>
Senin, 09 September 2013 00:00

TNI Targetkan Cetak 50 Hektare Sawah Baru

Gorontalo, Kodim 1304 Gorontalo menargetkan akan mencetak sawah baru hingga 50 hektare, untuk meningkatkan produksi padi di daerah tersebut. "Saat ini Kodim 1304 telah mencetak tiga hektare sawah baru di Desa Datahu Kabupaten Gorontalo," kata Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar saat berkunjung ke Gorontalo, Senin.


Program tersebut merupakan kerjasama dengan Kementerian Pertanian, melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). "Kami akan melakukan percetakan sawah baru, dengan memanfaatkan lahan tidur untuk menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya di bidang pertanian," tuturnya.


Berbekal spirit kebersamaan, ia juga meyakini program ini akan mendapatkan dukungan masyarakat dan mampu menjadikan Gorontalo sebagai daerah yang berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keutuhan sebuah bangsa.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh TNI. Ia menilai percetakan sawah baru merupakan langkah tepat, untuk meningkatkan produksi padi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain jagung, padi juga merupakan komoditas unggulan Gorontalo. "Saya yakin dengan program TNI, petani semakin terpacu meningkatkan produksi padi," katanya.


Sebelumnya, Pangdam VII Wirabuana juga melakukan penanaman padi perdana di areal persawahan baru di Desa Datahu Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin .

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 September 2013 00:00

Pangdam VII Tanam Padi Di Gorontalo

Gorontalo, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar, melakukan tanam padi perdana di areal persawahan baru Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, Senin.


Tanam padi tersebut merupakan program Kodim 1304 Gorontalo, untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya di Provinsi Gorontalo. Bachtiar mengatakan, kegiatan pembukaan lahan pertanian baru ini merupakan program kerja sama Kementerian Pertanian dengan TNI, yang diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).


Hal itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama dengan pemerintah daerah, sebagai upaya untuk melakukan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan, khususnya di wilayah tertinggal, miskin dan terisolir. Ia berharap, program tersebut mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk terlibat aktif dalam membangun pertanian di Gorontalo.


Sekda Gorontalo Winarni Monoarfa, ,mengatakan program tersebut akan sangat membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan. "Provinsi Gorontalo masih mengandalkan sektor pertanian sebagai penyumbang PDRB daerah. Disisi lain luas wilayah areal sawah kita masih kecil, yakni 31.902 Hektar dibandingkan luas lahan kering 398.000 hektar," ujarnya.


Sekda berharap kerja sama dan hubungan yang harmonis antara TNI dan pemerintah daerah, dapat memberikan kontribusi dalam mendukung program dan misi pemerintah provinsi yakni pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi kerakyatan.


Pada penanaman padi perdana itu, juga dihadiri Bupati Gorontalo David Bobihoe, Danrem 131 Santiago Brigjen (Inf) Musa Bangun, Dandim 1304 Santiago Letkol Arhanud Blasius Popylus, serta Kapolda Gorontalo Brigjen Polisi Budi Waseso.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Minggu, 08 September 2013 00:00

Investor Minta Gorontalo Tingkatkan Produksi Jagung

Gorontalo, Direktur Utama PT Sinar Unichen Indonesia Hariono Tan, salah satu investor di Gorontalo, meminta pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan produksi jagung.


Menurut investor tersebut, perusahaannya masih mengimpor jagung dari Argentina sebesar 1.700 ton per bulan untuk pakan ternak. "Kalau Gorontalo meningkatkan produksi jagungnya, pasti kami tampung karena sudah punya cabang di Gorontalo yakni PT Sinar Pangan Abadi," ujarnya saat bertemu Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim. Ia berjanji akan menampung semua produksi jagung di Gorontalo, dengan harga yang memadai.


Wagub mengatakan saat ini Provinsi Gorontalo berupaya meningkatkan produksi jagung dengan berbagai cara, salah satunya yakni menetapkan standarisasi harga untuk komodi itu. "Yang paling penting adalah petani sejahtera, kalau hidup mereka lebih baik maka akan terus menambah produksi jagung," katanya.


Ia mengakui saat ini Gorontalo belum mampu memenuhi seluruh permintaan jagung dari dalam dan luar negeri. Hal itu menjadi peluang dan tantangan besar bagi pemerintah dan prtani, untuk mengembangkan jagung sebagai komoditas menjanjikan.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 30 Mei 2013 08:55

Gorontalo Kembangkan Bibit Jagung Baru

Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Pusat Informasi Jagung (BPIJ), saat ini sedang mengembangkan bibit jagung baru, yang mampu menghasilkan 11,5 ton per hektare jagung basah atau 9 ton per hektare jagung kering.

Bibit tersebut belum diberi nama, karena masih dalam tahap eksperimen oleh BPIJ, kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Gorontalo, Rabu. Ia mengatakan kehadiran bibit ini diharapkan bisa menggeser posisi Bisi 2, yang selama ini menjadi andalan para petani di daerah tersebut.

Menurut dia, kondisi yang sering kali terjadi yakni para petani menjual kembali bibit yang diberikan dan hasilnya untuk membeli bibit jagung Bisi 2. Padahal, harga Bisi 2 tersebut lebih mahal sehingga berdampak pada minimnya pendapatan para petani.

Terlebih lagi, lanjut Gubernur, sejak tahun 2012 sudah ada aturan yang berlaku bahwa untuk pengadaan bibit jagung tidak bisa lagi menyebutkan merk tertentu.

Untuk mengembangkan bibit baru dari BPIJ nanti, petani harus menggunakan pupuk organik sehingga ketergantungan terhadap pupuk anorganik bisa dikurangi. "Jadi penghematannya disitu, bagaimana menghasilkan bibit jagung yang memiliki daya tahan terhadap penyakit dan tidak tergantung pada pupuk anorganik," ujar Rusli.

 

ANTARA NEWS GORONTALO

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 26 Februari 2013 19:36

Gorontalo Akan Lakukan Sensus Pertanian

Gorontalo,  Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo akan melakukan sensus pertanian di daerah itu pada 1-31 Mei 2013. Kepala BPS Provini Gorontalo, Hermanto di Gorontalo, Selasa mengatakan, Sensus Pertanian rutin dilakukan setiap sepuluh tahun dan khusus di Gorontalo pihaknya akan menurunkan 1.150 petugas.

"Sensus ini mendesak dilakukan karena adanya kebutuhan data dasar terkini, untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun perencanaan pembangunan pertanian Indonesia," katanya.

Petugas sensus akan melakukan pendataan dengan mendatangi seluruh usaha pertanian dan tempat tinggal pelaku usaha di seluruh wilayah.

Menurut dia, data yang akan diambil meliputi usaha pertanian di subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan baik pada rumah tangga, perusahaan, pesantren, lembaga pemasyarakatan, barak militer dan kelompok usaha. "Data yang dihasilkan nanti diantaranya berupa luas lahan, jenis irigasi, jumlah rumah tangga pertanian, jumlah ternak serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Datanya akan sangat dibutuhkan, apalagi Gorontalo merupakan provinsi yang mengandalkan sektor pertanian," jelasnya.

Sekda Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa meminta petani dan para pelaku usaha pertanian untuk menyediakan waktu bagi para petugas sensus. "Keakuratan maupun kevalidan data yang diperoleh akan menentukan perencanaan pemerintah di sektor ini, untuk itu kami berharap petani memberikan data yang sebenar-benarnya di lapangan," tambahnya. (Debby Mano)

 

ANTARA NEWS GORONTALO

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 9 dari 9
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama