>

JAKARTA, Humas – Kabar membanggakan datang dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). Dua petani asal Gorontalo didaulat oleh pemerintah pusat sebagai Petani Teladan Nasional Tahun 2018, yakni Abdul Gias Sila dan Apris Buhungo.

Gias Sila menjadi Penyuluh Pertanian Teladan 1 Nasional menyisihkan dua penyuluh lain asal Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah yang harus puas di urutan 2 dan 3.
Apris Buhungo menjadi yang terbaik dalam Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi. Apris yang bernaung di Koperasi Insan Mandiri Bone Pantai mengungguli koperasi asal NTB dan NTT.

“Sebenarnya ada lima kategori yang dilombakan di tingkat nasional yakni Petani Berprestasi, Balai Penyuluh Pertanian, Gapoktan Berprestasi, Penyuluh Pertanian Berprestasi dan Kelembagaan Ekonomi Petani. Alhamdulillah kita menjadi yang terbaik di dua kategori,” terang Kadis Pertanian Muljady D. Mario yang dihubungi terpisah.

Sebagai ganjaran atas prestasi tersebut, keduanya diundang oleh Presiden RI Joko Widodo untuk hadir pada upacara HUT ke-73 Proklamasi RI. Tampilan keduanya pada upacara tersebut terbilang cukup unik yakni dengan menggunakan pakaian adat Gorontalo mukuta. Pakaian adat yang lazim digunakan pria dalam prosesi pesta pernikahan.
Sehari sebelumnya, keduanya juga diundang pada Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD di gedung parlemen Jakarta. Acara akan diakhiri dengan menghadiri resepsi kenegaraan yang berlangsung 17 Agustus malam.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim terus menggenjot pembangunan di sektor pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program dan bantuan, mulai dari benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertaniah, telah disalurkan untuk Pemprov Gorontalo untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian, seperti jagung, beras, dan komoditas lainnya.

Komitmen itu pula yang menjadi alasan bagi Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim yang secara khusus berkunjung dan berdialog dengan masyarakat di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (13/8/2018). Pada dialog yang berlangsung di salah satu rumah warga desa, Wagub Idris Rahim menerima aspirasi masyarakat terkait pengembangan pertanian yang menjadi pekerjaan utama warga Desa Motilango.
Kepala Desa Motilango Ishak Buna mengutarakan, warga desa menginginkan adanya dukungan dari Pemprov Gorontalo untuk pengembangan agroforestri, yaitu pengembangan pertanian dengan tanaman musiman berupa jagung, yang dikombinasikan dengan tanaman kehutanan berupa pohon keras yaitu pohon pinus. Ishak menuturkan, warga Desa Motilango dalam lima tahun terakhir mulai memanfaatkan pohon pinus yang sudah ditanam di desa tersebut sejak tahun 1978 untuk diambil getahnya.

“Pinus yang ada di desa ini ditanam sejak tahun 1978, dan baru tahun 2014 mulai diambil getahnya oleh masyarakat. Masyarakat baru tahu ternyata getah pinus bernilai ekonomi, dan oleh karena itu warga desa berharap perhatian dari Pemprov Gorontalo kiranya bisa memberikan bantuan untuk bibit pohon pinus, selain benih jagung yang selama ini telah mereka terima,” ujar Kades Motilango.Menanggapi aspirasi warga desa, Wagub Idris Rahim pada kesempatan itu langsung menginstruksikan Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo yang turut mendampinginya pada kunjungan itu untuk segera melakukan kajian secara bersinergi dengan pemerintah desa guna mendata luas area dan jumlah kebutuhan bibit pohon pinus.
Aspirasi warga desa akan kami tampung. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah melakukan pendataan luas area dan berapa banyak kebutuhan bibit, setelah itu kita akan usulkan pada APBD tahun 2019. Komitmen kami, selama itu untuk kepentingan masyarakat, kami akan mengupayakannya ,” terang Idris.

Berdasarkan laporan Sekretaris Desa, Suleman Hasan, jumlah pohon pinus di Desa Motilango sebanyak 291 ribu pohon yang dipanen setiap dua minggu sekali dengan rata-rata getah pinus yang dihasilkan mencapai 1.200 kilogram. Getah pinus tersebut dijual dengan harga Rp4.750,00 perkilogram.

Potensi lainya yang dimiliki Desa Motilango yaitu dari buah kemiri, di mana untuk kemiri yang masih bercangkang dijual dengan harga Rp6.000,00 perkilogram, sedangkan untuk kemiri yang sudah tidak ada cangkannya dijual dengan harga Rp32.000,00 perkilogram. Sementara untuk tanaman pertanian berupa jagung, luas areanya kurang lebih 200 hektar, dengan hasil panen sebanyak 900 ton.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian mengusulkan lima nama sebagai calon penerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan yang akan diberikan saat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 17 Agustus 2018.

“Lima nama tersebut terdiri dari lima kategori yakni Penyuluh Pertanian Berprestasi, Petani Berprestasi, Gapoktan Berprestasi, Balai Penyuluh Pertanian serta Kelembagaan Ekonomi Petani. Nama-nama kami seleksi berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten/kota,” kata Kepala Bidang Penyuluhan di Dinas Pertanian, Junawir Panigoro, Rabu (4/7/2018).

Menurut Junawir, pihaknya sangat selektif dalam melakukan seleksi tersebut. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh individu atau kelompok tani guna menerima penghargaan tertinggi dari presiden. Kriteria itu bergantung pada jenis kategori yang diikuti.

“Misalnya kategori Petani Berprestasi dinilai dari aspek inovasi dalam usaha tani dan pengembangan usaha. Selain itu, petani tersebut harus memiliki jaringan usaha, aktif dalam asosiasi atau organisasi petani serta memiliki pendapatan yang signifikan dalam usaha taninya,” jelasnya.

Adapun lima nama yang diusulkan oleh Pemprov Gorontalo yakni Abd. Gias Sila, SP dari Kabupaten Gorontalo sebagai Penyuluh Pertanian Berprestasi. Rahman Arsyah dari Kota Gorontalo sebagai Petani Berprestasi, Kelompok Tani Harapan Indah dari Kabupaten Gorontalo sebagai Gapoktan Berprestasi.

Kategori Balai Penyuluhan Pertanian diwakili oleh BPP Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango serta kategori Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) diwakili oleh Kelompok Insan Mandiri, Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango.(Dinas Pertanian).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Upaya untuk memperoleh mutu benih yang baik serta memahami benih itu apa dilakukan Dinas Pertanian melalui Balai Perbenihan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk produsen Benih di Hotel Grand Q, Selasa (8/5/2018).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo yang diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Reliyanto Mamonto dalam sambutannya mengatakan, untuk mendorong terpenuhinya benih unggul yang bermutu, juga harus didorong dengan peningkatan sumber daya manusia produsen benih agar bisa menciptakan dan mengembangkan varietas benih dengan memanfaatkan teknologi yang ada yang sesuai kebutuhan pasar, dan dapat memberikan signifikansi bagi perekonomian dan dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat khususnya petani.

“Gorontalo memiliki lahan yang cukup luas untuk mengembangkan benih bahkan untuk komoditas unggulan Gorontalo seperti Jagung, Kelapa dan Kakao,” jelas Reliyanto.

Ia menambahkan, benih tanaman sangat menentukan produksi dan produktivitas tanaman, kalau benihnya unggul maka persoalan dalam pertanaman mungkin bisa diatasi.

Reliyanto mengungkapkan, Provinsi Gorontalo saat ini sudah memiliki kebun sumber benih komoditi perkebunan yang telah direkomendasi oleh Menteri Pertanian RI sebagai varietas unggul, diantaranya Kelapa dalam, Cengkeh dan Tebu.

” Rekomendasi sumber benih ditindaklanjuti dengan penetapan sebagai kebun sumber benih melalui Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian RI. Untuk Provinsi Gorontalo hal ini telah selesai dilakukan untuk penetapan kebun sumber benih kelapa dalam, cengkeh dan kebun entres kakao,” urai Reli.

Saat ini kebun sumber benih terdiri dari Kelapa dalam varietas Molowahu di Kabupaten Gorontalo sebanyak 300 Pohon, varietas kramat di Kabupaten Boalemo sebanyak 300 pohon, varietas Panua di Pohuwato sebanyak 1200 pohon. Untuk Cengkeh varietas Zanzibar Gorontalo di Taludaa sebanyak 18 Pohon dan untuk tebu varietas TLH 1 Sampai TLH 4 kurang lebih 50 Ha.

Pada kesempatan itu Sekretaris Distan mengingatkan kembali petunjuk Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

” Sesuai petunjuk dari Ditjen Perkebunan, apabila pada daerah itu telah memiliki benih varietas unggul, maka tidak bisa lagi menggunakan benih varietas lokal. Ini harus mendapatkan perhatian penting untuk para produsen benih yang selama ini masih menggunakan benih dari varietas lokal seperti kelapa dalam dan cengkeh,” kata Reli mengingatkan.

Diakhir sambutan Reli mempertegas, pelanggaran terhadap ketentuan pengadaan, peredaran dan penanaman benih tanaman tertentu yang bisa merugikan masyarakat, budidaya tanaman, sumber daya alam lainnya dan atau lingkungan hidup akan dipidana dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian Abdul Rasid Hasan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi para produsen benih, baik dari sisi aturan maupun mendiskusikan berbagai permasalahan seperti teknis perbenihan, mutu dan penyaluran benih.

“Kegiatan selama dua hari ini memang dikhususkan untuk produsen benih yang ada di Provinsi Gorontalo, tetapi untuk peningkatan sumber daya manusia dari produsen benih perkebunan, juga kita libatkan SDM dari pengawas benih tanaman (PBT) yang ada di kabupaten/kota yang sudah melaksanakan tugas terutama tentang perkebunan,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti produsen benih kabupaten/kota, pengawas benih tanaman (PBT) yang ada di kabupaten/kota dan instansi terkait.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menargetkan produksi kelapa Indonesia naik sebesar empat kali lipat. Produksi kelapa Indonesia saat ini mencapai 18,3 juta ton dan menjadi negara produsen kelapa terbesar di dunia.

“Sekarang produksi kita 18 juta ton, kalau ini dikali 4 maka ada 72 juta ton, tidak ada pesaing Indonesia,” kata Mentan Amran Sulaiman saat memberikan arahan pada rapat koordinasi nasional Koalisi Pemerintahan Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek) di gedung Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo, Jumat (4/5).

Selain menargetkan produksi hingga empat kali lipat dalam jangka waktu 4 hingga 5 tahun ke depan, Amran juga mengutarakan visinya untuk mengejar produktivitas kelapa Indonesia. Dirinya memaparkan, produktivitas kelapa Indonesia masih ketinggalan dengan negara-negara lain seperti Brazil, Filipina, Amerika, dan India.

“Produktivitas kita hanya 1,1 ton, Filipina 4 ton, dan Amerika 11 ton. Artinya kita haruis mengejar produktivitas sepuluh kali lipat,” paparnya.

Amran menuturkan, untuk mengejar target produksi dan produktivitas kelapa tidaklah terlalu sulit. Dari sisi anggaran, pemerintahan Presiden Jokowi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk 2 tahun dalam rangka mengembalikan kejayaan rempah-rempah, kelapa, dan kopi Indonesia. Menurutnya yang perlu diubah adalah pola pikir petani kelapa yang cenderung membiarkan begitu saja tanamannya.

“Kebiasaan petani kelapa kita, begitu kelapa ditanam dibiarkan begitu saja, nanti pada saat panen kita lihat lagi kelapa itu. Pernahkah kelapa itu kita beri pupuk? Tidak pernah. Padahal jika kelapa itu bisa berbicara, dia pasti meminta diperlakukan dengan baik, dan pasti dia juga akan memberikan yang terbaik. Coba beri kelapa kita dengan pupuk kandang, pasti hasilnya akan lebih baik,” terang Mentan.

Sementara itu dalam rangka meningkatkan produksi pangan Indonesia dan mewujudkan visi Indonesia lumbung pangan tahun 2045, Mentan mengapresiasi kiat petani Gorontalo yang disebutnya ‘menyelam sambil menangkap ikan’.

“Yang menarik ada di Gorontalo, mereka menyelam sambil menangkap ikan. Petani menanam kelapa, kemudian di antara tanaman kelapa itu ditanami jagung,” imbuhnya.

Hadir pada rakor tersebut Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, anggota DPR RI Dapil Gorontalo Roem Kono, pimpinan Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta para bupati anggota Kopek.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOALEMO, Humas – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengakui jika branding Gorontalo sebagai daerah penghasil jagung sudah dikenal dunia. Hal itu disebabkan ekspor jagung yang kini sudah mencapai 70 Ribu Ton hingga triwulan pertama tahun 2018.

“Ini Gorontalo luar biasa. Kalau kami ke Filiphina maka yang dikenal jagung Gorontalo, walaupun itu dari Sulawesi Selatan sebagian. Jadi kalau Sulawesi Selatan kirim, itu yang dikenal Gorontalo pasti. Dikirim dari Jawa Timur juga dikenal dari Gorontalo,” puji Mentan Amran Sulaiman saat mengikuti panen raya di Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Jumat (4/5/2018).

Mentan meminta nama baik Gorontalo sebagai penghasil jagung tetap dijaga dan ditingkatkan di tahun mendatang. Ia bahkan menantang Gorontalo untuk bisa ekspor jagung 150 Ribu Ton, dari target awal 100 Ton tahun ini.

Selain jagung, Amran meminta Gorontalo bisa menyumbang lebih banyak produksi kelapa secara nasional. Indonesia dikenal sebagai negara pengasil kelapa terbesar di dunia namun produktivitasnya yang masih rendah.

“Ini (Produksi kelapa Gorontalo) masih rendah hanya 1,1 Juta Ton. Itu kenapa? Karena kita tidak merawatnya. Harusnya diberi pupuk diberi minum seperti halnya keluarga. Kalau ini bisa dinaikkan dua kali lipat saja maka bisa menggetarkan dunia,” Imbuhnya.Amran menyebut jika pertanian Indonesia selama tiga tahun ini terus membaik. Ada lima produk pangan yang produksinya sangat baik dan telah di ekspor ke luar negeri. Selain jagung, ada bawang, ayam, telur dan kelapa yang sudah di ekspor ke 10 negara.

Sudah dua hari terakhir menteri asal Sulawesi Selatan itu ada di Gorontalo. Selain melakukan panen jagung, ia juga memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa yang digelar di Kota Gorontalo. Sehari sebelumnya Amran melepas ekspor jagung ke Filiphina.

Kehadiran Amran tidak sendiri, ia didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie beserta ibu Idah Syahidah, Bupati Boalemo Darwis Moridu dan sejumlah pejabat daerah.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 09 Mei 2018 10:15

Mentan Lepas Ekspor Jagung Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, kembali melepas ekspor jagung Gorontalo. Kali ini sebanyak 70.150 ton jagung Gorontalo akan diekspor ke negara Filipina. Pelepasan ekspor jagung dilakukan di gudang jagung Gorontalo Pangan Lestari, Desa Yosonegoro Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Kamis (3/5).

Pada kesempatan itu Mentan Amran Sulaiman mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berusaha memenuhi janjinya untuk mengekspor jagung.

“Sekitar 3 bulan lalu saya juga melepas ekspor jagung Gorontalo. Saat itu saya katakan ke pak Gubernur target ekspornya dinaikkan menjadi 57 ribu ton. Alhamdulillah, ternyata hanya dalam waktu 3 bulan ekspor itu sudah bisa direalisasikan, bahkan melampaui target yakni mencapai 70 ribu ton. Kami beri apresiasi yang tinggi kepada pak Gubernur,” kata Amran yang turut didampingi anggota DPR RI daerah pemilihan Gorontalo, Rum Kono, dan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim.

Atas keberhasilan Provinsi Gorontalo itu, Mentan kembali menaikkan target ekspor jagung Gorontalo dua kali lipat dari ekspor jagung saat ini menjadi 150 ribu ton. Dengan kenaikan target ini Gorontalo akan menjadi penyumbang terbesar bagi ekspor nasional yang tahun ini ditargetkan sebesar 500 ribu ton.

“Target Gorontalo saya tambah hingga dua kali lipat menjadi 150 ribu ton,” tegas Amran.

Mentan optimis dengan komitmen dan kerja keras Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama seluruh stakeholdernya yang telah ditunjukkan selama ini, target itu bisa dicapai. Menurutnya keberhasilan Provinsi Gorontalo ini merupakan role model dalam mengangkat kesejahteraan petani.

“Presiden menginstruksikan 2 hal yang dapat mengangkat kesejahteraan petani, yaitu ekspor dan investasi. Gorontalo sudah melakukan ini dengan prestasi yang sungguh sangat luar biasa,” pungkas Mentan Amran Sulaiman.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO, Humas – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo berupaya tahun 2019 nanti proses penebusan pupuk bersubsidi di tingkat petani cukup dengan menggunakan kartu tani. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk, Pestisida (KPPP) serta Updating data RDKK dalam e-RDKK, Kamis (26/4).

Untuk mengukseskan target tersebut, Distan Gorontalo menggelar workshop bagi para petani tentang cara penginputan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi secara online. Dengan data yang terintegrasi secara online dengan Kementrian Pertanian diharapkan petani bisa menebus pupuk cukup dengan menggunakan kartu tani.

“Pada tahun 2018 ini sudah 10 provinsi yang menerapkan kebijakan penebusan pupuk bersubsidi dengan kartu tani. Mudah mudahan tahun 2019 Provinsi Gorontalo sudah bisa juga melakukan hal yang sama,” terang Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Nurbaya Abdul Gani.

Penebusan pupuk dengan kartu tani, lanjut kata Nurbaya, memiliki banyak manfaat. Selain perencanaan kebutuhan pupuk petani yang terukur, kebijakan ini dapat meminimalisir penyalahgunaan pupuk bersubsidi kepada yang tidak berhak.

Sementara itu, Kadis Pertanian Muljadi Mario menilai masalah pupuk bersubsidi merupakan hal yang strategis. Pupuk bersubsidi tidak saja bisa mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional tapi juga bisa memenuhi kebutuhan petani di lapangan.

Oleh karena itu dibutuhkan peran dan fungsi dari Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) untuk memastikan pupuk dapat tersalur dengan baik hingga ke petani. KPPP juga diharapkan dapat mencegah beredarnya pupuk palsu atau pupuk yang tidak sesuai dengan kemasan dan peruntukannya.

“Ini tentunya harus dipastikan bahwa pupuk yang diedarkan ada izinya, sesuai dengan kemasannya. Nah kalau tidak, maka itu merupakan unsur pidana. Oleh karena itu pertemuan KPPP ini untuk merefresh kembali bahwa ada fungsi pengawasan dan penindakan yang dimiliki oleh komisi ini,” jelas Mujady.

Muljady menyebut kebutuhan pupuk bersubsidi di Gorontalo cukup tinggi yakni lebih kurang 75 Ribu Ton selama setahun. Pemerintah daerah baru mampu memenuhi separuhnya atau sekitar 35 Ribu Ton. Selisih dari kebetuhan tersebut dibantu melalui Kementrian Pertanian RI.

“Jadi jangan heran jika ada petani ada yang teriak pak tidak tersedia pupuk. Yaa karena memang baru seperti itu kemampuan kita. Makanya kalau perlu kita tongkrongi meja ibu Iin (Wardani, Kepala Seksi Pupuk Bersubsidi, Kementrian Pertanian) supaya Gorontalo dapat alokasi lebih. Ini tentu saja tidak mudah karena daerah lain juga butuh,” sambungnya.

Rapat Koordinasi KPPP dan Updating data RDKK diikuti oleh 100 peserta dari unsur dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota. Hadir pula unsur Polda Gorontalo, Kejaksaan Tinggi, produsen dan distributor pupuk, penyuluh pertanian dan perwakilan petani.(Hmsprov-isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Perbenihan, Pengawasan, dan Sertifikasi Benih Pertanian (UPTD BPPSBP) menggelar rapat koordinasi Sertifikasi Pengawasan Mutu Benih yang digelar di Hotel Grand Q, Selasa (17/4).

Rakor yang dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Muljady Mario itu bertujuan untuk memantapkan proses pengawasan dan sertifikasi benih di daerah. Terlebih saat ini antara Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura sudah dilebur ke Dinas Pertanian.

“Agak berbeda mengawasi dan sertifikasi antara benih tanaman pangan dan benih tanaman perkebunan. Oleh karena itu saya berharap para pengawas benih tanaman pangan harus lebih membekali pengetahuan dan keterampilan dalam hal tanaman perkebunan. Begitu pula sebaliknya,” kata Muljady.

Bagi Muljady, sertifikasi sangat penting untuk memberikan jaminan kualitas dan mutu benih di masyarakat. Ia mengingatkan pada jajarannya, proses pengawasan dan sertifikasi harus dilakukan dari tahap perencanaan bukan justru pada benih yang sudah dihasilkan.

“Sekali lagi saya sampaikan proses sertifikasi itu dimulai dari pengusulan bukan setelah selesai dilaksanakan. Ingat, pengawas juga bisa kena pidana jika secara sengaja berkolaborasi dengan produsen benih yang nakal. Kalau perlu saya yang laporkan”, tegasnya.

Sementara itu, Kasubid Pengawasan dan Sertifikasi Benih Rasid Hasan melaporkan, hingga saat ini pihaknya sudah selesai melakukan proses sertifikasi 84.500 benih kelapa. Rinciannya, 71.000 benih dari Balit Palma, dan 13.500 dari BPTP Gorontalo.

“Untuk pengadaan dari Pemprov Gorontalo sendiri ada 111 Ribu benih yang saat ini masih dalam proses sertifikasi. Ada juga cengkih sebanyak 136 Ribu pohon dan Nilam 150 Ribu pohon,” ungkap Rasid.(Hmsprov-isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Sebanyak 2000 Hektar percetakan sawah baru di Kabupaten Pohuwato mulai dikerjakan. Percetakan sawah ini ditinjau langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di Desa Manawa, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Kamis (29/3).

Gubernur menjelaskan, percetakan sawah baru mulai dikerjakan sebagai berkah dari selesainya Bendungan Randangan di Pohuwato. Bendungan yang dirintis sejak tahun 2014 itu memiliki saluran irigasi di sisi kiri dan kanan untuk 9000 Hektar percetakan sawah baru.

“Sore hari ini kami ke Desa Manawa Kecamatan Patilanggio untuk melihat percetakan sawah baru dan berfungsinya irigasi Randangan. Untuk saat ini kurang lebih 2000 Hektar. Potensinya bisa 9000 Hektar untuk kecamatan Randangan, Duhiadaa, Patilanggio dan sekitarnya,” jelas Rusli.

Rusli ingin memastikan percetakan sawah baru bisa tuntas di akhir tahun. Sebab Gubernur berencana mengundang Presiden RI Joko Widodo berkunjung dan meresmikan pemanfaatan Bendungan Randangan, irigasi dan percetakan sawah baru.“Pak Presiden menginginkan semuanya siap dulu. Bendungannya jadi, irigasinya sudah dialiri air dan sawah sudah dimanfaatkan oleh petani. Jangan sampai setengah-setengah,” imbuhnya.

Rusli meminta kepada Dinas Pertanian dibantu oleh Babinsa TNI dan warga untuk bekerja eksta menggarap lahan tidur tersebut, termasuk dalam hal pengerahan alat mesin pertanian (alsintan).(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 9
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo