>

Displaying items by tag: transportasi

Kamis, 21 Januari 2016 10:09

Gubernur Buka Akses Biluhu

Kabupaten Gorontalo, Harapan masyarakat wilayah Batudaa pantai dan Biluhu, Kabupaten Gorontalo untuk bisa menikmati akses jalan yang memadai, bakal segera terwujud tahun ini. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk membangun akses jalan Batudaa Pantai-Biluhu. Tahun ini kata Gubernur Rusli Habibie, telah dianggarkan kurang lebih Rp 100 miliar.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menurut Gubernur Rusli Habibie Sebenarnya telah mengaggarkan pengembangan akses jalan Batudaa Pantai, hanya saja karena keterbatasan anggaran, maka tidak ada pihak rekanan yang berani mengerjakan akses jalan tersebut. “Alhamdulillah perjuangan menjadikan jalan ini sebagai status jalan nasional terwujud pada tahun lalu,” ujar Rusli Habibie. Sebenarnya kata Gubernur, tahun 2015 lalu akses jalan ini bisa masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan. “Tapi tidak keburu, karena APBN-P disahkan terlebih dahulu.Tahun ini alhamdullilah dianggarkan,” ujar Rusli Habibie dalam kunjungannya ke Gorontalo Post, kemarin. Rusli Habibie menjelaskan, pengembangan jalan Batudaa Pantai-Biluhu merupakan bagian dari pembangunan proyek jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR). GOOR yang menghubungkan Bandar udara dengan pelabuhan laut Gorontalo, akan terhubung lagi dengan akses jalan Batudaa Pantai-Biluhu. Akses jalan ini untuk membuka keterisoliran masyarakat di wilayah itu karena sulitnya transportasi. Gubernur Rusli Habibie mengatakan, kawasan Batudaa Pantai-Biluhu memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Di kawasan ini yang memiliki potensi wisata yang sangat bagus, serta potensi lainnya seperti peternakan dan perikanan. “ini wilayah akan sangat maju kalau akses jalan ini segera terwujud. Insya Allah ini akan segera terealisasi,” paparnya.
Akses jalan Batudaa Pantai – biluhu merupakan komitmen Gubernur Rusli Habibie untuk terus mewujudkan pembangunan infastruktur di Gorontalo. Ia mengatakan, dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, maka dengan sendirinya akan menumbuhkan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Tahun 2016 Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika (Dishubparkominfo) Provinsi Gorontalo menargetkan percepatan terminal baru dan pembangunan Bandara Djalaludin Tantu serta integrasi lokasi wisata di wilayah itu.

Kepala Dishubparkominfo Provinsi Gorontalo, Djamal Nganro, Kamis mengatakan, pihaknya terus mengupayakan percepatan terminal baru di bandara Djalaludin Tantu Gorontalo, agar segera selesai pada bulan Februari 2016.

"Kami terus berupaya dalam percepatan terminal baru di bandara Djalaludin Tantu Gorontalo agar segera selesai pada bulan Februari 2016 dan dapat diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo," katanya.

Selain itu juga sedang merintis pembangunan bandara baru yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Pohuwato dan peningkatan fasilitas keselamatan jalan untuk menekan angka kecelakaan.

Sedangkan untuk sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo, Djamal mengatakan sedang merumuskan program nasional beberapa destinasi yang dipertimbangkan masuk dalam kawasan strategis nasional dan di Gorontalo mencoba mengecek seluruh perencanaan supaya berkelanjutan.

"Kami akan mengintegrasikan beberapa lokasi wisata di provinsi Gorontalo, seperti pantai wisata Botutonuo di Kabupaten Bone Bolango, terintegrasi dengan wisata taman laut Olele, kemudian objek wisata Pentadio di kabupaten Gorontalo terintegrasi dengan Iluta, serta objek wisata sejarah benteng Otanaha terintegrasi dengan lokasi diving di blue marlin, kemudian Lombongo," ungkapnya.

Sedangkan untuk akses jalan ke lokasi wisata, Djamal mengatakan sebagai contoh untuk desa wisata religius Bubohu, Bongo, apabila dilihat dari topografi memang agak sulit, jadi kami mempertimbangkan untuk membuat akses melalui laut dengan menggunakan perahu, serta mengusahakan akses kereta api.

Adapun iven yang didorong menjadi iven nasional, yaitu festival Olele dan festival Nike, festival danau Limboto dan Festival Saronde dan dibuat berkelanjutan.

"Selain itu juga kami mencoba fokuskan pariwisata melalui iven, pada tahun 2016 Dinas Pariwisata se-Kabupaten/Kota sepakat untuk membuat kalender iven bersama dan memberi warna tersendiri," katanya.

Djamal berharap agar menteri Pariwisata akan mengundang setiap provinsi agar melibatkan daerah dalam merumuskan program pariwisata 2016 agar daerah akan lebih tersentuh program yang nanti akan dilaksanakan. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pasca penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan oleh pemerintah, tarif angkutan di Provinsi Gorontalo belum mengalami perubahan karena masih dirumuskan.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi, Djamal Nganro mengatakan, untuk perubahan tarif Angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan Angkutan kota dalam Provinsi serta Kapal Ferry masih akan dirumuskan terlebih dahulu.

"Ini merupakan kewenangan dari kementerian perhubungan dan SK Gubernur untuk perubahan tarif angkutan, contohnya ASDP yang melayani hingga Sulawesi Tengah, jadi harus menunggu SK dari menteri Perhubungan, dan masih dikaji apakah harus turun atau tidak untuk tarif angkutan di Gorontalo," ungkap Djamal.

Sedangkan untuk jenis angkutan bencak motor (bentor), menurut Djamal,tarif yang berlaku tidak tetap karena hanya berdasarkan kesepakatan antara pengemudi bentor dan penumpang dalam penentuan bersarnya tarif yang dikenakan tergantung jarak.

"Jadi memang belum ada ketetapan harga antar jarak untuk tarif bentor, bentor memang belum terakomodir di ketentuan, memang kita punya perda, tetapi secara undang-undang no.22 tahun 2009 bentor belum terakomodir disitu, orientasinya bentor menjadi angkutan lingkungan, kemudian tarif masih kesepakatan antara penumpang dan pengemudi bentor, dan karena memang jarak tempuh bentor hanya jarak pendek, jadi mungkin perubahannya tidak terlalu terasa," katanya.

Djamal juga mengatakan, sebagian besar masyarakat Gorontalo sudah mengetahui mengenai penurunan harga BBM dan tidak seperti saat akan terjadi kenaikan harga BBM yang biasanya SPBU selalu ramai jelang kenaikan harga, SPBU-SPBU di Gorontalo tetap normal dalam pelayanan dan tidak terjadi penumpukan atau antrian.

"Menurut saya, penurunan BBM ini merupakan langkah positif menekan inflasi, karena secara otomatis harga-harga lainnya akan menyesuaikan, dan kemungkinan di Gorontalo dengan penurunan harga BBM yang tidak terlalu signifikan, tidak akan berpengaruh banyak pada tarif angkutan," tutupnya. (Adiwinata Solihin)

 

Sumber Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 05 Oktober 2015 13:06

Kepala Dishubparkominfo Langsung Action

Gorontalo,Pemerintahan NKRI di bawah kepemimpinan Rusli Habibie-Idris Rahim saat ini sudah memasuki tahun keempat dan salah satu program yang menjadi prioritas adalah pembangunan infrastruktur. Ada beberapa infrastruktur penting yang menjadi prioritas diantaranya Pembangunan GORR, Pengembangan Bandara Djalaluddin, Pembangunan Rumah Sakit Tipe B Provinsi Gorontalo, Pembangunan Bendung Randangan, Pembangunan Waduk Dumbaya Bulan dan Pembangunan jalur Kereta Api.

Dalam hal pembangunan kereta api, salah satu bukti karya nyata Gubernur Gorontalo adalah upaya mengakselerasi pembangunan kereta api di Pulau Sulawesi yang semula direncanakan akan dibangun pada tahun 2025 dimajukan menjadi prioritas pada tahun 2015-2019. Hal tersebut sudah diakomodir dalam Dokumen Revisi Masterplan Jalur KA Pulau Sulawesi.

kadishubparkominfo2

Untuk pembangunan kereta api terdapat beberapa dokumen yang harus disiapkan terlebih dahulu sebelum tahapan pembangunan yakni dokumen Pra FS/FS Jalur KA, Trase Jalur KA/Pra Design, DED Jalur KA, AMDAL, dan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah. Upaya serius Gubernur Gorontalo untuk meyakinkan Pemerintah Pusat akan keseriusan Pemerintah Gorontalo dalam mendukung pembangunan infrastruktur kereta api ini akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun ini Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan trase dan DED untuk dua segmen dari total lima segmen yang direncanakan dibangun di Provinsi Gorontalo dimana pembiayaan seluruh tahapan tersebut akan dialokasikan melalui APBN.

Hal tersebut disampaikan oleh Kadishubparkominfo Provinsi Gorontalo disela-sela acara seminar Laporan Pendahuluan Dokumen Trase dan DED Jalur Kereta Api yang dilaksanakan pada hari Rabu, 30 September 2015 di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Gorontalo. Rapat yang diinisiasi oleh Dishubparkominfo Provinsi Gorontalo, Bappeda Provinsi Gorontalo dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini turut dihadiri oleh SKPD Provinsi dan Kab/Kota serta stakeholder terkait lainnya

Kadis yang baru saja dilantik ini menambahkan bahwa untuk mengakselerasi pembangunan kereta api di Provinsi Gorontalo ini sangat dibutuhkan sinergitas semua pihak, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah serta semua stakeholder terkait lainnya. Olehnya perlu dibentuk pokja yang fokus dalam mengawal proses penyusunan dokumen tersebut sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama pembangunan kereta api dapat segera direalisasikan.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, elanjutan pembangunan Bandara Djalaluddin Gorontalo siap kembali dikerjakan. Kepastian itu diperoleh saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memimpin rapat koordinasi dengan Satker Revitalisasi Bandara yang digelar di VIP Bandara Djalaluddin, Kamis (18/6).

“Alhamdulillah sekarang anggarannya sudah bisa direalisasi dan prosesnya sudah berupa kontrak. Dalam waktu dekat para kontraktor juga sudah bisa kerja,” terang Rusli usai rapat.

Menurutnya saat ini ada dua pekerjaan utama yang harus segera dikebut yakni pelebaran landasan pacu serta kelanjutan pembangunan terminal. Landasan pacu yang lama rencananya akan diperpanjang menjadi 3 Kilometer dengan lebar 45 Meter.

“Untuk tahun depan Insya Allah akan dianggarkan lagi oleh pak Menteri untuk pembangunan runway baru panjangnya sama 3000 Meter namun yang
ini lebarnya 60 meter,” imbuhnya.

Kondisi terminal baru sendiri rencana akan diselesaikan hingga tahap akhir termasuk interior gedung. Dari 5 garbarata yang direncanakan,
pihak kontraktor menargetkan 2 garbarata bisa tuntas akhir tahun ini.

Ketika disinggung apakah pembangunan landasan pacu dan terminal baru bisa diselesaikan sebelum pelaksanaan Sail Tomini nanti, gubernur mengaku pesimis. Menurutnya pembangunan tersebut butuh waktu yang cukup lama belum lagi mengingat pekerjaannya baru bisa dilaksanakan awal Juni ini.

“Sepertinya sulit selesai September (saat Sail Tomini dan Festival Boalemo), karena memang targetnya akhir 2015 atau bulan Desember
nanti,” tuturnya.

Revitalisasi Bandara Djalaluddin sendiri tahun 2015 ini memperoleh alokasi anggaran sebesar 137 Milyar Rupiah. Anggaran sebesar itu dibagi untuk pekerjaan landasan pacu senilai 60 milyar, pembangunan terminal dan interior 72 Milyar dan sisanya untuk pembangunan taman serta patung. Gubernur mewacanakan untuk membangun dua patung di sekitar bandara yakni patung selamat datang dan patung Nani Wartabone. (Humas-Ismail).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meresmikan penerbangan perdana pesawat Batik Air di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Rabu (27/5).

Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi oleh gubernur yang didampingi direktur Batik Air Kapten Ahmad Lutfie, Manager Lion Air Grup Gorontalo Yasir Hasan serta Ketua DPRD Provinsi Rustam Akili.

Penerbangan perdana Batik Air disambut gembira oleh Gubernur. Selain untuk memberi alternatif jasa penerbangan bagi masyarakat, menurutnya hal ini menandakan pertumbuhan ekonomi Gorontalo terus tumbuh pesat setiap tahunnya.

“Tentunya setiap maskapai yang ingin masuk ke sini sudah memperhitungkan peluang bisnis dan prospek ekonomi dari Gorontalo. Ada kurang lebih 550 penumpang yang datang dan 500 orang yang berangkat dari Gorontalo setiap hari. Itu menandakan pertumbuhan ekonomi kita sangat baik,” terang Rusli Habibie.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi setiap maskapai, Gubernur berjanji akan terus mengupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas Bandar Udara Djalaludin Gorontalo. Perluasan landasan pacu dan pembangunan terminal baru diharapkan segera selesai akhir tahun ini.

“Landasan pacunya kita baru seluas 2500 Meter dengan lebar 45 Meter. Tahun ini sudah dilelang untuk penambahannya. Terminal baru juga sedang dikerjakan termasuk akan ada fasilitas garbarata bagi penumpang. Mudah mudahan tahun ini bisa selesai,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur Batik Air Ahmad Lutfie mengungkapkan, dipilihnya Gorontalo sebagai daerah ekspansi usaha tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang prospektif. Di pulau Sulawesi, Provinsi Gorontalo menjadi provinsi ketiga yang didarati pesawatnya selain Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

“Kita sudah survey dan kami punya data bahwa Gorontalo sangat layak menjadi destinasi. Makanya hari ini kami resmi membuka penerbangan dari dan ke Gorontalo. Provinsi ini menjadi yang ketiga di Sulawesi setelah Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Batik Air rencananya akan melayani penerbangan sekali setiap harinya pada pukul 15.40 Wita. Penerbangan melayani tiga rute yakni Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. (Humas-Ismail)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo Utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara akan mengevaluasi pembangunan infrastruktur transportasi publik, sebagai bentuk dukungan pada pelayanan masyarakat, kata Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara, Roni Imran, Rabu.

Pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2014, kata wabup, harus menjadi ajang evaluasi pemerintah daerah terhadap ketersediaan infrastruktur pelayanan publik khususnya infrastruktur penunjang prioritas, seperti terminal.

Mengingat di kabupaten ini belum memiliki terminal yang dapat menunjang kebutuhan sarana transportasi publik, termasuk pengelolaan terminal yang telah ada, seperti di Kecamatan Atinggola.

Rencananya kata Wabup, tahun 2015 mendatang pemkab akan membangun terminal dengan total anggaran Rp1,5 miliar yang akan ditempatkan di pusat ibu kota kabupaten, di wilayah Molingkapoto, Kecamatan Kwandang.

Pembangunan infrastruktur perhubungan darat ini, ditargetkan untuk memicu pertumbuhan ekonomi baru dengan hadirnya terminal yang pengelolaannya direncanakan akan dipihak ketigakan, agar penataan terminal tertata baik sebagai terminal utama maupun transit kendaraan antar kota dan provinsi.

"Kehadiran terminal akan mendorong produktivitas perekonomian sektor riil, disamping menghilangkan terminal bayangan yang menjamur di pusat ibu kota ini," ujar Wabup.

Pemkab juga akan membangun akses jalan yang memadai menuju terminal tersebut, sebab rencananya akan berdekatan dengan pasar besar tradisional Molingkapoto.

Serta mengajukan permintaan bantuan kepada pemerintah provinsi untuk membangun jalan lingkar Labanu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo yang akan menghubungkan dengan wilayah Tolongio, Kecamatan Anggrek kabupaten ini, sehingga jalan baru tersebut akan meretas kemacetan menuju arah terminal.

Serta menghindarkan kejadian kecelakaan lalu lintas di jalur tanjakan Pontolo yang sering dilewati kendaraan kontainer bermuatan berat.

"Seringkali kejadian kendaraan terguling di puncak Pontolo akibat tinggi dan panjangnya jalur jalan Pontolo di wilayah ini," ujar Wabup.

Peringatan HUT Perhubungan Provinsi Gorontalo di kabupaten ini, dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim sebagai inspektur upacara serta jajaran perhubungan dari kabupaten dan kota se-provinsi.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai, kehadiran tiga unit bus Damri di Bandara Jalaluddin, tidak akan memengaruhi pendapatan sopir taksi bandara yang beroperasi di wilayah itu.

Menurutnya, selain pangsa pasar yang berbeda, kehadiran bus tersebut justru akan memberi alternatif pilihan lebih

banyak kepada masyarakat untuk menggunakan fasilitasi transportasi yang dinginkan.

"Ada yang mengatasnamakan sopir taksi SMS ke saya, pak gubernur bagaimana dengan nasib kami para sopir? Saya jelaskan pasti anda kebagian penumpang juga. Tidak mungkin semua penumpang akan naik bus, tetap juga ada yang menggunakan jasa taksi," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini bandara harus memiliki fasilitas yang lebih baik, agar penumpang yang menuju atau dari bandara mudah mengakses transportasi umum.

Terlebih lagi tarif bus Damri jauh lebih murah yakni Rp30 ribu dan memiliki jangkauan yang lebih luas hingga ke Pelabuhan Fery Kota Gorontalo.

Sementara itu sejumlah warga menyambut gembira kehadiran bus Damri yang baru beroperasi tersebut.

"Kalau sudah ada bus, penumpang bisa sampai di kota tanpa harus tawar menawar dengan sopir taksi. Apalagi biayanya murah," kata seorang warga, Maryam Rauf.

Meski demikian, ia berharap bus yang disediakan oleh pemerintah jumlahnya lebih banyak agar penumpang tidak menunggu terlalu lama di bandara.

Bus Damri tersebut baru beroperasi selama dua hari dan melalui sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Nani Wartabone dan. Jalan HB Jassin.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 16 September 2014 00:00

Damri Gorontalo Resmi Operasikan Bus Bandara

Gorontalo, Perum Damri Gorontalo resmi mengoperasikan bus di Bandar Udara Djalaludin untuk membantu masyarakat mendapatkan angkutan menuju atau pulang dari bandara tersebut.

Pengoperasian bus bandara tersebut dilakukan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Direktur Usaha Perum Damri Sarmadi Usman di Ruang VIP Bandara Djalaluddin, Gorontalo, Selasa.

Peresmian pengoperasian bus bandara itu dilakukan dengan uji coba kendaraan yang dikemudikan oleh gubernur berkeliling seputar areal terminal.

Pada tahap awal, Damri mengoperasikan tiga unit bus. Bus berkapasitas 17 penumpang itu dilengkapi pendingin udara, kursi nyaman serta bagasi untuk menampung barang milik penumpang.

Bus tersebut akan beroperasi dari Bandara Djalaluddin hingga ke Pelabuhan Ferry Kota Gorontalo dan sebaliknya dengan tarif Rp30.000 per orang.

Bus akan melintasi jalan utama di Kota Gorontalo seperti Jalan Nani Wartabone dan Jalan HB Yasin.

Penumpang dapat membeli tiket di bandara, pelabuhan ferry, atau langsung membayar di dalam bus. Operasional bus rencananya sebanyak tiga kali keberangkatan, yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan tiap maskapai pesawat.

Gubernur menilai bus tersebut akan sangat membantu penumpang yang selama ini hanya mengandalkan angkutan tidak resmi, dengan tarif lebih mahal.

"Tadinya bus ini hanya sampai di pusat kota, tapi saya bilang ke Damri, tolong dilayani penumpang dari pelabuhan ferry. Nanti jadwalnya diatur agar penumpang dari pelabuhan ferry bisa langsung ke bandara atau sebaliknys," jelas Rusli.

Direktur Usaha Perum Damri Sarmadi Usman menjelaskan kehadiran bus bandara itu tidak terlepas dari permohonan Pemprov Gorontalo agar BUMN itu menyediakan armada pemadu moda kepada Kementerian Perhubungan RI.

Rencananya bus yang akan diserahkan sebanyak 10 unit, namun untuk tahap awal baru tiga unit.

"Sejak beroperasi di Gorontalo tahun 2001, Perum Damri sudah melayani tujuh trayek perintis yang melintasi lima kabupaten. Tahun depan kami harapkan ada penambahan trayek baru yang belum terlayani," jelas Sarmadi.*

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 September 2013 00:00

Perluasan Landasan Pacu Bandara Segera Action

Gorontalo, Kendala lahan yang selama ini menghambat upaya perluasan landasan pacu bandara Djalaludin Gorontalo akhirnya usai. TNI angkatan udara (TNI AU) yang memiliki lahan seluas 39,9 hektar dikawasan itu resmi memberikan izin pinjam pakai lahan sebelum proses ruislag (tukar guling) usai. Hal ini tentu tidak lepas dari upaya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang terus memperjuangkan perluasan Bandara Djalaludin Gorontalo.


Persetujuan izin pinjam pakai ini disepakati dalam Memorandum Of Understunding (MoU) yang ditandatangani antara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoops AU) II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, berlangsung di Jakarta, jum'at (6/9) malam. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo, Ahmad Syaus mengatakan, setelah adanya proses izin pinjam pakai, maka proses selanjutnya adalah ruislag." Memang untuk ruislag prosesnya agak lama, sementara lahan sudah sangat dibutuhkan. Makanya opsi yang kita pilih adalah izin pinjam pakai dan setelah itu ke rusilag," paparnya.


Dikatakan Ahmad Syaus kalau Gubernur Gorontalo Rusli Habibie begitu serius dalam mengembangkan Bandara Djalaludin, dimana keberadaan bandara merupakan salah satu penggerak ekonomi di Gorontalo. " kalau bandara baik, maka arus ekonomi juga meningkat," tandasnya.


Seperti diketahui, pengembangan Bandara Djalaludin Gorontalo terkendala lahan, terutama untuk peluasan landasan pacu. Lahan yang ada disekitar bandara adalah milik TNI Angkatan Udara.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 4 dari 4
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama