>

Displaying items by tag: PPID Humas

TABONGO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengubah konsep pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli di tengah maraknya isu virus corona. Jika sebelumnya program sembako bersubsidi ini digelar dengan menghadirkan ribuan orang di waktu bersamaan, maka kali ini konsepnya diubah.

Seperti yang terlihat di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kamis, (19/3/2020). Ribuan warga tidak lagi dikumpul di suatu tempat secara bersamaan. Tidak ada lagi seremonial yang biasanya dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Pasar murah dilayani di tiga desa yang berbeda yakni Tabongo timur, Tabongo Barat dan desa Ilomangga.  Warga datang secara mandiri dengan membawa kupon, berbelanja dan langsung kembali ke rumah masing-masing.

“Seperti tadi kita mulai pukul 13.30 WITA, masyarakat berdatangan bergiliran tidak bergerombol. Kemudian difasilitasi oleh dinas kesehatan diperiksa suhu badan dan cuci tangan juga. Setelah itu mereka dilayani berbelanja sembako murah bersubsidi dan langsung pulang ke rumah,”ungkap Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo M.Nadjamuddin.

Selain datang mandiri, waktu pelaksanaan juga dibatasi mulai pukul 13.30 Wita dan berakhir pukul 16.00 Wita. Pelaksanaan pasar murah yang melayani 2.000 warga itu juga dimanfaatkan pemprov untuk sosialsiasi bahaya dan upaya pencegahan virus corona.

“Arahan Bapak Gubernur agar pola diubah seperti itu hingga situasi mereda. Dari Dinas Kominfo juga akan menambah materi yang akan kita putar melalui layar lebar untuk bisa disampaikan ke masyarakt luas,” imbuhnya.

Seperti pelaksanaan sembako bersubsidi pada umumnya, Pemprov Gorontalo menyediakan delapan bahan pokok murah. Rinciannya beras lima kg, gula pasir satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih, rica dan ikan tuna segar masing masing setengah kg. Semuanya bisa ditebus warga dengan harga enam puluh ribu Rupiah atau serba lima ribu.

 

Pewarta: Isam/Ecyhn - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana menarik pulang 96 siswa SMK yang saat ini sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di luar daerah.  Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus corona yang saat ini sedang marak di tanah air.

“Mereka tersebar di Kota Manado, Bitung, Bolaang Mongondow Selatan serta Kabupaten Bolaang Mongodow Utara di Provinsi Sulawesi Utara. Arahan Bapak Gubernur agar mereka ditarik dulu dan tidak melanjutkan PKL hingga kondisi membaik,” ujar Sekretaris Dikbudpora Roni Mamu usai mengikuti rapat dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kamis (19/3/2020).

Pelaksanaan PKL siswa-siswi SMK Gorontalo itu bervariasi. Ada yang digelar selama tiga bulan dan enam bulan. Belum diketahui bagaimana kelanjutan PKL apakah akan dialihkan di Gorontalo atau tetap di luar daerah.

“Kita juga tadi sudah menggelar rapat Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kita sepakati untuk memulangkan dulu untuk pencegahan. Waktu pemulangan menunggu pengajuan telaah staf ke Pak Sekda selaku Ketua GTPP Covid-19 Gorontalo,” imbuh Roni.

Setibanya di Gorontalo, 96 siswa PKL akan dilakukan pendampingan oleh Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. Mereka diharapkan dalam kondisi sehat dan beraktivitas seperti biasa.

 

Pewarta: Isam  - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pasar murah bersubsidi untuk mayarakat kurang mampu tetap berlanjut di setiap kecamatan setiap pekan. Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap konsisten untuk mengedepankan kebutuhan masyarakat kurang mampu.

Keputusan itu diambil setelah Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mendengar masukan dari Wakil Gubernur, Idris Rahim dan para pejabat lainnya  pada rapat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (18/3/2020).

Rusli Habibie mengaku dilema melaksanakan pasar murah atau lebih dikenal dengan program Bakti Sosial NKRI Peduli. Di satu sisi, Pemerintah ingin membantu meringankan kebutuhan pangan warga, di sisi lain ada kehawatiran penyebaran virus corona. Terlebih saat menghadirkan orang dalam jumlah yang banyak di waktu bersamaan.

“Saya minta masukan tentang pelaksanaan NKRI peduli. Karena masyarakat sekarang masih sangat membutuhkan bantuan sembako, terutama daerah daerah rawan pangan. Tapi kita juga terikat dengan surat edaran dari presiden tentang larangan kumpul massa. Jadi mungkin ada masukkan dari teman teman, Kadis Sosial, Wagub, Sekda,” kata Rusli Habibie.

Beberapa pimpinan OPD mengusulkan agar menunda kegiatan itu sambil  menunggu perkembangan lebih lanjut. Tidak sedikit juga yang mengusulkan agar pasar murah tetap dilaksanakan mengingat kondisi Gorontalo di kategori risiko rendah.

“Kita melaksanakan ini bisa kita raih dua manfaatnya, yaitu yang pertama kita sosialisasikan tentang corona, yang kedua kita tetap bisa memenuhi kebutuhan sembako masyarakat. Jadi kita laksanakan sambil kita evaluasi,” kata Idris Rahim, Wakil Gubernur.

Idris Rahim mengusulkan intensitas pelayanan yang dikurangi. Jika biasanya digelar seminggu sekali hingga dua kali, maka ke depan dilaksanakan dua minggu sekali sambil melihat perkembangan terkini penularan virus corona.

“jika biasanya kita menghadirkan 1.000 orang mungkin cukup 200 orang dulu, karena sekarang ini masyarakat juga butuh sembako murah,” ucap Idris Rahim.

Setelah memperhatikan semua masukan yang ada, Rusli Habibie menilai pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli tetap dilanjutkan. Ada protokol acara yang ditambahkan berupa pemeriksaan suhu tubuh dan menyiapkan tempat cuci tangan di lokasi acara.

“Tolong dinas kesehatan siapkan tim untuk mendeteksi suhu badan dan sediakan tempat cuci tangan untuk mereka. Semua stand bye, dinas kesehatan, dinas sosial, kumperindag, BPBD. Jadi pasar murah tetap kita laksanakan, besok kita coba dulu di Tabongo,” ujar Rusli Habibie yang dijuluki “Gubernur Lima Ribu”.

Kecamatan Tabongo dipilih usai Gubernur Rusli meninjau korban kebakaran enam rumah di lokasi tersebut. Banyak aspirasi warga meminta pemprov untuk melaksanakan pasar murah pada hari Kamis besok.

Untuk bisa mengakses pasar murah, sehari sebelumnya Pemprov Gorontalo bekerjasama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengedar kupon kepada warga. Kupon selanjutnya bisa digunakan berbelanja sembako dengan harga serba lima ribu Rupiah.

 

Pewarta: Isam/Ecyhn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli alat tes laboratorium untuk virus corona. Alat ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk deteksi dan pencegahan dini virus yang tengah mewabah di seluruh dunia itu.

“Mohon izin Pak Gubernur, kalau saya lihat di grup kementerian yang ada Kepala Dinas Kesehatan se-Indonesia, ada provinsi yang mengusulkan ke Kementerian Kesehatan untuk pengadaan alat lab (untuk pemeriksaan virus corona). Harganya itu sekitar Rp1,2 Miliar,” usul Plt Kadis Kesehatan Misranda Nalole pada Rapat Pimpinan OPD yang dipimpin Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (18/3/2020).

Menurut Misranda, fasilitas laboratorium ini sangat penting agar penularan virus ini bisa segera dideteksi secara cepat. Rumah sakit dan pemerintah daerah tidak perlu lagi mengirim sampel darah dan dahak pasien ke Laboratorium Kesehatan Kemenkes di Jakarta.

“Kalau kita adakan sendiri itu boleh, karena saya lihat ada provinsi yang mengajukan untuk pemeriksaan sendiri,” imbuhnya.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Rusli meminta kepastian beberapa hal sebelum usulan itu ditindaklanjuti. Menyangkut SDM apakah ada yang mampu mengoperasionalkan alat lab, ketika alatnya sudah ada akan ditempatkan di RSUD Provinsi Hasri Ainun Habibie atau laboratorium kesehatan provinsi.

“Ini alat untuk apa? Khusus corona? Orangnya (yang mengoperasikan) ada? SDM-nya (kemampuan keilmuannya) ada?,” tanya Gubernur Rusli.

Ia meminta pendapat dari Wakil Gubernur Idris Rahim dan Sekretaris Daerah Darda Daraba yang ikut mendampingi memimpin rapat. Ia juga meminta Kepala Bapppeda berkonsultasi dan membahas usulan tersebut bersama DPRD.

“Ajudan coba telpon Pak Ketua DPRD? Bagaimana Pak Wagub? Karena ini sangat penting. Kalau di Prodia ada? Kalau kita adakan sendiri bagaimana?” tanya Rusli.

Beberapa pimpinan OPD menyambut baik usulan itu. Menurut mereka, lebih cepat memeriksa sampel akan lebih cepat mengetahui dan mencegah penularan lebih masih.

“Kalau cepat terdeteksi kita lebih cepat melakukan proteksi,” usul Kadis Pertanian Muljady Mario.

“Pertanyannya, kita dibolehkan atau tidak? Itu dulu,” usul Sekda Darda Daraba menimpali.

Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Gubernur Rusli meminta agar Sekda bersama tim TAPD mengkaji dari aspek hukum dan manfaat secara medis. Penting juga untuk berkonsultasi ke DPRD sebelum benar-benar diadakan.

 

Pewarta: Isam/Ecyhn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 18 Maret 2020 16:35

Roda Ekonomi Stabil Belum Terdampak Corona

GORONTALO – Pandemi virus Corona atau Covid-19 belum berdampak secara signifikan pada roda perekonomian di Provinsi Gorontalo. Hal itu dipastikan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim usai meninjau sejumlah lokasi pelayanan publik, gudang distributor bahan pangan, pasar sentral, serta pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo, Rabu (18/3/2020).

“Secara umum arus barang, jasa, dan orang lancar dan stabil. Semuanya masih berjalan normal, belum terpengaruh dengan wabah Corona,” kata Wagub Idris Rahim saat diwawancarai di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo.

Meski demikian, Wagub berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjalankan seluruh anjuran pemerintah terkait upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Terkait upaya tersebut, Pemprov Gorontalo telah menerbitkan surat edaran Gubernur Gorontalo yang salah satunya menginstruksikan seluruh lokasi pelayanan publik dan tempat kerja untuk menyediakan tempat cuci tangan.

“Surat edaran ini harus ditindaklanjuti oleh seluruh pihak. Pemilik gudang distributor bahan pangan yang belum memiliki sarana tempat cuci tangan, harus segera menyediakan fasilitas tersebut. Selain itu masyarakat juga diminta untuk membudayakan hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Idris.

Hasil pantauan di Pelabuhan Penyeberangan dan Pelabuhan Gorontalo, setiap penumpang yang akan berangkat maupun tiba dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Di depan pintu masuk dan sejumlah titik disediakan fasilitas tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun. Hal itu nampak pula di Citimall Gorontalo yang hanya memberlakukan satu pintu untuk akses masuk dan keluar bagi pengunjung. Sebelum memasuki mall, setiap pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan gel antiseptik dan diperiksa suhu tubuhnya menggunakan termometer inframerah.

 “Kita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat jangan panik, karena pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota bersatu  dan selalu hadir di tengah masyarakat untuk menangani virus ini,” tandas Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim memastikan stok pangan di Gorontalo tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau. Hal itu dipastikan setelah Pemprov Gorontalo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan peninjauan ke gudang Bulog Sub Divisi Regional Gorontalo, Pasar Sentra, dan sejumlah gudang distributor di Kota Gorontalo, Rabu (18/3/2020).

“Masyarakat tidak usah panik apalagi sampai melakukan pembelian bahan pangan dalam jumlah yang banyak. Stok bahan pangan kita cukup dan harganya sangat terjangkau,” ujar Wagub Idris Rahim.

Stok beras di gudang Bulog Sub Divisi Regional Gorontalo sebanyak 1.800 ton dengan ketahanan stok selama satu tahun. Selain beras, di gudang Bulog juga tersedia minyak goreng dan tepung. Demikian pula halnya stok untuk bahan pangan lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, terigu, susu dan mentega, yang tersedia dalam jumlah yang cukup di dua gudang distributor yang ditinjau oleh tim Pemprov Gorontalo.

Pantauan di Pasar Sentral Kota Gorontalo, komoditi pangan juga dipastikan stoknya tersedia dengan harga yang stabil. Harga cabai rawit berada pada kisaran antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, minyak kelapa Rp16 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp40 ribu per kilogram.

“Hanya gula pasir yang sedikit naik antara Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram. Stoknya juga tersedia, di gudang distributor Cipta Langgeng saja ada kurang lebih 300 ton,” tutur Wagub.

Sementara itu guna mengantisipasi pembelian bahan pangan dalam jumlah yang besar, pusat perbelanjaan Hypermart menerapkan pembatasan jumlah pembelian terhadap empat komoditi, yaitu minyak goreng, gula pasir, beras, dan mie instan. Pembelian mie instant dibatasi dua karton, minyak goreng empat liter, beras 10 kilogram, dan gula pasir dua kilogram per hari per konsumen. General Manager Hypermart Gorontalo, Thedy Yuswanto, mengakui belum ada lonjakan pembelian konsumen sebagai dampak dari wabah virus Covid-19.

“Belum ada dampak dari virus Covid-19 terhadap lonjakan pembelian. Dalam beberapa hari ini normal-normal saja,” tandasnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyerahkan bantuan bagi 29 jiwa korban kebakaran rumah di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/3/2020). Kebakaran menghanguskan enam rumah dan berdampak kepada sembilan kepala keluarga.

Ada 29 item bantuan sandang dan pangan yang diserahkan melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Diantaranya beras, pakaian dewasa dan anak, makanan siap saji, mie instan, peralatan dapur, kasur dan selimut.

“Tidak ada yang berharap terjadi bencana, ini sudah menjadi kehendak Allah SWT. Jadi kita bersabar, bertawakal dan banyak berdoa semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” hibur Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar kebakaran rumah menjadi pelajaran semua pihak. Ia mengingatkan warga untuk memperhatikan instalasi listrik di rumah, tidak membakar sampah serta tidak meninggalkan kompor menyala saat sedang memasak.

“Jadi hati-hati. Jangan meninggalkan dapur saat sedang memasak. Kompor menyala ditinggal, orangnya malah asik ngobrol di tetangga. Begitu juga mau tidur, yakinkan kompor dan lainnya dalam kondisi mati. Saya turut prihatin dengan kondisi bapak ibu sekalian,” imbuhnya.

Terkait dengan pembangunan kembali rumah yang hangus, Gubernur Rusli masih akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Apa yang tidak dikerjakan oleh pemerintah setempat akan diambil alih oleh pemerintah provinsi.

Gubernur Rusli juga meminta agar Dinas Sosial menggelar pasar murah bersubsidi bagi warga Tabongo. Dengan harga sembako serba lima ribu Rupiah, diharapkan bisa membantu meringankan beban belanja pangan warga.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Bandar Udara Djalaluddin menyiagakan Posko Gugus Tugas untuk mencegah penularan corona di Gorontalo. Kesiapan Posko ini ditinjau oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Rabu (18/3/2020).

Posko bersama yang menjadi tindaklanjut hasil rapat Forkopimda itu akan diisi oleh instansi lintas sektor, diantaranya pihak Bandara Djalaluddin, Dinas Pehubungan provinsi dan kabupaten, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Bea Cukai dan TNI Polri.

“Posko semacam ini ada di bandara, pelabuhan dan darat untuk kepentingan seluruh. Jadi bukan corona saja tapi kita jumpai narkoba dan lain-lain. Jangan sampai Gorontalo ini sebagai daerah aman lantas mereka masuk ke sini,” jelas Rusli.

Ia berharap dinas teknis segera menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) terkait penangan corona di pintu masuk bandara, pelabuhan dan darat. Jika ada yang sakit dan mengalami gejala corona bagaimana penanganan dan prosedur rujukannya ke rumah sakit.

“Saya lihat fasilitas sudah ada walaupun masih dadakan. Tempat cuci tangan sudah ada, pengetesan suhu tubuh juga sudah ada. Saya bilang kepala bandara, orang yang keluar dan masuk diperiksa semua,” sambungnya.

Upaya memperketat akses masuk ke Gorontalo ini diharapkan bisa membuat warga menjadi tenang. Gubernur Rusli mengimbau warganya untuk tidak panik dan beraktivitas seperti biasa. Terpenting saat ini bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menghindari bepergian ke luar daerah.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengeluarkan 9 poin rekomendasi pencegahan wabah virus Corona. Sembilan poin tersebut dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, di aula rumah jabatan gubernur, Selasa (17/03/2020).

Pertemuan ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah elemen lain yang terkait lainnya.

Kesembilan rekomendasi tersebut adalah:

Pertama, Pemerintah Provinsi Gorontalo meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah terus memberikan sosialisasi dan edukasi terkait virus Corona.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat disiplin mematuhi langkah-langkah yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan,” ungkap Darda Daraba.

Kedua, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota Gorontalo membentuk satuan tugas percepatan penanganan virus Corona. Hal ini sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden nomor 7 tahun 2020, termasuk di dalamnya surat edaran dari kementerian dan lembaga.

“Untuk instansi pendidikan seperti yang disampaikan Gubernur, kami tidak melarang jika ada daerah yang sudah meliburkan anak-anak sekolah. Asalkan benar-benar dikaji, seperti apa dampaknya nanti ke daerah masing-masing dan tetap harus berpedoman dalam keputusan pemerintah pusat,” tambah Darda Daraba.

Ketiga, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota membentuk posko terpadu untuk melakukan pemeriksaan ketat di pintu-pintu masuk wilayah perbatasan Provinsi Gorontalo, baik darat, laut maupun udara.

“Terkait yang ada di perbatasan, kendaraan yang masuk akan dihentikan oleh petugas kemudian di cek suhu badannya dan riwayat perjalanannya,” lanjut Darda Daraba.

Keempat, bersama-sama menggalakkan perilaku hidup sehat dan bersih dengan slogan “Gorontalo Bergerak”.

Kelima, pintu masuk pelabuhan akan dibuatkan gate satu arah untuk memudahkan pemeriksaan penumpang yang baru sampai maupun yang akan berangkat.

Keenam, pihak terkait akan melakukan pemantauan terhadap Warga Negara Asing maupun Warga Negara Indonesia yang baru tiba dari negara lain ataupun luar daerah.

Ketujuh, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota menyiapkan logistik dan fasilitas kesehatan terutama Alat Pelindung Diri (APD) sesuai kewenangan di daerah masing-masing.

Kedelapan, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota menjamin ketersediaan pangan.

Kesembilan, aparat penegak hukum akan menindak tegas jika ada oknum yang sengaja menimbun bahan pangan.

“Intinya semua pedoman ini kita simpulkan berdasarkan edaran Kepres nomor 7 tahun 2020, untuknya kita berterimakasih kepada pemerintah pusat telah mengambil langkah yang cepat dan tepat,” tutupnya.

Pewarta : Gina/Echyn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 16 Maret 2020 21:37

Doa Bersama Untuk Keselamatan Negeri

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar doa bersama untuk keselamatan negeri. Doa bersama digelar di tengah maraknya wabah virus Corona yang melanda Indonesia.

Doa bersama dipimpin Iman Besar Kota Gorontalo (Kadi), KH Rasyid Kamaru. Doa diawali dengan Shalawat Nariyah yang bermakna menghindarkan diri dari penyakit dan bahaya. Seluruh jama’ah tampak khusyuk dalam doa bersama yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (16/3/2020).

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengungkapkan doa bersama adalah agenda rutin pemerintah. Namun pada kesempatan ini, doa dikhususkan untuk untuk keselamatan negeri, khususnya Provinsi Goorntalo.

“Kita berdoa kepada Allah SWT agar melindungi negara ini, termasuk Gorontalo, terhindar dari bencana, malapetaka dan lain-lain,” ujar Rusli.

Kepada masyarakat Rusli berharap agar dapat menyikapi polemik ini dengan bijak. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan berita hoax yang beredar di media sosial.

Selain dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Sekdaprov Darda Daraba dan sejumlah pimpinan OPD, puluhan anak-anak panti asuhan juga turut dihadirkan.

Sebanyak 30 anak yatim piatu dari panti asuhan Aisyiah Kabupaten Gorontalo ikut serta dalam doa bersama tersebut.

 

Pewarta : Gina/Echyn - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama