>

MANADO – Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi Gorontalo harus segera melakukan sinkronisasi data pertanian untuk memudahkan review dan evaluasi.

Dari data yang telah matang ini dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan penetapan strategi untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi jagung dan kedelai.

Hal ini disampaikan oleh Riza Fahrizal, Kepala Bidang Program dan Evaluasi yang juga penanggung jawab Upsus Provinsi Gorontalo mewakili Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Kementerian Pertanian.

“Perkembangan Upsus padi jagung dan kedelai di Provinsi Gorontalo sangat membanggakan karena perkembangannya sangat baik,” kata Riza Fahrizal pada rapat koordinasi Upsus Pajale Triwulan II dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian di Hotel Aston Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

Ia menilai pentingnya rapat Upsus ini karena sampai saat ini perlu mengsinkronisasikan data yang disampaikan dari kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. data ini akan dijadian bahan telaah dan evaluasi.

Dari hasil evaluasi ini akan dijadikan umpan balik bagaimana penetapan strategi percepatan pelaksanaan LTT.

“Apresiasi sangat besar dari Kementerian Pertanian untuk program Upsus jagung di Gorontalo sudah melebihi 100 persen dan kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran kabupaten/kota serta TNI yang telah membantu program ini,” ujar Riza Fahrizal.

Rapat koordinasi yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim ini diikuti utusan Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota se-Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya, Idris Rahim mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir program pemerintah baik pusat dan provinsi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap produksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Idris Rahim memaparkan, capaian kinerja komoditi padi, angka produksi pada tahun 2012 sebesar 245.786 ton meningkat menjadi 354.036 ton atau naik 42,4 persen pada tahun 2018.

Capaian produksi jagung dari tahun 2012 hanya sebanyak 644.754 ton meningkat sangat signifikan menjadi 1.552.136 ton atau naik 140 persen pada tahun 2017 dan tahun ini angka tetap produksi jagung 1.554.751.

“Ekspor jagung juga memiliki kontribusi yang signifikan pada ekspor jagung nasional. Volume yang ditargetkan pemerntah pusat 50.000 ton namun Provinsi Gorontalo dapat merealisasikan ekspor jagung hingga 113.000 ton,” kata Idris Rahim.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka menyambut baik dan mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo di bidang pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Kolonel (Kav) Abdul Haris, Asisten Teritorial Kasdam XIII/Merdeka yang mewakili Pangdam pada rapat koordinasi Upsus Pajale Triwulan II dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian di Hotel Aston Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

“Saya sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian yang sangat proaktif mendukung program Upsus untuk mewujudkan Swasembada padi jagung dan kedelai,” kata Kolonel (Kav) Abdul Haris.

Kolonel (Kav) Abdul Haris juga mengatakan program lain yang juga dilakukan oleh Dinas Pertanian adalah peningkatan produksi gula dan diversifikasi pangan demi kesejahteraan rakyat.

Upsus pangan juga berpotensi meningkatkan komuditas yang bernilai tambah dan berdaya saing untuk memenuhi pasar ekspor dan subtitor atau pengganti impor, menjamin ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergy.

Melalui progra pertanian ini diharapkan ada peningkatan pendapatan keluarga petani dan menambhan akuntabilitas kinerja aparatur negara.

“Program Upsus yang menjadi ujung tombak pencapaian target swasembada pangan nasional harus benar benar dikawal dengan baik agar efektivitas,” ujar Kolonel (Kav) Abdul Haris.

Rapat koordinasi Upsus Pajale dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian ini merupakan kegiatan bersama Tim Pusat Penyuluhan Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Sasaran rakor ini adalah terciptanya kesamaan persepsi antara mantri tani, penyuluh dan Babinsa dalam pelaporan Upsus Pajale di Provinsi Gorontalo.

Target Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Gorontalo ASEP 2019 untuk komoditi  padi  sebesar 51.345 Ha yang realisasinya pada April-24 Juli baru mencapai  24.676 ha. Sedangkan untuk target April-Juli sebesar 39.745 ha yang terealisasi baru mencapai 24.676 ha, kekurangan yang harus dikejar untuk Juli 15.069 ha.

Secara Nasional dari data Oktober-Juni 2017-2018 sebesar 13.320.812 ha terhadap waktu yang sama tahun 2018-2019 sebesar 13.007.043 ha atau mengalami penurunan  sebesar 313.369 ha.  Penurunan sebesar 313.369 ha ini terjadi di 21 provinsi termasuk Gorontalo yang mengalami penurunan sebesar 8,274 ha,  dari data Oktober-Juni 2017-2018 sebesar 55,225 ha dan Oktober-Juni 2018-2019 sebesar 46,950 ha.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi Upsus triwulan II dan  perencanaan program pembangunan pertanian tahun 2020.

Tujuan rakor ini adalah untuk meningkatkan pencapaian target Luas Tambah Tanam Padi Jagung dan Kedelai (LTT Pajale) tahun 2019, meningkatkan akurasi dan sinkronisasi data, meningkatkan kerja sama dan koordinasi antara  mantri tani, penyuluhan dan Babinsa  serta sinkronisasi usulan perencanaan program antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Rakor yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim ini berlangsung di Hotel Aston, Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

Dalam sambutannya, Idris Rahim mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir program pemerintah baik pusat dan provinsi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap produksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Idris Rahim memaparkan, capaian kinerja komoditi padi, angka produksi pada tahun 2012 sebesar 245.786 ton meningkat menjadi 354.036 ton atau naik 42,4 persen pada tahun 2018.

Capaian produksi jagung dari tahun 2012 hanya sebanyak 644.754 ton meningkat sangat signifikan menjadi 1.552.136 ton atau naik 140 persen pada tahun 2017 dan tahun ini angka tetap produksi jagung 1.554.751.

“Ekspor jagung juga memiliki kontribusi yang signifikan pada ekspor jagung nasional. Volume yang ditargetkan pemerntah pusat 50.000 ton namun Provinsi Gorontalo dapat merealisasikan ekspor jagung hingga 113.000 ton,” kata Idris Rahim.

Idris Rahim berharap kabupaten/kota perlu meningkatkan kualitas data seperti akurasi pengukuran dan pencatatan data, sinkronisasi data di setiap tingkatan, pelaksanaan ubinan bersama, pengiriman laporan tepat waktu, analisis dan pemahaman data serta pemanfaatan dan tindak hasil analisis data.

Perencanaan program sektor  pertanian tahun 2020, Dinas Pertanian diminta fokus pada program strategis yang mendukung pembangunan Provinsi Gorontalo,  terutama peningkatan ekonomi kerakyatan seperti bantuan benih padi, jagung, cabai dan ternak sapi dan kambing, Upsus Pajale dan SIWAB, operasional brigade alsintan, asuransi pertanian, program bekerja dan Readsi.

“Saya berharap ASN dan pimpinan unit kerja mampu menjelaskan kepada masyarakat semua program pemerintah yang telah dilaksanakan. Semua program untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa informasi ini pembangunan tidak diketahui oleh masyarakat,” kata Idris Rahim.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi Mario mengatakan sasaran rakor ini adalah terciptanya kesamaan persepsi antara mantri tani, penyuluh dan babinsa dalam pelaporan upsus pajale di Provinsi Gorontalo.

“Rakor ini dihadiri Tim Pusat  Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian,  Aster kasdam XIII, Danrem, dinas pertanian provinsi kabupaten dan kota, Bappeda Provinsi, dan BPTP,” kata Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Guna untuk memacu peningkatan populasi ternak sapi di Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian menggelar Rapat Evaluasi Upsus Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB), Selasa (23/7/2019).

Rapat yang dilaksanakan di Hotel Maqna Kota Gorontalo ini dihadiri kepala-kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dari kabupaten/kota dan penanggung jawab Pusat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Rapat ini untuk mengevaluasi capaian kinerja pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB) semester I tahun 2019 di Provinsi Gorontalo,” kata Mulyady Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Dalam forum rapat ini seluruh peserta dari kabupaten/kota menyampaikan capaian kinerja pelaksanaan Upsus SIWAB di wilayah kerjanya masing-masing.

“Dari hasil evaluasi, capaian kinerja Upsus SIWAB semester I tahun 2019 telah mencapai 65,12 persen.  Dari capaian tersebut, Kabupaten Gorontalo telah mencapai 100 persen, sementara kabupaten yg lain msh di bawah 50 persen,” ujar Mulyady Mario.

Muljady Mario meminta kabupaten yang capaiannya masih di bawah target untuk memaksimalkan pelaksanaan Upsus SIWAB di wilayahnya masing-masing pada semester II. Semua potensi peternakan harus dikerahkan agar Upsus SIWAB dapat dilaksanakan secara optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan Upsus SIWAB akan mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,” kata kepala Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pangan Hewani (BPMSPH).

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menggelar  pembinaan Aparat Sipil Negara dan doa pemberangkatan Jamaah Calon Haji tahun 2019 di halaman Balai Perbenihan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP).

Seluruh pegawai eselon III, IV staf dan Pegawai Tidak Tetap di lingkup dinas pertanian hadir dalam kegiatan ini. Sebanyak 3 orang pegawai Dinas Pertanian pada musim haji tahun ini berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, mereka adalah Madar Alam, Rini Widyastuti dan Akrimin Nggole.

“Bekerja sebaik mungkin untuk masyarakat, tingkatkan pelayanan demi terwujudnya Provinsi Gorontalo yang unggul dan sejahtera khususnya dalam Bidang Pertanian,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Djismon Djakaria dalam sambutannya mewakili Mulyadi Mario.

Djismon Djakaria mengajak semua pegawai untuk menyukuri nikmat, semua kebutuhan telah dicukupkan Allah SWT sehingga dapat menjalankan aktifitas pengabdian dengan baik, menikmati berkah yang berlimpah.

“Hampir setiap tahun ada staf Dinas Pertanian berangkat Haji, ini merupakan berkah ALLAH SWT yang tercurah kepada kita. Mari memperbnayak rasa syukur,” kata Djismon Djakaria.

Dalam doa pembernagkatan jamaah calon haji ini, semua berharap calon haji yang berangkat selalu sehat dalam perlindungan ALLAH serta kembali menjadi haji mabrur.

Dalam kegiatan ini diisi ceramah agama oleh Ustad Mansyur Basyir.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO -  Anes Djafar, pegawai Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo meninggal dunia saat menjalankan tugas di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Anes Djafar meninggal saat mengikuti pertemuan apresiasi pengawas benih tanaman yang diikuti oleh semua dinas pertanian seluruh Indonesia dari Selasa-Jumat (16- 19/7/2019).

Anes Djafar adalah pengawas benih pada Balai Pengawasan Perbenihan Dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) Provinsi Gorontalo.

Jenazah Anes Djafar diberangkatkan dari Palangkaraya dengan pesawat Lion dan tiba di Gorontalo pada Jumat pukul 18.30 Wita yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario di Bandar udara Djalaludin.

“Almarhum Anes Djafar adalah pegawai Dinas Pertanian yang berdedikasi, menjadi kebanggaan dinas. Meninggalnya Anes Djafar betul-betul membaut kami berduka cita,’ kata Mulyadi Mario, Sabtu (19/7/2019).

Keikutsertaan Anes Djafar ke pertemuan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta motivasi pengawas benih tanaman. Dalam pertemuan ini juga dijalin kesamaan persersi bagi pengawas benih tanaman di daerah.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 136 ekor sapi mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dari program Mobile Keswan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Pemeriksaan ternak sapi masyarakat ini tidak dipungut biaya, bahkan pemiliknya didatangi langsung di desa-desa.

“Pelayanan kesehatan hewan ini gratis. Kami melakukan pemeriksaan hewan milik petani jika menemukan ada sapi yang sakit kami akan langsung diobati dan yang sehat diberikan suplemen vitamin dan obat anthelmintik,” kata Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kamis (18/7/2019).

Pemeriksaan ternak warga ini mendapat sambutan yang baik dari para petani peternak, mereka terbantu dengan kedatangan petugas yang mendatangi mereka.

Sejak Rabu kemarin, kegiatan mobile keswan ini menyisir ternak di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ratusan ekor sapi secara maraton di satu lokasi. Para petani yang mengetahui ada pemeriksaan gratis ini langsung  menggoiring ternaknya ke lokasi pemeriksaan.

“Sebanyak 136 ekor sapi yang sudah kami dilayani, dan hari ini 59 ekor yang dilayani di Desa Ilotidea Kecamatan Tilango,” papar Fenny Rimporok.

Program “Mobile Kewsan” adalah layanan yang dikembangkan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo untuk pelayani masyarakat peternak dengan mendatangi langsung para petani dan peternak di desa-desa.

Mobile Kewsan ini merupakan layanan untuk mengembangkan populasi sapi di desa-desa yang masyarakatnya memelihara sapi.

“Sesuai dengan arahan Kepala Dinas, Bidang Peternakan melalui Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner terus melakukan mobile Keswan yang langsung turun ke desa-desa,” kata Fenny Rimporok.

Mobile Keswan yang didukung tenaga teknis ini melakukan pelayanan pengobatan dengan dibantu satuan tugas peternakan yang ada di setiap kecamatan.

Selain pelayanan kesehatan hewan, tim mobile keswan ini juga melakukan edukasi ke peternak agar mampu memberikan pakan dan minum yang cukup, memperhatikan sanitasi kandang, dan perlakuan lainnya yang menunjang pengembangan ternak.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo mengembangkan layanan kepada masyarakat peternak dengan Program “Mobile Kewsan”

Mobile Kewsan ini merupakan layanan untuk mengembangkan populasi sapi di desa-desa yang masyarakatnya memelihara sapi.

“Sesuai dengan arahan Kepala Dinas, Bidang Peternakan melalui Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner terus melakukan mobile Keswan yang langsung turun ke desa-desa,” kata Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner , Kamis (18/7/2019).

Mobile Keswan yang didukung tenaga teknis ini melakukan pelayanan pengobatan dengan dibantu satuan tugas peternakan yang ada di setiap kecamatan.

Selain pelayanan kesehatan hewan, tim mobile keswan ini juga melakukan edukasi ke peternak agar mampu memberikan pakan dan minum yang cukup, memperhatikan sanitasi kandang, dan perlakuan lainnya yang menunjang pengembangan ternak.

“Semua kami layani, baik keluarga peternak yang mendapat bantuan sapi dari pemerintah maupun masyarakat umum lain,” ujar Fenny Rimporok.

Dari layanan pemeriksaan kesehatan hewan melalui program mobile keswan ini, Bidang Peternakan mendapat informasi jika para sapi peternak rata-rata sehat, namun ada beberapa ekor yang terlihat kurus karena mengidap cacingan,  ada juga yang mengalami gangguan sakit kulit.

“Semua sudah kami layani pengobatannya,” kata Fenny Rimporok.

Layanan Mobile Keswan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap petani peternak, program ini juga merupakan bagian penting pembangunan Dinas Pertanian Bidang Peternakan Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner  untuk mengembangkan populasi sapi.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG  – Presiden Joko Widodo menyumbang satu ekor sapi kurban seberat 1.010 kg untuk masyarakat Gorontalo.

Sapi besar yang sehat ini jenis ras Brangus berumur 4 tahun dan berwarna hitam. Warna hitam dan bertanduk kecil menjadi ciri fisik yang mudah dikenali jenis ras Brangus ini.

Ciri ini sebagai warisan  persilangan induknya, jenis sapi potong terkenal, sapi jantan jenis Aberden Angus (Bos taurus) dan sapi betina Brahman (Bos indicus).

“Kami kemarin mendampingi tim Sekretariat Kepresidenan dan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan kementerian Pertanian,” kata Agustina Kilapong, Kepala Bidang Peternakan Provinsi Gorontalo, Kamis (18/7/2019)

Kedatangan tim Keprisidenan ini untuk melakukan pengecekan sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo yang akan disembelih pada Hari Raya Iduladha, mereka memastikan kesehatan dan kesejahteraan sapi ini di desa leboto Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara.

“Kami memastikan bahwa sapi bantuan Presiden Joko Widodo ini benar-benar sehat terpenuhi syarat-syarat kesehatan hewan maupun persyaratan sesuai syariat Islam,” ujar Agustina Kilapong

Sapi bantuan presiden ini pada sehari sebelum Hari Raya Idul Adha akan diantarkan ke pengurus mesjid Al-Mujahidin Desa Tabongo Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo.

Dalam pemeriksaan ini, Agustina Kilapong menjelaskan tim kepresidenan melakukan  pemeriksaan jumlah gigi yang sudah tanggal, mengukur panjang badan, lingkar dada serta tinggi gumba sapi tersebut.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – “Provinsi Gorontalo mendapatkan alokasi penerima Bantuan sebanyak 18.651 Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP),  dengan target penyaluran 800 ribu ekor ternak ayam yang dilengkapi dengan pakan dan obat-obatan,” kata Mulyadi Mario usai menggelar rapat dengan tim Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) kementerian Pertanian, Selasa (9/7/2019).

Program Bekerja ini baru saja diluncurkan oleh Kementerian Pertanian. Program ini  berbasis pertanian untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. .

Untuk mewujudkan program ini, Kementerian Pertanian yang menunjuk Balai Besar Veteriner Denpasar Bali melakukan kunjungan keduanya di Gorontalo, meraka melakukan finalisasi penerima Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP) penerima bantuan Program Bekerja, Selasa (9/7/2019). Pertemuan ini dihadiri Ketua Tim Balai Besar Veteriner I Nyoman Dibia, Kepala Bidang Peternakan Agustina Kilapong, Perwakilan Bank BRI Gorontalo beserta staf Kementrian Pertanian.

“Kami membahas penerima Program Bekerja yang merupakan program nasional di mana Provinsi Gorontalo mendapatkan alokasi penerima Bantuan sebanyak 18.651 Rumah Tangga Miskin yang menjadi target penyaluran 800 ribu ekor ternak ayam yang dilengkapi dengan pakan dan obat-obatan,” kata Mulyadi Mario.

Diperkirakan setiap RTMP akan menerima 50 ekor ayam umur 1 bulan (Pullet), ditambah pakan 150 kg dan Uang Rp500 ribu untuk pembiayaan kandang.

“Penerimaan Uang akan ditransfer langsung ke rekening RTMP, yang belum memiliki nomor rekening akan dibantu Bank BRI tanpa perlu saldo awal,” kata Mulyadi D Mario.

Mulyadi D Mario mengatakan jika tidak ada halangan penyaluran dimulai pada Agustus depan.

“Kami berharap RTMP penerima bantuan ini dapat memanfaatkan sebaik-baiknya agar dapat lebih meningkatkan kesejahteraan hidup khususnya beternak,” ujar Mulyady Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 3 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo