>

GORONTALO - Informasi harga dan pasokan pangan yang disampaikan enumerator merupakan data penting yang diolah dan dianalisis sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan pemerintah di tingkat nasional.

Pentingnya proses pengambilan dan analisis data ini terungkap dalam pertemuan enumerator pangan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan Dinas Pangan di Aula kantor dinas, Selasa (4/12/2019).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, M Ridwan Nadjamuddin mengatakan data dasar harus kuat sebagai bahan analisis usaha tani, ia mencontohkan wawancara pada petani tentang berapa harga pupuk, harga bajak dan analisis harga pangan sebab terjadinya penurunan dan peningkatan harga komoditas pangan.

Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian memerlukan data dasar dari daerah yang menjadi pengambilan kebijakan, untuk itu enumerator pangan diminta memasukkan data selengkapnya, tidak parsial saat melakukan pemasukan data.

“Data harus lengkap, diperlukan juga keterangan dari para pelaku di lapangan,” kata M Ridwan Najamuddin.

M Ridwan Najamuddin menjelaskan kepada para enumerator kabupaten/kota, data harga pangan merupakan penentu kebijakan dan pembuatan kebijakan di Indonesia diawali dari daerah, termasuk dari Gorontalo.

Kepala Seksi Harga Pangan, Abdul Rahman Doda mengharapkan para enunerator kabupaten/kota dalam pengiriman data harga pangan sebelum jam 12.00 Wita  sudah selesai. Daya yang masuk akan dientri ke pusat.

“Kami harap para enumerator menjaga kekompakan, pertahankan prestasi Provinsi Gorontalo sebagai pembina terbaik 1 panel harga produsen  dan konsumen tingkat nasional 2019,” ujar Abdul Rahman Doda.

Pada kegiatan ini petugas enumerator Dinas Pangan kabupaten/kota mendapat rompi yang diberikan oleh Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian untuk digunakan menjalankan tugas pengambilan data harga pangan di lapangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Informasi ketahanan pangan yang akurat, komprenhensif dan tertata dengan baik sangat mendukung upaya penanganan rawan pangan dan gizi buruk.

Untuk itu Dinas Pangan Provinsi Gorontalo sebagai yang Organisasi Perangkat Dearah (OPD) yang  bertanggung jawab dalam bidang ini melaksanakan Update  Hasil Food Security and Vuinerbility Atlas (FSVA) di Nacas cafe and Resto, Kamis (28/11/2019).

Kepala Seksi Kerawanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Berni Salindeho mengatakan tujuan pelaksanaan update peta FSVA ini adalah untuk memberikan informasi kepada pemangku kepentingan tentang daerah rentan rawan pangan.

“Juga sebagai acuan pemerintah daerah dalam penyusunan program dan kebijakan untuk lebih mempriotaskan intervensi program berdasarkan kebutuhan dan potensi dampak kerawanan pangan yang tinggi,”  kata Berni salindeho.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan dalam rangka menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat dan komprehensif, Pemerintah Pusat menganggarkan pemutahiran peta ketahanan dan kerentanan pangan di wilayah Provinsi Gorontalo.

Sutrisno yang didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings dalam kegiatan ini menegaskan upaya bersama dalam mengkoordinasikan prioritas pembangunan ketahanan pangan di daerah ini yang telah mengacu  pada program dan kegiatan pusat

“Kami berharap dapat menjadi pedoman bagi kabupaten/ kota dalam program dan kegiatan tahun 2020,” ujar Sutrisno.

Hadir dalam kegiatan ini  jajaran Dinas Pangan,  sejumlah OPD yang terkait, Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda). Badan Pusat Statistik, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan Dinas pangan kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Harman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ratusan warga Desa Liyodu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo bergembira, mereka dapat membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah.

Dengan uang yang dimiliki mereka bisa menukarkan dengan barang yang lebih banyak, lebih berkualitas diabndingkan hari biasanya.

Kegembiraan warga desa ini terlihat saat Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar pasar murah di desa mereka.

Pasar murah ini merupakan upaya menstabilkan pasokan dan harga pangan dari beberapa komoditas menjelang  hari besar keagamaan, Natal 25 Desember 2019. Apalagi saat ini musim kering belum berakhir yang mengakibatkan harga barang melambung sementara daya beli masyarakat sangat lemah.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan dinas yang dipimpinnya membawa program Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim dengan menyiapkan pangan untuk rakyat Gorontalo agar tidak ada yang kelaparan, tersedianya pangan beras dan pangan lainnya untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Upaya Dinas Pangan ini dilakukan dengan berkeliling melakukan operasi pasar di berbagai daerah yang susah terjangkau oleh pasokan pangan, apalagi mengantisipasi musim kering saat ini,” kata Sutrisno.

sementara itu Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, M Ridwan Najamudin menambahkan dalam kegiatan ini  disosialisasikan juga  peran dan fungsi dinas pangan.

“Orang bilang identik dengan Dinas   Pertanian padahal tidak, dinas pertanian meningkatkan produksi sementara Dinas Pangan  memberdayakan produksi,” ujar M Ridwan Najamudin.

Bahan pangan yang dijual berupa beras premium 5 kilogram dengan harga Rp54.000, beras medium 1 kg Rp8000, gula pasir  Rp12.500, minyak goreng Rp12.500, Terigu Rp8500, Cabai/rica  Rp30.000 1/2 kilogram, tomat Rp6000 1/2 kilogram bawang merah Rp14.000 1/2 kilogram dan telur Rp40.000 /bag.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO –  Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menjadi pembina terbaik 1 panel harga pangan produsen dan konsumen di dua kategori di tiga tahun berturut turut,  2017, 2018, dan 2019.

Penghargaan ini disampaikan pada rapat evaluasi kegiatan panel harga pangan dan perencanaan yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian di IPB Internasional Convetion Center, Rabu (20/11/2019).

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian, Maino Dwi Hartono  kepada M Ridwan Najamuddin, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah hasil kerja keras selama ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat,” kata M Ridwan Najamuddin.

Maino Dwi Hartono mengatakan penghargaan yang ketiga kalinya diserahkan ke Dinas Pangan Provinsi Gorontalo ini merupakan hasil kerja dan peran aktif dari anumerator provinsi yang mengkoordinir anumerator di tingkat  kabupaten/kota dengan ketepatan waktu dalam penginputan data harian pangan dan  validitas data yang dilaporkan.

Di hadapan peserta rapat Maino Dwi Hartono mendorong daerah lain untuk mengikuti hasil kerja dari Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan.

Rapat evaluasi panel harga pangan dan perencanaan ini dihadiri kepala-kepala dinas ketahanan pangan provinsi se-Indonesia dan Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian.

Panel harga pangan merupakan alat untuk memantau dinamika harga dan pasokan di tingkat petani (produsen) maupun pedagang (grosir dan eceran).

Informasi harga pangan dan pasokan merupakan data penting yang akan diolah dan dianalisis sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA - Dinas Pangan dengan program chili to school (Chitos) mendapatkan respon positif apresiasi dari Kementerian Pertanian dengan diterbitkan program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam).

Ini merupakan upaya pendidikan kepada siswa agar dapat menanam cabai di kebun  sekolah dan menumbuhkan pengembangan budaya bercocok tanam cabai dan tanaman lainnya.

Hal ini terungkap dalam rapat rencana aksi program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam) yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Di Gedung Nusantara Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno sangat bersyukur dan berterima kasih karena Kementerian Pertanian telah merespon dan mendukung program  PMS dan Gertam ini, sebelumnya Dinas Pangan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan olahraga Provinsi Gorontalo untuk memulai program ini.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam program PMS untuk tahun 2019 ini mendapatkan alokasi dana Rp100 juta di 2  lokasi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan untuk tahun 2020 mendapatkan alokasi anggaran 10 SMA dan SMK,” kata Sutrisno.

Dalam penentuan kriteria sekolah yang mendapatkan bantuan dana PMS dan Gertam ini, salah satunya adalah sekolah harus memiliki lahan minimal 500 m2 dengan komoditas tumbuhan yang ditanam sayuran, buah-buahan dan biofarmaka.

Dalam kegiatan yang dihadiri kepala Dinas ketahanan pangan se-Indonesia ini Dinas Pangan Provinsi Gorontalo mendapatkan bantuan 1 unit mobil box untuk dukungan operasional distribusi pangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BULANGO UTARA - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus menumbuhkembangkan budaya bercocok tanam cabai kepada masyarakat, salah satu yang disasar saat ini adalah sekolah.

Untuk itu program menanam cabai ini menjadi bagain dari program ekstrakurikuler sekolah serat dijadikan bagian dari edukasi tentang pentingnya membudidayakan tanaman pangan bagi siswa.

Melalui momentum peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 tingkat Provinsi Gorontalo yang dipusatkan di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Utara, Jumat (24/10/2019) lalu, dilaksanakan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara Dinas Pangan dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno menandatangani naskah pengembangan budidaya cabai di sekolah ini bersama Zain Mooduto, Kepala Seksi penghargaan,perlindungan sertifikasi PTK Dikbudpora.

Program budidaya pengembangan tanamna cabai di sekolah ini dikenal sebagai program Chili to School atau Chitos.

“Program Chili To School  atau Chitos ini merupakan  upaya dalam memberikan edukasi kepada siswa agar dapat menanam cabai di sekolah dan di rumah  masing masing,” kata Sutrisno.

Program ini akan meningkatkan cinta siswa kepada pertanian sekaligus menambah pendapatan keluarga melalui hasil panen, serta mengurangi pengeluiaran rumah tangga karena sudah tersedia cabai yang melimpah.

“Kalau sudah terpenuhi kebutuhan cabai untuk keluarga, hasil yang lainnya  bisa dijual di pasar lokal. Kebutuhan cabai di Gorontalo tinggi, juga di wilayah Sulawesi Utara mengambil dari daerah kita, ini akan memberi keuntungan bagi masyarakat,” ujar Sutrisno.

Sementara itu Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan menuturkan isi dalam  perjanjian kerja sama ini adalah Dinas Pangan menyediakan  bibit cabai yang unggul, pembimbingan siswa cara budidaya cabai, menentukan lokasi penetapan pengembangan inovasi teknologi untuk budidaya dan melakukan sosialisasi, pendampingan dan monitoring ke masyarakat dan siswa dalam budi daya cabai.

Penanda tanganan naskah kerja sama ini dihadiri  Asisten  Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi, perangkat kecamatan Bulango Utara, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo dan Dinas Pangan Kabupataen Bone Bolango dan masyarakat setempat.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo memprogramkan Bunda Cinta Babe atau ibu rumah tangga cinta budidaya ayam dan cabai dan Chitos atau chili to School, yaitu pemberian bibit cabai untuk siswa yang bisa ditanam di halaman kebun sekolah maupun rumah.

Program ini dilakukan sebagai bentuk inovasi yang memiliki dampak pada pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, terutama membantu kaum wanita mengelola pangan di rumah.

Program ini juga sebagai bagain dari peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 tingkat Provinsi Gorontalo di rangkaikan dengan pencanangan Bunda cinta Babe dan Chitos.

Dalam kegiatan ini diserahkan 1000 bibit cabai kepada ibu rumah tangga dan siswa. Juga diserahkan piagam Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL), penyerahan bantuan alat pengembangan usaha pangan masyarakat, penyerahan bibit cabai, alat pertanian handspray kepada pengelola Kawasan Mandiri Pangan, juga penyerahan sertifikat prima 3 untuk komoditias bayam di Desa Huntu Utara, Kabupaten Bone Bolango.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi yang mewakili Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan pemerintah telah menetapkan upaya melalui program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dengan pada 3 fokus utama.

“Ketiga focus tersebut adalah pemerataan kesejahteraan dan penanganan kemiskinan serta rawan pangan melalui KRPL dan Lumbung Pangan, stabilitas harga dan pasokan pangan melalui Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan Toko Tani Indonesia (TTI) dan monitoring harga pasokan pangan, serta peningkatan diversifikasi pangan melalui Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) dan Gerakan konsumsi Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA),” kata Sutan Rusdi, kamis (24/10/2019).

Dalam  kegiatan ini Sutan Rusdi menegaskan peringatan Hari Pangan Sedunia ini harus dijadikan momentum gerakan keragaman pangan yang berbasis pangan lokal

Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober tahun ini mengangkat tema teknologi industri pertanian dan pangan menuju Indonesia lumbung pangan dunia tahun 2045. Sutan Rusdi berharap program yang dicanangkan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Sutan Rusdi meninjau lokasi KRPL Desa Huntu Utara yang tidak jauh dari lokasi kegiatan, ia menanam cabai  dan panen sayur kangkung.

Sebelum upacara peringatan hari pangan sedunia, Dinas Pangan menggelar pasar murah beras non-subsidi dengan menggandeng TTI yang sudah dipaketkan 5 kg dan bahan pokok lainnya untuk melayani masyarakat.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

BOLIYOHUTO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melaksanakan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sejak tahun 2016 hingga sekarang, program ini berperan menyangga saat harga jatuhb pada masa panen raya dan menstabilkan harga pangan pada saat paceklik.

Sehingga program ini telah menjadi instrumen pemerintah untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu dan mekanisme berkelanjutan pada situasi pasokan melimpah  dan kurang atau sebagai stabilisator dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat.

Untuk memastikan beroperasinya program bantuan pemerintah melalui Dinas Pangan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) dalam merevitalisasi dan pengadaan Rice Milling Unit (RMU) atau gilingan padi, Kepala Dinas Pangan, Sutrisno melakukan monitoring evaluasi ke penerima program Poktan Mulyo di Desa Sidomulyo Kecamatan Boliyohuto, Poktan Rimbun Permai Desa Bina Jaya Kecamatan Tolanggohula, Poktan Toyidito Desa Toyidito Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo.

“Dari hasil monev ini semua sudah memenuhi target yang diharapkan, walaupun masih ada perlengkapan alat RMU pendukungnya lainnya yang perlu ditambahkan dalam pengoperasiannya,” kata Sutrisno, Selasa (22/10/2019).

Mnegatasi masalah ini, Sutrisno meminta segera ditindaklanjuti ke penanggung jawab agar mesin RMU ini segera beroperasi untuk Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat di desa.

“Saya sudah kroscek lagi apa sudah beroperasi,” ujar Sutrisno.

Ketua Poktan Desa Bina Jaya, Roi berterima kasih atas bantuan RMU melalui Dinas Pangan ini, ia bertsama anggotanya akan memanfaatkan sesuai aturan yang ditetapkan.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama  beras dan dapat memenuhi target yang diharapkan,” ujar Roi.

Dalam monitoring evaluasi Ini Sutrisno disertai Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan M Ridwan Najamudin selaku penanggung jawab kegiatan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

MARISA  -  Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato menggelar Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk memperingati Hari Pangan Sedunia yang ke-39.

Kegiatan ini juga dirangkaiakn dengan pertemuan Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Pohuawto.

Bupati Pohuwato, Syarief Mbuinga  yang membuka kegiatan ini menegaskan momentum hari pangan sedunia ini adalah memerangi kemiskinan, kelaparan dan kerawanan pangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani, nelayan, peternak, sebagai pejuang pangan yang dengan gigih bekerja untuk ketersediaan pangan di kabupaten Pohuwato," kata Syarief Mbuingga, Kamis (17/10/2019).

Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno sebagai narasumber dalam pertemuan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pohuwato menjelaskan kemandirian pangan dimulai dari rumah tangga, sebagian besar rumah tangga belum memanfaatkan pekarangannya sehingga kebutuhan setiap harinya masih dibeli di pasar.

“Halaman atau kebun sekitar rumah dapat kita manfaatkan dengan menanam cabe, sayur-sayuran hijau dan tumbuhan lainnya untuk kebutuhan konsumsi di rumah. Ini mengacu pada konsep Beragam Bergizi seimbang dan Aman (B2SA). Kalau bisa menanam kenapa membeli, mowali mopomulo longgola motali,” kata Sutrisno.

Hari Pangan Sedunia ke-39 ini digelar beberapa  kegiatan seperti gelar pangan B2SA oleh para pelaku Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang tergabung dalam Asosiasi Industri (ASRI) dan Kelompok binaan taman membaca Dinas Perpustakaan Kabupaten Pohuwato di ruang pola Kantor Bupati Pohuwato.

Sebelumnya Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato, Reflin Basir dalam laporannya menuturkan kegiatan ini terselenggara untuk memperkuat ketahanan pangan daerah khususnya di Kabupaten Pohuwato

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Pohuwato, Vonce Mawicere,  Kepala  subdrive Bulog Gorontalo, Munafrin Samsudin, Kepala Badan stastistik Pohuwato Suparno,  Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Zakiya Beserewan, konsultan penyusun Food Security And Vunerability Atlas (FSVA) Rusthamrin Akuba dan jajaran dinas pangan Kabupten Pohuwato.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo memperingati hari pangan sedunia yang ke-39.

Kegiatan ini diisi dengan seminar sehari Regional Pan Expo dengan tema optimalisasi pangan lokal menuju ketahanan pangan daerah bertempat Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (16/10/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo , Sutrisno  mengapresiasi seminar yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG.

"Di tangan generasi muda, para mahasiswa, kemajuan pangan lokal di Gorontalo menjadi penanda kemajuan bangsa," kata Sutrisno.

Pangan local, seperti ubi jalar, sagu, dan jagung merupakan aneka pangan khas Gorontalo yang perlu dioptimalkan melalui ketersediaan, produksi dan pemanfatannya serta sebagai pangan alternatif yang di harapkan dapat menjadi sumber pangan mendukung ketahanan pangan.

Sutrisno mengajak mahasiswa untuk menginformasikan masyarakat untuk mengonsumsi dan  memanfaatkan sumber daya pangan, khususnya pangan lokal daerah yang selama ini mulai dilupakan masyarakat.

Sebelum seminar, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kampanye gemar konsumsi pangan lokal oleh Kepala Dinas Pangan, Sutrisno dan dan Dekan Fakultas Pertanian UNG,  Zainudin Antuli yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Gorontalo, Yudi Noviandi, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas pangan Provinsi Gorontalo, Zakiya Beserewan, mahasiswa Fakultas Pertanian dan sejumlah siswa SMA dan SMK Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo