

 “Ini kejadiannya dua minggu yang lalu, ada oknum yang mau instant tapi dengan cara yang salah, yang menyebabkan kerusakan ekosistem laut. Nah, kasus ini nanti kalau seluruh berkasnya sudah dinyatakan lengkap, kita langsung ke tahap dua. Tersangka dan barang buktinya kita limpahkan ke Kejaksaan,” ujar Heri.

Pada peringatan HUT ke-69 Direktorat Polairud Polda Gorontalo itu diserahkan Brevet Bhayangkara Bahari untuk Irwasda Polda Gorontalo Kombespol M. Syamsul Huda, atas jasa dan perhatiannya terhadap kelautan dan kemajuan organisasi kepolisian perairan. Diserahkan juga alat bantu dengar bagi PHL Dirpolairud, sembako bagi warga sekitar, serta hadiah untuk pemenang lomba renang dan dayung.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Provinsi Gorontalo diawali dengan Upacara Bendera di halaman Museum Purbakala, Kamis (5/12/2019).

Selaku inspektur upacara, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, usia ke-19 tahun dalam laju ruang dan waktu menandakan bahwa pertambahan usia harus mengisyaratkan peningkatan taraf kedewasaan.

“Patutlah kita menyadari bahwa peringatan hari ulang tahun sesungguhnya bukanlah sesuatu yang seremonial semata yang dilakukan dari tahun ke tahun. Melainkan harus selalu ditempatkan sebagai energi positif yang mampu mendorong performa dan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik di Bumi Gorontalo ini,” kata Darda Daraba.

Di usianya yang relatif masih muda, berbagai kemajuan telah mampu diraih oleh Provinsi ke-32 ini. Indikatornya antara lain dapat dilihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 67,71 poin. Angka kemiskinan pada tahun 2017 sebesar 17,65 persen, turun pada angka 15,52 persen di tahun 2019 (Maret). Demikian pula tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi 4,03 persen dan indeks Gini mencapai 0,41 poin lebih tinggi dari nasional yang hanya 0,38 poin.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi berada di angka 6,51 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,17 persen.
Sekda berharap momentum HUT Provinsi Gorontalo ini , pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo agar selalu bergandengan tangan dalam keberagaman dan harmonisasi serta meningkatkan partisipasi dalam membangun Gorontaloyang lebih baik.

 “Karena apa yang kita capai sampai hari ini, tidak lepas dari peran masyarakat serta jajaran ASN yang bekerja disemua sektor dan level pemerintahan,” imbuhnya.

Upacara HUT ke-19 Provinsi Gorontalo dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-48 KORPRI tingkat Provinsi Gorontalo. Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Gorontalo, perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 05 Desember 2019 22:07

Selamat Ulang Tahun Ke-19 Provinsi Gorontalo

Selamat Ulang Tahun Ke-19 Provinsi Gorontalo

5 Desember 2019 "Gorontalo Unggul Menuju Indonesia Maju"

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 05 Desember 2019 08:24

Selamat Ulang Tahun Ke-19 Provinsi Gorontalo

Selamat Ulang Tahun Ke-19 Provinsi Gorontalo

5 Desember 2019 "Gorontalo Unggul Menuju Indonesia Maju"

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bapenas) Suharso Monoarfa di ruang kerjanya, Rabu (4/12/2019). Pertemuan bersama sejumlah pimpinan OPD itu untuk melaporkan progres rencana pembangunan Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Kami juga berharap ada dukungan penganggaran dari pemerintah pusat khususnya melalui Bappenas. Kita berharap sebagian dari infrastrukturnya termasuk fasilitas alat kesehatan bisa dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),” tutur Rusli usai pertemuan.

Rusli menyebut dukungan penganggaran pusat akan sangat membantu menekan biaya pengembangan rumah sakit yang ditaksir mencapai angka Rp800 miliar lebih. Jika sebagian infrastruktur dan fasiltias medis bisa dibiayai oleh APBN maka akan berdampak pada biaya ketersediaan layanan atau avaibility payment yang akan dibayarkan daerah ke pihak swasta.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa menilai kerjasama dengan swasta itu sangat baik mengingat keterbatasan anggaran pemerintah pusat dan daerah. Terlebih pembangunan infrastruktur tersebut menyangkut dengan layanan dasar yakni rumah sakit.

“KPBU RS Ainun membanggakan dan menjadi contoh untuk daerah daerah lain dalam rangka menyediakan layanan publik dasar. Ini telah dilaksanakan dengan baik oleh Provinsi Gorontalo dengan mekanisme KPBU,” ucapnya.

Harus berharap agar rencana KPBU bisa segera selesai melalui proses lelang untuk menentukan Badan Usaha Pelaksana atau BUP. Ia menargetkan tahun proyek tersebut sudah bisa dimulai tanggal 12 Mei 2020 nanti.

 “Saya kira progresnya cepat sekali. Saya sudah minta teman-teman di sini menjadi perhatian di Bappenas. Oleh karena itu saya berharap ground breaking bisa dilaksananakan tanggal 12 Mei 2020. Nanti saya hadir di sana,” pungkas Harso yang juga berdarah Gorontalo itu.

 

Pewarta : Isam/Nanda - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kinerja Media Center pada Bagian Humas, Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo paling produktif tahun 2019 jika dibandingkan dengan capaian dua tahun sebelumnya. Berbagai produk informasi dan dokumentasi publik dihasilkan dalam berbagai varian.

Sedikitnya ada enam indikator meningkatnya produktifitas media center yaitu dalam hal berita dan foto yang diunggah di web humas.gorontaloprov.go.id, program audio visual kegiatan pimpinan di media sosial serta program mingguan audio visual Lensa Humas Sepekan (LHS). Ada juga konten meme atau ucapan hari-hari besar keagamaan, nasional dan daerah, berita dan foto di web infopublik.id serta produksi tabloid internal humas.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam rapat akhir tahun yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf, Rabu (4/12/2019). Pada kesempatan tersebut, Kabag Humas Nikson Entengo memaparkan capaian dan prospek kinerja media center tahun 2020.

“Untuk berita yang terpublikasi di web Kemkominfo, tahun lalu kita memproduksi berita sejumlah 1186 berita, 1031 berita terpublikasi setelah melalui proses seleksi. Tahun 2019 ini kita memproduksi 1490 berita, 1383 berita diantaranya terpublikasi. Data ini belum dihitung bulan Desember yang masih berjalan,” kata Nikson Entengo.

Hal yang sama juga terlihat dari data produksi foto-foto pelayanan publik, sosial kemasyarakatan yang diunggah di web infopublik.id. Tahun 2018 ada 1441 foto yang terpublikasi, sementara tahun 2019 meningkat menjadi 2530 foto belum termasuk rekapan bulan Desember.

Dengan capaian ini, Nikson optimis timnya bisa memperoleh predikat terbaik nasional dalam pengelolaan informasi publik dari Kementrian Kominfo RI. Prestasi yang sudah dua tahun terakhir diterima oleh Humas Pemprov Gorontalo.

“Alhamdulillah tahun lalu kita bisa meraih prestasi Terbaik 1 foto terbanyak,  foto terbaik 3 nasional serta terbaik 4 berita terbanyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Karo Humas dan Protokol Masran Rauf menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi dan kinerja anak buahnya. Ia menilai tim humas sudah bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Saya mau bilang (kinerja kalian) exellent, sulit jika diungkapkan dengan kata-kata. Apa yang saya sampaikan atau saya koreksi dilaksanakan dengan baik,” puji mantan Kabag Humas itu.

Masran berharap agar tetap menjaga soliditas dan solidaritas tim. Ia mengaku masih melihat banyak kekurangan dalam hal dukungan personil, alat dan anggaran dalam operasional kehumasan. Meski begitu, ia berjanji akan memperjuangkan dan memaksimalkan kebutuhan tersebut.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA BONE – Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Polairud Gorontalo di Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (4/12/2019).

Idris Rahim mengatakan, Indonesia adalah negara dengan banyak pulau serta memiliki potensi kelautan yang mumpuni, maka sudah menjadi keharusan untuk memelihara dan memanfaatkankan potensi tersebut.

“Kita tahu bahwa Indonesia ini adalah negara kepulauan atau sering disebut dengan archipelago. Nah, laut adalah potensi kita, maka kita harus manfaatkan potensi laut ini,” kata Idris Rahim.

Lebih lanjut Idris juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan melestarikan potensi laut yang dimiliki oleh daerah, agar nantinya bisa digunakan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

“Harapan saya kepada dirpolairud juga seluruh pihak untuk mengawal laut kita, agar potensi ini nantinya bisa dimanfaatkan, yang tentu nantinya juga akan membantu dalam mensejahterakan masyarakat kita,” imbuhnya.

Senada dengan Idris Rahim, Dirpolairud Gorontalo, AKBP Heri Sulistya Budi Santosa juga mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu dan bekerja sama dalam menjaga ekosistem laut dan terus berkoordinasi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di perairan Gorontalo.

“Dalam momen hari ulang tahun ini saya mengajak semua pihak untuk berkoordinasi bersama menjaga ekosistem yang kita miliki, juga tentunya masalah kamtibmas yang ada di perairan Gorontalo dan juga ketertiban masyarakat pesisir,” harap Heri.

Pada kegiatan tersebut juga diserahkan Brevet Bhayangkara Bahari untuk Irwasda Polda Gorontalo Kombespol M. Syamsul Huda, atas jasa dan perhatiannya terhadap kelautan dan kemajuan organisasi kepolisian perairan. Diserahkan juga alat bantu dengar bagi PHL Dirpolairud, sembako bagi warga sekitar, serta hadiah untuk pemenang lomba renang dan dayung.

Wakil Gubernur Gorontalo juga menyempatkan melihat tahanan pelaku pemboman ikan di perairan Kwandang, Gorontalo Utara, yang telah diamankan oleh Direktorat Polairud Polda Gorontalo.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo