>
Minggu, 22 Desember 2019 01:00

TPID Sukses Kendalikan Gejolak Harga di Masyarakat

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Kemampuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo yang mampu mengendalikan gejolak kenaikan harga di daerah membuat inflasi moderat, bahkan pada tahun 2016 besaran angka inflasi paling rendah disepanjang 10 tahun terakhir.

Tidak mengherankan jika Provinsi Gorontalo tahun 2019 ini mendapatkan penghargaan sebagai TPID Terbaik 2018 se-Sulawesi. TPID Pohuwato juga masuk sebagai TPID Terbaik 2018 se Sulawesi untuk tingkat kabupaten.

Kinerja TPID membuat perekonomian Gorontalo stabil dengan tingkat pertumbuhan yang di atas rata-rata nasional.

 “Tentu saja penghargaan ini bukan saja untuk pemerintah provinsi, tetapi semua yang terlibat dalam tim. Termasuk Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo selaku leading sektornya dan pemerintah kabupaten/kota,” kata Kepala Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi (P2E), Sagita Wartabone, Sabtu (21/12/2019).

Sagita Wartabone menjelaskan kesuksesan menekan inflasi tidak terlepas dari pemetaan masalah dan perencanaan program yang berjalan terintegrasi lintas sektor.

“Selain komunikasi yang efektif melalui berbagai pertemuan, semua pihak punya komitmen yang sama untuk menjaga harga-harga di pasaran berlangsung stabil setiap bulannya,”ujar Sagita Wartabone.

Ia mencontohkan masalah Komoditas ikan segar merupakan salah satu konsumsi utama masyarakat Gorontalo menjadi salah satu penyumbang inflasi utama dan tertinggi di Gorontalo, selama 3 tahun terakhir. Tercatat rata-rata inflasi kelompok ikan segar di Gorontalo mencapai 12,14 persen (year on year).

“Maka kami mengurai masalah itu dalam 4 hal pokok, memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, komunikasi efektif. Empat hal ini dijabarkan lagi ke dalam program yang lebih banyak diintervensi oleh program-program pemerintah provinsi,” imbuh Sagita Wartabone.

Untuk ketersediaan pasokan ikan misalnya, Pemprov fokus pada bantuan kapal. Rinciannya 90 unit bantuan dari Pemprov Gorontalo untuk Kapal perahu 3 GT dan mesin tempel 15 PK serta dari KKP sebanyak 59 unit kapal perahu 5 GT dan 3 GT.

Masalah distribusi ikan diintervensi dengan bantuan bagi penjual keliling yang masih menggunakan sepeda kayuh. Sepeda diganti dengan bantuan sepeda motor lengkap dengan kotak pendingin ikan. Ada juga bantuan modal usaha kepada 110 pedagang ikan keliling (Tibo-tibo) di seluruh wilayah Gorontalo berupa kotak penyimpanan ikan portabel dan 17 kg ikan segar.

Selain bantuan-bantuan tersebut, Pemprov Gorontalo menjadi yang paling aktif dalam pelaksanaan pasar murah keliling kecamatan yang dilaksanakan hampir setiap pekan. Acara yang dikemas dalam Bakti Sosial NKRI Peduli itu menyasar setiap daerah dengan pasar murah.

“Ini kebijakan pak gubernur yang terus dilaksanakan hingga saat ini. Setiap bahan pokok hanya cukup dibeli dengan harga serba lima ribu Rupiah. Jika ada santunan dari Baznas, harganya tidak serba lima ribu, tapi masih cukup terjangkau masyarakat,” tuturnya.

Sagita berharap agar inflasi tahun 2020 tetap bisa ditekan lebih rendah lagi. Hal ini tentu saja butuh peran semua pihak, termasuk dari pemerintah kabupaten dan kota. Perlu juga diefektifkan komunikasi lintas sektor agar masalah di lapangan bisa segera diketahui dan dicarikan solusinya.

Pewarta: PPID P2E

Baca 101 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama