>
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 131

GORONTALO – Program untuk lebih meningkatkan pengetahuan para penangkar benih jagung hibrida dilakukan Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Gorontalo melalui pertemuan teknis antar stakeholder perbenihan se-Provinsi Gorontalo. Pertemuan yang turut dihadiri oleh ahli perbenihan Balitserealia Maros Dr. Azrai dan Wiji Astutiningsih dari Kementerian Pertanian RI berlangsung di aula kantor BPPSBP, Jumat (16/3).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario saat membuka kegiatan mengatakan, kita sedang berusaha agar benih jagung hibrida ini tidak lagi tergantung pada penangkar dari provinsi lain, melainkan kita di Gorontalo harus bisa mempunyai sendiri para penangkar yang memiliki komitmen untuk mengikuti mekanisme atau aturan dalam proses perbanyakan benih, sehingga nanti penangkar ini akan menjadi bagian dari proses program dinas pertanian untuk menyediakan benih yang bermutu dan berkualitas.

” Pertemuan teknis antar stakeholer dalam hal perbenihan ini dinilai sangatlah penting. Mengingat BPPSBP merupakan balai leburan dari tiga balai lainnya yang ada di dinas pertanian Provinsi Gorontalo, jadi perlu adanya sosialisasi pada stakeholder terkait,” jelas Kadis Pertanian.

Menurut Muljady , kehadiran dua narasumber yang merupakan ahli perbenihan ini untuk memberikan penjelasan kepada kita semua dalam hal varietas hibrida litbang yang belum familiar dikelola oleh penangkar-penangkar nanti.

“Kita sedang berusaha benih jagung hibrida ini tidak lagi tergantung pada penangkar dari provinsi yang lain, melainkan kita di Gorontalo harus bisa mempunyai sendiri para penangkar yang memiliki komitmen untuk mengikuti mekanisme atau aturan dalam proses perbanyakan benih, sehingga nanti penangkar ini akan menjadi bagian dari proses program dinas pertanian untuk menyediakan benih yang bermutu dan berkualitas,” tandas Muljady Mario

Pertemuan teknis antar stakeholder ini dihadiri 100 orang peserta dari 6 Kabupaten/ Kota se Provinsi Gorontalo diantaranya kepala seksi perencanaan dinas pertanian, kepala seksi yang membidangi bidang perbenihan, kepala seksi yang membidangi perbenihan tanaman pangan, Kepala BBU Kab/Kota, serta produsen benih.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim meresmikan pemanfaatan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Gorontalo yang beralamat di Jl. MH. Thamrin, Kelurahaan Ipilo Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Sabtu (10/3).

Pengresmian TTIC ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan bagi warga. Selain itu, TTIC diharapkan dapat menyediakan distribusi berbagai komoditi yang dibutuhkan warga dengan harga yang murah.

“Untuk menjaga apa, agar rakyat tidak lapar. Sebab kalau rakyat lapar maka pemerintah tidak sukses. Kalau rakyat lapar, maka pasti muaranya pada keamanan dan ketertiban. Ini merupakan tugas pokok dan fungsi pemerintah bagaiaman pangan itu tersedia dan terdistribusi dengan baik,” terang Idris Rahim.

Wagub berharap agar Toko Tani yang berkerjasama dengan Kementrian Pertanian ini dapat memperhatikan tiga aspek, yakni jumlah pangan yang tersedia, beragam jenisnya dan mutu yang terjaga. Ia juga berharap agar toko tersebut bisa berkesinambungan.

“Jangan hari ini di launching, besok ditutup. Sehingga itu harus dipikirkan matang matang. Harus dihitung dengan data, kebutuhan apa yang dicari masyarakat. Harga pangan apa yang lagi naik sehingga toko ini bisa menjual dengan harga yang murah,” imbuh mantan Sekda Provinsi itu.

TTIC Gorontalo merupakan bagian dari TTIC yang dibangun di berbagai daerah. Toko ini menampung berbagai kebutuhan komoditi seperti beras, umbi-umbian, minyak goreng, tomat dan cabe. Selain dipasok oleh kelompok petani, TTIC bekerjasama dengan para distributor dan Bulog.

Turut diserahkan pula bantuan berupa Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dengan total bantuan 1,2 Miliyar Rupiah. Bantuan Kawasan Rumah Lestari dengan total bantuan 1,6 Miliyar kepada 33 kelompok wanita tani, serta bantuan pada daerah rawan pangan untuk 500 orang.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kementrian Pertanian RI menargetkan Serapan Gabah Petani (Sergap) Provinsi Gorontalo hingga akhir Juni 2018 mencapai 10.852 Ton. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional Agung Hendriadi saat menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan instansi terkait, Selasa (13/2). Sejatinya rapat ini akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, namun Amran urung datang dan rencananya akan tiba di Gorontalo Rabu besok.

“Angka itu diperoleh dari delapan persen total produksi gabah atau beras Gorontalo. Untuk skala nasional kami ditargetkan menyerap gabah petani sebesar 2,2 Juta Ton hingga akhir bulan Juni,” terang Agung.

Program Sergap sengaja digulirkan untuk menjaga kondisi harga di tingkat petani tetap stabil. Di samping itu, program ini dinilai tepat untuk menjaga cadangan beras pemerintah. Jika sewaktu waktu produksi beras menurun dan permintaan meningkat, maka beras pemerintah yang disimpan oleh Bulog bisa didistribusi pada masyarakat.

Untuk mensukseskan target 10.852 Ton tersebut, Kementrian Pertanian sudah menyusun target penyerapan harian yang harus dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Gorontalo. Untuk Kabupaten Gorontalo ditargetkan sebesar 15 Ton/hari, Boalemo 12,9 Ton/hari, Bone Bolango 12,1 Ton/hari. Sementara untuk Kabupaten Gorontalo Utara ditargetkan menyerap gabah petani sebesar 10,3 Ton/hari, Pohuwato 12,9 Ton/hari, Kota Gorontalo 2,5 Ton/hari dan Dinas Pertanian Provinsi sebesar 16,6 Ton.

Adapaun teknis program Sergap ini dengan mengandalkan tiga pihak terkait yakni pihak bank BRI sebagai penyalur kredit, pihak Kodim 1304 sebagai perpanjangan tangan petani, serta Sub Drive Bulog Gorontalo sebagai penampung gabah petani.

“Untuk harga beras pembelian pemerintah sudah ditetapkan sebesar 7300 Rupiah/Kg. Tapi ada harga fleksibilitas sebesar 20 Persen. Jadi kalo harganya 7300 ditambah fleksibilitas 20 Persen maka harga belinya di kisaran 8.800/kg,” beber Agung.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Mulyadi Mario mengaku optimis mencapai target yang dibebankan oleh pemerintah. Ia menyebut jika produksi gabah Gorontalo tahun 2017 mencapai angka 350 Ribu Ton. Jika merunut dari angka itu, maka terget Sergap Gorontalo bisa dicapai bahkan bisa dilampaui.

“Insya Allah kita sangat optimis. Kita kan surplus (tahun lalu) kurang lebih 68 Ribu Ton gabah setahun. Produksi kita mencapai 350 Ribu Ton. Jadi kalau hari ini kita ditargetkan menyerap gabah petani sebesar 10.852 Ton maka saya kira itu bisa tercapai,” terangnya.

Pihaknya juga siap membantu pemerintah kabupaten/kota, Kodim 1304, Bank BRI dan Sub Drive Bulog Gorontalo untuk mensukseskan program tersebut. Dinas Pertanian diminta untuk memfasilitasi petani utamanya dalam hal peralatan produksi, lantai jemur dan mesin penggiling pasca panen.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman bakal kembali mengunjungi Provinsi Gorontalo. kunjungan itu dijadwalkan dalam dua hari kerja yakni Selasa-Rabu 13-14 Februari ini. Hal tersebut sebagaimana terungkap pada Rapat Koordinasi Kunjungan Kerja Mentan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, di Ruang Rapat Huyula Kantor Gubernur, Senin (12/02).

Mentan dijadwalkanakan akan tiba di Bandara Jalaludin Gorontalo Selasa siang. Ada tiga agenda penting yang akan diikutinya yakni melaksanakan Rakor Serap Gabah dengan Pemerintah Daerah, pelepasan ekspor 3.750 Ton jagung ke luar negeri serta melakukan panen raya jagung di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo.

“kunjungan Mentan ke Gorontalo merupakan kunjungan yang ke lima kalinya dan ini sangat menarik. Mengapa Gorontalo yang menjadi tujuan kunjungan kerja Mentan. Tentu saja ada hal positif yang beliau nilai dari Gorontalo khususnya menyangkut produktivitas jagung kita,” ungkap Winarni Monoarfa.

Oleh karenanya, Winarni meminta agar semua OPD terkait untuk mempersiapkan segala hal menyangkut kegiatan menteri. Butuh koordinasi siapa berbuat apa, sejauh mana kesiapan masing-masing penanggungjawab, serta tak kalah penting kesiapan lokasi kunjungan.

“Setiap penanggungjawab harus saling berkoordinasi. Dinas Pertanian selaku instansi teknis tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan instansi lain. Termasuk dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Oleh karena itu penting untuk menjalin komunikasi dengan semua pihak,” imbuh Sekda.
Pewarta : (Nova-Hmsprov).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Gorontalo meraih penyerapan tertinggi anggaran Dekonsentrasi tahun anggaran 2017 dari Pusat Penyuluhan (Pusluh) Kementerian Pertanian. Dari total pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp4,7 miliar, realisasi serapan mencapai Rp4,5 milar atau 94,51 persen.

“Kami mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, karena jika capaiannya rendah maka alokasi anggaran ke daerah ini juga akan dikurangi,” kata Kepala Pusat Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian, Siti Munifah, saat bertatap muka dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di ruang kerjanya, Kamis (11/1).

Munifah mengatakan, sebagai bentuk komitmen dan dukungan untuk pencapaian program Upaya Khusus (Upsus) dan kedaulatan pangan di Provinsi Gorontalo, Pusluh Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2018 menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,3 miliar. Anggaran tersebut untuk mendukung seluruh kegiatan yang terkait dengan penyuluhan, termasuk untuk pembayaran honorarium untuk 353 penyuluh dan 60 tenaga harian lepas penyuluh pertanian.

“Diharapkan dengan adanya dukungan anggaran dari Kementan, seluruh masyarakat dapat digerakkan oleh pimpinan daerah dan SKPD. Harmonisasi kerja mulai dari panggoba, kelompok tani, penyuluh, dinas, pimpinan daerah, juga BPS, Bulog, dan instansi terkait lainnya harus berpikir bersama dan saling bersinergi untuk keberlanjutan keberhasilan program upsus dan kedaulatan pangan,” tutur Munifah.

Pada kesempatan itu Idris menuturkan pentingnya peran para penyuluh dalam mendampingi masyarakat dalam upaya peningkatan produktivitas hasil pertanian di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, untuk memperoleh hasil yang maksimal, idealnya satu penyuluh menangani satu desa.

Strategi lainnya lanjut Idris, yakni mengalokasikan pembiayaan penyuluh melalui anggaran dana desa. Idris berpendapat, kegiatan penyuluhan pertanian merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Satu penyuluh untuk satu desa, biar lebih fokus dan cepat menangani permasalahan di lapangan. Selain itu membangun sektor pertanian harus terintegrasi dan bersinergi seluruh instansi terkait, tidak boleh sendiri-sendiri,” pungkas Wagub Idris Rahim.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario, pelaksana Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo, serta Kepala Bidang Program Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 19 Oktober 2017 15:53

Mentan Jamin Bantuan Pertanian Gorontalo Aman

JAKARTA – Adanya kehawatiran tentang pemotongan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bagi kementrian dan lembaga tahun 2018 direspon cepat oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Pasalnya hal tersebut akan berdampak pada alokasi bantuan yang mengucur ke daerah. Terutama di bidang pertanian yang menjadi sektor utama penggerak ekonomi daerah.

Guna memastikan tidak adanya pengurangan alokasi bantuan, Rusli bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (18/10). Hasilnya cukup menggembirakan yang mana Mentan menjamin Gorontalo tetap menjadi prioritas tujuan bantuan pertanian tahun 2018 nanti.

“Pak menteri (pertanian) menjamin tidak akan ada pemangkasan untuk Gorontalo. untuk apa saya potong wong sudah berprestasi? Pak menteri tetap komitmen memberikan bantuan benih, alsintan, pupuk dan bantuan lain,” terang Kadis Pertanian Muljadi Mario menirukan ucapan Amran Sulaiman.

Amran justru mengapresiasi Rusli Habibie yang dinilai sebagai salah satu kepala daerah paling aktif membangun komunikasi untuk urusan pertanian. Apresiasi juga diberikan terkait capaian Gorontalo dalam mendongkrak produktivitas jagung di daerah. Gorontalo bahkan menjadi salah satu daerah penopang utama terwujudnya swasembada jagung nasional.

“pak gubernur sekaligus melaporkan hasil capaian produksi jagung kita. Jadi hasil perhitungan BPS tahun ini produksi kita mencapai 1.481.000 Ton. Angka itu melampaui target yang diberikan pak menteri sebanyak 1,2 Juta Ton,” imbuh Muljadi.

Kesempatan bertemu menteri ini juga tidak disia-siakan Rusli untuk mengundang Mentan Amran berkunjung ke Gorontalo. Sejumlah agenda sedang disiapkan terkait kedatangan menteri asal Sulawesi Selatan itu, di antaranya penyerahan bantuan kepada petani, panen raya padi/jagung dan rencana melepas pengiriman jagung antar pulau dan ekspor.(hmsprov-isam)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pengetatan anggaran oleh pemerintah pusat berdampak ke daerah tidak terkecuali Provinsi Gorontalo. Hal itu yang membuat Rusli Habibie merasa khawatir jika nantinya dana alokasi APBN dalam bentuk program maupun bantuan akan semakin berkurang. Pasalnya Rusli mendapat kabar jika bantuan di sektor pertanian tahun 2018 nanti akan dipangkas separuh dari yang diterima daerah.

“Hari ini saya pamit lagi (berangkat ke Jakarta), karena besok jam 9 saya ditunggu oleh Menteri Pertanian. Ada informasi dari kadis saya bahwa bantuan benih jagung untuk Gorontalo akan dikurangi separuh. Tahun ini kita mendapat bantuan benih 300.000 Hektar tapi untuk tahun depan tinggal 150.000 hektar. Tentu saja ini sangat berpengaruh bagi petani,” terang Rusli pada sidang paripurna tingkat II Ranperda RPJMD, Selasa (17/10).

Rusli ingin segera menemui Mentan RI Amran Sulaiman agar rencana tersebut dapat dipertimbangkan kembali. Selain Gorontalo sudah ditetapkan sebagai lumbung jagung nasional, bantuan benih jagung dan pupuk merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh petani. Ia khawawatir jika pengurangan bantuan akan berdampak buruk pada kesejahteraan petani dan produktivitas jagung.

“Padahal hasil BPS kemarin saya terima itu capaian target jagung kita mencapai 1,4 Juta Ton tahun 2017. Hasil yang sangat berpengaruh mengurangi impor jagung di Indonesia,” bebernya.

Selain berencana menemui Mentan, gubernur dari partai Golkar itu diagendakan untuk menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pertemuan tersebut rencananya bakal membahas dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat ke Gorontalo tahun 2018 mendatang. Gubernur yang dikenal dengan julukan raja lobi itu berharap alokasi anggaran Gorontalo tidak mengalami penurunan dibandingkan tahun tahun sebelumnya.(hmsprov-ismail)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 Oktober 2017 15:10

Idah Ajak Kaum Muda Jadi Petani

GORONTALO – Kurangnya minat kaum muda untuk bertani jadi bahasan menarik Idah Syahidah Rusli Habibie bersama koordinator wilayah Gorontalo GEMPITA Dahlan Usman dalam dialog interaktif yang diselenggarakan oleh Radio Suara Rakyat Hulondalo, Sabtu (7/1) di Narcaffe Kota Gorontalo.

Idah yang menjadi narasumber pada dialog tersebut menjelaskan, kurangnya minat pemuda untuk bertani disebabkan oleh banyak faktor diantaranya perasaan gengsi ataupun rasa enggan mereka untuk menyentuh tanah yang dalam keadaan becek atau kotor.

“Jika tidak dilakukan regenerasi maka di tahun-tahun yang akan datang kita akan kehilangan para penggarap yang disebabkan oleh ketidakmampuan para petani yang sudah tua renta untuk menggarap sawah dan perkebunan,” ungkap Idah.

Menurut Idah, Gempita merupakan gerakan yang dibentuk oleh Kementrian Pertanian agar para pemuda kepincut atau tertarik dengan bertani. Jika hal tersebut tercapai paling tidak bisa membantu pemerintah untuk mengurangi kemiskinan khususnya yang ada di Provinsi Gorontalo.

” Memang bukan pekerjaan mudah untuk bisa mengajak pemuda untuk bercocok tanam atau bertani, apalagi di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini. Generasi muda sangat terpengaruhi oleh era informasi dan teknologi yang semakin canggih semisal munculnya medsos, game online dan sebagainya,” terang Idah.

Selaku ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo dan dalam kegiatan kepramukaan selama ini, Idah selalu mengajak para peserta pramuka untuk menanamkan Dasa Dharma di jiwa mereka sebagai norma yang mengatur kegiatan kepramukaan.

“Salah satu dari 10 dharma adalah cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, disini secara tersirat terdapat makna bahwa seorang pramuka juga bisa ikut berpartisipasi menjaga lingkungan dengan memanfaatkan lahan yang kosong untuk ditanami tanaman yang bermanfaat salah satunya jagung,” ujar Ka Kwarda.

Dalam dialog tersebut Idah juga mengungkapkan rasa prihatinnya dengan banyaknya lahan-lahan kosong yang kurang dimanfaatkan di Provinsi Gorontalo.

“Apabila hal ini terus dibiarkan dan tidak ada ketertarikan para pemuda untuk menggarapnya, bukan tidak mungkin para petani dari luar daerah Gorontalo atau bahkan dari luar Indonesia bisa saja mengambil alih menggarap tanah kosong tesebut,” kata Idah prihatin.

Diakhir dialog Idah mengajak para pemuda khususnya anggota pramuka agar tidak ragu untuk bertani dan memanfaatkan lahan yang kosong untuk ditanami jagung atau tanaman lainnya dan menjadi 3P yakni Pelajar, Petani, Pengusaha yang profesional.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kemiskinan yang masih melilit para petani mendapat perhatian serius dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah. Menurutnya, petani seharusnya bisa sejahtera seandainya tidak bergantung pada tengkulak dengan cara mendirikan koperasi.

“Masalah petani ada pada biaya operasional yang harus dikeluarkan misalnya biaya panen, biaya angkut hasil panen atau biaya pemasaran. Biaya itu biasanya dipinjam dari tengkulak dengan beban bunga yang melilit. Itulah sebabnya petani kita tidak sejahtera. Uang hasil panen habis bayar hutang di tengkulak. Masalah itu bisa diatasi seandainya petani mau mendirikan atau meminjam uang di Koperasi” terang Idah yang juga sebagai Pembina Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Provinsi Gorontalo saat melakukan penanaman benih jagung oleh GEMPITA, Minggu (24/9).

Memanfaatkan koperasi, menurut Idah, lebih baik bagi petani bila dibandingkan dengan meminjam uang pada “lintah darat”. Selain koperasi memiliki bunga pinjaman yang kecil, keuntungan koperasi juga akan kembali kepada petani selaku anggota. Koperasi juga memiliki sistim pelunasan hutang yang fleksibel bila dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.

Lebih lanjut kata istri Gubernur Gorontalo itu, kondisi petani yang miskin seharusnya saat ini sudah tidak ada lagi jika menengok berbagai program dan bantuan pemerintah yang diarahkan kepada petani. Bantuan benih gratis, pupuk, bahkan alat pertanian telah diberikan pemerintah untuk menekan biaya produksi petani. Hasil panen pun saat ini sudah dijamin dengan menerapkan standar minimal pembelian dari petani.

“Selama ini pemerintah terus berusaha menekan angka kemiskinan dengan memberikan berbagai macam bantuan kepada masyarakat khususnya untuk para petani, namun pada kenyataannya masih ada petani yang berada digaris kemiskinan. Usut punya usut ternyata para petani tersebut masih meminjam uang pada tengkulak dengan bunga yang besar sehingga para petani tidak mampu keluar dari kemiskinan,” bebernya.Pada kegiatan tersebut Idah mengajak para pemuda yang ada di Provinsi Gorontalo agar mau bertani dan bercocok tanam. Saat ini masih banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan oleh para generasi muda untuk bertani dan bisa menghasilkan uang. Ia bahkan berharap para pemuda tani mampu menjadi seorang pengusaha jagung atau pengusaha di bidang pertanian lainnya.

Penanaman benih jagung oleh GEMPITA ini turut dihadiri pula oleh Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo dan jajarannya, Rektor UG serta Koordinator Wilayah GEMPITA Dahlan Usman.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meluangkan waktunya setelah pulang dari dinas diluar daerah untuk meninjau langsung keberadaan alat alat pertanian (brigade alsintan) Provinsi Gorontalo di Desa Molowahu, Kec. Bongomeme Kab. Gorontalo, Kamis (13/7).

Setelah melakukan peninjauan, Gubernur yang diwawancarai oleh awak media mengatakan, peninjauan ini dilakukannya karena sebagai Gubernur ia ingin melihat langsung keadaan alat alat mesin pertanian yang sudah diberikan sejak tahun 2015 jika masih selalu dijaga dan dirawat atau sebaliknya.

“Alhamdulillah semua alat alat mesin pertanian ini baik baik saja dan dirawat dengan baik. Ini bagus, mengingat alat ini akan terus digunakan oleh para petani. Jadi kita patut bersyukur, dengan sistem brigade alsintan yang kita terapkan sejak tahun 2015 ini menjadi sangat efektif dan bermanfaat, dimana setiap petani yang mengeluh bisa langsung dilayani,” kata Rusli.

Ruslipun berencana gudang untuk brigade alsintan seperti ini akan lebih diperluas hingga keseluruh Provinsi Gorontalo. Jika sebelumnya hanya berada di Kabupaten Gorontalo, maka akan diusahakan bisa berada di Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorut dan Kabupaten Boalemo.

” Sehingga bukan hanya alat-alat mesin pertanian yang dari kabupaten saja yang kita bawa, tapi disana juga sudah punya alat alsintan tersendiri. Jadi setiap kabupaten sudah ada gudang brigade alsintan sendiri sendiri,” tambahnya.Gubernur menambahkan, semua usaha yang pemerintah lakukan ini adalah untuk mensejahterakan kehidupan para petani, sehingga petani tak sibuk lagi memikirkan panen yang akan dilakukan jika tak mempunyai alat alat mesin pertanian.

“Alhamdulillah kita dapat ide bisa membuat brigade alsintan seperti ini, dimana alsintannya kita dapat baik dari APBD maupun APBDP. Semua ini untuk kebutuhan rakyat petani, bukan dibagikan tapi untuk kebutuhan rakyat,” pungkas Rusli.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama