>

Displaying items by tag: PPID Humas

GORONTALO – Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo harus dipertahankan pemerintah.

Harapan ini disampaikan Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut), Chandra Nurcahyo, usai bertemu dengan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim di ruang kerja Wagub kompleks Gubernuran Gorontalo, Selasa (10/3/2020).

“Provinsi Gorontalo ini merupakan provinsi pertama yang sudah UHC sejak tahun 2013. Selaku pionir yang pertama kali mencapai UHC, kami berharap Gorontalo bisa mempertahankan gelar UHC ini,” kata Chandra Nurcahyo.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Gorontalo, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun ini baru mencapai 78 persen. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dikes Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole, masih rendahnya cakupan kepesertaan tersebut karena masih berprosesnya verifikasi dan validasi data.

“Saya akui tahun ini kita memang belum UHC dibanding tahun kemarin, masih ada kekurangan sebanyak 22 persen. Hal itu karena adanya instruksi bapak Gubernur agar peserta itu benar-benar sudah diverifikasi dan validasi datanya,” jelas Misranda.

Hasil verifikasi dan validasi data yang dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo pada akhir tahun 2019 lalu, banyak ditemukan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan yang telah meninggal dunia, peserta yang tidak ditemukan, kepesertaan ganda, serta peserta yang telah meningkat kesejahteraannya sehingga tidak layak lagi menjadi PBI. Dari 129.265 orang peserta PBI Jamkesta yang diverifikasi dan divalidasi datanya, sebanyak 38.913 jiwa di antaranya dinyatakan tidak valid sehingga harus dikeluarkan dari kepesertaan dan tanggungan pemerintah.

 “Pendataan kepesertaan ini masih terus berproses. Insyaallah dalam waktu tidak terlalu lama bisa selesai sehingga kepesertaan tahun ini akan sama dengan tahun kemarin yang mencapai 98 persen,” tandas Misranda.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 34 peserta dari 10 provinsi mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pendamping kawasan transmigrasi di Hotel Damhil, Kota Gorontalo yang dibuka Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, Senin (9/3/2020).

Kegiatan ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo.

“Tugas tenaga pendamping transmigrasi ini sangat berat. Oleh karena itu harus ditingkatkan kapasitasnya agar semua program transmigrasi bisa terlaksana dengan baik secara berdaya guna dan berhasil guna,” kata Wagub Idris Rahim.

Idris Rahim mengutarakan, transmigrasi merupakan program pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Guna suksesnya program tersebut, Idris menekankan agar pembangunan kawasan transmigrasi harus dilakukan secara komprehensif dan bersinergi dengan seluruh pihak terkait.

“Membangun kawasan transmigrasi tidak boleh parsial. Tenaga pendamping harus bersinergi dengan pemerintah desa dan pihak-pihak lain seperti penyuluh pertanian. Intinya, tenaga pendamping harus bekerja keras, bekerja cerdas, ikhlas dan tuntas,” ujar Idris Rahim.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, M Nurdin dalam sambutannya memotivasi para tenaga pendamping transmigrasi untuk bekerja ikhlas dan bersemangat dalam melaksanakan tugasnya.

Nurdin menjelaskan, tenaga pendamping bertugas memberikan pembinaan dan pendampingan pada kawasan transmigrasi yang difokuskan pada pengembangan ekonomi dengan komoditi unggulan, serta penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia.

 “Penekanan kita tetap pada pengembangan ekonomi. Yang terpenting itu ada produk unggulannya sesuai dengan potensi kawasan. Untuk itu saya minta teman-teman bekerja dengan semangat dan harus ikhlas. Jika terjadi masalah di lapangan, selesaikan secara baik dengan pemerintah desa maupun dinas terkait lainnya,” jelas Nurdin.

Kegiatan peningkatan kapasitas tenaga pendamping kawasan transmigrasi akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 9 hingga 13 Maret 2020. Peningkatan kapasitas dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan penyampaian materi oleh para narasumber dari Kemendes PDTT, Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, serta Dinas PMD, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie melaporkan kesiapan lelang rumah sakit dr Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, Senin (9/3/2020).

Rumah sakit umum provinsi itu akan dikembangkan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Hari ini saya bertemu Pak Suharso untuk menyampaikan rencana lelang RS Ainun. Proyek ini sejak awal mendapat atensi dan asistensi dari Bappenas bersama sejumlah kementerian lainnya,” terang Rusli.

Lebih lanjut Rusli menjelaskan, dokumen lelang saat ini sudah hampir selesai. Sebelum itu, pemprov sedang menunggu tim pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

“Surat pemprov sudah dibalas oleh kejaksaan tinggi. Hari ini sudah keluar SK tim pendampingan. Tahap berikutnya tinggal merampungkan dokumen lelang atau RFP (request for proposal),” imbuhnya.

RS Ainun Habibie menjadi perhatian Menteri Bappenas Suharso Monoarfa. Ia menyebut skema KPBU menjadi solusi bagi daerah yang butuh membangun layanan dasar namun terkendala APBD yang minim.

Dengan skema KPBU, memungkinkan pemerintah daerah membangun infrastruktur tanpa biaya besar dalam satu tahun anggaran. Jasa atas layanan infrastruktur yang dibangun swasta dibayar pemerintah setiap tahun dengan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Berdasarkan hasil hitung-hitungan konsultan dan rekomendasi aparat penegak hukum, nilai pengembagan RS Ainun ditaksir merogoh kocek Rp596 miliar. Angka itu relatif lebih kecil dari perhitungan awal sebesar Rp801 miliar.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 15 media dalam jaringan (daring) menandatangani perjanjian kerjasama dengan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Gorontalo. Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Kepala Dinas Kominfo Wahyudin Katili dan Kepala Biro Hukum Setdaprov Gorontalo Ridwan Hemeto.

Masran Rauf selaku Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Gorontalo mengatakan ada yang berbeda dalam perjanjian kerjasama kali ini. Ia secara khusus menggandeng Biro Hukum dalam proses asistensi bersama para pimpinan media online.

“Kita belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Kita sudah lakukan prosedur yang sesuai selama kurang lebih dua bulan ini,” ungkap Masran dalam sambutannya di Ruang Huyula Komplek Gubernuran Gorontalo, Senin (09/03/2020).

Masran menambahkan proses asistensi ini juga untuk menentukan tupoksi dari masing-masing media. Ia berharap di kemudian hari seluruh media dapat melaksanakan tanggung jawabnya sesuai perjanjian kerjasama.

Di tempat yang sama, Sekdaprov Gorontalo Darda Daraba mengimbau kepada seluruh media untuk dapat menjadi partner pemprov Gorontalo dalam meluruskan berbagai opini terkait kinerja pemerintah daerah. Untuknya ia meminta perluasan dan penyebaran infomasi harus dilakukan secara merata oleh seluruh media.

“Kerjasama media ini sangat menjadi harapan pemerintah, Pak Gubernur juga Wakil Gubernur, dalam meluruskan berbagai opini yang berkembang di masyarakat, tentunya juga agar bisa memberikan pembelajaran bagi masyarakat,” imbuh Darda.

Media online yang menandatangani perjanjian kerjasama diantaranya 60dtk, Pojok 6, Proses, Dulohupa, Antara News, Habari, Cakrawala. Ada juga Read, Gopos, Hulontalo, Tilongkabila, Gosulut, Hargo, Republik, dan Tatiye Channel.

 

Pewarta : Gina/Echyn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mengajak pengurus Majelis Rasulullah SAW Gorontalo bisa bersinergi dengan pemerintah dan organisasi keagamaan lainnya dalam mencegah kemungkaran di Bumi Serambi Madinah. Idris menuturkan, maraknya peredaran minuman keras (miras), narkoba, dan panah wayer merupakan bagian dari kemungkaran yang menjadi tantangan besar yang harus ditanggulangi bersama oleh pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Peredaran miras dan cap tikus masih marak, ribuan liter bahkan hingga berton-ton berhasil diamankam aparat Kepolisian. Siapa yang mengkonsumsinya? Sebagian di antaranya adalah umat Islam. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menanggulanginya,” kata Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada pengukuhan pengurus Majelis Rasulullah SAW Gorontalo yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo, Sabtu (7/3/2020).

Idris berharap, Majelis Rasulullah SAW yang dipimpin oleh Habib Salim Bin Abdurrahman Al Djufri bisa menjadi wadah bagi umat Islam Gorontalo dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Melalui  kegiatan dakwah dan kajian-kajian keislaman yang dilaksanakan oleh Majelis Rasulullah SAW, Wagub Gorontalo dua periode itu mampu mengajak umat Islam di Gorontalo untuk beramar makruf nahi mungkar.

“Saya berharap majelis ini bisa memakmurkan masjid, mengajak umat untuk berbuat baik dan mencegah yang tidak baik, serta menggali dan mengembangkan potensi umat Islam Gorontalo salah satunya melalui zakat,” tutur Idris.

Sementara itu Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW Pusat, Habib Nabiel Almusawa, dalam ceramah agamanya mengatakan bahwa Majelis Rasulullah SAW merupakan majelis zikir untuk mencari keridhaan Allah SWT dan mencintai Nabi Muhammad SAW. Adapun yang menjadi dasar dan misi dari Majelis Rasulullah SAW yaitu ilmu, akhlak, dan dakwah.

“Majelis Rasulullah SAW Gorontalo merupakan cabang yang ke-10 di Indonesia. Majelis ini juga telah memiliki lima cabang di luar negeri. Majelis ini mengajak umat Islam untuk mencintai dan meneladani Rasulullah SAW,” kata Habib Nabiel Almusawa.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kontingen Gorontalo yang diwakili oleh Tim Ulat Bulu dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Provinsi Gorontalo berhasil menyabet juara pertama pada kategori Beregu Klasik turnamen Gateball Gubernur Gorontalo Cup I. Tim Ulat Bulu berhasil mengalahkan Tim Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Stadion Merdeka, Kota Gorontalo, Minggu (8/3/2020).

Juara ketiga dan keempat pada kategori Beregu Klasik masing-masing ditempati oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Provinsi Sulawesi Tengah dan Tim Pelaksana Jalan Nasional II Sorong Provinsi Papua Barat. Sementara pada kategori Double Klasik, juara pertama diraih oleh Tim Bima I Sulawesi Tengah setelah berhasil mengalahkan Tim Pogogul Buol yang menempatkannya pada peringkat kedua. Sedangkan untuk peringkat ketiga dan keempat, masing-masing diraih oleh Tim Freedom Parigi dan Tim Bima III, keduanya juga dari Sulawesi Tengah.

“Selamat kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi pada turnamen Gateball ini. Apresiasi juga saya sampaikan kepada pengurus Pergatsi Gorontalo yang berhasil menggelar turnamen ini dengan lancar dan sukses,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya pada upacara penutupan turnamen Gateball.

Idris mengutarakan, turnamen Gubernur Gorontalo Cup I bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga Gateball kepada masyarakat luas. Menurutnya, selama ini Gateball terkesan sebagai olahraga eksklusif yang hanya populer di lingkungan Kementerian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 “Masyarakat belum tertarik bahkan belum mengenal Gateball ini. Turnamen ini menjadi ajang untuk menyosialisasikan Gateball sehingga ke depan turnamen ini pesertanya tidak hanya aparatur PUPR, tetapi diikuti oleh masyarakat,” tandas Wagub Idris Rahim.

Turnamen Gateball Gubernur Gorontalo Cup I berlangsung selama dua hari dari tanggal 7 hingga 8 Maret 2020. Turnamen diikuti oleh Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) dari lima provinsi, yaitu Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Sumatera Utara. Sebanyak 298 atlet turut ambil bagian pada turnamen yang memperebutkan trofi dan bonus jutaan rupiah.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Minggu, 08 Maret 2020 05:26

BPK Akhiri Pemeriksaan Pendahuluan

GORONTALO – Setelah 35 hari melaksanakan pemeriksaan pendahuluan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan menghadap Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2020).

Idris Rahim dalam pertemuan tersebut mengucapkan berterima kasih atas pemeriksaan yang telah dilakukan oleh tim pemeriksa BPK. Ia pun segera menginstruksikan OPD melalui inspektorat untuk menindaklanjuti permasalahan yang ditemui selama pemeriksaan.

“Meskipun Sabtu dan hari libur, diharapkan OPD bekerja seperti biasa untuk memberikan dukungan terhadap data yang dibutuhkan BPK,” kata Wagub.

Di tempat yang sama Inspektur Sukril Gobel, yang mendampingi Idris Rahim seusai pertemuan menjelaskan, pertemuan ini dimanfaatkan BPK untuk menginformasikan kepada wakil gubernur tentang pemeriksaan pendahuluan yang telah usai.

” BPK yang diwakili ketua Tim pemeriksa Yusmaidhar Saint Parlin memberikan informasi kepada pak wagub tentang masa pemeriksaan pendahuluan yang telah usai dilaksanakan kurang lebih 35 hari,” jelas Sukril.

Mantan Asisten III Gorontalo ini juga menjelaskan sesudah pemeriksaan ini, mereka akan masuk lagi sambil menunggu penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pada 19 Maret 2020.

“Mereka akan melakukan pemeriksaan terperinci atas LKPD. Diharapkan pertengahan Mei sudah selesai dan opini sudah bisa diserahkan,” urai Sukril.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhitung 28 Januari 2020 telah melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap APBD 2019.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 298 atlet Persatuan Gateball Indonesia (Pergatsi) dari 5 provinsi mengikuti  Open Tournament Gateball Gubernur Gorontalo Cup I yang dilaksanakan di stadion Merdeka Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Sabtu (7/3/2020).

Kelima provinsi yang mengikuti turnamen yaitu Gorontalo, Sulawesi Utara, Papua Barat, Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, saat membuka turnamen tersebut mengatakan pemerintah menggalakkan pembangunan di segala sektor, khususnya di bidang olahraga, termasuk gateball. Turnamen ini menjadi salah satu cara untuk mencari bibit-bibit muda.

“Open turnamen ini bertujuan untuk menciptakan bibit bibit yang berprestasi dalam gateball, dan yang kedua kita ingin memasyarakatkan gateball lebih luas lagi,” jelas Darda.

Perkembangan gateball di Gorontalo kata Darda sudah masuk di kabupaten-kabupaten, sehingga membuatnya untuk mendorong seluruh pengurus untuk mengadakan turnamen di kabupaten kota.

” Mudah mudahan ini terus berlanjut. Kami ingin mendorong pengurus di daerah untuk mengadakan turnamen di tiap kabupaten kota,” imbuhnya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana Open Tournament Gateball Gubernur Cup I, Handoyo Sugiharto, yang juga merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, mengatakan turnamen tersebut digelar dengan tujuan untuk memperingati Hari Patriotik 23 Januari.

Turnamen yang pertama kalinya di gelar di Provinsi Gorontalo itu, akan memperebutkan piala bergilir, piala tetap serta bonus jutaan rupiah dan akan mempertandingkan kategori beregu bebas dan double bebas.

“Alhamdulillah kegiatan ini diikuti oleh 5 Provinsi, sehingga kami optimis bahwa kegiatan ini berkembang dan akan banyak diminati oleh masyarakat luas, karena kegiatan ini baru sekitar 10 tahun dan berkembang pertama kalinya di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum,” jelas Handoyo.

Handoyo menambahkan dengan adanya turnamen tersebut, Provinsi Gorontalo sudah siap untuk mengirim atlet Gateball jika cabang olahraga ini di pertandingkan  pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Hasil dari turnamen ini diharapkan bisa untuk menghidupkan olahraga Gateball yang ada di Indonesia. Sehingga jika ada turnamen lainnya, kami siap untuk mengikuti turnamen tersebut,” pungkasnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari sejak tanggal 7-8 Maret di stadion Merdeka. Salah satu atlet termuda berasal dari Kabupaten Pohuwato dengan usia 11 tahun.

Pembukaan Open Tournament Gate Ball Gubernur Cup I dihadiri oleh pengurus besar Pergatsi yang diwakili Andre Bangsawan yang merupakan pengurus Pergatsi bidang pembinaan luar negeri.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pengurus DPD Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Gorontalo periode 2020-2025 dilantik oleh Ketua DPP API Pendeta Harsanto Adi, Sabtu (7/3/2020).

Pelantikan yang digelar di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo itu dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Gubernur Rusli menyambut baik terbentuknya kepengurusan API. Rusli meminta organisasi ini menjadi yang terdepan merawat kerukunan umat beragama dan membantu pemerintah. Salah satunya mencegah penyakit masyarakat khususnya minuman keras dan narkoba.

“Mohon saya dibantu khususnya dari para pendeta untuk pemberantasan miras. Persoalan utama kamtibmas di Provinsi Gorontalo 80 persen disebabkan oleh miras. Tiap hari ribuan botol masuk ke Gorontalo. Tolong torang baku baku bantu memberantas miras ini,” ujarnya.

Menurut Rusli, sebagai daerah mayoritas muslim, Provinsi Gorontalo hidup dalam kerukunan umat beragama yang sangat baik. Semua orang dengan perbedaan suku, agama dan golongan hidup tenang dan bebas memeluk kepercayaannya masing-masing.

“Saya tidak melihat ada mayoritas dan minoritas. Semua saya anggap masyarakat saya. Masyarakat Gorontalo dari Bali, Minahasa, NTT, Jawa dan lain-lain. Marilah kita bersatu menjaga negara ini,” pintanya.

Senada dengan gubernur, Ketua DPP API Pendeta Harsanto Adi meminta pengurus DPD API untuk bekerja membangun hamba Tuhan yang mengasihi Tuhan dan mengasih tanah airnya.

“Ancaman terbesar kita adalah perpecahan bangsa. Makanya penting bagi kita untuk menjalin kerjasama dan sinergitas baik antar pemerintah, pemangku agama dan semua pihak,” tegasnya.

Pengurus DPD API Provinsi Gorontalo 2020-2025 dipimpin oleh Pendeta Muda Theo Mose didampingi wakilnya Pendeta Hendri Toy. Sekretaris dan bendahara masing-masing dipercayakan kepada Pendeta Ari Siwalete dan Pastor David Meliando.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TILONG KABILA – Meski hujan deras mengguyur, namun 1500 masyarakat dari 8 desa tetap semangat hadir memenuhi kursi yang disediakan dalam bakti sosial NKRI Peduli ke 150 di Desa Motilango, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (6/3/2020).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mengingatkan masyarakat agar lebih menjaga lingkungan, apalagi Gorontalo saat ini memasuki musim hujan.

“Sekarang musim penghujan, tolong jaga lingkungan. Kalau ada saluran saluran tersumbat, tolong dibersihkan. Jangan buang sembarang sampah di tempat tempat tertentu,” imbau Rusli di depan masyarakat.

Rusli juga tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat tentang bahaya miras (minuman keras).

Gubernur dua periode ini mengungkapkan setiap minggu ratusan liter dan ribuan botol minuman keras cap tikus di tangkap. Ini membuatnya meminta bantuan Kapolda Gorontalo agar segera memberantas miras dan menemukan mafia pengedar minuman keras. Ia juga meminta masyarakat ikut aktif untuk memberikan informasi jika mengetahui ada miras disekitar mereka.

“Bantu pak gubernur untuk memberantas, apabila ada ketahuan, kedapatan dan kelihatan ada yang masih (mengkonsumsi) miras, tolong laporkan ke saya langsung. Nomor telepon HP saya adakan? Sms ke saya atau WA ke saya. Saya akan turunkan polisi kesini untuk memberantas masalah miras,” kata Rusli mengajak masyarakat memberantas miras.

Ia menambahkan masalah miras sangat menggangu kantibmas. Ini dikarenakan persoalan pembunuhan, perkelahian, perceraian, dan KDRT, akibat dari mabuk-mabukan.

Meski hujan deras, masyarakat sangat antusias untuk membeli pangan murah yang disediakan Pemprov Gorontalo.

Bakti sosial NKRI peduli yang digelar kali ini menghadirkan bazar pangan bersubsidi yang menjual 7 bahan makanan yaitu beras sebanyak 7500kg, gula pasir 1500 kg, minyak goreng 1500 liter, cabe rawit 750 kg, bawang merah 750 kg, bawang putih 750, serta telur 15000 butir. Bahan pangan tersebut hanya dihargai dengan sangat murah yaitu serba Rp5000.

Bakti sosial diikuti 1500 kpm dari 8 desa yaitu Desa Motilango, Tamboo, Lonuo, Bongoime, Bongohulawa, Permata, Tunggulo Selatan dan desa Berlian.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama