>

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tidak bisa menutupi rasa bangganya setelah Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Gorontalo di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo mulai mendidik calon Bintara Polri, Selasa (7/8/2018).

Pendidikan 200 siswa tersebut ditandai dengan Upacara Diktukba Polri 2018 yang dipimpin oleh Waka Lemdikpol Polri irjenpol Sigit sudarmanto. Turut hadir Kapolda Gorontalo Brigjenpol Rachmad Fudail, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, para bupati/wali kota dan pejabat daerah lainnya.
Baca Juga : Bandara Djalaluddin Sangat Dimungkinkan Melayani Penerbagan Luar Negeri

“Saya seperti bermimpi. Kenapa seperti bermimpi? Karena ini kampung halaman saya yang dulu termarjinalkan tapi dengan adanya SPN wilayah ini akan tumbuh berkemban. Saya sangat berterima kasih kepada bapak Kapolri dan Kapolda yang sudah membangun SPN ini,” ungkap Rusli.

Rasa bangga Rusli beralasan karena SPN Polda Gorontalo dibangun tanpa dana APBN dari pemerintah pusat. Pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota, swasta dan perorangan memberikan dana swadaya untuk membangun sekolah polisi termegah se-Indonesia itu.

“Kebanggaan saya yang kedua karena putra-putra daerah sekarang bisa mewujudkan mimpinya meniti karir sebagai anggota Polri. Kalau dulu kita harus sekolah di SPN Manado, Makassar dan lainnya, tapi sekarang bisa dididik di sini,” imbuhnya.
Baca Juga : Bawaslu RI Apresiasi Kematangan Masyarakat Gorontalo Dalam Berpolitik

Provinsi Gorontalo patut berbangga sebab dari 200 siswa yang diterima semua merupakan putra daerah. Kabupaten Gorontalo menjadi daerah terbanyak penyumbang siswa bintara yakni 94 orang. Kota Gorontalo 38 orang, Bone Bolango 27 orang, Boalemo 16 orang, serta Pohuwato dan Gorontalo Utara masing masing 13 dan 12 orang.(HMsprov).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Eksistensi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Gorontalo menjadi kiblat bagi seluruh Polda se Indonesia. SPN yang berlokasi di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo itu dinilai sebagai SPN termegah dan menjadi prototype pengembangan sekolah polisi ke depan.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Waka Lemdikpol) Polri Irjenpol Sigit Sudarmanto usai memimpin Upacara Diktukba Polri 2018 di SPN Polda Gorontalo, Selasa (7/8/2018).
Baca Juga : Angka Rata-rata Lama Sekolah di Gorontalo Melebihi Nasional

“SPN ini menjadi kebanggaan kita bersama. Bapak Kapolri dalam berbagai kesempatan selalu menyebut kalo ingin membangun SPN tirulah Gorontalo. SPN ini memiliki fasilitas yang lengkap, areal yang luas. Ini mendekati yang sangat mewah,” kata jenderal bintang dua itu.

Polda Gorontalo dapat ’bonus’ Jatah Calon Bintara

Sebagai rasa terima kasih kepada masyarakat Gorontalo, lanjut kata Sigit, Kapolri bahkan menambah jatah calon siswa Bintara dari 120 orang menjadi 200 siswa. Hal ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah, swasta dan masyarakat terkait dengan pembangunan SPN Polda Gorontalo.“Mestinya 120 tapi ini dapat bonus jadi 203 orang. Ini tentu saja membuat ‘iri’ Polda-Polda yang lain. Inilah salah satu contoh ungkapan terima kasih dari bapak Kapolri,” sambungnya.
Baca Juga : Stok Sembako Jelang Ramadhan Cukup

Sigit menyebut sudah ada lima Polda yang datang untuk ‘berguru’ ke Polda Gorontalo bagaimana membangun SPN yang baik. Terlebih sekolah tersebut pembangunannya melibatkan bantuan dana dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, swasta dan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Gorontalo Brigjenpol Rachmad Fudail sedikit berbagai kiat sukses membangun SPN melalui dana swadaya. Ia menyebut kerjasama, sinergitas dan kebersamaan semua pihak menjadi kuncinya.

“Kerjasama dan sinergitas yang membawa kejayaan. Itu ikon kita membangun SPN. Tanpa bantuan dari bapak gubernur, para bupati, masyarakat SPN ini tidak akan terwujud. Saya hanya memfasiltiasi keinginan masyarakat yang selama 14 tahun ini tidak terealisasi,” kata Rachmad merendah.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 06 Agustus 2018 10:44

Gorontalo Siap Jadi Lokasi L2Dikti Gosulutteng

KOTA GORONTALO, Humas – Tim Visitasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), mengapresiasi kesungguhan dan kesiapan Provinsi Gorontalo untuk menjadi lokasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah (Gosulutteng).

“Gorontalo yang paling siap untuk pembentukan L2Dikti. Begitu kami datang, kesiapannya tidak hanya cerita, tetapi benar-benar gedung dan lahannya sudah ada,” ujar Ridwan, Ketua Tim Visitasi Pembetukan L2Dikti pada pertemuan dengan Pemprov Gorontalo dan pimpinan perguruan tinggi se Provinsi Gorontalo di eks kantor Gubernur Gorontalo, Jumat (3/8).
Baca Juga : Idah Lantik Pengurus Dekranasda Gorut Periode 2017-2019

Ridwan menjelaskan, pemilihan Provinsi Gorontalo menjadi lokasi L2Dikti yang membawahi tiga provinsi, karena mempertimbangkan letak geografis Gorontalo yang posisinya berada di tengah antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Menurutnya hal itu sesuai dengan semangat pembentukan L2Dikti yaitu mendekatkan pelayanan ke perguruan tinggi.

“Pak Menteri itu menginginkan L2Dikti dekat dengan perguruan tinggi yang diawasinya, karena itu dipilihlah Gorontalo. Pilihan pak Menteri sangat tepat karena Gorontalo juga sangat serius menjadi lokasi L2Dikti,” tutur Ridwan.

Selain kesiapan gedung, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditempatkan pada L2Dikti Gorontalo juga telah disiapkan. Sebanyak 17 ASN daerah telah di SK-kan dan tinggal menunggu proses administrasi peralihan menjadi ASN Pemerintah Pusat.
Baca Juga : HAJI - JCH Kloter 18 di dominasi PNS

Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengutarakan, Pemprov Gorontalo memberi dukungan penuh terhadap pembentukan L2Dikti di Gorontalo. Hal itu ditunjukkan dengan pemberian hibah tanah untuk pembangunan kantor L2Dikti, termasuk melakukan rehabilitasi kantor gubernur lama yang akan dijadikan kantor sementara L2Dikti Gorontalo.

Idris menambahkan, untuk pembetukan L2Dikti Gosulutteng, dirinya sudah dua kali bertemu dengan Menristek Dikti, termasuk dengan Sekretaris Jenderal dan Kepala Biro Hukum Kemenristek Dikti.

“Ini bukti keseriusan kami. Semoga Peraturan Menristek Dikti tentang L2Dikti ini secapatnya bisa keluar,” harap Idris.

L2Dikti Gosulutteng merupakan pemekaran dari L2Dikti Wilayah IX Sulawesi yang berkedudukan di Makassar, Sulawesi Selatan. Nantinya setelah pemekaran, L2Dikti Gosulutteng akan melayani 127 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Baca Juga : Awal Desember, Realisasi Anggaran dan Fisik Sejumlah OPD Belum Capai Target(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Pemuda dan pelajar Gorontalo diberi penguatan wawasan kebangsaan yang berlangsung di aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Kamis (26/7/2018). Beberapa materi yang diberikan yakni cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta kewaspadaan terhadap ajaran radikat dan terorisme.

“Pemuda dan pelajar adalah aset bangsa yang harus dijaga karena mudah terpengaruh dan dipengaruhi oleh paham radikalisme yang dapat melunturkan nilai-nilai pancasila. Terlebih saat ini pengaruh media sosial yang sekarang sangat luar biasa,” ujar Penjabat Sekda Anis Naki saat membuka acara tersebut.

Anis menyebut kegiatan ini sangat penting di tengah kemampuan generasi muda yang maju dalam mengikuti kemajuan teknologi informasi. Di sisi lain, kemampuan yang tidak disertai dengan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila ditakutkan melunturkan kecintaan dan kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pengaruh dari negara luar juga sangat berpotensi mempengaruhi pemuda kita dari sisi narkotika, minuman keras, dan penyebaran HIV Aids. Gorontalo masuk pada urutan ke 5 pemakai narkoba di Indonesia, sehingga tugas generasi muda menjadi pelopor untuk melawan narkoba,” sambungnya.

Penguatan wawasan kebangsaan bagi pemuda dan pekajar diikuti oleh sekitar 100 peserta. Selain pelajar SMA, acara diikuti oleh organisasi mahasiswa, organisasi paguyuban, organisasi masyarakat dan LSM.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman, menyerahkan Neraca Pendidikan Daerah Tahun 2017 Provinsi Gorontalo kepada Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di rumah jabatan Wagub, Kamis (26/7/2018).

Arie menjelaskan, Neraca Pendidikan Daerah berisi indikator-indikator pendidikan di daerah, yang antara lain menyajikan data terkait pendanaan urusan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, neraca ini juga berisi data realisasi program Indonesia Pintar, Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), serta data guru dan siswa di Provinsi Gorontalo.

“Indikator-indikator dalam Neraca Pendidikan Daerah tersebut menjadi isu menarik yang nantinya akan kita bahas bersama pada diskusi kelompok terpumpun untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo,” jelas Arie.

Lebih lanjut Arie menambahkan, diskusi kelompok terpumpun yang akan digelar oleh Kemendikbud selama dua hari, Kamis – Jumat tanggal 26 – 27 Juli 2018 di Hotel Maqna Kota Gorontalo, bertujuan untuk lebih meningkatkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah utamanya dalam penyelenggaraan pendidikan. Diskusi tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, BAPPPEDA, perguruan tinggi, pegiat pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengapresiasi kegiatan Kemendikbud yang dinilainya sangat mendukung program unggulan Pemprov Gorontalo di bidang pendidikan. Terkait data pada Neraca Pendidikan Daerah khususnya menyangkut anggaran pendidikan, Wagub menuturkan bahwa Pemprov Gorontalo sudah berupaya untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan yang mengamanahkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen.Idris mengatakan, data-data yang disajikan dalam Neraca Pendidikan Daerah tersebut, menjadi bahan masukan yang sangat penting bagi Pemprov Gorontalo dan kabupaten/kota untuk merumuskan perencanaan program kegiatan di bidang pendidikan.

“Dengan dukungan data-data dari Neraca Pendidikan Daerah ini diharapkan kedepan program kegiatan di sektor pendidikan lebih terarah guna mendukung terwujudnya visi Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” tandasnya.(Hmsprov-haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Bone Bolango, Humas – SMA Negeri 1 Kabila Kab. Bone Bolango akan mewakili Provinsi Gorontalo pada ajang lomba Perpustakaan Nasional (Perpusnas) antar sekolah tingkat SMA / SMK / MA sederajat yang dilaksanakan oleh Perpusnas tahun 2018. Hal itu ditandai dengan kedatangan langsung tim penilai dari Perpusnas ke Provinsi Gorontalo pada hari Senin (23/7/2018) yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Arpusda Provinsi Gorontalo Yosep P. Koton.

Dalam kunjungan tersebut tim penilai dari Perpusnas yang diketuai oleh Fatmi serta 2 anggotanya mengatakan tujuan kedatangan ke Gorontalo adalah ingin mengetahui, melihat dan mencocokkan data yang diterima perpusnas dengan hasil dilapangan.

“Kegiatan penilaian lomba perpustakaan sekolah SMA/SMK/MA tingkat nasional dilaksanakan pada esok hari (red hari ini-Selasa). Jadi kami kesini ingin menilai langsung keadaan perpustakaan di SMA 1 Kabila, memang telah sesuai dengan kriteria,” kata Fatmi.

Tim penilai melanjutkan, dari sekian banyak perpustakaan sekolah yang ada di Indonesia hanya ada 15 yang berhasil ketingkat nasional dan dari wilayah Sulawesi hanya diwakili oleh 2 Provinsi yaitu Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Ke 15 perpus tersebut pengelolanya akan di undang ke Jakarta untuk mempresentasikan dihadapan dewan juri tentang perpustakaan sekolah yang dikelolanya dengan durasi waktunya presentasi 15 menit dan tanya jawab 5 menit. Kami berharap semoga perpustakaan sekolah SMA 1 Kabila ini, bisa menjadi yang terbaik dari perpustakaan seindonesia,” imbuhnya.

Adapun kriteria penilaian lomba perpustakaan sekolah tingkat nasional tersebut antara lain penilaian struktur organisasi, penilaian gedung perpus, penilaian perabot dan perlengkapan, penilaian tenaga perpus, penilaian koleksi Perpus, penilaian pelayanan perpus, anggaran perpus, kerjasama perpus dan promosi perpus.(Perpusda-Suleman).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Konsulat Jenderal Australia membuka peluang bagi masyarakat Provinsi Gorontalo yang ingin memperdalam pendidikan kepariwisataan melalui Australia Awards Scholarship. Hal ini terungkap pada pertemuan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews, dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, di ruang kerja Wagub kompleks Gubernuran Gorontalo, Senin (2/7/2018).

“Saya bertemu dengan Wagub Idris Rahim dan kami membicarakan kerja sama pendidikan khususnya di bidang kepariwisataan. Australia menyelenggarakan kursus singkat pendidikan kepariwisataan di bawah Australia Awards dan kami menawarkan kepada pelaku pariwisata Gorontalo untuk dapat ikut serta pada program ini,” jelas Richard.

Richard menambahkan, kursus program pembangunan pariwisata berkelanjutan ini terbatas hanya untuk 13 provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Program ini akan berlangsung selama 2 minggu di Australia dan 2 sesi workshop di Indonesia, dengan keseluruhan biaya ditanggung oleh Australia Award di Indonesia

“Kursus ini terbuka bagi pegawai negeri sipil, anggota-anggota asosiasi pariwisata, praktisi, karyawan di sektor pariwisata khususnya ditingkat manajemen supaya bisa belajar mengelola industri pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu Wagub Idris Rahim menyambut baik kerja sama dan peluang yang diberikan oleh Konsulat Jenderal Australia. Idris menghimbau seluruh pelaku pariwisata di Provinsi Gorontalo dapat memanfaatkan kesempatan ini. Diutarakannya, untuk mampu mengembangkan sektor pariwisata Gorontalo lebih mendunia, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional, dan hal itu bisa diperoleh melalui pendidikan kepariwisataan.

“Ini tentunya peluang yang harus kita ambil dan manfaatkan dengan baik. Apalagi saat ini sektor pariwisata menjadi program unggulan kita, sehingga diharapkan melalui pendidikan kepariwisataan tersebut pengelolaan pariwisata Gorontalo semakin berkualitas dan profesional,” tutur Wagub Idris Rahim.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Sebanyak 400 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, karyawan dan anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Mekar Jaya Indonesia mengikuti pelatihan kenegarawanan yang dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di gedung Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo, Selasa (26/6).

Dalam sambutannya Wagub Idris Rahim mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang secara rutin setiap tahun dilaksanakan oleh KSU Mekar Jaya Indonesia. Menurutnya, pelatihan bagi pengurus dan anggota koperasi merupakan salah satu strategi dalam memajukan koperasi. Idris mengemukakan, di tengah era persaingan saat ini, koperasi harus mampu bersinergi baik secara internal dalam manajemen koperasi, maupun antar satu koperasi dengan koperasi yang lain, serta dengan berbagai pihak terkait lainnya.

“Untuk memajukan koperasi, tidak boleh dilakukan dengan cara bersaing antara sesama koperasi. Tetapi yang harus dikedepankan adalah membangun sinergi baik antara pengurus dan anggota, maupun antar koperasi,” kata Idris.

Lebih lanjut kata Idris, pelatihan kepada pengurus dan anggota koperasi memiliki manfaat yang sangat besar. Melalui pelatihan diharapkan setiap pengurus dan anggota koperasi akan bertambah pengetahuannya, sehingga mereka lebih terampil dan pada akhirnya akan ada perubahan sikap ke arah yang lebih baik.

“Melalui pelatihan ini diharapkan setiap pengurus dan anggota mampu melakukan inovasi untuk membawa koperasi lebih maju, sehingga bisa bermanfaat bagi anggota, masyarakat, dan pemerintah,” ujar Wagub.

Sementera itu Ketua KSU Mekar Jaya Indonesia Nur Hasan menjelaskan, pelatihan kenegarawanan yang akan berlangsung selama dua hari, 26 dan 27 Juni 2018 mengangkat tema ”memunculkan orang-orang yang berpengaruh, terpandang dan disegani”, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengurus dan anggota koperasi yang lebih baik yang dapat memberi manfaat bagi banyak orang dan untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Pendidkan merupakan salah satu program unggulan Pemprov Gorontalo sejak periode pertama Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim. Sejak periode itu pula, Pemprov Gorontalo telah mengalokasikan anggaran sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan.

“Saya harapkan pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo yang baru dapat mengoptimalkan anggaran yang tersedia untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Gorontalo,” kata Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada penyerahan surat penugasan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbudpora dan Plt Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga di aula SMK Negeri 1 Gorontalo, Kamis (21/6).

Idris mengutarakan, penyerapan anggaran di sektor pendidikan merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan Pemprov Gorontalo khususnya dalan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Apalagi, lanjut Idris, pendidikan menjadi salah satu tujuan bernegara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Tugas dan fungsi Dikbudpora ini sangat berat. Saya minta kepada Plt kadis jangan ada anggaran yang tidak terserap dan dikembalikan ke pusat. Ingat, pak Gubernur sudah berjuang agar kita mendapat alokasi anggaran dari pusat, dan tanggung jawab kita bersama untuk memanfaatkan anggaran itu untuk membangun sektor pendidikan di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Sekda Provinsi Gorontalo ini berpesan kepada jajaran Dinas Dikbudpora untuk mengimplementasikan prinsip kerja yang disebutnya dengan istilah 3KO dan 4CT. 3KO yaitu Konsultasi, Koordinasi, dan Komunikasi. Sedangkan 4CT yakni Cepat Temu, Cepat Tanggap, Cepat Tindak, dan Cepat Tuntas.

“Apapun tugas yang dibebankan, jika konsep 3KO dan 4CT ini diterapkan dengan baik, pasti semua tugas berjalan lancar. Khusus untuk Plt Kadis segera lakukan konsolidasi organisasi dan evaluasi masing-masing bidang agar pelaksanaan program kegiatan lebih dipacu dan terarah,” pesan Idris.

Plt Kadis Dikbudpora dijabat oleh Ramlah Habibie yang juga sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, menggantikan Amran Pahrun yang menempati jabatan sebagai Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan. Sementara Plt Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga dijabat oleh Fitri Ahmad, menggantikan Mud Mada yang telah memasuki masa pensiun.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Sebanyak 126 peserta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), masyarakat miskin dan Unsur usaha kecil menengah (UKM) mengikuti pelatihan pendamping kelompok masyarakat dan BUMDES yang diselenggarakan oleh Dinas PMD Adminduk Capil Provinsi Gorontalo, di Hotel Maqna, Selasa, (29/5/2018).

Kegiatan yang di buka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo ini bertujuan untuk pengembangan ekonomi produktif masyarakat desa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dari usaha kecil dan BUMDes.

Pj. Sekda Provinsi Gorontalo, Anis Naki mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan seperti sebagai bagian dari membangun daerah dari desa. Hal itu sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang berpedoman pada nawacita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Di Provinsi Gorontalo memiliki delapan program strategis NKRI jilid II yang hampir semua program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 6 kabupaten/kota. Kita masih punya pekerjaan rumah besar yakni menurunkan angka kemiskinan yang masih 17,14 persen,” kata Anis Naki.

Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia serta produktivitas masyarakat desa, kata Anis, Pemprov Gorontalo fokus dalam hal pembangunan infrastruktur strategis. Jalan, jembatan, irigasi merupakan program prioritas pemprov saat ini. Hal itu diharapkan dapat diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota untuk membuka akses jalan kecamatan dan desa.

“Selama ini apa saja yang dihasilkan oleh desa terpencil kadang menjadi sesuatu yang tidak berharga. Produk seperti jagung, bawang, cabe seringkali bo moluhe loma’o (busuk) karena jalan untuk angkutannya tidak tersedia,” ujar Pj. Sekda yang juga menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan.

Pj. Sekda berharap kegiatan ini bisa menstimulasi pendamping masyarakat desa untuk berinovasi di daerah masing-masing. Pemilih produk unggul berdasarkan pada potensi desa dinilainya sangat penting, agar ada identitas dan dapat diterima oleh pasar.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 12
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo