>

GORONTALO - Tindak lanjut diskusi peluang kerjasama Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan   Japan International Cooperation Agency (JICA)  di wujudkan dengan program pengiriman tenaga volunteer asal Jepang.

Ini merupakan hasil kesepakatan dalam pertemuan yang dilaksanakan di Bappeda Provinsi Gorontalo pada tanggal 16 Mei 2019 lalu.

Tim JICA yang dipimpin Imai Yuki, Volunteer Coordinator dan Farah Aidiah, Program Assistant diterima Ivonela R Larekeng, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Sandra Mangindaan, Sekretaris Dinas Pariwisata.

Dalam pertemuan itu dijajaki penempatan Junior Volunteer dari Jepang di Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Rencananya tahun 2020 JICA akan menempatkan tenaga volunteer di Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo selama 2 tahun dengan spesifikasi dan kualifikasi yang sesuai dengan program dan kegiatan pariwisata Gorontalo.

“Penenpatan  tenaga volunteer  dari Jepang ini harus disesuaikan dengan program unggulan Provinsi Gorontalo yakni pariwisata mendunia,” kata Ivonela R Larekeng.

Tenaga volunteer tersebut akan bekerja sebagai staf Dinas Pariwisata dan seluruh pembiayaan operasional  tenaga volunteer ini ditanggung oleh JICA.

“Kami minta kualifikasi yang relevan dengan visi misi dinas pariwisata untuk menunjang ketiga bidang khususnya pengembangan destinasi dan pemasaran potensi pariwisata Gorontalo,” tutur Sandra Mangindaan..

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo ramai-ramai melakukan pemeriksaan urine di aula kantor yang difasilitasi Badan Nasional Narkotika (BNN).

Tes urine ini dilaksanakan untuk mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Rifli M Katili menyambut baik pmeriksaan urine ini sebagai salah satu komitmen instansinya untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan obat – obat terlarang di kalangan ASN, khususnya di Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

“Dinas Pariwisata siap melakukan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, di dalam ajaran agama juga diharamkan,” kata Rifli Katili, Rabu (10/7/2019)

Muchars Daud, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN menjelaskan narkoba dan obat terlarang merupakan extra ordinary crime, untuk menanganinya memerlukan penanganan yang extra.

Muchard Daud menambahkan ASN yang lemah akan mudah dirusak oleh narkoba, sehingga menimbulkan citra yang negatif kepada masyarakat. ASN harus menjadi benteng keluarga, menjadi orang pertama yang dinyatakan bersih narkoba dengan melakukan tes urine.

“Narkoba merupakan persoalan bersama, dan sebagai orang tua, ASN wajib menyampaikan bahaya merokok dan narkoba kepada keluarga masing- masing,”ujar Muchars Daud.

Alat tes urine terdiri dari 6 parameter, ketika hasil positif akan dilakukan uji konfirmasi  dengan urine yang sama namun dengan alat tes yang berbeda. Ketika hasil tetap positif akan diajukan ke Labkesda dan selanjutnya akan direhabilitasi.

Sementara itu, Budi Kurniawan Kiay, Kepala Seksi PLR Bidang Rehabilitasi BNN menyampaikan bahwa edukasi penyalahgunaan narkoba lebih diutamakan kepada kaum ibu, mengingat yang lebih mengetahui keadaan keluarga, suami dan  anak,  adalah kaum ibu. 

Penyalahgunaan lem, obat batuk sampai dengan sabu–sabu terjadi pada klien usia 7-65 tahun, dimana anak yang menyalahgunakan lem dan obat batuk merupakan anak  bahagia secara ekonomi, dan bukan yang berasal dari keluarga miskin atau broken home.

Orang yang sudah terkontaminasi narkoba dan obat terlarang tidak ada yang akan sembuh total, yang ada hanya pulih namun tidak bisa diprediksi  kapan kambuhnya sesuai dengan kondisi tubuh.

Dijelaskan juga sesuai Perda nomor 4 tahun 2019, perlu dilakukan pengawasan di setiap obyek wisata dengan 3 hal yaitu, Karyawan di setiap obyek wisata wajib membuat pernyataan untuk tidak menyalahgunakan narkoba, disediakan papan pengumuman yang berisi himbauan untuk tidak menggunakan narkoba di dalam kawasan obyek wisata dan karyawan di setiap obyek wisata wajib untuk melaksanakan tes urine.

Sampai dengan saat ini ASN Provinsi Gorontalo yang terindikasi penyalahgunaan narkoba yang melapor secara sukarela berjumlah 17 orang, Mereka dilindungi privasinya, tidak akan di tindak pidana  atau diproses hukum dan akan direhabilitasi.

 

Pewarta : Intan - Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menggelar rapat staf perdana dengan Kepala Dinas yang baru, Rifli Katili.

Rapat yang berlangsung pada Senin (8/7/2019) ini dipimpin Rifli Katili dengan menghadirkan oleh seluruh pejabat eselon III, IV, staf pelaksana dan PTT Lingkup Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk perkenalan sekaligus silaturahmi Kepala dinas yang baru dilantik serta pengarahan seluruh staf dalam melakukan tugas dan fungsinya.

“Seluruh ASN dan PTT diharapkan mematuhi dan melaksanakan seluruh kewajiban, salah satunya dengan menerapkan disiplin dan budaya kerja dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar Rifli Katili.

Selain itu Rifli Katili berharap seluruh ASN dan PTT memaksimalkan kerja untuk membesarkan dan mewujudkan pariwisata mendunia  dengan mengutamakan kinerja yang baik berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing–masing, saling kerjasama, menjaga kekompakan dan saling mendukung.

“Dalam bekerja harus berpedoman pada budaya kerja dan be your self, menjadi diri sendiri serta 3 nilai yang dapat diterapkan diadopsi dari slogan Menteri Pariwisata yaitu 3S ; Solid (Kompak, bersinergi, kekeluargaan), Speed ( Cepat dan tepat), serta Smart ( Cerdas Spritual, Intelektual dan emosional),” tutup Rifli Katili.

 

Pewarta : Intan - Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menghadiri rapat koordinasi nasional penyampaian data dukung usulan DAK fisik bidang pariwisata di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis-Jumat (4-5/7/2019).

Pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo yang hadir pada acara tersebut adalah Sofyan Puloo, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata.

“Rakor ini diselenggarakan untuk membahas data dukung usulan DAK Fisik Bidang Pariwisata tahun 2020 untuk Wilayah Indonesia Timur,” kata Sofyan Puloo, Senin (8/7/2019).

Dalam rapat koordinasi yang dibuka oleh Plt Sekretaris Kementrian Pariwisata ini  dihadiri 192 utusan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota sewilayah Timur Indonesia, sementara untuk wilayah Indonesia Barat dijadwalkan pada tanggal setelah selesainya kegiatan di wilayah timur.

Sofya Puloo mengatakan, dari hasil penyampaian data dukung usulan DAK Fisik Bidang Pariwisata ini, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo berpostur anggaran sementara Rp7.494.166.100 dengan berskala 5 kegiatan, menu kegiatan pembangunan atraksi daya tarik maupun pada menu kegiatan pembangunan amenitas kawasan yang tersebar di dua titik objek wisata yaitu Lombongo dan Olele.

“Hasil usulan tersebut masih akan dibahas lagi  dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo terkait skala kebutuhan lapangan,” ujar Sofyan Puloo.

 

Pewarta : Fery Lahay – Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Jabatan adalah amanah Allah SWT sehingga pergantian jabatan bukanlah momentum kalah atau menang.

Tausiyah ini disampaikan oleh ustadz Husni Idrus pada pisah-sambut Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Jumat (5/7/2019). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan doa pemberangkatan Jamaah Calon Haji di lingkup Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Husni Idrus juga mengatakan ada 2 nilai yang bisa diambil dari makna pisah sambut, semangat kerja di tempat, ruangan dan audiens yang baru dan evaluasi apa yang telah dilaksanakan, yang baik terus ditingkatkan dan yang kurang akan diperbaiki di tempat kerja yang baru.

Dalam kegiatan ini, Rifli M Katili Kepala Dinas Pariwisata yang baru menggantikan Nancy Lahay yang akan bertugas sebagai staf ahli.

“Kami telah diberikan amanah dan kepercayaan oleh pimpinan untuk memimpin Dinas Pariwisata, dan menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada pejabat lama yang selama 2 tahun kepemimpinannya telah banyak yang dilakukan dan dirintis dalam memajukan pariwisata Gorontalo,” kata Rifli Katili.

Dalam pesan dan kesannya, Nancy Lahay, menyampaikan bahwa sebagai ASN dirinya sudah disumpah untuk bersedia ditempatkan di mana saja dan tetap profesional dalam melaksanakan tugas.

“Kami mohon maaf karena sebagai manusia biasa pasti ada kekurangan selama memimpin Dinas Pariwisata, dan mengharapkan untuk terus bekerja sama dalam memajukan pariwisata Gorontalo,” kaat Nancy Lahay.

Dalam doa pemberangkatan Jamaah Calon Haji, Husni Idrus menyampaikan bahwa ibadah haji adalah ibadah besar dan ada 3 hal yang menjadi bekal jamaah calon haji yaitu taqwa, istigfar/tobat dan memperbaharui niat berangkat haji semata-mata karena Allah SWT.

 

Pewarta : Intan - Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

OLELE - Data dukung lahan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2020 di obyek wisata Taman Laut Olele diserahkan masyarakat kepada Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Penyerahan ini dilakukan oleh Kepala dan Sekretaris Desa Olele, Ketua Badan Permusyawaratan desa (BPD)  serta perwakilan masyarakat kepada Sofyan Pulo’o, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Provinsi Gorontalo di Kantor Desa Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, Selasa, (2/2/2019).

Rencananya, data dukung lahan tersebut akan diserahkan dalam rapat koordinasi penyampaian data dukung usulan DAK TA 2020 se-wilayah timur yang bertempat di Makassar yang diselenggarakan oleh Biro Keuangan dan Perencanaan kementerian Pariwisata pada 4 -5 Juli 2019.

Program DAK Fisik bidang pariwisata oleh Kementerian Pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan sektor pariwisata baik atraksi (daya tarik) maupun amenitas.

“Program DAK ini sangat direspon positif oleh masyarakat Desa Olele karena mampu menjadi pengungkit meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” kata Sofyan Pulo’o.

Data dukung lahan terkait pembangunan DAK Fisik bidang pariwisata tahun anggaran 2020 ini akan dimanfaatkan masyarakat Desa Olele untuk pembangunan kios cenderamata, lahan parkir, Tourist Information Center (TIC), pusat jajanan kuliner yang semuanya dalam kawasan obyek wisata Taman Laut Olele, serta program pembangunan non-lahan seperti pemasangan lampu taman, pembuatan rambu–rambu petunjuk arah dalam kawasan obyek wisata, pemasangan titik labuh (bouring) pada spot–spot diving, dan pengadaan perahu berlantai kaca (bottom glass).

Penyerahan data dukung lahan dari masyarakat Desa Olele ke Dinas Pariwisata ini sebagai bukti keseriusan masyarakat dalam mendukung program pariwisata

 

Pewarta : Fery Lahay – Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO – Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan dasar sumber daya manusia kepariwisataan bagi guru se-Provinsi Gorontalo.

Narasumber pelatihan ini adalah Nurlaila, Kepala Bidang Hubungan Antarlembaga I Unit Kerja Asisten Deputi Pengemmabgan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Suwarno Basiru.

Pelatihan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah, Darda Daraba ini diikuti oleh guru SMA dan SMK Jurusan pariwisata, dinas pendidikandan dinas pariwisata kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar SDM kepariwisataan bagi para guru, yang selanjutnya diharapkan menjadi kader sekaligus agen perubahan dalam pengembangan pariwisata di daerah,” kata Darda Daraba, Selasa 925/6/2019).

Darda Daraba juga berharap peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan kualitas kepariwisataan, terutama mereka yang tinggal berdekatan dengan destinasi pariwisata.

Sekretaris Daerah ini juga mengingatkan SDM pariwisata harus meningkatkan jumlah maupun kualitas sesuai standar Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Kalau SDM berkualitas maka ia memiliki keunggulan komparatif jika dibandingkan tenaga kerja dari Negara lain,” kata Darda Daraba.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Nancy Lahay mengharapkan pariwisata dapat menjadi sector penting dalam mendorong peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur sehingga perlu secara serius menggarapnya untuk kepentingan daerah dan nasional.

 

Pewarta : Intan – Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Pertemuan teknik (technical meeting) yang membahas pelaksanaan Festival Beduk dan Takbir 2019 digelar di aula Dinas Parwisata Provinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan yang dihadiri Asisten Administrasi Umum, Iswanta dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Gorantalo ini membahas teknis pelaksanaan lomba dan penilaiannya.

Dalam sambitannya, Asisten Administrasi Umum, Iswanta menjelaskan 3 kategori lomba Festival Beduk dan Takbir, tingkat Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) provinsi, kabupaten dan kota, tingkat umum dan pelajar SMA atau sederajat.

“Perguruan tinggi atau mahasiswa pun perlu diundang yang dimasukkan dalam kategori peserta umum agar nuansa kemeriahan lomba dan festial ini terasa,” kata Iswanta, Jumat (24/5/2019).

Iswanta juga mengharapkan keterlibatan pihak ketiga dalam Festival Beduk dan Takbir dengan membuka stand di sekitar lokasi festival agar kegiatan ini semakin semarak dan meriah.

“Ini adalah destinasi dan atraksi wisata religi yang pelaksanaannya berdekatan dengan Tumbilotohe,” ujar Iswanta.

Festival Beduk dan Takbir ini akan berlangsung selama 3 hari, 25-27 Mei 2019 yang berlokasi di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.

Dalam rapat ini disepakati kriteria penilaian untuk takbir yang meliputi kefasihan, lagu, irama dan suara, dan pengaturan nafas. Untuk beduk dan perkusi meliputi harmonisasi alat musik dan teknik permaianan alat. Penampilan peserta yang dinilai adalah kostum, pembawaan diri dan penyajian dan ekspresi.

 

Pewarta : Intan - Pariwisata

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo kembali menggelar Festival Bedug dan Takbir pada 25-27 Mei 2019.

Festival Bedug dan Takbir yang akan digelar di Lapangan Taruna Remaja ini merupakan kelender tetap kepariwisataan yang digelar menjelang Hari Raya Idulfitri dengan melibatkan kelompok masyarakat, sangar seni hingga instansi.

Bunyi irama beduk dan suara takbir terus menggema setiap malam selama pelaksanaan festival ini. Peserta yang mengenakan atribut dan seragam unik menjadi tontonan unik para pengunjung, termasuk wisatawan lokal, Nusantara dan mancanegara.

“festivak Beduk dan tabir ini dilaksanakan untuk menyemarakkan bulan Ramadan, membunyikan beguk dan takbir merupakan tradisi dan budaya daerah sekaligus agenda tahunan Pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Nancy Lahay, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Selasa (21/5/2019).

Sebagai iven resmi tahunan, festival ini diharapkan menjadi daya tarik pariwisata yang mendatangkan wisatawan dari beragai daerah dan negara, selain disemarakkan oleh wisatawan lokal.

“Program unggulan pariwisata Gorontalo yang mendunia dilakukan dengan cara yang unik dan berkesinambungan sebagai upaya menarik kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan potensi budaya daerah provinsi Gorontalo di daerah lain dan negara luar,” kata Ivone Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Panitia menargetkan peserta festival ini akan diikuti oleh beragam kategori, seperti umum, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo, Kabupaten dan Kota, serta pelajar SMU/SMK/sederajat.

Peserta ini akan saling bersaing menunjukkan kemampuannya menabuh beduk dan melantunkan takbir di depan juri. Dinas Pariwisata sudah menyiapkan jutaan rupiah bagi para pemenang lomba ini.

 

Pewarta : Intan Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo