>

Displaying items by tag: investasi

JAKARTA, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menghadiri rakernas tim pengendalian inflasi daerah (TPID) yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (26/7/2018).

Dalam sambutannya Jokowi mengungkapkan, Indonesia saat ini menghadapi dua masalah besar. Kedua masalah ini harus segera dicari jalan keluarnya.

“Pertama saya ingin sampaikan problem besar ketidakpastian global sulit diprediksi karena kebijakan sekarang ini memang pada posisi transisi menuju titik normal yang baru. Ini masa transisi sehingga persiapan, antisipasi harus terus kita lakukan dalam merespons perubahan,” papar Jokowi.

Jokowi berpesan kepada para Gubernur yang hadir dalam rakernas itu, agar bersama mendongkrak investasi di setiap daerah. Investasi tersebut lebih diarahkan yang memiliki orientasi ekspor atau investasi yang termasuk substitusi barang-barang impor.

“Suruh bangun investor itu, perusahaan itu, karena ini yang kita butuhkan. Jangan mikir panjang-panjang, jangan ditanya macam-macam sehingga batal investasi di daerah bapak-ibu semua,” ujar Jokowi.

Presiden juga mengatakan sektor pariwisata harus dibuka lebar-lebar di setiap daerah. Hal ini akan membantu penerimaan devisa negara.

Sementara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat dihubungi via Whatsapp mengatakan, dirinya akan mendesak Dinas Pariwisata untuk lebih inovatif dalam mengembangkan sektor pariwisata Gorontalo agar lebih terkenal sampai ke mancanegara.

“Meskipun sudah beberapa agenda yang sudah menjadi kalender wisata nasional, namun saya menilai bidang pariwisata masih belum maksimal pengembangannya,” ungkap Rusli Habibie

Kedepannya Rusli akan mengevaluasi seluruh kinerja para kepala dinas yang punya potensi dalam menghasilkan pendapatan daerah, utamanya dalam sektor investasi dan pengembangan pariwisata.(Cakrawala).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) telah merampung penyusunan proposal bisnis pengembangan Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie. Kepastian itu diperoleh saat Tim Konsultan Bappenas, Tim Pemprov Gorontalo dan Tim dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar rapat di kantor BKPM di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Outline Business Case (OBC) atau Kajian Awal Prastudi Kelayakan senilai 842 Milyar Rupiah siap diajukan kepada calon investor pada acara Market Sounding (MS) yang rencananya akan digelar di Kantor Bapan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

“Pada market sounding nanti kami menargetkan ada 100 orang yang akan hadir dari unsur perbankan, perusahaan konstruksi BUMN dan swasta, perusahaan alat kesehatan, konsultan, kementrian dan lembaga serta perwakilan negara-negara sahabat,” kata Yus Harmen perwakilan dari BKPM Jakarta.

Market Sounding menjadi ajang pemaparan profil proyek kepada pihak ketiga. Selain aspek keuangan, spesifikasi proyek serta aspek hukum dan perizinan, MS juga akan menerima masukan dari investor bagaimana skema pembiayaan yang mereka inginkan.Jadi MS tidak saja ada pemaparan tentang rencana pembiayaan, tapi juga menjadi wadah untuk menerima masukan terkait dengan skema pembiayaan yang diharapkan oleh para calon investor. Istilahnya, bagaimana dengan selera pasar? Mereka tertarik nggak dan seterusnya,” imbuhnya.

Investasi Pengembangan RS Ainun terdiri dari tiga unsur utama yakni proyek pekerjaan fisik rumah sakit senilai lebih kurang 490,4 Milyar Rupiah, aspek pengadaan alat kesehatan senilai 184,8 Milyar serta biaya lain-lain yakni biaya bunga 66,17 Milyar Rupiah, biaya contigencies 53,37 Milyar Rupiah dan biaya keuangan senilai 10,67 Milyar Rupiah.

RS Ainun Habibie saat ini baru berstatus rumah sakit tipe D yang berlokasi di Jl. Kusno Tongkodu no. 149, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dengan adanya pengembangan tersebut, RS Ainun diharapkan bisa menjadi rumah sakit tersier tipe B dengan 200 tempat tidur.

RS Ainun direncanakan menjadi rumah sakit unggulan di bidang penyakit ginjal, mata, jantung dan kanker. RS ini juga bakal menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UNG yang masih dalam tahap rintisan.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pemerintah Kanada melalui program NSLIC/NSELRED National Support for Local Investment Climate (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) tertarik mengembangkan iklim investasi dan pembangunan ekonomi lokal di Provinsi Gorontalo.

NSLIC/NSELRED sendiri merupakan program yang dilaksanakan oleh CowaterSogema International Inc bekerjasama dengan Bappenas. Ada dua provinsi yang menjadi sasaran program ini yakni Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Untuk menseriusi kerjasama tersebut, Executive Vice President CowaterSogema International Inc Wilson Pearce didampingi Project Director NSLIC/NSELRED Rino Sa’danoer menemui Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa di ruang kerjanya, Selasa (13/3).

“Proyek ini adalah sebuah realisasi dari komitmen berkelanjutan Kanada dalam mendukung lndonesia agar dapat mencapai tujuan pembangunan dan prioritas ekonomi. Untuk tahap kerjasama selanjutnya, kita lakukan MoU tetapi tentu saja melalui pemerintah pusat dalam hal ini Bappenas,” jelas Wilson.

“Jadi pertama-tama kita ingin mempelajari situasi umum Gorontalo khususnya situasi ekonomi, dan juga melihat peluang-peluang kerjasama apa saja yang bisa kita bangun. Proyek ini fokus untuk mengembangkan kapasitas pelaku usaha UMKM, Koperasi dan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi dan ivestasi,” tambah Rino selaku Project Director.

Sementara itu, Sekda Winarni Monoarfa atasnama pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik rencana kerjasama ini. Ia berharap agar instansi teknis seperti Bappeda, Diskumperindag, dan Dinas Penanaman Modal dapat membantu menfasilitasi kebutuhan data yang diperlukan.

“Banyak potensi Gorontalo yang bisa kami kerjasamakan di antaranya dalam hal pengembangan jagung sebagai komiditi unggulan daerah. Kami punya kerajinan khas daerah seperti upia karanji dan kain sulaman karawo, tutur Sekda.

Selain koperasi dan UMKM, Sekda mendorong investasi pengembangan parwisata. Hal itu sejalan dengan arahan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang menginginkan pariwisata dikembangkan oleh pengusaha swasta. Pemerintah tidak sanggup jika hanya mengandalkan dana APBD.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pengusaha mengapresiasi langkah cepat pemerintah Provinsi Gorontalo dalam merespon keluhan investor utamanya dalam hal pengurusan izin. Sebagaimana diungkapkan oleh Gatot Supriadi Direktur PT Gorontalo Citra Lestari (GCL) selaku perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ingin mendirikan pabrik kayu di Kabupaten Gorontalo Utara. Ia menilai, slogan pemerintah provinsi untuk “memudahkan perizinan” bukan hanya isapan jempol semata.

“Kami melihat suatu dukungan yang nyata kepada investor yah. Hanya selang satu hari (mengadu soal perizinan), kami sekarang sudah pertemuan dengan dinas terkait. Bahkan besok akan ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan. Ini sesuatu yang bagi kami sangat surprise lah,” terang Gatot usai menghadiri pertemuan dengan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim dan beberapa pimpinan OPD, Rabu (7/3).

Sehari sebelumnya, Gatot sempat bertemu Wagub untuk mengadukan proses perizinan pembangunan terminal khusus (Tersus) atau dermaga laut. Izin itu dibutuhkan untuk proses Amdal pendirian pabrik kayu di kecamatan Monano, kabupaten Gorontalo Utara.

Proses perizinan cukup kompleks karena melibatkan beberapa OPD seperti Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal, ESDM dan PTSP serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Belum lagi tentang aturan soal tata ruang zonasi yang masih sedang digodok di DPRD.

“Kami sangat memahami bahwa hasil hari ini pun tetap ada prosesnya. Kami juga toh nggak bisa cepat, kalau itu sesuai proses dan aturan yang ada maka kami ikuti. Kami hanya hawatir jika proses perizinan itu terhenti, kami nggak tau gimana ngurusnya nanti,” beber Gatot.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menjelaskan bahwa mempermudah izin bagi investor menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah. Terlebih, Gorontalo saat ini lebih banyak mengandalkan belanja pemerintah untuk menggerakkan roda ekonomi.

“Menurut Bapak Presiden, kalau investor membutuhkan izin maka paling lambat 3 hari selesai. Ini tadi saya cek, sudah empat bulan belum selesai. Makanya saya berharap masing masing instansi memperlancar apa yang dibutuhkan oleh investor agar supaya proses izinnya tidak terhambat,” jelas Wagub.

Idris mengakui bahwa untuk proses izin zonasi masih membutuhkan rencana tata ruang zonasi yang baru akan dibahas oleh Komisi I DPRD pekan depan. Sebagai langkah awal, tim akan turun langsung ke lokasi dan selanjutnya mengeluarkan rekomendasi tinjauan teknis.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Guna mendukung pengembangan industri di Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggandeng PT Jababeka Tbk. untuk berinvestasi. Sebagai wujud keseriusan tersebut, Gubernur Gorontalo bersama Jababeka menggelar penandatanganan kerjasama bertempat di Kawasan Industri Jababeka di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (11/1).

untuk kerjasama di bidang pengembangan pariwisata dan pengembangan infrastruktur, penandatanganan kerjasama dilakukan antara Gubernur Gorontalo dengan Direktur Fasific Asia Town Assosiation (FATA) F. Purnomo. Ada juga penandatanganan kerjasama dengan Rektor President University Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE, MM, MA untuk pengembangan SDM mahasiswa Gorontalo.

“Dengan potensi Gorontalo yang luas lahan 12 Ribu Meter Persegi dan memiliki dua sisi laut Utara dan Selatan ini sangat luar biasa. Tinggal siapa mitranya (yang akan berinvestasi) kami bisa mencarikan. Kami ada kurang lebih 30 Negara untuk bisa diajak kerjasama,” terang CEO PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono.

Terkait dengan pengembangan investasi, Darmono mengungkapkan tidak saja pada ketersediaan infrastrutkur penunjang seperti transportasi, jaringan listrik dan masalah keamanan daerah. Lebih daripada itu, pemerintah daerah baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota harus mampu memfasilitasi regulasi khusus yang dapat mempermudah investasi.

“Jadi harus ada peraturan yang Jakarta tidak boleh, tapi Gorontalo boleh. Artinya ada yang berbeda ditawarkan oleh Gorontalo yang tidak ada di daerah lain. Kalau Gorontalo dan Jakarta sama, ya mending di Jakarta. Ini menjadi daya tarik investasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memaparkan secara spesifik potensi ekonomi di daerah. Menurutnya, pemprov Gorontalo telah merancang kawasan ekonomi khusus (KEK) Gopandang (Gorontalo, Paguyaman, Kwandang) yang meliputi tiga kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo, Boalemo dan Gorontalo Utara. Jika investasi infrastruktur sudah terbangun maka kedepan kawasan itu menjadi kawasan industri baru di daerah.

“Kita juga punya banyak lahan hutan eks HGU (hak guna usaha) beberapa ribu hektar. Mereka mengajukan izin kembali, tapi setelah kami kaji banyak mudaratnya, banyak ruginya. Ada juga hutan HPH lebih kurang 30.000 hektar di daerah Boalemo dan Pohuwato,” beber Rusli.

Berbagai pembangunan infrastrutkur juga sudah dijalankan oleh pemerintah daerah. Selain menjadikan pasokan listrik surplus 40 Megawatt, pembangunan jalan tol Gorontalo Outer Ring Road (GORR), revitalsiasi bandara udara dan pelabuhan laut diharapkan dapat menarik minat investasi di daerah.

Untuk tahap awal, PT Jababeka. Tbk akan berinvestasi pada pengembangan SDM melalui rekrutmen di kampus President University. Selanjutnya investasi pada pembangunan pembangkit listrik tenaga micro hydro (PLTMH), pembangunan jaringan air bersih serta pembangunan sektor pariwisata.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo – Forum Green Investment yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo dengan menghadirkan Bupati/Walikota di kawasan Teluk Tomini, diharapkan oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Prof. Zudan Arif Fakrulloh akan menjadi motor penggerak model pemerintahan yang baru dalam mewujudkan janji-janji negara yang tertuang dalam konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap tumpah darah, dan memajukan kesejahteraan umum. Hal ini disampaikan Zudan saat membuka sekaligus memberikan paparan tentang potensi investasi dan gagasan pengembangannya di Provinsi Gorontalo, yang digelar di Pentadio Resort, Telaga, Kabupaten Gorontalo, Jumat (14/4).

Zudan mengatakan, untuk memenuhi janji-janji negara tersebut, pemerintah dituntut untuk merubah paradigma kompetisi menjadi pendekatan sinergitas dan Co Creation.

“Masyarakat menagih janji kepada pemerintah, mereka minta dicerdaskan, dilindungi, dan disejahterakan. Untuk memenuhi janji itu, pemerintah tidak bisa lagi saling berkompetisi, tetapi harus berjalan bersama untuk mencapai tujuan yang seiring,” jelas Zudan.

Lebih lanjut Zudan memaparkan, Provinsi Gorontalo yang terdiri dari 6 Kabupaten/Kota dengan 732 desa, memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri ungkap Penjagub, saat ini terus mendorong investasi di sektor energi baru dan terbarukan, sektor pertanian, perikanan, dan kelautan, sektor industri, dan sektor pariwisata.

“Silahkan para pengusaha dan investor datang ke Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memberikan fasilitas dan kemudahan perizinan bagi setiap investasi di daerah ini,” ujar Penjagub.

Untuk sektor pariwisata yang diyakini sebagai sektor penggerak bagi sektor-sektor lainnya, secara khusus Prof. Zudan berharap untuk bisa mensinergikan dan membuat Co Creation dalam paket perjalanan wisata antara Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

“Buatlah satu paket perjalanan wisata, dimana para wisatawan dari Togean kita arahkan ke Olele, dan selanjutnya ke Bunaken, ataupun sebaliknya. Jadi sama-sama kita mendorong tumbuhnya sektor pariwisata ini, dan saya optimis dengan model ini kawasan Tomini Raya pasti akan cepat maju,” pungkas Zudan. (Haris – Tim Redaksi Humas).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Investor asal Kuwait, Mr Rajan Ethirajan dari perusahaan PT Al Subol General Trading dan Arab Saudi, Mr Jiju Thundiyil John, tertarik berinvestasi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gorontalo.

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo Budianto Sidiki, Rabu, mengatakan, keinginan mereka untuk berinvestasi di Gorontalo, khususnya energi panas bumi, setelah sebelumnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan beberapa potensi daerah dalam pembukaan "Indonesia Midle East Update 2016" di daerah itu.

Dimana sesuai data dari Kementerian ESDM menunjukan adanya potensi energi panas bumi atau Geothermal di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang mampu menghasilkan pasokan listrik hingga 110 Megawatt (MW), serta 20 MW di Kabupaten Gorontalo.

"Namun untuk mengelolah potensi itu, ada sedikit kendala yaitu pada proses lelang nantinya," katanya.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan regulasi di tingkat pusat, namun pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar calon investor ini tetap tertarik mengucurkan dananya untuk berinvestasi di Gorontalo.

Soal regulasi dan aturan perizinanya nanti, lanjut Budianto, melalui kebijakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sudah menjamin untuk mempermudah dan memperpendek apa yang menjadi syarat sebuah perusahaan berinvestasi.

"Meskipun ketersedian listrik di Gorontalo sudah surplus, tapi 2 hingga 3 tahun ke depan kita tetap butuh tambahan energi listrik," jelasnya. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 13 Oktober 2016 08:34

Yordania Siap Beli Ikan Tuna Asal Gorontalo

Gorontalo, Investor asal Yordania Mr Iyad Al Shorafa melalui perusahaanya PT Tasali Jordan Trading, berkeinginan membeli ikan tuna "fresh great C" asal Gorontalo, dengan jumlah 25 ton setiap harinya.

Hal tersebut terungkap melalui "One on One Meeting" dengan pengusaha lokal Gorontalo, pada kegiatan "Indonesia Midle East Update (IMEU) 2016" yang diikuti sejumlah investor asal negara-negara Timur Tengah, Rabu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, Budianto Sidiki menjelaskan Mr Iyad Sorafa siap bekerja sama dengan koperasi nelayan di Gorontalo, siap membuka pabrik ikan tuna untuk tujuan ekspor ke Yordania.

"Fakta di lapangan kapasitas produksi dari nelayan di Gorontalo, untuk tuna great C ada di kisaran 5 ton setiap harinya," kata Budiyanto.

Terkait dengan hal tersebut, melalui Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, pemerintah provinsi (pemprov) terus membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, untuk memberikan dorongan kepada nelayan dalam upaya meningkatkan kapasitas tangkap ikan tuna.

"Yang jelas potensi perikanan tangkap, khususnya ikan Tuna, cukup besar," ujarnya.

Menurutnya, peluang besar dari investor asa Yordania ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, khususnya bagi nelayan Gorontalo.

Melihat kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu 25 ton/hari, sementara kita baru bisa memenuhi 5 ton/hari, artinya masih ada selisih 20 ton yang harus dikejar.

Sebelumnya Duta Besar RI di Amman Yordania Teguh Wardoyo, menjelaskan pada kegiatan IMEU tahun ini, pihaknya membawa enam pengusaha asal negara tersebut, dengan sasaran dua potensi investasi di sektor kelautan yaitu ikan tuna dan sektor pariwisata.

Di mana salah seorang calon investor sudah menyatakan akan membeli 50 ribu ton ikan tuna asal Gorontalo, dengan kemampuan mereka diperkirakan ada jaminan dari Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan selama Lima tahun. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menawarkan pengelolaan energi panas bumi atau "Geothermal" kepada calon investor asal negara-negara Timur Tengah, dalam kegiatan "Business Matching" Indonesia Middle East Update (IMEU) 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa, menjelaskan pada pertemuan bisnis nanti dengan calon investor, selain menawarkan pengembangan energi panas bumi, juga menawarkan investasi sektor pariwisata.

"Diantaranya adalah pengembangan kepulauan Saronde, Taman laut Olele dan Pentadio Resort," kata Winarni, Minggu.

Selain itu, lanjut Sekda, di sektor perdagangan dan industri, pemerintah menawarkan komoditi perikanan dan hasil laut, pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta sektor Agroindustri dan peternakan.

Kegiatan IMEU direncanakan akan dibuka wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman M. Fachir dan dihadiri para kepala perwakilan negara-negera Timur Tengah di Indonesia, seperti Dubes Oman, Dubes Mesir, Dubes Kuwait serta duta besar Indonesia untuk Jordania.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan bahwa Pemprov Gorontalo semaksimal mungkin akan memberikan beberapa kemudahan bagi calon investor untuk berinvestasi di Gorontalo.

"Pemerintah menjamin dari segi keamanan Gorontalo cukup aman, sementara untuk infrastruktur penunjang lainya, cukup memadai," kata Rusli.

Meskipun demikian pemerintah akan terus berupaya memperbaiki semua fasilitas pendukung lainya, sehinga kegiatan investasi yang berpengaruh terhadap perekonomian Gorontalo akan berjalan lancar. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 10 Oktober 2016 07:56

27 Investor Timur Tengah Hadir Di Gorontalo

Gorontalo, Sebanyak 27 calon investor dari negara-negara Timur Tengah, hadir dalam rangkaian "Business Matching" Indonesia Middle East Update (IMEU) 2016, yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo, 9-11 Oktober 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, Minggu, menjelaskan 27 calon investor tersebut berasal dari Mesir, Kuwait, Jordania, Arab Saudi, Yaman dan Damaskus.

"Mereka hadir di Gorontalo dalam rangka forum promosi potensi perdagangan, investasi dan pariwisata Provinsi Gorontalo, bekerjasama Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI," ujar Sekda.

Hal ini dimaksud sebagai upaya untuk mempertemukan pelaku usaha Gorontalo dengan "buyer" atau pembeli dan calon investor dari Timur Tengah.

Acara tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk paparan potensi investasi di Gorontalo oleh Gubernur dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dalam bentuk "One on One Meeting per-sektor", sehingga akan lebih efektif dan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan investasi.

"Untuk kegiatan Business Matching akan dilaksanakan hari ini, dan besok harinya dilanjutkan dengan kunjungan lapangan, melihat langsung potensi yang ada," jelasnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berharap dengan kegiatan IMEU ini, para pelaku usaha di Gorontalo bisa memperkenalkan produk usahanya dalam forum diskusi nanti, sehingga punya nilai tambah untuk perekonomian Gorontalo. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 2
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama