>

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie siap memfasilitasi industri kecil menengah (IKM) minyak kelapa kampung untuk membuka akses pasar dan fasilitas pendukung. Hal tersebut disampaikan Rusli saat menerima belasan pengusaha minyak kelapa kampung yang tergabung dalam Asosiasi Olahan Kelapa bertempat di rumah jabatan gubernur, Rabu (15/8/2018).

Pengusaha rumahan itu membawa contoh produk-produk yang mereka hasilkan. Tidak kurang dari 20 IKM se Gorontalo saat ini yang sedang menseriusi usaha tersebut dengan produk minyak goreng dan VCO (Virgin Cocconut Oil).
Maksud kedatangan kami untuk meminta dukungan dari pak gubernur bagaimana produksi minyak kelapa kampung ini bisa naik yang pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan membuka akses pasar,” terang Ketua Asosiasi Olahan Kelapa, Iradat Bagy.

Pembukaan akses pasar, lanjut kata Iradat, sebetulnya sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi melalui penyaluran Bantuan Pangan non Tunai Daerah (BPNT-D) kepada 35.000 warga miskin Gorontalo. Warga penerima manfaat diarahkan untuk membeli minyak kampung di desa atau kecamatan yang ditunjuk bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Untuk BPNT-D kami sebetulnya dilibatkan, tapi ada kendala teknis di lapangan. Masih ada yang belum sinkron antara Bumdes, pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) maupun penyelenggara lainnya. Makanya kami tadi curhat ke pak gubernur,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akan mengundang Dinas Sosial dan pihak terkait untuk mendiskusikan masalah tersebut. Salah satu masalah yang mengganjal yakni harga jual minyak kampung yang relatif lebih mahal dari minyak kelapa sawit.
“Makanya saya akan pertemukan semua unsur, apa yang menjadi kendala di lapangan sehingga produk minyak kelapa kampung ini tidak terserap dengan baik melalui program BPNT-D,” jelas Rusli.

Cara lain yang dilakukan Gubernur Rusli yakni dengan menghubungi Direktur The Habibie Center Prof. Sofian Effendi. Melalui Sofian, Rusli berharap produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dari Gorontalo bisa dilirik untuk dikerjasamakan.

“Dua minggu lalu ketemu saya bahwa kata beliau ada penemuan untuk mengurangi kepikunan itu salah satunya dengan VCO. VCO ini juga banyak diproduksi di Gorontalo. Nah potensi ini yang coba kita kerjasamakan,” sambung Rusli.

Guna menekan ongkos produksi, Rusli mempersilahkan IKM menggunakan fasilitas Rumah Kemasan milik pemprov. Fasilitas yang menyediakan mesin cetak label dan pengemasan produk IKM. Bantuan mesin pengolahan juga sebelumnya sudah diserahkan meski masih dalam jumlah yang terbatas.(Hmsprov-isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Provinsi Gorontalo kian menegaskan diri sebagai salah satu daerah lumbung jagung di Indonesia. Setelah sukses mencapai produksi 1,5 Juta ton tahun 2017 lalu, data Dinas Pertanian menyebutkan hingga semester II tahun 2018 produksi jagung Gorontalo sudah mencapai 778.480 Ton.

Data Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menyebutkan bahwa tren produksi jagung terus naik selama lebih kurang 15 tahun terakhir. Di tahun 2001 misalnya, di masa awal Provinsi Gorontalo, produksi tercatat hanya 81.719 ton. 2002 produksi naik menjadi 130.251 ton. Butuh waktu lima tahun untuk bisa mendongkrak produksi jagung hingga menyentuh angka setengah juta ton, atau tepatnya 572.785 ton di tahun 2007.

“Saat itu produksi naik signifikan karena kita mendapatkan program CCB (Celebes Corn Belt) dari Kementrian Pertanian. Seingat saya semua daerah di Sulawesi mendapatkan bantuan termasuk Gorontalo. Kita Gorontalo kira-kira mendapatkan 80 Ton bibit jagung namun saat itu belum banyak lahan terbuka,” terang Kadis Pertanian Muljadi D. Mario saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2018).Muljadi membeberkan data bahwa di era kepemimpinan Rusli-Idris, tren kenaikan jagung terus dipertahankan agar tidak turun dari angka setengah juta ton. Tahun 2012 produksi jagung mencapai 644.754 Ton. Terus naik di tahun 2013 dan 2014 masing masing 669.094 dan 719.078 ton.

“Peningkatan produksi itu dibarengi dengan luas tanam dan intervensi bantuan benih bagi petani. Jika di 2014 bantuan benih jagung hanya kurang lebih 7 Milyar Rupiah dengan luas tanam 9.922 ha, maka di tahun 2015 kita naikkan menjadi 15.500 ha dengan intervensi anggaran 11 Milyar Rupiah. Angka itu terus naik hingga sekarang,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sadar bahwa untuk menggenjot pertanian Gorontalo khususnya produksi jagung tidak cukup bila hanya mengandalkan dana APBD semata yang hanya berkisar 1,2 Trilyun hingga 1,8 Trilyun Rupiah setiap tahunnya.

“Tahun 2015 pak gubernur berusaha untuk meyakinkan pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian untuk membantu anggaran ke Gorontalo. Alhamdulillah sejak saat itu bantuan cenderung naik bahkan di 2018 ini kita dibantu sebesar 162 Milyar Rupiah untuk luas tanam sebanyak 217.000 ha,” imbuh Muljadi.Hal senada juga dikemukakan oleh Firman Sunge, anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Ketua Fraksi Hanura itu menilai, kesungguhan pemprov Gorontalo di bidang penganggaran pertanian sangat baik. Firman yang menjabat anggota DPRD sejak 2009 ingat betul bahwa ketika itu anggaran pertanian hanya berkisar di angka 4 Milyar Rupiah.“Saya anggota periode 2009-2014 anggaran dinas pertanian hanya bermain di 4 Milyar. Itu strating poinnya. Artinya sekarang yang anggaran sudah naik berkali lipat ini menandakan bahwa sinergitas penganggaran dengan petani jagung itu sinkron dong? Kedua, waktu saya masuk anggota DPRD 2009 produksi jagung baru 500 Ribuan ton, sekarang bahkan sudah di atas 1 juta ton,” terang Firman.

Kesungguhan dalam hal meyakinkan pemerintah pusat pun diakui Ketua Komisi I bidang Hukum dan Pemerintahan itu sebagai faktor penentu suksesnya program jagung di Gorontalo. Rusli dinilai sebagai aktor kunci yang mampu meyakinkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menginvestasikan banyak bantuan di Gorontalo.

Bahkan, Amran Sulaiman menjadi satu-satunya menteri di era Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Gorontalo sebanyak enam kali. Rekor kunjungan ke daerah selama satu periode masa jabatan seorang menteri. Kunjungan tersebut terjadi pada tanggal 17 Maret 2016, 25 Agustus 2016, 21 April 2017, 31 oktober 2017, 14 februari 2018 dan 3 Mei 2018.Lobi-lobinya pak Rusli di Kementrian Pertanian untuk meningkatkan produksi jagung membuahkan hasil. Tidak mungkin produksi jagung rendah tapi kita bisa mendapatkan bantuan lebih dari 100 Milyar Rupiah,” sambung Firman.Pada kunjungan kerja Amran ke Gorontalo 14 Februari lalu, ia bahkan sempat melepas ekspor jagung ke Filipina sebanyak 57.650 ton. Amran juga mengaku puas dengan capaian produksi yang tadinya ditargetkan 1 Juta bisa terlewati.“Ini Gorontalo luar biasa. Kalau kami ke Filiphina maka yang dikenal jagung Gorontalo, walaupun itu dari Sulawesi Selatan sebagian. Jadi kalau Sulawesi Selatan kirim, itu yang dikenal Gorontalo pasti. Dikirim dari Jawa Timur juga dikenal dari Gorontal,” puji Mentan sebagaimana dikutip dari website humas Pemprov Gorontalo humas.gorontaloprov.go.id.

Menyoal harga jagung di tingkat petani yang cenderung naik turun, Firman menyebut hal tersebut sebagai bagian dari hukum pasar. Pemerintah hanya mampu mengatur harga eceran tertendah berkisar di angka Rp.3000,-di tingkat petani.

“Itu pun bergantung dari tingkat kadar air. Semakin kering jagung di bawah 17 persen maka harganya tinggi, begitu juga sebaliknya. Itu pun sudah dicarikan solusi oleh pemerintah dengan menyediakan lantai jemur, fasilitas pengukur kadar air dan lainnya. Ini bahkan saya dengan kita akan dapat mobil pengering jagung dari pusat. Artinya sampai pada hal teknis seperti ini dipikirkan oleh pemerintah provinsi,” pungkas ketua Fraksi Partai Hanura itu.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BANDUNG, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menghadiri seminar nasional dan Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XX, di Hotel Trans Luxury, Kota Bandung, Rabu (8/8). Seminar dan Kongres ISEI XX yang mengusung tema “Memperkuat Produktivitas Perekonomian Indonesia, Harmonisasi Sektor Formal dan Informal” dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK).

Dalam sambutannya, Wapres JK mengungkap harapan besar dari seminar dan Kongres ISEI, yaitu lahirnya ide dan solusi untuk membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. JK berharap hadirnya para ekonom dari berbagai profesi, akademisi, birokrat, profesional dan enterpreuner, akan mampu melahirkan sebuah masukan yang baik untuk pembangunan ekonomi Indonesia.
“Semoga pertemuan ini memberikan kita semua suatu pikiran-pikiran yang jernih serta dorongan untuk mencapai cita-cita kita semua untuk memajukan bangsa ini,” kata Wapres JK.

Lebih lanjut JK mengingatkan pentingnya peningkatan produktivitas perekonomian dan mengharmoniskan antara ekonomi formal dan informal. Wapres mengutarakan salah satu contoh yakni anggaran pemerintah yang sejauh ini belum bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi.

“Kualitas penggunaan anggaran terutama di daerah yang anggarannya masih lebih besar digunakan untuk biaya birokroasi dibandingkan untuk pembangunan, harus diperbaiki. Ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi cukup baik, tapi negara-negara di sekitar kita jauh lebih baik ekonominya. Maka cara yang harus dijalankan adalah produktivitas, harus memperkuat produktivitas,” jelas JK. Terkait arahan Wapres JK, Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim usai menghadiri kegiatan tersebut menjelaskan, sejak periode pertama pemerintahan Gubernur Rusli Habibie dan dirinya sebagai Wakil Gubernur tahun 2012-2017, Pemprov Gorontalo telah mengalokasikan dana APBD lebih besar untuk membiayai pembangunan daerah. Pada tahun 2018, dari total dana APBD sebesar Rp1,8 triliun, porsi anggaran untuk belanja publik sebesar Rp1,094 triliun atau 60 persen dan belanja aparatur sebesar Rp723 miliar atau 40 persen dari dana APBD tahun anggaran 2018.
Sesuai arahan bapak Wapres, penggunaan anggaran daerah lebih kita fokuskan untuk pembangunan daerah,” ujar Idris.

Idris juga berharap melalui Kongres ISEI XX, para anggota ISEI di Provinsi Gorontalo terus bersinergi dengan Pemprov Gorontalo dan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna terwujudnya Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera.

“Butuh sumbangsih pemikiran dari para ekonom untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo,” tandas Idris.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menepati janjinya untuk menggelar rapat dengan Wali Kota dan pemerintah setempat terkait dengan penataan Pasar Sabtu di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Senin (6/8/2018).

Hasil rapat menyebutkan bahwa penataan pasar yang berlokasi di belakang eks terminal 42 itu telah mengalami perubahan peruntukkan. Pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebelumnya lokasi itu masuk dalam kawasan bisnis. Seriring dengan berpindahnya Terminal 42 ke Kecamatan Dungingi maka kawasan itu beralih fungsi menjadi kawasan perkantoran dan permukiman.
Baca Juga : Lepas Kontingen POPNAS Gorontalo, Wagub Targetkan Enam Medali Emas

“Jadi kita lihat kalau pak Wali Kota bilang boleh untuk kawasan perekonomian, maka kita siap bantu untuk pendanaanya. Tapi ya itu harus ditinjau lagi RTRW-nya,” jelas Rusli.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wali Kota Gorontalo Marten Taha. Menurutnya, penataan Pasar Sabtu akan sulit terwujud karena tidak sesuai dengan RTRW. Penyesuain bisa dilakukan namun harus melalui kajian dan urgensi pengalihan status.

“Sejak tahun lalu RTRW kita sudah direvisi. Sepanjang jalan Aryo Katili (lokasi eks terminal 42) dan sekitarnya adalah kawasan perkantoran baik pemerintah, swasta dan lainnya. Kalau toh ini dijadikan pasar harus melalui kajian dan urgensinya,” terang Marten.

Selain lokasinya yang tidak lagi sesuai, Marten menyebut Pasar Sabtu diapit oleh dua pasar yang lokasinya tidak berjauhan. Pasar Liluwo dan Pasar Bulotadaa harusnya bisa lebih dimaksimalkan untuk para pedagang.
Baca Juga : Plt. Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Buka Pembekalan PKL SLB Kota Gorontalo

“Pasar ikan itu sebenarnya sudah kita siapkan di pasar Liluwo. Ada pasar ikan dan pasar daging. Cuma kan para pedagang nggak mau pindah ke sana. Itu juga yang jadi persoalan, Cuma mungkin memang mereka sudah terbiasa berjualan di situ,” sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sabtu kemarin Gubernur Gorontalo turun ke lokasi pasar untuk mendengarkan keluhan pedagang. Mereka mengeluhkan mulai sepinya pembeli pasca direlokasinya penjual ikan dari dalam pasar.

Meski penjual ikan hanya pindah ke seberang jalan di samping pasar, namun pedagang lain mengaku mulai sepi pembeli. Alasannya, pembeli ikan tidak lagi mampir ke lapak mereka untuk membeli rempah-rempah, sayuran dan barang harian lainnya.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 27 Juli 2018 14:06

Kemasan Unik Naikkan Profit Produk

Kota Gorontalo, Humas – Inovasi kemasan produk yang unik salah satu penentu terjualnya produk yang dihasilkan yang mampu menaikkan profit atau keuntungan. Hal tersebut dijelaskan Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat membuka Bimtek Pengemasan dan Pemasaran Produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, di Gedung Bele Li Mbui Kota Gorontalo, Kamis (26/7/18).

Dalam arahannya Idah menungkapkan, usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) ditingkat rumah tangga adalah langkah awal penting dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pada umumnya UP2K di seluruh daerah mempunyai potensi unggulan masing-masing untuk dikelola dan diolah menjadi makanan, industri kerajinan yang memiliki nilai yang cukup tinggi dengan kualitas dan kuantitas masing-masing.

“ UP2K adalah strategi alternative dalam meningkatkan ekonomi keluarga, dalam pengemasan produk yang dihasilkan oleh UP2K selain kualitas produk, pengemasan pun harus diperhatikan juga sebab ini akan menarik perhatian konsumen untuk membeli,” ujar Idah.

Menurut Idah, UP2K bagi TP. PKK harus mampu meningkatkan kualitas kerja TP. PKK dan kader dalam melaksanakan kegiatan usaha ekonomi keluarga yang dilakukan.

“ Selain itu UP2K diharapkan bisa menumbuhkan kelompok-kelompok ekonomi masyarakat, yang sudah tentunya dengan terus melakukan inovasi khususnya pada inovasi pada kemasan produk yang berbeda sehingga bisa mendatangkan keuntungan,” terang Idah.

Olehnya Idah berharap, melalui Bimtek tersebut kedepan nanti UP2K PKK di Provinsi Gorontalo dapat merubah dan meningkatkan pendapatan serta ekonomi keluarga.

Bimtek yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam kepada pengurus dan pengelola UP2K tentang pengemasan dan pemasaran produk ini, diikuti oleh TP. PKK Kabupaten/Kota, TP. PKK Kecamatan serta kelompok-kelompok usaha UP2K.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 27 Juli 2018 13:41

Ketahanan Ekonomi Daerah di Era Digital

KOTA GORONTALO, Humas – Era digital harus menjadi perhatian semua masyarakat untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah. Bisnis berbasis online harus dimaknai sebagai peluang. Di sisi lain menjadi ancaman bagi ketahanan ekonomi daerah jika tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Segalanya sudah melalui online. Pesan tiket online, pesan makanan online, hingga kuliahpun ada yg online. Untuk itu saya minta agar kita mewaspadai era digitalisasi ini jangan menyalahgunakan teknologi informasi,” kata Anis Naki dalam Dialog Strategi Peningkatan Pemantapan Ketahanan Ekonomi Daerah, di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Rabu (25/7/2018).

Dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas, inovasi dan dapat berdaya saing untuk mampu bekerja di era ekonomi digital. Semua pihak diminta bergerak mengikuti dinamika perubahan zaman.

“Saya berharap dialog hari ini bisa memotivasi kita untuk menghadapi segala macam tantangan dan peluang mendapatkan inovasi yang dapat menggerakkan ekonomi kita,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala subbidang Ketahanan Ekonomi, Moh. Yusuf Lacuba mengatakan, dialog hari ini merupakan bagian dari stabilitas daerah. Salah satu tugas dan fungsi Kesbangpol Provinsi Gorontalo.

“Jangan sampai penggunaan fasilitas ini disalah gunakan oleh masyarakat makanya kita berikan sosialisasi kepada masyarakat UMKM, Ormas maupun tokoh masyarakat dan diharapkan setelah kegiatan ini bisa disampaikan pada masyarakat luas,” tandas Yusuf.

Dialog ini diikuti oleh 100 orang terdiri dari unsur kesbangpol kabupaten/kota, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi. Sebagai narasumber Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo dan Kepala Badan Pusat Statistik Gorontalo.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, HUMAS – Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo menggelar Workhsop e-Smart bagi IKM, Rabu (18/7/18), di Hotel Sumber Ria Kota Gorontalo.

Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dalam sambutannya saat membuka kegiatan menjelaskan, melalui internet sangat memberikan kemudahan para pelaku usaha. Pemasaran lewat internet tidak terbatas oleh waktu yang bisa diakses konsumen selama 24 jam. Para produsen bisa menginformasikan produknya hingga ke seluruh daerah nusantara sehingga pemasarannya menjangkau pasar yang lebih luas.

“ Strategi pemasaran internet sudah terbukti dapat mengurangi biaya pemasaran, pelaku usaha pun bisa lebih mudah menjalin hubungan dengan konsumen yang akhirnya dapat terjalin komunikasi interaktif antara konsumen dan pelaku bisnis,” kata Idah.

Lebih lanjut Idah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo mengungkapkan, produk pangan lokal biasanya dikembangkan sesuai referensi konsumen lokal yang berkaitan erat dengan budaya lokal setempat.

“ Tuntutan konsumen terhadap pangan terus berkembang, dan selera konsumen menjadi faktor penting untuk diperhatikan oleh setiap produsen,” imbuh Idah.

Untuk itu inovasi teknologi juga harus menyentuh aspek prefernsi konsumen yakni kesesuaian baik terhadap selera, kebiasaan, kesukaan, kebudayaan atau terlebih terhadap kepercayaan/agama.

Kepada peserta warkshop yang berjumlah 100 orang tersebut Idah berharap dapat mendorong kreatifitas dan motivasi para IKM sehingga mampu memberikan konstribusi terhadap perkembangan IKM yang ada di Provinsi Gorontalo yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan pendapatan serta menaikkan taraf ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Lomba Inovasi Olahan Pangan.(Hmsprov-burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO UTARA, Humas – Setelah terkatung-katung lebih dari empat tahun lamanya, progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara kini mulai memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan.

Satu unit pembangkit listrik berukuran 25 Megawatt (MW) sudah selesai dibangun dan dalam tahap uji kelayakan operasional. Kepastian itu diperoleh saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara, Sigit Witjaksono meninjau langsung ke lokasi, Selasa (17/7/2018).

“Paling tidak ada satu unit yang sudah bisa beroperasi tahun ini. Memang kita berharap dua unit bisa beroperasi paling tidak akhir tahun ini, namun kami akan berupaya semaksimal mungkin,” terang Sigit.

Untuk bisa mengejar target tersebut, lanjut Sigit, pihaknya membutuhkan penambahan tenaga kerja ahli baik dalam dan luar negeri. Selain untuk mempercepat pekerjaan, penambahan tenaga kerja diharapkan dapat melakukan transfer ilmu pada tenaga kerja yang sudah ada.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tampak tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan bangganya. Pasalnya, PLTU Anggrek merupakan salah satu program penambahan daya listrik yang ia idamkan sejak awal memimpin Gorontalo.Rusli berkisah, rencana pembangunan PLTU 2×25 MW tersebut nyaris batal dilaksanakan dan akan pindah ke Sumatera dengan berbagai permasalahan yang ada. Begitu dirinya terpilih sebagai gubernur tahun 2012 lalu, Rusli berupaya meyakinkan pusat agar PLTU tersebut tetap jadi dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Kalau memang Desember tahun ini sudah ready, saya usulkan untuk diresmikan oleh pak Presiden Jokowi dan beberapa proyek nasional. Saya bangga, saya senang lihatnya progresnya sudah cukup maju. Kami dari pemerintah provinsi ada hambatan dan menyangkut urusan kami maka kami selesaikan,” terangnya.

PLTU Anggrek 2×25 MW sangat strategis bagi Gorontalo untuk mendukung peningkatan rasio elektrifikasi yang baru mencapai 93 persen. Penambahan daya juga diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi dan perekonomian daerah.

PLTU yang dikerjakan oleh PT Rekadaya Elektrika itu menjadikan pembangkit antara Sulawesi Utara dan Gorontalo semakin seimbang. Saat ini ketersediaan listrik interkoneksi Sulawesi Utara dan Gorontalo mencapai 441 MW dengan beban puncak sebesar 336 MW. PLTU Anggrek diharapkan mampu menambah daya pasok listrik menjadi 491 MW.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)kembali menggelar BUMN Hadir untuk Negeri di Provinsi Gorontalo. Program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggaan berbangsa dan bertanah air Indonesia. Tahun ini giliran Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) yang menjadi koordinator penyelenggara di Provinsi Gorontalo.

Terkait rencana penyelenggaraan program tersebut, bertempat di ruang kerjanya, Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menerima kunjungan dari tim Perum Jamkrindo yang dipimpin oleh Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Lies Nun, Kamis (5/7/2018).

Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim mengapresiasi pelaksanaan program BUMN Hadir untuk Negeri. Menurutnya, program BUMN Hadir untuk Negeri sangat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyambut gembira program yang digagas oleh BUMN ini. Tentunya program ini sangat membantu Pemprov Gorontalo dalam mewujudkan visi Gorontalo unggul, maju, dan sejahtera,” kata Idris.

Rangkaian kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri tahun 2018 akan dilaksanakan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dengan beberapa kegiatan di antaranya Siswa Mengenal Nusantara (SMN), upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, jalan sehat, dan beraneka lomba.

Selain itu BUMN juga akan melaksanakan kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar, antara lain penyediaan sarana air bersih, perbaikan sarana prasarana sekolah, taman baca, pasar murah, pemberdayaan masyarakat, pembangunan sarana prasarana umum, serta pemberian beasiswa untuk siswa SD, SMP dan SMA.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN BOALEMO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim berharap dengan mulai beroperasinya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Agro Arta Surya di Kabupaten Boalemo, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit. Hal ini diutarakannya pada pertemuan dengan pihak manajemen dan petani sawit di kantor PKS Agro Arta Surya di desa Pangea, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (4/7/2018).

“Investasi PKS ini sangat bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani sawit. Oleh karena itu keberlangsungan pabrik ini harus kita jaga bersama,” kata Idris.

Pada pertemuan tersebut perwakilan petani menyambut baik hadirnya pabrik yang mulai dibangun pada tahun 2015 dan telah beroperasi pada Maret 2018 tersebut. Dengan pola yang dikembangkan oleh perusahaan yakni dengan sistem inti plasma, dengan pembagian masing-masing 50 persen.

“Tanah yang dikelola oleh perusahaan itu adalah milik masyarakat dengan perbandingan 50 : 50 persen. Artinya ketika kami menyerahkan lahan seluas dua hektar, satu hektar menjadi inti yang hasilnya untuk perusahaan, dan yang satu hektarnya lagi masuk plasma yang menjadi hak petani,” jelas Khairul Anam, seorang petani sekaligus pengurus salah satu koperasi plasma.

Kedepan, lanjut Khairul, petani sawit menginginkan pola inti plasma diubah menjadi perkebunan sawit mandiri. Khairul optimis dengan pola perkebunan mandiri tersebut luas areal tanaman sawit yang saat ini baru mencapai 5.000 hektar, masih akan bertambah hingga 13.000 hektar.

“Pola mandiri ini artinya ditanam sendiri oleh petani, dirawat sendiri, dan dijual ke pabrik. Sudah banyak petani yang bersedia lahannya ditanami sawit dengan pola ini. Namun demikian kami mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk bibit kelapa sawit,” ujarnya.Menyahuti keinginan petani tersebut, Wagub berjanji untuk secepatnya melakukan koordinasi dan konsultasi ke Kementerian Pertanian RI.

“Meskipun ada moratorium untuk bantuan bibit kelapa sawit, kita tetap coba menyurat ke Menteri Pertanian,” tutur Idris.

PKS Agro Arta Surya memiliki kapasitas produksi 900 ton perhari. Namun karena kekurangan bahan baku kelapa sawit, saat ini produksinya hanya sebesar 100 ton perhari, dengan bahan baku yang dipasok dari Buol, Toli-Toli, Pohuwato, dan Mamuju. Sementara untuk tenaga kerjanya, baik tenaga kerja pabrik dan perkebunan, berjumlah 400 orang dan 85 persennya adalah tenaga kerja lokal.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 15
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo