>

Displaying items by tag: PPID Humas

GORONTALO – Penyelamatan Danau Limboto dijadikan sebagai salah satu fokus kerjasama riset pengembangan Geopark Gorontalo bersama The Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Kyoto Jepang.

Menurut Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, Sabtu (6/7/2019), Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui bidang Litbang Bapppeda Provinsi Gorontalo telah melaksanakan beberapa kali pertemuan dengan Masayuki Sakakibara (RIHN) terkait kerjasama dalam riset untuk mengusulkan potensi geopark Gorontalo menjadi Nasional Geopark bahkan menjadi Global Geopark.

”Geopark secara umum dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya melalui prinsip konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara holistik,” kata Budiyanto Sidiki.

Lebih lanjut Budiyanto Sidiki menguraikan, berdasarkan data tataan tektonik Indonesia oleh pakar geologi indonesia, Gorontalo harus mewaspadai ancaman bahaya gempa bumi dan tsunami, sebagai daerah yang rawan bencana, Gorontalo dikepung 4 patahan yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempa bumi dan tsunami.
Posisi Gorontalo ini unik, karena di daerah ini terdapat ancaman gempa dari 4 sisi, yaitu sesar di laut sebelah utara, sesar yang memotong daratan Gorontalo, serta sesar di sebelah selatan dan timur. Berdasarkan data ini salah satu sesar yang melintasi dataran gorontalo berada tepat membelah danau Limboto.

Lebih jauh Budiyanto mengungkapkan, data dari salah satu ahli geologi Jepang yaitu Masayuki Sakakibara, potensi bencana ini ditandai dengan adanya potensi sumber air panas di daerah pentadio dimana lazimnya sumber air panas berada di daerah yang memiliki gunung berapi/potensi vulkanik.

 “Untuk itu perlu adanya riset lebih dalam mengenai potensi kebencanaan akibat adanya sesar yang melintasi wilayah gorontalo khususnya danau limboto,” urai Budiyanto Sidiki.

Data yang diperoleh dari bidang Litbang Bapppeda Provinsi Gorontalo, Danau Limboto merupakan salah satu aset sumber daya geologi milik Provinsi Gorontalo yang berperan sebagai pencegah banjir, tempat penyimpanan air, sumber air pengairan, lahan perikanan, habitat berbagai fauna dan flora, tempat olah raga air (dayung), dan obyek wisata.

Secara geologi, danau ini terbentuk karena tektonik yang sangat aktif pada lengan utara Sulawesi khususnya dan tektonik pulau Sulawesi umumnya. Danau Limboto, merupakan cekungan rendah atau laguna, yang merupakan muara sungai-sungai yang ada di gorontalo.

Kondisi saat ini, danau limboto sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan data, luas danau Limboto berkurang seluas 4.304 Hektar (62,6 persen) atau rata –rata susut luas danau mencapai 66 hektar pertahun. Dan ada kemungkinan danau ini akan lenyap 37 tahun kemudian yakni pada tahun 2044, dan menjadi daratan bila tidak dilakukan penyelamatan atas danau ini.

Susut danau akan meningkat akibat penggunaan lahan sawah dan pemukiman menuju arah inti lembah danau sehingga kemungkinan danau ini akan lenyap lebih cepat. Ditambah lagi dengan adanya potensi gempa terhadap wilayah Gorontalo yang dapat menyebabkan tsunami danau serta kemungkinan bencana lainnya seperti likuifaksi.

“Inilah yang menjadi salah satu konsen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengangkat danau limboto sebagai salah satu geosite sehingga perlu dilaksanakan riset terkait warisan geologi sebagai bagian dari potensi pengembangan geopark gorontalo yang nantinya diharapkan akan menciptakan produk geowisata yang melindungi geoheritage, membantu membangun komunitas, mengkomunikasikan dan mempromosikan warisan geologi di Indonesia,” pungkas Budiyanto Sidiki.

Pertemuan-pertemuan terkait riset ini juga telah dilakukan oleh Bappeda bekerjasa dengan RIHN beberapa waktu lalu dan juga akan melibatkan perguruan tinggi yang ada di Gorontalo seperti Universitas Negeri Gorotalo dan perguruan tinggi lainnya seperti Institut Teknologi Bandung.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 06 Juli 2019 20:25

APHTN-HAN Gelar Rakernas di Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Provinsi Gorontalo. Rakernas APHTN-HAN ke-4 yang dirangkaikan dengan seminar nasional dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Sabtu (6/7/2019).

“Terima kasih sudah memilih Gorontalo menjadi lokasi pelaksanaan Rakernas APHTN-HAN. Disela-sela kegiatan ini kami berharap para peserta dapat menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner khas Gorontalo,” kata Wagub Idris Rahim mengawali sambutannya pada kegiatan itu.

Idris mengutarakan, pelaksanaan Rakernas dan seminar nasiolan APHTN-HAN memiliki manfaat yang sangat besar khususnya bagi para pengajar dan mahasiswa di Provinsi Gorontalo. Menurutnya dengan mempelajari Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN), peserta seminar akan lebih memahami tugas dan fungsi setiap lembaga negara, serta hubungan antara warga negara dan pemerintah.

“Pastinya dengan kegiatan ini pengetahuan kita akan bertambah, apalagi pematerinya adalah pakar-pakar hukum nasional yang sarat dengan pengalaman,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum APHTN-HAN Indonesia, Mahfud MD dalam sambutannya menjelaskan bahwa dari sudut kuantitas, organisasi yang dipimpinnya itu memang kecil. APHTN-HAN tidak berada di setiap provinsi, saat ini baru terbentuk di 15 provinsi.

“Pengajar HTN itu agak langka. Di Gorontalo ada beberapa dosen HTN, tetapi di setiap perguruan tinggi tidak banyak. Walaupun kecil, tapi dari sini pernah lahir orang-orang besar dalam penegakkan HTN di Indonesia. Dulu ada Prof. Ismail Suny, beliau adalah profesor dan doktor HTN yang pertama di Indonesia,” tutur Mahfud.

Rakernas dan seminar nasional APHTN-HAN yang mengangkat tema ‘Pengisian Jabatan Kabinet Dalam Penguatan Sistem Presidensiil’ akan berlangsung selama tiga hari, 6-8 Juli 2019. Pada kegiatan pembukaan Rakernas dan seminar nasional tersebut dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang HTN dan HAN antara APHTN-HAN dengan empat perguruan tinggi di Gorontalo, yaitu Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, serta Universitas Gorontalo.

Pewarta : Haris

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

BOALEMO, Humas – Setelah Danau Perintis di Bone Bolango, kali ini Danau Teratai di Boalemo yang mendapat perhatian serius dari Gubernur Gorontalo. Danau yang telah dipenuhi oleh tumbuhan teratai tersebut ditinjau oleh Gubernur Gorontalo bersama para pimpinan OPD, Sabtu (06/07/2019).

“Saya dapat laporan karena sudah terlalu banyak ditumbuhi teratai jadi disini sering sekali terjadi banjir, tingkat ketinggian air juga memprihatinkan”, buka Rusli dalam kunjungannya di Danau Teratai, Desa Pontolo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Menurut Rusli, pembersihan awal danau tersebut direncanakan akan dianggarkan pada tahun ini. Sehingga danau bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata, pengembangan ikan air tawar sekaligus mencegah banjir.

Sementara itu, menurut Kadis PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo, langkah yang akan diambil oleh pemerintah Provinsi Gorontalo adalah memastikan status danau dan juga studi kelayakan.

“Langkah awal kita tindak lanjuti dengan mencari status danau ini. Juga akan dilakukan pembersihan danau sehingga airnya akan kelihatan lagi dan terakhir studi kelayakan, supaya kita nanti tahu tindakan strategis apa yang akan kita lakukan di danau ini”, ungkap Handoyo.

Danau Teratai memiliki luas 34,4 Ha, dengan panjang garis lingkar 2.677 meter persegi.

 

Pewarta : Gina - Humas

Editor : Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

KOTA GORONTALO, Humas – Istri Gubernur Gorontalo Idah Syahidah bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Sweet Media sukses melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu rumah tangga di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah daun jagung yang disulap menjadi aneka kerajinan tangan.

Daun jagung yang sudah kering dirangkai menjadi produk kerajinan seperti bros, gantungan kunci serta vas bunga. Beberapa di antaranya dipadukan dengan limbah sampah seperti botol air mineral bekas.

Prakarsa kerajinan dari limbah jagung ini berawal dari keprihatinannya terhadap produk jagung yang melimpah di Gorontalo. Selama ini, daun jagung hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dengan harga yang tidak terlalu bersaing.

“Berangkat dari keprihatinan itu, ibu-ibu di sana diberdayakan untuk membuat kerajinan seperti bros, bunga, gantungan kunci dan lainnya dari daun jagung,” jelas Direktur LPP Sweet Media, Van Sweet Pulubuhu usai menemui Idah Syahidah di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/7/2019).

Upaya pemberdayaan itu disambut antusias oleh ibu-ibu binaan. Selain modalnya disediakan oleh Idah Syahidah, ibu-ibu yang sebagaian besar hanya berprofesi sebagai IRT ini merasa lebih produktif dan bisa bersosialsiasi dengan warga lainnya.

“Modalnya ibu Idah yang sediakan, termasuk memotivasi warga binaan di sana. Program ini sejak awal tahun kita laksanakan dan sekarang sudah ada hasilnya. Keuntungannya pun sudah dirasakan oleh pengrajin,” Imbuh Van.

Selain bentuknya yang unik, daun jagung bisa menjadi nilai tambah sebagai ciri khas Gorontalo yang identik dengan jagung. Salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan oleh wisatawan sebagai oleh-oleh.

“Selama ini kan oleh-oleh Gorontalo dikenal Pia, Upia Karanji dan kain Karawo. Dari produk jagung itu tidak ada, padahal kita lumbung jagung kan? Ini yang membuat ibu Idah termotivasi. Bahkan kami sekarang sudah membangun kantor cabang di sana,” imbuh Van.

Keseriusan Idah Syahidah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo menurutnya mulai membuahkan hasil. Ragam kerajinan IRT sudah dilirik pasar lokal. Salah satunya sebagai souvenir pernikahan. Cara lainnya dengan menggandeng Pemkab Boalemo melalui Dinas Pariwisata setempat. Terlebih saat ini Pemkab Boalemo ketambahan satu destinasi wisata baru yakni Pulau Ratu.

Harga produk-produk ini pun terbilang cukup bersaing. Misalnya untuk satu buah bros dan gantungan kunci dihargai Rp5.000, vas bunga dihargai Rp30.000. Harga itu bisa lebih murah tergantung jumlah pesanan.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

BONE BOLANGO, Humas – Guna membahas usulan program yang akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, Gubernur Gorontalo menggelar rapat dengan pimpinan OPD bertempat di Rumah Makan Meranti, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (5/7/2019).

Rapat yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Idris Rahim serta Sekretaris Daerah Darda Daraba itu diawali dengan makan siang dan paparan dari setiap OPD. Gubernur mengecek setiap program khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Program-program seperti pasar murah, bantuan benih pertanian, perikanan peternakan akan terus dilanjutkan tahun 2020 nanti. Begitu juga bantuan sosial seperti BPNT-D, bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf usai rapat.

Gubernur Rusli berharap agar ada kesinambungan program yang dilakukan sejak tahun 2012, di awal kepemimpinannya hingga berakhir tahun 2022 nanti. Program program tersebut diminta tetap sejalan dan sinergis dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang nantinya akan ditetapkan pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

“RPJMN 2019-2024 nanti kan fokusnya ke pengembangan sumber daya manusia. Nah pimpinan OPD juga diminta bersinergi dengan itu. Mana yang dibiayai oleh APBN, APBD provinsi dan Kabupaten/Kota ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” imbuh Masran yang juga menjabat sebagai Kabag Protokol.

Hal lain yang mengemuka menyangkut tentang pemanfaatan aset daerah untuk kepentingan rakyat. Masran mencontohkan tentang pemanfaatan cool storage atau gudang pendingin yang dihibahkan oleh pemerintah pusat ke pemprov.

Gudang pending berkapasaitas 2×100 ton itu diharapkan bisa dikelola melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Harapannya produk-produk perikanan dan pertanian yang ada di masyarakat bisa ditampung dalam gudang sebelum dijual dalam daerah, antar pulau maupun untuk kepentingan ekspor.

“Beliau minta ini dikaji, bagaimana agar aset-aset daerah ini bisa dikelola dan dijaga dengan baik. Lebih daripada itu untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

BONE BOLANGO, Humas – Proses pembersihan Danau Perintis di Desa Huloduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango sudah berlangsung tiga pekan. Hasilnya sebanyak lebih kurang 7.500 kubik eceng gondok dan gulma lainnya yang tumbuh di danau berhasil dibersihkan.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Sekretaris Daerah Darda Daraba serta para pimpinan OPD berkesempatan meninjau proyek pembersihan tersebut, Jumat (5/7/2019). Pembersihan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur baik dari Pemkab Bone Bolango, Pemprov Gorontalo serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II.

“Hasil perhitungan kami sudah 7.500 kubik yang berhasil diangkat dari danau. 5.000 di antaranya sudah dibuang ke tempat pembuangan,” jelas Kadis PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo.

Proses pembersihan ini merupakan tindaklanjuti dari kesepakatan bersama antara tiga pihak Pemprov, Pemkab dan BWS II untuk menjaga kelestarian danau buatan tersebut.

Ke depannya, pengelolaan danau akan diserahkan ke BWS. Harapannya bisa dikembangkan lebih baik melalui pembiayaan APBN Kementrian PUPR.

“Setelah pembersihan ini selesai maka akan ada penyesuaian aset. Pelaksanaan (revitalisasi) selanjutnya untuk memaksimalkan potensi danau kita usulkan ke BWS,” imbuhnya.

Danau yang sudah ada sekitar tahun 1950an ini direncanakan bisa ditingkatkan fungsinya sebagai destinasi wisata, kolam retensi penanggulangan banjir serta untuk perikanan.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO – Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi teladan Gerakan Menanam di Pekarangan untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga dan menekan inflasi di daerah.

Pendapat ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim saat memimpin Hight Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (4/7/2019).

“Rakyat akan meneladani jika ASN berada di depan. Apalagi kalau kepala desa dan camat ikut difungsikan. Saat ini camat dan kepala desa pusing dengan proyek, dana desa dan sebagainya,” kata Idris Rahim.

Idris Rahim meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menyusun rencana aksi peningkatan produksi pangan lokal. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan inflasi yang lebih banyak dipengaruhi oleh harga bahan pangan di pasaran.

Semuanya pihak lintas dinas diminta terlibat secara komprehensif untuk menseriusi masalah ketahanan pangan. Termasuk dalam hal penyediaan bibit, penyuluhan, pemberdayaan dan pendampingan masyarakat.

Hal lain yang ia soroti menyangkut rendahnya diversifikasi pangan di tingkat masyarakat. Makanan pokok seperti beras dianggap menjadi pangan pertama dan utama, padahal ada varian lain yang layak dikonsumsi seperti umbi-umbian dan buah-buahan.

“Pola makan kita harus kita ubah. Sekarang ini kalau kita di Gorontalo tidak makan nasi, tidak makan namanya. Padahal ada ubi atau ketela yang bisa kita makan. Penting untuk menggalakkan kembali program one day no rice (sehari tanpa nasi), atau kalau perlu kita puasa senin dan kamis,” imbuhnya.

Pada pertemuan tersebut terungkap bahwa tingkat inflasi di Provinsi Gorontalo pada bulan Juni 2019 sebesar 0,30 persen. Angka itu menurut dibanding inflasi Mei 2019 sebesar 1,64 persen month to month (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi dari volatile food yakni bawang merah, cabai rawit, dan tomat sayur (Barito). Tomat sayur berkontribusi tertinggi 0,36 persen mtm dengan inflasi 29,12 persen mtm. Bawang merah berkontribusi 0,13% dengan inflasi 12,71 persen, cabai rawit berkontribusi 0,13 persen inflasi 11,32 persen.

 

Pewarta: Isam/Fikri - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO

Angka itu menurut dibanding inflasi Mei 2019 sebesar 1,64 persen month to month (mtm). Secara keseluruhan IHK Gorontalo tercatat inflasi sebesar 2,04 persen (ytd), masih di bawah sasaran tahun 2019 sebesar 3,5+1 persen.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam rapat Hight Level Meating (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernuran, Kamis (4/7/2019).

Tim lintas instansi dihadirkan di antara Kantor Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Badan Pusat Statistik (BPS) serta instansi terkait provinsi dan kabupaten/kota.

Komoditas utama penyumbang inflasi dari volatile food yakni bawang merah, cabai rawit, dan tomat sayur (Barito). Tomat sayur berkontribusi tertinggi 0,36 persen mtm dengan inflasi 29,12 persen  mtm. Bawang merah berkontribusi 0,13% dengan inflasi 12,71 persen, cabai rawit berkontribusi 0,13 persen inflasi 11,32 persen.

“Cabe rawit yang sudah menunjukkan tanda-tanda harganya turun, cuma cabai merah ini yang masih trennya naik terus. Ini harus jadi perhatian. Tomat sudah mereda tapi perlu diwaspadai karena bulan Juni masih tinggi. Apalagi tetangga kita di Sulawesi Utara harga tomat yang penyebab tinggi inflasinya,” jelas Gunawan Purbowo, Kepala Tim Advisor dan Pengembangan Ekonomi, BI Perwakilan Gorontalo.

Sementara itu, Wakil Gubernur Idris Rahim meminta agar TPID bekerjasa secara komprehensif. Ia mencontohkan terkait penanganan tingginya harga cabai di pasaran. Dinas Pangan dan Dinas Pertanian tidak cukup dengan mengkapanyekan menanam cabai di pekarangan, tapi perlu disediakan gudang penampungan oleh instansi teknis lainnya.

 “Coba bayangkan kalau semua rakyat kita suruh tanam cabai, kemudian produksinya melimpah? Harganya pasti turun. Maka kita harus simpan cabai itu di gudang dengan suhu tertentu,” jelas Idris.

Beberapa rekomendasi yang lahir dari pertemuan tersebut yakni dengan menjaga stabilitas harga melalui ketersediaan pasokan dan distribusi yang lancar. Di antaranya dengan memperkuat produksi di tingkat petani, pengelolaan cadangan pangan pemerintah serta mendorong kerjasama perdagangan antar daerah.

 

Pewarta: Isam/Fikri - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Pemanfaatan tanda tangan digital dipercaya mendorong terciptanya budaya kerja yang berbasis elektronik yang pada akhirnya bermuara kepada efektiftas, efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan E-Government di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Tanda tangan digital adalah tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan terasosiasi atau terkait dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

Untuk itu aplikasi tanda tangan digital ini mendesak untuk disosialisasikan kepada seluruh Aparat Sipil Negara (ASN). Untuk itu Dinas Komunikasi Informastika dan Statistik Provinsi Gorontalo menggelar pengenalan program ini di lingkup dinas ini, Rabu (3/7/2019).

Dalam kegiatan ini hadir Sekretaris Dinas Yahya Ichsan, para Kepala Bidang, dan Kepala Seksi di ruang rapat Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo

Dalam pengantar sambutannya, Yahya Ichsan mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, pengetahuan maupun teknis mengenai tanda tangan elektronik dan aplikasi Pali Lo Ulu’u di lingkup Internal dinas.

“Sosialisasi ini adalah kompetensi yang harus dimiliki semua staf, bukan hanya dimiliki oleh Bidang E-Government,” kata Yahya Ichsan.

Yahya Ichsan juga berharap semua staf di dalam lingkup Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo bisa menjadi agen yang menginformasikan program ini.

Sosialisasi dan demo tanda tangan digital ini dipandu oleh nara sumber/pemateri Firto Nento, seorang pakar dunia digital.

Dalam demo ini juga dibuka komunikasi antara peserta dan pemateri untuk memperdalam penguasaan peserta kepada aplikasi yang baru ini.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Yulindawaty P Rauf bahkan mengatakan sosialisasi dan demo ini akan lakukan di seluruh OPD.

"Nanti saya buat jadwal sosialisasinya ke OPD untuk sosialisasi dan demo penggunaan tanda tangan digital," kata Yulindawaty P Rauf.

 

Pewarta : Wisnawaty Saleh – Dinas Kominfo & Statistik

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menargetkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Gorontalo akan terbentuk sebelum berakhirnya masa Kabinet Kerja pada Oktober 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristek Dikti, Ani Nurdiani Azizah pada dialog Tim Visitasi Kemenristek Dikti dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pimpinan perguruan tinggi di aula rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Selasa (2/7/2019).

 “Kita berupaya sebelum berakhirnya Kabinet Kerja akan lahir L2Dikti ke-16 yang berlokasi di Gorontalo,” kata Ani Nurdiani Azizah.

Untuk mendukung percepatan pembentukan L2Dikti Gorontalo, pemerintah daerah telah memenuhi sejumlah syarat yang dibutuhkan antara lain sumber daya aparatur sebanyak 22 personil, kantor sementara yang berlokasi di bekas kantor Gubernur Gorontalo, serta sertifikat lahan untuk pembangunan kantor L2Dikti Gorontalo yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango.

“Kami mohon dukungannya untuk melengkapi data-data penyusunan naskah akademik yang akan diajukan ke Kementerian PAN dan RB. Kita berpacu dengan waktu dan untuk itu harapan kami Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mendorong percepatan persetujuan ke Menteri PAN dan RB,” ujar Ani Nurdiani Azizah.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengapresiasi upaya Kemenristek Dikti untuk mempercepat pembentukan L2Dikti Gorontalo.

“Kami menyambut gembira informasi dari Kepala Biro Hukum dan Organisasi bahwa ini adalah visitasi yang terakhir. Dipersentasikan proses pembentukan L2Dikti ini sudah mencapai 90 persen,” kata Idris Rahim.

Idris menuturkan sejak awal dirinya berkomitmen dan berjuang bersama para pimpinan perguruan tinggi agar L2Dikti ke-16 bisa berlokasi di Provinsi Gorontalo. Dalam beberapa kesempatan pertemuannya dengan Menristekdikti maupun dalam agenda kunjungan kerjanya ke Jakarta, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo tersebut selalu menyempatkan diri untuk menindaklanjuti pembentukan L2Dikti.

“Kita berupaya untuk menggerakkan ekonomi di Provinsi Gorontalo, salah satunya dengan berjuang agar L2Dikti bisa berlokasi di Gorontalo. Alasannya, semakin banyak yang berkunjung ke Gorontalo, tentunya perekonomian juga akan bergerak dan tumbuh,” tutur Idris Rahim.

L2Dikti Gorontalo akan membawahi 170 perguruan tinggi swasta yang ada di tiga provinsi, yakni Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama