>

Displaying items by tag: PPID Koperasi UKM Perindustrian & Perdagangan

GORONTALO – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo tahun 2018 di atas rata-rata nasional, sebesar 6,74 persen. Angka ini merupakan pertumbuhan yang cukup  signifikan.

Potensi kekakayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah ini juga menunggu untuk dikelola agar dapat memaksimalkan dinamika perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya pertumbuhan dan potensi kekayaan ini belum memberikan dampak terhadap kontribusi ekspor barang Indonesia, bahkan sumbangan perdagangan keluar negeri dari Gorontalo secara nasional hanya sebesar 0,03 persen.

Kondisi perekonomian ini disampaikan oleh Assisten 1 Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Sukri Botutihe pada Rapat Koordinasi Ekspor Provinsi Gorontalo yang berlangsung Rabu (10/7/2019).

“Program optimalisasi ekspor Gorontalo perlu komitmen dari para pemangku kepentingan, termasuk sektor jasa penyedia kontener dan pelayaran,” kata Sukri Botutihe.

Pertemuan koordinasi ini digelar untuk mendorong peningkatan ekspor barang dari Provinsi Gorontalo.

Kepala Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai  Gorontalo dalam rapat ini mengatakan ada 3 tiga hal yang sangat diharapkan, pemuktahiran data, implementasi skema kontener lokal dan kontinyuitas asistensi kepabeanan.

“Tujuan ekspor ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi, bertambahnya lapangan pekerjaan, investasi, meningkatnya dana dari pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), pengurangan biaya dan waktu yang lebih efisen,” ujar Sukri Botutihe.

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan terus mendorong peningkatan ekspor seperti yang di harapkan Presiden Joko Widodo. Kunci pertumbuhan negara harus dapat didorong melalui ekspor dan investasi.

Dalam pertemuan ini juga hadir Kepala Bidang perdagangan, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo yang terkait.

 

Pewarta :Ramli Mohne – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MARISA - Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo melaksankan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Bidang Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan di Magrove Eco Resort, Rabu (3/6/2019).

Topik hangat yang menjadi bahasan dalam Rakorev ini adalah isu penurunan angka kemiskinan.

Dalam sambutan M Najamudin, Kadis Kepala Dinas Kumperindag mengatakan salah satu tantangan dan isu penting yang menjadi perhatian bersama yaitu penurunan angka kemiskinan di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo.

"Penduduk miskin masih tersebar di semua kecamatan dan desa, tugas kita adalah memberdayakan ekonomi mereka yang nantinya akan meningkatkan derajat hidup," kata M Nadjamudin saat membuka rakorev.

Ia menilai rakorev ini sangat penting sebagai bahan perencanaan pembagunan daerah sekaligus memantapkan sinergitas dan sinkronisasi program kegiatan SKPD selama satu tahun, yang didanai APBD maupun APBN di kabupaten/kota dan provinsi," ujar M Najamudin.

Dari hasil evaluasi kegiatan Triwulan I dan II diketahui masih ada kendala. M Najamudin meminta kekurangan dan kendala ini harus segera dibenahi dengan memfungsikan pengawasan, koordinasi dan kerjasama antarbidang, terutama pelaksanaan kegiatan yang belum terintegrasi antarbidang.

Rakorev ini juga mendorong semua pihak untuk menciptakan inovasi serta program yang menumbuhkan wirausaha dan lapangan kerja baru.

Rakorev ini dihadiri pejabat eselon II dan III serta administrator di lingkup Diskumperindag  kabupaten/kota dan provinsi.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

MARISA – Para teknisi dan nelayan yang berada di Kabupaten Pohuwato mendapat pelatihan reparasi kapal rakyat secara gratis.

Mereka dilatih untuk mengembangkan kreatifitas dalam menumbuhkembangkan industri keceil menengah yang akna bersaing secara global.

Pelatihan reparasi kapal ini dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Rabu (3/7/2019).

M Najamudin, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo mengatakan daerah ini memiliki SDM dan kearifan lokal yang harus dikembangkan melalui peningkatan kapasitas.

Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memajukan dunia perikanan, termasuk meningkatkan kemampuan para teknisi dan nelayan dalam membuat kapal-kapal yang tangguh dan memperbaikinya dengan cepat jika bermasalah.

"Pelatihan ini penting apa lagi ditunjang dengan program pemerintah berupa pelatihan untuk mengembangkan kreativitas yang nantinya dapat bersaing secara global," kata M Nadjamudin.

M Nadjamudin  berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan IKM potensial dan kelompok kerja yang dapat menyerap tenaga kerja serta menghasilkan manfaat bagi kesejateraan.

Di loksi ini hadir Kepala Dinas Perindag Kabupaten Pohuwato berserta Kepala Bidang Industri Provinsi Gorontalo.

Pewarta : Ramli Mohune – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

MARISA - Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Daerah (RKTP) di Magrove Eco Resort, Rabu (3/6/2019).

Pertemuan kali ini dianggap sangat penting bagi bidang koperasi dan UKM untuk mengawal perencanaan dan pengganggaran di pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Proses pengawalan ini penting karena di sinilah letak kebehasilan perencanaan sehingga kegiatan ini menjadi program nasional dan daerah dapat berjalan baik.

Peserta rapat ini berasal dari kepala dinas kabupaten/kota, kepala bidang  serta kepala seksi koperasi UKM di kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kumperindag mengatakan kesepakatan antara Pemerintah Pusat dan Daerah terhadap program untuk menghasilkan target serta sinkronisasi dan harmonisasi perencanaan, penyelarasan program serta anggaran, indentifikasi, serta tersusunya daftar usulan prioritas.

"Penduduk miskin masih tersebar di semua kecamatan dan desa, meerka harus diberdayakan ekonominya," kata M Nadjamudin.

Rapar koordinasi ini menjadi bagian penting dari perencanaan pembagunan daerah sekaligus memantapkan sinergitas dan sinkronisasi program kegiatan SKPD selama satu tahun, baik yang didana dari APBD maupun APBN di kabupaten/kota dan provinsi.

 

Pewarta : Ramli Mohune – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO  - Sebanyak 10 Usaha Kecil Menengah (UKM) terpilih mengikuti Designer Dispatch Service (DDS) 2019, Rabu (2/6/2019).

Program ini diselanggarakan atas kerja sama Direktorat Pengembangan Produk Ekspor di bawah Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo

"Ini bentuk upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan SDM bidang pengolahan makanan olahan yang berorientasi ekspor untuk 10 UKM yang telah kami pilih ", kata M Nadjamudin, Kepala dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo.

Designers Dispatch Service adalah salah satu program milik Direktorat Pengembangan Produk Ekspor. DDS mengolaborasikan para desainer terpilih dengan UKM potensial untuk menciptakan produk Indonesia berdesain inovatif, kreatif serta bernilai tambah sehingga dapat bersaing di pasar dunia.

Sejak program pertama di tahun 2012, setiap tahunnya DDS telah berhasil menemukan desainer-desainer muda berbakat dari segala penjuru Indonesia.

"Selain itu ada 2 UKM terpilih yang akan diikutkan dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) pada Oktober di Jakarta nanti", kata Nadjamudin.

Program ini akan menjadi tantangan bagi pelaku usaha karena selain modal juga dibutuhkan kreatifitas sumber daya manusia yang terlatih.

Pada kegiatan ini juga hadir desainer dan pendamping dari Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan serta peserta.

“Semoga kegiatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagi pelaku usaha dan aparat tentang standar mutu sehingga diharapkan memunculkan pangusaha yang dapat bersaing pada pasar dalam negeri dan internasional,” papar M Nadjamudin.

 

Pewarta : Rami Mohune - Dinas kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Bertempat di Aula Kantor PLUT-KUMKM Provinsi Gorontalo dilaksanakan  Kegiatan bimbingan teknis peningkatan kualitas produk KUMKM (Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Bimbingan teknis ini dibuka Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdanganngan Provinsi  Gorontalo,  M Nadajamudin.

Menurut M Nadajamudin bimbingan teknis ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemberdayaan UKM  agar mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM ) yang terampil dan profesional dialam pengelolaan keuangan usaha.

“Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini sangat besar apalagi pendapatan dari usaha mikro kecil dan menengah cukup menjanjikan. Salah satunya dengan cara membuat pembukuan yang baik,” kata M Nadjamuddin, Rabu (26/6/2019).

M Nadjamuddin menilai salah satu kelemahan UMKM dan UKM sejenis adalah minimnya pengelolaan keuangan, padahal mengelola keuangan usaha ini sangat vital bagi tumbuh kembangnya UMKM pada masa-masa awal.

“Kami harapkan peserta  bimtek ini dapat memahami cara pengelolaan keuangan yang baik, tak jarang keuangan usaha bercampur dengan keuangan pribadi, pemasukan dan pengeluaran pun tidak dibukukan tetapi hanya diingat,” papar Kepala Bidang UMKM , Lyla Ramziah Laya.

Ia memberi saran UMKM dan UKM dapat membuat inovasi usaha, bukan saja melalui produk tapi juga dalam pengelolaan keuangan, dengan begitu usaha yang kelola akan perkembang.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Di era revolusi industri 4.0 Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi dituntut kompeten dan professional agar mampu mengatasi tantangan dan hambatan.

Salah satu kendala dalam menumbuhkembangkan Koperasi dan UKM di Provinsi Gorontalo adalah perubahan lingkungan yang sangat dinamis, hal ini tidak diimbangi oleh kemampuan manajerial yang mempunyai wawasan dan idealisme.

"Inilah pentingnya menghasilkan SDM yang berkualitas, Kami menyiapkannya melalui pendidikan dan pelatihan," kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo saat membuka pendidikan dan pelatihan KUMKM, Rabu (26/06/19).

Menurut Nadjamudin, di Provinsi Gorontalo terdapat 1287 koperasi yang beranggotakan 136.912 orang dan ada 81.776 Usaha Kecil Menengah (UKM).

"Kalau sudah dikelola dengan baik, kinerjanya akan meningkat, kepercayaan anggota kepada koperasi dan kesejateraan anggotanya meningkat, volume usahanya juga pasti meningkat," papar Nadjamuddin.

Jumlah koperasi yang tidak sehat dapat ditekan dengan penyiapan SDM yang sudah dididik, kompeten dan profesional.

Peningkatan kapasitas manajemen koperasi ini mendapat perhatian Pemerintah Porvinsi Gorontalo yang memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Dalam pelatihan dan pelathan ini hadir narasumber dari akademisi, pengurus dan pengawas koperasi serta pelaku UKM se-Provinsi Gorontalo.

Diharapkan pendidikan dan pelatihan ini dapat meningkatkan partisipasi anggota masyarakat dalam menumbuhkembangkan KUKM serta terciptanya SDM yang dapat melaksanakan tertib administrasi sesuai perundang undangan.

 

Pewarta : Fahmi Mohune – Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG – Program pengembangan industri kreatif dan kerajinan masyarakat terus mendapat dukungan dari Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo.

Dukungan melalui banyak program ini diharapkan mampu mencetak perajin dan sumber daya manusia yang handal dalam memproduksi kerajinan yang berdaya saing dan diminati masyarakat, tereasuk kebutuhan untuk pasar di luar daerah.

Salah satu yang dilakukan adalah bimbingan teknis diversifikasi produk upia karanji atau kopiah keranjang, salah satu produk khas unggulan Provinsi Gorontalo di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Goronatlo Utara.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag), Nadjamudin mengapresiasi peserta bimbingan tenis pelatihan upiya karanji. menurutnya industri kerajinan ini harus dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkembang.

"Walaupun masih skala kecil, ini menjadi tanggung jawab kita bersama khususnya pemerintah daerah yg outputnya ke peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Nadjamudin saat membuka acara bimbingan teknis diversifikasi produk upiya karanji di Sumalata, Selasa (25/6/2019).

Menurut Nadjamuddin pelatihan ini harus terus dilakukan untuk mencari sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar dan menghasilkan produk kerajinan yang berkualitas.

"Inilah yang jadi tantangan kita termasuk Kementerian Perindustrian serta dukungan pemerintah daerah, salah satunya upaya melalui Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang program pengembangan kerajinan karawo dan upiya karanji yang mewajibkan ASN untuk menggunakan kerajinan ini,"ujar Nadjamuddin.

Pada bimbingan teknis ini hadir juga Kepala Dinas Kumperindag Kabupaten Gorontalo Utara, Camat Sumalata Timur dan Kepala Bidang Perindustrian Provinsi Gorontalo, Harun Enggoa.

Diharapkan pelatihan ini dapat melahirkan perajin yang handal yang mampu memproduksi upia karanji yang berkualitas.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Dinas Kumperindag

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – Selain melakukan pemantauan harga kebutuhan barang pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Tim gabungan dari Dinas Keperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo dan Kementerian Perdagangan juga melakukan pemantauan stok barang di sejumlah gudang milik distributor, Senin (28/5/2019).

Tim gabungan yang dipimpin Sudjono Said Antule, Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag mengunjungi sejumlah gudang besar milik sejumlah distributor.

Di gudang Bulog tim gabungan mendapat laporan bahwa stok beras yang dimiliki Bulog saat ini sebesar 3.839 ton. Stok ini mampu memenuhi kebutuhan beras Gorontalo selama 8-9 bulan.

“Gula Pasir tercatat hanya ada 1,2 ton dan dalam tahap koordinasi dengan divisi regional (divre) lain untuk menambah stok yangg ada,” kata Sudjono Said Antule.

Saat berkunjung ke gudang PT Cipta Langgeng, stok gula pasir sekitar 300 ton dan dapat memenuhi kebutuhan sampai dengan 1 bulan. Selain itu, distributor ini juga menjual tepung terigu, minyal goreng, margarin dan juga beras premium.

Pada gudang PT Synsana Sejahtera, tim gabungan mendapat keterangan stok minyak goreng dapat mencukupi kebutuhan menghadapi Idul Fitri.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Diskumperindag

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO - Dinas Keperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Perdagangan melakukan pemantauan harga kebutuhan barang pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Senin (28/5/2019).

Tim gabungan ini diketuai oleh Sudjono Said Antule, Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag.

Dari hasil pemantauan ini diketahui secara umum harga beras masih stabil pada kisaran  Rp10.000-12.000/kg. Harga dan jenis beras yang beredar  di Pasar Sentral ini adalah Superwin Rp11.400/ kg, Ciheran Rp10.800/kg, Pandanwangi Rp12.000/kg.

Sedangkan  harga beras medium Bulog stabil pada harga Rp9.450,-/kg.

Berdasarkan Uji Mutu yang dilakukan oleh laboratorium  Balai Pengujian Standar Mutu Barang  (BPSMB), semua beras curah yang beredar di Pasar Sentral Gorontalo masuk dalam kategori medium.

“Untuk tepung terigu, kisaran harga harga Rp7.000 untuk kualitas medium  Rp10.000/kg untuk kualitas premium.  Sedangkan harga gula pasir berkisar Rp12.000-13.000/kg,’ kata Sudjono Said Antule.

Untuk minyak goreng curah dengan harga kisaran sebesar Rp10.000-10.800/liter dan minyak goreng kemasan premium seharga Rp 14.000-16.000/liter.

Bawang Putih mengalami penurunan harga yang signifikan sampai dengan 50 persen dibandingkan awal minggu lalu yang beradapada harga Rp60.000-70.000. Harga bawang putih saat ini berkisar Rp40.000-50.000/kg.

Harga daging sapi segar normal  masih stabil dengan harga Rp120.000/kg,  daging ayam broiler stabil dengan harga Rp32.500 – Rp34.000 /kg.  Harga ayam ini masih berada di bawah harga acuan.

“Telur ayam juga relatif stabil pada kisaran harga Rp28.500-32.000/kg,” ujar Sudjono Said Antule.

Cabai  Rawit di Gorontalo pada minggu lalu  menyentuh harga Rp70.000/kg, saat ini telah turun dan cenderung kembali stabil pada kisaran harga Rp50.000- 60.000/kg. Sedangkan jenis cabai lainnya stabil.

Bawang merah stabil sama dengan minggu lalu  seharga Rp36.000-40.000/kg, tomat juga stabil dengan harga Rp15.000- 20000/kg.

 

Pewarta : Ramli Mohune - Diskumperindag

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Halaman 4 dari 4
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama