>

Displaying items by tag: PPID Pertanian

GORONTALO - Rapat evaluasi dan pertimbangan teknis pelaksanaan kegiatan prasarana dan sarana pertanian di Kabupaten  Pohuwato digelar Kamis (8/8/2019).

Pelaksanaan program ini tersisa 4 bulan, sehingga dilakukan evaluasi dan pertimbangan teknis  sebagai upaya untuk mendorong terlaksananya kegiatan sesuai pedoman umum, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.

“Dalam evaluasi ini dilakukan mulai tingkat lapangan sampai di tingkat Kabupaten yang dihadiri oleh 15 kelompok tani dari 21 poktan. Jenis kegiatan yang dievaluasi adalah rehab irigasi tersier dan embung yang dibiayai melalui APBN. TP 2019 yang dilaksanakan dengan pola swakelola dengan poktan.

Berdasarkan hasil evaluasi realisasi penyerapan anggaran dan fisik untk kegiatan tahap I telah mencapai 100 persen , sedangkan yang tahap II saat ini sdh dlm tahap pemberkasan yang ditargetkan pada minggu ke 3 Agustus anggarannya sudah masuk rekening poktan.

Rapat dipimpin Kepala Binas Kabupaten Pohuwato yang di wakili kepala Bidang PSP DS Dinas Pertanian dari Dinas Petanian dan dihadiri peserta poktan pelaksana kegiatan

Dalam pertemuan itu kepala Dinas diwakili Kepala Bidang PSP, mantasyah menyampaikan pentingnya dilakukan evaluasi terhadap jalannya kegiatan mulai dari aspek administrasi sampai fisik di tingkat lapangan, hal ini merupakan tanggung jawab dinas pertanian secara berjenjang.

Sehubungan dengan itu diharapkan poktan pelaksana kegiatan agar memperhatikan materi evaluasi maupun hal hal teknis yg disampaikan oleh Kepala Dinas Provinsi melalui kepala Bidang PSP.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas  

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemerintah  Provinsi Gorontalo berencana melaksanakan perayaan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Indonesia,17 Agustus.

Dalam agenda tahunan ini, Dinas Pertanian menjadi  penanggung jawab Bidang Olahraga, Kesenian, dan Kegiatan Kemasyarakatan.

Untuk menyukseskan perayaan ini, Dinas Pertanian mengeglar rapat pada Selasa (6/8/2019) di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo.

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario dan dihadiri oleh seluruh pejabat Esselon 3 dan esselon 4 lingkup Dinas pertanian.

 “Alhamdulillah kegiatan ini telah teroganisir bagus , kegiatan olahraga, kesenian dan kegiatan kemasyarakatan lainnya sudah siap dilaksanakan,” kata Mulyadi Mario.

Selain Dinas Pertanian, dalam bidang olahraga, kesenian dan kegiatan kemasyarakatan ini juag dierkuat dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Dinas Pariwisata.

Dalam pembagian tugas ini, Dinas Pertanian mengambil tanggung jawab lomba kesenian. Untuk lomba Olahraga dan Kegiatan kemasyarakatan semua unsur juga masuk.

Mekanisme penyelenggaraan lomba seperti kapan mulai pendaftaran, technical meeting, dan sistem penjurian dalam perlombaan juga dibahas dalam rapat ini.

“Semua bidang harus berperan aktif dan berkontribusi demi kesuksesan kegiatan ini. Perencanaan kegiatan ini memerlukan anggaran yang cukup besar untuk hadiah dan bonus peserta, termasuk kebutuhan iklan di media cetak maupun elektronik. Penganggaran ini sudah kami koordinasikan dengan Badan Keuangan Provinsi,” ujar Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

 

GORONTALO – Balai Perlindugan Tanaman Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan mendapat alokasi kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat untuk Padi Sawah  seluas 800 Ha.

Kegiatan ini  dilaksanakan di wilayah endemis Wereng Batang Coklat pada 32 kelompok tani.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai model atau contoh, agar petani termotivasi untuk menerapkan budidaya tanaman sehat dan mengelola   keberadaan   OPT   agar   tidak   menimbulkan kerugian secara ekonomi,” kata Mulyadi Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo,Senin (29/7/2019).

Pemerintah pusat melalui Direktorat Perlindungan Tanaman langsung melakukan transfer barang dan uang ke rekening 32 kelompok tani.

Rincian transfer barang berupa benih padi sawah berjumlah 20 ton, dolomit berjumlah 800 ton dan transfer uang Rp600 juta untuk pembelian sarana produksi lainnya seperti pupuk organik, pestisida biologi dan bibit tanaman refugia. 

“Penyaluran benih padi sawah telah dilakukan pada tanggal 22 - 24 Juli 2019 yang dikawal oleh UPTD Balintan, POPT, Penyuluh dan Babinsa,” tambah Mulyadi Mario.

Secara rinci alokasi tersebut adalah Kabupaten Boalemo jumlah benih yang disalurkan sejumlah 2.500 Kg,  Kabupaten Gorontalo 12.500 Kg, Bone Bolango 1.875 Kg, Kota Gorontalo 3.125 Kg

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi (Rakor) Perencanaan Program Pembangunan Pertanian tahun 2020

Rakor ini bertujuan untuk mensinkronkan perencaaan program untuk menghasilkan kesepakatan tentang rencana kegiatan tahun 2020 antara provinsi dan kabupaten/kota serta verifikasi usulan e-proposal pasca Musrawarah perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas).

“Program pembangunan pertanian provinsi dan kabupaten/kota harus bersinergi, program strategis Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo seperti  bantuan benih padi, jagung dan cabai dan ternak sapi, kambing serta pengelolaan brigade alsintan memerlukan dukungan dan komitmen dari kabupaten/kota, mulai dari perencanaan penganggaran sampai dengan pelaksanaannya dilapangan,” kata Mulyadi Mario, Keapala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Kamis (25/7/2019).

Mulyadi Mario menganggap melalui pelaksanaan rakor ini diharapkan dapat menyepakati serta mensinkronkan program yang dibiayai melalui APBD I dan dukungan ABPBD II melalui kesepakatan bersama.

“Saat ini kita berada pada siklus perencanaan tahunan.  saya berharap melalui forum ini segera menyesuaikan program kegiatan baik APBD/APBN dan DAK untuk menghindari tumpang tindih kegiatan,” ujar Mulyadi Mario..

Bagi Dinas Pertanian, tahun 2020 merupakan tahun awal kebijakan program Pemerintahan Pusat melalui kabinet baru. Program pemerintahan baru ini harus bisa diantisipasi seperti Upsus padi jagung dan kedelai yang telah 5 tahun ini menjadi program unggulan Kementerian Pertanian.

Perencanaan kegiatan APBN, usulan melalui e-proposal telah memasuki termin kedua setelah pascamusrenbangtannas di Bogor, dinas Pertanian di kabupaten/kota harus memaksimalkan penginputan usulan tersebut sampai tanggal 30 Juli 2019.

Rakor yang dilaksanakan di Manado ini dengan peserta para esselon III, IV dari provinsi dan kabupaten/kota serta Bappeda.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi Gorontalo harus segera melakukan sinkronisasi data pertanian untuk memudahkan review dan evaluasi.

Dari data yang telah matang ini dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan penetapan strategi untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi jagung dan kedelai.

Hal ini disampaikan oleh Riza Fahrizal, Kepala Bidang Program dan Evaluasi yang juga penanggung jawab Upsus Provinsi Gorontalo mewakili Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Kementerian Pertanian.

“Perkembangan Upsus padi jagung dan kedelai di Provinsi Gorontalo sangat membanggakan karena perkembangannya sangat baik,” kata Riza Fahrizal pada rapat koordinasi Upsus Pajale Triwulan II dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian di Hotel Aston Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

Ia menilai pentingnya rapat Upsus ini karena sampai saat ini perlu mengsinkronisasikan data yang disampaikan dari kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. data ini akan dijadian bahan telaah dan evaluasi.

Dari hasil evaluasi ini akan dijadikan umpan balik bagaimana penetapan strategi percepatan pelaksanaan LTT.

“Apresiasi sangat besar dari Kementerian Pertanian untuk program Upsus jagung di Gorontalo sudah melebihi 100 persen dan kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran kabupaten/kota serta TNI yang telah membantu program ini,” ujar Riza Fahrizal.

Rapat koordinasi yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim ini diikuti utusan Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota se-Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya, Idris Rahim mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir program pemerintah baik pusat dan provinsi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap produksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Idris Rahim memaparkan, capaian kinerja komoditi padi, angka produksi pada tahun 2012 sebesar 245.786 ton meningkat menjadi 354.036 ton atau naik 42,4 persen pada tahun 2018.

Capaian produksi jagung dari tahun 2012 hanya sebanyak 644.754 ton meningkat sangat signifikan menjadi 1.552.136 ton atau naik 140 persen pada tahun 2017 dan tahun ini angka tetap produksi jagung 1.554.751.

“Ekspor jagung juga memiliki kontribusi yang signifikan pada ekspor jagung nasional. Volume yang ditargetkan pemerntah pusat 50.000 ton namun Provinsi Gorontalo dapat merealisasikan ekspor jagung hingga 113.000 ton,” kata Idris Rahim.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka menyambut baik dan mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo di bidang pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Kolonel (Kav) Abdul Haris, Asisten Teritorial Kasdam XIII/Merdeka yang mewakili Pangdam pada rapat koordinasi Upsus Pajale Triwulan II dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian di Hotel Aston Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

“Saya sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian yang sangat proaktif mendukung program Upsus untuk mewujudkan Swasembada padi jagung dan kedelai,” kata Kolonel (Kav) Abdul Haris.

Kolonel (Kav) Abdul Haris juga mengatakan program lain yang juga dilakukan oleh Dinas Pertanian adalah peningkatan produksi gula dan diversifikasi pangan demi kesejahteraan rakyat.

Upsus pangan juga berpotensi meningkatkan komuditas yang bernilai tambah dan berdaya saing untuk memenuhi pasar ekspor dan subtitor atau pengganti impor, menjamin ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergy.

Melalui progra pertanian ini diharapkan ada peningkatan pendapatan keluarga petani dan menambhan akuntabilitas kinerja aparatur negara.

“Program Upsus yang menjadi ujung tombak pencapaian target swasembada pangan nasional harus benar benar dikawal dengan baik agar efektivitas,” ujar Kolonel (Kav) Abdul Haris.

Rapat koordinasi Upsus Pajale dan Perencanaan Program Pembangunan Pertanian ini merupakan kegiatan bersama Tim Pusat Penyuluhan Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Sasaran rakor ini adalah terciptanya kesamaan persepsi antara mantri tani, penyuluh dan Babinsa dalam pelaporan Upsus Pajale di Provinsi Gorontalo.

Target Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Gorontalo ASEP 2019 untuk komoditi  padi  sebesar 51.345 Ha yang realisasinya pada April-24 Juli baru mencapai  24.676 ha. Sedangkan untuk target April-Juli sebesar 39.745 ha yang terealisasi baru mencapai 24.676 ha, kekurangan yang harus dikejar untuk Juli 15.069 ha.

Secara Nasional dari data Oktober-Juni 2017-2018 sebesar 13.320.812 ha terhadap waktu yang sama tahun 2018-2019 sebesar 13.007.043 ha atau mengalami penurunan  sebesar 313.369 ha.  Penurunan sebesar 313.369 ha ini terjadi di 21 provinsi termasuk Gorontalo yang mengalami penurunan sebesar 8,274 ha,  dari data Oktober-Juni 2017-2018 sebesar 55,225 ha dan Oktober-Juni 2018-2019 sebesar 46,950 ha.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi Upsus triwulan II dan  perencanaan program pembangunan pertanian tahun 2020.

Tujuan rakor ini adalah untuk meningkatkan pencapaian target Luas Tambah Tanam Padi Jagung dan Kedelai (LTT Pajale) tahun 2019, meningkatkan akurasi dan sinkronisasi data, meningkatkan kerja sama dan koordinasi antara  mantri tani, penyuluhan dan Babinsa  serta sinkronisasi usulan perencanaan program antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Rakor yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim ini berlangsung di Hotel Aston, Kota Manado, Kamis (25/7/2019).

Dalam sambutannya, Idris Rahim mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir program pemerintah baik pusat dan provinsi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap produksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Idris Rahim memaparkan, capaian kinerja komoditi padi, angka produksi pada tahun 2012 sebesar 245.786 ton meningkat menjadi 354.036 ton atau naik 42,4 persen pada tahun 2018.

Capaian produksi jagung dari tahun 2012 hanya sebanyak 644.754 ton meningkat sangat signifikan menjadi 1.552.136 ton atau naik 140 persen pada tahun 2017 dan tahun ini angka tetap produksi jagung 1.554.751.

“Ekspor jagung juga memiliki kontribusi yang signifikan pada ekspor jagung nasional. Volume yang ditargetkan pemerntah pusat 50.000 ton namun Provinsi Gorontalo dapat merealisasikan ekspor jagung hingga 113.000 ton,” kata Idris Rahim.

Idris Rahim berharap kabupaten/kota perlu meningkatkan kualitas data seperti akurasi pengukuran dan pencatatan data, sinkronisasi data di setiap tingkatan, pelaksanaan ubinan bersama, pengiriman laporan tepat waktu, analisis dan pemahaman data serta pemanfaatan dan tindak hasil analisis data.

Perencanaan program sektor  pertanian tahun 2020, Dinas Pertanian diminta fokus pada program strategis yang mendukung pembangunan Provinsi Gorontalo,  terutama peningkatan ekonomi kerakyatan seperti bantuan benih padi, jagung, cabai dan ternak sapi dan kambing, Upsus Pajale dan SIWAB, operasional brigade alsintan, asuransi pertanian, program bekerja dan Readsi.

“Saya berharap ASN dan pimpinan unit kerja mampu menjelaskan kepada masyarakat semua program pemerintah yang telah dilaksanakan. Semua program untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa informasi ini pembangunan tidak diketahui oleh masyarakat,” kata Idris Rahim.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi Mario mengatakan sasaran rakor ini adalah terciptanya kesamaan persepsi antara mantri tani, penyuluh dan babinsa dalam pelaporan upsus pajale di Provinsi Gorontalo.

“Rakor ini dihadiri Tim Pusat  Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian,  Aster kasdam XIII, Danrem, dinas pertanian provinsi kabupaten dan kota, Bappeda Provinsi, dan BPTP,” kata Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Guna untuk memacu peningkatan populasi ternak sapi di Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian menggelar Rapat Evaluasi Upsus Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB), Selasa (23/7/2019).

Rapat yang dilaksanakan di Hotel Maqna Kota Gorontalo ini dihadiri kepala-kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dari kabupaten/kota dan penanggung jawab Pusat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Rapat ini untuk mengevaluasi capaian kinerja pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB) semester I tahun 2019 di Provinsi Gorontalo,” kata Mulyady Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Dalam forum rapat ini seluruh peserta dari kabupaten/kota menyampaikan capaian kinerja pelaksanaan Upsus SIWAB di wilayah kerjanya masing-masing.

“Dari hasil evaluasi, capaian kinerja Upsus SIWAB semester I tahun 2019 telah mencapai 65,12 persen.  Dari capaian tersebut, Kabupaten Gorontalo telah mencapai 100 persen, sementara kabupaten yg lain msh di bawah 50 persen,” ujar Mulyady Mario.

Muljady Mario meminta kabupaten yang capaiannya masih di bawah target untuk memaksimalkan pelaksanaan Upsus SIWAB di wilayahnya masing-masing pada semester II. Semua potensi peternakan harus dikerahkan agar Upsus SIWAB dapat dilaksanakan secara optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan Upsus SIWAB akan mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,” kata kepala Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pangan Hewani (BPMSPH).

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menggelar  pembinaan Aparat Sipil Negara dan doa pemberangkatan Jamaah Calon Haji tahun 2019 di halaman Balai Perbenihan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP).

Seluruh pegawai eselon III, IV staf dan Pegawai Tidak Tetap di lingkup dinas pertanian hadir dalam kegiatan ini. Sebanyak 3 orang pegawai Dinas Pertanian pada musim haji tahun ini berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, mereka adalah Madar Alam, Rini Widyastuti dan Akrimin Nggole.

“Bekerja sebaik mungkin untuk masyarakat, tingkatkan pelayanan demi terwujudnya Provinsi Gorontalo yang unggul dan sejahtera khususnya dalam Bidang Pertanian,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Djismon Djakaria dalam sambutannya mewakili Mulyadi Mario.

Djismon Djakaria mengajak semua pegawai untuk menyukuri nikmat, semua kebutuhan telah dicukupkan Allah SWT sehingga dapat menjalankan aktifitas pengabdian dengan baik, menikmati berkah yang berlimpah.

“Hampir setiap tahun ada staf Dinas Pertanian berangkat Haji, ini merupakan berkah ALLAH SWT yang tercurah kepada kita. Mari memperbnayak rasa syukur,” kata Djismon Djakaria.

Dalam doa pembernagkatan jamaah calon haji ini, semua berharap calon haji yang berangkat selalu sehat dalam perlindungan ALLAH serta kembali menjadi haji mabrur.

Dalam kegiatan ini diisi ceramah agama oleh Ustad Mansyur Basyir.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO -  Anes Djafar, pegawai Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo meninggal dunia saat menjalankan tugas di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Anes Djafar meninggal saat mengikuti pertemuan apresiasi pengawas benih tanaman yang diikuti oleh semua dinas pertanian seluruh Indonesia dari Selasa-Jumat (16- 19/7/2019).

Anes Djafar adalah pengawas benih pada Balai Pengawasan Perbenihan Dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) Provinsi Gorontalo.

Jenazah Anes Djafar diberangkatkan dari Palangkaraya dengan pesawat Lion dan tiba di Gorontalo pada Jumat pukul 18.30 Wita yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario di Bandar udara Djalaludin.

“Almarhum Anes Djafar adalah pegawai Dinas Pertanian yang berdedikasi, menjadi kebanggaan dinas. Meninggalnya Anes Djafar betul-betul membaut kami berduka cita,’ kata Mulyadi Mario, Sabtu (19/7/2019).

Keikutsertaan Anes Djafar ke pertemuan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta motivasi pengawas benih tanaman. Dalam pertemuan ini juga dijalin kesamaan persersi bagi pengawas benih tanaman di daerah.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama