>

GORONTALO – Kurang dari dua pekan sebelum diluncurkan tanggal 22 September 2019, Sistem Donor Darah Gorontalo (SIDDGO) terus disosialisasikan kepada masyarakat, Sabtu (14/9/2019).

Salah satunya melalui Dialog RRI yang diikuti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rachmad Fudail selaku inisiator aplikasi, Plt Ketua PMI Ishak Liputo serta Alwin Naue selaku pengembang.

SIDDGO merupakan aplikasi berbasis web dan android diharapkan bisa menjadi solusi kekurangan darah di Gorontalo. PMI menyebut butuh 1.000 hingga 1.200 kantong darah setiap bulannya. Di sisi lain, jumlah pendonor dan informasi ketersediaan darah di Unit Transfusi Daerah (UTD) belum terdata dengan baik.

“Ada suatu kesulitan di masyarakat (untuk akses darah), makanya sangat penting untuk dibuat (aplikasi) online. Saya punya 4.500 anggota dengan segala golongan darahnya. Dari situ saya sampaikan rencana aplikasi ini ke Pak Gubernur yang ditindaklanjuti oleh Pemprov dan PMI,” ujar Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Rachmad Fudail.

Dengan akses yang lebih luas, SIDDGO diharapkan bisa menjangkau pendonor darah dari berbagai kalangan. Pelibatan ASN dari Pemprov, Pemkab, Pemkot serta unsur TNI dan Polri diharapkan bisa memaksimalkan distribusi darah bagi warga yang membutuhkan.

“Saya juga terus menghimbau kepada masyarakat umum, PNS, PTT termasuk BUMN, BUMD dan mahasiswa untuk aktif mendonorkan darah. Termasuk istri saya, tadi saya cek ibu Idah sudah mendonor 36 kali,” ungkap Gubernur Rusli.

Meski belum diluncurkan, aplikasi SIDDGO sudah tersedia di play store. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 2.200 kali. SIDDGO sudah diuji coba kepada 30 orang yang membutuhkan darah serta telah melatih sejumlah tenaga admin.

SIDDGO memiliki sejumlah fitur utama di antaranya fitur untuk meminta darah, fitur stok darah, fitur unit transfusi serta statistik jumlah pendonor.

Cara meminta darah cukup dengan memilih jenis darah yang dibutuhkan dan lokasi pengguna. Secara otomatis pengguna akan dihubungkan dengan pendonor yang tersedia di aplikasi. Status permintaan darah bisa dipantau secara real time.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BONE BOLANGO, Humas – Keseruan adventure offroad Jelajah Wisata Alam Gorontalo (JAWG) 2019 terus berlanjut. Kali ini memasuki etape tiga di Kabupaten Bone Bolango, Minggu (15/7/2019).

Jika pada etape sebelum-sebelumnya para peserta disuguhi dengan tantangan pegunungan dan sungai yang kering, maka tantangan etape tiga ada pada aliran sungai Bone yang cukup dalam dan deras.

Rombongan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memulai petualangan sepanjang 14 kilometer itu dari Jalan Kota Gorontalo, tidak jauh dari jembatan Talumolo 2. Di lokasi itu mereka dituntut untuk bisa melewati  arus sungai Bone dengan tunggangan masing-masing.

Batu kerikil dan dalamnya sungai menjadi tantangan yang cukup menguji andrenalin. Peserta harus bisa memaksimalkan mesin four wheel drive (4WD) pada mobilnya. Fungsinya agar roda belakang dan roda depan bisa bekerja maksimal menarik mobil keluar dari sungai.

Baru beberapa kilometer menelusuri sungai, mobil yang dikendarai Gubernur Rusli terperosok ke dalam lumpur. Upaya evakuasi harus dilakukan dengan menggunakan winch mobil lain.

“Tadi mobil agak miring sehingga roda belakang jatuh ke lumpur. Begitu saya gas, jadi terbenam lumpur. Di sinilah tantangannya bagaimana kita bisa keluar dari kesulitan ini,” ucap Rusli.

Selepas dari lumpur, mobil jenis hartop berwarna kuning itu mengalami free lock. Gardan ban depan tidak berfungsi sehingga sulit melahap tantangan berikutnya.

Gubernur Rusli bersama istri terpaksa berganti mobil lain yang sudah disiapkan. Perjalanan pun berlanjut dengan melintasi sungai Bone yang menjadi lintasan utama.

Perjalan offroad kali itu keluar di Desa Huloduotamo, Kecamatan Suwawa Selatan. Rombongan memilih melewati jalur bawah jembatan terus hingga ke obyek wisata Lombongo. Rmbongan beristirahat sejenak untuk melepas lelah.

“Jadi ada pegunungan, ada bebatuan, sungai dan pesisir laut. Pelaksanaan olahraga otomotif ini kita bikin berbeda dengan tepat lain,” imbuhnya.

Berbagai jalur offroad yang sudah dilalui mulai dari etape satu hingga tiga rencananya akan dijadikan sebagai lintasan pada gelaran JAWG skala nasional.

Awalnya event JAWG yang mengundang berbagai pecinta mobil tanah air akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019 nanti. Dengan berbagai pertimbangan teknis, JAWG diundur  ke bulan Februari 2020.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

SUWAWA – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta para penambang galian C di sepanjang sungai Bone untuk tertib aturan. Hal tersebut disampaikan Rusli di sela-sela pelaksanaan adventure offroad Jelajah Wisata Alam Gorontalo (JWAG) 2019 yang melintasi sungai Bone, Kabupaten Bone Bolango, Minggu (15/9/2019).

“Yang mereka gali itu delta (endapan sungai). Di musim kering seperti ini airnya surut yang tersisa delta. Harusnya ini menjadi program pemerintah untuk pengerukan, tapi karena ada galian C kita terbantu,” ujar Rusli.

Menurut Rusli, eksistensi penambang galian C cukup penting. Selain mengurangi delta sungai, galian C membantu pemerintah khususnya dalam hal bahan baku pembangunan infrastruktur. Meski begitu, galian C harus memperhatikan aturan berupa Izin Usaha Pertambangan  dan Lingkungan.

Bagi penambang galian C, setidaknya ada tiga izin yang harus mereka penuhi yakni IUP Operasi Produksi dari Pemprov, Izin Lingkungan dari Pemkab/Pemkot serta Rekomendasi Sungai dari Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Sehingga tadi kami sampaikan ke mereka harus memperhatikan lingkungan dan mengurus izin. Pemda juga diuntungkan karena menghasilkan PAD bagi pemda setempat,” imbuhnya.

Adventure offroad JWAG di sungai Bone merupakan etape ketiga yang dilakukan Gubernur Rusli bersama pecinta otomotif di daerah. Lintasan di daerah Kabila dan Suwawa itu menjadi salah satu etape offroad pelaksanaan JWAG yang akan dilakukan dalam skala nasional pada Februari 2020 nanti.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Rakyat Hulondalo (Suara RH) menerima penghargaan dari KPU Provinsi Gorontalo, Minggu (15/9/2019). Penghargaan diterima oleh Kasubag Penjaringan dan Pelayanan Informasi sekaligus Kepala Stasiun Radio Suara RH, Fatra Dano Putri bertempat di Hotel Horison, Kota Gorontalo.

Radio Suara RH menjadi satu dari 12 media radio yang diberi penghargaan. Mereka dipandang aktif dalam mempublikasikan dan menginformasikan kegiatan Pemilu 2019.

Peran media menjadi salah satu faktor penting dalam suksesnya hajatan rakyat lima tahunan itu. Salah satunya dengan mendorong partisipasi pemilih yang mencapai angka 86,98 persen di Provinsi Gorontalo.

“Meningkatnya angka partisiapsi ini banyak dipengaruhi oleh faktor di antaranya partisipasi dari semua stake holder, pemerintah daerah, TNI Polri, peran media massa dan masyarakat,” ucap Asisten II, Sutan Rusdi saat membacakan sambutan gubernur.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf menyambut baik apresiasi ini. Menurutnya, crew Radio RH sudah bekerja keras dan bekerja cerdas untuk melayani informasi kepada publik.

“Saya merasa bangga atas kinerja teman teman di Radio Suara RH. Selamat dan terima kasih atasnya,” ucap Masran yang ikut hadir dalam penganugerahan tersebut.

Di tempat yang sama, Kepsta Radio Suara RH Fatra Dano Putri menyebut penghargaan ini berkat kerja keras semua pihak, terutama para crew Radio Suara RH yang melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya.

 “Alhamdulillah. Terima kasih pak karo, pak kabag humas, kabag data, dan semuanya. Terima kasih crew radio untuk kerjasamanya,’ ungkapnya.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang diwakili Asisten II juga menerima penghargaan serupa. Penghargaan juga diberikan kepada Kapolda Gorontalo, Danrem 133/Nani Wartabone, Kajati, Kanwil Kumham dan Kabinda Gorontalo.

 

Pewarta:Isam/Anie/Ecyhin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima penghargaan KPU Award atas kesuksesan pemerintah daerah dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019. Penghargaan diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel Horison, Kota Gorontalo, Minggu (15/9/2019).

Penerimaan penghargaan diwakili oleh Asisten I Sutan Rusdi. Selain Gubernur Rusli, penghargaan diberikan kepada Kapolda Gorontalo, Danrem 133/Nani Wartabone, Kajati, Kanwil Kumham dan Kabinda Gorontalo.

Gubernur Gorontalo menyambut baik adanya penghargaan ini. Kesuksesan Pemilu merupakan kinerja dan usaha semua pihak yang harus diapresiasi. Salah satunya dengan memastikan Pemilu berlangsung aman, tertib dan lancar.

Dalam hal partisipasi pemilih, KPU secara nasional menargetkan 77,5 persen dan di Gorontalo sendiri tingkat partisiasi 86,98 persen. Ini menandakan bahwa antusiasme masyarakat sangat besar.

“Meningkatnya angka partisiapsi ini banyak dipengaruhi oleh faktor di antaranya partisipasi dari semua stake holder, pemerintah daerah, TNI Polri, peran media massa dan masyarakat,” ucap Sutan membacakan sambutan gubernur.

Sutan mengingatkan tugas KPU belum selesai. Tahun 2020 masih ada Pilkada di daerah yang harus disukseskan. Oleh karena itu ia berharap agar kinerja semua pihak dapat terus ditingkatkan.

Selain penghargaan kepada pimpinan daerah, KPU juga memberikan penghargaan kepada 35 media di Gorontalo. Rinciannya empat media TV, 12 media radio, dua media cetak dan 17 media online.

Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Rakyat Hulondalo (Suara RH) menjadi satu dari 12 radio yang mendapatkan oenghargaan. Radio milik Pemprov Gorontalo yang dikelola Biro Humas dan Protokol itu dipandang berkontribusi aktif dalam hal publikasi dan informasi Pemilu 2019.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengundang Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya untuk hadiri pada rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 yang digelar pada 2-6 Oktober nanti. Gubernur Rusli yang didampingi Kadis Pariwisata Rifli Katili diterima Menpar di ruang kerjanya di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Arief Yahya dijadwalkan menjadi pembicara utama pada Celebes Tourism Meeting tanggal 5 Oktober 2019 bertempat di Hotel Grand Q, Kota Goronralo. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga sudah menyatakan kesiapan untuk hadir sebagai pembicara.

“Alhamdulillahh hari ini saya diterima pak Menteri Pariwisata untuk melaporkan kesiapan GKK 2019 sekaligus mengundang beliau untuk hadir langsung. Pak Menteri bersedia untuk dijadwalkan hadir. Semoga acara ini akan berlangsung sukses dan meriah,” ucap Gubernur Rusli usai pertemuan.

Sedikit berbeda dengan GKK tahun-tahun sebelumnya, GKK 2019 waktunya cukup panjang sebelum Karnaval Karawo pada acara puncak. Event tahunan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Pemprov Gorontalo ini diharapkan menjadi ajang pariwisata dan upaya mempromosikan kain khas Gorontalo di tingkat nasional dan dunia.

“Selain acara forum pariwisata se Sulawesi, ada event mokarawo atau menyulam kain karawo. Ada juga fashion show hasil desain karawo serta ada lomba Karawo Tradisional Handmade mulai dari memilih bahan, desain, proses pengirisan, menyulam hingga jadi,” imbuh Rusli.

Acara akan semakin semarak dengan gelaran Gorontalo Kulineir Expo tanggal 4-6 Oktober 2019. Event ini tidak saja menyajikan kuliner khas Gorontalo tapi juga bakal diramaikan oleh atraksi seni tradisional dan pementasan musik dari berbagai komunitas seni budaya lokal.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

Sekda Darda Daraba (ketiga kiri) duduk bersama pimpinan OPD pada doa syukuran jemaah haji anggota Korpri yang juga dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H serta cermah agama dalam rangka pembinaan spritual guna meningkatkan iman dan taqwa ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Jumat (13/9/2019) bertempat di Grand Sumberia. (Foto: Haris – Humas)

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar syukuran jamaah haji anggota Korpri yang juga dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H bertempat di Grand Sumberia.

Syukuran ini juga diisi ceramah agama dalam rangka pembinaan spritual guna meningkatkan iman dan taqwa ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Jumat (13/9/2019).

Gubernur Gorontalo yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Syukri Botutihe, sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Badan Kepegawaian Daerah dengan menggelar doa syukuran penyambutan jamaah haji anggota Korpri yang juga dirangkaikan dengan peringatan tahun baru Islam dan pembinaan spritual ASN.

Dikatakannya, momentum seperti ini terkadang sulit dilaksanakan apalagi untuk mengumpulkan ASN yang berjumlah 5000 lebih belum di tambah pegawai tidak tetap (PTT).

“Untuk itu, manfaatkan betul-betul momentum ini selain untuk silahturahmi antar pegawai juga untuk mendoakan dan mensyukuri kembalinya pak sekda dan jamaah haji lainnya khususnya ASN di lingkup Pemprov Gorontalo” ujarnya

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo mengatakan, kegiatan ini untuk menegaskan kembali pentingnya menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan yang bersumber dari Al Qur’an, dimana peristiwa hijrah Rasulullah dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki makna yang sangat berarti bagi setiap muslim. Pasalnya hijrah merupakan tonggak kebangkitan islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekah.

 “Diharapkan melalui kegiatan ini agar insan aparatur sipil negara dapat menegakkan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa pada tahun baru islam tersebut, utamanya ketika diperhadapkan dengan tugas tugas kedinasan, sehingga lahir insan yang berbudaya kerja optimal dilandasi oleh sikap amanah, disiplin, penuh tanggung jawab, serta mudah untuk saling memaafkan,” ujar mantan Kepala Biro Humas Protokol.

Dalam kesempatan itu, Sekda Provinsi Gorontalo H. Darda Daraba yang juga termasuk dalam jamaah haji Gorontalo kloter 34 memberikan pesan dan kesannya selama berada di tanah suci.

Syukuran ini juga diisi dengan ceramah agama dan doa yang dibawakan oleh Ustadz Mansur Basir.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA  – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengikuti proses pemakaman Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Pemakaman secara kenegaraan itu dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sebagai kerabat dekat, Rusli Habibie yang mengenakan koko berwarna putih dan upia karanji (songkok khas Gorontalo) berkesempatan menaruh bunga di pusara pamannya itu. Ia ikut berdoa serta memberikan penghormatan terakhir pada almarhum BJ Habibie.

“Sejak pagi saya sudah di rumah duka di Patra Kuningan. Tadi juga sempat menyambut pak Presiden Jokowi bersama ibu serta sejumlah tamu-tamu yang hadir memberikan ucapan bela sungkawa,” jelas Rusli Habibie usai prosesi pemakaman.

Bagi Gubernur Gorontalo dua periode itu, sosok BJ Habibie bukan sekedar tokoh bangsa. Lebih daripada itu, ia sudah dianggap sebagai sosok ayah yang pernah mengasuh dan membesarkannya saat muda dulu.

“Almarhum sudah saya anggap sebagai ayah saya sendiri. Belasan tahun saya tinggal di rumah beliau di Bandung Jawa Barat. Pernah bekerja bersama di IPTN dan menjadi inspirasi saya saat menjabat Bupati dan sekarang sebagai Gubernur,” imbuhnya.

Saat BJ Habibie dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Rusli didampingi istrinya Idah Syahidah sempat membesuk. Sayangnya, saat Bapak Demokrasi itu wafat Rusli tidak berada di samping karena sedang mengikuti konfrensi pers bersama Direktur Utama BPJS Fachmi Idris terkait rencana penyesuaian iuran BPJS tahun 2020 nanti.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 4.100 batang rokok Hasil Tembakau (HT) dan 3.527 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dimusnahkan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Gorontalo.

Rokok dan minuman ini merupakan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Pemusnahan BKC ilegal merupakan pelaksanaan ketentuan perundang-undangan cukai dan menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Pelayanan Negara dan Lelang atas nama Menteri Keuangan nomor S-51/MK/WKN.16/KNL.01/2019 tanggal 5 Agustus 2019.

Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Dede Hendra Jaya dalam sambutannya menyampaikan jumlah BKC ilegal khususnya hasil tembakau di Provinsi Gorontalo memang relatif sangat kecil.

Hal tersebut dikarenakan relatif tingginya tingkat kepatuhan hukum masyarakat Gorontalo, khususnya dalam mengkonsumsi BKC illegal.

“Hasil survey eksternal dari tim survei UGM pada tahun 2018 dan Internal Bea Cukai secara Nasional di tahun 2019 ini, dengan hasil 0 persen untuk BKC Hasil Tembakau Ilegal di Gorontalo,” ucap Dede Hendra Jaya, Kamis (12/9/2019).

Dede Hendra Jaya menjelaskan Kantor Bea Cukai merupakan instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan, yang memberikan janji pelayanan penuh dengan integritas dan profesionalisme tanpa ada gerakan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Selain pemusnahan BKC ilegal tersebut, juga dilaksanakan Pencanangan Kantor Bea Cukai sebagai kantor Zona integritas, menuju Kantor WBK (Wilayah Bebas Korupsi)/WBBM (Wilayah Birokrasi Bebas Melayani).

“Saya selaku Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta bagian Kementerian Keuangan di hadapan bapak/ibu sekalian menyatakan dengan tegas, mendukung upaya pemerintah mewujudkan Birokrasi yang bebas dari korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani,” kata Dede Hendra Jaya.

Kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal dan Deklarasi Pembangunan Zona Integritas, turut dihadiri KPKNL Gorontalo, KPP Pratama Gorontalo, KPPN Gorontalo, Diskumperindag Gorontalo, Badan Karantina Gorontalo, Bank Indonesia perwakilan Gorontalo, KSOP Gorontalo, dan perwakilan Garuda Indonesia.

 

Pewarta : Tim PLI BeaCukai

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe menegaskan, implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus memberikan perubahan kepada masyarakat agar lebih sadar akan kesehatan lingkungan maupun dirinya.

Hal tersebut dikatakan Syukri saat memberikan arahan pada Evaluasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2019 di Grand Q Hotel, Kamis (12/9/2019).

Syukri mengungkapkan, saat ini Indonesia maupun di Gorontalo itu sendiri tengah menghadapi tantangan besar yakni meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). PTM ini menurutnya, diakibatkan pola hidup masyarakat jaman sekarang yang terlalu banyak mengkomsumsi makanan instan, terlalu banyak pekerjaan sampai jarang berolahraga.

“Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal tersebut juga bisa berdampak pada besarnya beban karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar dibandingkan penyakit menular,” ujar Syukri.

Syukri berharap, dengan dilaksanakannya evaluasi Germas ini menjadi sarana untuk melihat kembali sejauh mana proses pelaksanaan Germas di Provinsi Gorontalo yang telah dilaksanakan serta upaya-upaya perbaikan ke depan untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan yang lebih baik.

“Untuk mensukseskan Germas, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Asisten Bidang Pemerintahan itu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Provinsi Gorontalo Misranda Nalole mengatakan, evaluasi yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana capaian pelaksanaan Germas baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diikuti 89 orang peserta yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Lintas program dan Komunitas Germas Gorontalo Community.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo