>

Displaying items by tag: lingkungan hidup

BONE BOLANGO, Humas – Hari Bhakti Adhyaksa ke 58 tingkat Provinsi Gorontalo diperingati dengan penanaman pohon di kompleks kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang baru di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (19/7/2018). Aksi tersebut sebagai wujud kepedulian jajaran Kejaksaan Gorontalo terhadap upaya pelestarian lingkungan di daerah.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rektor UNG serta Bupati dan Walikota itu turut diramaikan dengan kehadiran ribuan mahasiswa dan masyarakat. Mereka ikut melakukan aksi tanam pohon dan pembuatan biopori sebagai sumber resapan air tanah di sekitar lokasi.

“Terima kasih kepada Rektor UNG yang telah memberikan kepercayaan kepada kejaksaan dan jajarannya untuk melaksanakan penghijauan dan biopori ini yang menjadi rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa ke 58. Seluruh kejaksaan akan melakukan penghijauan dengan semangat go green dalam setiap pembangunan,” terang Firdaus.

Pihak Kejaksaan dipercayakan untuk melakukan penghijauan di kampus 3 UNG sebagai bagian dari rencana penataan kawasan hijau di kampus yang hampir selesai dibangun itu. Pelibatan Kejaksaan dan Pemda diharapkan dapat meringankan beban pembiayaan kampus.

“Pembangunan landscape kampus UNG ini cukup lumayan (pembiayaannya), tetapi dengan pepatah melayu berat sama dipikul ringan sama dijinjing insyaallah pembangunan dapat kita laksanakan bersama. Pemerintah pusat bisa melihat bahwa di Provinsi Gorontalo sinergitas dalam membangun negeri berjalan dengan baik,” imbuhnya.Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ikut mendukung upaya pembangunan dan penataan kampus UNG. Rusli berjanji akan membantu penerangan di sekitar area kampus agar jalan yang menghubungkan 13 bangunan menjadi terang.

“Tadi pak Rektor sampaikan pembangunan taman ini mahal pak Gubernur. Pak Kajati bilang nggak mahal kalo kita bagi (ambil bagian). Jadi kabupaten ambil bagian sendiri, kota ambil bagian sendiri. Saya mengambil bagian untuk penerangan dan insyaallah kita anggarkan di APBD Perubahan,” ujar Rusli.

Kampus 3 UNG merupakan bangunan pengembangan dari kampus yang ada. Rencananya bangunan tersebut akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Gorontalo akhir Desember nanti.

Kampus yang akan diisi oleh lima fakultas itu juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di Kabupaten Bone Bolango. Pembangunan kos-kosan, pertokoan dan rumah makan akan menjadi bisnis baru yang menjanjikan di kawasan tersebut.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO – Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah mengatakan remaja Genre (Generasi Berencana) yang berdedikasi tinggi harus peka terhadap lingkungan dengan selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dimanapun dia berada.

“ Saya harap remaja Genre tidak hanya sebagai simbol saja tapi mereka juga harus peduli dengan lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan atau saat melihat sampah dimana saja langsung memungutnya,” ujar Idah saat melepas lomba lari Genre Run, Jumat (29/6/2018) di rumah adat Dulohupa Kota Gorontalo.

Di depan para remaja yang mengikuti kegiatan ini, Idah yang juga merupakan ketua Kwarda Gorontalo memberikan motivasi kepada para remaja untuk memiliki cita-cita tinggi demi kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang.

“ Sebagai generasi berencana, para remaja harus sedari kecil menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin. Jika kalian masih ragu ingin bercita-cita menjadi apa, tulislah cita-cita kalian dan bacalah setiap hari sebagai motivasi sehingga kalian akan berusaha menggapai cita-cita itu, “ urai Idah.

Lomba lari yang diadakan dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-25 ini diprakarsai oleh BKKBN Provinsi Gorontalo, dikuti kurang lebih 120 peserta yang berasal dari utusan organisasi kepemudaan, komunitas Run Is Our Therapy (RIOT) serta Nou dan Uti Provinsi Gorontalo. Acara ini ditutup dengan penampilan Flash Mob para Genre yang disiarkan secara live streaming di website BKKBN pusat.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Kemacetan dan sampah yang menumpuk saat Lebaran Ketupat, Jumat besok diminta oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie agar diantisipasi. Lebaran Ketupat yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan warga Jawa Tondano rencananya akan berpusat di “kampung Jawa” Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat.

“Apalagi besok akan ada pemecahan rekor MURI 40.400 ketupat. Kalau dibiarkan maka sampah (ketupat) akan ke mana-mana. Begitu juga dengan kemacetan yang rutin terjadi saat warga berlebaran ketupat,” ungkap Rusli Habibie saat memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Lebaran Ketupat yang digelar di Bandara Djalaluddin lama, Kamis (21/6/2018).

Rusli berharap tradisi tahunan warga Jawa Tondano (Jaton) di hari ke tujuh Ramadan ini bisa mendapatkan atensi dari berbagai lapisan masyarakat, tidak terkecuali dari warga tetangga di luar Provinsi Gorontalo. Ia ingin tradisi yang sudah menjadi agenda pariwisata nasional Gorontalo bisa lebih semarak tahun tahun berikutnya.

“Tahun depan saya ingin gaung promosinya sampai ke luar daerah dan nasional. Tradisi menyambut warga dengan makanan lebaran ini patut kita lestarikan dan menjadi agenda pariwisata yang bisa menyedot perhatian masyarakat luas,” imbuhnya.

Terkait dengan penataan arus lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo menyiapkan sejumlah jalur alternatif agar volume kendaraan tidak menumpuk di Jalan Isimu Raya Desa Yosonegoro dan Desa Padengo.

Bagi warga yang ingin ke kampung Jawa dari arah Kota Gorontalo diarahkan melalui dua jalur yakni jalur utama Kota-Limboto dan Jalur Kota-Batudaa-Bongomeme tembus di Padengo. Sementara untuk arus balik dari Yosonegoro diarahkan melalui jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) keluar di Telaga Mart, dan jalur Pone keluar di patung air mancur Limboto.

“Untuk sampah pak gub, dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup sudah menyiagakan mobil truk dan petugas pengangkut sampah. Mereka nanti yang akan menyisir setiap lokasi,” jelas Kadis Pariwisata Nancy Lahay.

Perayaan Lebaran Ketupat besok di Yosonegoro dan Padengo dipastikan akan berlangsung meriah. Ada 40 stand Pemprov Gorontalo dengan 40.400 ketupat dan pangan lainnya disediakan gratis untuk warga yang datang.

Ketupat sebanyak itu juga untuk memecahkan rekor MURI sajian hidangan terbanyak di Indonesia. Ada juga lomba pacuan kuda, karapan sapi dan kuda gerobak yang akan digelar di lapangan golf Yosonegoro.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Usai memimpin apel kerja terakhir dalam rangka menjelang libur cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku sangat amat terkejut bahkan sempat geram melihat kondisi lapangan taruna remaja dipenuhi sampah. Padahal menurutnya baru bulan Desember 2017 kemarin, ia mengresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di kawasan Lapangan Taruna Remaja tersebut

“Begitu saya masuk tadi, saya sangat terkejut melihat banyaknya sampah yang berserakan disini, mulai dari kulit buah buahan, daun daunan sampai puntung rokokpun ada. Ini sangat disayangkan, padahal belum lama ini kita baru saja meresmikan RTH di lapangan taruna remaja ini sebagai salah satu icon Kota Gorontalo,” kata Rusli usai memimpin apel kerja terakhir, di lapangan taruna remaja, Rabu, (6/6/2018).

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur dua periode ini langsung memerintahkan Karo Umum untuk segera menghubungi PLT Walikota Gorontalo, yang mempunyai wewenang penuh terhadap kebersihan dan kenyamanan di lapangan taruna remaja.

“Karo Umum tolong sampaikan ke PLT Walikota, kalau perlu secara tertulis mohon segera menindaklanjuti hal ini. Katakan kalau memang tidak bisa dikelolah oleh Pemkot maka taruna ini akan Pemprov ambil alih, akan kita perbaiki dan kita jaga kembali kebersihannya,” tegas Rusli.

Lapangan Taruna Remaja sejak akhir tahun lalu mengalami renovasi besar-besaran. Salah satu ikon di Kota Gorontalo itu mengalami renovasi di bagian sekitar patung Nani Wartabone. Ada area untuk foto dengan latar belakang tulisan Taruna Remaja, tempat duduk di beberapa sudut serta tata lampu yang lebih baik. Renovasi Taruna Remaja sendiri menghabiskan 4,75 Milyar Rupiah melalui dana APBN.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) No. 11 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara, Selasa (10/4). Ada lima provinsi yang menjadi lokus dari Perpres ini yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara.

Sosialisasi yang digelar di Hotel Damhil, Kota Gorontalo itu dihadiri oleh jajaran pemerintah Provinsi Gorontalo dan dibuka oleh Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNNP, Boytenjuri.

Boytenjuri menjelaskan, Perpres ini sangat penting dalam mengelola potensi di kawasan perbatasan negara. Menurutnya, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ada perubahan paradigma dalam pengelolaan kawasan perbatasan. Perbatasan luar negara tidak lagi dipandang sebagai ‘teras luar’ tetapi menjadi ‘halaman depan’ Indonesia.

“Paradigma lama memandang perbatasan negara hanya sebagai wilayah pertahanan yang harus dijaga secara militeristik. Paradigma baru memandang perbatasan negara sebagai beranda depan NKRI yang memiliki sumber daya yang cukup besar. Pendekatan yang dilakukan tidak saja dari aspek keamanan militer, tapi juga pengelolaan potensi dan pemberdayaan,” terang Boytenjuri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada empat isu utama dalam pengelolaan perbatasan negara. Pertama menyangkut penyelesaian batas darat, laut, udara dan pemanfaatannya. Kedua pencegahan dan penindakan kejahatan batas negara, ke tiga menyangkut pembangunan infrastruktur dasar dan membuka keterisolasian serta ke empat pengelolaan kelembagaan.

“Oleh karena itu setiap daerah yang menjadi batas negara akan dikelola secara maksimal dengan ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional. Kawasan yang akan menjadi lokus dari setiap program kerja kementrian lembaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Pembangunan Sutan Rusdi menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, Perpres tersebut dapat mewujudkan Nawacita ke tiga pemerintah pusat yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sebagai satu dari lima provinsi yang diatur dalam Perpres Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara, Gorontalo siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat khususnya BNPP dalam melaksanakan program pembangunan di Gorontalo,” kata Sutan.

Dalam pasal 5 ayat 4 poin b Perpres no. 11 Tahun 2017 disebutkan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki 11 kecamatan di perbatasan laut yaitu Atinggola, Gentuma Raya, Tomilito, Kwandang, Ponelo Kepulauan, Anggrek, Monano, Sumalata Timur, Sumalata, Biau dan Tolinggula. Semua kecamatan itu berada di Kabupaten Gorontalo Utara.(Hmsprov).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Peringatan Hari Air Dunia (World Water Day) ke-26 tingkat Provinsi Gorontalo digelar di Kanal Tamalate Kelurahan Oluhuta, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (22/3). Peringatan Hari Air Dunia tahun 2018 mengangkat tema Nature For Water atau melestarikan alam untuk air.

Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya pada kesempatan itu mengatakan, krisis air bersih yang banyak terjadi diberbagai belahan dunia saat ini diakibatkan oleh pencemaran air dan lingkungan yang dilakukan oleh ulah manusia. Selain itu pertambahan jumlah penduduk dunia yang sangat pesat, terdegradasinya hutan-hutan yang semakin meluas, juga menjadi penyebab terjadinya krisis air.

“Padahal disatu sisi kebutuhan air akan bertambah sepertiga populasi dunia pada tahun 2050,” kata Wagub Idris Rahim.

Oleh karena itu sebagai bentuk tindakan konkrit melestarikan alam untuk air, Idris mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo untuk lebih peduli pada lingkungannya dengan menjaga daerah-daerah sumber air, kali, sungai, bendungan, dan danau. Idris meminta masyarakat untuk bersahabat dengan alam dan tidak membuang sampah sembarangan di daerah aliran air yang akan berakibat terhadap pencemaran air.

“Air bersih adalah kebutuhan kita, jika kita menggunakan air bersih, pasti tubuh kita akan sehat. Sebaliknya jika air yang kita gunakan sudah tercemar, maka pasti kita akan ikut sakit. Mari kita jaga air dan lingkungan untuk hidup yang lebih sehat,” ujarnya.Pada peringatan Hari Air Dunia ke-26 tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, dinobatkan sebagai Bunda Penggerak Budaya Bersih Sungai Gorontalo. Juga dikukuhkan Komunitas Peduli Sungai dan Komunitas Irigasi Lomaya Alale oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II.

Sementara itu dalam rangka peringatan Hari Air Dunia, BWSS II menggelar aksi bersih Kanal Tamalate dan penanaman 1.000 pohon di sepanjang bantaran Kanal Tamalate, pembangunan saung edukasi, serta pembuatan biopori.(Hmsprov-haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pemerintah Provinsi Gorontalo memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-35 dengan melaksanakan apel bertempat di rumah jabatan gubernur, Senin (19/3). Acara yang dintegrasikan dengan Apel Korpri tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Gubernur yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungapkan, bahwa keselarasan antara ekonomi dan lingkungan dapat dilakukan dan terus berlangsung hingga sekarang. Pemerintah terus mendorong bahwa lingkungan dan sumber daya alam dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

“Manusia tidak hanya mengambil tapi harus memberi. Ketika mengambil air dari alam, maka kelestarian hutan dan mata air harus tetap terjaga. Panorama indah dan kesegaran udara untuk wisata alam harus tetap terjaga keasliannya,” kata Rusli.

Kementrian LHK sudah mencanangkan benchmark pembangunan tahun 2018-2019 yakni mengatasi kemiskinan, membuka kesempatan kerja, peningkatan ekspor dan investasi.Untuk meralisasikannya, ada enam langkah stategis yang harus dilakukan hingga ke daerah meliputi pengendalian deforestasi dan degradasi hutan, konservasi dan pemeliharaan bio-divesity dan biosfer, peningkatan produksi dan produktivitas hutan dan jasa lingkungan untuk pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja.

Ada pula upaya pengendalian kejahatan lingkungan, kemitraan dan keterlibatan mutistakholders dalam rantai usaha sumber daya hutan dan sumber daya sampah/limbah dan dalam pengawasan sosial perizinan dan pengendalian lingkungan, serta mendorong law enforcement dan public campaign.

“Kepada para Rimbawan, anda adalah pejuang bangsa. Keberanian dan dedikasi menjaga lingkungan dan hutan kita sungguh bermakna demi masa depan manusia dan seluruh bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Tak lupa juga Gubernur dua periode itu menyampaikan selamat Hari Bakti kepada Rimbawan dan Rimbawati seluruh Indonesia terkhusus di Gorontalo.Ia meminta agar terus bekerja dan berkarya sebab tantangan menjaga lingkungan dan hutan ke depan akan semakin berat.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 19 Februari 2018 15:36

Idah Resmikan IPAL Desa Bulila

Gorontalo – Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa Bulila Kecamatan Telaga, yang ditandai dengan pengguntingan pita, Minggu ( 18/2).

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa Bulila ini mampu menampung air limbah kurang lebih 144 Kepala Keluarga.

Idah dalam kesempatan itu mengapresiasi hadirnya IPAL dan bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain yang ada di Provinsi Gorontalo.

” Saya berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik fasilitas IPAL yang telah dibangun sehingga bisa menjaga kebersihan lingkungan serta keinginan untuk mewujudkan kotaku tanpa kumuh dapat tercapai,” ungkap Idah.Usia meresmikan IPAL, Idah bersama Nelson Pomalingo menyusuri sungai Bulango dengan menggunakan perahu karet yang dimulai dari Desa Pilohayanga.

Sepanjang menyusuri sungai, Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo ini menyaksikan sejumlah penambang pasir yang sedang bekerja.

” Saya sarankan agar para penambang pasir dikumpulkan dan diberikan pemahaman dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan lokasi penambangan pasir tersebut,” pungkas Idah.
Kegiatan ini dilakukan bersama unsur Pemprov Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo menjadi contoh penghijauan kawasan bantaran sungai. Di sepanjang sungai dibersihkan dari sampah yang mengapung serta ditanami pohon. Hal tersebut menjadi bagian dari Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) dan Jumat Pagi Bersih Lingkungan (JUMPA BERLIAN) oleh Gerakan Pramuka Kwarda Provinsi Gorontalo, Jumat (9/2).

Kakwarda Pramuka Provinsi Gorontalo kak Idah Syahidah beserta pengurus dan anak anak pramuka nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Selain bersih sampah dan tanam pohon, anak anak terhibur dengan menyanyi dan bermain bersama.

“Penanaman yang kami lakukan ini merupakan salah satu aksi untuk menghijaukan kembali daerah pinggiran sungai yang sudah gersang dan terkesan tandus, dan kegiatan seperti ini memang sudah ada dalam program kepramukaan,” jelas Ka Kwarda Idah Syahidah.

Istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menambahkan, menjadikan kota hijau sejalan dengan program prioritas pemerintah provinsi dalam hal lingkungan hidup. Menjaga lingkungan bisa dimulai dari tengah kota hingga ke pinggiran untuk menciptakan kota yang asri dan nyaman.

“InsyaAllah daerah Sipatana ini akan dijadikan contoh bagi kecamatan-kecamatan lain sebagai kawasan hijau yang berada di pinggiran sungai” kata Idah.

Idah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengembangkan budaya menanam pohon ini di lingkungan masing-masing. Minimal satu pohon di setiap rumah.

“Jika itu bisa kita lakukan, maka saya yakin pengendalian banjir dan kualitas udara bersih akan meningkat sehingga membawa dampak peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Gorontalo terus berproses. Terbaru, dokumen revisi telah diserahkan ke Sub Direktorat (Subdit) Pembinaan Wilayah III (Kalimantan dan Sulawesi), Direktorat Pembinaan Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Daerah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Republik Indonesia, Jumat (22/12).

Dokumen yang diserahkan berupa persetujuan substansi yang telah dituangkan melalui Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 8 tahun 2017. Adapun penyerahan dan pembahasan dokumen dilaksanakan oleh perwakilan Dinas PUPR Provinsi Gorontalo dan Tim Penyusun Revisi RTRW PT. Santika Kusuma Agung.

Berdasarkan hasil evaluasi Subdit Binda III terdapat beberapa persyaratan yang masih harus dilengkapi, diantaranya Surat Permohonan Persetujuan Substansi oleh Gubernur Gorontalo, Dokumen Berita Acara Pembahasan oleh BKPRD Provinsi Gorontalo, Berita Acara Kesepakatan Pengajuan Persetujuan Substansi antara PEMPROV dan DPRD Provinsi Gorontalo, Data Hak Pertanahan, Materi Teknis Dokumen Peninjauan Kembali (PK) RTRW Provinsi Gorontalo, dan Surat Pernyataan validasi Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan peraturan perundang-undangan oleh kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Informasi perihal pemenuhan persyaratan permohonan persetujuan substansi telah dituangkan ke dalam Berita Acara pembahasan, dimana Kementerian ATR mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo untuk segera melengkapinya sebelum Januari 2018. “Secara umum kekurangan-kekurangan dokumen yang ada saat ini merupakan kelengkapan administrasi seperti surat-menyurat yang perlu dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan akan segera kami lengkapi secepatnya,” penuturan dari Zainal Arifin Yusuf selaku Kepala Seksi Perencanaan Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Gorontalo.(Diskotikprov).

Zainal menambahkan, setelah pemasukan berkas yang dilakukan pada tanggal 22 Desember 2017, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengirimkan surat Permohonan Pembahasan Internal terkait Dokumen Revisi RTRW Provinsi Gorontalo di Kementerian ATR/BPN sesuai petunjuk dari Kementerian ATR/BPN. Selanjutnya atas dasar surat tersebut, akan dilakukan rapat internal di Kementeian ATR/BPN paling lambat 1 minggu setelah surat diterima dan dilanjutkan dengan pembahasan bersama di tingkat Nasional antara BKPRD Provinsi Gorontalo dan TKPRN.

“Untuk pembahasan TKPRN kita menunggu undangan Pembahasan dari Kementerian ATR/BPN. Dengan catatan, undangan akan diberikan apabila TKPRN memutuskan sudah memenuhi semua persyaratan pembahasan sesuai PERMEN ATR/BPN nomor 8 tahun 2017, ” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN nomor 8 tahun 2017, pembahasan persetujuan substansi akan di mulai setelah seluruh berkas dilengkapi dan telah memenuhi standar kelayakan minimal pembahasan persetujuan sebagaimana persyaratan yang tertuang dalam Peraturan Menteri tersebut. Jangka waktu pelaksanaan pembahasan sampai dengan keluarnya Surat Persetujuan Substansi oleh Menteri ATR/BPN adalah 60-65 hari.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 7
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama