>

GORONTALO – Pengenalan delapan program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo bakal masuk dalam program Gerakan Literasi Sekolah (GSL).

GSL ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengetahui dan memahami delapan program unggulan Pemprov Gorontalo baik melalui berbagai bahan bacaan atau pengenalan dari guru.

” Dalam gerakan literasi sekolah, siswa diperkenalkan dengan program unggulan Provinsi Gorontalo, sehingga siswa bisa memahami program tersebut,” jelas Plt. Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Ramlah Habibie saat memberikan sambutan dalam pembukaan gebyar literasi sekolah SMK Negeri 1 Gorontalo, yang berlangsung di aula SMKN 1 Kota Gorontalo, Sabtu (26/10/2019).

Ramlah mengatakan salah satu target dari gerakan ini adalah bagaimana meningkatkan minat baca dan menulis siswa.

Ia bahkan menyarankan, bagi para siswa yang terlambat datang ke sekolah, hukumannya dengan cara wajib membaca buku, lalu menceritakannya kembali.

Ia berharap dengan pengenalan delapan program unggulan Pemprov Gorontalo dalam gerakan literasi ini, bisa mengarahkan minat apa yang disukai siswa dari program pemerintah yang ada.

Gebyar literasi diisi dengan pengukuhan Asosisasi Pegiat Literasi Sekolah se Provinsi Gorontalo, pemberian penghargaan pada pelaku dan pegiat literasi di lingkungan sekolah, talk show literasi, literasi financial lewat kegiatan bazar, serta pameran buku.

GSL yang dilaksanakan oleh SMKN 1 Kota Gorontalo merupakan yang kedua kalinya dan melibatkan berbagai guru dari sejumlah sekolah dan seluruh siswa SMKN 1 Kota Gorontalo.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Arpusda Provinsi Gorontalo, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, dan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba melepas kontingen gateball bertempat di Rumah Jabatan, Sabtu (26/10/2019). Mereka diutus ke Balige, Sumatera Utara untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball ke-IV yang dihelat 29 Oktober hingga 3 November 2019.

Kontingen Gorontalo diwakili oleh 23 atlet dan 2 official. Pelepasan turut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Gorontalo Nurdin Mokoginta. Hadir juga Sekretaris KONI Gorontalo Syarifuddin Amir.

23 Atlet dan 2 Official ini merupakan hasil seleksi selama 6 bulan dari bulan April sampai September 2019 yang diikuti 100 atlet.

Sekda Darda dalam sambutannya berpesan kepada para atlet untuk menjaga sportifitas selama pertandingan. Perlu untuk menerapkan taktik dan strategi yang diperoleh selama latihan.

“Saya ingin kalian bermain semaksimal mungkin bukan untuk juara-juaraan. Tanamkan dalam dirimu, saya harus lebih baik dari lawan. Kalau seluruh pemainnya terbaik, pasti hasil akhirnya yang akan berbicara,” ujar Darda.

Selain itu, Darda juga mengingatkan kepada seluruh atlet untuk disiplin dan menjaga nama baik Pemerintah Gorontalo maupun masyarakat.

“Saling menghargai dan harus saling mengingatkan. Teman yang diingatkan tersebut jangan tersinggung karena kalian membawa nama Gorontalo bukan membawa nama perorangan,” ucap Darda.

Sementara itu, Ketua Pengprov Pergatsi Gorontalo Nurdin Mokoginta mengatakan dari enam kategori yang dipertandingkan, kontingen gateball Gorontalo akan mengikuti lima kategori diantaranya beregu putri, tripel putri, double putri, double putra dan single putra.

 “Walaupun terbilang cabang olahraga yang baru, pada Kejurnas ke III di Makassar, gateball Gorontalo memperoleh peringkat 7 nasional,” ungkap Nurdin.

Dengan catatan tersebut, Nurdin optimis anak asuhnya akan berbicara banyak pada kejurnas kali ini. Prestasi juara akan menjadi tiket menuju bla bla Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Guna mendorong pelaksanaan 10 program pokok PKK dalam rangka mendukung terwujudnya desa sejahtera, maju, dan mandiri, Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Gorontalo mencanangkan desa binaan di setiap kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo.

“Tahun ini kita akan ada enam desa binaan, masing-masing satu desa atau kelurahan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Desa binaan ini nantinya akan menjadi desa percontohan dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK,” kata Wakil Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nurinda Rahim saat diwawancarai usai mencanangkan desa binaan di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Jumat (25/10/2019).

Pencanangan desa binaan merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 Tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta program kerja TP PKK Provinsi Gorontalo tahun 2019. Nurinda menjelaskan, kegiatan pembinaan pada desa binaan meliputi pembenahan administrasi dan penyempurnaan kelembagaan, pembentukan karakter keluarga berdasarkan nilai-nilai Pancasila, peningkatan ekonomi keluarga dan pendidikan keterampilan, peningkatan ketahanan keluarga melalui ketahanan pangan, sandang, dan papan, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kita akan benahi mulai dari Dasa Wisma. Setiap petugas Dasa Wisma akan membina masing-masing lima keluarga ke samping kanan dan kirinya. Semua data menyangkut kondisi 10 keluarga tersebut, misalnya stunting, gizi buruk, kondisi ekonominya, pendidikan dan keterampilannya, dicatat oleh Dasa Wisma. Data itu kemudian akan diserahkan oleh PKK ke lintas sektor terkait sehingga penanggulangan masalah yang dihadapi oleh keluarga lebih tepat sasaran,” urai Nurinda.

Lebih lanjut istri Wakil Gubernur Gorontalo tersebut  berharap agar pencanangan desa binaan oleh TP PKK Provinsi Gorontalo dapat diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota hingga kecamatan di seluruh Provinsi Gorontalo.

“Kita berharap kabupaten/kota hingga kecamatan bisa mengambil dan menetapkan satu desa binaan, sehingga akan lebih banyak desa yang sejahtera, maju dan mandiri di Provinsi Gorontalo,” tandasnya.

Pencanangan desa binaan oleh TP PKK Provinsi Gorontalo sudah dimulai pada Kamis (24/10/2019) di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Selanjutnya dijadwalkan pada Senin (28/10/2019) pencanangan akan berlanjut ke Kabupaten Pohuwato, kemudian ke Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, dan terakhir di Kabupaten Bone Bolango.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mempromosikan dan sekaligus mengajak peserta Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia untuk membeli berbagai produk kerajinan Gorontalo.

“Kami punya kain sulaman Karawo dan ada juga upiah karanji atau kopiah khas Gorontalo. Saya berharap bapak ibu dapat membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah asal. Jangan lupa juga selama di Gorontalo bisa jalan-jalan menggunakan bentor, kalau perlu tarifnya tidak usah ditawar,” ujar Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada ramah tamah dengan peserta Fordetak PTKIN di halaman rumah jabatan Wagub, Jumat (25/10/2019).

Selain itu Idris juga meminta kepada peserta Fordetak PTKIN untuk meluangkan waktunya untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Gorontalo. Diutarakannya, setiap kegiatan yang berskala nasional maupun internasional yang digelar di Provinsi Gorontalo harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah baik berupa produk kerajinan maupun destinasi wisata.

“Dengan demikian kehadiran tamu-tamu dari luar daerah bisa membawa dampak dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Gorontalo, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan Fordetak PTKIN di Gorontalo, Wagub Gorontalo dua periode tersebut berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang nantinya bisa disinergikan dengan program Pemprov Gorontalo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 “Mayoritas penduduk kita kurang lebih 97 persen beragama Islam. Tantangannya ke depan, kita harus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik dari segi pendidikan maupun kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt,” tutup Idris.

Fordetak akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 hingga 27 Oktober 2019 dan diikuti oleh 78 peserta utusan dari 58 Perguruan Tinggi Islam Negeri se Indonesia. Fokus bahasan Fordetak yakni menyangkut penguatan kelembagaan dalam menyikapi perubahan global dengan narasumber yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOGOR – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berkunjung ke Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/10/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerjasama pengembangan hewan ternak di Gorontalo.

“Alhamdulillah kunjungan ke sekian kali untuk pengembangan ternak. Sektiar lima tahun lalu saya ke sini kami mendapat bantuan ayam KUB. Alhamdulillah sekarang sudah ada 2000 ekor ayam yang kita kembangkan terus,” kata Rusli Habibie.

Dikatakan Rusli Habibie, kunjungan kali itu spesifik untuk menjajaki rencana pengembangan ternak kambing di Gorontalo. Jenis kambing yang ingin dikerjasamakan yakni kambing pedaging dan kambing susu.

Rusli Habibie menyebut Gorontalo cukup prospektif untuk pengembangan ternak kambing. Selain faktor ekonomisnya yang cerah, pemprov mempunyai ketersediaan lahan, SDM peternak serta petugas lapangan untuk pengembangannya.

“Makanya saya datang ke sini untuk melihat kambing apa yang cocok untuk Gorontalo, bagaimana perkembangannya dan teknologi apa yang akan digunakan. Alhamdulillah mendapat respon dari para peneliti di sini,” ujar Rusli Habibie.

Jika kerjasama tersebut terwujud, maka pihak Balitnak akan menyediakan benih ternak dan transfer pengetahuan di Gorontalo. Selanjut pemprov akan melakukan pengembangan untuk dibagikan lagi kepada masyarakat sebagai stimulan. Hal yang pernah dilakukan untuk peternakan ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB).

Rusli Habibie datang didampingi Kadis Pertanian Muljady D Mario. Keduanya diterima oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Atien Priyanti. Hadir juga Kepala Balai Penelitian Ternak, Andi Baso Lompengen Ishak, serta sejumlah peneliti.

 

Pewarta: Isam/Jusni - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 25 Oktober 2019 20:13

Final Senam Sajojo HUT TNI Loloskan 8 OPD

GORONTALO – Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Gorontalo lolos ke babak final Lomba Senam Sajojo yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Jumat (25/10/2019). Lomba yang digelar oleh Korem 133/Nani Wartabone itu masih dalam rangkaian HUT ke-74 TNI.

“Kenapa kita pilih Senam Sajojo? Ini untuk mengenalkan budaya masyarakat Papua kepada masyarakat Gorontalo. Ini juga menjadi pesan bahwa kita cinta Papua sebagai bagian dari NKRI,” ucap Danrem 133/NW Kolonel Czi Arnold AP. Ritiauw.

Lomba Senam Sajojo sudah berlangsung dua hari sejak kamis kemarin. Dari 15 OPD Pemprov yang ikut, delapan di antaranya masuk ke babak final. OPD tersebut yakni Badan Kesbangpol,  Dinas PNM ESDM dan Transmigrasi, Inspektorat, Satpol PP, PMD Capil, BKD, DLHK dan Dinas PUPR.

“Insyaallah finalnya akan kita laksanakan pada tanggal 3 November. Ini juga akan menjadi penutup semua rangkaian HUT TNI,” imbuh perwira tiga bunga melati itu.

Selain diikuti oleh OPD provinsi, senam khas Papua itu diikuti oleh perwakilan sekolah tingkat SMP dan SMA. Kategori penilaian selain keselarasan gerakan dengan musik juga tentang pakaian yang dikenakan peserta yang sebisa mungkin menyerupai pakaian khas Papua.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

ANGGREK  – Darda Daraba, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo tidak canggung terlibat pendistribusian paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang dibeli masyarakat.

Darda Daraba berbaur langsung bersama warga, mengangkat beras, minyak goring, tepung bahkan telur pada pelaksanaan bakti sosial NKRI Peduli di Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (24/10/2019).

Satu persatu kupon warga dan sejumlah uang yang disodorkan ditukar dengan paket sembako. Terdiri dari beras, minyak goreng, rica, bawah putih, bawang merah, dan telur. Semuanya dijual paket Rp55.000,- atau serba lima ribu.

Darda Daraba yang mewakili Gubernur Gorontalo  saat memberi sambutan dihadapan seluruh masyarakat mengucapkan permohonan maaf dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, yang tidak bisa menghadiri pelaksanaan pasar murah di  Desa Tolango.

Gubernur menitipkan pesan kepadanya untuk mengingatkan masyarakat penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan dari pemerintah  untuk memenuhi kebutuhan dasar, bukan membeli rokok dan minuman keras (miras).

“Kami menginginkan setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah benar-benar dimanfaatkan bukan untuk rokok apalagi miras,” tandasnya.

Selain pelaksanaan pasar murah, pada Baksos NKRI Peduli juga digelar pelayanan kesehatan gratis. Jenis kesehatan yang diperiksa menyangkut gula darah, kolesterol dan asam urat. Warga yang memiliki keluhan penyakit diberi obat secara cuma-cuma.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai menyeriusi tentang usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Hal itu merupakan tindaklanjut pertemuan antara para kepala daerah dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) awal bulan Oktober 2019 lalu.

Sebagai langkah awal, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) memfasilitiasi pertemuan antara Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, Kamis (24/10/2019).

Rapat yang dipimpin oleh Asisten II Sutan Rusdi menghadirkan sejumlah instansi vertikal seperti Badan Pertanahan, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) serta OPD teknis lainnya.

“Hasil dari pertemuan ini, pemerintah kabupaten/Kota membentuk semacam kajian atau studi awal potensi pariwisata masing-masing. Itu nanti yang akan kita presentasikan dan usulkan ke Kementrian Pariwisata,” ungkap Sutan usai pertemuan.

Sutan meminta agar kajian tersebut dilengkapi dengan data teknis pendukung seperti potensi apa yang ingin dijual serta interkoneksi dengan destinasi pariwisata di daerah lain. Termasuk menyangkut luasan dan ketersediaan lahan.

“Walaupun destinasi sudah ada tapi tidak didukung dengan ketersediaan lahan untuk dikelola menjadi KEK ya nggak akan disetujui,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadispar Provinsi Gorontalo Rifli Katili mengungkapkan bahwa usulan KEK cenderung mengerucut pada dua destinasi wisata yakni Pantai Minanga di Kabupaten Gorontalo Utara dan Obyek Wisata Lombongo di Bone Bolango. Ia berharap Pemkab setempat bisa bersinergi untuk mewujudkan pengusulan KEK Pariwisata.

 “KEK ini bisa diusulkan oleh kabupaten, provinsi dan kementrian. Tapi yang sangat disarankan pengusulnya itu pihak swasta atau badan usaha dan konsorsium. Kalau itu diusulkan oleh swasta, tentu mereka akan mengkaji betul secara ekonomis,” tutur mantan Karo Humas dan Protokol itu.

Rifli menyebut sudah ada pihak investor yang datang melirik sejumlah destinasi wisata Gorontalo. Sayangnya antusiasme itu belum didukung dengan ketersediaan data dan kajian yang matang. Oleh karena itu, melalui forum ini semua pemda diminta melakukan kajian teknis dan data pendukungnya.

“Makanya pada pertemuan awal ini kita sepakati membentuk tim kecil untuk kajian awal termasuk tim percepatan. Ini akan sangat bergantung pada teman-teman kabupaten/kota yang lebih tahu tentang kondisi lahan, zonasinya, RTRW-nya dan sebagainya,” pungkasnya.

Tim lintas sektor mempunyai waktu 30 hari kedepan untuk melakukan feasibility study atau kajian awal setiap destinasi. Selanjutnya akan fokus penetapan calon kawasan yang akan diusulkan. Diharapkan kajian memuat tentang keunggulan, segmentasi dan keunikan destinasi jika dibandingkan dengan KEK Pariwisata daerah lain.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

ANGREK – Provinsi Gorontalo berhasil mengekspor produk pertanian unggulan Gorontalo yaitu Tepung Kelapa sebanyak 25 ton ke Inggris dan Tetes Tebu sebanyak 16.000 ton ke Filipina. Produk pertanian unggulan Gorontalo dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba bertempa di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (24/10/2019).

Darda yang membacakan sambutan Gubernur Gorontalo mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian di Provinsi Gorontalo ini dapat terlihat pada kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB sebesar 38,01 persen.

Dikatakannya, Realisasi ekspor Provinsi Gorontalo pada tahun 2018 kemarin, jagung dengan tujuan Philipina sebanyak 109.800 ton dengan frekuensi 24 kali, Tetes Tebu tujuan Vietnam sebnyak 12.005,309 ton frekuensi 1 kali, serta Bungkil Kelapa dengan tujuan India sebanyak 12.600 ton frekuensi 2 kali.

“Dan hari ini kita berhasil melakukan ekspor Tetes Tebu sebanyak 16.000 ton dengan nilai 26 miliar dan Tepung Kelapa sebanyak 25 ton dengan nilai ekspor 490 juta. Ini pencapaian yang luar biasa bagi Provinsi Gorontalo,” ujar Sekda Darda.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian RI, drh. Sriyanto memeberikan apresiasi yang tinggi kepada Provinsi Gorontalo karena telah berhasil mengekspor produk pertanian dalam bentuk olahan.

Ia mengatakan, di beberapa daerah pihaknya mencatat masih mengekspor dalam bentuk kelapa padahal kalau melihat secara seksama produk kelapa ini dari batang hingga daun memiliki nilai harga.

 “Ini artinya apa? Transformasi ekonomi yang dicanangkan oleh bapak presiden sudah dilakukan di Gorontalo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sriyanto juga berpesan bagi yang berkecimpung dalam olahan tepung kelapa ini bisa memperhatikan para petani. Karena pada hakikatnya pembangunan pertanian agar rakyat sejahtera.

“Naikanlah harga-harga yang bapak ibu beli dari petani kita, sehingga ada nilai dan ada kelebihan yang bisa petani nikmati,” tandasnya.

Selain pelepasan ekspor, Provinsi Gorontalo juga melaunching program unggulan BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat sejahtera) yang merupakan program pengentasan kemiskinan desa dan peningkatan kesejahteraan berbasis kemiskinan. Serta penyerahan bantuan jagung untuk 68 kelompok tani di Kecamatan Anggrek.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

KWANDANG – Sebanyak 1.500 masyarakat yang tergabung dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), menikmati pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo, Rabu, (23/10/2019). Acara yang dikemas dalam bentuk Bakti Sosial dan NKRI Peduli itu juga diisi dengan pemberian bantuan pertanian, bantuan motor bercoolbox dan pelayanan kesehatan gratis.

“Hari ini sudah ke 134 kalinya pasar murah ini digelar sejak tahun 2012 dan ini akan terus berlanjut hingga akhir masa jabatan saya.  Karena memang keinginan dari bapak presiden, bahwa negara harus hadir ditengah-tengah masyarakat,” kata Gubernur Rusli Habibie

Lebih lanjut Mantan Bupati Gorut itu menambahkan,  pasar murah ini akan sangat lebih menguntungkan masyarakat jika bisa di ikuti juga oleh pemerintah daerah. Karena mengingat tiap Kabupaten/Kota di Gorontalo, juga memiliki APBD yang mempuni untuk menggelar hal serupa

“Tadi kata pak camat minta dinaikkan lagi bantuan untuk Kabupaten Gorut. Coba saja misalnya kami hari ini melaksanakan pasar murah kepada 1500 warga kwandang, terus diikuti juga oleh pemda Gorut. Bisa dibayangkan ada 3000 masyarakat yang menikmati pasar murah. Ini pasti lebih membantu, karena kita sama sama memiliki APBD,” imbuhnya.

Seperti pelaksanaan pasar murah sebelum-sebelumnya, pemprov melalui Dinas Kumperindag menjual 7 bahan pokok seperti beras lima kg, gula satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih dan rica masing masing setengah kg. Semuanya dijual paket Rp 55 ribu  atau serba lima ribu.

Dilaksanakan juga penyerahan bantuan pertanian bagi warga yang gagal panen akibat kekeringan beberapa waktu lalu. Ada pula motor bercoolbox untuk tujuh orang penjual ikan keliling di Kecamatan Kwandang dengan nilai Rp142 juta

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo