>
Kamis, 22 Oktober 2020 02:23

Workshop Strategi Pelaku Industri Kreatif Gorontalo Menembus Pasar Ekspor

Oleh
Beri rating
(0 suara)

 

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata menggelar webinar dengan tema strategi pelaku industri kreatif Gorontalo menembus pasar ekspor, Selasa (20/10/2020).

Guna membantu pelaku industri kreatif di masa pandemic Covid-19 Dinas Pariwisata kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Yayasan Keluarga Pahlawan Nasional (YPKN) Yogyakarta menggelar workshop strategi pelaku industri kreatif Gorontalo menembus pasar ekspor.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Suparmono  Ketua STIM YPKN, Kiki Sri Rejeki Ekasasi  Ketua LP2M STIM YPKN Jogyakarta dan Eka Sudarusman  seorang intrukstur ekspor.

Kepala Dinas Pariwisata, Rifli Katili mengatakan saat ini Indonesia berada pada situasi pandemi Covid-19 yang cukup berdampak pada menurunnya penjualan produk UMKM/industri kreatif seperti fesyen, kriya dan kuliner namun pemerintah bersama seluruh sektor terkait terus berupaya menstimulus ekonomi masyarakat agar tetap bisa bertahan.

“Kita diharapkan dapat memberikan perhatian khusus terhadap pertumbuhan ekonomi industri kreatif agar pertumbuhan ekonomi kreatif terus untuk mengerakkan roda perekonomian di Provinsi Gorontalo dengan menciptakan dan memperluas pasar produk, baik domestik maupun ekspor,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili meminta pelaku industri kreatif mampu menangkap peluang serta memiliki strategi bagaimana mempertahankan bisnis di masa pandemi saat ini, dengan memanfaatkan teknologi yang ada atau platform digital.

Salah satu bentuk strategi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo adalah sinergi penthahelix, salah satunya dengan akademisi sekolah tinggi ilmu managemen YPKN Jogyakarta.

Rifli katili mengutarakan ada Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia yakni; arsitektur, desain interior, desain-komunikasi-visual (DKV), desain produk, fashion, film-animasi-video, fotografi periklanan, kerajinan (kriya), kuliner, musik, aplikasi, pengembangan permainan, penerbitan, periklanan, tv dan radio, seni pertunjukkan, dan seni rupa.

Namun Ada 5 subsektor yang di dorong oleh pemeritah provinsi gorontalo yakni kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan dan fotografi. 5 sub sektor ini mendapatkan perhatian yang serius disesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi yang ada di daerah. Namun demikian bukan berarti yang subsektor yang lain tidak mendapatkan perhatian.

Rifli menambahkan dari data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sektor industri ekonomi kreatif turut menyumbang cukup besar terhadap produk domestik bruto dari 17 subsektor yang ada 3 di antaranya berkontribusi besar yakni Kuliner 60 persen, kriya 17 persen, fesyen 14,9 persen.  Sektor fesyen menyumbang lebih dari 60 persen disusul oleh kriya dan yang ketiga di kontribusi oleh kuliner.

Rifli Katili mengakui para pelaku ekonomi kreatif di Gorontalo,  di samping harus memenuhi kebutuhan lokal dan domestik, namun untuk kebutuhan pasar ekpsor masih sangat terbatas. Oleh karena itu kerja antar dua intansi ini memberikan harapan baru bagi para pelaku ekonomi kreatif di daerah untuk membus pasar ekspor.

 

Pewarta : Aldi - Dispar

Baca 67 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama