>
Selasa, 15 Oktober 2019 07:40

Warga Penerima Bantuan Pemerintah Gorontalo Dilarang Merokok Dan Konsumsi Miras

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Gubernur Gorontalo Rusli Habibie) saat berbincang dengan salah satu penerima bantuan sepeda motor berkotak pendingin pada Bakti Sosial NKRI Peduli di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (14/10/2019). (Foto Salman-Humas). Gubernur Gorontalo Rusli Habibie) saat berbincang dengan salah satu penerima bantuan sepeda motor berkotak pendingin pada Bakti Sosial NKRI Peduli di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (14/10/2019). (Foto Salman-Humas).

LIMBOTO – Keluarga penerima bantaun dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dilarang merokok dan mengonsumsi minuman keras (miras), sebab merokok dan miras dianggap merusak kesehatan. Merteka juga diharapkan membuat skala prioritas kebutuhan keluarga.

Permintaan ini disampaikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie kepada pedagang ikan keliling penerima bantuan sepeda motor berkotak pendingin. Peringatan ini juga untuk memastikan bahwa warga penjual ikan keliling memanfaatkan keuangannya untuk kebutuhan yang lebih mendasar.

“Kadis Kelautan dan Perikanan pantau yang pakai (rompi) kuning penerima motor, kalau mereka merokok cabut motornya. Tidak ada gunanya diberi bantuan jika buat beli rokok ada uang tapi buat beli motor tidak ada,” kata Rusli Habibie saat menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Pada kegiatan ini Rusli Habibie menyerahkan bantuan 16 unit sepeda motor berkotak pendingin untuk warga pedagang ikan keliling di Kabupaten Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo menganggarkan 72 unit sepeda motor berkotak pendingin yang disebar di 6 kabupaten/kota.

Rusli Habibie bahkan meminta warga untuk menjadi pemantau mandiri bagi penjual ikan keliling yang dibantu pemerintah provinsi. Jika ada yang merokok saat menjajakan ikan diminta untuk difoto disertai data yang lengkap. Bagi pelapor Gubernur Rusli menyediakan bonus senilai Rp500 ribu.

“Harus berhenti merokok ya! Jika ada yang foto bapak sedang merokok dan berjualan ikan, maka yang foto saya kasih lima ratus ribu. Siapa namanya, mana fotonya saya kasih lima ratus ribu,” tegas Ruli Habibie.

Rusli Habibie berharap masyarakat Gorontalo, khususnya warga miskin berhenti merokok dan mengkonsumsi miras. Ia kembali menegaskan untuk mencoret dari Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) jika ada warga miskin yang terbukti merokok. Tidak saja orang yang merokok, tapi juga satu keluarga yang ditanggung oleh pemerintah provinsi.

Ada 4 syarat yang akan diberlakukan untuk penerima BPJS dan bantuan lainnya. Selain tidak merokok, keluarga tersebut harus tidak mengkonsumsi miras, melaksanakan program KB dan salah satunya sebagai pendonor darah.

Kebijakan ini akan segera diverifikasi lapangan yang dimulai dari penerima Jamkesta yang terintegrasi BPJS. Pemprov sudah membentuk tim untuk turun ke lapangan. Perokok akan dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

 

Pewarta: Isam - Humas

Baca 257 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama