>

KOTA GORONTALO, Humas – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) bakal meresmikan Komando Resor Militer (Korem) 133/Nani Wartabone yang ada di Provinsi Gorontalo. Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 September mendatang. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi jajaran TNI bersama pemerintah Provinsi Gorontalo, di ruang rapat Huyula kantor gubernur, Kamis (23/8/2018).

“Selain meresmikan Korem, Kasad Jendral TNI Mulyono juga direncanakan akan meresmikan Monumen Tank yang berlokasi di Taruna Remaja. Satu unit tank dan satu unit panser milik TNI sedang dalam proses pemasangan untuk diabadikan menjadi monumen,” ungkap Danrem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw.
Arnold menambahkan, pembangunan Museum Tank di alun-alun Kota Gorontalo itu cukup penting. Selain sebagai sarana edukasi bagi anak-anak, museum tersebut diharapkan bisa menambah daya tarik Taruna Remaja untuk bersantai dan berswafoto.

Sementara itu, Penjabat Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Anis Naki meminta agar pemerintah daerah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari proses penjemputan, pengresmian hingga Kasad meninggalkan Gorontalo.

“Perhatikan tugas kita masing-masing kalo ada hal-hal yang menjadi kendala di lapangan tolong jajaran TNI dan pemprov untuk saling koordinasi,” pinta Anis.

Selain pembahasan peresmian Korem, rapat tersebut juga dirangkaikan dengan pembahasan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Gorontalo untuk menghadiri Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Desember nanti.
Pemprov mulai menyusun agenda kunjungan RI 1. Di antaranya menjadwalkan penandatanganan prasasti untuk peresmian gedung UNG yang baru, peresmian jalan Gorontalo Outer Ring Road, peresmian bendungan Randangan, dan PLTU Anggrek.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Proses pembuatan patung BJ Habibie di gerbang masuk Bandara Djalaluddin Gorontalo memasuki tahap yang lebih serius. Pihak pemenang memperlihatkan kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie maket patung tersebut, Selasa (21/8/2018).

Konsep patung karya Suwardi dari Yogyakarta itu menggambarkan sosok BJ Habibie yang sedang tersenyum sambil memegang pesawat di tangan kanan. Tampilan Menristek Era Presiden Soeharto itu semakin elegan dengan pakaian adat ‘takowa’. Pakian Gorontalo yang biasa dipakai oleh tauwa (pemimpin negeri).
Beberapa detail patung mendapat perhatian dari gubernur. Di antaranya bentuk wajah Presiden RI ke tiga yang belum mirip dengan aslinya. Detail dari pakaian ‘takowa’ yang dikenakan BJ Habibie juga masih perlu dikoreksi.

“Pecinya berbentuk lonjong tidak terlipat seperti dalam desain. Di peci ada semacam pita emas yang menandakan bahwa beliau sudah mendapatkan pulanga (gelar adat),” kata Gubernur Rusli.

Baju takowa itu ada kantong satu di atas, dua di bagian bawah. Ini yang belum nampak dalam desain. Pakaiannya juga ada garis emas vertikal di bagian tengah baju,” kata Karim.

Rencananya dalam waktu dekat desain patung tersebut akan dikonsultasikan langsung kepada BJ Habibie, di Jakarta. Pemerintah bersama pembuat patung akan meminta saran dan masukan sebelum patung tersebut benar benar dibangun.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, Humas – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong dan mendukung generasi muda yang tertarik dan mau menjadi seorang entrepreneurship (pengusaha). Dorongan ini disampaikan Idah saat meninjau stand pameran siswa-siswi SMK, usai pembukaan Gebyar SMK, di lapangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Kota Gorontalo, Rabu (1/8/2018).

Idah menuturkan, salah satu lembaga pada jalur pendidikan formal yang dirancang menyiapkan lulusannya yang siap memasuki dunia kerja adalah sekolah menengah kejuruan, yang mampu mengembangkan sikap professional sesuai bidangnya.
Baca Juga : Wagub Gorontalo Minta Anggaran Pendidikan Dipacu Penyerapannya

“ SMK dituntut tidak hanya sebagai penyedia tenaga kerja yang siap bekerja sesuai kebutuhan dunia usaha, namun juga untuk membentuk siswa sebagai calon wirausahaan atau pengusaha muda yang tangguh dalam kondisi dan situasi apa pun,” jelas Idah.

Sebagai Ketua Dekranasda sambung Idah, salah satu tugas pokoknya melaksanakan pembinaan dan pengembangan dalam rangka peningkatan usaha para anggota pengrajin, sehingga tugas ini sangat berkaitan erat dengan pendidikan nasional yang diselenggarakan oleh SMK.

“ Momen ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat wirausaha muda sekaligus mengembangkan lingkungan dan suasana sekolah yang menantang,”terang Idah.

Dengan beragam bidang keahlian yang dibuka di SMK, maka kegiatan Gebyar SMK ini dapat mengekspresikan ide-ide baru siswa yang kreatif dan inovatif melalui karya di bidang teknologi, informasi, pertanian, bisnis dan lainnya. Mari kita kembangkan budaya sekolah yang menumbuhkan kemampuan utuh setiap siswa, tidak hanya pada aspek akademik namun juga perhatian pada aspek nila entrepreneur, pungkas Idah.
Baca Juga : Wagub Instruksikan SKPD Siapkan RKA Perubahan APBD 2017

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, Humas – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Gorontalo sepenuhnya mengambil alih desain pembangunan Masjid Raya Gorontalo. Hal ini disebabkan karena hingga sampai pada tahap akhir penjurian dan penetapan juara, tidak ada yang dapat memenuhi seluruh kriteria yang telah dipersyaratkan untuk menjadi pemenang pertama.

Sesuai penilaian dewan juri yang mengacu pada kriteria yang tertuang dalam kerangka acuan kerja (KAK), dari penjurian tiga besar di tahap II, tidak semua desain memenuhi ekspektasi atau kriteria yang diharapkan oleh dewan juri. Untuk itu, dewan juri berpendapat bahwa tidak ada pemenang pertama.

“Sudah menjadi hak mutlak Dinas PUPR sebagai penyelenggara sayembara untuk memodifikasi karya desain dari pemenang-pemenang ini untuk mengerucut menjadi desain yang diinginkan oleh dewan juri mewakili keinginan masyarakat terhadap masjid raya,” kata Iwan Mokoginta sebagai panitia penyelenggara yang diwawancarai usai pengumuman juara sayembara desain pembangunan Masjid Raya Gorontalo, di Kantor PUPR Provinsi Gorontalo, Rabu (26/7/2018).

Iwan menjelaskan, untuk modifikasi sendiri tidak langsung kami kerjakan karena ada beberapa hal yang harus kami lalui. Begitu selesai pengumuman ini kami harus menunggu sampai semua produk baik itu file gambar dan lain sebagainya dari tiga pemenang tersebut. Ketika semua file yang kami butuhkan sudah ditangan tim modifiksi, kami akan segera melakukan modifikasi desain masjid. Tim modifikasi sendiri di bawah dari arahan dewan juri maupun dari panitia yang sudah terlibat sejak awal sebagai tim pengarah. Untuk tim pengarah tidak menutup kemungkinan akan di SK kan.

Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Anis Naki mengatakan, gubernur menyarankan setelah modifikasi desain masjid ini selesai, harus diseminarkan dan disosialisasikan pada seluruh elemen masyarakat termasuk pada pimpinan kabupaten kota dan tokoh agama untuk memberikan masukan demi penyempurnaan desain masjid raya.

“Ketika modifikasi ini selesai kita akan seminarkan, agar supaya ketika masjid ini sudah jadi tidak ada lagi yang mengatakan bo payah (logat Gorontalo, tidak bagus – red) ini model masjid, seharusnya bentuknya harus seperti ini dan lain sebagainya. Di tahun ini kita tergetkan DED nya selesai dan Tahun 2019 kami mulai membangun masjid,” urai Anis Naki.

Anis menambahkan kriteria itu disamping kualitas desainnya, harus ada kearifan lokal yang dipadukan dengan nuansa timur tengah sebagai perwujudan serambi madinah dalam desain menara dan kental akan adat dan budaya Gorontalo.

Dari tiga besar itu, ada dua peserta yang menjadi juara dua karena memiliki nilai yang sama dan satu juara ke tiga. Juara kedua mendapatkan bonus sebesar 50 juta dan juara ketiga 25 juta.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARAT, Humas – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menggelar kegiatan penjajakan minat pasar (market sounding) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Gorontalo dr. Hasri Ainun Habibie, di ruang Nusantara Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Parulian Hutapea, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan market sounding adalah untuk mendapatkan masukan kembali (feedback) dari pasar, terhadap model investasi yang ditawarkan oleh pemerintah untuk pengembangan RSUD Hasri Ainun Habibie. Feedback yang diharapkan tidak saja dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi keuangan, sosial, dan lingkungan hidup, bahkan dari alokasi resiko yang ditawarkan.

“Nantinya hal tersebut akan menjadi masukan dalam penyempurnaan sebelum proyek pengembangan RSUD Hasri Ainun Habibie ditenderkan,” kata Tamba Parulian Hutapea.

Lebih lanjut diutarakannya, berdasarkan catatan dari BKPM, minat investor baik dalam maupun luar negeri terhadap proyek pengembangan rumah sakit yang menggunakan skema KPBU cukup tinggi. Proyek pengembangan RSUD Hasri Ainun Habibie menjadi rumah sakit keempat yang difasilitasi oleh BKPM.

“Dengan minat investor yang cukup tinggi ini, kami berharap akan mendapat investor swasta yang terbaik. Tidak hanya terbaik dari segi pengalaman dan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan dari segi finansial hingga tahap operasional dan pemeliharaan fasilitas gedung rumah sakit,” imbuhnya.

Deputi menambahkan, untuk mekanisme pengembalian investasi yang mencapai Rp841,8 miliar dengan masa konsesi 20 tahun, menggunakan sistem availability payment, artinya pemerintah akan melakukan pembayaran kepada investor secara bertahap atas tersedianya layanan fasilitas rumah sakit selama masa konsesi. Untuk memberikan kenyamanan kepada para investor dalam mengelola proyek ini, ungkap Tamba, pemerintah dapat memberikan jaminan resiko melalui PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya berharap melalui market sounding secepatnya dapat menjaring investor yang berminat untuk mengembangkan RSUD Hasri Ainun Habibie.

“Kami berharap dan berdoa agar market sounding ini hanya berlangsung satu kali saja dan langsung ada calon investor untuk membangun rumah sakit Provinsi Gorontalo ini,” ujar Idris.

Turut hadir pada market sounding tersebut Ketua dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Direktur Kerja Sama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun BAPPENAS RI, Sri Bagus Guritno, serta Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Provinsi Gorontalo.

Hadir pula 100 peserta yang meliputi investor yang bergerak di bidang penyedia alat kesehatan, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan, serta asosiasi terkait. Beberapa perusahaan yang hadir antara lain, General Electric, Samsung C&T Corporation, PT. Mega Global Pratama, Philips Indonesia Commercial, PT. IDS Medical System Indonesia, PT. Sojitz Indonesia, PT. Gobel Dharma Nusantara, PT. Indokoei International, PT. Wijaya Karya Bangun Gedung, PT. Nindya Karya, PT. Istaka Karya, Rajafa Healtcare, PT. Dharma Medipro, VAMED Healtcare Group, PT. Paramount Bed Indonesia, Nickl & Partner, PT. Jaya Obayashi, Nippon Koei, Co.Ltd, JGC Corporation, PT. Berca Niaga Medika, dan beberapa kedutaan besar negara sahabat dari Inggris, Spanyol, Belanda, dan Australia.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Dijadwalkan meresmikan kantor Perwakilan BI Gorontalo pada akhir Juli 2018 nanti. Kepastian itu diperoleh saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima audiensi Kepala Perwakilan BI Gorontalo bertempat di kediaman pribadi, Jumat (13/7/2018).

“Perpindahan secara fisik sudah dilakukan dari kantor lama ke kantor baru. Grand launching direncanakan tanggal 27 atau 28 Juli 2018 nanti,” kata Kepala Perwakilan BI Gorontalo Ricky Perdana Gozali.

Peresmian kantor tersebut rencananya akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial di antaranya pelayanan kesehatan, bantuan renovasi masjid Jami Kota Gorontalo serta bantuan pendidikan untuk pondok pesantren.

“Alhamdulillah pak gubernur sudah setuju dan merestui program sosial yang akan kami laksanakan,” imbuhnya.

Terkait dengan pembangunan kantor baru, Gozali menyebut jika Pemprov Gorontalo memiliki andil besar suksesnya pekerjaan tersebut. Hal itu tidak terlepas dari hibah tanah yang diberikan gubernur kepada pihak BI beberapa waktu.

Tanah seluas 9.462 meter persegi itu berlokasi di kompleks kantor gubernuran, jl. Sapta Marga Kelurahan Botu Kec. Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Pembangunan Kantor BI Gorontalo yang siap diresmikan menghabiskan anggaran pembangunan sebesar 275 Milyar Rupiah.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KAB. GORONTALO, Humas – Perbaikan jembatan Buhu di sungai Alopohu rencananya akan diswakelola ke TNI melalui Korem 133/Nani Wartabone. Pasalnya perbaikan jembatan yang terletak di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo yang menjadi kewenangan Pemkab Gorontalo tak kunjung dibangun kembali.

Kepastian itu diperoleh saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan jajarannya meninjau langsung ke lokasi, Kamis (12/7/2018).

“Ada upaya pak gubernur bekerjasama dengan TNI dalam hal ini Korem untuk melaksanakan pekerjaan dengan membuat kembali jembatan bailey yang lebih besar dengan bentang 30 Meter,” kata Kadis PU-PR Handoyo.

Dikarenakan jembatan ini merupakan kewenangan kabupaten, maka pemprov hanya mengambil bagian pada pembangunan jembatan sementara dengan konstruksi bailey atau jembatan baja ringan.

Diharapkan pembangunan itu sudah bisa membuka akses dua desa yang terputus yakni desa Buhu dan Iloponu.Handoyo menaksir pembangunan jembatan itu membutuhkan anggaran 1 Milyar Rupiah yang nantinya akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2018 nanti.

“Kita akan konsolidasi dengan pak Danrrem kemudian setelah APBD Perubahan maka jembatan bailey ini kita bangun lagi. Kita akan berkoordinasi dengan pihak kabupaten juga karena ini merupakan kewenangan mereka, tapi karena bencana alam maka kita membantu,” imbuhnya.

Jembatan yang menghubungkan desa Buhu dan Iloponu itu sebelumnya dua kali diterjang banjir. Banjir pertama terjadi tanggal 24 Desember lalu yang menyebabkan pondasi jembatan bergeser. Banjir susulan yang terjadi 9 Januari membuat jembatan itu akhirnya roboh.

Selain meninjau jembatan Buhu,Gubernur Rusli didampingi Danrem 133/NW dan pimpinan OPD terkait meninjau jembatan yang terletak di Kecamatan Bongomeme. Jembatan yang masih terletak di sungai Alopohu itu juga sering ambruk terkena air sungai di bawahnya.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo merasa optimis jika pengembangan Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie (RS. Ainun) mampu memikat calon investor. Hal itu dikatakan Kepala Bappeda Budiyanto Sidiki usai menghadiri rapat persiapan akhir jelang pelaksanaan Market Sounding di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Budi menyebut skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) memiliki resiko keuangan yang rendah. Hal itu disebabkan ada jaminan dari pemerintah daerah kepada investor terkait dengan kelanjutan pembayaran setiap tahun dengan sistem Avaibility Payment (AP).

“Kedua, kami optimis karena project ini tidak kecil, nilainya cukup besar sekitar 842 Milyar Rupiah sehingga cukup banyak perusahaan yang berminat untuk mendanai,” kata Budi.

Hal lain yang menjadi pertimbangan yakni tingginya BOR (Bed Occupancy Ratio) atau angka penggunaan tempat tidur rumah sakit di Gorontalo. Ia mencontohkan, RS Aloe Saboe Kota Gorontalo memiliki BOR 75 persen dengan total keuntungan sekitar 70 Milyar Rupiah tiap tahunnya.

“Ini kan menunjukkan ada demand yang tinggi dari masyarakat dan mampu menutupi biaya operasional rumah sakit. Dari segi pasar, RS Ainun nanti tidak saja menjadi rujukan Gorontalo tapi juga daerah lain seperti di Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Bulol, Palu dan Luwuk (Sulawesi Tengah),” imbuhnya.Rencananya, Rabu 18 Juli 2018 nanti akan diselenggarakan Market Sounding di kantor BKPM Jakarta. MS akan dihadiri oleh 100 orang calon investor dari unsur perbankan, perusahaan konstruks BUMN dan swasta, perusahaan alat kesehatan, kementrian dan lembaga serta perwakilan negara negara sahabat.

Investasi Pengembangan RS Ainun terdiri dari tiga unsur utama yakni proyek pekerjaan fisik rumah sakit senilai lebih kurang 490,4 Milyar Rupiah, aspek pengadaan alat kesehatan senilai 184,8 Milyar serta biaya lain-lain yakni biaya bunga 66,17 Milyar Rupiah, biaya contigencies 53,37 Milyar Rupiah dan biaya keuangan senilai 10,67 Milyar Rupiah.

RS Ainun Habibie saat ini baru berstatus rumah sakit tipe D yang berlokasi di Jl. Kusno Tongkodu no. 149, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dengan adanya pengembangan tersebut, RS Ainun diharapkan bisa menjadi rumah sakit tersier tipe B dengan 200 tempat tidur.

RS Ainun direncanakan menjadi rumah sakit unggulan di bidang penyakit ginjal, mata, jantung dan kanker. RS ini juga bakal menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UNG yang masih dalam tahap rintisan.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan komitmennya bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim untuk terus melanjutkan pembangunan di Provinsi Gorontalo. Hal itu ditegaskan Rusli saat menghadiri Halal bil Halal yang digelar oleh Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) di gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Minggu malam (09/07/18).

“Saya dan Pak Idris Rahim sudah enam tahun memimpin Gorontalo. Berbagai kemajuan demi kemajuan dan pembangunan sudah kita laksanakan. Di periode kedua ini kita tetap akan melanjutkan pembangunan infrstruktur salah satunya pembangunan Islamic Center dan Masjid Raya,” teras Gubernur Rusli Habibie.

Bagi Rusli, Islamic Center dan Masjid Raya penting bagi Gorontalo sebagai pusat pengembangan islam di daerah. Provinsi dengan mayoritas muslim dengan falsafah hidup Adat Bersendi Sara’ dan Sara’ Bersendi Kitabullah.

“Provinsi Gorontalo sudah 18 tahun berdiri namun belum punya masjid raya. Ini yang kami perjuangkan paling lambat sebelum masa jabatan kami berakhir 2022 nanti,” imbuhnya.

Terkait dengan pelaksanaan Halal bil Halal warga Gorontalo di Jakarta dan sekitarnya, Rusli berpesan agar kegiatan itu bisa rutin digelar setiap tahun. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga silaturahmi dan persaudaraan sesama warga rantau.

“Jangan silaturahim kita, kekeluargaan kita putus hanya karena dukung mendukung di politik. Saling sahut-sahutan di media sosial sampai menjelek-jelekkan orang lain. Saya mohon jangan silahkan punya pilihan tapi jangan silaturahmi kita putus karena berbeda warga partai,” pinta Gubernur dua periode itu.

Pada kegiatan tersebut, Pemprov Gorontalo memutar video perkembangan pembangunan infrastruktur di daerah. Selain jalan tol Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang pekerjaannya hampir rampung, ada pula pembangunan RS dr. Hj. Hasri Ainun Habibie yang pembangunannya akan dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).(Hmsprov-Salman).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Gorontalo memberikan peringatan terakhir bagi warga yang sengaja membangun lapak atau rumah yang berada di sepanjang jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) di Kabupaten Gorontalo, Kamis (28/6/2018).

Tim yang dipimpin Kabid Penegakan Perda dan Trantibum Aidin Adam bersama unsur Bidang Tata Ruang Dinas PU itu menyasar sejumlah lapak dan rumah warga yang sengaja didirikan di bahu jalan.

“Ini merupakan kali kedua kami turun untuk melakukan penertiban. Jika sebelumnya kami baru memberikan peringatan pertama, maka ini merupakan peringatan terakhir bagi warga yang belum membongkar lapak atau rumahnya,” tegas Aidin Adam.

Tim mencatat masih ada sekitar delapan lapak/rumah yang berdiri di jalan tol sepanjang 53 Kilometer itu. Lokasinya berada di desa Isimu Raya, Desa Boyongan dan Desa Pone Kecamatan limboto Barat. Lahan tersebut sudah dibebaskan oleh pemerintah provinsi dan menjadi kawasan yang steril dari bangunan warga.

“Rencananya minggu depan akan mengundang para kades dan lurah untuk diberikan arahan dan sosialisasi soal larangan mendirikan bangunan. Jika peringatan ini tetap tidak diindahkan maka kami terpaksa akan membongkar paksa,” imbuhnya.

Jalan GORR merupakan mega proyek pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim. Jalan yang sudah menghabirkan anggaran lebih dari 1 Trilyun Rupiah itu diharapkan sudah bisa difungsikan akhir tahun 2018 nanti.(Hmsprov-budi).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 11
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo