>

Kota Gorontalo, Humas – Penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2018/1439 Hijriah dapat dikatakan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terungkap pada evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu Provinsi Gorontalo Tahun 2018/1439 Hijriah, di ruang Dulohupa Kantor Gubernur, Selasa (24/7/2018).

Anis Naki saat membuka rapat evaluasi mengatakan, penyelenggaraan angkutan lebaran telah terlaksana dengan baik, lancar, tertib, dan aman.

“Alhamdulillah tahun ini baik angkutan darat, laut dan udara tidak terjadi kecelakaan sebagaimana terjadi di daerah-daerah lain,” ucap Anis bersyukur.

Meskipun ada kemacetan terjadi selama 1 jam saat penyelenggaraan gebyar ketupat karena miss komunikasi, namun hal tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kemacetan bisa memakan waktu hingga 2 jam lebih,” jelas Anis.

Mantan Kaban Kesbangpol ini berharap, evaluasi bukan saja untuk mengidentifikasi semua kendala yang kecil maupun besar yang kita alami pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2018, tapi ini menjadi referensi perencanaan di tahun-tahun selanjutnya.

“Kedepannya, kita perlu antisipasi hal-hal yang dapat menghambat pelayanan kita terhadap masyarakat karena seiring perkembangan jaman, tingkat ekspektasi masyarakat juga akan terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran di Provinsi Gorontalo berjalan dengan cukup baik berkat kerja sama semua pihak. Kendala di lapangan bisa langsung diatasi di lapangan karena kita sudah membangun 10 posko.

“Kesepuluh posko ini di bangun untuk mengantisipasi ketika ada sesuatu GAP maka posko itulah yang akan didorong dalam rangka penyempurnaan. Selain itu juga demi keselamaan kita melakukan uji kelaikan kendaraan, serta tes alkohol dan tes narkoba bagi para sopir angkutan umum untuk menjamin keselamatan dan keamanan penumpang,” kata Jamal.

Selain itu kata Jamal, ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran kita laksanakan mendekati penyelenggaraan kegiatan, tetapi belajar dengan kemarin-kemarin ada sesuatu yang perlu dirubah tata caranya.

“Evaluasi harus dilakukan jauh sebelum penyelenggaraan kegiatan sehingga kekurangannya menjadi catatan tersendiri bagi kita semua agar nanti pelaksanaan tahun depan kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya,” tutup Jamal.

Selain evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan launching dan penandatanganan perjanjian kerja sama e-Simple Air antara Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Bandar Udara Jalaludin Gorontalo, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gorontalo, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Anggrek, dan Kantor Unit Pelabuhan Kelas III Kwandang yang disaksikan oleh Penjabat Sekdaprov Gorontalo yang didamping oleh Danlanal Gorontalo dan Dirlantas Polda Gorontalo.

Evaluasi dihadiri pimpinan instansi terkait antara lain dari Danlanal Gorontalo, Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), bandar udara Djalaludin, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXI, serta pimpinan maskapai penerbangan dan instansi terkait lainnya.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MAKASSAR, Humas – Sebanyak 996 Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Gorontalo rencananya akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah dalam tiga penerbangan. JCH tersebut terbagi dalam tiga Kelompok terbang (Kloter) yakni Kloter 25, 28 dan 29.

Kloter 25 sebanyak 450 jemaah rencananya diberangkatkan tanggal 6 Agustus 2018 pukul 13.30 WITA, Kloter 28 dengan 84 jemaah tanggal 9 Agustus pukul 01.40 WITA dan Kloter 29 sejumlah 450 jemaah berangkat pukul 19.00 WITA.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam rapat Persiapan Pemberangkatan JCH Gorontalo yang dilaksanakan di Makassar, Jumat (20/7/2018). Rapat dipimpin oleh Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Anis Naki itu diikuti oleh Kepala Otoritas Bandara Hasanuddin, perwakilan Kemenang, Beacukai, maskapai penerbangan dan pihak terkait lainnya.

“Pemberangkatan JCH tahun ini cukup berbeda, karena ada kloter yang diberangkatkan pada siang hari. Ini harus menjadi perhatian kita semua, sebab mobilitas jamaah lebih lama di Bandara Hasanuddin,” terang Anis.

Anis juga mengecek kesiapan dari para pihak yang terlibat, seperti masalah keimigrasian, kesehatan dan keamanan jamaah selama berada di Makassar. Semua pihak mengaku sudah siap untuk mensukseskan penyelanggaraan haji tahun ini.

“Atasnama bapak gubernur dan seluruh masyarakat Gorontalo, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat khususnya kepada Otoritas Bandara Wilayah 5, Angkaspura 1 Hasanuddin yang telah memfasiltiasi pemberangkatan dan pemulangan jemaah calon haji asal Gorontalo,” imbuhnya.

Pihak bandara Hasanuddin rencananya dalam waktu dekat akan melakukan simulasi untuk pelaksanaan embarkasi dan debarkasi haji. Simulasi ini untuk semakin memperjelas bagaimana teknis penanganan jamaah haji saat berangkat dan tiba di bandara.

Pada rapat tersebut juga terungkap bahwa masalah kepabeanan saat jemaah haji pulang dari Madinah akan berakhir di Makassar. Artinya, jemaah haji Gorontalo berstatus penumpang domestik dan tidak lagi mendapatkan pemeriksaan cukai dan keimigrasian.(Subbid Penghubung makassar)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Guna menyiapkan Embarkasi Haji Antara (EHA) pada pelaksanaan ibadah haji 1439 Hijriyah mendatang, pemerintah Provinsi Gorontalo mulai melakukan pertemuan dengan pihak Angkasa Pura selaku operator Bandara Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (14/5/2018).

Penjabat Sekda Anis Naki selaku perwakilan pemprov menyampaikan evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun lalu. Menurutnya, jemaah haji EHA Gorontalo mengeluhkan tidak adanya garbarata saat jamaah tiba dari Jeddah turun di Bandara Hasanuddin. Mereka diharuskan berjalan kaki di runway ke terminal kedatangan.

“Kasihan kan jamaah haji yang sudah lanjut usia harus jalan kaki yang jaraknya agak jauh. Saya berharap untuk tahun ini sudah menggunakan garbarata untuk naik maupun turun dari pesawat,” ujar Anis Yang juga sebagai ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Gorontalo

Menanggapi keluhan jamaah, General Manager Angkasa Pura Cecep Marga Sonjaya mengatakan siap memperbaiki lagi pelayanan untuk jamaah embarkasi Makassar. Ia memastikan peristiwa tersebut tidak terjadi lagi pada pelaksanaan haji tahun ini.

“Tahun ini pesawat yang akan digunakan ke Jeddah pesawat berbadan besar tipe Boeing 737. Pesawat menggunakan garbarata sehingga jamaah dipastikan tidak akan jalan kaki, Kami ingin memastikan agar jamaah haji terlayani dengan bagus dan pelaksanaan embarkasi haji di zona Makassar terlaksana sesuai jadwal keberangkatan. ,” ungkap Cecep.

Pertemuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan rapat bersama yang akan melibatkan semua instansi, termasuk Kanwil Kementrian Agama selaku operator haji. Dijadwalkan rapat akan berlangsung minggu ke dua bulan Ramadan di kantor otoritas Bandara Hasanuddin Makassar.(Subbid Penghubung Makassar).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meninjau proses evakuasi pesawat Lion Air yang tergelincir di landasan pacu Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo, Selasa (1/5/2018).

Evakuasi pesawat B 737-800 yang tergelincir minggu malam, (29/4) itu berjalan cukup alot. Tim dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan tim Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Angkasa Pura berupaya memindahkan pesawat dari shoulder landasan ke tempat yang lebih aman.

Gubernur berharap proses evakuasi bisa berjalan dengan cepat dan aman. Hal itu dibutuhkan mengingat sudah dua hari terakhir bandara ditutup dan berdampak pada perekonomian daerah.

“Saya sampaikan ke pihak bandara segera mungkin mengeluarkan pesawat dari runway agar penerbangan segera pulih kembali, bisa normal lagi. Ini tentu saja sangat berpengaruh banyak yang memiliki tugas dari dan ke Gorontalo namun dua hari ini tidak ada penerbangan,” katanya.

Rusli menilai kondisi landasan pacu yang ada sekarang memang sudah tidak layak didarati oleh pesawat berbadan besar. Selain karena landasan lama yang hanya ditambal sulam, panjang dan lebar runway belum sesuai standar internasional.

Sejak tiga tahun lalu pemprov sudah menghibahkan lahan seluas 39 Hektar kepada Kementrian Perhubungan. Diharapkan lahan tersebut bisa segera digunakan untuk peremajaan dan penambahan kapasitas landasan pacu.

“Runway kita ini kan panjangnya baru 2500 Meter dengan lebar 45 Meter. Sedangkan standar bandara Internasional minimal 3000 Meter dengan lebarnya harus 60 meter, ini yang perlu kita benahi lagi,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 892 dari Makassar ke Gorontalo tergelincir di landasan pacu, Minggu (29/4). Pesawat tergelincir karena hujan lebat yang melanda saat itu. Beruntung 174 penunpang semuanya selamat.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Untuk memangkas biaya transportasi yang mahal bagi warga di Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mengoperasikan satu unit bus perintis bagi warga setempat.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plh) Sekretaris Daerah Weni Liputo, Jumat (20/4). Peresmian bus perintis bersubsidi itu diintegrasikan dengan penyerahan bantuan dan program Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

“Alhamdulillah hari ini saya mewakili Gubernur dan wakil gubernur mencanangkan transportasi angkutan perintis yang didukung oleh PT. Damri Gorontalo, Dinas Perhubungan dan OPD terkait. Saya berharap kehadiran bus ini bisa mengurangi beban warga untuk biaya transportasi sehari-hari,” tutur Weni.

Kehadiran bus perintis bersubsidi cukup membantu bagi warga setempat. Jika biasanya mereka harus mengeluarkan biaya becak motor (Bentor) pulang pergi ke Kota 30 Ribu Rupiah, kini cukup membayar 4000 Rupiah pulang-pergi.

“Ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua untuk anaknya yang bersekolah di kota atau di luar dari Bulango utara. Begitu juga dengan ibu bapak yang punya kebutuhan di luar kecamatan ini,” Imbuh Plh Sekda.

Weni berharap agar kehadiran bus ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terpenting dari itu, warga diminta ikut menjaga dengan tidak mengotori atau merusak fasilitas yang telah disediakan.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Keberadaan taksi online menuai penolakan utamanya dari para pengemudi bentor (becak motor) Gorontalo. Mereka yang tergabung dalam Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) menyampaikan aspirasinya di kantor Wali Kota Gorontalo dan Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (3/4).

Beberapa poin aspirasi yakni menolak beroperasinya taksi online di Kota Gorontalo karena belum mengantongi izin dari pemerintah provinsi. Selain itu, mereka meminta taksi online berhenti beroperasi di pusat perbelanjaan dan pasar-pasar tradisional.

“Kami juga meminta pemerintah peduli terhadap pengemudi bentor. Kami setiap waktu di tilang pak karena alasan helm yang tidak standar. Padahal bagi kami menggunakan helm standar membuat gerah pengemudi dan tidak bisa mendengar jika ada konsumen yang memanggil,” kata Presiden Bentor Abdul Latif selaku koordinator aksi.

Terkait dengan tuntutan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Weni Liputo siap duduk bersama dengan semua pihak. Termasuk menyampaikan aspirasi pengemudi bentor kepada Gubernur selaku pengambil kebijakan tertinggi di daerah.

Menyoal keberadaan taksi online yang sudah beroperasi, Weni tegas menyatakan hal itu menyalahi aturan. Pihaknya meminta Dinas Perhubungan untuk menegur sebab hingga saat ini belum ada izin dari pemerintah provinsi.

“Kami perintahkan Dinas Perhubungan untuk menegur. Sebab kewenangan untuk memberikan izin angkutan online perorangan dalam kota itu adalah Gubernur. Sampai sekarang mereka belum memiliki izin. Jadi jika ada yang sudah beroperasi seperti yang disampaikan berarti itu adalah liar dan harus ditegur,” ujar Weni.

Lebih lanjut Asisten Bidang Administrasi itu menambahkan, mencari nafkah bagi setiap orang adalah hak. Akan tetapi, kebebasan itu harus diatur agar tidak terjadi benturan kepentingan dengan pihak lain.

Pemprov berupaya untuk mengutamakan kondisi keamanan daerah agar tidak ada gesekan antara taksi online dengan pengemudi bentor, seperti yang terjadi di daerah lain. Dia minta semua pihak untuk taat terhadap kebijakan tersebut.

“Selanjutnya, kami akan berbicara dengan dinas terkait seperti Kominfo, ahli IT dll untuk bagaimana pengemudi bentor bisa menyesuaikan dengan tuntutan zaman melalui aplikasi online. Agar supaya bentor sebagai ikon transportasi masyarakat bisa berkembang menjadi transportasi modern yang tidak kalah dengan kendaraan online,” imbuhnya.

Sejauh ini, keberadaan bentor menjadi dilema bagi pemerintah. Di satu sisi, bentor telah menjadi sumber mata pencaharian warga Gorontalo dan sekitarnya. Di sisi lain, perjuangan pemerintah daerah untuk menjadi bentor sebagai moda transportasi umum belum juga mendapat restu dari Kementrian Perhubungan.

Bentuk bentor dengan muatan penumpang di bagian depan dianggap tidak aman. Oleh karena itu dari sisi legalitas administrasi, bentor tercatat sebagai kendaraan roda dua dan pengemudi bentor masih menggunakan SIM C untuk motor.

IPB mengklaim jika jumlah bentor di Gorontalo saat ini mencapai 30 Ribu unit. Jika satu bentor menafkahi empat orang, maka itu berarti ada 120 Ribu orang yang menggantungkan hidupnya dari bentor. Setara dengan 10 persen jumlah penduduk Gorontalo yang mencapa 1,2 Juta orang.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Gorontalo 2018-2022 melaporkan kepada Gubernur Gorontalo bahwa organisasi pecinta motor itu siap dilantik tanggal 17 Maret mendatang. Ketua IMI Gorontalo Ridwan Bobihoe bertemu Gubernur Gorontalo di rumah jabatan, Sabtu (10/3).

“Ada rencana pelantikan tanggal 17 Maret ini, jadi kami datang sekalian mengundang beliau untuk bisa hadir,” kata Ridwan.

Ia juga melaporkan bahwa IMI sudah bergerak menggelar beberapa even di antaranya Jambore Otomotif yang digelar di tanggal 10 Maret ini. Pihaknya juga siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam berbagai kegiatan sosial.

“Kami rutin menggelar kampanye safety riding kepada pengguna jalan. Ada juga kegiatan bhakti sosial di panti asuhan termasuk touring untuk promosi destinasi wisata,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut baik rencana pelantikan yang akan dihadiri oleh Ketua IMI PUsat Sadikin Aksa itu. Rusli yang juga menjabat sebagai ketua dewan pembina IMI Gorontalo berharap organisasi ini bisa berkontribusi untuk daerah.

“IMI bukan saja organisasi hobi pecinta otomotif tapi juga organisasi yang bisa berkontribusi positif untuk masyarakat dan daerah,” ujarnya.(Hmsprov-Valen).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim kepada seluruh masyarakat Gorontalo, saat dirinya diwawancarai sejumlah media usai menghadiri apel gelar pasukan operasi keselamatan Otanaha 2018 di markas Polda Gorontalo, Kamis (1/3).

“Kepada seluruh masyarakat Gorontalo, ayo tumbuhkan kesadaran dan kepatuhan kita dalam berlalu lintas,” ujar Wagub Idris Rahim.

Idris mengutarakan, tujuan operasi keselamatan Otanaha yang akan digelar selama 21 hari adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Wagub mengatakankan, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas hendaknya tidak hanya ditunjukkan pada saat operasi, tetapi harus ditumbuhkan dan dibudayakan dalam aktivitas berlalu lintas sehari-hari.

“Kepatuhan itu harus menjadi budaya. Jangan hanya pada saat operasi kita tertib dalam berlalu lintas, dan setelah operasi selesai digelar, masyarakat kembali ugal-ugalan berlalu lintas,” terangnya.

Sementara itu Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Rachmad Fudail menjelaskan, pelanggaran terhadap aturan berlalu lintas khususnya di Provinsi Gorontalo sangat tinggi. Data pelanggaran lalu lintas secara nasional pada tahun 2017 untuk kasus tilang sebanyak 7.420.481 kasus atau naik sebesar 15,47 persen dari tahun 2016. Jumlah kecelakaan tahun 2017 sebanyak 98.419, turun sebesar 7 persen dari tahun 2016, dengan jumlah korban meninggal juga mengalami penurunan 6 persen yaitu sebanyak 24.213. Sementara korban luka berat tahun 2017 berjumlah 16.159 orang dan luka ringan sejumlah 115.566 orang.

“Di Gorontalo kecelakaan lalu lintas cukup tinggi, hampir tiap minggu terjadi kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu melalui operasi ini kami ingin memberi penyadaran kepada masyarakat sekaligus penegakkan aturan berlalu lintas, karena keselamatan berlalu lintas tujuannya juga untuk masyarakat itu sendiri,” papar Kapolda.

Rachmad menambahkan, sasaran operasi keselamatan Otanaha 2018 diantaranya penggunaan helm, berboncengan melebihi kapasitas kendaraan, kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, serta kelengkapan kendaraan bermotor. Pelaksanaan operasi keselamatan Otahana 2018 merupakan amanah Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang bertujuan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Mobil kontainer peti kemas yang tidak sesuai jam operasional dan jalur lalu lintas di Kota Gorontalo akan ditindak tegas. Hal itu menyusul keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 73 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang Khusus.

Pergub tersebut memberi angin segar bagi para pelaku usaha angkutan barang. Mereka diizinkan melalui jalur tertentu pada pukul 09.00-15.00 Wita dan pukul 21.00 s/d 05.00 Wita dengan berbagai pertimbangan. Sebelum Pergub keluar, mobil kontainer hanya diperbolehkan melintas dalam kota pada pukul 23.00 S/d 05.00 Wita.

“Yang sulit itu supirnya dan pengusaha itu sendiri. Coba bayangkan jam 11 malam tidak tidur sampai jam lima pagi. Kalau dia tabrak orang misalnya siapa nanti yang disalahkan? Oleh karena itu Pergub ini mengakomodir keinginan dari semua pihak,” terang Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat membuka sosialisasi Pergub tersebut, Selasa (20/2).

Sosialisasi yang dilakukan kepada semua stake holder ini diharapkan dapat memberikan satu pemahaman yang sama. Tujuannya agar penyelenggaraan transportasi peti kemas berjalan tertib, lancar dan selamat. Wagub menyadari peran transportasi peti kemas ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Sekarang ini pertumbuhan ekonomi kita 6,29 persen. Kita harapkan di 2018 bisa 7,14 persen. Begitu juga dengan inflasi kita yang diharapkan di bawah 4 persen. Kita yang yang berada di ruangan ini (para pelaku usaha) terlibat dalam kemajuan yang kita harapkan,” imbuh mantan Sekda Provinsi itu.

Meski memberikan kelonggaran pada jam-jam sibuk pukul 09.00 s/d 15.00 Wita dan 21.00 s/d 05.00 Wita, kontainer hanya dizinkan melalui pinggiran kota dengan status jalan provinsi. Rute yang dimaksud yakni dari Pelabuhan Gorontalo – Jl. Mayor Dullah – Jl. Jalaludin Tantu – Jl. Tribrata – Jl. Sultan Botutihe – Jl. Rajawali – Jl. Cendrawasih – Jl. HOS Cokroaminoto – Jl. Ir. Yusuf Dali – Jl. Jhon Ario Katili – Jl. Raya Limboto (Simpang 4 Pantungo) begitu pula sebaliknya.

Periode sosialisasi direncakan akan berakhir tanggal 27 Maret dan mulai ditindak pada tanggal 28 Maret 2018 mendatang.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kerjasama tersebut dalam bentuk pemberian potongan harga bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin melakukan penerbangan dengan pesawat pelat merah itu.

Hal ini dikatakan oleh Fazri Nurahman, Branch Manager Garuda Indonesia Cabang Gorontalo usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, di kediaman pribadi Gubernur, Sabtu (17/2).

“Kerjasama corporate ini dimana nanti semua pegawai pemprov maupun kabupaten / kota se Gorontalo akan diberikan harga khusus. Potongan harganya bervariasi bergantung rute penerbangan,” kata Fazri.

Garuda Indonesia juga siap ikut serta untuk mensukseskan pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo tahun ini. Pihaknya akan bersaing dengan beberapa maskapai lain untuk dipercaya sebagai operator pemberangkatan jemaah haji dari Gorontalo ke Makassar dan sebaliknya.

“Hal lain yang kami sampaikan ke pak Gubernur, bahwa kami akan menggelar even “Trevel Fair’ di Gorontalo untuk pertama kalinya. Rencananya kami bikin tanggal 23-25 Maret nanti,” sambungnya.

Terkait dengan pemberian diskon bagi PNS Gorontalo, Fazrin akan bertemu dengan dinas terkait. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo