>

GORONTALO – Pembentangan kain merah putih sepanjang 2301 meter dan lebar 3 meter berhasil masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori kain merah putih terpanjang. Pembentangan ini dilakukan dalam peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari, Kamis (23/1/2020).

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur, Idris Rahim melihat langsung pembentangan yang dimulai dari pintu gerbang Universitas Negeri Gorontalo dan berakhir di depan Kantor Pos Kota Gorontalo. Sebanyak 2301 siswa-siswi SMA/SMK se-Gorontalo terlibat dalam pembentangan kain merah putih ini.

“Alhamdulillah kreasi dari anak-anak muda terutama Ketua dan pengurus KNPI juga Komunitas Pekerja Panggung dan Seni Pertunjukan (KOMPAK) Gorontalo, mulai dari kirab bendera pusaka yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Dan tahun ini beda dari peringatan tahun sebelumnya, dimana dibentangkan kain merah putih sepanjang 2301 meter oleh 2301 siswa se-Gorontalo,” kata Rusli Habibie.

Rusli Habibie mengharapkan momentum Hari Patriotik ini dijadikan pemacu semangat putra-putri Gorontalo untuk terus melakukan pembangunan di daerah. Ia berharap di tahun yang akan datang aka nada pencetakan rekor baru yang bernilai positif.

“Para pahlawan telah menunjukkan semangatnya dalam merebut kemerdekaan, sekarang kita semangatnya untuk membangun Provinsi Gorontalo,” ujar Rusli Habibie.

Di tempat yang sama Senior Manager MURI Yusuf Ngatri menyampaikan dari tahun 2005 hingga 2019, tercatat Gorontalo telah mencetak rekor MURI sebanyak 16 kali. Ia mengharapkan berbagai rekor MURI bisa terus diciptakan oleh Provinsi Gorontalo.

 “Museum Rekor Dunia Indonesia menyatakan perentangan kain merah putih sepanjang 2301 meter oleh 2301 siswa kami nyatakan sebagai rekor dunia,” kata Yusuf dalam membacakan keputusan MURI.

Pembentangan kain merah putih menghabiskan 102 gulungan kain, delapan lusin gulungan benang dan empat mesin jahit. Proses penjahitan kain ini dilakukan dengan mesin dan jahit tangan oleh delapan pekerja.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Rekening Kas Umum daerah (RKUD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo telah dipindahkan ke Bank Sulutgo (BSG). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama pengelolaan RKUD oleh Kepala Badan Keuangan, Huzairin Roham dengan Direktur Operasional Bank Sulutgo, Welan Palilingan, dan disaksikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Kamis, (23/1/2020) di aula rumah dinas gubernur.

Usai penandatanganan Rusli Habibie menyampaikan penempatan kas daerah ini seharusnya sudah dilaksanakan tahun 2019, tapi ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi oleh Bank Sulutgo sehingga baru sekarang bisa dilakukan. Penempatan dana ini juga sudah seharusnya pada bank pembangunan daerah.

“Sekarang RKUD sudah di Bank Sulutgo, banyak uang yang harus bapak/ibu salurkan. Kita berusaha semua pemerintah daerah itu uangnya masuk dalam Bank Sulutgo. Saya mengimbau Bank Sulutgo harus dipegang oleh orang-orang yang profesional, jangan pernah ada campur tangan politik,” ungkap Rusli

Gubernur menambahkan terkait pelayanan, Bank Sulutgo diharapkan terus melaksanakan sosialisasi, menurutnya jika dilihat dari tingkat pengetahuan masyarakat Bank Sulutgo masih kurang menggema, dari pada bank umum lainnya.

“Apakah memang kurang promosi atau daya saingnya, daya juangnya atau mungkin karena bank plat merah jadi masyarakat enggan mengetahuinya. Jadi tolong Bank Sulutgo harus berani menawarkan project-project yang besar. Contohnya kan Hotel Grand Q sudah di take over oleh Bank Sulutgo, itu satu langkah besar,” ujar Rusli Habibie.

Rusli Habibie menyarankan Bank Sulutgo bekerjasama dengan perusahaan swasta seperti perusahaan pengelola SPBU. Karena menurutnya segala macam bentuk kerjasama yang baik akan meningkatkan inovasi Bank Sulutgo

“Contohnya anak saya itu kan punya SPBU, saya ingin pindahkan kasnya di Bank Sulutgo.  Tapi karena belum ada kerjasama antara pihak bank dengan SPBU maka belum jadi. Kami juga telah menghimbau bahkan mengharuskan pihak ketiga yang menjadi rekan Pemprov Gorontalo, untuk wajib hukumnya membuka rekening di Bank Sulutgo,” jelasnya

Sementara itu Direktur Operasional Bank Sulutgo Welan Palilingan menyampaikan Provinsi Gorontalo dengan 5 Kabupaten dan 1 Kota ini adalah salah satu pemegang saham dan juga sebagai pemilik Bank Sulutgo. Tercatat saham Provinsi Gorontalo sebanyak 2.8 persen atau sekitar 27 miliar.

“Bank Sulutgo juga siap meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya layanan pembayaran gaji pegawai setiap tanggal 1 bulan berjalan yang tetap bisa dilakukan meski di hari libur akhir pekan ataupun tanggal merah. Intinya kami melayani transaksi itu 7 hari 24 jam penuh,” tutur Welan.

Saat ini Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan pemprov masih melakukan proses perpindahan rekening gaji dari Bank BRI ke Bank Sulutgo. Sebelumnya hanya guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK/SLB yang sudah menggunakan rekening Bank Sulutgo.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SUWAWA SELATAN – Napak tilas perjuangan Pahlawan Gorontalo Nani Wartabone, mewarnai peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang ke 78. Para peserta napak tilas dilepas oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo Iswanta, di Desa Bondawuna Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango Kamis (23/01/2020).

Napak tilas ini untuk mengulang kembali jalur perjuangan Nani Wartabone bersama pasukan rimbanya untuk meraih kemerdekaan dan bebas dari penjajah 78 tahun silam. Selain itu juga untuk menggelorakan kembali nilai-nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone.

“Dengan peringatan hari patriotik 23 Januari akan timbul semangat baru dalam membangun daerah. Sejarah Nani Wartabone jangan dilupakan perjuangan harus berlanjut dan mampu menciptakan generasi baru,” tutur Iswanta dalam sambutannya.

Mantan Inspektur Gorontalo tersebut juga menambahkan, peringatan Hari Patriotik dapat dijadikan sebagai momen untuk mencetak sejarah baru dalam pembangunan Provinsi Gorontalo kedepan. Ia berharap tokoh-tokoh pembangunan akan terus lahir dari bumi Serambi Madinah ini.

Napak Tilas diawali dengan pembacaan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone oleh Ketua KNPI Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun. Peserta napak tilas berjumlah 35 orang. Terdiri dari unsur TNI-POLRI, Basarnas, Satpol PP, Bank, dan Badan Kesbangpol.

Titik napak tilas diawali dari Desa Bondawuna Suwawa Selatan, berlanjut ke Makam Nani Wartabone, kemudian ke Gedung Nasional dan berakhir di Kantor Pos Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Asriani/Gina - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

SUWAWA – Peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menata kawasan makam pahlawan nasional Nani Wartabone. Renovasi makam yang pernah diresmikan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ini menelan biaya sebesar Rp1 miliar.

Dalam peringatan Hari patriotik, 23 Januari 2020 ini Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mengatakan biaya renovasi yang digelontorkan tidak setara dengan perjuangan yang telah dilakukan oleh Nani Wartabone.

Ia menyebut bantuan renovasi ini sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Provinsi Gorontalo atas usaha Nani Wartabone dalam memerdekakan Bangsa Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, termasuk almarhum. Tadi dikatakan pada upacara oleh Gubernur bahwa almarhum berjuang untuk merdeka tanpa pamrih, sekali lagi tanpa pamrih,” tutur Idris Rahim.

Idris menambahkan, pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi Gorontalo masih banyak. Melalui momentum Hari Patriotik ini ia mengharapkan seluruh elemen masyarakat mampu berjuang melawan kebodohan, kemiskinan, korupsi, narkoba dan lainnya.

“Mari kita sama-sama memupuk kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan. Sebagaimana yang telah dilakukan pahlawan kita almarhum Nani Wartabone,” lanjut Idris Rahim.

Renovasi makam ini diusahakan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melalui audiensi yang dilakukannya dengan Menteri Sosial pada tahun 2018. Hasilnya, Gorontalo menjadi tiga daerah bersama Kepulauan Riau dan Sulawesi Tengah yang mendapat anggaran renovasi makam pahlawan.

Selain pengresmian renovasi makam, dilaksanakan upacara dan tabur bunga di makam Nani Wartabone. Ada juga penyerahan bantuan dari Baznas kepada 100 anak yatim piatu dan 150 orang lansia.

 

Pewarta : Ecin/Gina - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

KABILA – “Almarhum Nani Wartabone tidak kenal lelah, tidak pernah menyerah, bertekad untuk memerdekakan Indonesia. Semangat yang menyala-nyala memperlihatkan ketangguhan, keiklasan tanpa pamrih, bahkan ditawari jabatanpun ia menolak karena perjuangannya hanya untuk mengusir penjajah. Tepat pada hari ini 23 Januari di tahun 1942 Nani Wartabone mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo,” kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat menyampaikan amanat memperingati Hari Patriotik.

Peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari 1942, diawali dengan upacara bendera. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertindak sebagai Inspektur upacara yang digelar di Lapangan Likada, Kabila, Bone Bolango, Kamis (23/1/2020).

Bertindak sebagai Perwira Upacara Mayor Infanteri Lasiman, Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Korem 133/NWB. Sebagai komandan upacara adalah Mayor infanteri Julian C Matoke yang sehari-hari Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1304 Gorontalo.

Peringatan Hari Patriotik dilakukan dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang diikuti seluruh unsur pemerintahan dan amsyarakat di Provinsi Gorontalo. Dalam upacara ini juga dibacakan lintas sejarah patriotik oleh Ketua Harian KNPI Provinsi Gorontalo, Alham Prasogo Habibie.

Peristiwa 23 Januari 1942 merupakan gerakan rakyat Gorontalo yang dipimpin oleh Nani Wartabone untuk berjuang membebaskan diri dari penjajahan kolonial Belanda. Dengan melakukan pendidikan kebangsaan dan gerakan kepemudaan, Nani wartabone menggelorakan semangat kaum muda untuk mencapai kemerdekaan. Sebelum kedatangan Jepang di Gorontalo, pada hari itu seluruh masyarakat dari berbagai etnis di Gorontalo bergerak ke pusat pemerintahan, mengambil alih instansi strategis seperti kantor pos dan telegraf, menahan semua pejabat Pemerintahan Hindia Belanda dan mendeklarasikan kemedekaan.

Deklarasi kemerdekaan Indonesia di Gorontalo ini diikuti dengan menurunkan bendera Belanda dan mengibarkan bendera merah putih yang diiringi nyanyian Indonesia Raya.

Peristiwa ini oleh masyarakat Gorontalo dikenal sebagai Hari Patriotik yang selalu diperingati setiap tanggal 23 Januari.

Selain untuk mengenang semangat perjuangan rakyat Gorontalo, upacara bendera ini juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa 23 Januari 1942 merupakan peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan kapan pun juga.

Rusli Habibie mengatakan semangat patriotik telah membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat. Momentum hari patriotik ini, ia mengajak semua rakyat Gorontalo melihat kembali kilas balik perjuangan, mengoreksi diri, introspeksi untuk berjuang meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Mari kita membangun Gorontalo lebih sejahtera lagi sesuai dengan cita-cita para pahlawan. Mari kita bersama-sama melanjutkan perjuangan, mengusir kebodohan dan kemiskinan, tujuan kita adalah rakyat Indonesia sejahtera,” ujar Rusli Habibie.

Selain upacara bendera, peringatan hari patriotik ke 78 ini juga diisi dengan digelarnya NKRI Peduli, pasar murah, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis khusus bagi masyarakat Bone Bolango.

Napak tilas perjuangan Nani Wartabone, Kirab Bendera Pusaka dan ziarah ke taman makam pahlawan serta pengresmian makam Nani Wartabone melengkapi rangkaian kegiatan peringatan 23 Januari 1942.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Kamis, 23 Januari 2020 06:49

Sekda Apresiasi Layanan BKD Berbasis Digital

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba menyambut baik layanan Badan Kepegawaian Daerah yang berbasis digital.

Hal ini disampaiakannya pada bimbingan teknis penyusunan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK)  dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional di hotel Horison Nayumi Gorontalo, Rabu (22/1/2020).

“Saya apresiasi terobosan BKD ini, karena sesuai dengan harapan saya dalam mempermudah pemenuhan hak-hak PNS,” ujar Darda Daraba.

Terkait bimtek penyusunan DUPAK dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional, Ia meminta agar mendapatkan kesepahaman persepsi dari tim penilai dan PNS fungsional yang dinilai.

Perbedaan pemahaman ini paling terasa ketika proses verifikasi berkas kenaikan pangkat.

“Sering kali ditemukan berkas tidak lengkap yang kemudian bisa berujung pada tidak memenuhi syarat dan tertundanya keniakan pangkat PNS,” ungkap Darda Daraba.

Dalam mencegah hal tersebut sekda menjelaskan, perlu ada dan dibuat standarisasi penilaian angka kredit, sehingga pengetahuan tim penilai dan PNS fungsional yang dinilai bisa linier dan manajemen PNS kenaikan pangkat dan jabatan bisa berjalan maksimal.

“Untuk mendapatkan satu pemahaman yang sama, saya minta pak Kaban buatkan semacam SOP. Jadi tidak perlu berdebat lagi. Kalau sudah sama teruskan, kalau tidak ya stop. Yang pasti SOP nya sesuai standar-standar yang sudah ada,” tandasnya.

Bimbingan teknis penyusunan DUPAK dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional akan dilaksanakan selama dua hari. Peserta yang mengikuti sebanyak 100 orang yang terdiri dari, ketua tim penilai angka kredit jabatan fungsional, ketua sekretariat penilai angka kredit, kepala sub bagian kepegawaian dan tata usaha pada UPTD di lingkungan Pemprov Gorontalo.

 

Pewarta: Nova- Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Provinsi Gorontalo adalah satu-satunya daerah yang mengembangkan layanan kepegawaian berbasis digital sehingga direncanakan menjadi pilot project layanan kepegawaian berbasis digital untuk wilayah regional XI Manado.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Gorontalo, Zukri Surotinojo pada bimbingan teknis penyusunan DUPAK dan perhitungan angka kredit jabatan fungsional di hotel Horison Nayumi Gorontalo, Rabu (22/1/2020).

Menurut Zukri, saat ini Provinsi Gorontalo menjadi satu satunya provinsi yang sedang mengembangkan layanan kepegawaian berbasis digital. Layanan digital ini dibuat untuk memudahkan pegawai Pemprov Gorontalo dalam hal pengurusan kenaikan pangkat (kenpa), kenaikan berkala sampai dengan pengurusan pensiun agar tidak lagi bergulat dengan segala macam bentuk kertas dan tepat waktu.

Zukri juga mengungkapkan, untuk mempercepat penggunanaan layanan kepegawaian berbasis digital ini, dalam waktu dekat pihaknya sudah menyiapkan tim untuk turun ke semua OPD meminta kelengkapan administrasi PNS untuk di digitalkan.

“Target kami pada kenaikan pangkat pada bulan april nanti sudah berbasis digital. Kami juga sudah bekerjasama dengan BKN,” tuturnya.

Namun, Zukri menambahkan dalam pengurusan kenaikan pangkat, pihaknya masih menemui masalah khususnya untuk jabatan fungsional. Kendalanya berada pada penilaian angka kredit.

Mantan Kepala Biro Humas Protokol itu menjelaskan, selama ini belum ada sebuah kesepakatan dan kesepahaman tatacara penilaian angka kredit yang benar dan sesuai. Kadang kala dimasing-masing OPD yang memiliki jabatan fungsional hanya memiliki tim penilai angka kredit. Yang seharusnya disetiap OPD harus ada sekretariat tim penilai angka kredit.

 “Jadi bukan hanya tim penilai saja tetapi harus ada juga sekretariatnya. Olehnya dengan pelaksanaan bimtek ini, tentunya kedepan masalah-masalah seperti ini tidak terjadi lagi. Kami juga menegaskan bagi pejabat fungsional yang tidak mengikuti bimtek, tidak akan dilayani dalam pengurusan kenaikan pangkat pada bulan april ini,” pungkasnya.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA –  Setelah disemayamkan semalam di Gorontalo Utara, Bendera Pusaka Merah Putih yang telah melewati dua wilayah, Kabupaten Pohuwato dan  Boalemo, hari ini berlanjut dengan melewati 4 wilayah yaitu Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan berakhir di Bone Bolango.

Masyarakat Bone Bolango antusias menyambut dan menyaksikan serah terima Bendera Pusaka Merah Putih 23 Januari 1942, Rabu (22/1/2020).

Bone Bolango adalah lokasi berakhirnya kirab  yang telah dimulai sejak hari Selasa dari Kabupaten Pohuwato.

Bendera pusaka akan dibawa pada upacara puncak peringatan Hari Patriotik pada 23 Januari tahun 2020 yang berlangsung di lapangan Likada Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.

Selain upacara puncak yang akan dihadiri ribuan orang, pada hari itu juga akan dilaksanakan pembentangan Bendera Merah Putih terpanjang di jalan protokol yang dimulai dari jalan Pandjaitan atau tepatnya di depan Universitas Negeri Gorontalo hingga ke Kantor Pos.

Pembentangan bendera ini sekaligus pencatatan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Pembentangan Bendera Merah Putih Terpanjang di Jalan Protokol.

Panjang bendera yang  disiapkan yakni 2.300 meter dengan lebar 3 meter. Bendera ini memiliki pesan semangat patriotik 23 Januari 1942 kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda Gorontalo.

Acara yang digerakkan oleh KNPI serta Komunitas Pekerja Panggung dan Seni Pertunjukkan (KOMPAK) itu rencananya akan melibatkan 2301 siswa-siswi SMA/SMK se Gorontalo. Proses pekerjaan bendera dilakukan selama dua hari dan sudah siap dibentangkan.

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

TILAMUTA – Sebanyak Rp179 miliar anggaran pemerintah dialokasikan untuk Kabupaten Boalemo. Rinciannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) sebesar Rp141,8 miliar dan APBD senilai Rp37,9 miliar.

Anggaran sebanyak itu disumbang dari 14 OPD Pemprov Gorontalo dan tiga satker Kementrian PUPR yakni Balai Sarana Permukiman, Balai Wilayah Sungai serta Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Provinsi Gorontalo. Ekspose data tersebut dilakukan saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) antara Pemprov Gorontalo dengan Pemkab Boalemo bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/1/2020).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyebut rakorev ini sangat penting untuk mensinergikan program dengan pemerintah daerah. Harapannya tidak terjadi tumpang tindih program serta bisa benar-benar tepat sasaran.

“Artinya apa, agar koordinasi dan sinkronisasi itu jalan. Jangan sampai pemerintah pusat menganggarkan apa tapi tidak dibutuhkan tidak didukung oleh pemerintah provinsi atau kabupaten/kota. Oleh karena itu, saat inilah saatnya kita duduk bersama membahas berbagai program,” jelas Gubernur Rusli.

Pada forum tersebut, Gubernur meminta setiap pimpinan OPD strategis memaparkan apa dan berapa alokasi anggaran yang diarahkan ke Boalemo. Sebaliknya, Pemda Boalemo diminta menanggapi termasuk memberikan masukan terkait dengan program yang ada.

Beberapa hal yang ditekankan Rusli di antaranya tentang larangan perusakan lingkungan untuk lahan pertanian. Pihaknya akan bersikap tegas bagi petani jagung yang masih memanfaatkan area perbukitan dengan kemiringan di atas 15 persen.

 “Jadi mohon maaf Pak Bupati, tahun ini kita harus tegas. CPCL (Calon Penerima Calon Lahan) yang diajukan kepada kami setelah dilihat kemiringannya di atas 15 persen maka mohon maaf kami tidak akan berikan benih jagung gratis. Kami tidak ingin meninggalkan bencana bagi anak cucu kita,” tegasnya.

Sebagai gantinya, Pemrov Gorontalo siap mengganti tanaman jagung di area perbukitan dengan tanaman lain seperti mangga, jambu mente dan pohon jabon. Pemerintah siap memberikan benih secara gratis.

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

LIMBOTO – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali bersama istri dan rombongan disambut dengan adat Mopotilolo di rumah jabatan Bupati Gorontalo, Rabu (22/1/2020).

Mopotilolo merupakan upacara adat Gorontalo untuk menyambut pejabat negara yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di bumi Serambi Madinah. Meski lahir di Gorontalo, namun ini merupakan kunjungan perdana Zainudin Amali ke kampung halamannya setelah dirinya dilantik menjadi Menpora RI pada Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo.

Prosesi Mopotilolo diawali dengan penyambutan di halaman rumah jabatan Bupati dengan atraksi Langga yang merupakan seni bela diri tradisional Gorontalo. Setibanya di dalam rumah jabatan Bupati, Menpora disuguhkan sirih dan penganan di atas nampan yang merupakan simbol adat yang mengandung empat unsur alam, yaitu tanah, air, api, dan udara. Prosesi diakhiri dengan doa dan mengabi atau pernyataan dari tokoh adat bahwa kedatangan Menpora telah mendapat restu dari seluruh masyarakat dan alam Gorontalo.

Lahir di Gorontalo pada 16 September 1962, Zainudin Amali menjadi anggota DPR RI dari Partai Golongan Karya sebanyak empat kali. Pada periode 2004-2009 dirinya terpilih untuk mewakili Provinsi Gorontalo, serta tiga kali mewakili Provinsi Jawa Timur yaitu pada periode 2009-2014, 2014-2019, dan terpilih kembali untuk periode 2019-2024 yang kemudian mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi untuk menjadi Menpora.

 “Bapak Zainudin Amali ini merupakan salah satu putra terbaik Gorontalo. Sebagai putra Gorontalo yang mendapat amanah dari bapak Presiden Jokowi untuk menjadi Menpora, mari kita dukung dan doakan bersama agar semua tugas-tugas yang diemban oleh beliau bisa berjalan lancar dan sukses,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada syukuran kedatangan Menpora Zainudin Amali usai prosesi Mopotilolo.

Dalam kunjungan ke Provinsi Gorontalo, Menpora dijadwalkan akan menghadiri sejumlah kegiatan, di antaranya memberikan ceramah umum di Universitas Negeri Gorontalo, silaturahmi dengan jajaran KAHMI Gorontalo, serta menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Patriotik 23 Januari tingkat Kabupaten Gorontalo yang akan dilaksanakan di Stadion 23 Januari, Telaga.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama