>

GORONTALO – Dewan Pengurus Wilayah InWOCNA (Indonesian Wound Ostonomy Continence Nurse Association) Provinsi Gorontalo memberikan pelayanan gratis perawatan luka diabetes yang digelar di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Minggu (8/12/2019). Sebanyak 20 warga dengan luka diabetes memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan sekaligus memperoleh perawatan luka yang dideritanya.

Ketua DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo Ari Tangahu menjelaskan, perawatan luka tersebut merupakan rangkaian dari Basic Certified Wound Care Nurses (BCWCN) atau pelatihan dasar perawatan luka bagi perawat. Pelatihan dilakukan dengan metode teori, praktikum, serta skill side atau penerapan sisi keahlian untuk perawatan luka.

“Pada skill side ini kita membuka kesempatan bagi 20 penderita luka diabetes untuk mendapatkan perawatan luka secara gratis. Alhamdulillah mendapatkan antusias dari masyarakat,” ujar Ari.

Ari menambahkan, perawatan luka yang dilakukan oleh InWOCNA menggunakan menggunakan metode Advance Dressing atau perawatan luka modern. Berbeda dengan perawatan luka konvensional yang masih menggunakan kain kasa, obat merah, dan alkohol, pada metode Advance Dressing sudah menggunakan bahan-bahan modern seperti anti mikrobial, salep, bubuk powder, gel, serta balutan yang sesuai dengan jenis luka.

“Pada metode advance dressing penyembuhan luka lebih cepat dan komprehensif. Gaya balutannya pun bermacam-macam, ada balutan gradulasi untuk pertumbuhan jaringan dari bawah ke atas, ada juga balutan anti mikrobial untuk pengangkatan bakteri,” tuturnya.

Ketua DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo berharap melalui pelatihan dasar perawatan luka dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Khusus untuk para penderita luka diabetes, diharapkan para perawat yang telah memperoleh pelatihan bisa mencegah terjadinya amputasi.

“Harapannya untuk penyembuhan luka diabetes insyaallah tidak sampai diamputasi,” tandas Ari.

Pelatihan dasar perawatan luka berlangsung selama dua hari dari tanggal 7 hingga 8 Desember 2019. Pelatihan diikuti oleh 30 perawat utusan dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, dengan narasumber Dr. Suryadi, guru besar perawatan luka yang memperoleh spesialis perawatan luka dari Jepang.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 Desember 2019 00:04

Beda Haluan Politik Jangan Hambat Pembangunan

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta kepada masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan politik sebagai  penyebab terhambatnya pembangunan di daerah. Ia menyadari selama menjabat sebagai gubernur tidak mampu menyenangkan semua pihak.

“Jika ada yang tdak suka dengan Rusli Habibie, tidak suka dengan politik saya, jangan bawa-bawa program saya dan dihambat. Program rumah sakit Ainun dan lain-lain ini diperuntukkan untuk rakyat, bukan untuk saya. Kami berdua dengan pak Idris Rahim ingin meninggalkan legacy buat masyarkat Gorontalo,” tutur Rusli saat menggelar dialog rumah kopi yang disiarkan oleh Radio Suara RH dan Radio RRI, Minggu (8/12/2019).

Gubernur Gorontalo dua periode itu merasa tidak goyah dengan opini negatif dari orang yang membencinya. Ia berhasil membuktikan berbagai cibiran dan cacian dengan karya yang sudah bisa diarasakan oleh rakyat, termasuk oleh orang yang meragukan kapasitasnya.

“Contohnya dulu saya dikatakan tidak akan bisa membangun bandara, akhirnya sekarang jadi. Tidak bisa dibangun oleh pak Rusli jalan GORR, tapi sekarang orang yang mengatakan itu sekarang banyak lewat di situ. Saya hanya tertawa,”  Rusli mencontohkan.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga mengaku tidak terobsesi dengan berbagai penghargaan. Banyak tawaran penghargaan yang ia tolak karena hanya berorientasi uang.  Ia hanya ingin dikenang warga dengan karya yang bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

 “Buat apa saya setiap minggu setiap bulan datang ke Jakarta mendapatkan penghargaan kertas tapi rakyat saya yang sakit tidak terobati. Banyak rakyat saya tidak kebagian bibit, belum makan pagi dan siang (sedangkan saya) hanya mengumpulkan secari kertas (penghargaan) yang dibayar,” tandasnya.

Terkait dengan program pembangunan RS Ainun Habibie dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), semua tahapannya sudah berjalan dengan baik. Pihaknya berupaya sedari awal perencanaan proyek ratusan miliar ini statusnya clear dan clean.

Setelah disetujui DPRD, Gubernur Rusli beserta tim juga sudah mendatangi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri agar ditinjau dan dikawal prosesnya mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi akhir. Rencananya rumah sakit rujukan tipe B itu akan mulai dikembangkan bulan Mei tahun 2020 nanti.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Memeriahkan peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019, Bhayangkari Daerah Gorontalo menggelar jalan sehat keluarga yang mengambil start dan finis di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Sabtu (7/12/2019). Kegiatan diawali dengan senam Sajojo bersama oleh ribuan masyarakat peserta jalan sehat keluarga.

Ketua Bhayangkari Daerah Gorontalo Ny Winta Widada dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan jalan sehat keluarga dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 bertujuan untuk mendukung peran ibu dalam menciptakan keluarga sehat yang bergenerasi cerdas demi Indonesia maju.

“Jalan sehat keluarga ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia untuk memperingati Hari Ibu yang tahun ini mengangkat tema perempuan berdaya Indonesia maju,” ujar Winta Widada.

Lebih lanjut istri Kapolda Gorontalo ini mengajak seluruh perempuan di Provinsi Gorontalo untuk bersama-sama memajukan Indonesia. Menurutnya, perkembangan kehidupan sosial yang semakin dinamis dan kompleks menuntut peningkatan wawasan dan pengetahuan perempuan dalam menjalankan perannya sebagai istri dan ibu.

“Peran perempuan sebagai istri dan ibu sangat besar dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Indonesia maju dimulai dengan menjadi teladan yang baik dari keluarga inti. Perempuan harus terus berdaya untuk mendorong terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan SDM unggul dan Indonesia maju,” papar Winta Widada.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim yang turut serta pada kegiatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan jalan sehat keluarga oleh Bhayangkari Daerah Gorontalo yang dinilainya sangat bermanfaat dalam menjaga kebugaran dan kesehatan jasmani.

 “Jalan sehat keluarga ini sangat meriah, teratur dan tepat waktu. Melalui kegiatan ini kebugaran dan kesehatan fisik kita akan lebih prima,” ujar Idris.

Idris menambahkan, peringatan Hari Ibu ke-91 pada hakikatnya merupakan momentum untuk meningkatkan peran ibu dalam membangun keluarga yang harmonis, serta membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter dalam rangka mendorong terwujudnya Gorontalo dan Indonesia maju.

“Hari Ibu mengingatkan kepada kita betapa besar peran ibu sebagai pembina utama dalam keluarga. Kegigihan dan pengorbanan seorang ibu mulai dari mengandung, menyusui, hingga mendidik anak-anaknya wajib kita syukuri. Rasa syukur itu harus kita wujudkan dengan menjadi generasi yang menjadi kebanggaan orang  tua, berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tandas Idris.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Media dalam jaringan (online) di Gorontalo mendapat perhatian Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Ia berharap agar media bisa menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat khususnya menyangkut layanan publik.

“Jangan hanya satu arah, hanya memberitakan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Ada juga masukan dari masyarakat baik di bidang kesehatan di bidang pendidikan, infrastruktur, pertanian dan lain-lain,” pinta Gubernur Rusli saat silaturahmi dengan pemilik media daring di Kota Gorontalo, Sabtu (3/12/2019).

Gubernur Rusli menyebut pemerintahannya tidak alergi dengan kritikan. Kritik warga menurutnya sangat penting untuk menjadi bahan evaluasi setiap program dan layanan pemerintahan yang telah, sedang dan akan dikerjakan.

“Contohnya di kita ada pelayanan satu atap. Ketika di sana ada keluhan tolong juga disampaikan ke kita agar seimbang. Jangan hanya program kita yang disampaikan pada masyarakat agar kita tahu dan diskusikan dengan masing-masing OPD,” imbuhnya.

Rusli Habibie menilai eksistesi media sangat vital dalam pembangunan khususnya menjaga stabilitas keamanan yang kondusif. Ia berharap media menjadi penyejuk dan bisa mengedukasi masyarakat dengan berita-berita yang beretika dan sesuai kode etik jurnalistik.

Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2020 akan digelar Pilkada di tiga daerah di Gorontalo. Ia berharap agar media ikut berpartisipasi dalam hal edukasi politik khususnya menyangkut politik uang.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo menggelar High Level Meeting (HLM) untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas jelang Natal dan tahun baru. HLM yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Jumat (6/12/2019).

 “Seminggu jelang Natal dan tahun baru saya minta TPID Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota untuk turun ke lapangan memantau dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis terdistribusi dengan baik,” tegas Wagub Idris Rahim. 

Idris menegaskan, jika terjadi fluktuasi harga utamanya terhadap komoditas pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat, maka pemerintah berkewajiban untuk hadir di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan operasi pasar. Menyangkut hal tersebut Idris menginstruksikan Dinas Kumperindag, Dinas Pertanian, serta dinas yang terkait untuk berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre Gorontalo untuk secara terus menerus memantau kondisi pasar dan segera melakukan operasi pasar jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar untuk menjaga stabilitas inflasi. 

“Apapun yang kita kerjakan tetapi jika pertumbuhan ekonomi rendah dan tingkat inflasi kita tidak jaga bersama-sama, maka tidak ada gunanya kita sebagai aparat pemerintah. Oleh karena itu saya minta sama-sama kita bersinergi untuk mengendalikan tingkat inflasi dengan cara memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat,” tutur Idris.

Pada HLM tersebut Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto mengungkapkan realisasi inflasi Provinsi Gorontalo periode November 2019 tercatat sebesar 0,23 persen month to month (mtm). Tingkat inflasi tersebut lebih tinggi dari inflasi pada bulan Oktober 2019 yang tercatat sebesar 0,02 persen mtm. 

“Tekanan inflasi November 2019 didorong oleh peningkatan inflasi volatile food yang didominasi oleh kelompok bahan makanan yang menyumbang inflasi sebesar 1,34 persen,” ujar Budi. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, dari 10 komoditas yang mengalami inflasi pada November 2019, penyumbang inflasi terbesar adalah tomat sayur dengan kontribusi sebesar 1,10 persen. Penyumbang tingkat inflasi berikutnya yaitu cabai rawit dengan kontribusi 0,37 persen, disusul oleh apel, bawang merah, mujair, serta ikan nila berada pada posisi kesepuluh dengan konstribusi sebesar 0,02 persen.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Aparat gabungan berhasil mengamankan 30 unit kendaraan roda dua dan roda empat yang diduga sering digunakan untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) secara berulang-ulang di SPBU di area Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Penertiban dilakukan oleh tim gabungan dari unsur Biro P2E, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI dan Polda Gorontalo, Rabu (4/12/2019).

“25 kendaraan roda dua dan roda empat itu diamankan di SPBU Tamalate Kota Gorontalo sementara 5 kendaraan lain diamankan di SPBU di Kabupaten Gorontalo. Kendaraan yang diamankan rata-rata sudah dimodifikasi dan tidak memiliki kelengkapan berkendara,” ungkap Kepala Biro P2E Sagita Wartabone saat diwawancarai, Jumat (6/12/2019).

Menurut Sagita, operasi penertiban sudah dilaksanakan selama tiga hari yakni tanggal 2, 4 dan 6 Desember. Operasi menyesuaikan dengan jadwal pengisian BBM di SPBU yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango.

Aparat memberikan teguran kepada pengguna kendaraan bermotor untuk tidak melakukan pengisian berulangan untuk diperjualbelikan secara eceran. Petugas SPBU juga diberi peringatan agar tidak lagi melayani pengisian BBM dalam jumlah banyak dan berulang.

“Penindakan ini kami harapkan bisa memberi efek jera kepada masyarakat dan operator SPBU. Kami berharap agar operasi serupa bisa ditindaklanjuti oleh setiap pemerintah daerah dan polres setempat,” imbuh Sagita.

Tahap berikutnya setelah penertiban antrian SPBU yakni meminta Hiswana Migas melakukan penataan dan pembinaan ke pihak SPBU. Pemda setempat diminta agar mensosialisasikan kepada depot-depot kecil untuk menghentikan aktivitasnya karena tidak sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas).

 “Setelah pembinaan dan sosialisasi dilaksanakan maka tahap terakhir melakukan sidak ke depot-depot untuk dilakukan penindakan dan penutupan paksa,” tandasnya.

Tanggal 2 Desember operasi penertiban menyasar SPBU di Kabupaten Gorontalo yakni SPBU Padengo dan SPBU Isimu. Hasilnya

Penertiban antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diintensifkan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemprov Gorontalo dan Polda Gorontalo. Penertiban dilakukan sudah tiga hari terakhir yakni 2, 4 dan 6 Desember sesuai jadwal pengisian BBM.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Keberhasilan Badan Keuangan Provinsi Gorontalo dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang baik menarik perhatian Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan studi komparatif, Kamis (5/12/2019).

Danial Ibrahim, Kepala Bidang Anggaran dan Bina Keuangan Daerah Badan Keuangan Provinsi Gorontalo menjelaskan Bakuda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi keberhasilan Badan Keuangan Provinsi Gorontalo yang menjadi provinsi pertama se Indonesia yang menyusun APBD Tahun Anggaran 2020.

Ia juga menambahkan, studi komparatif ini dilakukan karena mereka tertarik untuk belajar tentang Sistem Informasi manajemen Perjalan Dinas (SiMPD) yang selama ini diterapkan Pemprov Gorontalo.

Selama ini aplikasi yang dibuat oleh Badan Keuangan telah menjadi perhatian berbagai daerah.

“Manfaat dari aplikasi ini banyak sekali seperti transparan, akuntabel, go green, dan mempermudah pekerjaan”, urai Danial.

Danial menambahkan mereka salut dengan keberhasilan Provinsi Gorontalo yang mampu menyabet penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama enam kali berturut-turut.

“Perhatian luar biasa disampaikan oleh mereka dengan keberhasilan kita atas perolehan Opini WTP terhadap LKPD yang sudah enam kali berturut-turut di masa pemerintahan Bapak Rusli Habibie dan Idris Rahim” pungkas Danial.

 

Pewarta : Anie

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA BONE - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo menargetkan 50 Pas Kecil untuk nelayan di kabupaten Bone Bolango dalam kegiatan Gerai Nelayan yang digelar selama 2 hari, Kamis-Jumat (5-6/12/2019) yang bertempat di Aula Kantor Desa Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango.

Penyelenggaraan kegiatan Gerai Nelayan ini untuk mempermudah nelayan kapal berkapasitas di bawah 7 GT memperoleh Pas Kecil melalui Gerai Nelayan.

Untuk pengurusan Pas Kecil ini, DKP Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Gorontalo.

Dalam kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta jajarannya dan Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Gorontalo, Tri Edy Wijayanto,  petugas ahli ukur kapal, Pemerintah Desa Olele dan masyarakat nelayan

 “Kegiatan ini sudah kami koordinasikan sejak tanggal 17 Oktober lalu bersama KSOP, Penyuluh Perikanan serta pelaku usaha penangkapan ikan,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan PSDKP, Andryanto Rahim.

Andryanto Rahim menjelaskan dari 3 tempat yang ditargetkan, Desa Olele yang pertama dikunjungi beserta tim, dalam waktu 2 hari k edepan mereka menargetkan 50 bahkan bisa sampai 60 Pas Kecil akan terbitkan.

Andryanto Rahim menambahkan untuk memperoleh Pas Kecil ini nelayan tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis, ini merupakan komitmen bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk membantu nelayan dalam pengurusan kelengkapan dokumen kapal.

Pas Kecil adalah surat tanda kebangsaan kapal bagi kapal di bawah 7 GT yang diberikan sebagai legalitas untuk dapat mengibarkan bendera kebangsaan kapal, termasuk kapal penangkap ikan, penjelasan ini ada pada Pasal 163 ayat (2) undang-undang nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran.

Secara umum jika ingin melakukan pengurusan Pas Kecil pemilik kapal mengajukan permohonan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di pelabuhan di mana kapal berada dengan dilampiri bukti kepemilikan dan identitas pemilik, selain itu juga persyaratan administrasi yang harus dipenuhi antara lain bukti hak milik kapal, identitas pemilik dan surat keterangan ukuran dan tonase kapal yang diterbitkan oleh Syahbandar.

Kedepan kegiatan Gerai Nelayan untuk mempermudah pengurusan Pas Kecil ini akan dilakukan di Kota/Kabupaten lain.

 

Pewarta : Yanto - DKP

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Kamis, 05 Desember 2019 22:21

Korpri Harus Lakukan Inovasi

GORONTALO – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dituntut agar terus bergerak melakukan inovasi. Sekda Darda menilai inovasi dan terobosan-terobosan baru diperlukan untuk menjawab tantangan yang semakin besar.

“Cara-cara lama yang monoton dan tidak kompetitif jangan diteruskan lagi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba saat membacakan sambutan Gubernur Gorontalo pada upacara bendera dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo ke 19 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-48 KORPRI tingkat Provinsi Gorontalo di halaman Museum Purbakala, Kamis (5/12/2019).

Selain itu, mampu bekerja keras dan cerdas sebagai abdi negara, masyarkat, dan pemerintah. KORPRI berperan optimal sebagai organisasi profesi yang diandalkan dalam meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas. Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan.

“Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat harus dipangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci birokrasi. Bapak Presiden Jokowi sering mengingatkan bahwa kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil,” ujar Darda.

Sekda berharap momentum peringatan HUT Provinsi Gorontalo ke 19 dan HUT KORPRI ke 48, pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo agar selalu bergandengan tangan dalam keberagaman dan harmonisasi serta meningkatkan partisipasi dalam membangun Gorontalo yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, Sekda Darda menyerahkan medali dan piagam penghargaan kepada peraih medali perak cabang olahraga Gate Ball pada PORNAS ke XV KORPRI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Penyerahan sertifikat dan bonus kepada juara 1,2,dan 3 pada Pekaan Olahraga KORPRI tingkat OPD dilingkungan Pemprov Gorontalo. Penyerahan penghargaan lomba Pengelolaan Arsip Tigkat OPD se Provinsi Gorontalo. Serta penyerahan hadiah lomba Tata Upacara Bendera Tingkat SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Rangkaian upacara bendera dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo ke 19 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-48 KORPRI tingkat Provinsi Gorontalo di halaman Museum Purbakala itu di akhiri dengan pembagian Doorprize.

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Provinsi Gorontalo di ruang sidang DPRD Gorontalo, Kamis (5/12/2019).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sofyan Puhi dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HUT Provinsi Gorontalo diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015. Perda tersebut menyebutkan bahwa HUT Provinsi Gorontalo sebagai daerah otonom dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah tanggal 5 Desember.

Dikatakannya, peringatan HUT ke-19 Provinsi Gorontalo merupakan wahana retrospektif, introspektif, dan prosfektif. Ketiga hal itu merupakan upaya untuk menengok masa lalu sebagai mata rantai sejarah yang sangat bernilai untuk menapaki masa depan, serta sebagai sarana mawas diri untuk terus berusaha dan berupaya merancang sebuah masa depan berdasarkan realita dan dinamika kekinian tanpa melupakan nilai peristiwa bersejarah masa lalu.

“Peringatan HUT ini bukan semata-mata mengenang dan berbagi cerita, bukan pula sekedar bergembira atau kegiatan seremonial belaka. Tetapi sebagai wahana retrospektif, introspektif, dan prospektif untuk membangun Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” kata Sofyan Puhi.

Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menuturkan berbagai keberhasilan yang telah diraih oleh Provinsi Gorontalo. Dalam kurun waktu awal pembentukan Provinsi Gorontalo hingga saat ini terjadi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dari 64,3 poin naik menjadi 67,71. Demikian pula halnya persentase penduduk miskin yang terus menurun dari 32,13 persen pada tahun 2002 menjadi 15,52 persen pada Maret 2019.

 “Pertumbuhan ekonomi kita juga cukup tinggi sebesar 6,51 persen di tahun 2018 berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 5,17 persen. Pendapatan perkapita pertahun juga meningkat mencapai Rp31,83 juta pada tahun 2018,” tutur Wagub Idris Rahim.

Lebih lanjut Idris memaparkan capaian kinerja pembangunan Provinsi Gorontalo selama tahun 2019 di antaranya Bantuan Pangan Non Tunai bagi 23 ribu jiwa, pembangunan Rumah Hunian Idaman Rakyat sebanyak 550 unit, serta pembangunan jalan provinsi sepanjang 16,43 kilometer. Di sektor pertanian, Pemprov Gorontalo menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 75 ribu kilogram dan benih padi sebanyak 675 ribu kilogram.

Pemprov Gorontalo juga menerima sejumlah penghargaan dari Pemerintah Pusat di antaranya penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian enam kali berturut-turut dalam pengelolaan keuangan daerah dari Presiden RI, penghargaan Karya Bakti Pramuka, penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan masih banyak lagi penghargaan lainnya yang ditorehkan selama tahun 2019.

“Syukur alhamdulillah, berbagai keberhasilan pembangunan telah kita raih. Meski demikian, tantangan dan pekerjaan rumah kita juga masih cukup banyak. Mari kita bergandengan tangan saling bahu membahu untuk mewujudkan Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” tutup Idris.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 67
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo