>

SURAKARTA - Pemerintah Provinsi Gorontalo menghadiri wisuda 3 orang mahasiswa asal Gorontalo yang telah selesai melaksanakan studi di Politeknik ATMI Surakarta, Solo, Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Gorontalo telah melakukan kerjasama dengan Politeknik ATMI Surakarta yang merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka peningkatan sumber daya manusia Gorontalo.

Kerjasama ini diawali dengan penandatangan Memorandum ofUnderstanding  (MOU) pada tahun 2015 dan mulai diadakan seleksi pada tahun 2016.

Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo selaku penanggung jawab program ini mengalokasikan bantuan kepada setiap mahasiswa berupa biaya pendidikan untuk angkatan 2016 sebesar Rp50 juta/orang/tahun, angkatan 2017 dan 2018 Rp65 juta/orang/tahun.

“Biaya pendidikan ditransfer langsung ke rekening lembaga Politeknik ATMI Surakarta. biaya hidup 2 juta/orang/bulan dan diterimakan setiap 6 bulan melalui transfer langsung ke rekening mahasiswa. Selain itu mahasiswa disediakan tempat tinggal berupa rumah kontrakan,” kata Ramlah Habibie, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Sabtu (14/9/2019).

Dari 203 mahasiswa Politeknik Surakarta yang diwisuda hari ini, 3 orang mahasiswa berasal dari Gorontalo yakni Andri Suleman D3 Teknik Mesin Industri (TMI) alamat Buntulia Utara Kabupaten Pohuwato, Kevin Octavianus Tahab, D3 Teknik Mesin Industri, alamat Limba U2 Kota Selatan, Kota Gorontalo, Rahim D Limonu, D3 Teknik Perancangan Mekanik dan Mesin, alamat telaga biru, Kabupaten Gorontalo.

Ketiga mahasiswa ini adalah hasil rekrutmen pada tahun 2016.

Hingga tahun 2018 total mahasiswa Gorontalo di Politeknik ATMI Surakarta ada 11 orang dan pada tahun 2019 menjadi 10 orang dikarenakan 1 orang dikeluarkan karena tidak memenuhi standar kualifikasi Politeknik ATMI Surakarta.

Sehingga yang tersisa tinggal 7 orang mahasiswa, dari 7 mahasiswa tersebut 2 orang direncanakan akan diwisuda pada tahun 2020 dan sisanya 5 orang akan diwisuda tahun 2021.

Tidak tanggung-tanggung ketiga wisudawan sementara proses rekrutmen ke perusahaan yang siap menerima mereka sesuai dengan kompotensi mereka masing-masing.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo telah menggelar Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Peserta Didik Berkebutuhan Khusus tingkat SMP Luar Biasa/SMA Luar Biasa se-Provinsi Gorontalo.

Sebanyak 9 cabang lomba dipertandingkan pada kegaitan ini, antara lain lomba menjahit, membatik, membuat hantaran, merangkai bunga, tata boga, kecantikan, kriya kayu, IT dan kreasi barang bekas.

Masing-masing lomba diikuti oleh 8 orang peserta dengan total peserta sebanyak 72 orang.

Lomba Keterampilan Siswa ini berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 9-11 September 2019 dan dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, tingkat Provinsi, sampai ke tingkat Nasional yang pada tahun ini akan dilaksanakan di kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

“Tujuan Lomba Keterampilan Siswa ini adalah untuk menggali dan memberikan dorongan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi, bakat dan kreativitas dalam bidang keterampilan, juga meningkatkan semangat kemandirian siswa berkebutuhan khusus dalam berkarya dan berprestasi,” kata Ramlah Habibie, Plt Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo.

Ramlah Habibie mengajak semua yang terlibat dalam Lomba Keterampilan Siswa untuk mendorong siswa agar memiliki keterampilan dan kemampuan sesuai bakat.  Minat dan bakat ini ini dapat dikembangkan untuk meraih hasil yang terbaik di tingkat nasional.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG - Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo melalui Bidang Kebudayaan Seksi Pembinaan Seni dan Tenaga Kebudayaan menyerahkan bantuan berupa alat kesenian pada komunitas Seni dan Budaya di Desa Boalemo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (6/9/2019).

Bantuan alat Kesenian ini diserahkan oleh Ramlah Habibie, Plt Kepala Dinas Dikbudpora didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Meli Mohamad, Kepala Bidang Pembinaan   Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ernawati Panu, Kepala Seksi Pembinaan Kesenian dan Tenaga Kebudayaan, Safwan Eka Putra dan Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah, Affandy Lakoro, juga hadir Kepala Desa Boalemo  dan Tokoh adat Gorontalo Utara, Mansyur Dali selaku Tenaga Kebudayaan Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo.

“Kami berharap alat Kesenian ini bisa bermanfaat dalam pengembangan Kebudayaan di Kabupaten Gorontalo Utara khususnya pada Komunitas Kampung KB Mandiri desa Boalemo,” kata Ramlah Habibie saat menyerahkan alat kesenian.

Dalam penyerahan bantuan ini, kedatangan rombongan Dinas Dikbudpora di lokasi disambut secara adat oleh anak-anak sekolah yang tergabung dalam Komunitas Seni dan Budaya, mereka menyuguhkan atraksi kesenian dan budaya di antaranya Buruda, Dana-dana tradisional, Tanggomo dan Senam Tolotidi.

"Kami sangat bangga disambut secara adat oleh anak-anak sekolah yang ada di sini,  semua berkat didikan dari Tenaga ahli Kebudayaan Dinas Dikbudpora Provinsi  Gorontalo, Mansyur Dali, beliau ini teman saya waktu kuliah," tambah Ramlah Habibie di sela-sela memberikan sambutan.

Tahun ini Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo menyerahkan paket bantuan alat kesenian pada komunitas seni dan budaya yang tersebar di Provinsi Gorontalo masing-masing di Kabupaten Gorontalo pada sanggar Maesaan Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat dan Kabupaten Gorontalo Utara pada Kampung KB Mandiri Desa Boalemo Kecamatan Kwandang.

 

Pewarta : PPID Kebudayaan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO - Museum Purbakala Popa Eyato Provinsi Gorontalo tidak hanya memajang koleksi benda purbakala, kini di tempat ini juga secara proaktif menjadi sarana pembelajaran bagi siswa Sekolah Dasar.

Tawaran belajar di museum ini sangat diminati pelajar Gorontalo, sejumlah sekolah berkunjung ke lokasi ini untuk mempelajari kebudayaan dan kesenian melalui program edukasi yang menggunakan pengalaman Nyata Belajar di Museum untuk siswa.

Museum Popa Eyato memrogramkan kegiatan ini selama 5 hari, mulai Selasa-Sabtu (20-24/8/2019).

“Belajar bersama di museum adalah kegiatan publik yang merupakan salah satu wadah edukasi kebudayaan dan sejarah yang menjadi pilihan para guru untuk mengajak peserta didik mengunjungi Museum Popa Eyato,” kata Fitri Ahmad, Kepala Museum Popa Eyato Provinsi Gorontalo, Selasa (20/8/2019).

Fitri Ahmad menambahkan program ini tidak memungut biaya dari peserta sehingga diharapkan menjadi alternatif tempat kunjungan bagi siswa SD dan tempat wisata lainnya, juga sebagai bentuk dukungan museum kepada pelajar untuk kembangkan ekspresi diri.

Secara terjadwal, para siswa dijemput secara gratis untuk datang ke museum, diberikan pengarahan dan materi tentang museum dan peralatan melukis.

Masing-masing Sekolah Dasar mengutus 50 orang siswa dan berasal dari Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, juga di dampingi oleh guru pendamping sebanyak 2 orang.

“Narasumber kegiatan ini Afandi Rais dari Galeri Hijaudan Muhammad Hidayat Dangkua seorang seniman Gorontalo. Ayo belajar bersama di Museum Popa Eyato Gorontalo,” ajak Fitri Ahmad.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  - Civitas Akdemika SMA Negeri 1 Kota Gorontalo memperingati HUT  ke-68 yang dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-74 Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada perayaan HUT Smansa Gorontalo, sebutan akrab sekolah ini, disemarakkan dengan ragam kegiatan antara lain upacara, karnaval, launching BI Corner, peresmian gedung sekretariat IKA Smansa dan talk show.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo Ramlah Habibie, pada sambutan HUT SMA Negeri 1 Gorontalo mengatakan perayaan hari ulang tahun sekolah ini bukanlah sekadar seremonial yang tidak memiliki makna bagi insan Smansa Gorontalo, namun merupakan wujud kesyukuran kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas prestasi akademik yang telah ditorehkan dalam waktu yang panjang.

“Prestasi ini menjadi jati diri dan eksistensi sejarah berdirinya sekolah yang bila ditilik hanya berselang 6 tahun setelah diproklamirkan Kemerdekaan Indonesia,” kata Ramlah Habibie. 

Semua SMA di seluruh Kabupaten/Kota bagi Pemerintah Provinsi adalah salah satu bagian tingkatan strata pendidikan yang menjadi barometer kesuksesan pemerintah daerah membangun pendidikan.

“Kesungguhan dan konsistensi meningkatkan kualitas pendidikan baik pada periode pertama dan kemudian terus dilanjutkan pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim untuk meningkatkan kualitas akses layanan dan mutu pendidikan. Target akhirnya  adalah kualitas SDM yang memiliki daya saing secara global, menjadi salah satu dari 8 program unggulan Provinsi Gorontalo,” ujar Ramlah Habibie.

Untuk itu perlu kerjasama dan sikap sungguh-sungguh semua pihak seperti sekolah, orang tua dan para alumni,  perbankan, dan lembaga-lembaga lain termasuk masyarakat agar target pembangunan di Provinsi Gorontalo dapat dicapai.

Pada kegiatan ini, Bank Indonesia menyerahkan BI Corner yang dijadikan sarana penunjang literasi perbankan dan ekonomi bagi siswa dan guru Smansa Gorontalo.

“BI Corner ini adalah wujud partisipasi bersama terutama dari pihak perbankan menyediakan fasilitas sentra baca di SMA 1 yang bertujuan mengembangkan literasi di kalangan siswa dan lingkungan sekolah,” ujar Ramlah Habibie. 

Begitu pula apresiasi disampaikan kepada para alumni yang tergabung dalam IKASMANSA yang telah mendirikan sekretariatnya di lingkungan sekolah dimana menurutnya para alumni yang tersebar diseluruh pelosok negeri telah banyak berkontribusi bagi pengembangan sekolah ini.

HUT Smansa Gorontalo ini dihadiri pejabat di lingkungan Dinas Dikbudpora Provinsi, Kepala Sekolah, GuruDewan Guru, Pengurus Ikasmansa, orang tua, para siswa dan undangan lain.

“Smansa Gorontalo harus terus meningkatkan prestasi akademik serta prestasi lainnya yang bukan saja mengharumkan nama sekolah tetapi juga nama daerah.  Teruslah berkarya untuk membangun SDM unggul, dan terus menjaga marwah positif sekolah ini, mengembangkan budi pekerja yang menjadi sifat dan karakter Bangsa Indonesia,” papar Ramlah Habibie.

Ia juga berpesan untuk menjaga persatuan dan persaudaraan yang selama ini sudah terjalin di tengah perbedaan etnis, ras, dan agama.

“Ingat lahirnya bangsa oleh karena rasa Indonesia atas kebhinekaan tunggal ika yang telah diproklamirkan oleh the founding father kita. rasa itu bila diilhami keluar dari alasan yang satu yakni torang semua basudara,” pungkas Ramlah Habibie.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Bimbingan teknis tata kelola Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sistem Informasi Manajemen Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (SIMPKP) digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo.

Kegiatan yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan ini dibuka oleh Ramlah Habibie, Plt Kepala Dinas Dikbudpora di Grand Q Hotel Gorontalo, Senin malam (19/8/2019).

Bimbingan teknis ini dilaksanakan untuk mempertajam pemahaman regulasi data pendidik dan tenaga kependidikan, diikuti oleh masing-masing 2 peserta utusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini penting dilaksanakan karena kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh sumber data yang digunakan sebagai referensi.

“Permasalahan tata kelola GTK dalam hal pemberian tunjangan, pemberian beasiswa, peningkatan mutu kompetensi dan pengembangan karir GTK diakibatkan oleh data yang tidak valid, oleh karena itu operator menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan,” kata Ramlah Habibie.

Ramlah Habibie juga menjelaskan urusan pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak dan hanya bisa diselesaikan dengan kerjasama yang tinggi antara dinas pendidikan provinsi dan kabupaten dan kota di bawah koordinasi Kemendikbud walaupun Undang-Undang tahun 2014 telah dibagi kewenanganya.

"Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan pada akhir kegiatan peserta dapat memberikan rekomendasi untuk memaksimalkan jalanya Bimtek SIMPKP,” ujar Ramlah Habibie.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Para pemenang lomba memperingati dan merayakan HUT Ke-74 Proklamasi Republik Indonesia mendapat hadiah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sabtu (17/8/2019).

Penghargaan dan hadiah perlombaan diserahkan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kepada para penerimanya saat acara Malam Resepsi Kenegaraan di Gedung Belle Limbui, Gorontalo.

Salah satu penghargaan yang diserahkan yakni kepada tim Paduan Suara Gorontalo Inovasi binaan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora), yang telah meraih prestasi Gold medal kategori music of religion dan Gold medal, kategori folklore pada kejuaraan an international choral festival and concert series Balikpapan 2019.

Piala dan Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Gorontalo kepada Plt Kepala Dinas Dikbudpora Ramlah Habibie,  pembina sekaligus penanggung jawab tim paduan suara  Gorontalo Inovasi.

Disamping itu Piala dan Hadiah juga diserahkan oleh bapak Gubernur Gorontalo kepada pemenang perlombaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka memperingati HUT RI antara lain, cabang olahraga Bulu tangkis, Sepak Takraw dan Tenis Meja.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Gubernur Gorontalo  Rusli Habibie menyampaikan apresiasi penghargaan yang besar kepada Paskibraka yang berhasil melaksanakan tugasnya mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam peringatan Proklamasi di halaman rumah jabatan Sabtu  (17/8/2019).

Pasukan pengibar bendera ini melaksanakan tugas 2 kali,  pada pagi saat peringatan detik-detik Proklamasi dan penurunan bendera pada sore. 

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga Paskibraka dapat bertugas dengan baik, kepada para pelatih, pembina dari Polri, TNI AL, AD, dan AU,” kata Ramlah Habibie, Plt Kepala Dinas Dikbudpora yang juga Penanggung Jawab Paskibraka, Minggu (18/8/2019).

Anggota Paskibraka yang berjumlah 32 siswa ini, yang berasal dari kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo dan dipilih dengan seleksi yang ketat selama 1 bulan karantina.

Siswa terbaik yang menduduki posisi penting dalam Paskibraka Provinsi Gorontalo tahun 2019 antara lain Pembawa baki pagi adalah Cikal Hasan SMA Negeri 3 Gorontalo, Pembawa Baki Sore Karlinda Tamani dari SMA Negeri 3 Gorontalo, pembentang bendera Mohumamad Adriyanto Langago dari SMA Neg 3 Gorontalo, pengerek Zulkipli Umar dari SMA Negeri 1 Tapa, komandan kelompok 8 Hikmal Abrar Sangkilang MAN 1 Kota Gorontalo.

Dijadwalkan Peserta Paskibraka Provinsi Gorontalo akan mengikuti kegiatan anjang sana di Jakarta. kegiatan tersebut berupa kunjungan ke museum nasional dan tempat bersejarah dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Perjalanan mengunjungi museum dan tempat bersejarah merupakan salah satu bentuk penghargaan dan apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada peserta Paskibraka tahun 2019, juga untuk menguatkan rasa nasionalisme para peserta" ujar Kepala Seksi Pemuda Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Aswin Pahrin.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA  - Sebanyak 7 karya budaya masyarakat Gorontalo lolos ke sidang penetapan warisan budaya takbenda yang dilaksanakan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Ketujuh budaya takbenda itu adalah Upiya Karanji, Molonthalo, Mohunthingo, Ilabulo, Tiliaya, Tidi Lo O'ayabu dan Tepa Tonggo.

“Lolosnya 7 budaya Gorontalo ini berlangsung semalam, tahun ini kami mengusulkan 12 budaya takbenda Gorontalo untuk ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda,” kata Melly Mohamad, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo di Hotel Milenium Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Sampai dengan tahun 2018 sudah 23 warisan budaya masyarakat Gorontalo yang mendapat pengakuan dari Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Melly Mohamad menjelaskan, untuk memperoleh pengakuan dari Pemerintah Pusat, proses penetapannya dilaksanakan melalui tahapan yang panjang, yaitu kajian ilmiah, narasi pendukung, video dan dokumentasi serta sidang paparan oleh masing–masing daerah dengan menyertakan maestro.

Lolosnya 7 budaya Gorontalo dikawal oleh tim dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo seperti guru besar Universitas Negeri Gorontalo Karmin Baruadi, Kepala Bidang Kebudayaan Melly Mohamad dan Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah Affandy Lakoro, serta tokoh budaya Mohamad Ichsan untuk memperkuat usulan warisan budaya takbenda sebagai warisan budaya yang ada di Gorontalo.

Tahun 2019, Provinsi Gorontalo mengusulkan 12 warisan budaya takbenda, Upiya Karanji, Molonthalo, Mohunthingo, Tidi Lo o'ayabu, Ilabulo, Tiliaya, Modutu, Tinilo Paita, Tepa Tonggo, Uyilahe, Kukisi Karawo dan Tari Elengge.

“Dari 12 karya budaya yang diusulkan 2 diantaranya ditolak yaitu Modutu dan Tinilo Paita karena dianggap bagian dari warisan budaya tak benda yang sudah ditetapkan tahun 2018, sedangkan 3 lainnya Uyilahe, Kukisi Karawo dan Tari Elengge masih ditangguhkan untuk diusulkan kembali tahun depan karena masih minim kajian dan belum memenuhi dua generasi,” ujar Melly Mohamad.

Sementara 7 karya budaya yang lolos ke sidang adalah Upiya Karanji, Molonthalo, Mohunthingo, Ilabulo, Tiliaya, Tidi Lo O'ayabu dan Tepa Tonggo.

“Setelah melewati sidang pemaparan dan penguatan oleh tokoh budaya, Alhamdulillah semuanya lolos sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Selanjutnya seluruh karya budaya akan ditetapkan dalam perayaan dan penyerahan sertifikat, sehingga sampai dengan saat tercatat ada 30 warisan budaya takbenda Gorontalo yang tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar Affandy Lakoro, Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Proklamasi, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar "Gorontalo Open Tournamen” yang mempertandikan 3 cabang lomba diantaranya Bulu tangkis, sepak takraw dan tenis meja.

Lomba berlangsung selama 2 hari, 13-14 Agustus 2019 bertempat di PPLP Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian dan Dinas BMD Dukcapil Provinsi Gorontalo sebagai Koordinator Lomba di Bidang Olahraga.

Sebagai juara untuk kategori tenis meja pemula, juara 1 SMPN 1 Telaga, juara 2 SDN 5 Telaga dan juara 3 masing-masing MTnN Kota Gorontalo dan SDN 3 Telaga.

Tenis meja kategori umum, juara 1 PTM Telaga, juara 2 Kota Gorontalo, juara 3 masing-masing SMKN 1 Limboto dan Kabupaten Gorontalo.

Dari cabang olahraga bulu tangkis kategori ganda putra Juara 1 PB Konami, juara 2 PB Smart dan juara 3 masing-masing PB Smart dan PB Billioners.

Sementara cabang olahraga sepak takraw, juara 1 diraih oleh RRC Telaga, juara 2 PPLP Gorontalo dan juara 3 masing-masing KS 87 Telaga Jaya dan Dragon Botupingge.

Pewarta : PPID Dinas Dibudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 3
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo