>

Displaying items by tag: PPID Koperasi UKM Perindustrian & Perdagangan

GORONTALO - Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo melaksanakan bimbingan teknis peningkatan kualitas produk Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), Kamis (12/12/2019).

Kegiatan yang digelar di gedung PLUT ini untuk mempertegas pentingnya pengendalian kualitas (quality control) dalam proses produksi dan pemasaran disamping untuk meningkatkan jumlah unit usaha dan mendukung pendapatan rumah tangga bagi pelaku usaha.

Kepala Dinas Kumperindag, M Nadjamudin saat membuka bimbingan teknis ini mengingatkan factor penting dalam persaingan di dunia usaha.

"Salah satu faktor yang sangat penting dalam persaingan pasar adalah kualitas produk maupun layanan," kata M Nadjamudin.

Dalam bimbingan teknis dihadir Kepala Bidang UMKM Lyla Ramziah Laya, dan Kepala UPT Balai Pengujian Dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB), Ishak Rahman Salandra. Peserta kegiatan berasal dari para pelaku UKM Intensif PLUT-KUMKM

M Nadjamuddin menuturkan bimbingan teknis ini merupakan pelatihan yang penting dan harus diperhatikan pelaku usaha, karena kualitas produk yang baik akan memberikan kontribusi pada usaha yang sementara dikelola. 

“Sasaran kegiatan ini adalah penciptaan KUKM dalam penguatan kapasitas usaha yang berdaya saing tinggi. Hal ini menandakan besarnya peran pemerintah dalam memajukan pemberdayaan perekonomian khususnya bagi pelaku UMKM," ujar M Nadjamuddin.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Diskumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 15 Oktober 2019 08:56

4 Pelaku UMKM Luncurkan Produk Unggulan

LIMBOTO  - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus melakukan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki potensi besar untuk tumbuh.

Terdapat ribuan pelaku UMKM di daerah ini, mereka tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Keberadaan mereka menunjukkan dinamika ekonomi yang terus bergeliat.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Posdaya Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah pada peluncuran produk UMKM dan pengresmian Gapura Sentra UKM yang bertempat di Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto kabupaten Gorontalo, Jumat (11/10/2019).

Launching produk dan pengresmian Gapura Sentra UKM juga dihadiri Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo selaku Ketua Umum Yayasan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo).

Ada 4 kelompok UKM yang produknya diluncurkan, mereka adalah Kelompok UKM Lo Ayuhulalo yang memproduksi kue Dumalo, Kelompok UKM Jakuran dengan produksi jajanan kue tradisional, Kelompok UKM hulond cookies yang memproduksi olahan kue kering dan Kelompok UKM cookies library yang memiliki produksi kripik pisang, biji-biji dan stik.

Posdaya Anggrek ini merupakan binaan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (LPPM-UMGo)

 

Pewarta : PPID Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Pengelola koperasi harus mampu berinovasi dan melakukan terobosan agar dapat menarik perhatian masyarakat di era industri 4.0 yang menekankan pada kemampuan menggunakan teknologi informasi.

Untuk bisa melakukan itu, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi pengelola koperasi.

“Manajemen dan staf keuangan koperasi harus memiliki out put yang jelas. Setiap tahun harus ada perubahan dan inovasi dari peserta Diklat,” kata Kepala M Nadjamudin, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, saat membuka Diklat di Hotel Maqna Kota Gorontalo, Selasa (8/10/2019).

Diklat ini merupakan pembinaan rutin peningkatan kapasitas bagi pengelola koperasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo.

Tujuan Diklat ini untuk meningkatnya jumlah koperasi yang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), menciptakan koperasi yang tertib administrasi sesuai dengan perundang-undangan, dan meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi.

Dalam Diklat ini juga dihadiri Lembaga Diklat Profesi (LDP) Profesional Madani dan Lembaga Pendidikan Perkoperasian Nasional (Lapenkopnas).

“Semoga pelatihan ini terus berlanjut dengan melibatkan elemen pemerintah, masyarakat, perusahaan maupun lembaga lainnya,” kata M Nadjamudin.

M Nadjamudin juga meminta ada kesimpulan pada akhir Diklat yang dijadikan rekomendasi ke lembaga atau instansi terkait.

Saat ini di Provinsi Gorontalo terdapat 1.297 unit koperasi dengan total anggota 141.708 anggota.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO – Komoditas unggulan pertanian dan perkebunan Provinsi Gorontalo harus mampu menembus pasar dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Untuk itu diperlukan instrumen yang menyederhanakan mata rantai perdagangan agar mampu bersaing dengan komoditas serupa dari daerah lain. Instrumen ini adalah pasar lelang.

Pasar lelang di Provinsi Gorontalo saat ini sedang berjalan di Hotel Aziziyah, Limboto, Kabupaten Gorontalo, yang dibuka oleh Sujono Antule, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Rabu (21/78/2019).

"Untuk mensukseskan program pembangunan nasional, khususnya program pengembangan institusi pasar yang berkaitan dengan upaya meningkatkan pemasaran, daya saing, pendapatan petani dan ketahanan pangan, telah mengembangkan pasar lelang komoditas agro, baik Pasar Lelang Spot (penyerahan segera setelah transaksi) maupun Pasar Lelang Forward (penyerahan kemudian), yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” Kata Sujono Antule.

Pasar lelang ini bertujuan mempertemukan secara langsung antara petani/kelompok tani, pedagang pengumpul, dengan pedagang besar, sekaligus membuka akses dan meningkatkan posisi tawar petani agar pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat.

“Peserta yang hadir berjumlah 30 orang. Mereka berlatar belakang sebagai petani, pedagang pengumpul, pelaku usaha, BUMN, dan instansi terkait. Komoditas yang dibawa antara lain beras, cengkeh, cabe rawit, bawang, jagung, minyak kelapa kampung, dan Virgin Coconut Oil (VCO),” ujar Sujono Antule.

Dalam pasar lelang ini belum terjadi kesepakatan transaksi, namun tujuan pasar lelang berhasil dicapai. Diharapkan kedepannya akan semakin banyak pihak petani/kelompok tani dan pelaku usaha dapat memanfaatkan pasar lelang ini.

 

Pewarta : Ramli Mohune – Dinas Kumperidag

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar bazar pasar murah dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) selama 2 hari.

Pasar murah ini dilaksanakan pada Jumat-Sabtu  (9-10/8/2019) yang berlangsung di halaman rumah jabatan gubernur Gorontalo.

“Pukul 06.00 kami sudah mulai, silakan datang,” kata M Nadjamudin, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Pewrdagangan, Jumat (9/8/2019).

Pasar murah ini juga dirangkaikan dengan pencanangan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah harga kebutuhan akan dijual murah, antara lain beras medium Rp8800/kg, beras premium Rp10.600/kg, gula pasir Rp11500/kg, minyak goreng berbagai merk kisaran Rp10 ribu sampai dengan Rp12.500 perliter, terigu kisaran Rp7500-8300 per kg, paket teh sosro berhadiah Rp10rb/paket, lainnya ada mentega,Susu Anak,Susu Kental Manis, dan paket mie instant Rp10rb.

 

Pewarta : Ramli Mohune – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Dinas Koperasi dan UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) menggelar bimbingan teknis peningkatan kualitas produk  pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Kumperindag, M Nadjamudin dalam sambutannya menyampaikan pelatihan ini untuk meningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UKM agar mampu mengembangkan usahanya.

“Ada 3 alasan penting dalam bimbingan teknis ini, UKM yang berkembang mampu menyedot tenaga kerja, dengan mengikuti pelatihan seperti ini maka para pelaku usaha banyak mendapatkan ilmu dalam penguatan kapasitas usaha yang berdaya saing tinggi, fleksibel dari usaha besar yang berartinya UKM memiliki keunggulan sendiri,” kata M. Nadjamudin, Kamis (8/8/2019).

Para pelaku usaha UMKM harus dapat meningkatkan kelas usahanya dari mikro ke kecil, yang kecil naik kelas ke menengah.

"Peserta saya lihat sangat antusias,  Saya pikir kegiatan ini akan membantu pelaku UKM untuk meningkatkan kualitas produknya," kata Nadjamudin.

Acara yang berlangsung pada Kamis juga dihadiri oleh  Pejabat Eselon III dan IV bersama staf Kumperindag serta peserta Bimtek.  

Pelatihan ini sebagai bentuk sinergitas dan tanggung jawab pemerintah dalam upaya mendorong daya saing UKM di Provinsi Gorontalo bahkan sampai tingkat nasional.

 

Pewarta : Ramli Mohune – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Melalui berbagai sumber pendanaan Pemerintah telah membangun sejumlah sarana dan prasarana perdagangan di Provinsi Gorontalo.

Dana yang digunakan dalam pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN, APBN Tugas Pembanguan (TP), APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota.

Untuk melihat capaian pembanguna yang bersumber dari beragam pendanaan ini, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Gorontalo melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan pemanfaatan sarana prasarana perdagangan tahun 2015-2019

“Kami ingin mengetahui sejauh mana efektifitas penggunaan dana ini, kendala apa yang dihadapi,” kata M Nadjamuddin, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Gorontalo saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Monitoring dan Evaluasi DAK 2015-2019 di Amaris Hotel Kota Gorontalo, Kamis (1/8/2019).

M Nadjamuddin menegaskan, semua fasilitas perdagangan yang dibangun pemerintah ini dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan.

Diakuinya, banyak kendala dan masalah yang dihadapi pemerintah daerah, kabupaten dan kota, dalam penggunaan anggaran ini, untuk itu diperlukan monitoring dan evaluasi.

Untuk tahun 2019 ini, kata M Nadjamudin, pemerintah akan melakukan  kunjungan langsung pemantauan progres pelaksanaan dan fisik keuangan, diantaranya ke Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo Utara.

“Monitoring dan evaluasi ini akan disampaikan melalui kuisioner dan matrix analisis efektifitas pembangunan dan revitalisasi pasar, serta ketersediaan manajemen pasar,” ujar Kabid Perdagangan Sujono Antule.

 

Pewata : Ramli Mohune - Dinas KUPP

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Di era Revolusi Industri 4.0 koperasi dituntut kompeten dan professional agar bisa beradaptasi dengan dinamika usaha yang semakin canggih.

Pengelolaan koperasi yang konvensional sulit untuk beradaptasi dan akan kalah bersaing dengan jneis usaha lain yang lebih adaptif dengan perkembangan industry teknologi informasi.

“Pengelola koperasi harus kompeten dan professional, memahami dunia digital di masa industry 4.0 ini,” kata Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo pada peringatan Hari Koperasi ke-72 tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di Gedung Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Senin (29/7/2019).

Idris Rahim membeberkan kelemahan koperasi adalah lemahnya pengembangan dan pengelolaan koperasi dari era digitalisasi, kondisi ini harus segera diakhir agar koperasi dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana usaha lainnya.

“Makanya Koperasi dan UKM di Provinsi Gorontalo harus reformasi,” kata Idris Rahim.

Reformasi ini penting agar dapat menyelamatkan usaha koperasi dan kegiatan di sektor hulu yang ditanganinya, termasuk menyelamatkan banyak anggotanya.

"Inilah dasar penting untuk menghasilkan koperasi harus mengikuti arus perkembangan digital saat ini, seperti  teknologi digital, e-commerce, dan aplikasi retail online untuk mengembangkan usahanya,” tutur Idris Rahim.

Tema peringatan Hari Koperasi ke-72 yaitu ‘Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0’. Melalui pemanfaatan teknologi digitalisasi diharapkan Koperasi mampu merangkul generasi milenial sebagai kekuatan dan modal besar dalam upaya pemerataan kesejahteraan rakyat

Saat ini di Provinsi Gorontalo terdapat 1287 koperasi yang beranggotakan 136.912 orang dan data UKM 81.776 unit.

Dalam kesempatan yang sama Idris Rahim menyerahkan penghargaan kepada tokoh koperasi Gorontalo, serta hadiah kepada Koperasi Berprestasi tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2019

 

Pewarta : Ramli Mohune – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO -  Bertempat di halaman kantor Kejaksaan Tinggi, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Koperasi UKM Peridustrian dan Perdagangan(Kumperindag) menggelar pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pasar murah yang dibanjiri warga kurang mampu dari beberapa kelurahan dan desa di ini digelar pada Jumat (19/7/2019) dihadiri Gubernur Gorontalo Rusl Habibie, Kepala Kejaksaan Tinggi, Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Sekretaris Daerah, dan pimpinan OPD.

“Pasar murah ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada warga yang kurang mampu, masyarakat dapat membeli harga komoditi dengan harga Rp5.000,” kata Rusli Habibie.

Sejumlah barang komoditas utama disediakan panitia, umumnya adalah bahan pangan. Dalam pasar murah ini pemerintah memasok beras sebanyak 7.500 kg, gula pasir 1500 kg, minyak goreng 1500 kiter, cabe 750 kg, bawang merah 750 kg, bawang putih 750 kg, telur 15000 butir.

Dalam pasar murah ini, masyarakat kurang mampu dapat membeli beras Rp5.000/kg. Minyak goreng Rp5000/Liter. cabe Rp5000/0,5 kg. bawang merah Rp5000/0,5 kg, bawang putih Rp5000/0,5 kg, dan telur Rp5.000/10 butir.

Program pasar murah ini akan terus dilaksanakan selama pemerintahan Rusli Habibie - Idris Rahim di berbagai tempat untuk lebih menjangkau warga yang berpenghasilan rendah.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Business Class Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) bertempat di ruangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo.

Bersama konsultan PLUT-KUMKM, Dinas Kumperindag melakukan edukasi dan pendampingan bagi pelaku usaha di Gorontalo.

“Pendaftaran peserta kami secara online dan untuk efektifitasnya dibatasi hanya 20 orang per kelas,” kata Lyla Ramziah Laya, Kepala Bidang UMKM, Kamis (18/7/2019).

Lyla Ramziah Laya menjelaskan suksesnya UMKM itu bukan sekadar banyak menjual produk atau jasanya, tapi strategi marketing yang mereka jalankan dengan disertai rapinya pencatatan keuangan usaha.

“Salah satu kesalahan yang sering menjerumuskan pelaku adalah mencampuradukkan keuangan. Pelaku pemula kerap kebingungan memisahkan keuangan pribadinya dari keuangan perusahaan. Hal inilah yang akan menimbulkan kerancuan,” ujar Lyla Ramziah Laya.

Ia melihat tidak sedikit pelaku usaha yang tidak mengetahui berapa keuntungan atau kerugian usaha yang mereka jalankan dikarenakan mereka mencampuradukan biaya dan hasil bisnisnya ke dalam satu wadah dan memakainya untuk keperluan sehari-hari.

Berdasar kasus-kasusnya seperti itu PLUT KUMKM Provinsi Gorontalo membuka Kelas Bisnis pada hari ini dengan tema "Pencatatan Laporan Keuangan dengan Metode SEMAR MESEM".

SEMAR MESEM sendiri merupakan metode pencatatan laporan keuangan yang sederhana, mudah, murah dan bikin mesem ( tersenyum ) yang disingkat SEMAR MESEM dan dapat diaplikasikan pada HP android sehingga bisa mencatat di mana dan kapan saja.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Dinas kumperindag

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Halaman 3 dari 4
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama