>

GORONTALO -  Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) belalang jenis kembara di Desa Hutokalo Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara.

Perang terhadap hama ini dilakukan setelah ditemukan belalang kembara (Locusta migratoria) yang menyerang kawasan ladang jagung dengan potensi 100 ha.

Belalang kembara ini ditemukan sudah berkolompok/gregaria dan menyerang tanaman jagung varietas bisi 18 umur 45-95 hst.

Untuk mengantisipasi bermigrasinya belalang tersebut, Mulyadi Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo langsung menugaskan Tim Brigade Proteksi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo melaksanakan Gerakan Pengendalian terhadap OPT tersebut .

Gerdal OPT Belalang Kembara dilaksanakan sejak Kamis (29/8/2019) melalui bimbingan teknis pengendalian OPT kepada Kelompok Tani Sinar Balabatu yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pengamatan dan Peramalan OPT, Salma Tumulo beserta Ketua Brigade Proteksi, Max Ante dan Tim pengendali OPT dari Kabupaten Gorontalo Utara.

“Tujuan dilaksanakannya Gerdal OPT ini agar petani dapat melakukan tindakan pencegahan dan pemberatasan OPT sedini mungkin jika terindikasi wilayah tersebut mulai berkembang OPT belalang, sehingga OPT ini tidak berkembang ke daerah atau wilayah lain,” kata Mulyadi Mario, Selasa (3/9/2019).

Untuk membantu dalam pengendalian OPT, petani juga diberikan sarana seperti pestisida nabati dan handsprayer kepada kelompok tani Sinar Balabatu.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario, menegaskan masyarakat tidak perlu resah dengan kasus suspek antraks yang terjadi di Kabupaten Gorontalo.

Mulyadi D Mario menjelaskan arti kata suspek dalam kesehatan itu adalah penyakit klinis yang kompatibel atau memenuhi definisi kasus klinis tanpa tes laboratorium atau kasus dengan tes laboratorium sugestif tanpa informasi klinis.

“Kami masih melakukan tes laboratorium, jadi diminta kepada masyarakat agar tidak resah terhadap kasus ini, intinya dengan kasus suspek antraks yang terlapor pada 27 Agustus 2019, mayarakat tidak perlu resah karena sudah ada tindakan preventif dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo terhadap ternak sapi dan kambing yang rentan akan penyakit anthraks,” kata Mulyadi Mario, Senin (2/9/2019).

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan Kahar Gani, ia menyatakan Dinas Pertanian mempunyai buffer stock obat-obatan dan vaksinasi antraks, ternak yang sehat dilakukan vaksinasi, dan yang sakit diobati.

Antraks tergolong penyakit bakteri Bacillus anthracis dapat dicegah melalui vaksinasi rutin dan program vaksinasi tersebut tidak di pungut biaya alias gratis.

“Masyarakat tak perlu khawatir, vaksin dan pengobatan rutin dilakukan oleh Pemerintah,” kata Kahar Gani

Ia juga menjelaskan kepada masyarakat apabila melihat ada kasus kematian ternak jangan langsung di laporkan bahwa ternaknya terinfeksi atau terkena virus anthraks. Karena semua harus melewati uji laboratorium untuk menentukan apakah ternaknya terpapar antraks atau tidak.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Fenny Rimporok juga menjelaskan bagi masyarakat yang mempunyai ternak di daerah bisa meminta pengobatan atau vaksin,

“Kami siap membantu dan bekerja sama dengan Dinas Kabupaten/Kota untuk melakukan peninjauan langsung sekalian pengobatan atau pemberian vaksin. Masyarakat tidak perlu resah yang penting ternaknya diperhatikan baik itu dalam bentuk pakan, minum serta kebersihan kandang” ujar Fenny Rimporok.

Fenny Rimporok  yang juga seorang dokter hewan ini  menjelaskan proses tertularnya antraks dari hewan ternak ke manusia bisa melalui kontak langsung dan lewat pencemaran udara. Ketika Manusia positif terpapar antraks harus segera lapor dan memeriksakan diri di Puskesmas untuk dilakukan pengobatan, karena penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti bisa menular kepada manusia.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA – Produktifitas pertanian di Provinsi Gorontalo terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, salah satu yang ditempuh adalah mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) Upsus.

Untuk itu Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan konsolidasi dengan pemerintah kabupaten/kota melakukan upaya agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sampai akhir September 2019.

Seperti yang dilakukan di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kepala Pusat Penyuluhan  Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo serta Gabungan Kelompok Tani melakukan gerakan pertanaman dengan menggunakan cara Tanam Benih Langsung (Tabela).

Sistem tanam padi dengan cara ditaburkan secara langsung sudah dikenal oleh petani Indonesia, terutama oleh petani yang membudidayakan padi gogo atau gogo rancah.

Salah satu dasar dikembangkannya sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja tanam.

Sistem tanam benih langsung (tabela) merupakan sistem penanaman tanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario, upaya ini bisa dijadikan motivasi penerapan teknologi Tanam Benih Langsung untuk percepatan tanam, dimana ketersediaan air masih ada saat musim kemarau.

“Kami melakukan gerakan ini adalah untuk memotivasi petani, meskipun dalam musim kemarau seperti ini masih tersedia cukup air kita manfaatkan agar air yang ada tidak terbuang dengan percuma dan kita dorong para petani untuk melakukan pertanaman dengan sistem Tabela,” kata Mulyadi Mario.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Lely Nuryati mengungkapkan kesiapan penyuluh dalam penerapan Tabela di Provinsi Gorontalo.

“Penyuluh sebagai garda terdepan dalam proses adopsi teknologi sudah kita bekali tentang teknologi penanaman padi menggunakan metode Tabela. Dengan penggunakan metode ini akan mempercepat Luas Tambah Tanam untuk provinsi Gorontalo,” papar Lely Nuryati

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

 

GORONTALO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan uji coba bantuan sarana pengolahan bawang merah di Kelompok Teni Jaya Huyula Desa Tinelo Ayula Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango, Jumat (30/8/2019).

Uji coba pengolahan bawang merah ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi kelompok  dalam mengolah hasil komoditi bawang merah. Dengan menambahkan proses pengolahan ini nilai ekonomi bawang merah bertambah, lebih berdaya saing  dan meningkatkan kesejahteraan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Plh Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango, Sulastri Lamusu mengawali kegiatan dengan meminta petani untuk kreatif agar nilai tambah produk meningkat. Proses kreatif ini bisa didapat dengan saling belajar di dalam kelompok maupun melakukan komunikasi dengan pihak lain dan memanfaatkan sumber-sumber literasi yang ada.

Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bone Bolango, Rosna Dewi Rayusum, Kepala Bidang Hortikultura, Mommy Igirisa dan Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Kelompok tani Teni Jaya Huyula melakukan uji coba bantuan sarana pengolahan bawang merah yang sudah diserahkan melalui anggaran APBN TP 04 Dinas Pertanian Pertanian Provinsi Gorontalo tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian melalui Kepala Bidang Hortikultura meminta bantuan sara pengolah bawang merah ini dapat dimanfaatkan secara kolektif untuk meningkatkan nilai tambah dan membantu petani bekerja lebih inovatif dan efisien.

“Dengan kreatifitas dan teknologi sederhana, produk pertanian dapat ditingkatkan nilai tambahnya sejak di tangan petani, sehingga petani lebih banyak mendapatkan keuntungan,” kata Mommy Igirisa,

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO - Kementerian Pertanian mengapresiasi peran Brigade Alsintan sebagai pengelola dan pengendali distribusi pemanfaatan alat mesin pertanian, sehingga petani dapat memanfaatkannya dengan sistem pinjaman untuk meningkatkan produksi pertanian mendukung program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) di Provinsi Gorontalo. 

Hal ini disampaikan oleh Penanggung Jawab Upsus Kementerian Pertanian, Leli Nuryati dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Gorontalo saat meninjau Brigade Alsintan didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D Mario, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Awaludin Hippi dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Riza Fakhrizal, Rabu (28/8 2019).

“Kami memberikan apresiasi kepada Brigade Alsintan yang dikelola Dinas Pertanian dan siapa pun boleh meminjan Alsintan tersebut baik perorangan maupun kelompok tanpa dipungut bayaran,“ kata Leli Nuryati yang juga menjabat Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertaian.

Menurutnya, siapa saja boleh meminjam alsintan dari Brigade Alsintan meskipun tanpa biaya, tentunya dengan memenuhi ketentuan yang berlaku dengan mengajukan permohon peminjaman alsintan kepada Brigade Alsintan.

Kepala Dinas Pertanian Menyampaikan bahwa jika alsintan diserahkan langsung ke petani maka penguasaan alat di dominasi oleh perorangan, mahalnya biaya sewa alsintan, dan jika terjadi kerusakan petani tidak bisa melakukan perbaikan karena terbatasnya biaya pemeliharaan mengakibatkan pendeknya umur guna alsintan, terlebih lagi tidak berfungsinya mekanisme Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA). 

“Petani merasa kesulitan saat terjadi kerusakan apa alsintan yang membutuhkan perbaikan cukup banyak apalagi jika sparepartnya harus dipesan dari luar negeri, akibatnya datangnya lama,” kata Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian, Nurbaya Gani.

Leli Nuryati mengharapkan Brigade Alsintan Provinsi Gorontalo dapat meningkatkan perannya dalam membantu dan memberikan pelayanan Alsintan kepada petani untuk mendukung tercapainya peningkatnya produksi.

Selain itu, Leli mengharapkan petani memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam operasional Alsintan, bila perlu dapat memperbaiki yang rusak

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

TELAGA – Dugaan penularan antraks terjadi di Kabupaten Gorontalo, kali ini menimpa SR alias Stenly warga Desa Mongolato, Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.

Beberapa hari terakhir Stenly dikabarkan mengeluhkan gatal-gatal ditubuhnya, sakit kepala dan demam.

Untuk menindaklanjuti dugaan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Muljadi Mario menugaskan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Veteriner, Bidang Peternakan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, Kamis (29/8/2019).

Stenly diduga tertular bakteri antraks karena keluhan sakit yang ia derita. Honorer di Pemerintah Kota Gorontalo ini juga memiliki riwayat ternak kambing yang mati mendadak selama sebulan terakhir.

Seminggu sebelum Iduladha lalu, ia pernah membeli enam ekor kambing di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Belakangan enam kambing yang ia beli semuanya mati di hari yang berbeda-beda.

“Beberapa minggu lalu, 6 kambing lain yang memang ia pelihara mulai kurang nafsu makan dan sakit-sakitan. Seekor sempat disembelih untuk dikonsumsi, 2 ekor lain disembelih dan dijual di daerah Kabupaten Pohuwato dan Boalemo,” kata Agustina Kilapong, Kepala UPTD Laboratorium Veteriner.

Stenly selanjutnya dirujuk di Rumah Sakit Aloe Soboe (RSAS) untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Pihak Laboratorium Veteriner sudah mengambil sampel daging yang dikonsumsi dan masih tersimpan di lemari pendingin.

“Belum bisa kami pastikan apakah yang bersangkutan positif antraks. Sampel daging masih harus diperiksa dan yang bersangkutan masih berstatus suspek antraks,” kata Agustina Kilapong.

Rencananya hari ini tim dari Laboratorium Veteriner akan kembali turun untuk pelayanan kesehatan hewan. Semua ternak radius satu kilometer dari TKP akan diberikan anti biotik untuk mencegah penularan yang lebih masif.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

LIMBOTO  - Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi Mario melakukan kunjungan ke Brigade Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Gorontalo di Kabupaten Gorontalo pada Rabu (28/8/2019).

Kunjungan ini untuk melihat Alsintan yang dikelola Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Terbentuknya Brigade Alsintan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, penguasaan alat lebih dominan ke perseorangan, tidak tersedianya biaya pemeliharaan, pendeknya umur guna alsintan, mahalnya biaya sewa Alsintan, serta tidak berfungsinya mekanisme Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Terbentuknya Brigade Alsintan ini akan memudahkan para petani menggarap lahannya dan meningkatkan pelayanan Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga ke pelosok. Agar manfaat ini lebih efektif, Dinas Pertanian menetapkan standar baku pelayanan atau Standard Operating Procedure (SOP).

“SOP pelayanan Alsintan untuk petani yang ingin melakukan peminjaman Alsintan tersebut adalah petani atau kelompok tani mengajukan permohonan peminjaman ditujukan kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang ditandatangani oleh ketua kelompok, penyuluh dan Kepala Desa/Lurah dengan mencantumkan nomor telfon/HP peminjam,” kata Mulyadi Mario, Kamis (29/8/2019).

Dinas pertanian Kabupaten/Kota akan melakukan verifikasi terhadap permohonan yang diajukan petani/kelompok, dari hasil verifikasi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota mengeluarkan rekomendasi kelayakan serta menugaskan atau menginstruksikan kepada Brigade yang membawahi wilayah tersebut atau rayon/ Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan  (BP3K) terdekat untuk melakukan pelayanan.

BP3K diharuskan melakukan pencatatan atau pembukuan peminjaman dan pengembalian maupun luasan lahan operasional Alsintan dari petani/kelompok tani.

Jika Brigade/Rayon kabupaten/kota tidak tersedia Alsintan untuk melakukan pelayanan, maka Dinas Pertanian kabupaten/kota merekomendasikan peminjaman Alsintan ke Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Setelah Dinas Pertanian Gorontalo menerima rekomendasi dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota maka Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui Brigade Alsintan terlebih dahulu melakukan verifikasi lapangan untuk melakukan pelayanan kepada petani/kelompok tani.

“Batas waktu peminjaman Alsintan tergantung luas lahan yang akan diolah dan disesuaikan pula dengan kapasitas Alsintan yang akan beroperasi,” ujar Mulyadi Mario.

Apabila petani/kelompok tani yang menggunakan jasa layanan alsintan tidak sesuai dengan permohonan pemanfaatan dan jangka waktu peminjaman, maka akan dilakukan penarikan Alsintan. Permohonan perpanjangan waktu hanya 1 kali.

Jenis Alsintan yang tersedia di Brigade ini terdiri dari beberapa jenis yaitu, traktor roda dua 186 unit, traktor roda empat 45 unit, Rice Transplanter 22 unit, Seedling Tray 10.750 unit, Pompa Air 285 unit, Cultivator 55 unit, Power Weder 3 unit, Viar 1 unit, Escavator 2 unit, Power Sprayer 30 unit, Hand Sprayer 40 unit, Alat Tanam Jagung/Kedelai 102 unit.

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

POPAYATO – Sebanyak 1150 ekor ayam asal Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan ditolak masuk ke Provinsi Gorontalo akibat tidak dilengkapi dokumen resmi.

Ribuan ayam dibawa oleh seorang sopir dengan sebuah kendaraan bak terbuka yang dirancang khusus untuk angkutan ternak ayam. Pembawa ayam ini tidak dapat menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal juga hasil uji laboratorium PCR  (Polymerase Chain Reaction) bagi daerah endemis flu burung.

Penolakan masuknya ayam ini adalah hasil inspeksi mendadak check point lalu lintas ternak di Molosipat, perbatasan Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah oleh Dinas Pertanian bersama dengan Polsek Popayato Barat.

Tim Dinas Pertanian yang dipimpin Kahar Gani, Kepala Bidang Peternakan dan Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ini bekerjasama dengan Polsek Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.

“Kami sudah berusaha menghubungi pemilik ayam agar menyiapkan dokumen, namun ditunggu hingga 4 jam mereka tidak merespon,” kata Fenny Rimporok, Selasa (20/8/2019).

Fenny Rimporok menjelaskan untuk memasukkan ternak ke Gorontalo harus disertai dokumen yang lengkap, misalnya untuk sapi dan kambing harus disertai hasil uji laboratorium antraks dan Rose Bengal Test (RBT)  bagi daerah endemis.

“Jika bukan dari daerah endemis dalam SKKH mencantumkan bahwa asal ternak bukan dari daerah wabah penyakit, SKKH ini harus ditandatangani oleh dokter hewan. Juga ada permohonan peternak untuk memasukan atau mengeluarkan ternak dari suatu daerah,” kata Fenny Rimporok.

Persyaratan ini bukan hanya untuk ternak saja tapi termasuk Pangan Asal Hewan (PAH) lain seperti kulit sapi, daging dan telur.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO - Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara melakukan kunjungan ke Provinsi Gorontalo untuk melakukan studi banding pengelolaan Brigade Alsintan.

Rombongan dari provinsi tetangga yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Elly S Sangian ini langsung Sekretaris Dinas Reliyanto Mamonto. Mereka akan berkunjung di daerah ini selama 3 hari.

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami atas kunjungan studi banding dari Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara,” kata Reliyanto Mamonto, Kamis (15/8/2019).

Rombongan dari Minahasa Tenggara ini datang pada Rabu dan langsung menggelar pertemuan di ruang rapat Dinas Pertanian, setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Brigade Alsintan guna melihat  dari dekat pengelolaan alat mesin pertanian melalui pola Brigade Alsintan ini.

Rombongan juga  melihat proses pemeliharaan alsintan serta meninjau ketersediaan alat mesin pertanian di Provinsi Gorontalo.

Kadis Pertanian Kab. Minahasa Tenggara sangat mengapresiasi dengan baik pengelolaan brigade alsintan Provinsi Gorontalo karena APBD provinsi mensuport biaya perawatan alsintan dan dapat menekan biaya pengolahan tanah oleh masyarakat atau petani dalam menggunakan alsintan tersebut.

“Ke depannya kami akan mencoba bagaimana pengelolaan alsintan seperti di Provinsi Gorontalo, dengan dukungan kebijakan anggaran APBD Kabupaten terutama dalam biaya perawatannya yang memerlukan anggaran yang tidak sedikit,” kata Elly Sangian, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Tenggara.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 16 ekor sapi kurban disembelih Dinas Pertanian pada Hari Raya Idul Adha,penyembelihan ini dilakukan pada Senin (12/8/2019).

Hewan kurban ini dikumpulkan oleh iuran setiap Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pertanian. Setiap orang mengumpulkan sejumlah uang tertentu setiap bulannya untuk dibelikan sapi pada saat Hari Raya Idul Adha.

“Kami mengumpulkan iuran setiap bulan atau dengan cara langsung menyetorkan ke panitia kurban Dinas Pertanian,” kata Sekretaris Dinas Pertanian, Reliyanto Mamonto.

Setiap perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian tidak pernah absen dalam penyembelihan hewan kurban, selain itu sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya ibadah haji.

Sebelumnya sapi yang akan di kurbankan sudah melalui tahap pemeriksaan kesehatan hewan oleh Dinas Pertanian melalui tenaga teknis dan dokter hewan. Kepala Seksi Kesehatan hewan dan Kesmavet, drh Fenny Rimporok menjelaskan semua sapi telah dilakukan pemeriksanaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban.

Pelaksanaan penyembelihan Hewan dilakukan serentak di 4 tempat yang berbeda, yakni di halaman Dinas Pertanian sebanyak 8 ekor, di halaman Balai Perlindungan Tanaman sebanyak 4 ekor, di Bidang Hortikultura 2 ekor dan di BPPSBP sebanyak 2 ekor.

Untuk pembagian daging kurban ini  dibagi 1 kelompok sebanyak 7 orang dan seluruh ASN, PTT, Cleaning Service, Security dan Masyarakat Sekitar akan mendapatkan pembagian berupa kupon yang dapat ditukarkan langsung dari hasil penyembelihan.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo