>
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 126

Displaying items by tag: pertanian

Kamis, 16 April 2015 00:00

Dari Pelaksanaan Rakor TPID

GORONTALO - Sektor perekonomian utama di Provinsi Gorontalo pada tahun 2014, didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai angka 37 persen, disusul oleh sektor konstruksi sebesar 12 persen, sektor perdagangan besar dan kecil yang mencapai 10 persen, dengan tingkat inflasi sebesar 6,14 persen.

Hal ini dipaparkan Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi penilaian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo oleh Tim Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID, yang digelar di ruangan Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (16/4).

“Tingkat inflasi Provinsi Gorontalo tahun 2014 merupakan terendah ditingkat nasional, walaupun terdapat shock kenaikan harga bbm bersubsidi, tekanan beberapa komoditas pangan strategis seperti cabe rawit dan cabe merah,” kata Idris.

Lebih lanjut Idris menjelaskan, dalam mengendalikan tingkat inflasi, TPID Provinsi Gorontalo membangun sinergitas dengan TPID Kabupaten/Kota, dengan melaksanakan rapat rutin dan triwulan, rakor wilayah provinsi dan kab/kota, rakor TPID wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, serta Rakornas TPID.

Disamping itu, TPID juga secara kontinyu memberikan informasi harga pangan strategis, memantau kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga, mengelola ekspektasi masyarakat, serta memantau program peningkatan produksi pertanian, serta menjaga pasokan komoditas pangan.
“Pada tahun 2015 ini, walaupun sempat mengalami deflasi pada dua bulan pertama, pada bulan Maret 2015, tercatat inflasi Provinsi Gorontalo berada dibawah inflasi nasional dan terendah di wilayah Sulampua, yakni sebesar 5,28 persen,” tandas Wagub.

Sementara itu Ketua Tim Pokjanas TPID, Prof. Bustanul Arifin mengawali sambutannya menjelaskan, kunjungan Tim Pokjanas ke Provinsi Gorontalo didasari oleh ketertarikan atas laporan yang disampaikan oleh TPID Provinsi Gorontalo ke Pokjanas TPID.

“Semua dokumen TPID dari seluruh daerah baik provinsi maupun kab/kota, saya baca, dan setelah itu saya melihat program di Gorontalo sangat menarik dan perlu dikunjungi,” jelas Bustanul. Menurutnya, hal yang menarik dari laporan TPID Provinsi Gorontalo yakni menyangkut harga pangan khususnya menjaga kestabilan harga pangan strategis yaitu beras. “Inilah yang ditonjolkan dalam laporan TPID Provinsi Gorontalo,” lanjutnya.

Bustanul juga menuturkan, Tim Pokjanas ingin melakukan diskusi dan mendalami sejauh mana upaya TPID Provinsi Gorontalo dan kab/kota dalam mengendalikan tingkat inflasi, sehingga berhasil mengendalikan inflasi yang lebih rendah dari tingkat nasional, termasuk upaya dalam menjaga kestabilan harga pangan strategis.

“Kami ingin melihat program yang sudah dilaksanakan oleh TPID Provinsi Gorontalo pada tahun 2014, dan rencana untuk tahun 2015, dan mudah-mudahan setelah melakukan pendalaman ini, Gorontalo bisa menjadi benchmark untuk tingkat nasional,” pungkas Bustanul.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

PEMPROV GORONTALO - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali mengumpulkan para petani dan pengusaha jagung se Provinsi Gorontalo yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur, Kamis (16/4). Pertemuan yang dihadiri unsur Polda Gorontalo, Kodim 1304 serta para Pimpinanan SKPD terkait guna membahas tiga hal penting yakni tentang alat ukur kadar air (tester), timbangan hingga harga beli ditingkat petani.

Dalam pertemuan tersebut, gubernur meminta kepada para pengusaha pengumpul/eksportir untuk memperbaiki mutu alat tester di gudang masing masing. Hal ini sebagai tindaklanjut dari temuan sidak Gubernur beberapa waktu lalu yang medapati beberapa izin tera alat tester telah kadaluarsa. Temuan lain juga masih ada beberapa pengusaha yang menggunakan tester yang tidak direkomendasikan oleh pemerintah.

“Dari izin tera kadaluarsa itu mungkin yang menyebabkan deviasi atau selisih dengan alat tester kami. Oleh karenanya saya minta bagi para
pengusaha tolonglah secara sadar untuk kalibrasi atau tera ulang alat masing masing di Diskumperindag,” pinta Rusli.

Terkait dengan tera dan terang ulat tester, Pemprov melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) telah
menyediakan tiga alternatif pilihan yakni dengan cara tera di tempat, tera di kantor Diskumperidag serta sidang tera ulang yang digelar
bergilir di kecamatan se kabupaten/kota. Sidang tera ulang tersebut tidak memungut biaya.

“Untuk hari ini kita menggelar sidang tera ulang semua timbangan di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Jumat besok di Kecamatan
Isimu. Untuk kecamatan Bongomeme dan Batudaa Cs nanti digelar Senin depan serta Kecamatan Telaga Cs hari Selasa. Jadwal ini tolong
dimanfaatkan oleh bapak ibu pengusaha untuk memperbaiki kualitas timbangan masing masing,” jelas Kadiskumperindag Haris Hadju yang
turut hadir.

Terkait dengan harga jagung, gubernur meminta agar para pengusaha tidak memberlakukan potongan harga berlebihan khususnya ketika petani
menjual jagung dengan kadar air di atas 20 persen. Namun begitu, pengusaha punya dalih terpaksa melakukannya mengingat biaya produksi
relatif tinggi untuk proses pengeringan jagung basah.

“Harganya terpaksa kita potong jika jagung yang dijual kadar airnya lebih dari 20 persen. Kita harus membeli bbm non subsidi untuk mesin
pengering belum lagi untuk sewa buruh. Itu belum termasuk jagung yang rusak karena basah,” ujar pengusaha jagung Leonard Yukum.

Sikap petani maupun petani antara selaku distributor ke gudang milik pengusaha juga ikut dikeluhkan. Para pengusaha menuding adanya
permainan kadar air jagung dalam tiap muatan. Jagung dengan kadar air 17 persen biasanya diletakkan di bagian atas truk pengangku,
sebaliknya untuk jagung basah diselipkan di bagian bawah.

Diakhir pertemuan, gubernur membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa SKPD untuk merumuskan berbagai masalah dan jalan keluarga
terkait dengan masalah jagung. Gubernur berharap tim tersebut dapat menangani masalah tester, timbangan dan harga jagung agar petani
maupun pengusaha masing masing tidak merasa dirugikan. (Humas-Ismail Giu).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 16 April 2015 00:00

Pengusaha Mengeluh Impor Jagung Ke Gubernur

GORONTALO - Masukkan impor jagung ke Indonesia tidak saja dirasakan dampak buruknya bagi petani, tetapi juga bagi pengusaha daerah. Menurut mereka, harga jagung impor sangat murah sehingga mempengaruhi pasar jagung nasional. Hal itu seperti yang diutarakan para pengusaha dan eksportir jagung Gorontalo saat digelar pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di kantor gubernur, Kamis (16/4).

“Kalau bisa pak, tolong diusulkan ke pemerintah pusat agar tidak lagi Impor jagung. Kalaupun keran impor dibuka, bea masuknya jangan rendah supaya harga tetap bertahan. Sekarang jagung impor murah sekali pak sekitar 200 USD atau 2600 Rupiah. Kalau keran ini dibuka terus, kita tidak bisa apa apa pak,” curhat Herman direksi PT Harim Gorontalo.

Selain harga jagung impor yang mengancam eksistensi pengusaha lokal, impor juga menghambat distribusi jagung ekspor ke luar daerah. Pengusaha harus antri berhari hari dipelabuhan dan mengeluarkan biaya ekstra untuk pengiriman ke luar negeri.

“Apabila impor itu masuk, maka impor itu prioritas bagi mereka. Jadi jagung jagung lokal kita disuruh tahan di pelabuhan dengan biaya kita sendiri. Kalau sudah berangkat kontainernya, nanggung nginap juga. Kalau tiga hari nginap, tiga hari bayar nginap juga pak,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, gubernur mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat selaku pengambil kebijakan impor. Bagi Rusli
sendiri, ditengah upaya pemerintah yang getol menggenjot produksi pertanian nasional, seharusnya keran impor sudah harus dikurangi.
Terlebih produksi jagung Gorontalo saat itu tengah melimpah yang ditargetkan akhir tahun mencapai 1 Juta Ton.

“Saya kira saat ini impor tidak ada lagi, kalau pun ada mungkin tinggal sedikit. Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan pak Rahmat
Gobel (Menteri Perdagangan) sebagai pengambil kebijakan,” tutur gubernur.

Pertemuan gubernur dengan petani dan pengusaha jagung sendiri sengaja digelar untuk membahas sejumlah masalah jagung di Gorontalo. Di tengah musim panen jagung, baik petani maupun pengusaha dihadapkan pada masalah perbedaan pengukuran kadar air jagung, timbangan serta harga jagung yang bervariasi. Gubernur membentuk tim kerja gabungan beberapa SKPD untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut. (Humas-Ismail).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 14 April 2015 00:00

Gubernur Berang Petani Jagung Kena Tipu

Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie marah besar mendapati kenyataan ada oknum pengumpul dan eksportir besar mempermainkan pengukuran kadar air jagung milik petani. Salah satu pengumpul besar bahkan sudah diciduk oleh Kepolisian Polda Gorontalo akibat aksi curang tersebut.

“Saya merasa kesal dan marah dengan hasil laporan dari beberap dinas dibantu anggota Polda, ada pembeli jagung dengan usaha cukup besar terindikasi memainkan kadar air jagung. Saya sudah perintahkan dirapat tadi, segera tindaklanjuti dan cari bukti buktinya. Apa bila terbukti kita akan kita proses hukum,” tegas Rusli usai memimpin rapat SKPD di rumah jabatan gubernur, Senin (13/4).

Selain menuntut agar kasus tersebut diproses, Gubernur juga akan menyurat ke pemerintah Kabupaten Gorontalo, tempat di mana perusahaan eksportir itu berada. Gubernur meminta agar perusahan tersebut dicabut izin usahanya sambil menunggu proses hukum lanjut. Ulah oknum tersebut menurut Rusli sudah berlebihan karena telah merugikan petani jagung.

“Memang sudah sebulan saya curiga dengan praktek ini. Bulan lalu kita mengumpulkan petani jagung. Mereka katakan kadar air petani cukup tinggi, tapi ternyata tidak. Mereka justru yang sering memainkan. Sudah dicek dengan tester kami kadar air di bawah 17 persen, masuk ke mereka sudah di atas 20 persen. Ini sudah terlalu sadis. Saya tegaskan harus diproses hukum,” geramnya.

Sebelumnya, pada Selasa pekan lalu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan TPH) membentuk tim terpadu bekerjasama dengan Polda Gorontalo serta Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag). Tim ini dibentuk untuk menyelidiki kebenaran aksi tipu pengumpul jagung.

Investigasi diawali dengan mengukur sendiri kadar jagung milik petani yang hendak dijual. Hasil pengukuran kadar air berada pada angka 16 persen. Dengan berpura pura sebagai petani, tim gabungan bergerak menuju pengumpul untuk menjual jagung. Benar saja, hasil pengukuran versi pengumpul kadar air naik menjadi 24 persen atau lebih 8 persen dari pengukuran tim terpadu.

“Untuk membuktikan kebenaran tersebut, kami tetap melakukan transaksi. Saat sudah mau membayar, oknum pengumpul diciduk oleh Intel Polda,” terang Kadistan TPH Mulyadi Mario selaku inisiator operasi tersebut.

Mulyadi menambahkan, operasi semacam ini akan terus diintensifkan untuk menjegah kerugian petani jagung yang lebih besar. Pihaknya mewanti wanti kepada para pengumpul dan eskportir untuk tidak melakukan aksi curang, jika tidak ingin berurusan dengan hukum. Kasus penipuan ini sendiri tengah disidik oleh aparat Polda Gorontalo.

“Kedepan pengawasannya akan kita tingkatkan. Rencananya kami akan bikin posko pengukuran kadar air jagung di daerah Isimu. Petani yang ingin menjual bisa mengukurnya di situ. Nanti kita akan minta bantuan dan bekerjasama dengan anggota TNI,” pungkasnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, pemprov mematangkan pelaksanaan program pertanian yang terintegrasi. Menurut dia, pembangunan pertanian dengan konsep tersebut akan mampu melahirkan produksi pertanian yang lebih baik.

Program itu sudah berlangsung sejak tahun 2013, namun ia berharap agar sinergitas program pada tahun 2015 lebih dipertajam lagi antar-SKPD karena penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk APBD 2015 sedang berjalan.

"Sekarang tinggal bergantung dari RKA masing masing SKPD di mana dinas Pertanian menjadi "leading sector"nya. Pada pengembangan kawasan terpadu itu ada juga SKPD lain yang terlibat baik itu dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Perikanan dan Kelautan bahkan Diskumperindag," jelasnya.

Pertanian yang terintegrasi diharapkan dapat mempercepat laju pembangunan, terutama menyangkut program unggulan Provinsi Gorontalo yang ke empat yakni peningkatan ekonomi kerakyatan.

"Pengintegrasian ini tidak hanya untuk memfokuskan program pada kawasan tersebut, tapi program yang diberikan akan lebih mudah dikontrol dan dievaluasi setiap tahun," tambahnya.

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Budi Sidiki menjelaskan, pihaknya membahas secara mendalam untuk mempertajam program pertanian terintegrasi.

Hal itu dilakukan untuk memastikan semua program lintas sektor terakomodir dalam APBD terkait.

Pihaknya juga berharap program di SKPD tidak hanya berorientasi pada proyek semata, tapi juga memiliki hasil yang bermanfaat bagi produktivitas pertanian dan peternakan.

"Nanti akan dikembangkan sebuah kawasan yang basisnya antara ternak dengan pertanian kering, ternak dengan pertanian basah (sawah), bahkan ternak dengan perikanan atau perkebunan. Hasil dari limbah pertanian dan perkebunan bisa menjadi pakan ternak dan hasil limbah ternak bisa menjadi pupuk organik," ungkapnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah kabupaten dan kota mendukung program itu melalui SKPD masing-masing.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Penyakit cacing hati pada ternak sapi yang mulai merebak diseriusi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Gubernur langsung membentuk tim khusus dari Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo untuk segera menangani persoalan itu. "Sudah, kita sudah bentuk tim untuk tangani," kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, baru-baru ini.


Penyakit cacing pada ternak sapi, menurut Gubernur Rusli Habibie harus segera diatasi. Persoalan ini akan terus muncul bila tidak segera ditangani. Seperti diketahui infeksi cacing hati pada sapi ditemukan saat penyembelihan hewan qurban baru-baru. Temuan itu diperoleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Gorontalo saat melakukan pemeriksaan disejumlah lokasi pemotongan hewan qurban. Cacingan (helminthiasis) merupakan penyakit yang disebabkan adanya infestasi cacing pada tubuh hewan. Baik pada saluran pencernaan, pernapasan, hati maupun pada bagian tubuh lainnya. Pada sapi umumnya investasi cacing sering ditemukan pada saluran pencernaan dan hati.

 

Berdasarkan bentuknya, jenis cacing yang dapat menyerang sapi dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu cacing gilig (Nematoda), cacing pita (Cestoda) dan cacing daun atau cacing hati (Trematoda). Gubernur meminta agar masyarakat bisa memeriksakan sapinya kepada petugas dilapangan, agar bisa diketahui ternak yang dipelihara sehat atau tidak. Tentunya, lanjut Gubernur, kualitas ternak harus terus ditingkatkan.


Anggota PHDI Gorontalo, drh. Erwin Nugroho mengatakan, secara umum daging hewan qurban yang mengalami infeksi cacing hati aman dikonsumsi. Sementara organ hati yang mengalami infeksi tidak boleh dikonsumsi. "Bila organ hati yang terinfeksi cacing hati dikonsumsi maka akan beresiko terhadap kesehatan manusia. Sangat berbahaya, bisa menjadi salah satu penyebab penyumbatan pada pembuluh darah, menimbulkan berbagai penyakit lain dan bahkan bisa mem[perparah penyakit yang ada," tutur Erwin.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Semarang, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pertemuan silaturahmi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/9) kemarin. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur Jawa Tengah itu berlangsung sangat akrab, keduanya juga serius membicarakan program pembangunan dan pemerintah, termasuk mempererat kerja sama antar kedua daerah.


Seperti halnya bidang transmigrasi, Gubernur Rusli Habibie mengatakan di Gorontalo menetap banyak penduduk transmigrasi asal Jawa Tengah, dengan hadirnya masyarakat transmigrasi maka mampu mendorong pergerakkan ekonomi didaerah, dimana banyak lahan pertanian juga dikelola dengan baik oleh warga transmigrasi. Selain bidang transmigrasi, Gubernur Rusli Habibie dan Gubernur Ganjar Pranowo juga membicarakan peternakan sapi. Di Jawa Tengah, peternakan sapi sudah sangat unggul, sehingganya Gorontalo butuh belajar di Jawa Tengah terkait pengembangan ternak sapi. "Di Gorontalo ternak sapi sangat potensial, tapi pemiliknya belum terpikir untuk dikembangkan sebagai usaha, mindset ini yang kita ubah, di Jawa Tengah pengembangan peternakannya sudah cukup maju, karena swasta ikut bergerak mengembangkan," kata Gubernur Rusli Habibie.

 

Gubernur Jateng, Ganjar Pramono mengatakan, untuk program ketahanan pangan memang harus menjadi perhatian. "Alhamdulillah, di Jawa Tengah beras kita surplus, daging cukup, jagung juga cukup, gula akhir tahun ini kita usahakan cukup. Yang masih kurang kita adalah kedelai," tandas Ganjar Pramono. Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan bakal berkunjung ke Gorontalo terkait program pertanian seperti jagung.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 23 September 2013 20:27

Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurun

Gorontalo, Berdasarkan angka sementara hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga usaha pertanian di Provinsi Gorontalo mengalami penurunan sebanyak 10.414, atau dari 132.964 pada tahun 2003, menjadi 122.550 rumah tangga pada tahun 2013.


Kepala BPS Provinsi Gorontalo Ihsanurijal, Senin, mengatakan, rata-rata penurunan rumah tangga usaha pertanian sebesar 0,78 persen per tahun. Menurutnya, penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Gorontalo yaitu sebanyak 8.718 rumah tangga usaha pertanian selama sepuluh tahun. Namun secara persentase, Kota Gorontalo adalah daerah yang paling banyak mengalami penurunan yaitu sebesar 4,03 persen per tahun.


Selain itu ada dua kabupaten yang mengalami peningkatan jumlah rumah tangga usaha pertanian di Provinsi Gorontalo, yaitu Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Kedua daerah tersebut mengalami peningkatan masing-masing sejumlah 1.277 dan 1.109 rumah tangga usaha pertanian.


Secara keseluruhan, Gorontalo memiliki 122.550 rumah tangga usaha pertanian, 55 perusahaan pertanian berbadan hukum, dan sebanyak 27 usaha pertanian lainnya. Kabupaten Gorontalo merupakan kabupaten dengan urutan teratas yang mempunyai jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak, yaitu sebesar 43.969 rumah tangga.


Sementara itu, Kota Gorontalo merupakan wilayah yang paling sedikit jumlah rumah tangga usaha pertaniannya, yaitu sebanyak 3.784 rumah tangga.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 10 September 2013 00:00

BIMP-EAGA Fasilitasi Investasi Daerah

Gorontalo, Negara-negara yang terhubung dalam BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia,Pilipines – East ASEAN Growth Area) kembali melakukan pertemuan, 4-6 September 2013, berlangsung di Provinsi Bali.

 

Sekda Provinsi Gorontalo, Prof Winarni Monoarfa bersama Badan Invetasi Daerah Gorontalo turut hadir dalam pertemuan tersebut. Gorontalo sendiri merupakan salah satu anggota BIMP-EAGA bersama seluruh provinsi di Sulawesi, Maluku dan Papua serta Kalimantan, pertemuan yang merupakan lanjutan pembahasan yang dilaksanakan di Pontianak akhir agustus lalu ini, membahas beberapa agenda penting diantaranya implementasi blueprint 2012-2016 serta fasilitasi perdagangan dan investasi daerah.

 

Sebagai daerah penghasil jagung. Dua usulan kongkrit untuk ditindaklanjuti oleh BIMP-FC serta ADB, yakni usulan pembuatan pabrik pakan ternak serta pengembangan sumber energi listrik dengan tenaga geothermal, air serta biomas yangn berpotensi sangat singnifikan tersedia di Gorontalo. Dua usulan potensial ini didasarkan pada ketersediaan bahan baku jagung serta bahan lainnya untuk membuat pakan ternak.

 

Belum lagi, kebutuhan pakan ternak cukup tinggi di Gorontalo dan juga daerah sekitarnya. Hal lainya adalah kebutuhan energi listrik yang juga sangat dibutuhkan daerah ini sebagai wilayah yang perkembangannya sangat pesat. Untuk mendukung pengembangan tersebut, beberapa kebijakan pemerintah provinsi Gorontalo adalah telah tersedia perda tentang kemudahan penanaman modal, yakni perda no 2 tahun 2004 dan perda no 5 tahun 2012 tentang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) bidang penanaman modal, juga ketersediaan sarana infrastruktur pendukung seperti pengembangan bandara djalaludin, pelabuhan anggrek dan rencana pembangunan jalan GORR (Gorontalo Other Ring Road).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Panglima Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bachtiar bersama Gubernur Rusli Habibie resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman terkait kerja sama di bidang ketahanan pangan, Senin (9/9) semalam.


Sesuai dengan isi Nota Kesepahaman tersebut, jajaran TNI bersiap membantu Provinsi Gorontalo dalam rangka menopang ketahanan pangan, menurut Bachtiar, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Kementerian Pertanian dengan TNI yang diwujudkan melalui program TNI manunggal membangun desa (TMMD). Hal itu ditindaklanjuti pula dengan penandatanganan MoU dengan pemerintah daerah sebagai upaya untuk melakukan akselerasi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan khususnya diwilayah tertinggal, miskin dan terisolir. " saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur Gorontalo yang sudah memfasilitasi MoU antara pemerintah daerah dengan TNI sehingga kerja sama ini bisa membantu dalam menopang swasembada pangan," ucap Bachtiar.

 

Dalam program ini, pihaknya tidak hanya akan melibatkan diantaranya kodim 1304 gorontalo, melainkan juga pihak Brigif dan Batalyon 713 gorontalo." Dalam program ini, kita sudah menggunakan teknologi canggih dan sarana yang cukup memadai. InsyaAllah , kita bisa berhasil," jelas alumnus Akabri tahun 1984 ini .


Sementara itu, Gubernur Rusli Habibie menjelaskan, Pemerintah Provinsi ( Pemprov) Gorontalo sangat mendukung program kerja sama bidang pertanian terutama ketahanan pangan dengan pihak TNI. Menurut Rusli, hal itu sudah terbukti di beberapa daerah lain, terutama di wilayah Kodam VII Wirabuana yang membawahi Sulawesi." Di Sulawesi Selatan yang sudah lebih dahulu bekerja sama dengan TNI, bisa surplus 2 juta ton beras," terang politis Golkar ini.

 

Rusli berharap, kenyataan itu bisa terwujud di Provinsi Gorontalo setelah adanya kerja sama ketahanan pangan ini." Saya sangat berterima kasih kepada pangdam , karena Gorontalo merupakan daerah pertama yang dikunjungi," imbuhanya. Sebelumnya Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI bachtiar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa mengadakan penanaman padi perdana di areal persawahan baru, Desa Datahu Kecamatan Tibawa, Gorontalo yang juga didampingi oleh Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama