>

GORONTALO - Rapat penetapan Angka Sementara (ASEM) yang dilaksanakan Dinas Pertanian Provinsi Kabupaten dan Kota serta Badan Pusat Statistik (BPS) se-Provinsi Gorontalo menyepakati satu data untuk bidang peternakan.

Dalam pertemuan ini memang bertujuan untuk mengonsolidasikan antara statistik provinsi maupun kabupaten/kota yang diverifikasi dan divalidasi angka sementara dan angka tetap data bidang peternakan tahun 2019.

Hal ini dikarenakan Bidang Pertanian sangat potensial untuk dikembangkan, pembangunan pertanaian harus membutuhkan data dasar yang baik khususnya di bidang peternakan dengan "Satu Data" agar semua data dapat terintegrasi.

“Yang kami harapkan adalah adanya sinkronisasi dan terstrukturnya data statistik bidang peternakan yang akurat,” kata kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario, sehari setelah rapat digelar, Rabu (10/7/2019).

Dalam rapat ini dihadiri Herum Fajarwati,  Kepala BPS Provinsi Gorontalo, serta pejabat pengolah data statistik pertanian kabupaten/kota.

Mulyadi menyampaikan tahun 2018 ada perbedaan data angka populasi dari Badan Pusat Statistik yang menggunakan hasil survey pertanian antar sensus dengan angka yang di peroleh dari Dinas Pertanian Provinsi dan kabupaten/kota dengan perbedaan angka kurang lebih 20 persen, data yang ada di provinsi mencapai 39.000 populasi.

Untuk mengatasi perbedaan ini harus dicarikan solusi bagaimana perbaikan metode pengumpulan data bersama BPS Provinsi pada tahun 2019 dengan cara “by name by address”

Mulyadi Mario menambahkan sulitnya mendapatkan data populasi peternakan di Provinsi Gorontalo ini karena sebaran ternak yang cukup luas termasuk juga budaya masyarakat yang masih sedikit untuk mengkandangkan ternak. Hal lain adalah perpindahan ternak antara wilayah yang sering terjadi dan kurangnya kesadaran untuk melaporkan jika ada kelahiran ternak baru.

Herum Fajarwati menyampaikan pihaknya akan terus berupaya mengatasi perbedaan data statistik peternakan melalui pengumpulan data yang terintegrasi dengan cara melakukan metodologi “Satu Data” untuk komoditas peternakan. Ia menyebut  data yang digunakan oleh pemerintah adalah data dari BPS dan saat ini sudah ada Perpres nomor 39 tahun 2019.

Dalam metodologi “Satu Data” ini nanti akan ada tata kelola siapa yang harus melakukan pendataan data dasar yang merupakan kewajiban BPS, ada untuk data sektoral yang lebih fokus digunakan oleh kementrian, Intitusi atau OPD di daerah. Juga data khusus untuk kepentingan perusahaan yang akan melakukan penelitian khusus untuk pemasaran.

Data peternakan merupakan data sekotral yang penguatannya difokuskan ke lembaga atau instansi OPD yang membidangi peternakan.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

HUNTU SELATAN – Pengalaman dan riset mendalam adalah guru yang terbaik, demikian Sekolah lapang  yang mengajarkan  bimbingan teknis Good Handling Practices (GHP) yang dilakukan oleh Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Sekolah Lapang yang dikelolanya dari pinggir desa meliputi Uji ballot box awal untuk menguji kemampuan petani mengenai GHP, pengamatan agroekosistem di lapangan, diskusi kelompok, dinamika kelompok, materi topik khusus  dan rencana tindak lanjut.

Sekolah Lapang ini menindaklanjuti kegiatan yang sama yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo baru-baru ini di Desa Huntu Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango yang kemudian berlanjut ke Desa Bongohulawa Kecamatan Tilongkabila sampai ke Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara.

Dalam bimbingan sekolah lapang ini, Kepala Bidang Hortikultura melalui Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Harmolan I Talani,  memberi tips agar buah cabai tetap segar saat dijual, sebaiknya cabai yang telah masak, 80 persen merah, harus segera dipasarkan.

“Penanganan pascapanen merupakan tahapan yang sangat berpengaruh terkait keamanan pangan dan standar mutu produk hortikultura, walaupun petani sudah menghasilkan aneka produk cabe namun seringkali masih terjadi kehilangan hasil yang tinggi dan rendahnya ketersediaan produk hortikultura sesuai standar,” kata Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Harmolan I Talani, Kamis (4/7/2019).

Harmolan I Talani menambahkan, banyak petani sering melakukan penanganan pascapanen tanpa memperhatikan karekteristik produk dan sarana pascapanen yang tepat, sehingga Dinas pertanian provinsi  yang difasilitasi Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura melalui dana APBN DK melaksanakan Bimtek GHP cabe rawit  yang diselenggarakan melalui penyelenggaraan sekolah lapang  Good Handling Practices (GHP) atau penanganan pascapanen yang baik. 

Sekolah lapang ini juga mengajarkan bagaimana cara kelompok tani mengajukan permohonan sertifikasi produk hortikultura sehingga bisa menghasilkan produk bermutu, berdaya saing dan aman dikonsumsi minimal kelompok bisa mengantongi serifikat prima 3 aman konsumsi.

GHP ini meningkatkan pengetahuan penanganan pascapanen yang baik sehingga bisa diterapkan di lahan anggota.

Pengalaman di ladang ini meminimalisir kehilangan hasil dan bisa meningkatkan produksi petani serta hasil produk hortikultura. diharapkan menjadi olahan yang dapat meningkatkan nilai tambah dan hasil bagi petani.

“Bimtek ini direncanakan sebanyak 7 kali pertemuan dengan waktu yang berbeda,” kata Harmolan I Talani.

 

Pewarta : Dion Crypic – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

BONE PANTAI - Cabai segar mempunyai daya simpan yang sangat singkat, karena itu diperlukan penanganan pascapanen yang hati-hati.

Perlakuan usai apnen ini mulai dari pemanenan sampai pengangkutan harus dilakukan secara hati-hati agar cabai tidak mudah rusak dan menyebabkan penyusutan bobotnya.

Rata-rata jumlah kerusakan yang terjadi mulai dari lapangan sampai ke tingkat pengecer sebesar 23 persen. Kerusakan ini terjadi secara mekanis dan fisik.

“Kerusakan mekanis umumnya terjadi selama pengemasan dan pengangkutan dan kerusakan fisik dapat disebabkan oleh lingkungan tempat penyimpanan cabai terlalu lembab hingga  90 persen atau suhu tropis yang tinggi,” kata Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Harmolan I Talani, Rabu (3/7/2019).

Paparan ini disampaikan pada bimbingan teknis Good Handling Practices (GHP) di Kelompok Tani  Nyiur Indah Desa Tunas Jaya Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango.

Harmolan I Talani  menjalaskan kerusakan fisik ini ditandai dengan membusuknya cabai segar yang disimpan. Kelembaban lingkungan tidak boleh kurang dari 80 persen karena bisa menyebabkan cabai kering, tampak keriput dan terlihat tidak segar lagi.

Akibat dari kerusakan mekanis dan fisik ini sangat merugikan petani. Agar cabai dapat dipertahankan kualitasnya sampai ke tangan pembeli, diperlukan penanganan yang baik dari mulai panen sampai pasca panen.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman penanganan pascapanen cabe rawit, menghasilkan produk cabe rawit yang bermutu,” ujar Harmolan I Talani.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

SURABAYA – Provinsi Gorontalo mendapat penghargaan dari Indolivestock sebagai Second Best Achievement Adi Praja Satwa Sewaka yang diserahkan di Grand City Convex Surabaya, Rabu (3/7/2019).

Anugerah Adi Praja Satwa Sewaka ini diterima oleh Kepala Bidang Peternakan, Agustina Kilapong yang mewakili Kepala Dinas yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan kementerian Pertanian, Drh I ketut Diarmita.

Indolivestock ini merupakan expo peternakan yang terbesar di Indonesia yang dilaksanakan oleh Yayasan Pengembangan Peternakan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dunia peternakan. Kegiatan ini menggandeng Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

“Semua pemangku kepentingan bidang peternakan dari seluruh Indonesia hadir, ini ajang bergengsi dan Gorontalo mendapat penghargaan atas prestasi membangun dunia peternakan,’ kata Agustina kilapong, Kepala Bidang Peternakan Provinsi Gorontalo.

Anugerah Adi Praja Satwa Sewaka ini diberikan kepada Provinsi Gorontalo karena dianggap berhasil dalam pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Untuk mendapatkan anugerah ini, panitia jauh hari melakukan proses penilaian  yang panjang, dimulai dengan penjaringan bakal calon, desk review, verifikasi lapangan, penentuan pemenang dan penganugerahan award.

Penilaian ini berdasar pada aspek pembinaan, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan, aspek pembibitan dan produksi ternak, aspek pelaporan kinerja penggunaan anggaran dari APBN, aspek kemandirian penggunaan APBD untuk bidang peternakan dan aspek produksi pakan.

Kegiatan Indolivestock ini berlangsung mulai Rabu-Jumat (3-5/7/2019) yang diisi dengan berbagai kegiatan dan pameran.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

HUNTU – Bantuan vertical dryer jagung kapasitas 6 Ton ke Kelompok Tani Anugerah Desa Huntu Kecamatan Batudaa Kabupaten Gonrontalo yang diserahkan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo pada 2018 telah membuahkan hasil.

Vertical dryer ini kemudian dimanfaatkan secara komunal dalam kelompok Tani Anugerah yang diketuai oleh Aruji Wantu sebagai modal pengembangan usaha pertanian mereka.

Di Desa Huntu ini terdapat potensi lahan jagung seluas 200 ha dan di Kecamatan Batudaa seluas 1500 ha.

Sebelum ada alat ini, para petani melakukan pengeringan jagung secara manual dengan menjemur di halaman yang mengandalkan panas sinar. Cara tradisional ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan membutuhkan lahan yang luas. Proses ini mmebutuhkan lantai jemur dan terpal.

Proses ini juga memiliki kelemahan yaitu kadar air yang tidak merata yang berpotensi tumbuh suburnya aflatoksin. Adanya  aflatoksin pada jagung ini yang sering dijadikan alasan oleh pedagang pengumpul bahkan eksportir untuk membeli jagung dengan harga rendah.

Selain itu jumlah jagung yang sedikit menyebabkan posisi tawar petani menjadi lemah, mereka akhirnya pasrah dengan harga yang ditetapkan sepihak oleh pembeli.

Penggunaan vertical dryer inilah yang membalikkan fakta, pada 1 Juli 2019 Kelompok Tani Anugerah ini berhasil mengantarpulaukan jagung sebanyak 500 ton ke Medan, Sumatera Utara.

Fakta ini merupakan bukti bahwa petani dengan dukungan pemerintah mampu memposisikan nilai tawarnya lebih baik. Penggunaan alat pengering ini telah menguntungkan petani karena harga jagung lebih tinggi, dan memutuskan rantai pemasaran yang panjang.

“Petani harus menjaga dan memelihara komitmen jaminan kualitas dan kuantitas dengan pihak pembeli di Medan, seperti kadar air, persentasi biji rusak, persentasi minimum bahan lain, dan terutama ketepatan waktu. Pelihara kepercayaan dan jadilah manusia yang mensyukuri nikmat, pelihara bantuan dari pemerintah agar bisa berguna bagi orang banyak,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D. Mario.

Kisah sukses petani jagung ini menjadi cerita yang menarik bagaimana program pemerintah mampu meningkatkan kualitas jagung dan meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Kesuksesan ini membuat kami lebih semangat berkerja untuk petani, sesuai pesan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim untuk mengutamakan kepentingan masyarakat,” sambung Muljadi D Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO –  Untuk mempersiapkan layanan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan kesehatan ternak kurban.

Pertemuan ini melibatkan Dinas Pertanian dan Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana tim inspektorat dan Kesra yang akan turun lapangan melakukan survey harga. Dalam survey ini juga akan didata perbandingan tinggi dan berat badan ternak untuk kebutuhan sapi korban.

“Kami segera turun dengan tim survey harga di Huangobotu,” kata drh Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan hewan Dan Veteriner  Provinsi  Gorontalo, Selasa (2/7/2019).

Fenny Rimporok menjelaskan hewan kurban harus memenuhi syarat umur dan kondisi fisik. Sapi minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3. Untuk ternak kambing jenis domba atau biri-biri diperbolehkan umur minimal 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan yang berumur 1 tahun, sedangkan kambing biasa misalnya kambing jawa minimal umur 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2.

“Untuk kondisi fisik, ternak harus sehat dan tidak sakit, kaki tidak pincang, mata normal tidak buta sebelah ataui keduanya, badan tidak kurus, dan tidak sedang hamil atau habis melahirkan,” kata Fenny Rimporok.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Penyerapan anggaran Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo hingga saat mencapai 58,3 persen untuk fisik dan 47,51 persen untuk keuangan.

Penyerapan anggaran ini berkat realisasi pendagaan sapi, benih padi, pembangunan saung tani, Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), dan lainnya. 

Besarnya capaian ini terungkap dalam rapat evaluasi program Dinas Pertanian yang dikemas dalam bentuk Coffee Morning yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario.

Coffee morning ini bertujuan untuk mengetahui progres pelaksanaan kegiatan yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai posisi Juni 2019.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (1/7/2019) penuh keakraban dan bernas ini  dihadiri oleh seluruh pejabat eselon III dan IV di lingkup Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

“Kami rutin menggelar coffee morning ini. Tadi membahas capaian dan setelah itu membincang rencana kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” kata Mulyadi D Mario.

Pada rapat ini juga dievaluasi pascapelaksanaan Musyawarah perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) dan pembukaan kembali e-Proposal 2020.

Mulyadi D Mario mengingatkan untuk mengawal dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar perbaikan maupun pemasukan e-Proprosal 2020 sesuai kesepakatan dengan eselon 1 masing-masing pada waktu desk Musrenbangtan.

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 4 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo