>

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah menyampaikan langsung ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mendukung kebijakan penghentian impor beras.

"Kami sepakat apa yang menjadi kebijakan Presiden Joko Widodo, bahwa kemandirian pangan tidak hanya berhenti mengimpor beras, tapi komoditas lainya juga perlu dilakukan hal sama," kata Gubernur belum lama ini.

Mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk menghentikan impor beras, daging dan lainya, benar-benar harus ditunjang dengan infrastruktur pendukungnya yang cukup memadai di setiap daerah.

"Bersyukur tahun 2015, Provinsi Gorontalo sudah melakukan ekspor jagung," ungkapnya.

Terkait persoalan infrastruktur pendukung, gubernur menggambarkan bahwa jika ingin meningkatkan produksi pertanian, maka perhatian pemerintah terhadap perbaikan irigasi lahan pertanian harus prioritas dan perlu untuk dibenahi.

"Persoalan lainya seperti pengadaan pupuk atau bibit untuk sektor pertanian juga harus tepat waktu, jangan sampai nanti sudah masuk musim tanam malah pupuknya belum siap," tambahnya.

Pihaknya berharap dengan adanya program penghentian impor beras dan kebutuhan lain di sektor pertanian oleh pemerintah pusat, petani di Gorontalo lebih bersemangat untuk meningkatkan produksinya, seiring dengan itu pemerintah mencarikan solusi perbaikan infrastruktur penunjang.

Salah satu petani di Kabupaten Bone Bolango, Rahmat, mengaku senang jika keran impor beras dihentikan dulu, karena produksi beras di daerah itu surplus.

"Kalau pemerintah andalkan beras lokal petani, tingkat perekonomian petani meningkat serta kesejahteraan terus terjamin," kata pria parubayah itu. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kabupaten Gorontalo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar meresmikan SMART PATAS (pompa air tenaga surya) buatan PT. Len Industri (persero) di Desa Hepuhulawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu.

Didampingi Direktur Utama PT Len, Abraham Mose dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim serta penjabat Bupati Gorontalo, Nurlan Darise, Menteri Marwan meresmikan pompa air tenaga surya yang berdaya 1200 Wp tersebut, sebagai solusi atasi kekeringan lahan untuk sawah tadah hujan di daerah tersebut.

"SMART PATAS adalah pompa air tenaga surya yang diproduksi oleh PT Len Industri, yang dimiliki oleh negara, ini adalah salah satu produk dan salah satu keratifitas dan inovasi yang dipersembahkan untuk masyarakat Gorontalo, ini sangat penting, dengan adanya pompa air tenaga surya, sawah-sawah yang kekeringan dan tidak mendapatkan air dengan adanya pompa ini dapat terairi," ungkap Marwan.

Menteri PDTT juga mengatakan, dengan adanya SMART PATAS tersebut, produktifitas pertanian di Kabupaten Gorontalo pada khususnya dan provinsi Gorontalo pada umumnya dapat meningkat sekaligus dalam upaya untuk menopang ketahanan pangan.

"Tidak hanya di sini saja, tapi di tempat lain se provinsi Gorontalo nantinya akan dibangun pompa air tenaga surya," katanya.

Pemerintah pusat sedang giat-giatnya untuk mencanangkan berbagai program dalam rangka ketahanan pangan adalah harga mati.

"kita tidak boleh terus menerus impor, tapi dikemudian hari impor akan kita kurangi, kita harapkan produksitifas pertanian kita akan terus mengalami kenaikan secara signifikan," katanya.

Menurut menteri untuk meningkatkan produktifitas pertanian, pemerintah memberikan kontribusi berupa alat-alat yang bisa menopang produktifitas pertanian itu, salah satunya pompa air tenaga surya.

Gorontalo membutuhkan perhatian pemerintah, terutama kebutuhan air, bagi para petani serta sawah-sawah. Gorontalo adalah salah satu daerah yang jauh dari Jakarta dan ini tentunya menjadi tujuan yang baik dari PT Len untuk membuat pompa air tenaga surya ini di Gorontalo.

"Saya rasa ini sangat positif sekali untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Gorontalo," tutupnya. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo memperoleh bantuan Rp17 miliar dari Kementerian Pertanian untuk peningkatan pembangunan sektor pertanian.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Gorontalo, Selasa, mengatakan pemprov setempat terus melakukan berbagai upaya agar mendapat bantuan dari pemerintah pusat, untuk mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian, baik di tingkat kabupaten maupun kota.

"Kami akan terus berjuang untuk melobi bantuan kepada pemerintah pusat untuk peningkatan dan pengembangan sektor pertanian," katanya.

Dia menjelaskan sekitar 60 persen dari jumlah total warga Provinsi Gorontalo hidup sebagai petani sehingga alokasi dana setiap tahun lebih banyak untuk sektor pertanian.

Oleh karena itu, pemprov melakukan berbagai upaya agar mendapat kucuran bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan sektor tersebut.

Dia mengatakan bantuan yang cukup besar tersebut akan dibagikan ke seluruh wilayah di Gorontalo, yang tentunya jumlahnya tidak akan sama karena yang lebih diutamakan yakni daerah yang memiliki lahan pertanian luas.

Rusli mengungkapkan bantuan yang telah diserahkan tersebut, sudah termasuk sejumlah alat untuk membajak sawah dan lahan tanaman jagung, serta sejumlah mesin alat panen jagung.

Selain alat bajak dan panen hasil komoditi pertanian, katanya, bantuan tersebut berupa program pemberdayaan penangkaran padi, program "Seribu Desa Mandiri" benih sebagai salah satu program Kementerian Pertanian.

Rusli mengharapkan para petugas penyuluh maupun instansi teknis agar dapat mempergunakan bantuan itu untuk peningkatan dan pengembangan pertanian, sehingga Gorontalo akan terus mendapat perhatian pemerintah pusat melalui kucuran dana setiap tahun.

"Kami berharap agar bantuan terutama peralatan pertanian dapat digunakan dengan sebaiknya dan selalu dijaga dan dipelihara," kata Rusli.

Ia mengharapkan dengan bantuan tersebut membuat petani ataupun kelompok tani lebih giat berproduksi.

"Jangan selalu mengharapkan bantuan namun tidak melakukan berbagai langkah dalam meningkatkan hasil sawah dan lahan jagung," katanya.(M.F. Said)

Sumber Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., membuka seminar nasional yang digelar oleh BPTP Gorontalo dengan mengangkat tema membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan, yang berlangsung di Ball Room Dumhill TC UNG, Selasa (25/8).

“Yang terpenting dari seminar ini adalah implementasi dan rekomendasi yang dihasilkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” kata Idris.

Idris mengatakan, pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus tersedia dalam jumlah dan kualitas yang cukup. Menurutnya, kekurangan pangan akan mempengaruhi Political Will pemerintah, dan mengakibatkan kesengsaraan bagi masyarakat.

Oleh karena itu upaya mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan, harus ditekankan pada kecukupan pangan bagi individu dan rumah tangga, tanpa ketergantungan pada pihak lain. Idris juga menekankan politik pertanian harus diarahkan agar produk pertanian memiliki daya saing dari sisi kuantitas dan kualitas.

Lebih lanjut dijelaskannya, Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, mencapai rata-rata diatas 7 persen pertahun, dengan kontribusi sektor pertanian pada PDRB sebesar 28,95 persen.

Sehingga itu untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo memprioritaskan pembangunan pada sektor pertanian.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan, dengan fokus pada basis keunikan dan penguatan sumber daya lokal termasuk sumber daya manusianya,” ujar Wagub.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Idris Rahim membacakan kebulatan tekad pangan berkelanjutan dari Gorontalo untuk Indonesia.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala BPTP Gorontalo DR. Suharsnono dalam laporannya mengatakan, seminar nasional ini bertujuan untuk mensinergikan dan mendiskusikan hasil-hasil penelitian serta merumuskan kebijakan pembangunan wilayah dalam pembangunan pertanian menuju terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia, dan untuk memperoleh masukan model pembangunan bioindustri pertanian guna mendukung tercapainya swasembada pangan.

Hadir pada seminar tersebut Bupati Boalemo Rum Pagau, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan RI yang diwakili oleh DR. Retno Sri Mulyandari, Rektor UNG, Dewan Riset Daerah, pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo, para Kepala BPTP se Indonesia, Lembaga Penelitian UNG, dan mahasiswa. (Humas-Haris)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Mengantisipasi kekeringan yang melanda beberapa daerah di Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., pada rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (24/8).

“Kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan,” kata Idris.

Langkah strategis tersebut, lanjut Idris, yakni berupa bantuan pompa air yang dikhususkan untuk lahan pertanian yang mengalami kekeringan, tetapi dengan catatan bahwa disekitar lokasi pertanian tersebut masih memiliki sumber air yang cukup. “Jika masih ada sumber airnya, kita upayakan untuk menyedot air ke areal pertanian dengan pompa air yang telah didistribusikan oleh Dinas Pertanian Provinsi,” ujar Wagub. Sedangkan untuk lahan pertanian yang fuso atau gagal panen, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran untuk penggantian bibit.

Untuk mengantisipasi rawan pangan sebagai akibat dari kekeringan, pemerintah akan mengeluarkan cadangan beras nasional. “Beras itu tersedia di gudang Bulog Gorontalo, ada jatah kabupaten/kota dan juga jatah provinsi. Jika ada pernyataan kerawanan pangan dari Bupati dan Walikota, kita akan gunakan cadangan beras tersebut,” ungkap Idris.

Sementara itu berdasarkan data yang disampaikan oleh Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi Mario, jumlah pompa air yang telah didistribusikan ke kabupaten/kota untuk mengatasi kekeringan sebanyak 93 unit pompa air. Untuk memaksimalkan upaya penyelamatan tanaman, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Sungai dan instansi terkait lainnya untuk mengupayakan sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.

Mulyadi menambahkan, untuk lahan yang mengalami fuso, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo telah mengalokasikan anggaran penggantian bibit melalui APBD Perubahan. Dijelaskannya, penggantian bibit tersebut baru bisa dilaksanakan jika telah memasuki musim tanam. “Diperkirakan Oktober atau November baru memasuki musim tanam, dan kita akan ganti semua bibitnya, kita sudah memiliki data lengkap baik lokasi lahan, jenis tanamannya, maupun pemilik lahan tersebut,” jelas Mulyadi.(Humas-Haris)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, membangun pabrik pengolahan pupuk organik berskala kecil untuk menunjang peningkatan produksi pangan berkualitas di daerah ini.

Bupati Indra Yasin, Rabu, di Gorontalo, mengatakan, produksi pupuk organik sangat penting untuk mempopulerkan pupuk non-kimiawi serta mencapai target produksi pertanian khususnya padi.

"Penggunaan pupuk organik juga akan menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani," ujar bupati.

Bantuan awal tersebut diserahkan kepada petani di Desa Monggupo, Kecamatan Atinggola yaitu dua unit pengolahan pupuk organik sebesar Rp460 juta.

Bantuannya tidak sekadar peralatan saja, namun ditambah bantuan 11 ekor ternak sapi, kandang, rumah pupuk dan bak fermentasi, motor tiga roda, alat pengolahan pupuk organik dan pakan serta obat-obatan.

"Kita sudah melakukan uji coba penggunaan pupuk organik di beberapa areal persawahan yang ada di Kecamatan Anggrek, Gentuma Raya dan Kwandang, hasilnya pun menakjubkan sebab produksi gabah kering mampu meningkat dari rata-rata 4,5-5,6 ton per hektare menjadi 7,8-10 ton per hektare," ujar bupati.

Ia pun mengimbau agar petani konsisten menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan produksi padi, sebab kualitasnya pun dijamin aman.

Pengolahan pupuk organik di daerah ini sangat potensial sebab sumber daya alam yang tersedia cukup berlimpah, seperti jerami, kotoran ternak dan potensi lainnya yang masih sangat mudah diperoleh.

 

 

Sumber Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
Senin, 01 Jun 2015 09:23

Perluasan Areal Tanam Baru

Gorontalo, Menindaklanjuti pertemuan Wagub Idris Rahim dengan Menteri Pertanian RI beberapa waktu lalu yang membahas program bantuan Kementerian Pertanian ke Provinsi Gorontalo yang mempersyaratkan perluasan areal tanam baru seluas 70 ribu hektar, Senin (1/6), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi yang diikuti oleh dinas terkait baik provinsi maupun kab/kota, BPS, dan Asosiasi Pengusaha Perkebunan.

"Pemerintah pusat telah memberikan kepercayaan kepada kita, dan kita harus mampu memenuhi kepercayaan tersebut dan menyerap anggaran yang dialokasikan melalui APBN-P untuk perluasan areal tanam jagung," kata Idris Rahim saat memimpin pertemuan yang digelar di ruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo tersebut.

Untuk memenuhi target 70 ribu hektar tersebut, Idris menjelaskan, strategi yang akan dilakukan yakni dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur, kawasan Hutan Tanaman Industri dan Hutan Tanaman Rakyat, lahan HGU, lahan bero, hingga pekarangan rumah. Juga akan dilakukan kerjasama yang melibatkan Kodim 1304 Gorontalo melalui aparat Babinsa, pengusaha perkebunan maupun petani perkebunan secara perorangan.

"Seluruh upaya akan kita lakukan untuk menjaga nama baik daerah, karena kita sudah terkenal dengan Provinsi Jagung," ujar Wagub.

Berdasarkan identifikasi dan inventarisir, diperoleh data yang bersumber dari BPS, Kodim 1304, dinas terkait, dan pemerintah kab/kota, lahan yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan areal tanam mencapai 94 ribu hektar.

"Yang pasti data ini saling tumpang tindih, sehingga itu perlu dikaji dan diharmonisasi. 75 ribu hektar saja yang bisa kita dapatkan, itu sudah sangat baik," tutur Idris.

Disepakti pula untuk memperoleh data akurat menyangkut perluasan areal tanam, akan dibentuk tim kecil yang melibatkan instansi dan pihak terkait, yang selanjutnya akan dibuatkan MoU antara Dinas Pertanian Provinsi dengan kabupaten/kota, Kodim 1304, dan Asosiasi Pengusaha Perkebunan.

Yang tak kalah penting menurut Idris, yakni surat penyataan dari kepala desa dan camat yang menyatakan bahwa lahan yang dimasukan dalam perluasan areal tanam tersebut benar-benar lahan yang baru.

"Ini akan menjadi bukti yang akan kita masukan ke Kementan, yang menunjukkan bahwa lahan tersebut benar-benar merupakan lahan baru yang akan ditanami jagung," lanjut Idris.

Wagub berharap, hasil kesepakatan tersebut bisa segera ditindaklanjuti, sesuai dengan jadwal kegiatan yang ada. "Jangan hanya habis pada rapat-rapat, harus segera action. Saya targetkan, Juli harus sudah mulai menanam," pungkasnya.

Hadir pada rakor tersebut, Dandim 1304 Gorontalo Letkol (Arm) Yuniar Dwi Hantono, para kepala dinas terkait lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kab/kota, dan Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Perkebunan Provinsi Gorontalo Thamrin Mangindaan. (Humas-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., berhasil meyakinkan Menteri Pertanian RI terkait permasalahan yang dihadapi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pelaksanaan program bantuan benih jagung untuk lahan seluas 70 ribu hektar senilai Rp. 52,5 miliar dan bantuan pupuk 46,2 miliar, yang dibiayai melalui dana APBN-P Tahun 2015 dengan total alokasi mencapai Rp. 182 miliar.

Kepastian ini diperoleh setelah Wagub Idris Rahim melakukan pertermuan dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, di hotel Sintesa Peninsula Manado, Rabu (27/5).

Sebelumnya, seperti diketahui bahwa Provinsi Gorontalo terancam batal menerima bantuan tersebut, yang disebabkan oleh adanya aturan terbaru dari Kementan yang mempersyaratkan kriteria lokasi penerima bantuan benih jagung adalah lokasi perluasan areal tanam.

Padahal disatu sisi, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh kabupaten/kota telah mensosialisasikan kepada masyarakat termasuk telah siap dengan CPCL, tetapi merupakan lahan existing, yakni lahan yang sudah ada dan selama ini digunakan petani untuk menanam jagung.

"Alhamdulillah, dari arahan pak Menteri, kita tetap akan menerima bantuan tersebut, walaupun sebagian lahan yang ada adalah lahan existing," kata Idris.

Namun demikian, lanjut Idris, Menteri Pertanian tetap menekankan agar target 70 ribu hektar perluasan areal tanam bisa dicapai. "Bahkan pak Menteri telah menegaskan, jika itu bisa kita capai, maka alokasi anggaran ke Provinsi Gorontalo akan ditambah," jelas Wagub.

Dirinya optimis, dengan kerja keras dan kerja cerdas yang saling bersinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, target tersebut bisa dicapai.

"Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama, yang terpenting adalah kerja keras kita untuk mencapai target tersebut," tutur Idris.

Tidak hanya itu saja, menyangkut kendala pengairan yang dihadapi oleh petani di Provinsi Gorontalo, dimana sebagian besar ketersediaan air hanya bergantung pada curah hujan, Menteri Pertanian langsung menyahutinya dengan mengalokasikan tambahan bantuan pompa air sebanyak 100 unit tahun ini juga, sehingga total bantuan pompa air tahun ini dari Kementerian Pertanian menjadi 154 unit.

Selain itu, Mentan juga menjanjikan akan mengalokasikan bantuan traktor roda empat ke Provinsi Gorontalo untuk membantu petani dalam pengolahan lahan.

"Kita akan tambah bantuan pompa air ke Provinsi Gorontalo sebanyak 100 unit tahun ini juga, sedangkan untuk traktor roda empat jika tidak bisa direalisasikan tahun ini, maka akan kita alokasikan tahun depan," ungkap Mentan (Humas-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Jakarta, Berbagai makanan dari olahan jagung dipamerkan pada ajang Agriculture Product and technology Expo (APTEX) and Agro Food 2015 yang mengambil tempat di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (15/5).

Pemprov Gorontalo yang diwakili oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura menggandeng sejumlah UMKM Gorontalo dengan berbagai produk khasnya seperti pia jagung, stik jagung dan keripik jagung.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada waktu yang sama sedang mengikuti Indonesia Climate Change Education and Expo 2015 turut menyempatkan diri melihat dari dekat pameran tersebut. Rusli berharap acara semacam ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Gorontalo di mata nasional.

“Produksi jagung kita sekarang melimpah, bahkan sebagian kita ekspor. Perlu didorong sekarang bagaimana mengembangkan olahan hasil pertanian jagung agar semakin bernilai. Nah bagi saya ajang pameran seperti ini penting untuk mempromosikan produk kita,” terang Rusli Habibie.

Gubernur berharap agar dinas pertanian sebagai leading sektor dapat bekerjasama lintas sektor untuk pengembangan produk olahan hasil pertanian. Produk hasil karya UMKM sedapat mungkin dikembangkan dengan cara mencari akses pasar dan permodalan.

“Pameran semacam ini harus punya hasil. Bagaimana kita bisa membuka pasar daerah di kancah nasional, transfer ilmu pengetahuan hingga permodalan. Syukur syukur jika pada forum semacam ini ada UMKM lain yang bisa bekerjasama dengan UMKM di Gorontalo,” imbuhnya.

Gubernur berharap kedepan Gorontalo tidak saja dikenal dalam hal produksi jagung. Jagung mentah harus dikembangkan menjadi produk hasil pertanian yang bernilai jual tinggi. Hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja baru. (Humas-Ismail).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo Utara, Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara, Roni Imran optimistis jika daerah ini akan kembali mengalami surplus beras untuk menunjang swasembada pangan nasional. Menurut wabup, Minggu, target produksi padi sebanyak 59 ribu ton akan diyakini akan tercapai, ditunjang kondisi lahan pertanian khususnya padi sawah seluas 6 ribu hektare.

Musim tanam ini, petani beras mampu capai produksi rata¬rata 6,7 ton per hektare, bahkan produksi tertinggi di Kecamatan Tomilito mencapai 8,2 ton per hektare dan 10 ton per hektare dicapai petani Bulalo di Kecamatan Kwandang. Oleh karena itu kata Wabup, pemerintah daerah optimistis musim tanam tahun 2015 ini menjadi pendorong tercapainya target swasembada pangan di Gorontalo.

"Gorontalo Utara dipastikan surplus beras 13 ribu ton, jika capaian ini konstan atau bahkan terus meningkat," ujar Wabup. Tahun 2014 lalu, kabupaten ini surplus beras 8 ribu ton dengan capaian produksi padi 47 ribu ton. Sehingga optimisme peningkatan produksi diyakini mampu diraih pada musim tanam tahun ini.

Intervensi kepada petani maupun kelompok tani melalui APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten melalui bantuan langsung dan pembangunan infrastruktur, diharapkan terus meningkatkan produksi pertanian yang akan bermuara pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Ia pun mengimbau agar bantuan pertanian tidak diselewengkan, agar tidak mengganggu target produksi pertanian khususnya padi dan jagung. "Oknum yang tertangkap tangan menyelewengkan bantuan pertanian, apalagi aparatur di instansi teknis terkait dipastikan langsung diberi sanksi berat alias dipecat," imbuh Wabup.

 

Sumber : Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama