>

LIMBOTO  - Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi Mario melakukan kunjungan ke Brigade Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Gorontalo di Kabupaten Gorontalo pada Rabu (28/8/2019).

Kunjungan ini untuk melihat Alsintan yang dikelola Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Terbentuknya Brigade Alsintan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, penguasaan alat lebih dominan ke perseorangan, tidak tersedianya biaya pemeliharaan, pendeknya umur guna alsintan, mahalnya biaya sewa Alsintan, serta tidak berfungsinya mekanisme Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Terbentuknya Brigade Alsintan ini akan memudahkan para petani menggarap lahannya dan meningkatkan pelayanan Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga ke pelosok. Agar manfaat ini lebih efektif, Dinas Pertanian menetapkan standar baku pelayanan atau Standard Operating Procedure (SOP).

“SOP pelayanan Alsintan untuk petani yang ingin melakukan peminjaman Alsintan tersebut adalah petani atau kelompok tani mengajukan permohonan peminjaman ditujukan kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang ditandatangani oleh ketua kelompok, penyuluh dan Kepala Desa/Lurah dengan mencantumkan nomor telfon/HP peminjam,” kata Mulyadi Mario, Kamis (29/8/2019).

Dinas pertanian Kabupaten/Kota akan melakukan verifikasi terhadap permohonan yang diajukan petani/kelompok, dari hasil verifikasi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota mengeluarkan rekomendasi kelayakan serta menugaskan atau menginstruksikan kepada Brigade yang membawahi wilayah tersebut atau rayon/ Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan  (BP3K) terdekat untuk melakukan pelayanan.

BP3K diharuskan melakukan pencatatan atau pembukuan peminjaman dan pengembalian maupun luasan lahan operasional Alsintan dari petani/kelompok tani.

Jika Brigade/Rayon kabupaten/kota tidak tersedia Alsintan untuk melakukan pelayanan, maka Dinas Pertanian kabupaten/kota merekomendasikan peminjaman Alsintan ke Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Setelah Dinas Pertanian Gorontalo menerima rekomendasi dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota maka Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui Brigade Alsintan terlebih dahulu melakukan verifikasi lapangan untuk melakukan pelayanan kepada petani/kelompok tani.

“Batas waktu peminjaman Alsintan tergantung luas lahan yang akan diolah dan disesuaikan pula dengan kapasitas Alsintan yang akan beroperasi,” ujar Mulyadi Mario.

Apabila petani/kelompok tani yang menggunakan jasa layanan alsintan tidak sesuai dengan permohonan pemanfaatan dan jangka waktu peminjaman, maka akan dilakukan penarikan Alsintan. Permohonan perpanjangan waktu hanya 1 kali.

Jenis Alsintan yang tersedia di Brigade ini terdiri dari beberapa jenis yaitu, traktor roda dua 186 unit, traktor roda empat 45 unit, Rice Transplanter 22 unit, Seedling Tray 10.750 unit, Pompa Air 285 unit, Cultivator 55 unit, Power Weder 3 unit, Viar 1 unit, Escavator 2 unit, Power Sprayer 30 unit, Hand Sprayer 40 unit, Alat Tanam Jagung/Kedelai 102 unit.

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

POPAYATO – Sebanyak 1150 ekor ayam asal Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan ditolak masuk ke Provinsi Gorontalo akibat tidak dilengkapi dokumen resmi.

Ribuan ayam dibawa oleh seorang sopir dengan sebuah kendaraan bak terbuka yang dirancang khusus untuk angkutan ternak ayam. Pembawa ayam ini tidak dapat menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal juga hasil uji laboratorium PCR  (Polymerase Chain Reaction) bagi daerah endemis flu burung.

Penolakan masuknya ayam ini adalah hasil inspeksi mendadak check point lalu lintas ternak di Molosipat, perbatasan Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah oleh Dinas Pertanian bersama dengan Polsek Popayato Barat.

Tim Dinas Pertanian yang dipimpin Kahar Gani, Kepala Bidang Peternakan dan Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ini bekerjasama dengan Polsek Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.

“Kami sudah berusaha menghubungi pemilik ayam agar menyiapkan dokumen, namun ditunggu hingga 4 jam mereka tidak merespon,” kata Fenny Rimporok, Selasa (20/8/2019).

Fenny Rimporok menjelaskan untuk memasukkan ternak ke Gorontalo harus disertai dokumen yang lengkap, misalnya untuk sapi dan kambing harus disertai hasil uji laboratorium antraks dan Rose Bengal Test (RBT)  bagi daerah endemis.

“Jika bukan dari daerah endemis dalam SKKH mencantumkan bahwa asal ternak bukan dari daerah wabah penyakit, SKKH ini harus ditandatangani oleh dokter hewan. Juga ada permohonan peternak untuk memasukan atau mengeluarkan ternak dari suatu daerah,” kata Fenny Rimporok.

Persyaratan ini bukan hanya untuk ternak saja tapi termasuk Pangan Asal Hewan (PAH) lain seperti kulit sapi, daging dan telur.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO - Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara melakukan kunjungan ke Provinsi Gorontalo untuk melakukan studi banding pengelolaan Brigade Alsintan.

Rombongan dari provinsi tetangga yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Elly S Sangian ini langsung Sekretaris Dinas Reliyanto Mamonto. Mereka akan berkunjung di daerah ini selama 3 hari.

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami atas kunjungan studi banding dari Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara,” kata Reliyanto Mamonto, Kamis (15/8/2019).

Rombongan dari Minahasa Tenggara ini datang pada Rabu dan langsung menggelar pertemuan di ruang rapat Dinas Pertanian, setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Brigade Alsintan guna melihat  dari dekat pengelolaan alat mesin pertanian melalui pola Brigade Alsintan ini.

Rombongan juga  melihat proses pemeliharaan alsintan serta meninjau ketersediaan alat mesin pertanian di Provinsi Gorontalo.

Kadis Pertanian Kab. Minahasa Tenggara sangat mengapresiasi dengan baik pengelolaan brigade alsintan Provinsi Gorontalo karena APBD provinsi mensuport biaya perawatan alsintan dan dapat menekan biaya pengolahan tanah oleh masyarakat atau petani dalam menggunakan alsintan tersebut.

“Ke depannya kami akan mencoba bagaimana pengelolaan alsintan seperti di Provinsi Gorontalo, dengan dukungan kebijakan anggaran APBD Kabupaten terutama dalam biaya perawatannya yang memerlukan anggaran yang tidak sedikit,” kata Elly Sangian, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Tenggara.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 16 ekor sapi kurban disembelih Dinas Pertanian pada Hari Raya Idul Adha,penyembelihan ini dilakukan pada Senin (12/8/2019).

Hewan kurban ini dikumpulkan oleh iuran setiap Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pertanian. Setiap orang mengumpulkan sejumlah uang tertentu setiap bulannya untuk dibelikan sapi pada saat Hari Raya Idul Adha.

“Kami mengumpulkan iuran setiap bulan atau dengan cara langsung menyetorkan ke panitia kurban Dinas Pertanian,” kata Sekretaris Dinas Pertanian, Reliyanto Mamonto.

Setiap perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian tidak pernah absen dalam penyembelihan hewan kurban, selain itu sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya ibadah haji.

Sebelumnya sapi yang akan di kurbankan sudah melalui tahap pemeriksaan kesehatan hewan oleh Dinas Pertanian melalui tenaga teknis dan dokter hewan. Kepala Seksi Kesehatan hewan dan Kesmavet, drh Fenny Rimporok menjelaskan semua sapi telah dilakukan pemeriksanaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban.

Pelaksanaan penyembelihan Hewan dilakukan serentak di 4 tempat yang berbeda, yakni di halaman Dinas Pertanian sebanyak 8 ekor, di halaman Balai Perlindungan Tanaman sebanyak 4 ekor, di Bidang Hortikultura 2 ekor dan di BPPSBP sebanyak 2 ekor.

Untuk pembagian daging kurban ini  dibagi 1 kelompok sebanyak 7 orang dan seluruh ASN, PTT, Cleaning Service, Security dan Masyarakat Sekitar akan mendapatkan pembagian berupa kupon yang dapat ditukarkan langsung dari hasil penyembelihan.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SUWAWA – Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian mendukung upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) pada Agustus 2019 di Provinsi Gorontalo.

Lokasi LTT ini berada di Kabupaten Bone Bolango untuk periode bulan Juli Agustus September. Hal ini terungkap pada rapat koordinasi, Selasa (6/8/2019), di aula Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango.

Rapat yang digelar Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) tersebut melibatkan pejabat terkait dan pemangku kepentingan dari 17 kecamatan se-Kabupaten Bone Bolango, yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan pejabat yang membidangi pertanian untuk membahas percepatan LTT Agustus ini.

“Upaya percepatan LTT yang harus dilakukan adalah mencari lahan yang baru panen. Koordinasi dengan dinas pertanian, penyuluh pertanian, Kodim dan Koramil untuk kegiatan pendampingan dan pengawalan olah lahan, olah lahan dilakukan hingga masa panen,” kata PJ Upsus Pajale, Riza Fakhrizal yang juga menjabat Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusluhtan Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Menurut Riza Fakhrizal, langkah penting berikutnya adalah menginstruksikan tim LTT tiap kecamatan untuk melakukan identifikasi potensi tanam, lokasi sumber air, rencana tanam, dan pengadaan Sarana Produksi Pertanian (Saprotan).

Riza Fakhrizal mengingatkan Dinas Pertanian Bone Bolango segera mengeksekusi calon petani calon lokasi (CPCL) ke Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan harus segera ditanam, juga diikuti upaya optimalisasi pemanfaatan benih, Saprotan dan alat mesin pertanian (Alsintan).

Tim LTT Bone Bolango telah melakukan peninjaun saluran irigasi di Kecamatan Tapa, dilanjutkan pemantauan lahan persawahan yang siap panen di kecamatan Bolango Timur dan Bolango Selatan, yang diperkirakan masa panen padi berlangsung hingga akhir Agustus 2019.

Dari hasil pemantauan saluran irigasi, dampak penutupan air irigasi diketahui standing crop mencapai 68 persen, namun dengan realisasi panen 23% maka LTT di Kecamatan Kabila diperkirakan mencapai 268 hektar, sementara di Kecamatan Tilongkabila sekitar 10 persen dari potensi luas lahan.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO - Rapat evaluasi dan pertimbangan teknis pelaksanaan kegiatan prasarana dan sarana pertanian di Kabupaten  Pohuwato digelar Kamis (8/8/2019).

Pelaksanaan program ini tersisa 4 bulan, sehingga dilakukan evaluasi dan pertimbangan teknis  sebagai upaya untuk mendorong terlaksananya kegiatan sesuai pedoman umum, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.

“Dalam evaluasi ini dilakukan mulai tingkat lapangan sampai di tingkat Kabupaten yang dihadiri oleh 15 kelompok tani dari 21 poktan. Jenis kegiatan yang dievaluasi adalah rehab irigasi tersier dan embung yang dibiayai melalui APBN. TP 2019 yang dilaksanakan dengan pola swakelola dengan poktan.

Berdasarkan hasil evaluasi realisasi penyerapan anggaran dan fisik untk kegiatan tahap I telah mencapai 100 persen , sedangkan yang tahap II saat ini sdh dlm tahap pemberkasan yang ditargetkan pada minggu ke 3 Agustus anggarannya sudah masuk rekening poktan.

Rapat dipimpin Kepala Binas Kabupaten Pohuwato yang di wakili kepala Bidang PSP DS Dinas Pertanian dari Dinas Petanian dan dihadiri peserta poktan pelaksana kegiatan

Dalam pertemuan itu kepala Dinas diwakili Kepala Bidang PSP, mantasyah menyampaikan pentingnya dilakukan evaluasi terhadap jalannya kegiatan mulai dari aspek administrasi sampai fisik di tingkat lapangan, hal ini merupakan tanggung jawab dinas pertanian secara berjenjang.

Sehubungan dengan itu diharapkan poktan pelaksana kegiatan agar memperhatikan materi evaluasi maupun hal hal teknis yg disampaikan oleh Kepala Dinas Provinsi melalui kepala Bidang PSP.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas  

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemerintah  Provinsi Gorontalo berencana melaksanakan perayaan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Indonesia,17 Agustus.

Dalam agenda tahunan ini, Dinas Pertanian menjadi  penanggung jawab Bidang Olahraga, Kesenian, dan Kegiatan Kemasyarakatan.

Untuk menyukseskan perayaan ini, Dinas Pertanian mengeglar rapat pada Selasa (6/8/2019) di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo.

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario dan dihadiri oleh seluruh pejabat Esselon 3 dan esselon 4 lingkup Dinas pertanian.

 “Alhamdulillah kegiatan ini telah teroganisir bagus , kegiatan olahraga, kesenian dan kegiatan kemasyarakatan lainnya sudah siap dilaksanakan,” kata Mulyadi Mario.

Selain Dinas Pertanian, dalam bidang olahraga, kesenian dan kegiatan kemasyarakatan ini juag dierkuat dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Dinas Pariwisata.

Dalam pembagian tugas ini, Dinas Pertanian mengambil tanggung jawab lomba kesenian. Untuk lomba Olahraga dan Kegiatan kemasyarakatan semua unsur juga masuk.

Mekanisme penyelenggaraan lomba seperti kapan mulai pendaftaran, technical meeting, dan sistem penjurian dalam perlombaan juga dibahas dalam rapat ini.

“Semua bidang harus berperan aktif dan berkontribusi demi kesuksesan kegiatan ini. Perencanaan kegiatan ini memerlukan anggaran yang cukup besar untuk hadiah dan bonus peserta, termasuk kebutuhan iklan di media cetak maupun elektronik. Penganggaran ini sudah kami koordinasikan dengan Badan Keuangan Provinsi,” ujar Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

 

GORONTALO – Balai Perlindugan Tanaman Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan mendapat alokasi kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat untuk Padi Sawah  seluas 800 Ha.

Kegiatan ini  dilaksanakan di wilayah endemis Wereng Batang Coklat pada 32 kelompok tani.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai model atau contoh, agar petani termotivasi untuk menerapkan budidaya tanaman sehat dan mengelola   keberadaan   OPT   agar   tidak   menimbulkan kerugian secara ekonomi,” kata Mulyadi Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo,Senin (29/7/2019).

Pemerintah pusat melalui Direktorat Perlindungan Tanaman langsung melakukan transfer barang dan uang ke rekening 32 kelompok tani.

Rincian transfer barang berupa benih padi sawah berjumlah 20 ton, dolomit berjumlah 800 ton dan transfer uang Rp600 juta untuk pembelian sarana produksi lainnya seperti pupuk organik, pestisida biologi dan bibit tanaman refugia. 

“Penyaluran benih padi sawah telah dilakukan pada tanggal 22 - 24 Juli 2019 yang dikawal oleh UPTD Balintan, POPT, Penyuluh dan Babinsa,” tambah Mulyadi Mario.

Secara rinci alokasi tersebut adalah Kabupaten Boalemo jumlah benih yang disalurkan sejumlah 2.500 Kg,  Kabupaten Gorontalo 12.500 Kg, Bone Bolango 1.875 Kg, Kota Gorontalo 3.125 Kg

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi (Rakor) Perencanaan Program Pembangunan Pertanian tahun 2020

Rakor ini bertujuan untuk mensinkronkan perencaaan program untuk menghasilkan kesepakatan tentang rencana kegiatan tahun 2020 antara provinsi dan kabupaten/kota serta verifikasi usulan e-proposal pasca Musrawarah perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas).

“Program pembangunan pertanian provinsi dan kabupaten/kota harus bersinergi, program strategis Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo seperti  bantuan benih padi, jagung dan cabai dan ternak sapi, kambing serta pengelolaan brigade alsintan memerlukan dukungan dan komitmen dari kabupaten/kota, mulai dari perencanaan penganggaran sampai dengan pelaksanaannya dilapangan,” kata Mulyadi Mario, Keapala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Kamis (25/7/2019).

Mulyadi Mario menganggap melalui pelaksanaan rakor ini diharapkan dapat menyepakati serta mensinkronkan program yang dibiayai melalui APBD I dan dukungan ABPBD II melalui kesepakatan bersama.

“Saat ini kita berada pada siklus perencanaan tahunan.  saya berharap melalui forum ini segera menyesuaikan program kegiatan baik APBD/APBN dan DAK untuk menghindari tumpang tindih kegiatan,” ujar Mulyadi Mario..

Bagi Dinas Pertanian, tahun 2020 merupakan tahun awal kebijakan program Pemerintahan Pusat melalui kabinet baru. Program pemerintahan baru ini harus bisa diantisipasi seperti Upsus padi jagung dan kedelai yang telah 5 tahun ini menjadi program unggulan Kementerian Pertanian.

Perencanaan kegiatan APBN, usulan melalui e-proposal telah memasuki termin kedua setelah pascamusrenbangtannas di Bogor, dinas Pertanian di kabupaten/kota harus memaksimalkan penginputan usulan tersebut sampai tanggal 30 Juli 2019.

Rakor yang dilaksanakan di Manado ini dengan peserta para esselon III, IV dari provinsi dan kabupaten/kota serta Bappeda.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi Gorontalo harus segera melakukan sinkronisasi data pertanian untuk memudahkan review dan evaluasi.

Dari data yang telah matang ini dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan penetapan strategi untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi jagung dan kedelai.

Hal ini disampaikan oleh Riza Fahrizal, Kepala Bidang Program dan Evaluasi yang juga penanggung jawab Upsus Provinsi Gorontalo mewakili Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Kementerian Pertanian.

“Perkembangan Upsus padi jagung dan kedelai di Provinsi Gorontalo sangat membanggakan karena perkembangannya sangat baik,” kata Riza Fahrizal pada rapat koordinasi Upsus Pajale Triwulan II dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian di Hotel Aston Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

Ia menilai pentingnya rapat Upsus ini karena sampai saat ini perlu mengsinkronisasikan data yang disampaikan dari kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. data ini akan dijadian bahan telaah dan evaluasi.

Dari hasil evaluasi ini akan dijadikan umpan balik bagaimana penetapan strategi percepatan pelaksanaan LTT.

“Apresiasi sangat besar dari Kementerian Pertanian untuk program Upsus jagung di Gorontalo sudah melebihi 100 persen dan kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran kabupaten/kota serta TNI yang telah membantu program ini,” ujar Riza Fahrizal.

Rapat koordinasi yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim ini diikuti utusan Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota se-Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya, Idris Rahim mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir program pemerintah baik pusat dan provinsi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap produksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Idris Rahim memaparkan, capaian kinerja komoditi padi, angka produksi pada tahun 2012 sebesar 245.786 ton meningkat menjadi 354.036 ton atau naik 42,4 persen pada tahun 2018.

Capaian produksi jagung dari tahun 2012 hanya sebanyak 644.754 ton meningkat sangat signifikan menjadi 1.552.136 ton atau naik 140 persen pada tahun 2017 dan tahun ini angka tetap produksi jagung 1.554.751.

“Ekspor jagung juga memiliki kontribusi yang signifikan pada ekspor jagung nasional. Volume yang ditargetkan pemerntah pusat 50.000 ton namun Provinsi Gorontalo dapat merealisasikan ekspor jagung hingga 113.000 ton,” kata Idris Rahim.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 2 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo