>

GORONTALO – Sebanyak 4.100 batang rokok Hasil Tembakau (HT) dan 3.527 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dimusnahkan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Gorontalo.

Rokok dan minuman ini merupakan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Pemusnahan BKC ilegal merupakan pelaksanaan ketentuan perundang-undangan cukai dan menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Pelayanan Negara dan Lelang atas nama Menteri Keuangan nomor S-51/MK/WKN.16/KNL.01/2019 tanggal 5 Agustus 2019.

Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Dede Hendra Jaya dalam sambutannya menyampaikan jumlah BKC ilegal khususnya hasil tembakau di Provinsi Gorontalo memang relatif sangat kecil.

Hal tersebut dikarenakan relatif tingginya tingkat kepatuhan hukum masyarakat Gorontalo, khususnya dalam mengkonsumsi BKC illegal.

“Hasil survey eksternal dari tim survei UGM pada tahun 2018 dan Internal Bea Cukai secara Nasional di tahun 2019 ini, dengan hasil 0 persen untuk BKC Hasil Tembakau Ilegal di Gorontalo,” ucap Dede Hendra Jaya, Kamis (12/9/2019).

Dede Hendra Jaya menjelaskan Kantor Bea Cukai merupakan instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan, yang memberikan janji pelayanan penuh dengan integritas dan profesionalisme tanpa ada gerakan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Selain pemusnahan BKC ilegal tersebut, juga dilaksanakan Pencanangan Kantor Bea Cukai sebagai kantor Zona integritas, menuju Kantor WBK (Wilayah Bebas Korupsi)/WBBM (Wilayah Birokrasi Bebas Melayani).

“Saya selaku Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta bagian Kementerian Keuangan di hadapan bapak/ibu sekalian menyatakan dengan tegas, mendukung upaya pemerintah mewujudkan Birokrasi yang bebas dari korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani,” kata Dede Hendra Jaya.

Kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal dan Deklarasi Pembangunan Zona Integritas, turut dihadiri KPKNL Gorontalo, KPP Pratama Gorontalo, KPPN Gorontalo, Diskumperindag Gorontalo, Badan Karantina Gorontalo, Bank Indonesia perwakilan Gorontalo, KSOP Gorontalo, dan perwakilan Garuda Indonesia.

 

Pewarta : Tim PLI BeaCukai

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe menegaskan, implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus memberikan perubahan kepada masyarakat agar lebih sadar akan kesehatan lingkungan maupun dirinya.

Hal tersebut dikatakan Syukri saat memberikan arahan pada Evaluasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2019 di Grand Q Hotel, Kamis (12/9/2019).

Syukri mengungkapkan, saat ini Indonesia maupun di Gorontalo itu sendiri tengah menghadapi tantangan besar yakni meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). PTM ini menurutnya, diakibatkan pola hidup masyarakat jaman sekarang yang terlalu banyak mengkomsumsi makanan instan, terlalu banyak pekerjaan sampai jarang berolahraga.

“Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal tersebut juga bisa berdampak pada besarnya beban karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar dibandingkan penyakit menular,” ujar Syukri.

Syukri berharap, dengan dilaksanakannya evaluasi Germas ini menjadi sarana untuk melihat kembali sejauh mana proses pelaksanaan Germas di Provinsi Gorontalo yang telah dilaksanakan serta upaya-upaya perbaikan ke depan untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan yang lebih baik.

“Untuk mensukseskan Germas, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Asisten Bidang Pemerintahan itu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Provinsi Gorontalo Misranda Nalole mengatakan, evaluasi yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana capaian pelaksanaan Germas baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diikuti 89 orang peserta yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Lintas program dan Komunitas Germas Gorontalo Community.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tidak bisa menutupi kesedihannya saat ditinggal salah seorang yang paling berpengaruh dalam hidupnya Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie). Presiden RI ke-3 itu wafat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Bagi Rusli, pamannya itu merupakan sosok inspiratif yang mengiringi karirnya sebagai Bupati Gorontalo Utara tahun 2008 hingga kini menjabat Gubernur Gorontalo dua periode. Banyak pesan-pesan eyang, begitu BJ Habibie disapa, yang masih ia kenang.

“Beliau selalu berpesan supaya bekerja tulus dan ikhlas. Minta saya untuk jangan meninggalkan rakyat serta berbuat karya-karya yang bisa selalu dirasakan orang lain dan tercatat dalam sejarah,” ucap Rusli saat dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (12/9/2019).

Rusli Habibie menghabiskan masa remaja di Bandung, Jawa Barat bersama BJ Habibie dan keluarga besarnya. Rusli tidak saja dibesarkan dan tinggal di rumah mantan Menristek era Presiden Soeharto itu, tapi juga pernah bekerja di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang dipimpin BJ Habibie.

“Beliau orangnya disiplin, itu yang ditanamkan kepada anak-anaknya termasuk kami yang ia asuh. Almarhum semasa hidup sangat ramah, tidak sombong meskipun punya jabatan dan punya segalanya,” kenang Rusli.

Di Provinsi Gorontalo sendiri, Wakil Presiden RI era Soeharto itu namanya harum dikenang. Meski lahir dan dibesarkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, BJ Habibie memiliki seorang ayah asli Gorontalo bernama almarhum Alwi Abdul Jalil Habibie.

Nama Alwi Habibie diabadikan sebagai nama jalan utama yang berbatasan antara Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Di Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo ada rumah tua tempat almarhum Alwi Habibie dan keluarga besarnya tinggal.

Desember Tahun 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Gorontalo meresmikan patung BJ Habibie di gerbang masuk bandara Djalaluddin Gorontalo. Patung dari perunggu setinggi 7 meter itu berbentuk BJ Habibie menggunakan pakaian adat takowa sambil memegang pesawat CN250 yang menjadi karya kebanggaan bangsa.

Tidak hanya BJ Habibie, nama istrinya almarhumah dr. Hj. Hasri Ainun Habibie diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Rumah sakit tipe C itu rencananya akan dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan tersier tipe B.

 

Pewarta: Isam – Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo rencananya akan terus menggelar doa dan tadarusan hingga hari ketujuh untuk mendoakan wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie.

Hal ini dikatakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe, saat menghadiri doa dan tahlil bersama anak anak yatim di Rudis Gubernur, Rabu malam, (11/9/2019).

“Setelah malam ini, besok dan seterusnya sampai hari ketujuh insyaallah kami akan mengadakan pengajian dan tadarusan untuk mendoakan almarhum BJ Habibie. Ini sesua instruksi dari bapak gubernur, yang kebetulan sekarang beliau berada di Jakarta mendampingi langsung keluarga almarhum,” kata Syukri Botutihe.

Lebih lanjut Syukri Botutihe menyampaikan untuk seluruh masyarakat Gorontalo diharapkan melaksanakan sholat ghaib besok hari untuk turut mendoakan almarhum. Bj Habibie sendiri dikenal memiliki ikatan emosional dengan masyarakat gorontalo, karena Gubernur Gorontalo Rusli Habibie adalah keponakan almarhum BJ. Habibie

“Kebetulan almarhum juga memiliki gelar adat, jadi nanti kita akan bicarakan lagi dengan pak gubernur dan pemangku adat Gorontalo untuk prosesinya seperti apa nantinya,” kata Syukri Botutihe.

Seperti diketahui almarhum BJ Habibie masuk RSPAD Gatot Subroto sejak 1 September 2019. Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal secara intensif di ruang ICU. Rabu, tepat pukul 18.05 WIB, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 83 tahun.

 

Pewarta : Echin/Fikri - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 12 September 2019 05:36

Rusli Habibie Dukung Penyesuaian Iuran BPJS

JAKARTA – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan dukungannya terkait rencana penyesuaian iuran BPJS kesehatan. Pemprov Gorontalo siap jika nanti harus menanggulangi iuran bagi lebih kurang dua ratus ribu warga miskin dari yang sebelumnya Rp23.000 menjadi Rp42.000 per bulan per orang.

“Ketika ditanya ke saya, saya mendukung (kenaikan iuran yang ikut ditanggung pemerintah), karena kesehatan itu urusan wajib pemerintah,” ujar Gubernur Rusli saat mendampingi Direktur Utama BPJS Fahmi Idris Konfrensi Pers di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Rusli menjelaskan, tanggungan kesehatan bagi warga miskin sudah dilakukannya sejak tahun 2008, saat ia menjabat Bupati Gorontalo Utara. Jauh sebelum ada aturan tentang BPJS Kesehatan. Kebijakan itu menular ke provinsi tahun 2012 saat ia menjabat sebagai gubernur.

“Kami melahirkan Perda tentang Jamkesta. Ini sangat-sagat diperlukan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Gubernur Rusli mengaku harus memutar otak agar tanggungan Jamkesta bagi warganya bisa terakomodir dalam APBD 2020 nanti. Pasalnya saat ini pembahasan RAPBD 2020 sudah tahap finalisasi untuk ditetapkan DPRD.

Saat ini pemprov baru menganggarkan Rp50,6 miliar untuk iuran sebesar Rp23.000 per bulan per orang. Jika naik menjadi Rp42.000 per orang per bulan maka ada selisih Rp50,2 miliar yang harus dianggarkan ulang.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Fachmi Idris mengapresiasi langkah Gubernur Gorontalo yang pro aktif menemui dirinya terkait dengan rencana kenaikan iuran tersebut. Ia menjelaskan rencana tersebut sedang berproses dan sudah puluhan kali dibahas dalam rapat tingkat menteri.

“Kami gembira pak gubernur mendukung penuh rencana pemerintah untuk kemudian menyesuaikan tarif ini. Tentu akan ada adjusment adjusment (pnyesuaian) di tingkat provinsi. Tadi kita diskusikan (dalam rapat),” jelasnya.

Saat ini Pemprov Gorontalo menjadi satu dari tujuh provinsi yang berstatus Universal Health Coverage (UHC). Enam kabupaten/kota di Gorontalo juga sudah UHC di mana 95 persen ke atas warganya sudah terjamin BPJS.

Lebih kurang 341 ribu Penerima Bantuan Iuran (PBI) ditanggung oleh pemerintah daerah. Mekanismenya berbagi tanggungan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten / kota sebesar 60 persen berbanding 40 persen.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menggelar doa dan tahlilan wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie, malam ini, Rabu, (11/9/2019), di Rudis Gubernur.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Gorontalo, saya mengucapkan innalillahi wainnailaihi roji’un atas meninggalnya Presiden ke-3 RI bapak BJ Habibie. Beliau adalah sosok panutan dan pahlawan bangsa, untuknya malam ini kita menggelar doa tahlilan mendoakan kepulangan beliau menghadap Allah SWT,” kata Wakil Gubernur Idris Rahim saat menghadiri doa tahlilan

Lebih lanjut Idris menuturkan sebelumnya agenda doa ini untuk mendoakan kesembuhan BJ Habibie. Akan tetapi Allah berkehendak lain,  tepat pukul 18.05 WIB, almarhum menghembuskan nafas terakhir di RSUD Gatot Subroto.

“Doa kita semua untuk almarhum. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-NYA, diterangi kuburnya dan mendapat syurganya,” tandasnya.

Selain jajaran pejabat di lingkup Pemprov Gorontalo, doa dan tahlil ini juga dihadiri oleh jajaran pemangku adat, pemangku agama dan anak-anak yatim.

Seperti diketahui almarhum B.J. Habibie masuk RSPAD Gatot Subroto sejak 1 September 2019. Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal secara insentif di ruang ICU. Hari ini Rabu,  tepat pukul 18.05 waktu Jakarta,  almarhum menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 83 tahun. 

 

Pewarta : Echin/Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TALAGA BIRU – Melalui kegiatan “One Day For Children”(sehari bersama anak), anak anak gorontalo diajarkan memiliki kekuatan silaturahim dan bersosialisasi dengan sesama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Selasa, (10/9/2019), di aula Balai pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyakarat.

“Kegiatan ini sebagai salah satu sarana untuk mendorong kepedulian terhadap anak, khususnya anak-anak panti dan anak-anak yang termaginalkan. Ini juga dapat memberikan wahana ekspresi dan aktualisasi diri untuk anak-anak,” ungkap Risjon Sunge selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LKKS Provinsi Gorontalo Idah Syahidah. Menurutnya, kegiatan sehari bersama anak merupakan kerja nyata untuk mengingatkan kembali dan mengunggah kepedulian serta kesadaran tentang pentingnya perlindungan atas hak hak anak

“Sebenarnya one day for children jangan diartikan sehari saja bersama anak akan tetapi harus setiap hari kita bersama anak. Kita harus dampingi mereka mendapatkan masa transisi kehidupan, yang sesuai dengan nilai nilai kesusilaan dan kepatutan,” kata Idah

Lebih lanjut Bunda PAUD ini juga menghimbau kepada semua pihak khususnya orang tua agar dapat menciptakan lingkungan yang ramah anak, untuk bisa membantu pertumbuhan anak secara baik agar menjadi generasi penerus yang bisa diandalkan.

“Masalah anak-anak adalah fase tumbuh kembang manusia dalam menentukan arah atau tujuan hidupnya di masa depan. Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan bangsa ini,” tandasnya

Berbagai wahana permainan anak anak hadir dalam kegiatan ini. Penyelenggara memilih permainan tradisional gorontalo menjadi wahana utama bermain. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 350 anak yang tergabung dalam Lembaga Kesejahteraan Sosia Anak (LKSA) tingkat Kabupaten/Kota, Anak-Anak TK/PAUD, Sekolah Dasar Luar Biasa dan Forum Anak Daerah.

 

Pewarta : Echin / Andika - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO - Ikan ini merupakan "kuliner kampung" yang dulumya hanya populer di rumah tangga desa. Aroma sagela adalah daya tarik utamanya, juga cita rasanya yang khas.

Sagela atau juga disebut ikan roa merupakan produk unggulan di Gorontalo. Selama ini yang dikenal luas oleh masyarakat adalah produk sambal sagela dan abon sagela. 

"Diversifikasi menu sagela sangat diperlukan untuk dapat mendukung pengembangan UMKM olahan pangan di Gorontalo agar dapat menarik minat para wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo," kata Dewi Biahimo, district fasilitator  National Support for Local Investment Climates (NSLIC)/National Support for Enhancing Local and Regional Economic, Selasa (10/9/2019).

Untuk meningkatkan ekonomi lokal Gorontalo lembaga ini menggandeng Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten Gorontalo menggelar pelatihan pengembangan produk olahan sagela berlokasi di Pentadio Resor.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang pengolah sagela dari berbagai UMKM.

Dalam pelatihan kali ini para peserta mengembangkan beragam produk berbasis olahan sagela seperti calzone, keripik pisang sambalado sagela, panada tore isi sagela, soft sweet bun sagela. Para peserta bersama dengan trainer bersama sama menguji coba menu-menu tersebut. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili mengatakan Pemerintah Gorontalo mendukung upaya peningkatan ekonomi warga melalui diversifikasi olahan sagela yang sudah lama dikenal masyarakat.

"Ikan sagela telah menjadi daya tarik kuliner Gorontalo, ada sambal sagela, nasi goreng sagela, dan sekarang sagela dimanfaatkan untuk calzone, keripik pisang sambalado sagela, panada tore isi sagela, dan lainnya. Ini akan menjadi sumbangan Gorontalo bagi kekayaan kuliner Indonesia," kaya Rifli Katili.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir menyebabkan bencana kekeringan di sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo. Akibatnya tidak saja dirasakan oleh petani tetapi juga nelayan di daerah pesisir pantai.

Sejumlah sumber air mengalami kekeringan yang menyebabkan petani mengalami gagal tanam dan gagal panen. Selain itu, nelayan tidak bisa melaut karena ombak tinggi yang terus terjadi.

Kondisi tersebut direspon Gubernur Gorontalo dengan mengeluarkan surat Antisipasi Dampak Rawan Pangan kepada para Bupati dan Wali Kota. Surat itu memuat perintah untuk menyalurkan Cadangan Beras Nasional (CBN) kepada warga terdampak di daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno menjelaskan, CBN merupakan beras yang dikelola oleh Perum Bulog untuk mengantisipasi bencana alam di daerah. Kuota CBN di setiap kabupaten/kota masing-masing 100 ton.

“Apabila cadangan itu masih dirasa kurang, maka Bupati atau Wali Kota bisa mengajukan ke provinsi yang memiliki cadangan beras sebesar 200 ton. Kita akan distribusi sesuai kebutuhan tiap daerah,” terang Sutrisno, Selasa (10/9/2019).

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, hingga saat ini sudah ada dua daerah yang menetapkan status Bencana Alam Kekeringan yakni Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dan Kabupaten Bone Bolango (Bonebol). Kabgor sedang menyalurkan 100 ton cadangan beras, sementara Bone Bolango menyalurkan 8 ton cadangan berasnya.

Saat ini BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota terkait penyaluran cadangan beras. Harapannya bisa membantu akses pangan warga terdampak dan warga kurang mampu.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Gorontalo membahas tindak lanjut penyusunan peta jalan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bersama Kepala SMK se-Provinsi Gorontalo, Perguruan Tinggi, dunia usaha dan industri serta Bapppeda.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Senin (9/9/2019) dibuka oleh Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Sukri Botutihe ini dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing. Sebagaimana yang tercantum dalam Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Syukri Botutihe mengatakan, saat ini lulusan SMK disebut-sebut sebagai penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia maupun di Provinsi Gorontalo.

Pengelola satuan pendidikan sekolah kejuruan dan pemangku kepentingan harus bekerja lebih keras untuk menjawab Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Melalui inpres yang ditujukan kepada 12 menteri, 34 gubernur, dan kepala badan nasional sertifikasi profesi, diharapkan SMK benar-benar dapat menyiapkan tenaga kerja. Bukan saja memiliki keterampilan di dunia kerja melainkan juga punya karakter yang dibutuhkan dunia industri.

”Apalagi sekarang kita berada di era persaingan yang memiliki kompetensi tinggi, kita harus menyiapkan tenaga kerja terampil bukan menambah pengangguran,” ujar Sukri Botutihe.

Selain itu, ketersediaan dan kompetensi guru yang tidak sesuai dengan mata pelajaran juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan daya saing SDM lulusan SMK.

“Bagi guru-guru dan Kepala sekolah yang ada di sekolah kejuruan harus berusaha mengembangkan kompetensi dirinya kalau kita ingin revitalisasi. Jangan sampai lulusan SMK ini hanya menjadi penonton masuknya pekerja asing di daerah kita,” kata Sukri Botutihe.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Ramlah Habibie berharap kepada para kepala sekolah bersama pihak dunia industri dan usaha bisa menyelaraskan kurikulum SMK dengan pihak dunia usaha dan industri.

” Alhamdulillah untuk tahun ini dan tahun 2020 kami sudah melaksanakan vokasi uji kompetensi kepada siswa agar begitu siswa lulus mereka telah tersertifikasi sehingga lebih meyakinkan dan memudahkan dunia industri untuk menerima lulusan SMK,” kata  Ramlah Habibie.

Tindak lanjut penyusunan peta jalan revitalisasi SMK akan berlangsung selama 3 hari, mulai Senin-Rabu (9-10/9/2019).

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo