>
Minggu, 29 September 2019 09:25

Wagub Canangkan Gorontalo Karnaval Karawo

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim melepas balon udara saat pencanangan Gorontalo Karnaval Karawo di Lapangan Taruna Remaja. Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim melepas balon udara saat pencanangan Gorontalo Karnaval Karawo di Lapangan Taruna Remaja.

GORONTALO – Pengembangan kerajinan sulaman karawo harus dilestarikan dan didukung oleh lintas sektor di  Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sulaman karawo melalui peningkatan kapasitas pengrajin yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai jualnya.

"Sulaman karawo adalah budaya masyarakat Gorontalo,  yang diturunkan dari nenek moyang," kata Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo pada pencanangan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 di lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (29/9/2019).

Sebagai warisan budaya, karawo menjadi identitas masyarakat Gorontalo. Kerajinan ini hidup di tengah masyarakat, dilakukan oleh kaum wanita seusai melakuka  aktifitas rumah tangga.

Sebagai kerajinan, sulaman karawo harus ditingkatkan kualitasnya. Tanggung jawab ini dilakukan oleh pemerintah melalui instansi terkait seperti dinas perindustrian, pariwisata, Dewan Kerajinan Nasional dan dukungan dari Bank Indonesia.

"Karawo yang berkualitas terbukti menjadi daya tarik masyarakat internasional, karawo sudah dikenal luas," ujar Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk mengenalkan sulaman karawo, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo sejak lama getol mempromosikan produk unik ini, salah satunya melalui Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), sebuah ajang kepariwisataan yang masuk dalam 100 Calendar of Even Kementerian Pariwisata. GKK tahun ini memasuki usia ke-9.

Pengrajin karawo ditemukan di semua daerah di Provinsi Gorontalo, jumlahnya mencapai ribuan orang. Mereka menyulam setiap hari, melibatkan anggota keluarga.

Keterampilan mengiris serat benang, menyulam dan mengikatnya menjadi sulaman yang indah. Kerajinan ini diwariskan dari anggota keluarga yang lebih tua kepada anak-anak. Sampai saat ini para pengrajin masih tekun memainkan benang warna-warni pada kain yang telah dicabut sebagian seratnya.

Untuk menggenjot penjualan sulaman karawo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata menggelar GKK setiap tahunnya.

Ketekunan dan konsisten penyelenggaraan kegiatan ini menjadikan GKK masuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Baca 336 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama