>

Displaying items by tag: PPID Humas

GORONTALO – Pengurus DPD Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Gorontalo periode 2020-2025 dilantik oleh Ketua DPP API Pendeta Harsanto Adi, Sabtu (7/3/2020).

Pelantikan yang digelar di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo itu dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Gubernur Rusli menyambut baik terbentuknya kepengurusan API. Rusli meminta organisasi ini menjadi yang terdepan merawat kerukunan umat beragama dan membantu pemerintah. Salah satunya mencegah penyakit masyarakat khususnya minuman keras dan narkoba.

“Mohon saya dibantu khususnya dari para pendeta untuk pemberantasan miras. Persoalan utama kamtibmas di Provinsi Gorontalo 80 persen disebabkan oleh miras. Tiap hari ribuan botol masuk ke Gorontalo. Tolong torang baku baku bantu memberantas miras ini,” ujarnya.

Menurut Rusli, sebagai daerah mayoritas muslim, Provinsi Gorontalo hidup dalam kerukunan umat beragama yang sangat baik. Semua orang dengan perbedaan suku, agama dan golongan hidup tenang dan bebas memeluk kepercayaannya masing-masing.

“Saya tidak melihat ada mayoritas dan minoritas. Semua saya anggap masyarakat saya. Masyarakat Gorontalo dari Bali, Minahasa, NTT, Jawa dan lain-lain. Marilah kita bersatu menjaga negara ini,” pintanya.

Senada dengan gubernur, Ketua DPP API Pendeta Harsanto Adi meminta pengurus DPD API untuk bekerja membangun hamba Tuhan yang mengasihi Tuhan dan mengasih tanah airnya.

“Ancaman terbesar kita adalah perpecahan bangsa. Makanya penting bagi kita untuk menjalin kerjasama dan sinergitas baik antar pemerintah, pemangku agama dan semua pihak,” tegasnya.

Pengurus DPD API Provinsi Gorontalo 2020-2025 dipimpin oleh Pendeta Muda Theo Mose didampingi wakilnya Pendeta Hendri Toy. Sekretaris dan bendahara masing-masing dipercayakan kepada Pendeta Ari Siwalete dan Pastor David Meliando.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TILONG KABILA – Meski hujan deras mengguyur, namun 1500 masyarakat dari 8 desa tetap semangat hadir memenuhi kursi yang disediakan dalam bakti sosial NKRI Peduli ke 150 di Desa Motilango, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (6/3/2020).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mengingatkan masyarakat agar lebih menjaga lingkungan, apalagi Gorontalo saat ini memasuki musim hujan.

“Sekarang musim penghujan, tolong jaga lingkungan. Kalau ada saluran saluran tersumbat, tolong dibersihkan. Jangan buang sembarang sampah di tempat tempat tertentu,” imbau Rusli di depan masyarakat.

Rusli juga tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat tentang bahaya miras (minuman keras).

Gubernur dua periode ini mengungkapkan setiap minggu ratusan liter dan ribuan botol minuman keras cap tikus di tangkap. Ini membuatnya meminta bantuan Kapolda Gorontalo agar segera memberantas miras dan menemukan mafia pengedar minuman keras. Ia juga meminta masyarakat ikut aktif untuk memberikan informasi jika mengetahui ada miras disekitar mereka.

“Bantu pak gubernur untuk memberantas, apabila ada ketahuan, kedapatan dan kelihatan ada yang masih (mengkonsumsi) miras, tolong laporkan ke saya langsung. Nomor telepon HP saya adakan? Sms ke saya atau WA ke saya. Saya akan turunkan polisi kesini untuk memberantas masalah miras,” kata Rusli mengajak masyarakat memberantas miras.

Ia menambahkan masalah miras sangat menggangu kantibmas. Ini dikarenakan persoalan pembunuhan, perkelahian, perceraian, dan KDRT, akibat dari mabuk-mabukan.

Meski hujan deras, masyarakat sangat antusias untuk membeli pangan murah yang disediakan Pemprov Gorontalo.

Bakti sosial NKRI peduli yang digelar kali ini menghadirkan bazar pangan bersubsidi yang menjual 7 bahan makanan yaitu beras sebanyak 7500kg, gula pasir 1500 kg, minyak goreng 1500 liter, cabe rawit 750 kg, bawang merah 750 kg, bawang putih 750, serta telur 15000 butir. Bahan pangan tersebut hanya dihargai dengan sangat murah yaitu serba Rp5000.

Bakti sosial diikuti 1500 kpm dari 8 desa yaitu Desa Motilango, Tamboo, Lonuo, Bongoime, Bongohulawa, Permata, Tunggulo Selatan dan desa Berlian.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

BOLIYOHUTO – Banyaknya masyarakat yang terkena bencana banjir bandang di  Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo langsung turun ke lapangan.

Data korban bencana ini mencapai 834 KK atau 2526 jiwa dengan rincian di Desa Diloniyohu 411 KK atau 1396 Jiwa, Desa Bongoayu 250 KK atau 830 Jiwa dan Desa Tolite 163 KK atau 300 Jiwa.

Tanggap darurat dilakukan PMI Gorontalo selama 3 hari sejak tanggal tanggal 2 hingga 4 Maret 2020.

“Terima kasih atas bantuan PMI telah peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Pada dasarnya bantuan ini sangat membantu masyarakat yang terdampak, dimana masyarakat membutuhkan air bersih dan terutama air mineral,” jelas Marzan Yusuf, Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/3/2020) di Boliyohuto.

Warga desa setempat juga menyatakan rasa terima kasih atas tanggap bencana yang dilakukan oleh PMI.

“Alhamdulillah masyarakat terbantu dan terima kasih kepada Palang Merah Indonesia yang banyak membantu masyarakat,” ucap Herry B Theddy, Kepala Desa Bongoayu mewakili warga setempat.

PMI Gorontalo mendistribusikan air bersih sebanyak 15.000 liter ke warga 3 desa terdampak, 10.000 liter air untuk pembersihan satu unit Sekolah, 30 karton mie instan, dan 30 karton air mineral.

Tanggap darurat bencana dilaksanakan PMI Provinsi Gorontalo bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan.

 

Pewarta : Anie - Humas

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Kamis, 05 Maret 2020 16:52

Kapolda Silaturahmi Ke Gubernur Gorontalo

GORONTALO – Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Adnas berkesempatan untuk silaturahmi dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Rumah Jabatan, Kamis (3/5/2020).

Ini merupakan pertemuan perdana kedua pejabat usai Kapolda dilantik 3 Februari 2020 lalu. Pertemuan sekitar 40 menit berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Gubernur Rusli hadir ditemani Ketua DPRD Paris RA Jusuf dan Sekretaris Daerah Darda Daraba.

“Intinya beliau sangat mendukung kegiatan-kegiatan pemerintah. Pak Kapolda baru dilantik tanggal 3 Februari yang lalu, menggantikan pak Wahyu Widada. Jadi tadi kami berdiskusi banyak hal,” kata Gubernur Rusli usai pertemuan.

Rusli menilai, masalah kamtibmas di Gorontalo lebih banyak didominasi oleh peredaran miras. Minuman haram itu berdampak pada aksi kekerasan dan kriminalitas di daerah.

Keduanya juga membahas tentang Sekolah Kepolisian Negara (SPN) yang setiap tahunnya mencetak kurang lebih 200 Bintara. Rusli berharap dengan adanya Kapolda Adnas bisa menaikkan level Polda Gorontalo dari tipe B ke tipe A.

Sementara itu Brigjen Pol Adnas menyampaikan sebagai Kapolda baru tentu tugasnya adalah silahturahim dengan pemda, untuk bagaimana membantu program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, khususnya terkait keamanan.

Adnas juga mengakui berada di Gorontalo seperti pulang kampung. Gorontalo mirip dengan daerah asalnya Minang, Sumatera Barat.

“saya merasa Like Coming Home. Di Minang juga ada pepatah adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah, sama dengan Gorontalo. InsyaAllah saya akan dharma baktikan tanggung jawab saya selama ditugaskan di bumi serambi madinah ini,” paparnya.

Usai pertemuan tersebut, Kapolda berharap gubernur dan jajaran Pemrov Gorontalo untuk mengagendakan pertemuan kembali. Caranya tidak perlu formal, cukup menikmati kopi bersama sambil membahas permasalahan Kamtibmas di daerah.

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Suasana haru dan bahagia menyelimuti diri Suryono Nour, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Gorontalo. Ia tidak menyangka, penyerahan SK Kenaikan Pangkat pada Kamis (5/3/2020) menjadi berkah bagi dirinya dan keluarganya.

Pria 49 tahun itu dinaikkan pangkatnya dari golongan Ib menjadi Ic untuk periode April 2020. Ia satu-satunya pegawai pangkat rendah yang promosi hari itu. Gubernur Rusli yang kaget meminta Suryono berdiri untuk diwawancarai.

“Masih ada golongan I di pemprov? Bapak mau umroh? Karo Humas tolong daftarkan dia untuk umroh,” ungkap Rusli disambut tepuk tangan semua peserta yang hadir.

Rusli menyebut bapak empat orang anak itu harus menjadi contoh bagi semua pegawai. Kebahagian tidak diukur dari pangkat dan gaji. Buktinya Suryono tetap eksis meski dengan gaji yang “hanya” Rp2,6 juta ditambah TKD Rp2,5 juta setiap bulannya.

“Coba mana golongan IV di sini? Berapa gaji dan TKD kalian? 10 juta ada kan? Ini harus jadi contoh bahwa hidup itu tidak harus kaya, intinya bahagia. Jangan lupa juga keluarkan zakat,” imbuhya.

Diwawancarai terpisah, suami dari seorang ibu rumah tangga itu mengaku sangat bersyukur dan bahagia. Ia tidak menyangka di momen kenaikan pangkat ia mendapat bonus umroh dari sang gubernur.

Suryono berkisah, ia menjadi PNS sejak tahun 2008 lalu saat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) masih ada di Kabupaten Gorontalo. Sebelum itu, ia pegawai honorer di instansi yang sama.

 “Saya memulai karier dari sopir pak. Alhamdulillah setelah lima tahun jadi honorer saya terangkat tahun 2008. Sekarang karena DLHK sudah disatukan di provinsi saya bisa bekerja di DLHK provinsi,” bebernya.

Terkait dengan tawaran untuk mengikuti ujian dinas dari gubernur, ia berharap bisa terwujud. Saat ini Suryono sedang mengikuti program paket C agar bisa mengantongi ijazah SMA. Modal itu yang akan digunakan untuk bisa naik pangkat menjadi golongan IIa.

 

Pewarta: Isam/Ecyhin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 421 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Provinsi Gorontalo menerima SK kenaikan pangkat periode April 2020.

Secara simbolis surat keputusan diserahkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada acara Pemberian Penghargaan Kenaikan Pangkat yang dirangkaikan dengan Pembinaan PNS, Kamis, (5/3/2020) di gedung Bele li Mbui.

421 yang naik pangkat terdiri dari golongan IV 91 orang, golongan III 250 orang, golongan II 79 orang serta satu orang untuk golongan I. PNS yang disebut terakhir menerima penghargaan khusus dari Gubernur Rusli berupa hadiah umroh gratis.

“Intinya kenaikan pangkat ini adalah bersyukur. Syukurnya apa? Ya layani masyarakat. Jangan neko-neko, jangan macam-macam. Setelah ini, kalian yang naik pangkat, segera berikan hadiah terindah untuk orang tua kalian. Jangan lupa juga tunaikan zakat,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie

Rusli meminta anak buah bekerja tulus dan ihlas melayani masyarakat. Menurutnya, tantangan pemerintah saat ini semakin besar seiring dengan tuntutan masyarakat yang besar. Ia juga perpesan untuk menjaga nama baik pemerintah dengan tidak melakukan hal negatif.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo menyampaikan kenaikan pangkat merupakan salah satu penunjang pola pengembangan karir PNS. Ini merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian PNS terhadap negara.

“Penghargaan ini tentunya harus melalui tahap-tahap penilaian yang ditetapkan, mulai dari persyaratan perorangan dan persyaratan institusi. Untuk periode april 2020, ada 22 berkas yang tidak memenuhi syarat dan tujuh berkas yang tidak lengkap,” kata Zukri

Selain menyerahkan SK, dalam kesempatan itu pula, Gubernur memberikan hadiah berupa umroh gratis kepada Suryono Nour, PNS golongan I B yang naik ke I C. Suryuono mengabdi sejak 2008 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Gorontalo dan kini bertugas di Pemprov Gorontalo.

 

Pewarta: Echyn – Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 05 Maret 2020 16:28

Ekonomi Gorontalo Triwulan IV Tumbuh Stabil

GORONTALO – Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo pada triwulan IV tahun 2019 berada dalam posisi stabil. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo Budi Widihartanto, dalam Rapat Kerja dan Evaluasi (Rakorev) Bidang Ekonomi Triwulan IV tahum 2019 yang dilaksanakan oleh Biro P2E Setda Provinsi Gorontalo di ruang Dulohupa, kompleks Gubernuran, Rabu (04/03/2020).

“Untuk inflasi Gorontalo sesuai update data terbaru pada Februari, kita masih lebih baik dari pada nasional. Mudah-mudahan tingkat inflasi ini relatif terjaga,” ungkap Budi.

Budi menambahkan inovasi dari beberapa sektor dapat memberikan efek dalam kestabilan pertumbuhan ekonomi ini. Sektor-sektor tersebut diantaranya pariwisata, pembangunan infrastruktur dan pertanian.

Senada dengan Budi, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo Herum Fajarwati menyampaikan dalam pengamatannya di dua tahun terakhir angka inflasi Gorontalo masih terkendali. Meskipun mengalami sedikit kenaikan tapi masih berada di posisi 2,5 +-1 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba yang juga memimpin rapat tersebut mengutarakan pertumbuhan ekonomi Gorontalo 90 persen didominasi oleh belanja pemerintah. Olehnya ia berharap belanja APBD dan APBN dipercepat realisasinya.

“Inilah pentingnya koordinasi dan sinergitas antara masing-masing organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan instansi lainnya. Hal ini untuk menghasilkan langkah-langkah strategis dan konkrit dalam mengentaskan berbagai permasalahan pembangunan khususnya di bidang ekonomi,” ungkap Darda.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOALEMO – Bantuan sembako dari Kementrian Sosial (Kemensos) naik menjadi Rp200 ribu per keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kenaikan besaran bantuan itu berlaku untuk periode Maret hingga Agustus 2020.

Program sembako merupakan perubahan nama dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Jika pada bulan September 2019 nilainya hanya Rp115 ribu maka pada Januari hingga Februari menjadi Rp150 ribu per KPM.

“Alhamdulillah pada bulan Maret sampai Agustus, Pak Presiden Jokowi menambahkan Rp50 ribu lagi jadi perbulannya yang akan diterima bapak ibu Rp200 ribu,” kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA. Dulung saat menyerahkan bantuan program sembako di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Rabu (4/3/2020).

Andi berharap agar serapan anggaran untuk program sembako di Provinsi Gorontalo bisa berjalan baik. Penerima bantuan diharapkan memanfaatkan dana yang masuk di rekening masing-masing untuk membelanjakan sembako seperti beras, minyak goreng, lauk apuk, sayur dan buah-buahan.

“Kemudian yang tidak boleh itu titipan. Biasanya kalau ke warung ada yang nitip berapa batang (rokok). Nah itu yang tidak boleh. Kami sudah sampaikan ke BRI kalau ada yang sampai melanggar akan kami cabut ijinnya dan tidak boleh lagi menjadi penerima,” tegasnya.

Provinsi Gorontalo mendapatkan kuota penerima bantuan sosial sebanyak 87.539 orang. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu baru dimanfaatkan untuk 87.047. Ia berharap pemprov segera memasukkan tambahan untuk melengkapi kuota.

Di sisi lain, Pemprov Gorontalo terus berbenah memverifikasi dan memvalidasi data bantuan sosial dengan cara turun langsung ke lapangan. Hasilnya dari 120.000 warga kurang mampu yang selama ini menerima bantuan Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta), 38.000 di antaranya dinyatakan tidak layak karena meninggal dunia, pindah domisili atau berstatus mampu.

 

Pewarta: Isam/Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOLIYOHUTO – Idah Syahidah, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo langsung  turun lapangan menemui korban banjir di Kecamatan Boliyohuto, Selasa, (3/3/2020).  Idah Syahidah membagikan 500 paket makanan siap saji yang berasal dari dana pribadinya.

Banjir bandang yang merendam 3 desa, Tolite, Bongoayu, dan Diloniyohu terjadi pada hari Senin malam akibat meluapnya Sungai Bulaila yang berada di Kecamatan Mootilango, dikarenakan intensitas hujan tinggi sepekan terakhir.

Idah Syahidah yang juga adalah anggota Komisi VIII DPR ini tak hanya datang dengan tangan kosong. Bersama Pramuka peduli bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, dan BPBD Kabupaten Gorontalo, Idah turun langsung memantau dan bertatap muka dengan masyarakat korban banjir.

“Kegiatan ini memang wajib kami laksanakan saat  musibah datang, kami juga merasakan penderitaan saudara-saudara yang tertimpa musibah ini,” kata Idah Syahidah.

Berdasarkan data posko gabungan BPBD Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo terdapat 824 KK atau 2.526 jiwa yang menjadi korban banjir , mereka tersebar di 3 desa.

Banjir bandang ini merusak fasilitas umum, sekolah dan jembatan gantung yang rusak parah, sehingga tidak bisa dilewati masyarakat yang menghubungkan dua dusun,  Hulude Iletu Selatan dan Dusun Aleni Desa Diloniyohu.

“Untuk tembus di sini kami harus memutar melewati jalan sawah yang cukup jauh. Alhamdulillah kami sampai  juga. Kami di DPR yang membidangi sosial dan agama, masalah penanganan banjir masuk dalam kinerja. Yang paling terpenting saat ini adalah memberikan rasa nyaman dan aman bagi korban banjir. Stok makanan siap saji dan air bersih adalah hal utama harus kita penuhi,”Ucap Idah Syahidah.

Selain membantu korban banjir di Kecamatan Boliyohuto, Idah Syahidah juga mengirimkan 500 paket makanan siap saji  di Desa Tolango Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara yang juga mengalami bencana banjir. Pembagian bantuan ini diserahkan Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gorontalo bersama Pramuka Peduli.

“Saya juga mengapresiasi kinerja BPBD mitra kerja Komisi VIII DPR, serta seluruh elemen atas kerja cepat menangani korban banjir di 2 kabupaten. Kami berdoa semoga masyarakat Boliyohuto dan Gorut, diberikan ketabahan dalam menghadapi bencana ini,” ujar Idah Syahidah.

 

Pewarta : Ecin/Gobel - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOTUMOITO – Masyarakat desa yang masuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di desa Rumbia, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo mendapat bantaun 39 unit rumah sederhana.

Penyerahan  rumah ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, Rabu (4/3/2020). Peresmian dilakukan dengan menyerahkan sertifikat tanah serta pengguntingan pita.

Kegiatan ini seharusnya dilakukan Menteri Sosial Juliari P Batubara, namun berhalangan hadir karena harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Pepen Nazaruddin menjelaskan pembangunan KAT merupakan upaya untuk melestarikan adat setempat dengan menghilangkan sekat keterpencilan. Warga yang tinggal terpisah-pisah di pegunungan dikumpul menjadi satu komunitas.

“Intinya pembangunan KAT ini yang kita bangun yang kita kuatkan komunitas adatnya. Apapun adatnya itu kearifan lokal. Kita hilangkan keterpencilannya. Jangan sampai karena jauh maka terpencil secara geografis, secara sosial budaya sehingga merugikan,” terang Pepen.

Program rumah sederhana KAT merupakan bantuan kementerian Sosial tahun 2019 lalu. Ada 129 unit yang dibangun dengan menelan anggaran Rp5 miliar. Rinciannya 39 unit di KAT Rumbia, 42 unit di KAT desa Kelapa Lima, Kecamatan Popatato Timur, Pohuwato serta 45 unit di Desa Potanga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menekankan tentang pentingnya verifikasi dan validasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Jaminakan Kesehatan Semesta (Jamkesta). Hal itu untuk menghindari orang yang tidak berhak serta untuk efektivitas bantuan.

 “Setelah kami turunkan tim, ternyata hampir 40 persen datanya tidak akurat lagi. Ada yang sudah pindah masih dapat PKH, ada yang sudah meninggal dapat PKH, ada yang kaya, punya motor dan lain-lain. Ada juga bantuan hanya berputar putar saja di keluarga itu. Ini yang tidak boleh,” tegas Rusli.

Pada peresmian tersebut, Pemprov Gorontalo ikut memberikan berbagai bantuan. Diantaranya bantuan sembako dari Baznas untuk 750 kaum duafa, penyerahan santunan bagi 250 anak yatim dan penyeeahan bibit pohon bagi warga KAT. Ada juga bantuan dari Kemensos untuk warga KAT yang diterima oleh Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin.

 

Pewarta : Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama