>

GORONTALO – Konser Patriotik mewarnai peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari di Monumen Tilongolo Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Kamis (23/1/2020).

Konser yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Komunitas Pekerja Panggung dan Seni Pertunjukan (Kompak) Gorontalo berlangsung meriah.

Konser Patriotik diisi dengan penampilan para musisi Gorontalo yang membawakan lagu-lagu perjuangan. Turut ambil bagian para siswa SMA/SMK se-Provinsi Gorontalo yang menyuguhkan kesenian daerah Gorontalo seperti tanggomo, wungguli, tarian, dan pembacaan puisi.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian peringatan Hari Patriotik 23 Januari berjalan lancar dan sukses. Bahkan tahun ini kita bisa mencatatkan rekor MURI untuk pembentangan bendera Merah Putih terpanjang berkat kerja sama dengan teman-teman KNPI dan Kompak,” kata Asisten Administrasi Umum Provinsi Gorontalo Iswanta.

Iswanta menuturkan, Konser Patriotik merupakan penyemangat bagi seluruh masyarakat Gorontalo khususnya generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Menurutnya, semangat para pahlawan harus menjadi teladan bagi generasi muda dalam mengisi pembangunan dengan berkarya, berinovasi, dan berkreasi untuk kemajuan daerah dan bangsa.

“Perjuangan Nani Wartabone dan para pejuang lainnya harus menjadi cambuk dan pemicu bagi kita untuk membangun Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Pada Konser Patriotik itu Asisten Administrasi Umum mewakili Gubernur Gorontalo didampingi jajaran pengurus KNPI Provinsi Gorontalo dan Kompak, menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk rekor merentangkan Bendera Merah Putih terpanjang. Bendera Merah Putih yang direntangkan oleh 2.301 siswa SMA/SMK se Provinsi Gorontalo memiliki panjang 2.301 meter dan lebar tiga meter. Pembentangan dimulai di depan Universitas Negeri Gorontalo dan berakhir di depan Kantor Pos Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dalam rangka peringatan ke-78 Hari Partriotik 23 Januari, Gerakan Pramuka Gorontalo menggelar upacara senja yang dipimpin oleh Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Daerah Gorontalo, Idah Syahidah, Kamis, (23/1/2020), di halaman pondok dahsyat, Kel. Sipatana, Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya Idah menyampaikan hari ini merupakan hari yang istimewa. Untuknya mari sama-sama merenungkan dan meneladani nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan, yang diwariskan para pahlawan. Jasa pahlawan adalah sumber inspirasi dan kekuatan bagi generasi bangsa, khususnya adik adik pramuka.

“Seperti tadi yang dikatakan pak Gubernur, sejarah pak Nani pahlawan kita, beliau berjuang tanpa pamrih. Sejak tahun 42 Gorontalo sudah merdeka. Ini kenapa kita sebagai generasi muda, generasi penerus bangsa harus terus memupuk sikap perjuangan dam pantang menyerah,” kata Idah.

Pada zaman sekarang ini, Idah menambahkan arus informasi mengalir secara deras tanpa bisa dibendung dan membawa pengaruh luar biasa pada sendi-sendi kehidupan bangsa. Harus diakui bahwa tantangan-tantangan semakin lama tidaklah semakin ringan, akan tetapi justru berkembang menjadi semakin beragam dan sulit.

“Untuknya kenapa saya tekankan kepada adik-adikku amanatkan dasar negara kita, pancasila. Hapalkan pancasila, bahkan kalau perlu sampai ke butir-butirnya arti dari lambang burung garuda. Zaman sekarang telah banyak pengaruh radikalisme Yang merusak ideologi pancasila. Jangan sampai hal itu terjadi,” tandas anggota DPR RI ini

Selain anggota pramuka Gorontalo, upacara ini juga diikuti oleh masyarakat karang taruna setempat. Selain upacara bendera, lintas juang bersepeda oleh anak anak pramuka yang mengambil start dari halaman kantor Kwarda Andalas, finish di halaman pondok dahsyat Kel. Sipatana, menjadi rangkaian dari peringatan HUT Patriotik 23 januari.

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai menggenjot pelaksanaan pengadaan barang dan jasa (PBJ) untuk tahun 2020. Hal ini dapat dilihat dari dilaksanakannya Workshop Pengadaan Barang/Jasa pemerintah untuk peningkatan kapasitas pelaku pengadaan di provinsi, kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo, Kamis, (23/1/2020) di Ballroom Hotel Damhil, UNG.

Workshop tersebut di hadiri langsung oleh Kepala LKPP RI Roni Dwi Susanto. Dalam sambutannya Roni mengungkapkan Pemprov Gorontalo mengalami peningkatan dan perkembangan yang cukup signifikan untuk tata kelola PBJ. Contohnya tahun 2019 yang lalu,  progres PBJ mengalami kemajuan dan percepatan hingga 50% di pertengahan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 15-20%.

“Saya yakin di Gorontalo banyak produk-produk lokal yang bisa dibeli dan itu bisa kita tuang dalam katalog lokal. Kami dari LKPP siap mendampingi jika Gorontalo mengeluarkan katalog lokal,” kata Roni

Roni menambahkan sangat penting dalam pengadaan adalah strategi kontraknya, sehingga tidak akan terjebak dalam prose-proses hukum.  Pengadaan harus tepat dari sisi kualitasnya,  kemudian waktunya, jangan sampe tidak tepat waktu.  Setelah itu tepat lokasinya, sehingga uang itu tidak terbuang sia-sia dan terakhir adalah biayanya.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie selaku tuan rumah menyampaikan, terimakasih kepada ketua LKPP pusat yang bersedia hadir dan menjadi keynote speaker dalam workshop ini.  Kehadiran ketua LKPP ke Gorontalo tak lain adalah usaha gubernur dan tim yang beberapa waktu lalu, berkunjung ke kantor LKPP di Jakarta.

 “Pak Roni pakarnya sehingga kami sengaja mengajak beliau untuk hadir hari ini mengikuti workshop. Di Jakarta kami telah banyak berdiskusi tentang regulasi, aturan dan lain lain terkait pengadaan barang dan jasa baik itu lelang, tender, swakelola dan lain sebagainya,” kata Rusli.

Rusli menambahkan yang di alami sekarang bahwa aturan barang jasa kebanyakan yang satu baru tahap sosialisasi dan belum sempat dilaksanakan, aturan yang baru turun lagi. Sehingga kadang-kadang membingungkan.
Begitupula dalam menentukan pemenang lelang atau tender yang kadang-kadang mengalami kesulitan, termasuk juga berbagai macam masalah yang harus di laporkan atau istilahnya sanggah hasil lelang.

“Contohnya menentukan pemenang, tidak hanya distandarkan pada harga yang murah tetapi disitu tertera harga lelang yang wajar. Nah harga lelang yang wajar itu yang seperti apa? Dan siapa yang menentukan mempertahankan argumentasi tentang harga yang wajar?  Nanti tolong dijelaskan oleh para pemateri. Biar kami Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa bersinergi kesepemahaman,” tutur Rusli.

Berdasarkan progres tayang umum dan data dari Biro Pengadaan Provinsi Gorontalo, bulan desember 2019 telah dilakukan pelaksanaan tender dini sebanyak 25 paket dengan anggaran 38,143 miliyar. Sementara untuk penginputan SIRUP sudah selesai bulan november 2019 dengan total jumlah paket 7.735 dengan anggaran 958,7 miliyar. Tender 95 paket dengan anggaran 95,903 miliyar,  non tender 4.765 paket dengan anggaran 162,123 miliyar, serta swakelola 1.990 paket dengan anggaran 570,635 miliyar.

Hadir dalam workshop tersebut Sekertaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Direktur Advokasi LKPP RI Aris Supriyanto sebagai pemateri. Sementara untuk peserta berjumlah 350 orang yang terdiri dari pelaku usaha barang dan jasa kontruksi, konsultan dan jasa lainnya.  Pimpinan OPD selaku PA/KPA,  serta UKBJ se Kabupaten Kota.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemecahan rekor MURI dengan pembentangan kain merah putih sepanjang 2301 meter x 3 meter pada Peringatan Hari Patriotik, 23 Januari 2020 tidak luput dari peran siswa SMA/SMK.

Mereka dengan sabar dan penuh semangat berdiri dan berpanas-panasan sepanjang jalan Nani Wartabone demi memaknai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone bersama masyarakat Gorontalo mengusir para penjajah dari Bumi indonesia.

Ribuan siswa SMA/SMK ini adalah perwakilan sekolah SMA Negeri 1 Gorontalo, SMA Negeri 2 Gorontalo, SMA Negeri 3 Gorontalo, SMA Negeri 4 Gorontalo, SMA Negeri 5 Gorontalo dan SMA Negeri 7 Prasetya Gorontalo.

Sedangkan dari sekolah kejuruan mereka berasal SMK Negeri 1 Gorontalo, SMK Negeri 2 Gorontalo, SMK Negeri 3 Gorontalo, SMK Negeri 4 Gorontalo, SMK Negeri 5 Gorontalo dan SMK Negeri 1 Bulango Selatan.

 “Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi sekolah yang telah mengirimkan para siswa untuk membentangkan kain merah putih sepanjang sehingga bisa memecahkan rekor MURI,” kata Yosef Koton, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Kamis (23/1/2020).

Yosef Koton juga berharap kegiatan yang diikuti ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi sehingga dapat membentuk karakter para siswa dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pembentangan kain merah putih sepanjang 2301 meter dan lebar 3 meter berhasil masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori kain merah putih terpanjang. Pembentangan ini dilakukan dalam peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari, Kamis (23/1/2020).

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur, Idris Rahim melihat langsung pembentangan yang dimulai dari pintu gerbang Universitas Negeri Gorontalo dan berakhir di depan Kantor Pos Kota Gorontalo. Sebanyak 2301 siswa-siswi SMA/SMK se-Gorontalo terlibat dalam pembentangan kain merah putih ini.

“Alhamdulillah kreasi dari anak-anak muda terutama Ketua dan pengurus KNPI juga Komunitas Pekerja Panggung dan Seni Pertunjukan (KOMPAK) Gorontalo, mulai dari kirab bendera pusaka yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Dan tahun ini beda dari peringatan tahun sebelumnya, dimana dibentangkan kain merah putih sepanjang 2301 meter oleh 2301 siswa se-Gorontalo,” kata Rusli Habibie.

Rusli Habibie mengharapkan momentum Hari Patriotik ini dijadikan pemacu semangat putra-putri Gorontalo untuk terus melakukan pembangunan di daerah. Ia berharap di tahun yang akan datang aka nada pencetakan rekor baru yang bernilai positif.

“Para pahlawan telah menunjukkan semangatnya dalam merebut kemerdekaan, sekarang kita semangatnya untuk membangun Provinsi Gorontalo,” ujar Rusli Habibie.

Di tempat yang sama Senior Manager MURI Yusuf Ngatri menyampaikan dari tahun 2005 hingga 2019, tercatat Gorontalo telah mencetak rekor MURI sebanyak 16 kali. Ia mengharapkan berbagai rekor MURI bisa terus diciptakan oleh Provinsi Gorontalo.

 “Museum Rekor Dunia Indonesia menyatakan perentangan kain merah putih sepanjang 2301 meter oleh 2301 siswa kami nyatakan sebagai rekor dunia,” kata Yusuf dalam membacakan keputusan MURI.

Pembentangan kain merah putih menghabiskan 102 gulungan kain, delapan lusin gulungan benang dan empat mesin jahit. Proses penjahitan kain ini dilakukan dengan mesin dan jahit tangan oleh delapan pekerja.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Rekening Kas Umum daerah (RKUD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo telah dipindahkan ke Bank Sulutgo (BSG). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama pengelolaan RKUD oleh Kepala Badan Keuangan, Huzairin Roham dengan Direktur Operasional Bank Sulutgo, Welan Palilingan, dan disaksikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Kamis, (23/1/2020) di aula rumah dinas gubernur.

Usai penandatanganan Rusli Habibie menyampaikan penempatan kas daerah ini seharusnya sudah dilaksanakan tahun 2019, tapi ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi oleh Bank Sulutgo sehingga baru sekarang bisa dilakukan. Penempatan dana ini juga sudah seharusnya pada bank pembangunan daerah.

“Sekarang RKUD sudah di Bank Sulutgo, banyak uang yang harus bapak/ibu salurkan. Kita berusaha semua pemerintah daerah itu uangnya masuk dalam Bank Sulutgo. Saya mengimbau Bank Sulutgo harus dipegang oleh orang-orang yang profesional, jangan pernah ada campur tangan politik,” ungkap Rusli

Gubernur menambahkan terkait pelayanan, Bank Sulutgo diharapkan terus melaksanakan sosialisasi, menurutnya jika dilihat dari tingkat pengetahuan masyarakat Bank Sulutgo masih kurang menggema, dari pada bank umum lainnya.

“Apakah memang kurang promosi atau daya saingnya, daya juangnya atau mungkin karena bank plat merah jadi masyarakat enggan mengetahuinya. Jadi tolong Bank Sulutgo harus berani menawarkan project-project yang besar. Contohnya kan Hotel Grand Q sudah di take over oleh Bank Sulutgo, itu satu langkah besar,” ujar Rusli Habibie.

Rusli Habibie menyarankan Bank Sulutgo bekerjasama dengan perusahaan swasta seperti perusahaan pengelola SPBU. Karena menurutnya segala macam bentuk kerjasama yang baik akan meningkatkan inovasi Bank Sulutgo

“Contohnya anak saya itu kan punya SPBU, saya ingin pindahkan kasnya di Bank Sulutgo.  Tapi karena belum ada kerjasama antara pihak bank dengan SPBU maka belum jadi. Kami juga telah menghimbau bahkan mengharuskan pihak ketiga yang menjadi rekan Pemprov Gorontalo, untuk wajib hukumnya membuka rekening di Bank Sulutgo,” jelasnya

Sementara itu Direktur Operasional Bank Sulutgo Welan Palilingan menyampaikan Provinsi Gorontalo dengan 5 Kabupaten dan 1 Kota ini adalah salah satu pemegang saham dan juga sebagai pemilik Bank Sulutgo. Tercatat saham Provinsi Gorontalo sebanyak 2.8 persen atau sekitar 27 miliar.

“Bank Sulutgo juga siap meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya layanan pembayaran gaji pegawai setiap tanggal 1 bulan berjalan yang tetap bisa dilakukan meski di hari libur akhir pekan ataupun tanggal merah. Intinya kami melayani transaksi itu 7 hari 24 jam penuh,” tutur Welan.

Saat ini Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan pemprov masih melakukan proses perpindahan rekening gaji dari Bank BRI ke Bank Sulutgo. Sebelumnya hanya guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK/SLB yang sudah menggunakan rekening Bank Sulutgo.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SUWAWA SELATAN – Napak tilas perjuangan Pahlawan Gorontalo Nani Wartabone, mewarnai peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang ke 78. Para peserta napak tilas dilepas oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo Iswanta, di Desa Bondawuna Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango Kamis (23/01/2020).

Napak tilas ini untuk mengulang kembali jalur perjuangan Nani Wartabone bersama pasukan rimbanya untuk meraih kemerdekaan dan bebas dari penjajah 78 tahun silam. Selain itu juga untuk menggelorakan kembali nilai-nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone.

“Dengan peringatan hari patriotik 23 Januari akan timbul semangat baru dalam membangun daerah. Sejarah Nani Wartabone jangan dilupakan perjuangan harus berlanjut dan mampu menciptakan generasi baru,” tutur Iswanta dalam sambutannya.

Mantan Inspektur Gorontalo tersebut juga menambahkan, peringatan Hari Patriotik dapat dijadikan sebagai momen untuk mencetak sejarah baru dalam pembangunan Provinsi Gorontalo kedepan. Ia berharap tokoh-tokoh pembangunan akan terus lahir dari bumi Serambi Madinah ini.

Napak Tilas diawali dengan pembacaan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone oleh Ketua KNPI Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun. Peserta napak tilas berjumlah 35 orang. Terdiri dari unsur TNI-POLRI, Basarnas, Satpol PP, Bank, dan Badan Kesbangpol.

Titik napak tilas diawali dari Desa Bondawuna Suwawa Selatan, berlanjut ke Makam Nani Wartabone, kemudian ke Gedung Nasional dan berakhir di Kantor Pos Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Asriani/Gina - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

SUWAWA – Peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menata kawasan makam pahlawan nasional Nani Wartabone. Renovasi makam yang pernah diresmikan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ini menelan biaya sebesar Rp1 miliar.

Dalam peringatan Hari patriotik, 23 Januari 2020 ini Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mengatakan biaya renovasi yang digelontorkan tidak setara dengan perjuangan yang telah dilakukan oleh Nani Wartabone.

Ia menyebut bantuan renovasi ini sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Provinsi Gorontalo atas usaha Nani Wartabone dalam memerdekakan Bangsa Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, termasuk almarhum. Tadi dikatakan pada upacara oleh Gubernur bahwa almarhum berjuang untuk merdeka tanpa pamrih, sekali lagi tanpa pamrih,” tutur Idris Rahim.

Idris menambahkan, pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi Gorontalo masih banyak. Melalui momentum Hari Patriotik ini ia mengharapkan seluruh elemen masyarakat mampu berjuang melawan kebodohan, kemiskinan, korupsi, narkoba dan lainnya.

“Mari kita sama-sama memupuk kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan. Sebagaimana yang telah dilakukan pahlawan kita almarhum Nani Wartabone,” lanjut Idris Rahim.

Renovasi makam ini diusahakan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melalui audiensi yang dilakukannya dengan Menteri Sosial pada tahun 2018. Hasilnya, Gorontalo menjadi tiga daerah bersama Kepulauan Riau dan Sulawesi Tengah yang mendapat anggaran renovasi makam pahlawan.

Selain pengresmian renovasi makam, dilaksanakan upacara dan tabur bunga di makam Nani Wartabone. Ada juga penyerahan bantuan dari Baznas kepada 100 anak yatim piatu dan 150 orang lansia.

 

Pewarta : Ecin/Gina - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

KABILA – “Almarhum Nani Wartabone tidak kenal lelah, tidak pernah menyerah, bertekad untuk memerdekakan Indonesia. Semangat yang menyala-nyala memperlihatkan ketangguhan, keiklasan tanpa pamrih, bahkan ditawari jabatanpun ia menolak karena perjuangannya hanya untuk mengusir penjajah. Tepat pada hari ini 23 Januari di tahun 1942 Nani Wartabone mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo,” kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat menyampaikan amanat memperingati Hari Patriotik.

Peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari 1942, diawali dengan upacara bendera. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertindak sebagai Inspektur upacara yang digelar di Lapangan Likada, Kabila, Bone Bolango, Kamis (23/1/2020).

Bertindak sebagai Perwira Upacara Mayor Infanteri Lasiman, Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Korem 133/NWB. Sebagai komandan upacara adalah Mayor infanteri Julian C Matoke yang sehari-hari Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1304 Gorontalo.

Peringatan Hari Patriotik dilakukan dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang diikuti seluruh unsur pemerintahan dan amsyarakat di Provinsi Gorontalo. Dalam upacara ini juga dibacakan lintas sejarah patriotik oleh Ketua Harian KNPI Provinsi Gorontalo, Alham Prasogo Habibie.

Peristiwa 23 Januari 1942 merupakan gerakan rakyat Gorontalo yang dipimpin oleh Nani Wartabone untuk berjuang membebaskan diri dari penjajahan kolonial Belanda. Dengan melakukan pendidikan kebangsaan dan gerakan kepemudaan, Nani wartabone menggelorakan semangat kaum muda untuk mencapai kemerdekaan. Sebelum kedatangan Jepang di Gorontalo, pada hari itu seluruh masyarakat dari berbagai etnis di Gorontalo bergerak ke pusat pemerintahan, mengambil alih instansi strategis seperti kantor pos dan telegraf, menahan semua pejabat Pemerintahan Hindia Belanda dan mendeklarasikan kemedekaan.

Deklarasi kemerdekaan Indonesia di Gorontalo ini diikuti dengan menurunkan bendera Belanda dan mengibarkan bendera merah putih yang diiringi nyanyian Indonesia Raya.

Peristiwa ini oleh masyarakat Gorontalo dikenal sebagai Hari Patriotik yang selalu diperingati setiap tanggal 23 Januari.

Selain untuk mengenang semangat perjuangan rakyat Gorontalo, upacara bendera ini juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa 23 Januari 1942 merupakan peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan kapan pun juga.

Rusli Habibie mengatakan semangat patriotik telah membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat. Momentum hari patriotik ini, ia mengajak semua rakyat Gorontalo melihat kembali kilas balik perjuangan, mengoreksi diri, introspeksi untuk berjuang meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Mari kita membangun Gorontalo lebih sejahtera lagi sesuai dengan cita-cita para pahlawan. Mari kita bersama-sama melanjutkan perjuangan, mengusir kebodohan dan kemiskinan, tujuan kita adalah rakyat Indonesia sejahtera,” ujar Rusli Habibie.

Selain upacara bendera, peringatan hari patriotik ke 78 ini juga diisi dengan digelarnya NKRI Peduli, pasar murah, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis khusus bagi masyarakat Bone Bolango.

Napak tilas perjuangan Nani Wartabone, Kirab Bendera Pusaka dan ziarah ke taman makam pahlawan serta pengresmian makam Nani Wartabone melengkapi rangkaian kegiatan peringatan 23 Januari 1942.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Kamis, 23 Januari 2020 06:49

Sekda Apresiasi Layanan BKD Berbasis Digital

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba menyambut baik layanan Badan Kepegawaian Daerah yang berbasis digital.

Hal ini disampaiakannya pada bimbingan teknis penyusunan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK)  dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional di hotel Horison Nayumi Gorontalo, Rabu (22/1/2020).

“Saya apresiasi terobosan BKD ini, karena sesuai dengan harapan saya dalam mempermudah pemenuhan hak-hak PNS,” ujar Darda Daraba.

Terkait bimtek penyusunan DUPAK dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional, Ia meminta agar mendapatkan kesepahaman persepsi dari tim penilai dan PNS fungsional yang dinilai.

Perbedaan pemahaman ini paling terasa ketika proses verifikasi berkas kenaikan pangkat.

“Sering kali ditemukan berkas tidak lengkap yang kemudian bisa berujung pada tidak memenuhi syarat dan tertundanya keniakan pangkat PNS,” ungkap Darda Daraba.

Dalam mencegah hal tersebut sekda menjelaskan, perlu ada dan dibuat standarisasi penilaian angka kredit, sehingga pengetahuan tim penilai dan PNS fungsional yang dinilai bisa linier dan manajemen PNS kenaikan pangkat dan jabatan bisa berjalan maksimal.

“Untuk mendapatkan satu pemahaman yang sama, saya minta pak Kaban buatkan semacam SOP. Jadi tidak perlu berdebat lagi. Kalau sudah sama teruskan, kalau tidak ya stop. Yang pasti SOP nya sesuai standar-standar yang sudah ada,” tandasnya.

Bimbingan teknis penyusunan DUPAK dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional akan dilaksanakan selama dua hari. Peserta yang mengikuti sebanyak 100 orang yang terdiri dari, ketua tim penilai angka kredit jabatan fungsional, ketua sekretariat penilai angka kredit, kepala sub bagian kepegawaian dan tata usaha pada UPTD di lingkungan Pemprov Gorontalo.

 

Pewarta: Nova- Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama