>

GORONTALO – Saat kunjungan kerja Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang di dampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah di Desa Cempaka Putih Kecamatan Tolinggula, Idah mengingatkan kembali kepada masyarakat khususnya ibu ibu di desa tersebut tentang bahaya terkena kanker serviks.

“Banyak wanita dalam hal ini ibu ibu yang bahkan tidak pernah memeriksakan kesehatannya apakah termasuk penderita kanker serviks atau tidak. Gorontalo lumayan loh bu yang terkena kanker serviks. Untuk itu saya inginkan nanti kita akan adakan pemeriksaan bagi semua ibu ibu termasuk yang di desa papualangi dan cempaka putih ini. Semua bisa diperiksa walau hanya melalui puskes,” kata Idah saat mendapampingi Gubernur pada kunjunga kerja di Kabupaten Gorontalo Utara, Tolinggula, kemarin, Kamis (28/9).

‘Idah melanjutkan nanti pada pertengahan Oktober akan diadakan pemeriksan kanker serviks kepada seluruh ibu ibu di Gorontalo yang akan dihadiri langsung oleh Ibu Negara RI Iriyana Jokowidodo.

“nanti oktober mendatang ibu negara kita Iriyana Joko Widodo akan datang langsung ke Gorontalo, melihat langsung pemeriksaan kepada ibu ibu sekalian soal kanker serviks ini. Jadi saya harapkan ibu ibu semua bisa memeriksa yah, itu tidak masalah jangan khawatir pemeriksaannya juga mudah dan tidak sakit, dan jika terdeteksi akan langsung kami tindak lanjuti. Semua demi kesehatan ibu ibu juga,” lanjut Idah.

Pada kesempatan itu juga idah kembali bernostalgia. Idah yang lahir di Solo Jawa Tengah mengaku selalu bahagia jika ikut dalam kunjungan kerja menemani Gubernur ketika berada si suatu wilayah transmigrasi. Termasuk di wilayah Papualangi dan Cempaka Putih. Menurutnya ia seperti pulang kampung, karena bisa bebahasa Jawa dengan masyarakat desa tersebut.

“Saya ingat dulu 10 tahun lalu saya ke sini, waktu itu jalan di sini masih sangat parah. Mobil hanya sampai di bawah dan saya kesini harus naik ojek. saya lihat di sini perkebunanya sangat subur masyarakat banyak yang berkebun tapi terkendala akses jalan. Saya usulkan kepada suami saya, pak Gubernur tolong masyarakat transmigrasi yang ada di papualangi dan cempaka putih tolong dibantu dibuatkan jalan yang bagus untuk mereka. Namun Waktu itu belum langsung terealisasi karena jalan disini masih tanggungan kementrian transmigrasi. Tapi dengan usaha pak gubernur memperjuangkan akhirnya jalan nasional ini jadi jalan pemerintah provinsi dan lihat sekarang sudah mulai membaik,” tutupnya.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mendukung langkap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo untuk menindak Apotek yang melanggar kewenangan dan tidak memiliki izin distribusi obat keras. Pernyataan tersebut disampaikan Rusli usai menerima Kepala BPOM Gorontalo Sukriadi Darma dan jajarannya di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (27/9).

“Saya sangat respon kegiatan kegiatan BPOM. Bahkan tadi saya baca dan mereka laporkan ada beberapa apotek yang mereka tindaki. Saya setuju itu, karena masalah obat ini kan apalagi sekarang ini marak obat obat yang harusnya dengan resep dokter tetapi mereka jual bebas,” tegas Rusli.

Pihaknya juga meminta kepada pihak BPOM dan instansi terkait untuk mengintensifkan peredaran obat PCC yang bisa menyebabkan pemakainya mabuk berat bahkan berakibat kematian. Rusli meyakini meskipun Gorontalo belum ditemukan kasus peredaraan PCC, namun tidak berarti Gorontalo bebas dari obat obat berbahaya.

“Bukan tidak ada ya, karena saya yakin pasti ada. Makanya tadi saya juga ketemu dengan Irwasda Polda dan BPOM untuk tolong telusuri mungkin ada peredarannya di sini. Jika ada tolong langsung ditindaki,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Gorontalo Sukriadi Darma melaporkan dari hasil operasi yang dilakukan selama beberapa hari terakhir belum menemukan peredaran PCC di Gorontalo. Meski begitu, pihaknya sudah dan terus melakukan penindakan kepada apotek dan distributor obat yang menyimpan dan menyalurkan obat menyalahi aturan yang ada.

“Dibeberapa sarana kami melakukan penindakan berupa penghentian sementara, penyegelan dan penyitaan obat obat keras karena melanggar dalam hal kewenangan dan tidak memiliki izin menyimpan dan menyalurkan obat. Ada 7 Apotek dan 2 klinik yang kami tindaki,” jelasnya.

Selain melaporkan tentang penanganan peredaran obat keras, BPOM juga melaporkan tentang rencana Rapat Evaluasi Nasional yang akan digelar di Gorontalo sebagai tuan rumah. Ditunjuknya Gorontalo sebagai tuan rumah tidak terlepas dari dukungan pemerintah provinsi agar diberi kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan di maksud.(Hmsprov-ismail).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 25 September 2017 10:02

Bahaya AIDS Terus Disosialisasikan

GORONTALO – Orang yang terkena HIV/AIDS bukan dihindari justru mereka butuh motivasi dan semangat hidup dari kita, yang harus kita hindari adalah bagaimana kita tidak melakukan perbuatan yang bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit tersebut.

Hal itu dijelaskan Idah Syahidah Rusli Habibie, Tim Asistensi KPA Provinsi Gorontalo pada kuliah umum sekaligus sosialisasi HIV/AIDS di Gedung Serba Guna David Bobihoe Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG), Rabu (20/9).

Menurut Idah penyakit AIDS ini penularannya kebanyakan melalui hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan, melalui jarum suntik pada pemakai narkoba yang sudah terinfeksi AIDS, transfusi darah juga dari air susu ibu.

“Populasi atau kelompok yang tertular paling tinggi adalah populasi lelaki suka lelaki (LSL) yang telah mencapai 58,1 %. Mereka bukan hanya orang dewasa tapi lebih banyak remaja dan pelajar yang tidak mengetahui bahwa LSL adalah penyakit yang tentunya akan menularkan AIDS baik para pemberi maupun penerima seks apakah sesama lelaki atau dengan perempuan,” papar Idah.

Semua profesi bisa terkena penyakit ini baik dari ibu rumah tangga, pegawai, mahasiswa, pelajar dan lainnya jelas Idah. Penularannya kebanyakan melalui hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan, melalui jarum suntik pada pemakai narkoba yang sudah terinfeksi AIDS, transfusi darah juga dari air susu ibu.

AIDS kata Idah merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup yang sekarang juga sudah melanda Provinsi Gorontalo. Sampai saat ini penyakit AIDS ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkannya. Obat yang telah ditemukan hanya mampu menekan perkembangan virus bukan membunuh atau menghilangkannya.Idah berharap melalui moment ini, seluruh masyarakat khususnya para mahasiswa UMG, agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi kali ini tidak hanya sebatas sosialisasi pada hari ini saja namun apa saja yang diperoleh dapat disebarkan lagi kepada masyarakat yang belum mengetahuinya, sehingga anak-anak Indonesia terutama yang berada di Provinsi Gorontalo bisa terbebas dari penyakit HIV/AIDS.

Diakhir sosialisasi Idah mengingatkan dua hal penting “say no to drugs and free sex” .(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal memberantas Buta Aksara di Provinsi Gorontalo terus dilakukan. Hal ini dikatakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo Huzairin Roham yang mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, saat memberikan sambutan pada pelaksanaan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2017 yang ke-52 tingkat provinsi Gorontalo , Senin (18/9) bertempat di halaman kantor Dikbudpora.

Huzairin pada kesempatan itu mengungkapkan, sesuai dengan RPJ tahun 2017-2022 bahwa bidang pendidikan tetap menjadi fokus prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo dibawah kepemimpinan Gubernur Rusli habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim.

“Sejak kepemimpinan NKRI (Nyata Karya Rusli-Idris) ada program pendidikan untuk rakyat (Prodira). Melalui program Prodira itulah, pemprov sudah membebaskan kurang lebih 13 ribu orang yang buta aksara, sehingga yang tersisa saat ini tinggal sekitar 2 ribuan,” kata Asisten.

Mantan Kadis Keuangan Provinsi Gorontalo ini juga mengatakan, inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk terus memberantas buta aksara. Tidak hanya anak anak usia sekolah saja, tapi juga masih banyak orang tua yang masih buta aksara.

“Jadi ini yang akan terus kita berantas. Mari kita bantu mereka semua untuk bisa bebas dari buta aksara, kita usahakan rakyat Gorontalo semuanya bisa membaca dan menulis,” lanjut Huzairin.

Diakhir sambutannya Asisten berharap untuk memberantas buta aksara ini perlu adanya komitmen bersama terutama dengan adanya UU baru yang menyebutkan bahwa pemberantasan buta aksara kewenangannya kini ada di kabupaten/kota.

“Mari kita bersama-sama untuk menjadikan SDM kita menjadi SDM yang unggul dan berkualitas, dengan memberantas buta aksara,” tutupnya.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Gorontalo menggelar bakti sosial donor darah yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan PMI kota Gorontalo. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, di fakultas Ilmu Sosial UNG,Selasa (12/9).

Dalam sambutannya secara khusus Winarni yang juga merupakan ketua ICMI Gorontalo mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Ilmu Sosial beserta jajaran dan kepada ICMI Gorontalo yang tiga tahun terakhir ini rutin melaksanakan kegiatan donor darah.

Winarni mengemukakan, hingga saat ini ketersediaan stok darah di Gorontalo masih kurang. Kebutuhan darah perbulan itu kurang lebih 1.000 hingga 1.200 kantong. Sementara dari jumlah itu yang tersedia hanya kurang lebih 50 persen atau berjumlah kurang lebih 500 hingga 700 kantong.

“Keberadaan mahasiswa pada hari ini dengan nawaitu tulus ikhlas menyumbangkan darahnya adalah bagian dari nafas islami kita, nafas sebagai mahasiswa cendekiawan yang rela berkorban gigih dalam memberikan darahnya untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelas sekda.

Sementara itu Dekan FIS UNG Sastro Wantu mengatakan donor darah adalah acara rutinitas tiga tahun berturut-turut dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial, tentu kami selalu membuka diri untuk kerjasama apalagi yang namanya bakti sosial atau untuk kemanusiaan.

“Di kampus ini kita tidak hanya belajar teori tetapi bagaimana kepedulian secara imperis bersama masyarakat itulah fungsi kita sebagai mahasiswa dan cendekiawan,” tandasnya.

Tercatat hampir seratus pendonor yang ikut dalam kegiatan tersebut.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meninjau langsung pos cek poin perbatasan yang terletak di Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato yang berbatasan langsung antara Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mengantisipasi masuknya bibit sapi yang terinfeksi bakteri Antraks, Senin (11/9).

Perbatasan Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo merupakan pintu masuk berbagai macam komoditi pertanian dan ternak yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain mengantisipasi masalah keamanan, peninjauan secara langsung pos cek poin perbatasan Gorontalo – Sulteng ini juga untuk mengantisipasi adanya bibit sapi yang dikirim ke Gorontalo, namun sudah terinfeksi bakteri Antraks.

Gubernur yang diwawancarai oleh media mengatakan, Ia mengakui beberapa bulan sebelumnya, ada bantuan sapi yang akan masuk ke Gorontalo, namun ditahan oleh petugas, dan setelah pihaknya mengecek alasan penahanan, karena sapi tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung.

“Memang sumber bibit sapi yang selama ini yang diserahkan ke masyarakat melalui program bantuan APBD provinsi, berasal dari provinsi yang terinformasi endemik Antraks, sehingga lewat pos cek poin kita masih bisa mencegatnya,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, melalui informasi media massa, salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo terkena dampak antraks yang menyebabkan sejumlah sapi mati mendadak. Namun hal itu langsung diantisipasi baik pemkab setempat maupun Pemprov Gorontalo.

Gubernurpun langsung turun tangan mencari solusi untuk mengantisipasi berkembangnya antraks di Provinsi Gorontalo.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Menjelang hari raya Idul Adha 1438 H atau lebih dikenal dengan hari raya qurban, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mencarikan solusi atasi permasalahn penyebaran virus antraks yang menyerang hewan qurban.

” Dari beberapa tahun sebelumnya wilayah Kabupaten Gorontalo, hewan qurbannya yang dalam hal ini adalah Sapi selalu terinveksi virus antraks. Namun kami sebagai pemerintah selalu memberikan solusi untuk pencegahan virus antraks tersebut,” kata Rusli saat meninjau pembangunan Rs. Ainun Habibie, Rabu (30/8).

Rusli menambahkan, solusi yang diberikan kepada masyarakat untuk mencegah virus tersebut dimana ia telah membentuk tim baik dari provinsi bekerja sama dengan lembaga kementrian dari Jakarta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan pencegahan dari virus antraks.

” Sesuai arahan saya, tim itu dibentuk untuk melindungi hewan qurban bukan hanya di kabupaten/kota tapi se Provinsi Gorontalo, memeriksa hewan hewan qurban dan memberikan pelayanan pemeriksaan secara gratis kepada hewan dalam hal ini sapi sapi tersebut divaksin secara berkala, dan juga sosialisai pencegahan bahaya antraks kepada masyarakat,” tegasnya.

Gubernurpun berharap, virus antraks ini tidak menyebar lagi di wilayah kabupaten/kota yang lain agar masyarakat tetap aman dalam berqurban.

“Juga harapan saya bagi masyarakat yang mampu, agar bisa berqurban karena manfaatnya banyak. Kita bisa berbagi rezeki dengan masyarakat yang kurang mampu, ini juga sebagai ladang pahala kita selagi masih diberikan nikmat hidup oleh Allah,” tandasnya.

Antraks adalah penyakit menular pada hewan ternak yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis. Dari sebuah laman di internet menjelaskan ciri-ciri antraks yaitu sapi demam, lemah dan mudah jatuh / ambruk, banyak pendarahan dibeberapa bagian tubuh, biasanya berwarna hitam ( pada lubang hidung dan mulut, pori-pori dan pada lubang anus sapi), Kemudian Radang pada bagian limpa dan akhirnya sapi menjadi diare, Nafas tersengah-sengah, pembengkakan pada bagian bawah perut, bila sudah sangat akut, maka sapi akan mati mendadak.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 31 Agustus 2017 11:59

Posdaya Untuk Berdayakan Masyarakat

Ketua Tim Posdaya Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memberikan motivasi kepada para peserta Bimtek Pendamping/Kelompok Posdaya Mandiri yang diselenggarakan oleh Diskumkoperindag Provinsi Gorontalo,Rabu (30/8) di Hotel Golden Sri Kabupaten Pohuwato.

Dihadapan para peserta Bimtek Idah mengungkapkan posdaya adalah forum silaturahmi,komunikasi,advokasi dan wadah penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu dan mandiri. Posadaya sangat berperan dalam menyatukan potensi sumber daya manusia suatu wilayah.

Menurut Idah, di dalam posdaya tersebut masyarakat diberdayakan kemampuan dan keahlian mereka untuk berusaha.

” Usaha ekonomi masyarakat merupakan suatu strategi alternatif pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga itu pendekatan harus berbasis sosial kemasyarakatan. Dimensi pengembangan usaha ekonomi masyarakat dengan pola nafkah yang berkelanjutan tidak hanya meningkatkan keadilan sosial,tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan dan keahlian warga desa dan anggota rumah tangga,” jelas Idah.

Adanya posdaya disuatu wilayah dalam rangka untuk memberdayakan masyarakat agar mampu menggali potensi-potensi, baik itu SDM dan SDAnya sehingga bisa berusaha dan meningkatkan kehidupan ekonominya.

Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo ini menguraikan lima kunci sukses yaitu adanya kerja keras dan mampu bersaing dengan yang lain, tekun dan tidak mudah putus asa, pembelajaran, mampu berkorban/pengorbanan dan tetap berusaha dan berdoa.

” Saya berharap peserta mampu untuk menyerap ilmu yang didapat, diterapkan serta disebarluaskan lagi kepada orang lain sehingga perekonomian di Indonesia khususnya di Gorontalo akan semakin meningkat,” pungkas Idah.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Setelah memastikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Hasri Ainun Habibie yang dibangun di eks Mall Limboto Kabupaten Gorontalo akan tuntas akhir tahun ini, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali menjanjikan untuk RS Ainun akan menjadi RS bertipe B atau rumah sakit rujukan. Hal itu ditegaskan oleh gubernur yang kembali meninjau perkembangan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Ainun, Rabu (30/8).

“Seperti janji saya, akhir tahun semua akan segera selesai dan sekarang memang RS Ainun ini masih tipe D. Akan tetapi mulai tahun depan akan kita usahakan menjadi tipe B. Semua dimulai dari perubahan administrasi keuangan RS Ainun akan berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah Dinas Kesehatan,” kata Rusli pada kunjungan tersebut.

Lebih lanjut Rusli yang juga ketua DPD Golkar ini menambahkan, keberadaan rumah sakit bertipe B ini, dinilai akan sangat membantu masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Karena tipe B itu artinya rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit rujukan di Gorontalo, baik dari masyarakat yang ada di provinsi, kabupaten/kota, maupun yang ada di daerah-daerah tetangga misalnya dari Sulawesi Tengah, Palu atau dari Sulut, Bolaang Mongondow yang sementara ini orientasinya ke RS Aloei Saboe. Jadi semua akan pindah ke RS Ainun dan tidak perlu lagi dirujuk ke Manado, Makassar atau Jakarta, sebab di rumah sakit ini sudah tersedia,” lanjut Rusli Habibie.

Sesuai janjinya Gubernur menjelaskan, RS Ainun Habibie nantinya memiliki 400 tempat tidur, lebih dari separuh atau sekitar 60 persen tempat tidur dikhususkan untuk masyarakat miskin.

“Dari 400 kamar tidur itu kita persiapkan untuk melayani masyarakat miskin, dan itu wajib baik bagi yang memiliki BPJS ataupun hanya memiliki KTP, semuanya gratis tidak perlu bayar, dan sekarang sudah ada yang bisa berfungsi khususnya untuk rawat inap anak, dan rawat inap pasien umum kurang lebih sudah ada 30 tempat tidur yang tersedia,” tutupnya.RS Ainun Habibie merupakan salah satu program infrastruktur stratagis yang dibangun Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim. Peralatan rumah sakit ini dinilai cukup canggih, tenaganya profesional, dokter juga lengkap sesuai kebutuhan.

Rumah sakit ini dirancang moderen dengan pelayanan ekstra. Sejauh ini, RS Ainun Habibie telah melakukan pelayanan namun belum dalam skala besar. Saat ini, klinik mata Hasri Ainun Habibie menjadi unggulan di rumah sakit ini. Kurang lebih selama tiga tahun beroperasi telah melakukan operasi mata katarak dan screening mata katarak bagi kurang lebih 1000 warga Gorontalo secara gratis.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 02 Agustus 2017 10:27

Wagub Turun Lapangan Sosialisasikan HIV/Aids

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, mensosialisasikan bahaya HIV/Aids kepada siswa SMA Negeri 1 Gorontalo pada upacara bendera yang berlangsung di halaman SMAN 1 Gorontalo, Senin (31/7).

Wagub Idris Rahim mengatakan, jumlah penderita HIV/Aids di Provinsi Gorontalo yang terus bertambah, harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak untuk bersama-sama menyatukan gerak dan langkah dalam menanggulangi penularan HIV/Aids.

“Sosialisasi HIV/Aids adalah tanggungjawab kita bersama, baik pemerintah, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi, dan seluruh stakeholder. Apalagi secara pribadi saya sebagai alumni SMAN 1 Gorontalo memiliki tanggungjawab moral kepada almamater dan adik-adik sebagai penerus pembangunan bangsa dan daerah,” kata Idris.

Idris menuturkan, jumlah penderita HIV/Aids di Provinsi Gorontalo saat ini sudah mencapai 334 penderita, dengan 146 kasus HIV dan 188 kasus Aids. Dijelaskannya, meningkatnya kasus HIV/Aids secara umum diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik narkoba, suka gonta ganti pasangan bagi suami isteri, serta perilaku menyimpang Lelaki Suka Lelaki (LSL).

“Jauhi narkoba, jangan sekali kali mencoba narkoba, sekali mencoba pasti akan ketagihan dan pasti akan terjangkit penyakit HIV/Aids. Begitu pula perilaku yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya, harus kita hindari,” tegasnya.Diakhir pembinaannya, Wagub Idris Rahim yang juga sebagai Ketua Harian KPA Provinsi Gorontalo, mengajak seluruh siswa SMAN 1 Gorontalo untuk terus belajar, berkreasi, dan berprestasi, sehingga menjadi generasi yang cerdas, berkualitas, dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Belajar, belajar, belajar. Adik-adik harus tekun belajar, tingkatkan kemampuan dan kualitas diri. Adik-adik adalah harapan orang tua, bangsa, dan daerah,” pungkas Idris.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo