>

Displaying items by tag: PPID Humas

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bersama pimpinan OPD mencanangkan aksi “Gorontalo Bergerak Cegah Corona”. Gerakan ini ditandai aksi kebersihan di rumah, masjid dan lingkungan sekitar, menggulung karpet, serta menyemprotkan desinfektan.

“Gerakan ini untuk mengantisipasi dan melawan corona. Kita bikin aksi ini serentak di Provinsi Gorontalo, yang harus diikuti para bupati/ walikota, camat dan dusun serta partisipasi masyarakat,” ungkap gubernur saat turun langsung ikut membersihkan masjid dan lingkungan sekitar rumah pribadi gubernur, Jumat, (20/3/2020).

Gubernur kembali mengingatkan kepada masyarakat tidak usah terlalu panik, tidak usah takut dengan corona. Hadapi corona dengan PHBS (pola hidup bersih dan sehat) terutama cuci tangan dan rajin membersihkan lingkungan. Ia juga berpesan, kepada masyarakat untuk bekerja seperti biasa tidak libur. Menurutnya, libur itu sesuai dengan kondisi daerah masing masing, jangan ikut ikutan.

“InsyaAllah kondisi gorontalo sampai seterusnya akan baik-baik saja. Kasihan kalau libur semua. Contohnya seperti pedagang kalo semua diliburkan gimana? Siapa yang mau jualan dipasar. Siapa juga ngeluarin duit di bank kalo semua kita liburkan. Terkait sekolah khususnya, untuk SMA/SMK lagi kita kaji hari ini. Kalau tim putuskan libur ya diliburkan. Bukan libur juga namanya, tapi belajar dari rumah. Jadi jangan ikutan kenapa daerah lain sudah libur kita tidak. Kita kaji betul apakah dampaknya jika libur dan belajar dari rumah,” tambahnya

Gubernur dua periode ini pun berencana akan terus menggalakkan aksi bersih bersih ini. Karena menurutnya, aksi ini juga sebagai langkah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas corona itu apa, corona ini bagaimana, penyebarannya lewat apa dan bagaimana mencegahnya.

Aksi penyemprotan desinfektan dilakukan oleh anggota PMI Gorontalo dengan jumlah 580 orang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Aksi ini juga ditandai dengan di bunyikannya suara sirene dan klakson mobil/motor, disepanjang jalan Kota Gorontalo yang dimulai dari pukul 08.00 AM.

 

Pewarta : Ecin-Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Berbagai capaian dan keberhasilan pembangunan terus ditorehkan oleh Kota Gorontalo diusianya yang menginjak 292 tahun. Salah satunya di bidang ekonomi yang tren pertumbuhannya stabil pada angka tujuh persen atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Gorontalo.

Indikator lainnya yaitu kapasitas fiskal daerah juga meningkat dengan total pendapatan pada tahun 2014 sebesar Rp754 miliar, menjadi 940 miliar pada tahun 2018. Demikian pula halnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menunjukkan pertumbuhan positif dari Rp124 miliar di tahun 2014, meningkat menjadi Rp214 miliar tahun 2019.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Gorontalo juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2014, APBD hanya sebesar Rp750 miliar, maka pada tahun 2020 berhasil menembus Rp1,033 triliun. Keberhasilan lainnya yaitu gini rasio Kota Gorontalo yang berada pada angka 0,38 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2019 mencapai 77,01 persen atau tertinggi ketiga di Indonesia Timur, serta usia harapan hidup mencapai 72,42 tahun.

“Keberhasilan yang dicapai oleh Kota Gorontalo ini tak lepas dari hubungan baik antara pemerintah daerah dengan seluruh pihak terkait, serta adanya dukungan yang tulus dari seluruh masyarakat,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo dalam rangka peringatan ulang tahun ke-292 Kota Gorontalo, Kamis (19/3/2020).

Idris berharap, prestasi dan kemajuan pembangunan yang diraih oleh Kota Gorontalo harus terus ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih banyak tantangan dan kekurangan yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kota Gorontalo dengan menetapkan strategi pembangunan utama, peningkatan pelayanan publik, daya saing melalui pemanfaatan potensi unggulan daerah, serta peningkatan investasi.

“Saya yakin dan percaya Kota Gorontalo pasti semakin maju. Mari kita bersatu dan bersinergi membangun Kota Gorontalo,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Gorontalo Marten Taha dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan Pemprov Gorontalo dalam memajukan Kota Gorontalo. Marten berharap, Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim dapat terus memberikan perhatiannya sehingga visi Pemerintah Kota Gorontalo untuk mewujudkan Smart City dapat diwujudkan.

“Terima kasih bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo yang telah memajukan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perekonomian di Kota Gorontalo,” ujar Marten Taha.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Kamis, 19 Maret 2020 22:36

Gorontalo Masih Negatif Corona

GORONTALO – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Darda Daraba menyatakan Provinsi Gorontalo masih dalam kondisi negatif corona. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kamis (19/03/2020).

“Agar informasinya tidak bias, saya sampaikan saat ini bahwa belum ada satu pasien yang terdeteksi terkena virus corona sesuai dengan hasil pemeriksaan. Saya tegaskan sekali lagi belum ada yang terkena virus corona sesuai dengan spesimen hasil pemeriksaan,” beber Darda.

Meskipun begitu, menurut data GTPP Covid-19 saat ini ada 83 Orang Dalam Pemantauan (ODP). 23 ODP telah selesai pemeriksaan. Tersisa 60 ODP yang masih menjalani pemantauan.

Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat sembilan orang. Satu orang telah melakukan pemeriksaan dan sisanya delapan orang masih dalam proses pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sampel dinyatakan negatif.

“Dari Kota Gorontalo dua orang, Kabupaten Gorontalo satu orang, Boalemo satu, kemudian Kabupaten Pohuwato satu, Bone Bolango satu dan Gorontalo Utara dua orang. Jadi yang PDP semuanya ada delapan orang,” tambah Darda.

Rencananya pada Jum’at (20/03/2020) besok, pemprov Gorontalo akan mencanangkan gerakan “Gorontalo Bergerak Cegah Corona”. Aksi tersebut akan dimulai pada pukul 08.00 WITA.

Seluruh masyarakat diimbau untuk membersihkan rumah, tempat ibadah dan lingkungan sekitar, menggulung karpet, menyemprotkan desinfektan, serta menjauhi kerumunan orang. Masyarakat juga diharapkan untuk terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat.

 

Pewarta : Gina/Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TABONGO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengubah konsep pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli di tengah maraknya isu virus corona. Jika sebelumnya program sembako bersubsidi ini digelar dengan menghadirkan ribuan orang di waktu bersamaan, maka kali ini konsepnya diubah.

Seperti yang terlihat di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kamis, (19/3/2020). Ribuan warga tidak lagi dikumpul di suatu tempat secara bersamaan. Tidak ada lagi seremonial yang biasanya dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Pasar murah dilayani di tiga desa yang berbeda yakni Tabongo timur, Tabongo Barat dan desa Ilomangga.  Warga datang secara mandiri dengan membawa kupon, berbelanja dan langsung kembali ke rumah masing-masing.

“Seperti tadi kita mulai pukul 13.30 WITA, masyarakat berdatangan bergiliran tidak bergerombol. Kemudian difasilitasi oleh dinas kesehatan diperiksa suhu badan dan cuci tangan juga. Setelah itu mereka dilayani berbelanja sembako murah bersubsidi dan langsung pulang ke rumah,”ungkap Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo M.Nadjamuddin.

Selain datang mandiri, waktu pelaksanaan juga dibatasi mulai pukul 13.30 Wita dan berakhir pukul 16.00 Wita. Pelaksanaan pasar murah yang melayani 2.000 warga itu juga dimanfaatkan pemprov untuk sosialsiasi bahaya dan upaya pencegahan virus corona.

“Arahan Bapak Gubernur agar pola diubah seperti itu hingga situasi mereda. Dari Dinas Kominfo juga akan menambah materi yang akan kita putar melalui layar lebar untuk bisa disampaikan ke masyarakt luas,” imbuhnya.

Seperti pelaksanaan sembako bersubsidi pada umumnya, Pemprov Gorontalo menyediakan delapan bahan pokok murah. Rinciannya beras lima kg, gula pasir satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih, rica dan ikan tuna segar masing masing setengah kg. Semuanya bisa ditebus warga dengan harga enam puluh ribu Rupiah atau serba lima ribu.

 

Pewarta: Isam/Ecyhn - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana menarik pulang 96 siswa SMK yang saat ini sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di luar daerah.  Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus corona yang saat ini sedang marak di tanah air.

“Mereka tersebar di Kota Manado, Bitung, Bolaang Mongondow Selatan serta Kabupaten Bolaang Mongodow Utara di Provinsi Sulawesi Utara. Arahan Bapak Gubernur agar mereka ditarik dulu dan tidak melanjutkan PKL hingga kondisi membaik,” ujar Sekretaris Dikbudpora Roni Mamu usai mengikuti rapat dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kamis (19/3/2020).

Pelaksanaan PKL siswa-siswi SMK Gorontalo itu bervariasi. Ada yang digelar selama tiga bulan dan enam bulan. Belum diketahui bagaimana kelanjutan PKL apakah akan dialihkan di Gorontalo atau tetap di luar daerah.

“Kita juga tadi sudah menggelar rapat Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kita sepakati untuk memulangkan dulu untuk pencegahan. Waktu pemulangan menunggu pengajuan telaah staf ke Pak Sekda selaku Ketua GTPP Covid-19 Gorontalo,” imbuh Roni.

Setibanya di Gorontalo, 96 siswa PKL akan dilakukan pendampingan oleh Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. Mereka diharapkan dalam kondisi sehat dan beraktivitas seperti biasa.

 

Pewarta: Isam  - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pasar murah bersubsidi untuk mayarakat kurang mampu tetap berlanjut di setiap kecamatan setiap pekan. Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap konsisten untuk mengedepankan kebutuhan masyarakat kurang mampu.

Keputusan itu diambil setelah Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mendengar masukan dari Wakil Gubernur, Idris Rahim dan para pejabat lainnya  pada rapat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (18/3/2020).

Rusli Habibie mengaku dilema melaksanakan pasar murah atau lebih dikenal dengan program Bakti Sosial NKRI Peduli. Di satu sisi, Pemerintah ingin membantu meringankan kebutuhan pangan warga, di sisi lain ada kehawatiran penyebaran virus corona. Terlebih saat menghadirkan orang dalam jumlah yang banyak di waktu bersamaan.

“Saya minta masukan tentang pelaksanaan NKRI peduli. Karena masyarakat sekarang masih sangat membutuhkan bantuan sembako, terutama daerah daerah rawan pangan. Tapi kita juga terikat dengan surat edaran dari presiden tentang larangan kumpul massa. Jadi mungkin ada masukkan dari teman teman, Kadis Sosial, Wagub, Sekda,” kata Rusli Habibie.

Beberapa pimpinan OPD mengusulkan agar menunda kegiatan itu sambil  menunggu perkembangan lebih lanjut. Tidak sedikit juga yang mengusulkan agar pasar murah tetap dilaksanakan mengingat kondisi Gorontalo di kategori risiko rendah.

“Kita melaksanakan ini bisa kita raih dua manfaatnya, yaitu yang pertama kita sosialisasikan tentang corona, yang kedua kita tetap bisa memenuhi kebutuhan sembako masyarakat. Jadi kita laksanakan sambil kita evaluasi,” kata Idris Rahim, Wakil Gubernur.

Idris Rahim mengusulkan intensitas pelayanan yang dikurangi. Jika biasanya digelar seminggu sekali hingga dua kali, maka ke depan dilaksanakan dua minggu sekali sambil melihat perkembangan terkini penularan virus corona.

“jika biasanya kita menghadirkan 1.000 orang mungkin cukup 200 orang dulu, karena sekarang ini masyarakat juga butuh sembako murah,” ucap Idris Rahim.

Setelah memperhatikan semua masukan yang ada, Rusli Habibie menilai pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli tetap dilanjutkan. Ada protokol acara yang ditambahkan berupa pemeriksaan suhu tubuh dan menyiapkan tempat cuci tangan di lokasi acara.

“Tolong dinas kesehatan siapkan tim untuk mendeteksi suhu badan dan sediakan tempat cuci tangan untuk mereka. Semua stand bye, dinas kesehatan, dinas sosial, kumperindag, BPBD. Jadi pasar murah tetap kita laksanakan, besok kita coba dulu di Tabongo,” ujar Rusli Habibie yang dijuluki “Gubernur Lima Ribu”.

Kecamatan Tabongo dipilih usai Gubernur Rusli meninjau korban kebakaran enam rumah di lokasi tersebut. Banyak aspirasi warga meminta pemprov untuk melaksanakan pasar murah pada hari Kamis besok.

Untuk bisa mengakses pasar murah, sehari sebelumnya Pemprov Gorontalo bekerjasama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengedar kupon kepada warga. Kupon selanjutnya bisa digunakan berbelanja sembako dengan harga serba lima ribu Rupiah.

 

Pewarta: Isam/Ecyhn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli alat tes laboratorium untuk virus corona. Alat ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk deteksi dan pencegahan dini virus yang tengah mewabah di seluruh dunia itu.

“Mohon izin Pak Gubernur, kalau saya lihat di grup kementerian yang ada Kepala Dinas Kesehatan se-Indonesia, ada provinsi yang mengusulkan ke Kementerian Kesehatan untuk pengadaan alat lab (untuk pemeriksaan virus corona). Harganya itu sekitar Rp1,2 Miliar,” usul Plt Kadis Kesehatan Misranda Nalole pada Rapat Pimpinan OPD yang dipimpin Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (18/3/2020).

Menurut Misranda, fasilitas laboratorium ini sangat penting agar penularan virus ini bisa segera dideteksi secara cepat. Rumah sakit dan pemerintah daerah tidak perlu lagi mengirim sampel darah dan dahak pasien ke Laboratorium Kesehatan Kemenkes di Jakarta.

“Kalau kita adakan sendiri itu boleh, karena saya lihat ada provinsi yang mengajukan untuk pemeriksaan sendiri,” imbuhnya.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Rusli meminta kepastian beberapa hal sebelum usulan itu ditindaklanjuti. Menyangkut SDM apakah ada yang mampu mengoperasionalkan alat lab, ketika alatnya sudah ada akan ditempatkan di RSUD Provinsi Hasri Ainun Habibie atau laboratorium kesehatan provinsi.

“Ini alat untuk apa? Khusus corona? Orangnya (yang mengoperasikan) ada? SDM-nya (kemampuan keilmuannya) ada?,” tanya Gubernur Rusli.

Ia meminta pendapat dari Wakil Gubernur Idris Rahim dan Sekretaris Daerah Darda Daraba yang ikut mendampingi memimpin rapat. Ia juga meminta Kepala Bapppeda berkonsultasi dan membahas usulan tersebut bersama DPRD.

“Ajudan coba telpon Pak Ketua DPRD? Bagaimana Pak Wagub? Karena ini sangat penting. Kalau di Prodia ada? Kalau kita adakan sendiri bagaimana?” tanya Rusli.

Beberapa pimpinan OPD menyambut baik usulan itu. Menurut mereka, lebih cepat memeriksa sampel akan lebih cepat mengetahui dan mencegah penularan lebih masih.

“Kalau cepat terdeteksi kita lebih cepat melakukan proteksi,” usul Kadis Pertanian Muljady Mario.

“Pertanyannya, kita dibolehkan atau tidak? Itu dulu,” usul Sekda Darda Daraba menimpali.

Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Gubernur Rusli meminta agar Sekda bersama tim TAPD mengkaji dari aspek hukum dan manfaat secara medis. Penting juga untuk berkonsultasi ke DPRD sebelum benar-benar diadakan.

 

Pewarta: Isam/Ecyhn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 18 Maret 2020 16:35

Roda Ekonomi Stabil Belum Terdampak Corona

GORONTALO – Pandemi virus Corona atau Covid-19 belum berdampak secara signifikan pada roda perekonomian di Provinsi Gorontalo. Hal itu dipastikan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim usai meninjau sejumlah lokasi pelayanan publik, gudang distributor bahan pangan, pasar sentral, serta pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo, Rabu (18/3/2020).

“Secara umum arus barang, jasa, dan orang lancar dan stabil. Semuanya masih berjalan normal, belum terpengaruh dengan wabah Corona,” kata Wagub Idris Rahim saat diwawancarai di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo.

Meski demikian, Wagub berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjalankan seluruh anjuran pemerintah terkait upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Terkait upaya tersebut, Pemprov Gorontalo telah menerbitkan surat edaran Gubernur Gorontalo yang salah satunya menginstruksikan seluruh lokasi pelayanan publik dan tempat kerja untuk menyediakan tempat cuci tangan.

“Surat edaran ini harus ditindaklanjuti oleh seluruh pihak. Pemilik gudang distributor bahan pangan yang belum memiliki sarana tempat cuci tangan, harus segera menyediakan fasilitas tersebut. Selain itu masyarakat juga diminta untuk membudayakan hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Idris.

Hasil pantauan di Pelabuhan Penyeberangan dan Pelabuhan Gorontalo, setiap penumpang yang akan berangkat maupun tiba dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Di depan pintu masuk dan sejumlah titik disediakan fasilitas tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun. Hal itu nampak pula di Citimall Gorontalo yang hanya memberlakukan satu pintu untuk akses masuk dan keluar bagi pengunjung. Sebelum memasuki mall, setiap pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan gel antiseptik dan diperiksa suhu tubuhnya menggunakan termometer inframerah.

 “Kita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat jangan panik, karena pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota bersatu  dan selalu hadir di tengah masyarakat untuk menangani virus ini,” tandas Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim memastikan stok pangan di Gorontalo tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau. Hal itu dipastikan setelah Pemprov Gorontalo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan peninjauan ke gudang Bulog Sub Divisi Regional Gorontalo, Pasar Sentra, dan sejumlah gudang distributor di Kota Gorontalo, Rabu (18/3/2020).

“Masyarakat tidak usah panik apalagi sampai melakukan pembelian bahan pangan dalam jumlah yang banyak. Stok bahan pangan kita cukup dan harganya sangat terjangkau,” ujar Wagub Idris Rahim.

Stok beras di gudang Bulog Sub Divisi Regional Gorontalo sebanyak 1.800 ton dengan ketahanan stok selama satu tahun. Selain beras, di gudang Bulog juga tersedia minyak goreng dan tepung. Demikian pula halnya stok untuk bahan pangan lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, terigu, susu dan mentega, yang tersedia dalam jumlah yang cukup di dua gudang distributor yang ditinjau oleh tim Pemprov Gorontalo.

Pantauan di Pasar Sentral Kota Gorontalo, komoditi pangan juga dipastikan stoknya tersedia dengan harga yang stabil. Harga cabai rawit berada pada kisaran antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, minyak kelapa Rp16 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp40 ribu per kilogram.

“Hanya gula pasir yang sedikit naik antara Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram. Stoknya juga tersedia, di gudang distributor Cipta Langgeng saja ada kurang lebih 300 ton,” tutur Wagub.

Sementara itu guna mengantisipasi pembelian bahan pangan dalam jumlah yang besar, pusat perbelanjaan Hypermart menerapkan pembatasan jumlah pembelian terhadap empat komoditi, yaitu minyak goreng, gula pasir, beras, dan mie instan. Pembelian mie instant dibatasi dua karton, minyak goreng empat liter, beras 10 kilogram, dan gula pasir dua kilogram per hari per konsumen. General Manager Hypermart Gorontalo, Thedy Yuswanto, mengakui belum ada lonjakan pembelian konsumen sebagai dampak dari wabah virus Covid-19.

“Belum ada dampak dari virus Covid-19 terhadap lonjakan pembelian. Dalam beberapa hari ini normal-normal saja,” tandasnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyerahkan bantuan bagi 29 jiwa korban kebakaran rumah di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/3/2020). Kebakaran menghanguskan enam rumah dan berdampak kepada sembilan kepala keluarga.

Ada 29 item bantuan sandang dan pangan yang diserahkan melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Diantaranya beras, pakaian dewasa dan anak, makanan siap saji, mie instan, peralatan dapur, kasur dan selimut.

“Tidak ada yang berharap terjadi bencana, ini sudah menjadi kehendak Allah SWT. Jadi kita bersabar, bertawakal dan banyak berdoa semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” hibur Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar kebakaran rumah menjadi pelajaran semua pihak. Ia mengingatkan warga untuk memperhatikan instalasi listrik di rumah, tidak membakar sampah serta tidak meninggalkan kompor menyala saat sedang memasak.

“Jadi hati-hati. Jangan meninggalkan dapur saat sedang memasak. Kompor menyala ditinggal, orangnya malah asik ngobrol di tetangga. Begitu juga mau tidur, yakinkan kompor dan lainnya dalam kondisi mati. Saya turut prihatin dengan kondisi bapak ibu sekalian,” imbuhnya.

Terkait dengan pembangunan kembali rumah yang hangus, Gubernur Rusli masih akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Apa yang tidak dikerjakan oleh pemerintah setempat akan diambil alih oleh pemerintah provinsi.

Gubernur Rusli juga meminta agar Dinas Sosial menggelar pasar murah bersubsidi bagi warga Tabongo. Dengan harga sembako serba lima ribu Rupiah, diharapkan bisa membantu meringankan beban belanja pangan warga.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama