>
Kamis, 15 September 2016 08:42

Dandim 1304 Tinjau Lokasi Pencetakan Sawah Baru

Gorontalo, Kepala Komando Distrik Militer (Dandim) 1304 Gorontalo Letkol Infantri Dadang Ismail Marzuki meninjau lokasi pencetakan sawah baru di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, sekaligus silataruhami dengan pemerintah kabupaten setempat.

"Rencana pada 19 September 2016, dari Kementerian Pertanian akan ke Pohuwato untuk melakukan penanaman benih padi, sehingga kami ikut meninjau kondisi lokasi percetakan sawah tersebut," ujarnya, Rabu.

TNI sendiri merupakan pelaksana pencetakan sawah dan Balai Sungai sebagai pihak yang bertanggung jawab soal pengairan di sawah tersebut.

Kedatangan Dadang disambut secara adat Gorontalo oleh pemangku adat dan Wakil Bupati (Wabup) Amin Haras dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti kepala dinas pertanian di daerah itu.

Sementara itu Wabup Amin Haras mengaku siap mengawal proyek percetakan sawah tersebut. Karena di daerah itu sudah terbangun bendungan yang mengairi lahan padi sawah.

"Lokasi pencetakan sawah terbilang masih bisa terkendali, namun tetap terus dipantau dari sisi keamanan jangan sampai ada yang mengganggunya," ujarnya.

Amin mengatakan, tak bisa dipungkiri isu-isu radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila masih menjadi soal utama di daerahnya.

"Untuk itu kami menghimbau agar masyrakat bisa sama-sama untuk menjaga daerah Pohuwato dari pengaruh yang berseberangan dengan nilai agama. Karena kita tahu bersama di Pohuwato memiliki bermacam agama dan budaya," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Gorontalo di tahun 2016 memperoleh alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian RI untuk percetakan sawah baru sebesar Rp33,4 miliar. Yang terbagi pada Kabupaten Pohuwato seluas 2.000 hektare dan Kabupaten Boalemo 90 hektare dan sisanya di kabupaten lainnya. (Febriandy Abidin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato
Selasa, 13 September 2016 08:40

Petani Tuladenggi Gorontalo Kembangkan Padi Organik

Gorontalo, Petani Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, siap mengembangkan padi organik karena dinilai memiliki nilai jual yang tinggi.

Ketua kelompok Tani Sulastri Modjo, Minggu mengatakan, harga jual beras organik di pasaran lokal mencapai Rp40 ribu per kilogram, berbeda jauh dengan beras biasa atau an organik yang hanya Rp 10 ribu per kilogram.

"Saat ini kelompok tani kami telah menanam satu hektare padi organik yang merupakan kerja sama kami bersama Bank Indonesia perwakilan Gorontalo, kedepan kami akan kembangkan menjadi dua hektare," katanya.

Ia mengatakan, sudah banyak anggota kelompok yang sudah melihat langsung hasil dari padi organik lebih bagus dari yang biasa.

"Saat kami panen, dan telah ditimbang, untuk satu hektare tersebut, kami memperoleh padi seberat 4,8 ton," ucap Sulastri.

Selain baik untuk kesehatan, harga jual beras organik juga sangat tinggi dibanding beras biasa, lanjut Sulastri.

"Kami akan terus menanam padi organik karena kami juga sudah dijamin oleh Bank Indonesia, mereka yang akan membantu kami untuk pemasarannya," jelasnya.

Untuk perawatannya, Sulastri mengatakan semua bahannya menggunakan bahan organik, seperti pupuk yang terbuat dari kotoran sapi yang dicampur dengan dedak dan gula.

"Dalam satu hektare, dibutuhkan delapan ton pupuk karena tanah kami yang sudah rusak akibat bahan kimia, atau asam tanahnya sudah tinggi," jelasnya.

Sedangkan untuk penanaman padi organik, Ia menjelaskan bahwa modal penanaman lebih murah organik.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Suryono mengatakan, kedepan pihaknya akan mengembangkan penanaman padi organik ini secara besar-besaran dan meluas, tidak hanya di daerah Tuladenggi, namun hingga ke daerah lain.

"Saya yakin Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo memiliki komitmen untuk mendukung masyarakat Kabupaten Gorontalo dalam hal pengembangan pertanian dan dalam hal ini yaitu penanaman padi organik," kata Suryono.

Ia juga berharap, pihak Perbankan dari BRI dan Bank SulutGo untuk dapat membantu, karena mereka adalah mitra BI.

"Pasar beras organik sangatlah luas, memang untuk Gorontalo memang masih sedikit, tapi sebagian besar masyarakat menengah keatas suka dengan bahan organik, salah satunya beras," jelasnya. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, menerima tantangan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman, optimis bisa meningkatkan luas lahan produksi Jagung Gorontalo seluas 400.000 Hektare (Ha).

Gubernur menjelaskan bahwa, terkait dengan permintaan Mentan tersebut bisa dipenuhi dengan beberapa ketentua yaitu pemerintah pusat bisa memberikan bibit Jagung secara gratis, pupuk, sertan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

“Tak kalah penting juga, pemerintah pusat juga harus terus menjamin harga dan daya beli Jagung,” Kata Rusli Habibie.

Menurutnya bahwa, kalau semua itu dilakukan oleh pemerintah, pihaknya menjamin produksi Jagung petani juga bisa bertambah.

Namun terkadang yang jadi persoalan setiap kali panen raya harga jagung selalu anjlok, tapi kalau tidak musim panen, harga Jagung cukup bagus berkisar antara Rp3.500 sampai Rp3.700 per Kilogramnya.

“saat ini luas lahan produksi Jagung hampir 200.000 Ha, dan bantuan benih Jagung dari pemerintah pusat untuk luas lahan 100.000 Ha,”ujarnya.

Pihaknya optimis bisa memenuhi target tersebut, dimana langkah yang tak kalah penting yang akan dilakukanya adalah menyeragamkan tujuan mulai dari pemerintah provinsi hingga aparat desa untuk menggenjot dan memberdayakan petani Jagung.

Sementara itu Mentan Amran Sulaiman menjelaskan bahwa, ini merupakan sejar baru bagi Gorontalo yang bisa memproduski Jagung hampir 200.000 Ha, yang bisa mencapai 1 Juta Ton Jagung.

“Tahun depan harus bisa produksi 400.000 Ha Jagung dengan bantuan benih dari pusat untuk 200.000 ha,”ujar Mentan. (humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 26 Agustus 2016 07:39

Mentan Panen Raya Jagung Di Gorontalo

Gorontalo, Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman panen raya jagung di Desa Ayumolingo dan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok petani di daerah tersebut, Kamis.

"Saya senang sekali bisa ke Gorontalo, pada tahun 2014 hanya tersedia 124.000 hektare yang menghasilkan 500.000 ton jagung saat ini meningkat drastis," kata Amran.

Ia menjelaskan, sekarang produksi jagung 1,2 juta ton dari 200.000 hektare jagung, dan Menteri Amran mengatakan tahun depan akan ditambah.

"Kalau bisa, tahun depan harus tambah menjadi 400.000 hektare," kata Mentan saat berdialog langsung dengan petani di Desa Ayumolingo.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo di tempat yang sama mengatakan, Kabupaten Gorontalo merasa bangga atas kedatangan Menteri Pertanian dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk melaksanakan panen raya jagung kita di Kabupaten Gorontalo.

"Saya ingin melaporkan bahwa jumlah lahan di Kabupaten Gorontalo khusus untuk tanaman jagung tahun ini kurang lebih 30 ribu hektare, yang mestinya bisa sampai 100 ribu hektare bisa kita tanam," kata Bupati.

Menurut dia, saat ini terkendala pada stok bibit yang masih terbatas, oleh karena itu Ia berharap melalui pimpinan Menteri Amran, kapasitas tersebut bisa ditingkatkan.

"Kemudian kami Kabupaten Gorontalo ingin menunjang kedaulatan pangan yang menjadi harapan pemerintah pusat baik pangan nabati maupun pangan hewani," jelas Nelson.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menjelaskan, yang menjadi persoalan tiap panen raya jagung adalah harga, di mana kalau tidak musim panen harga jagung Rp3.500 sampai Rp3.700 tapi begitu musim panen harganya langsung anjlok. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Selasa, 16 Agustus 2016 14:16

Gubernur: Petani Tidak Perlu Takut Tanam Jagung

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kepada petani Jagun untuk tidak perlu takut memproduksi Jagung, sebab saat ini pemerintah telah mengeluarkan regulasi pembelian harga terendah ditingkat petani.

“Saat ini, harga sedang bagus, namun manakala harga lagi turun diakibatkan produksi Jagung melimpah, petani tidak perlu khawatir, silahkan dijual di Bulog Gorontalo,” kata Rusli Habibie.

Pemerintah dalam hal ini, Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI, telah mengeluarkan peraturan penetapan acuan harga pembelian Jagung ditingkat petani, yaitu senilai Rp3.150 dengan kadar air 15 persen.

Ia menambahkan, itu acuan harga pembelian, jika Jagung para petani, kadar airnya 17 hingga 30 persen, maka ada cara perhitunganya, dan sudah diatur dan dipantau langsung oleh Kemendag.

“Itulah sebabnya jika penjualan pengumpul jagung membelinya dengan harga murah, bisa saja karena kadar airnya yang tinggi,”ujar Rusli.

Namun jika para petani merasa kadar air dari Jagungnya 15 persen, dan hanya akan dibeli dengan harga dibawah dari Rp3.150 oleg pengumpul, silahkan dijual ke Bulog Gorontalo, dengan ketentuan harga sebagaimana diatur dalam peraturan tadi.

Diakuinya bahwa, kebanyakan petani Gorontalo yang hanya memiliki lahan tidak sampai Satu haktare, menjual Jagungnya dengan kadar air sampai 30 persen, dengan alasan mereka tidak ada alat pengering atau Dryer.

“Untuk itu juga saya meminta kepada para petani, untuk memanen Jagung saat sudah usia matang, biarkan Jagung itu mengering dipohon, sehingga kadar airnya turun,”jelasnya. (humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Menanggapi keluhan dari petani jagung terkait harga jagung dipasaran Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mempertemukan mereka dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GMPT) yang juga dihadiri langsung oleh Direktur Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah.

Dalam diskusi terbuka itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memberikan kesempatan kepada petani Jagung di Gorontalo untuk menyampaikan langsung apa yang menjadi keluhan mereka, khususnya terkait harga Jagung dipasaran.

“Saya sering mendapat keluhan dari masyarakat khususnya para petani Jagung, sehingga dalam kesempatan ini, apa yang menjadi keluahan, silahkan disampaikan,” Kata Rusli Habibie, saat menggelar pertemuan dengan petani, pengusaha dan Ditjen Kementan RI.

Umar Entengo salah seorang petani Jagung di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo menjelaskan bahwa, pihaknya mendapti dibeberapa tempat perusahaan pengumpul Jagung, harganya ada yang berbeda, dan sangat disayangkan Jagung yang akan dijual, banyak mendapat mendapat potongan
harga dengan alasan kadar airnya masih tinggi.

“Sebelum dijual, terlebih dahulu Jagung kami, di tes kadar airnya, namun setelah tiba ditingkatan pengumpul, kadar airnya berubah,”Kata Umar Entengo.

Akibatnya, akan berpengaruh pada harga Jagung itu sendiri, sehingga dalam kesempatan tersebut, pihaknya meminta pemerintah mengeluarkan standar acuan harga terendah pembelian Jagung ditingkat petani.

Menanggapi keluhan tersebut, Ditjen Kementan Nasrullah menjelaskan bahwa, terkait polemik harga Jagung dipasaran, antara Kementan dan Kemenrtrian Perdagangan (Kemenda) telah membahas hal tersebut.

“Sudah ada peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21/M-DAG/PER/3/2016, tentang penetapan harga acuan pembelian Jagung ditingkat petani,”Kata Nasrullah.

Ia menambahkan bahwa, itu harga terendah, namun jika ada pengumpul yang membeli Jagung para petani di Gorontalo dengan harga tinggi, dipersilahkan asalkan petaninya sejahtera dan pengusaha pengumpul pun dapat untung.

Dijelaskanya bahwa, pemerintah pusat dan daerah, akan terus berupaya melindungi para petani Jagung, sebab hal tersebut sudah merupakan instruksi dari Presiden Jokowi, saat pencanangkan “Tax Amnesti” baru-baru ini.

“Namun petani Jagung pun jangan se enaknya menjual Jagung, tanpa memperhatikan kualitas produksinya,”ujar Nasrullah.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan menggelar pemilihan duta pangan lokal di tahun 2016, dengan tujuan untuk sosialisasi keamanan pangan ke masyarakat luas.

Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Gorontalo.

Kepala BKPPIJ Provinsi Gorontalo, Yusuf Giasi, Minggu mengatakan, saat ini kebanyakan siswa mengkonsumsi makanan yang terkadang sudah tidak higienis atau mungkin terkontaminasi dengan zat-zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan.

"Sehingga itu perlu dilakukan sosialisasi tentang keamanan pangan dan pangan sehat yang nantinya dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Gorontalo," Kata Yusuf pada kegiatan sosialisasi ketahanan pangan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru Pengajar dan perwakilan dari siswa.

Ia menambahkan bahwa saat ini telah terpilih 10 orang siswa sebagai duta pangan, dalam hal ini menjadi siswa pencinta pangan lokal dan perpanjangan tangan dari BKPPIJ Provinsi Gorontalo, untuk ikut mempromosikan pangan yang sehat maupun pengunaan pangan lokal di wilayah provinsi Gorontalo.

Dalam waktu dekat ini, BKPPIJ Gorontalo juga akan melakukan hal serupa dengan siswa Gorontalo, namum kali ini melibatkan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di daerah ini, melalui proses audisi antara mereka.

Untuk pemilihan yang menjadi duta-duta pencinta pangan lokal di wilayah Provinsi gorontalo

"Tentunya melalui cara ini diharapkan masyarakat Gorontalo akan kembali terbiasa dengan mengkonsumsi pangan lokal dan mampu mencari penganti karbohidrat yang terkandung dalam beras," jelasnya.

Sehingga melalui kemandirian pangan ini, diharapkan akan bisa terwujud dan mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk di konsumsi masyarakat lokal, sehingga dengan sendirinya akan terciptanya SDM yang berkualitas. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo memulai program pencetakan sawah baru di dua kabupaten yakni Pohuwato dan Boalemo. 

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di Gorontalo, Rabu, mengatakan pencetakan sawah dilaksanakan secara terpadu oleh pemprov bersama Kodam VII Wirabuana, Kodim 1304 Gorontalo, dan pemerintah kabupaten.

"Di lapangan program pencetakan sawah ini sudah berjalan dengan baik, bahkan beberapa waktu lalu saya sudah meninjau langsung ke lokasi," katanya.

Tetapi, lanjut Idris, sawah-sawah baru yang telah dicetak oleh TNI Angkatan Darat itu belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk menanami padi.

Hal ini disebabkan ada kendala pengairan sehingga lokasi tersebut sampai saat ini belum menerima suplai air dari bendungan. 

"Karena itu sawah-sawah itu masih ditanami jagung. Tapi saya sudah minta ke Dinas Pertanian untuk memaksimalkan pemanfaatan pompa air, agar bisa mengairi lahan-lahan itu," jelasnya.

Ketua Tim Percepatan Cetak Sawah dari Mabes TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Agung mengatakan dari progres percepatan pencetakan sawah di enam provinsi di bawah koordinasi Kodam VII Wirabuana, Provinsi Gorontalo menjadi daerah yang pelaksanaannya paling mulus. 

"Saya sangat gembira karena dari enam provinsi ini, Provinsi Gorontalo yang progresnya paling cepat dan pelaksanaannya paling mulus dan lancar," tukasnya. 

Terkait kendala pengairan, ia mengaku telah melaporkan ke tingkat pusat. 

"Sudah ada titik terangnya untuk menanggulangi permasalahan itu, apalagi proyek ini lintas kementerian," imbuhnya.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, terlibatnya TNI AD dalam program percepatan pencetakan sawah bertujuan untuk pendampingan, memberikan asistensi, pengawasan, dan kegiatan percepatan. 

"Kami sepenuhnya siap membantu mensukseskan program yang telah dicanangkan Presiden, demi terwujudnya swasembada pangan di Gorontalo dan mendukung ketahanan pangan nasional," tambahnya. (Debby Haryanto Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menilai program kawasan pertanian terpadu merupakan penggerak ekonomi, khususnya kepada para petani di daerah itu.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Gorontalo, Sutrisno, Jumat, menjelaskan kawasan pertanian terpadu merupakan salah satu solusi ketahanan pangan saat ini, sebab distribusi bantuan pemerintah hampir di semua sektor dipusatkan dibeberapa wilayah sebagai kawasan pertanian terpadu.

"Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah meminta SKPD terkait untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan pertanian terpadu," kata Sutrisno.

Untuk mendukung langkah pemerintah, pihaknya tengah mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar yang dapat terintegrasi dengan komuditas pertanian, khususnya tanaman holtikultura di kawasan pertanian terpadu.

Salah satu kegiatan yang telah dikembangkan adalah mengembangkan usaha budidaya ikan Lele dan tanaman holtikultura sayuran, cabai, tomat dan lainya, di atas kolam dengan menggunakan teknologi akuaponik.

"Akuaponik ini adalah gabungan dari aquakultur dan hidroponik," jelasnya.

Kegiatan panen perdana akuaponik ikan dan sayuran di kawasan pertanian terpadu di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo merupakan harapan dari dibentuknya kawasan pertanian terpadu yang sudah dua tahun terakhir ini terus dikembangkan.

Dalam kesempatan itu Gubernur Rusli Habibie berharap kepada semua SKPD terkait di lingkungan Pemprov Gorontalo, merapatkan barisan untuk sama-sama memaksimalkan dan mengembangkan kawasan pertanian terpadu, untuk ketahanan pangan ke depan. (Adiwinata - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memindahkan lokasi bantuan pengembangan ternak sapi ke kawasan lainya, seiring terjadinya Wabah antraks di daerah itu.

"Kecamatan Tilango belum diperbolehkan oleh dinas terkait untuk pengembangan sapi, karena terdapat virus antraks," kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat panen perdana akuaponik sayur & ikan di kawasan pertanian terpadu di Kabupaten Gorontalo belum lama ini.

Menurutnya Kecamatan Tilango di Kabupaten Gorontalo tadinya telah ditetapkan sebagai Kawasan Pertanian Terpadu (KPT), namun beberapa bulan terakhir kasus wabah antraks terus terjadi.

Tahun ini pemerintah telah menyediakan anggaran yang cukup banyak untuk pengembangan KPT di Kecamatan Tilango, dan hanya terfokus pada pengembangan ikan air tawar dan tanaman holtikultura.

"Kami berharap anggaran sebanyak ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat, seperti yang telah dicontohkan salah seorang warga di sini, dengan sistem Akuaponik," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, gubernur meminta Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Gorontalo, untuk terus memberikan penyuluhan pemanfaatan lahan tidur, dan bekerjasama dengan aparat kecamatan dan desa setempat.

"Saya minta dinas terkait untuk menggerakan masyarakat setempat, khususnya masyarakat tidak mampu untuk bercocok tanam," ujarnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat setempat untuk dapat memanfaatkan bantuan serta program yang telah dijalankan oleh pemerintah provinsi, khususnya di sektor pertanian. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama