>

Gorontalo -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, terkait dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak ada masalah, dalam Tiga tahun harus sudah selesai, dimana ada 49 waduk besar, termasuk salah satunya ada di Provinsi Gorontalo.

Selain itu ada sekitar 1600-an irigasi kecil, sedang, besar, maupun embung-embung yang ada ditingkat desa, percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol, lintas Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, termasuk jembatan.

” sudah ditinjau Presiden bebera waktu lalu, jalur kereta Api antara Makassar melalui Gorontalo menuju Menado sudah diatas 50 Kilometer,” Kata Tjahjo Kumolo.

Ia menemabakan, ini yang akan terus dipercepat oleh pemerintah, target percepatan pembangunan infrastruktur, diantara pembangunan jalur tol, dan infrastruktur pendukung lainya.

Sehingganya, Mendagri berharap, kepada pemerintah daerah, sebelum melakukan sebuah perencanaan program, harus ada evaluasi terlebih dahulu, seperti apa program program yang dijalankan tahun-tahun sebelumnya.

” makanya perencanaan ditahun 2016, mulai dari lelang proyek, baik ditingkat provinsi, hingga anggaran desa harus tepola dengan baik,” harapnya.

Jadi yang pertama adalah evaluasi, kemudian masuk perencanaan program, penganggaran dipersiapkan dengan baik, sehingga kemudian akan jadi bahan evaluasi ditahun selanjutnya.

” merencanakan pembangunan juga harus jangka panjang, begitu sudah direncanakan sebisa mungkin harus dimulai dengan baik,”tutupnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menilai penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, memiliki peran strategis mencapai tujuan pembangunan, utamanya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani dan nelayan.

Wagub menuturkan, tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo saat ini mencapai angka 18 persen, sebagian besarnya adalah petani dan nelayan, sehingga langkah solusi dengan memperkuat tenaga penyuluh.

"Berarti ada masalah di sektor ini yang harus kita jawab dengan perencanaan baik dan matang, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab permasalahan yang mereka hadapi" tutur wagub saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan tahun 2017.

Lanjut wagub bahwa langkah perumusan perencanaan bidang penyuluhan yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat, serta didasarkan pada data yang akurat akan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, perikanan, dan kehutanan, sehingga dengan sendirinya akan berdampak pula pada peningkatan ekonomi petani dan nelayan.

"Perumusan perencanaan di bidang penyuluhan, harus bisa berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan," tegas Idris,

Menurutnya, perencanaan di bidang penyuluhan harus disinergikan dengan perencanaan pada unit-unit kerja terkait lainnya, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo maupun kabupaten/kota.

Sehingga secara komprehensif program kegiatan yang dirumuskan dalam perencanaan, sesuai dengan tujuan serta visi misi pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.

"Badan penyuluh tentunya tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bisa bersinergi dengan SKPD terkait lainnya. Jika kita keroyok bersama, tentu tujuan itu secepatnya bisa dicapai," terang Wagub.

Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Gorontalo, Alwaritz Nggole menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan dalam rangka mendukung upaya penurunan angka kemiskinan, pihaknya secara intensif melakukan kegiatan penyuluhan.

Di mana penyuluhan itu salah satunya yakni berupa kegiatan penerapan teknologi demonstrasi plot (demplot).

"Kita menerapkan teknologi dalam demplot, petani bisa melihat, mencontoh dan menerapkannya sehingga produksi dan produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat dan secara riil bisa menurunkan angka kemiskinan," pungkas Alwaritz. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 17 Maret 2016 09:57

Mentan Bantu Petani Kopi Pinogu Lewat KUR

Gorontalo, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan membantu sejumlah petani tanaman kopi Pinogu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo lewat pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Diharapkan di tahun 2016 kami akan bantu replanting (peremajaan tanaman kopi) untuk 100 hektare Kopi Pinogu, dengan anggarannya Rp400 juta lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada perbankan," kata Mentan pada kunjungannya di Desa Iloheluma, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu.

Menurutnya, pemberian KUR dengan bunga sesuai arahan Presiden Joko Widodo tidak akan membebani petani atau lebih prorakyat.

"Bunganya hanya 9 persen pertahun," ujar mentan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Bolango, Kilat Wartabone dihadapan mentan dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan bahwa Kopi Pinogu bukan hanya jadi komoditi unggulan daerah ini, tapi juga memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi brand unggulan di Provinsi Gorontalo.

"Produk unggulan daerah seperti Kopi Pinogu ini perlu mendapat perhatian semua pihak, termasuk Kementan, karena melihat potensi yang masih perlu dimaksimalkan lagi," ujarnya.

Potensi pengembangan Kopi Pinogu di daerah itu luasnya 1.356,67 hektare dengan produksi 23,06 ton dan provitas 115/Kg/hektar.

Selain kopi pinogu, yang perlu mendapatkan perhatian juga adalah produksi gula aren yang

merupakan komoditas unggulan daerah dengan potensi pengembangan 509 hektare, produksi 583,83 ton dan provitas 1.456 Kg/hektare. ( - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Gorontalo, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dijadwalkan melakukan panen raya jagung di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Rabu ini.

Bupati Indra Yasin di Gorontalo mengatakan, pemerintah daerah telah mengoptimalkan lokasi yang akan dikunjungi Menteri Pertanian.

"Pemerintah daerah sangat berkepentingan terhadap kunjungan Menteri Pertanian, mengingat masyarakatnya didominasi petani," ujar Indra.

Tidak hanya panen jagung, kunjungan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengajukan permohonan bantuan pemerintah pusat terhadap pengembangan ternak sapi yang potensial di kabupaten ini.

Populasi ternak sapi di daerah ini mencapai delapan ribu ekor, sehingga bantuan infrastruktur termasuk bibit ternak sapi produktif sangat diharapkan.

Apalagi lapangan pekerjaan di daerah ini belum luas, sehingga pemerintah daerah berinisiatif mengembangkan potensi pertanian dan peternakan yang mudah dikembangkan di daerah ini.

Khusus jagung kata Indra, potensi lahan yang ada mencapai 35 ribu hektare namun yang termanfaatkan baru mencapai 20 ribu hektare dari luas lahan kering di daerah ini mencapai 75 ribu hektare.

Produksinya telah mampu mendukung program ketahanan pangan lokal. Harga jagung kering dengan kadar air 17 persen berada di kisaran Rp2.750-Rp2.900 per liter.

Sedangkan harga jual eceran mencapai Rp7.000 per liter, dimana produksi jagung lokal per tahun telah mencapai 53 ribu ton dan mampu memenuhi kebutuhan permintaan antar pulau. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

Gorontalo, Petani di Gorontalo tak perlu resah dengan ancaman gagal panen gara-gara cuaca yang tidak menentu. Mulai tahun ini, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengasuransikan lahan pertanian sawah, yang gagal panen akibat kekeringan, dihantam banjir maupun karena serangan hama. Tahap awal seluas 20.604 hektar (Ha) yang disebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo akan diasuransikan. Pemerintah bersama PT Jasindo, perusahaan asuransi pelat merah kini sedang melakukan pendataan lahan petani yang akan diasuransikan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan-TPH) Provinsi Gorontalo DR. Mulyadi D Mario kepada Gorontalo Post menjelaskan, asuransi pertanian kali ini baru untuk lahan sawah. “Kedepan akan meluas untuk lahan jagung dan sebagainya,” ujarnya. Menurut Mulyadi, program asuransi ini merupakan terobosan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang mendapat dukungan penuh Kementrian Pertanian RI. Dimana beberapa waktu lalu mendapat keluhan petani karena sawah mereka gagal panen akibat kekeringan. Gubernur kemudian bekerja sama dengan pihak asuransi untuk melindungi lahan sawah petani pada musim tanam mendatang. Djelaskannya, setiap hektar lahan sawah dibebankan premi asuransi Rp 180 ribu, hanya saja sebagian premi ini ditanggung pemerintah yakni Rp 144 ribu. “Jadi yang dibayar petani per hektar hanya Rp 36 ribu, kalau petani hanya punya setengah hektar berarti hanya Rp 18 ribu,” tandasnya.

Tanggungan asuransi kata Mulyadi cukup besar, yakni mencapai Rp 6 juta per hektar. “Dan yang ditanggung asuransi adalah sawah yang rusak diatas 75 persen,” terangnya. Petani bisa mengajukan permohonan asuransi melalui kelompok tani di wilayah masing-masing, berkordinasi dengan petugas pertanian lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian setempat. “Polisnya atas nama kelompok tani, tapi tanggungan tetap atas nama pribadi. Asuransi ini yang ditanggung adalah tanaman. Jadi baik penggarap maupun pemilik lahan bisa saja mengusulkan sawah mereka untuk dibackup asuransi,” terangnya. Bila nanti ada lahan yang ditanggung, maka mekanismenya cukup mudah. Hanya melaporkan ke asuransi, diverifikasi dan klaim bisa dilakukan. Lebih lanjut Mulyadi mengatakan, setiap petani dibatasi luasan sawah yang bisa discover asuransi, yakni maksimal luas 2 hektar. Hal ini agar lebih banyak lahan sawah yang dibackup asuransi. Memang kata Mulyadi masih ada lahan sawah yang tidak akan tercakup asuransi, karena luasan sawah di Provinsi Gorontalo lebih dari 30 ribu hektar. “Premi dan tanggungan itu dibayar per musim,” Jelasnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan akan melakukan panen raya padi di Desa Iloheluma, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada 16 Maret 2016.

"Kita tahu bersama bahwa Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Gorontalo, sehingga Mentan berkeinginan untuk melakukan panen raya di daerah ini," kata Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Bone Bolango, Nilda Tulen.

Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan dinas pertanian, peternakan dan perikanan agar mengsukseskan agenda kunjungan tersebut, dengan menghadirkan kelompok tani, nelayan dan peternak.

"Minimal yang hadir ada 1.000 anggota kelompok tani," imbau Nilda.

Nilda juga memohonkan dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat setempat agar kunjungan kerja mentan bisa sukses.

"Kalau bisa dinas dan badan terkait serta warga pada umumnya bisa lakukan pameran di sektor pertanian di lokasi kunjungan mentan," tambahnya.

Kunjungan Mentan itu sekaligus untuk "mengobati" masyarakat Bone Bolango, sebab beberapa waktu lalu Mentan pernah dijadwalkan ketemu dengan petani setempat tiba-tiba batal karena diundang mendadak presiden.

Nilda juga berharap kepada petani setempat untuk memanfaatkan momentum kunjungan mentan dengan berdialog, sekaligus mempertanyakan hal-hal terkait dengan tingkat kebutuhan petani. ( - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Tingginya perhatian Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, terhadap kesejahteraan Petani dan Nelayan di Gorontalo, serta pekerja lainya, seperti peternak, ada alasan tersendiri, kenapa Pemerintah Provinsi Gorontalo begitu memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Lahan pertanian di Gorontalo sangat luas, kawasan pesisir pantai kita juga cukup panjang, dan sebagian besar dari mereka, berprofesi sebagai Petani dan Nelayan,” Kata Rusli Habibie.

Ia menambahkan bahwa, dari total jumlah penduduk Gorontalo ini, 60 persenya adalah Petani dan Nelayan, sehingga pemerintah berkewajiban untuk terus memperhatikan kesejahteraan mereka, sebab Gorontalo tidak punya SDA yang melimpah seperti Kalimantan yang ada Batu Bara.

Dijelaskanya bahwa, apabila Petani dan Nelayan ini sejahtera, maka secara otomatis angka kemiskinan penduduk Gorontalo akan terus menurun, seiring dengan terjadinya peningkatan ekonomi di Dua sektor tadi.

“Jadi fokus saya, selain perbaikan disektor Pendidikan, dan Kesehatan serta Infrastruktur, fokus lainya adalah kemandirian atau peningkatan ekonomi kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan, pertanian, serta perikanan,” Ujar Rusli Habibie.

Rusli juga menjelaskan, semakin tingginya pendapatan mereka baik Pertanian maupun Perikanan, pasti akan memberikan kontribusi yang tinggi kepada pemerintah, dimana jika kedua sektor ini cukup baik maka PDRB kita juga akan naik.

Kemiskinan akan terus bertambah, jika pemerintah tidak memperhatikan dan memberikan kontribusi dalam bentuk fasilitas penunjang, baik kepada Petani maupun Nelayan, sebab profesi ini banyak digeluti oleh masyarakat Gorontalo.

“Tidak hanya pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat pun terus memberikan perhatian serius kepada Petani dan Nelayan,” Tegas Rusli.

Dulunya Petani, saat memasuki musim tanam, kesulitan mendapatkan benih, belum lagi masalah gagal panen, serta hutang dimana-mana saat mereka akan memasuki musim tanam.

Namun, disektor pertanian baik itu Petani sawah maupun petani jagung, dan lainya Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menyalurkan bantuan, dimana salah satunya adalah pemerintah menyediakan bantuan benih padi gratis untuk 71.140 Haktare (Ha) lahan sawah di Gorontalo.

“belum lagi ada bantuan pupuk gratis, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), perbaikan jaringan irigasi, serta jaminan asuransi bagi para petani padi,” ungkapnya.

Terkait Alsintan, lanjut Rusli bahwa, pemerintah telah menyiapkan 496 unit, ditambah lagi dengan operasional brigade Alsintan, dimana gagasan ini, dapat memangkas 50 persen biaya dari harga biasanya yang dikeluarkan oleh petani saat musim tanam tiba, sebab perawatan Alsintan tersebut dibebankan ke APBD Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Untuk mejaga jangan sampai beban kerugian petani akan terus bertambah seiring dengan musim tanam tiba, dimana biasanya saat musim tanam, para petani ini hutang dimana-dimana kepada tengkulak, sebab terkendala dengan besarnya modal yang harus dikeluarkan.

“Bagus jika hasil pertanian mereka melimpah, namun kalau mereka gagal panen, maka hutang pasti akan menumpuk,” jelasnya.

Sehingganya untuk mengantisipasi hal itu terjadi, Gubernur Gorontalo mengeluarkan kebijakan untuk mengasuransikan Petani Padi, untuk luasan 20.000 Haktare, dari 32.000 Ha luas baku lahan sawah di provinsi gorontalo.

Dalam setiap kali, kunjungan ke Kemetrian Pertanian, Gubernur Rusli Habibie, terus memberikan penguatan serta jaminan kepada Menteri untuk peningkatan produksi pertanian Gorontalo.

Dimana dari 34 Provinsi, ada Empat Provinsi yang Gubernurnya begitu intens dan aktif membicarakan peningkatan produski, yaitu Gubernur Gorontalo, Sumatera selatan, NTT dan Jawa Tengah.

Rusli menjelaskan jika tahun lalu Gorontalo mendapatkan bantuan 70 ribu hektar benih jagung dan pupuk secara gratis, maka untuk tahun ini Gorontalo mendapat bantuan benih untuk 95 Ribu hektar.

“Petani dan Nelayan Gorontalo harus sejahtera dan “Menang” dalam hal peningkatan ekonomi serta pengaruh besar turunya angka kemiskinan di Gorontalo” Tutupnya.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui Dinas Pertanian TP-H Provinsi Gorontalo, akan menyalurkan benih padi gratis untuk seluruh areal lahan sawah di Kota Gorontalo yang mencapai 850 Hektare (Ha).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian TP-H Provinsi Gorontalo Mulyadi, saat melaksanakan Panen Raya Jagung, bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dengan beberapa kelompok tani yang ada di Kelurahan Buladu Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo.

“Untuk Kota Gorontalo batuan disektor pertanian mencapai Rp13,9 Miliar, dimana bantuan tersebut, pengadaanya sementara berlangsung, dan dalam waktu dekat akan segera disalurkan,” Kata Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa, komitmen Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, untuk terus membangun pertanian di Gorontalo ini dapat terlihat dari upaya serta perjuangan untuk mendapatkan anggaran dari ke kementrian pertanian, sehingga baik DAK termasuk APBD terus mengalami peningkatan.

Diantaranya adalah bantuan benih padi seluas 850 Ha, kemudian bantuan pengembangan padi organik senilai Rp352 juta, bantun benih Jagung seluas 50 Ha, bantuan Alsintan, bantuan pengembangan holtikultura seninali Rp814 Juta, fasilitasi usaha pengolaan dan pemasaran senilai Rp85 Juta.

“dan pengembangan sumber-sumber air untuk pertanian melalu DAK sekitar Rp12 Miliar,” Ujarnya.

Selain itu untuk melindungi kerugian petani padi sawah, dari kekeringan banjir dan hama penyakit, Gubernur akan mengasuransikan petani sawah di Gorontalo, seluas 20.000 ha, dari luas 32.000 Ha, luas baku lahan sawah di provinsi gorontalo.

Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan areal sawah yang sering terancam kekeringan, banjir di Kota Gorontalo seluas 285 Ha, dan Insha Allah seluruh areal ini akan dapat asuransi dari pemerintah.

Dimana premi yang harus dibayar, oleh petani sebesar Rp 36 Ribu/Ha, permusim dengan tanggungan asuransi, jika areal ini mengalami gagal panen atau kerugian diakibatkan oleh banjir dan hama penyakit, akan dibayar Rp6 Juta/Ha permusim.(humas)

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, terus memberikan perhatianya kepada para petanai di Gorontalo, dimana untuk tahun ini Pemerintah Provinsi, sedikitnya ada Rp1,3 Miliar untuk komoditi unggulan di Bone Bolango.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo Sunandar Bokings menjelaskan bahwa, program dibidang perkebunan ini, yang akan dialokasikan untuk petani di Kabupaten Bone Bolango, bersumber dari APBN dan APBD 2016.

” untuk kegiatanya antara lain Penanaman Nilam untuk 10 Haktare (Ha), pengadaan alat pasca panen cengkeh, Demplot pengendalian OPT Nilam, pengembangan cengkeh 100 Ha, pengembangan Kakao sambung pucuk 50 Ha, intensifikasi Kakao 50 Ha, pasca panen cengkeh 1 Kelompok tani,” Kata Sunandar Bokings.

Jismon Djakaria kepala bidang perkebunan, merinci beberapa pelaksanaan bantuan tersebut yaitu untuk pengembangan Kakao sambung pucuk, wilayah pendistribusianya yaitu di Kecamatan Bulango Ulu, Suwawa Timur, dan Kecamatan Tilongkabila.

Sementara itu untuk Nilam di Desa Longalo Kecamatan Bolango Utara, pasca panen Cengkeh di Desa Tumbulilato Kecamatan Bone, Demplot pengendalian OPT Nilam di Desa Owata Kecamatan Bulango Ulu.

“Untuk cengkeh akan dilaksanakan dibeberapa desa yang ada di Kecamatan Suwawa Timur,” Ujarnya.

Dijelaskanya bahwa, masyarakat Bone Bolango lebih banyak memilih komoditi yang nilai ekonominya cukup tinggi, seperti minyak Astri Nilam yang harganya mencapai Rp425 ribu-Rp550 ribu/kg, begitu juga cengkeh dengan kisaran harga Rp130 Ribu/Kg, dan Kakao Rp25 Ribu/Kg.

Hingga saat ini, Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, masih melakukan verifikasi dan penelitian bagi calon petani dan calon lahan, untuk pendistribusian nanti.

“kita akan lihat, apakah mereka punya kemauan, kemapuan atau keterempilan dalam pengolahan dan yang terpenting calon penerima ini punya lahan yang mereka kuasai,” Ujarnya.

Semua bantuan yang digulirkan oleh Pemerintah melalui program dan kebijakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibe, tujuanya hanyalah peningkatan ekonomi kerakyatan yang menyeluruh.(humas)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai petani tanaman padi layak diberikan asuransi, hanya untuk menjaga ketika hasil tanaman tersebut gagal panen.

"Saat ketemu dengan Menteri Pertanian, saya telah menyampaikan beberapa hal termasuk soal asuransi kepada petani, dan ini mendapat apresiasi," kata Gubernur, Kamis.

Terobosan ini dianggap sangat bagus, sebab jika dilihat dari sisi produktifitas petani akan sangat menguntungkan petani itu sendiri.

Ia menjelaskan bahwa saat ini jika musim tanam tiba, petani padi ini sudah melakukan pinjaman di mana-mana, untuk biaya pengolahan sawah, beli bibit, pupuk dan kebutuhan lainya.

Kebanyakan dari Petani padi ini, lanjut Rusli, mereka ini sudah dililit hutang kepada pihak ketiga atau tengkulak, atau juga ke pemilik penggilingan padi untuk biaya saat musim tanam tiba, dan ini akan merugikan mereka.

"Nah jika mereka gagal panen, maka hutang mereka tetap harus dibayar, sehingga saat masuk musim tanam selanjutnya, mereka sudah pasti terbebani," tambahnya

Gubernur menambahkan, pihkanya sudah setuju dengan konsep satu hektare lahan pertanian, mereka cukup membayar premi sebesar Rp36 Ribu.

Apabila mereka menerima bantuan subsidi dari pemerintah dan mereka gagal panen maka akan mendapatkan pertanggungan sebesar Rp6 Juta/haktare.

Gubernur juga berharap agar petani jagung dan lainya untuk bersabar, sebab konsep ini baru akan diberikan kepada petani padi, karena petani padi ini sangat riskan dengan gagal panen.

"Diantaranya dikarenakan kekurangan air akibat musim kemarau, hama tanaman, dan lainya," tutupnya. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama