>

GORONTALO  – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyalurkan semua unek-unek dan kegeramannya saat memberi pembinaan kepada ribuan orang tua, guru dan siswa SMA/SMK sederajat bertempat di SMK 1 Kota Gorontalo, Senin (11/11/2019).

Rusli menyindir sikap orang tua yang seolah tidak mau tau terhadap aktivitas anaknya di rumah. Anak yang tidak pulang di atas jam 10 malam tidak dicari sementara hewan ternak dicari dan dipelihara sepenuh hati.

“Saya minta untuk orang tua tolong pak, tolong bu, dimonitor anaknya. Jam 10 malam belum pulang dicari!. Jangan ayam, anak kambing tidak pulang dicari. Anaknya tidak pulang jam 12 malam tidak dicari,” pinta Rusli.

Menurut Rusli, pengawasan anak tidak cukup hanya dilakukan oleh guru dan aparat. Jumlahnya sangat terbatas. Orang tua dan lingkungan rumah diharapkan menjadi garda terdepan untuk membina anak-anak.

Rusli mengancam jika ada orang tua berstatus ASN Pemprov Gorontalo yang anaknya terlibat kenakalan akan dimutasi atau dipecat dari jabatannya. Hal itu untuk menjadi pelajaran agar orang tua bisa lebih peduli.

“Saya sangat serius soal ini, karena menyangkut masa depan bangsa. Narkoba, miras dan lain lain lebih jahat dari teroris. Pernah Gorontalo urutan kelima narkoba. Bayangkan penduduknya sedikit, urutan kelima,” kesalnya.

Kenakalan remaja yang berusia sekolah menurut Rusli sangat kontraproduktif dengan upaya pemerintah memajukan sumber daya manusia di daerah. Pendidikan sejak tahun 2012 sudah digratiskan, kualitas dan kesejahteraan guru dtingkatkan namun tidak sejalan dengan sikap anak didiknya

 “Kita sudah bangun SPN (Sekolah Polisi Negara), tahun depan ada juga Secaba (Sekolah Calon Bintara). Itu siapa nanti yang sekolah di situ? Ya kalian pelajar ini yang kami siapkan. Tapi kalau kalian merokok, narkoba, miras mau jadi apa kalian?,” sambungnya.

Hal lain yang menjadi penegasan yakni monitoring pihak sekolah terhadap siswa yang membawa senjata tajam, merokok, miras dan narkoba. Bagi siswa yang melakukannya diminta agar dipecepat tanpa surat pindah agar tidak terterima di sekolah lain.

Para guru juga diminta bertanggungjawab jika tidak maka bersiap dimutasi atau dipecat dari jabatannya. Ia mewajibkan pihak sekolah membuat aplikasi bagi guru dan orang tua untuk memonitor kehadiran siswa, laporan hasil studi dan rekam jejak setiap anak.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO  – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengingatkan guru, orang tua dan siswa terkait aksi kenakalan remaja yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Rusli Habibie memerintahkan pihak sekolah memecat apabila ada siswa yang membawa senjata tajam, merokok, minuman keras dan atau narkoba.

“Saya minta setiap hari guru bergantian merazia siswa yang bawa senjata tajam, ada yang merokok, miras dan narkoba. Kalau perlu dipecat jangan kasih surat pindah supaya tidak terterima di mana-mana. Gurunya tidak bertanggungjawab saya mutasi ke tempat jauh,” tegas Rusli saat memberi pembinaan kepada ribuan orang tua, guru, siswa SMA/SMK sederajat bertempat di SMK 1 Kota Gorontalo, Senin (11/11/2019).

Rusli Habibie sangat prihatin dengan berbagai aksi kenakalan dan kriminal yang melibat siswa sekolah. Selain aksi panah wayer yang sudah memakan banyak korban, aparat juga pernah menemukan pesta rokok, miras dan lem di salah satu eks kantor pemerintah di Kawasan Botu.

Untuk memudahkan pengawasan orang tua dan guru terhadap siswa sekolah di jam-jam pelajaran, Rusli mewajibkan setiap sekolah menggunakan aplikasi yang memuat laporan terinci tentang laporan kehadiran siswa, hasil studi dan rekam jejaknya.

“Tahun depan saya wajibkan sekolah bikin aplikasi seperti yang sudah dirintis SMK Boalemo. Sekolah yang tidak buat saya pecat kepala sekolahnya,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Gubernur Idris Rahim. Menurutnya kenakalan dan kekerasan remaja tidak cukup hanya menjadi tanggungjawab aparat TNI dan Polri. Tidak cukup juga hanya dipercayakan kepada pemerintah maupun pihak sekolah. Butuh pendampingan dari orang tua dan siswa sekolah.

“Di sekolah siswa hanya lebih kurang 7 jam, di rumah 17 jam. Jadi pengawasan ini tidak saja guru tapi orang tua sangat perlu,” tambah Idris.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Hari Pahlawan yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia setiap tanggal 10 November merupakan momentum untuk menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus memotivasi generasi milenial anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini.

“Dulu para pahlawan kita berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sekarang tugas anak bangsa atau generasi milenial untuk membangkitkan semangat berinovasi dalam mengisi pembangunan dan menjadi pahlawan masa kini,” ujar Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim yang bertindak sebagai inspektu upacara pada peringatan Hari Pahlawan ke-74 tingkat Provinsi Gorontalo yang berlangsung di halaman rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (10/11/2019).

Sebagaimana tema yang diangkat pada peringatan Hari Pahlawan ke-74 yakni ‘Aku Pahlawan Masa Kini’, Idris mengajak seluruh generasi milenial Gorontalo untuk menjadi pahlawan masa kini dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk menjadi pahlawan masa kini, lanjut Wagub, dapat diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata, seperti menolong sesama, tidak melakukan provokasi, tidak menyebarkan berita hoaks, serta tidak melakukan tindakan anarkis yang merugikan orang lain.

“Jangan biarkan kita tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain.  Mari kita maknai Hari Pahlawan dengan wujud nyata menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan, serta cinta tanah air untuk menuju Indonesia maju. Dengan menjadikan diri kita pahlawan masa kini, permasalahan yang menganggu bangsa ini dapat teratasi,” imbuhnya.

Hadir pada upacara Hari Pahlawan ke-74 tingkat Provinsi Gorontalo tersebut Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris RA. Jusuf, unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo. Upacara diikuti oleh unsur TNI, Polri, Basarnas, Korpri, serta pelajar dari SMA Negeri 1 Gorontalo.

Rangkaian peringatan Hari Pahlawan ke-74 di Provinsi Gorontalo dilanjutkan dengan upacara ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone di Kabupaten Bone Bolango, dan diakhiri dengan upacara tabur bunga di Pelabuhan Gorontalo. Bertindak sebagai inspektur upacara ziarah dan tabur bunga adalah Komandan Korem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP. Ritiauw.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tepat di pinggir muara sungai Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menjamu makan malam Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa bersama isteri dan rombongan.

Muara sungai ini merupakan pertemuan 2 sungai besar, Bone dan Bolango sebelum mengalir ke Teluk Tomini. Di sinilah Rusli Habibie dan Suharso Monoarfa bersama rombongan menikmati santap malam, di rumah makan Ohara, Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo, Sabtu malam, (9/11/2019).

Suasana makan malam ini sangat berkesan, gemerlap lampu di seberang jalan dan gemercik aliran sungai yang mengalir memberi kesan yang mendalam penuh keakraban. Hadir dalam santap malam ini  anggota DPR yang juga istri gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo, Ketua DPRD provinsi Gorontalo Paris Jusuf serta sejumlah pejabat.

Suharso Monoarfa, Menteri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu datang memenuhi undangan syukuran yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur sore harinya.

Dalam kesempatan tersebut, di hadapan 2.500 masyarakat dan pemerintah Provinsi Gorontalo Suharso berkomitmen membuat Provinsi Gorontalo bisa “naik kelas”. Suharso Monoarfa ingin kampung halaman orang tuanya ini, bisa naik peringkat dalam hal penurunan angka stunting (gizi buruk/kerdil) dan penurunan angka kemiskinan.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berjanji akan pelototi tiga proyek Gorontalo. Proyek yang sudah masuk dalam major project pemerintah pusat itu yakni revitalisasi Danau Limboto, kelanjutan pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) dan pengembangan rumah sakit (RS) Ainun Habibie.

“Yang pertama tentu kita musti selesaikan danau Limboto. Danau Limboto itu termasuk dari tujuh danau di seluruh Indonesia yang direvitalisasi. Bukan hanya kepentingan Indonesia tetapi juga dunia untuk memulihkan kembali habitat di danau,” tutur Suharso saat memenuhi undangan syukuran yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (9/11/2019).

Hal lain yang menjadi perhatian yakni rencana pengembangan RS Ainun Habibie. Meski tidak menggunakan uang pemerintah pusat karena dikembangkan melalui skema KPBU, namun pihaknya berupaya agar rencana itu bisa mendapat perhatian dari investor. Kementrian PPN/Bappenas menjadi leading sektor dalam hal perencanaan dan konsultan proyek tersebut.

“Bolanya sebenarnya ada di DPRD Gorontalo. KPBU RS Ainun belum disetujui? Nanti kalau ada dari fraksi saya (PPP) yang mbalelo (menyimpang/tidak setuju) tolong diberi tahu. Jadi itu harus, kalau bisa saya datang untuk ground breaking,” imbuh Ketua Umum PPP itu memberi dukungan.

Terkait dengan kelanjutan pembangunan GORR, Harso berupaya untuk tetap memberi dukungan anggaran. Menurutnya proyek GORR sudah masuk dalam major project pemerintah dan tetap diseriusi hingga tuntas.

“Jadi sebelum bapak gubernur tadi ngomong, sudah saya lihat apa yang bisa saya kontribusikan untuk kampung halaman saya. Saya tidak lahir di sini, tapi ibu bapak saya lahir di Gorontalo. Bapak saya Monoarfa, ibu saya Bumulo,” sambungnya.

Mantan anggota DPR RI itu menilai Provinsi Gorontalo bisa naik kelas selama lima tahun ke depan. Ia berjanji akan membantu dalam dua target pembangunan berkelanjutan yakni menurunkan angka stunting dan angka kemiskinan.

Angka stunting Gorontalo dinilainya sudah cukup membaik dari 36,5 persen turun menjadi 31,5 persen. Ia ingin angka itu bisa turun di angka dua puluhan persen. Sementara angka kemiskinan saat ini masih berada di angka 15,52 persen.

 

Pewarta: Isam/Anie - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – “Pak Rusli Habibie itu patut ditiru, patut dicontoh. Waktu masih muda, nakalnya itu nggak ketulungan. Bandel sekali. Mungkin karena bandel itu jadi seperti ini,” kata Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) saat mengenang masa kecilnya bersama Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Sabtu (9/11/2019).

Nostalgia Suharso Monoarfa ini disampaikan pada kunjungan pulang kampung di Gorontalo, dalam rangka memenuhi undangan syukuran yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Kisah-kisa masa lalu hubungan Suharso Monoarfa  dengan daerah yang dicintainya ini disampaikan di halaman Rumah Jabatan Gubernur yang dihadiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Gubernur Idris Rahim serta para kepala daerah.

Mantan Ketua Presidium Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) 1980-1995 itu berbagi kisah bagaimana masa mudanya dengan Rusli Habibie. Menurut Suharso Monoarfa, Rusli Habibie muda adalah anak nakal namun pekerja keras.

Ketua Umum PPP itu menyebut keduanya, Suharso dan Rusli sempat lama tinggal di Bandung. Suiharso tinggal di asrama HPMIG sementara Rusli Habibie tinggal di rumah keluarga besar almarhum BJ Habibie. Sebagai orang yang menumpang di keluarga, Suharso menyebut Rusli sebagai orang yang rajin dan pekerja keras.

“Kerjanya pak Rusli ini berat sekali. Mulai dari cuci mobil, siram tanaman, ngepel. Kalu siram tanaman terus ada cewek lewat dia suit-suitin,” kenang Suharso Monoarfa.

Pada tahun 1997, Rusli Habibie sudah kembali ke Gorontalo untuk merintis usaha. Sementara Suharso memilih tetap barkarir di Jakarta. Suatu ketika Harso pulang kampung dan bermaksud meminta bantuan Rusli yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.

Ia mendengar jika usaha yang dirintis Rusli sudah maju. Harso meminjam mobil untuk suatu keperluan di daerah Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Ketika itu, Rusli datang dengan motor dan mengenakan celana pendek. Singkat cerita, mobil yang dipinjam pun diberikan Rusli lengkap dengan supirnya.

“Sepanjang jalan yang bawa oto saya wawancara. Ini oto-nya pak Rusli atau bukan. Ternyata itu oto dia sewa buat saya. Itu menunjukkan betapa dia sayang sama saya,” puji Suharso Monoarfa.

Suharso menitipkan agar masyarakat Gorontalo menjaga Rusli Habibie sebagai Gubernur. Menurutnya, Rusli adalah orang yang pas untuk memimpin dan membesarkan kampung kelahiran ibu bapaknya itu.

“Partai kami boleh berbeda, tetapi banyak yang tidak tahu hubungan saya yang spesial dengan beliau. Ya pasti ada yang kasih informasi yang macam-macam, tetapi tolong jaga adik saya tercinta ini untuk Gorontalo,” pungkasnya.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

ISIMU  - Prosesi adat Mopotilolo yang dilakukan sejumlah perangkat adat Gorontalo menyambut kedatangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa bersama istri dan rombongan di Bandara Djalaludin Gorontalo, Sabtu, (9/11/2019).

Mopotilolo merupakan upacara adat Gorontalo untuk menyambut pejabat negara yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Gorontalo.

Penyambutan dilaksanakan oleh para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa (lima negeri adat Gorontalo).

Meski ayah ibunya berdarah Gorontalo, namun Ini merupakan kunjungan perdana Suharso Monoarfa ke kampung halaman usai dilantik oleh Presiden Jokowi, Oktober kemarin. Ia dijadwalkan menghadiri syukuran dan pertemuan dengan pemerintah dan masyarakat yang digagas oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Mopotilolo diawali dengan penyambutan Kepala Bappenas di pintu gerbang adat menuju ruangan VIP terminal lama Bandara Djalaludin. Penyambutan yang dihadiri oleh Gubernur Rusli itu diiringi tabuhan genderang adat dan tarian Longgo atau tarian perang Gorontalo.

Setibanya di ruangan VIP,  prosesi Mopotilolo dimulai dengan penyerahan persembahan adat kepada Menteri yang dilanjutkan dengan jamuan teh dan kue tradisional Gorontalo.

Prosesi Mopotilolo dilanjutkan dengan pengucapan petuah adat dan diakhiri dengan pembacaan doa untuk memohon keselamatan dan kesehatan kepada Menteri dan rombongan selama diamanatkan tugas negara.

Rencananya Menteri PPN/Bappenas akan menuju Rumah Dinas Gubernur. Tidak tanggung tanggung Gubernur Rusli Habibie menghadirkan 2.500 masyarakat dan pegawai pemerintah untuk bertatap muka langsung dengan menteri.

Suharso Monoarfa yang juga menjabat Ketua Umum PPP sebelumnya pernah menjabat anggota DPR RI. Terakhir ia dipercaya sebagai Angggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) sebelum dilantik menjadi menteri.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 39 atlet dan official Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-XV asal Gorontalo diberangkatkan ke Bangka Belitung.

Mereka dilepas oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Gorontalo, Sukri Botutihe di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernuran, Jumat (8/11/2019). Event dua tahunan tersebut akan digelar tanggal 10-18 September 2019.

Sukri Botutihe mengingatkan ajang olahraga semacam ini tidak selalu tentang meraih juara. Ada silaturahmi dan promosi daerah yang juga diemban oleh setiap altet. Oleh karena itu, ia berharap apapun hasilnya setiap atlet harus mampu menjaga nama baik daerah di tingkat nasional.

“Saya berpesan jaga nama baik Gorontalo. Bertandinglah sebaik-baiknya dan junjung tinggi sportivitas,” ucap Sukri yang juga menjabat Asisten Bidang Pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang diwakili Kabid Pembinaan dan Sekretariat Korpri Gathan Dokliwan melaporkan bahwa Pornas Korpri yang diselenggarakan di Bangka Belitung itu akan diikuti oleh 39 orang. Rincian 21 atlet dan 18 official asal Gorontalo.

“Para atlet akan bertarung di lima cabang olahraga yakni gate ball, catur, tenis meja, bulu tangkis dan lari 10 KM,” jelas Gathan.

Altet dan offical Gorontalo disumbang dari Pemprov Gorontalo 13 orang, Pemkot Gorontalo 11 orang, Pemkab Boalemo sembilan orang serta Pemkab Bone Bolango lima orang. Ditambah satu orang tim medis dari Dinas Kesehatan.

Pada ajang serupa dua tahun lalu di Jogjakarta, kontingen Provinsi Gorontalo berhasil meraih medali emas dari cabang futsal. Itu menjadi satu satunya catatan prestasi terbaik Gorontalo di ajang dua tahunan para pegawai pemerintah itu.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  –  Ketersediaan air minum merupakan hajat hidup orang banyak, dan perlu pembahasan bersama untuk menuju pengeloaan PDAM yang lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba pada workshop pilot project peningkatan kinerja PDAM di hotel Horizon, Kamis (7/11/2019).

Pada workshop ini juga ditetapkan Provinsi Gorontalo sebagai pilot project peningkatan kinerja PDAM.

“Tuntutan sekarang sudah luar biasa, kebutuhan akan air minum sebagai dasar hajat hidup orang banyak sudah  harus kita pikirkan bersama. Kita butuh komitmen bersama mulai dari pemerintah pusat hingga ke daerah”, kata Darda Daraba.

Darda Daraba menuturkan, peran pemerintah sangat diharapkan dalam mendorong PDAM sehat dan mampu memperluas cakupan pelayanannya. Iapun mengingatkan beberapa hal terkait kinerja PDAM yang sehat.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah terkait PDAM, yaitu  keharusan tarif PDAM sudah Full Cost Recovery . Kedua, pemda wajib menyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM). RISPAM wajib disusun supaya pengambangan SPAM dalam kurun waktu 20 tahun dapat direncanakan secara terencana dan terintegrasi”, urai Sekda.

Darda berharap setelah workshop akan diperoleh skema meningkatkan  kinerja PDAM dan akan menjadi pilot project di Indonesia.

Sementara itu Direktur Direktorat BUMD, BLUD, dan BMD Kemendagri, Komedi, menjelaskan berdasarkan data hasil evaluasi kinerja BUMD Air Minum pada tahun 2019 yang dinilai kinerjanya dari 374 BUMD air minum, sebanyak 64 % belum FCR (Full Cost Recovery).

Komedi menguraikan ada tiga hal yang menjadi penyebab BUMD air minum belum FCR yaitu banyaknya BUMD Air Minum yang tidak memenuhi kelayakan usaha, pengelolaan perusahaan yang belum efisien, dan pendapatan yang belum optimal karena implementasi struktur tariffyang belum sesuai dengan kaidah manajemen operasional.

“Terdapat 147 BUMD Air Minum  yang pelanggannya kurang dari 10 ribu,” ungkap Komedi.

Peserta workshop berasal dari unsur pemda, BUMD penyelenggara SPAM dan stake holder lain sejumlah 80 orang.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Sejumlah gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Para gubernur ini didampingi Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik dan Plt Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Bahtiar Baharuddin.

Beberapa gubernur yang hadir yakni Gubernur Sulteng Longki Janggola, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hadir pula Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran serta Plt Gubernur Kepri Isdianto.

“Alhamdulillah hari ini kita melaporkan tentang rencana Munas APPSI ke Mendagri. Insyaallah akan digelar tanggal 25-27 November 2019,” kata Rusli Habibie usai pertemuan.

APPSI rencana akan memilih kembali Ketua Umum. Posisi tersebut awalnya diisi oleh Soekarwo namun sudah diserahkan ke Gubernur Sulteng Longki Janggola. Sukarwo melepas Ketua Umum sejak Februari 2019 karena tidak lagi menjabat Gubernur Jawa Timur.

“Kita juga mendengarkan pengarahan dari Bapak Menteri terkait dengan perkembangan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah,” papar Rusli Habibie.

Rencananya pada tanggal 13 November 2019 nanti Kemendagri akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang akan dihadiri para gubernur, bupati, wali kota dan unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten / kota. Acara bakal digelar di Sentul International Convention Center (SIIC), Bogor, Jawa Barat.

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo