>

Displaying items by tag: pertanian

Jumat, 05 Agustus 2016 14:43

Berinovasi Untuk Kesejahteraan

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kepada seluruh masyarakat agar terus melakukan inovasi dan menciptakan peluang yang ada, demi meningkatkan kesejahteraan.

“Hanya orang malas yang miskin. Jadi saya minta seluruh masyarakat yang ada disini, memanfaatkan potensi yang ada. Dan pasti pemerintah akan membantu,” kata Rusli dihadapan masyarakat Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, usai melakukan panen sayur dan ikan lele di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT), kamis (4/8) kemarin.

Gubernur mengatakan potensi pertanian didaerah ini sangat bagus, terlebih lagi para petani di KPT ini sudah menggunakan metode Aquaponic, dimana sistem ini menggabungkan budidaya pemeliharaan ikan dengan pemeliharaan tanaman, yakni nutrisi yang diperlukan tanaman akan diambil dari dalam air kolam.

Kotoran ikan yang telah terurai dijadikan nutrisi untuk tanaman hidroponik yang ada didekatnya. “Ini adalah inovasi yang sangat bagus sekali, apalagi saat saya melakukan panen tadi, hasilnya sangat banyak, sehingga saya berharap ini akan meningkatkan produktifitas dan pendapatn masyarakat khususnya petani di Desa Tabumela dan sekitarnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga Gubernur menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa motor yang dilengkapi cool box, untuk penjual ikan.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Toko Tani Indonesia (TTI) di Gorontalo menjual beras dengan harga Rp7.500 per kilogram kepada masyarakat saat menjelang dan awal bulan puasa.

Kepala Bidang Ketersediaan Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) Provinsi Gorontalo, Mochamad Ridwan Najamuddin, di Gorontalo, Senin, mengatakan beras tersebut adalah hasil kerjasama antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) dan BKPPIJ.

“Biasanya beras kualitas premium dijual Rp10.000, pada pasar murah kali ini harga jualnya turun menjadi Rp7.500,” kata Mochama Ridwan Najamudin.

Menurutnya TTI menyediakan beras murah sebanyak empat ton dan semuanya laris dibeli warga dalam sehari, pada stan yang tersedia di kompleks Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.

“Ini menandakan kebutuhan beras di masyarakat menjelang dan saat Ramadhan sangat tinggi. Pemprov berupaya agar harga beras tidak melonjak selama bulan puasa itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada empat TTI yang menjual beras murah tersebut dan membantu pemerintah menstabilkan harga komoditi itu.

Sebelumnya, Kepala BKPPIJ Provinsi Gorontalo Yusuf Giasi menilai, adanya Toko Tani Indonesia (TTI) dapat menekan harga beras di daerah itu.

“Dengan TTI petani dapat dengan mudah bisa menjual hasil sawah, sehingga penyerapan produksi pertanian lokal dapat dilakukan,” kata Yusuf Giasi.

TTI juga dapat mempengaruhi harga penjualan hasil pertanian di pasaran, sehingga tidak memberatkan konsumen.

“Toko ini dikoordinir langsung oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Penjualan hasil pertanian tidak perlu lagi melalui tengkulak,” tukasnya.

Selain menyerap hasil pertanian dari petani lokal, TTI dapat menjaga stabilitas harga pangan dan mempercepat penjualan produk pertanian tanpa melalui rantai perdagangan yang panjang. selama ini, kata dia, harga beras sering dipermainkan oleh para manipulator terutama pada momen tertentu seperti bulan Ramadhan.

Di Provinsi Gorontalo telah dibangun delapan TTI yang terdapat di Kabupaten Gorontalo empat unit, di Kabupaten Bone Bolango dua unit dan di Kabupaten Gorontalo dua unit. (Hariman-BKPPIJ)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) Provinsi Gorontalo akan menyalurkan beras ke Lumbung Pangan Masyarakat di lima kabupaten di provinsi itu menjelang bulan puasa Ramadhan 1437 Hijriah.

Kepala BKPPIJ Yusuf Giasi di Gorontalo, Kamis mengatakan beras akan disalurkan ke empat lumbung di Kabupaten Gorontalo sebanyak 10 ton, sedangkan Kabupaten Gorontalo Utara dua lumbung.

Sedangkan jatah untuk Kabupaten Bone Bolanggo tiga lumbung sebanyak 7,5 ton beras, Kabupaten Boalemo satu lumbung 2,5 ton dan Kabupaten Pohuwato dua lumbung sebanyak 5 ton.

"Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan beras 2.500 kilogram. Jadi semua beras yang disalurkan seluruhnya 30 ton dengan dana APBD Rp270 juta," jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan beras tersebut untuk meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan.

"Kami ingin memastikan kecukupan pangan bagi anggota, terutama di daerah yang mengalami kerawanan pangan," imbuhnya

Ia berharap ada peningkatan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan tersebut.

Untuk mendapatkan bantuan beras tersebut, lanjutnya, setiap anggota kelompok lumbung pangan memberikan uang muka sebesar Rp100 ribu untuk peminjaman beras 50 kilogram.

Jangka waktu pengembalian beras cadangan pangan masyarakat yang telah dipinjamkan adalah dua bulan.

"Besaran pengembalian ditentukan sesuai dengan kesepakatan pengurus dan anggota kelompok," jelasnya. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melakukan sosialisasi pemanfaatan dari rencana pembangunan waduk Bone Hulu di Kabupaten Bone Bolango, yang sempat ditolak sejumlah warga di wilayah itu.

Gubernur berharap kepada masyarakat, khususnya yang ada di Suwawa timur agar jangan hanya mendengar informasi yang tidak jelas terkait pembangunan waduk Bone Hulu, sehingga kemudian melakukan aksi penolakan.

Perlu diketahui bahwa rencana pembangunan waduk Bone Hulu setelah melakukan sejumlah kajian, itu sudah masuk dalam rencana pembangunan 49 waduk yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

"Jadi dari 49 waduk se-Indonesia, salah satunya ada di Gorontalo," kata gubernur saat bertatap muka dengan masyarakat sekitar di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango.

Setiap tahunnya sebagian wilayah di Bone Bolango dan Kota Gorontalo mengalami banjir, tujuan pembangunan waduk Bone Hulu ini salah satunya untuk mengatasi permasalahan banjir.

Menurutnya, setiap masuk musim hujan akibat dari luapan Sungai Bone, selalu terjadi banjir yang mengancam masyarakat dua daerah yaitu Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.

"Sehingga pembangunan waduk Bone Hulu dianggap perlu," ujarnya.

Dari segi pemanfaatan lain Waduk Bone Hulu juga untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air, untuk ketersedian air baku, irigasi dan juga dapat dijadikan sebagai tempat wisata baru.

Saat ini ada tiga alternatif lokasi pembangunan waduk tersebut, namun saat ini pemerintah masih sebatas sosialisasi, baik dari rencana tersebut termasuk pemanfaatannya ke depan.

"Intinya pembangunan waduk untuk kesejahteraan semua orang, pemerintah baik pusat maupun daerah tidak mungkin berencana membangun waduk hanya untuk menenggelamkan rakyatnya, sehingga kepada semua pihak diminta untuk memberikan masukanya," jelasnya. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyalurkan bantuan di sektor pertanian senilai Rp1,6 miliar, untuk petani Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, agar mereka mampu meningkatkan hasil produksinya.

Adapun jenis bantuan tersebut diantaranya, benih padi untuk 2.000 hektare lahan sawah, benih jagung untuk luas lahan 3.000 hektare, bibit kedelai untuk 125 hektare, 19 unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan) pascapanen.

Kemudian pengembangan jaringan irigasi tersier sekitar 25 hektare, pengembangan optimasi lahan untuk 550 hektare serta bantuan pupuk cair.

Gubernur juga menyerahkan bantuan 50 ekor sapi bagi lima kelompok peternak serta bantuan dua unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu di desa itu.

Gubernur menjelaskan bahwa kepada masyarakat atau kelompok tani yang menerima bantuan, agar kiranya dapat

memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

"khususnya pemanfaatan mesin pertanian, serta bantuan ternak sapi agar dimanfaatkan tepat sasaran," ujarnya.

Pelaksanaan program bantuan ini juga berkat koordinasi antara pemerintah Provinsi Gorontalo dengan pemerintah Kabupaten Bone Bolango, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepada masyarakat yang belum menikmati listrik, dalam kesempatan tatap muka langsung dengan masyarakat di Desa Tulabolo, gubernur meminta agar segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan membuatkan proposal pemasangan listrik gratis yang ditujukan ke pemerintah provinsi.

"tahun ini kita mendapat kurang lebih 20.000 pemasangan listrik gratis, kepada camat dan lurah kiranya dapat memfasilitasi keinginan tersebut," jelasnya. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Kodim 1304 Gorontalo menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) 55 unit traktor tangan dari Kementerian Pertanian RI melalui Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Penyerahan alsintan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim di Kantor Kodim 1304 Gorontalo, Selasa.

"Dalam rangka percepatan pertanian, harus sudah menggunakan alat mesin pertanian, oleh karena itu, alsistan ini harus digunakan dalam waktu yang lama," kata Wakil Gubernur.

Idris Rahim menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk petani.

"Memang masalah mendasar petani selama ini yaitu biaya pengolahan tanah yang besarnya untuk satu hektare saja bisa mencapai Rp2juta-Rp3juta," ucap Idris Rahim.

Idris mengatakan harus ada standar operasional prosedur yang nanti akan dibuatkan Dinas Pertanian provinsi Gorontalo dan Kodim 1304 Gorontalo.

"Standar operasional dibutuhkan agar alsintan ini bisa digunakan dalam rangka peningkatan produksi pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan pendapatan petani," katanya.

Sementara itu, Dandim 1304 Gorontalo, Letnan Kolonel (Letkol) TNI Arm Yuniar Dwi Hantono mengatakan, sudah menjadi salah satu tugas dari TNI yaitu membantu pemerintah daerah, dalam rangka upaya khusus swasembada pangan.

"Maka Kementerian Pertanian melalui Pemerintah Provinsi Gorontalo, maka Kodim 1304 Gorontalo mendapatkan bantuan 55 unit traktor tangan yang akan digunakan di seluruh Koramil dan Babinsa yang tersebar.

Dandim menjelaskan bahwa traktor tersebut bukan digunakan oleh Koramil atau Babinsa, melainkan merangkul petani atau kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan untuk dapat memanfaatkan alsintan tersebut.  (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Tim terpadu dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, memusnahkan dua ekor sapi yang terindikasi mengidap bakteri anthrax (Bacillus anthracis).

 

Kepala Dinas Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, Selasa mengatakan, pemusnahan ternak sapi yang terindikasi antrax dengan cara dibakar.

 

Tim gabungan terdiri dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kesehatan Kabupaten.

 

"Kami bergerak cepat dan menindak tegas sapi yang sakit atau terindikasi anthrax, agar tidak dijual oleh pemilik sapi dan dagingnya dikonsumsi masyarakat," ucap Haris.

 

Tim terpadu terus bergerak cepat dalam mengobati dan memberikan vaksin anti anthrax kepada sapi ternak milik warga di daerah sekitar penyebaran virus antrax.

 

"Penyakit anthrax ini berbahaya, jangan sampai nanti tertular ke manusia, apabila ada ternak yang positif antrax langsung kita bakar di tempat," ungkapnya.

 

Sejak beberapa hari ini tim dokter hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan bersama Dinas Perhubungan telah melalukan pengobatan dan pemberian vaksin kepada puluhan sapi ternak milik warga di Desa Ulapato dan Lupoyo, kabupaten Gorontalo.

 

Selain itu, dalam seminggu terakhir tercatat telah 36 sapi di kedua lokasi tersebut terindikasi terkena virus anthrax. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Dinas Pertanian Gorontalo Utara menyebutkan sebanyak 14.000 hektare lahan padi sawah di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo masuk program asuransi melalui anggaran APBN Kementerian Pertanian RI tahun 2016.

 

Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Utara Idrus Labantu, di Gorontalo, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya mulai menyosialisasikan program asuransi tersebut kepada seluruh petani yang dihadiri unsur koramil dan pemerintah kecamatan.

 

Sebanyak 336 peserta yang tergabung dalam kelompok tani/gabungan kelompok tani dan penerima bantuan pemerintah hadir pada workshop kegiatan sarana dan prasarana pertanian di aula kantor bupati setempat.

 

Pemateri workshop dari unsur Kejaksaan Negeri dan pihak Jasindo yang akan memberikan petunjuk tentang perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen akibat risiko terkena banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

 

Petani hanya tinggal membayar Rp36 ribu per bulan melalui sistem asuransi. Jika padi sawah mereka mengalami puso atau mati akibat risiko-risiko tersebut, maka akan diganti oleh pemerintah.

 

Pada workshop tersebut, pihaknya kata Idrus memberikan petunjuk tentang mekanisme peminjaman brigade alat mesin pertanian (alsintan) serta petunjuk pemanfaatan dana belanja bantuan penerima kepada penerima bantuan.

 

Pihaknya bekerjasama dengan Badan Penyuluh Kabupaten juga berupaya menghilangkan kerugian akibat risiko-risiko tersebut meskipun telah ada pertanggungan asuransi.

 

Menurutnya, gagal panen sangat berpengaruh pada capaian target produksi pertanian di daerah ini yang akan mengganggu musim tanam yang diharapkan berkelanjutan.

 

Tahun ini, program asuransi tersebut dikhususkan untuk padi sawah, namun pemerintah daerah berupaya agar program ini meningkat untuk jagung dan tanaman perkebunan potensial di daerah ini. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
Senin, 18 April 2016 11:48

Investor Jepang Lirik Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Investor Jepang melirik Kabupaten Gorontalo sebagai tempat menanam modalnya, terutama investor yang bergerak di sektor perikanan, pertanian dan peternakan.

 

General Manager (GM) Corporate Planning Departement Tokyo Food Takeshi Okamura di Gorontalo, Minggu, mengatakan perusahaannya tertarik melakukan investasi di Kabupaten Gorontalo seiring dengan komitmen pemerintah daerah yang akan memberikan kemudahan investasi kepada investor.

 

Menurutnya mereka akan berinvestasi di sektor pertanian seperti yang telah mereka lakukan di daerah lain di Indonesia.

 

Hal senada juga dikatakan Shinsuke Yazaki dari Global Environment Business Team, Kenematsu Corporation. Ia mengatakan Kabupaten Gorontalo punya lahan yang cukup luas untuk pengembangan sektor pertanian.

 

"Dan kami sangat tertarik untuk melakukan investasi di daerah ini," ungkapnya.

 

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Kabupaten Gorontalo.

 

"Kami berencana akan mengembangkan kawasan agro industri di wilayah Pulubala sampai dengan Tangkobu," ucap Bupati Nelson.

 

Menurut Bupati Nelson, fokus pengembangan lebih ke sektor perikanan, pertanian dan peternakan.

 

"kami sangat 'welcome' dengan para investor yang berniat berinvestasi di Kabupaten Gorontalo. Akan tetapi harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan agar tetap terjaga dan tidak merusaknya," kata Bupati Nelson. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengoptimalkan infrastrktur yang mendukung produktivitas pangan untuk menuju Desa mandiri pangan.

 

Wakil Bupati Gorontalo, Fadli Hasan di Gorontalo, Rabu mengatakan seluruh sektor harus berperan secara aktif dan berkoordinasi secara berkesinambungan dan berjenjang baik dari tingkat pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota hingga Pemerintah Desa dan Kelurahan serta masyarakat. "Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan strategi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan," katanya. Menurutnya, untuk membangun ketersediaaan ketahanan pangan harus dibangun atas tiga pilar utama.

 

"Tiga pilar utama adalah ketersediaan pangan jumlah pangan yang tersedia secara cukup dan konsisten serta berkelanjutan, adanya sumber pangan yang dapat diakses untuk memberikan pangan yang layak, serta pemanfaatan pangan tepat sasaran berdasarkan pengetahuan tentang nutrisi dan kesehatan, termasuk ketercukupan air dan sanitasi," jelasnya.

 

Untuk itu demi mewujudkan pengembangan desa mandiri ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Gorontalo perlu lebih diarahkan pada dukungan fasilitas peningkatan produksi dan ketersedian pangan, distribusi dan aksebilitas pangan serta perbaikan konsumsi pangan. "Oleh karena itu marilah kita lebih mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan keragaman sumber daya lokal secara efisien dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kultrur areal pertanian dan perkebunan,dan pengembangan lumbung pangan cadangan pangan," tambahnya.

 

Selain itu, Fadli menambahkan pengoptimalan pengembangan perdagangan pangan regional dan antar daerah, dengan mengembangkan sarana dan prasarana yang mendukung produktivitas pangan. )Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama