>

GORONTALO – Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) dr Terawan Agus Putranto SpRad(K) menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan untuk meningkatkan kerja sama tim dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskannya saat membuka 1st Radiology Scientific Meeting di Hotel Horison, Kota Gorontalo, Minggu (27/10/2019).

“Yang harus kita kedepankan adalah kerja tim. Harus saling bekerja sama, saling tahu keilmuan dan kompetensi orang lain, sehingga kita tidak mudah menjustifikasi yang hanya akan menimbulkan prasangka dan fitnah,” kata Menkes Terawan.

Menkes yang juga selaku Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) mengatakan bahwa orang dulu tidak menyangka jika kompetensi radiologi bisa menghasilkan uang yang banyak. Dirinya mencontohkan di RSPAD Gatot Subroto yang penghasilannya pertahun mencapai Rp1,3 triliun, 40 persen di antaranya dihasilkan dari radiologi.

“Apakah ini membuat kompetensi lain tidak sejahtera? Salah, kompetensi lain justru semakin sejahtera. Karena itu saya minta arogansi kompetensi ini harus ditinggalkan, sebaliknya tingkatkan kerja sama tim untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengapresiasi pelaksanaan 1st Radiology Scientific Meeting. Idris berharap kegiatan tersebut dapat memberi manfaat yang besar bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo yang menjadi salah satu program unggulan Pemprov Gorontalo. Wagub mengemukakan, untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Gorontalo yang lebih prima dibutuhkan dokter dan dokter spesialis yang memiliki keilmuan dan kemampuan sesuai dengan metode dan kemajuan teknologi terkini.

 “Melalui kegiatan ini Pemprov Gorontalo berharap dapat meningkatkan sumber daya manusia khususnya di bidang radiologi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat Gorontalo,” tutup Idris.

Kegiatan 1st Radiology Scientific Meeting digelar oleh PDSRI Cabang Sulawesi Utara-Gorontalo dan dihadiri oleh 200 peserta. Hadir pada kegiatan tersebut anggota Komisi VIII DPR RI Idah Syahidah Rusli Habibie, Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nurinda Rahim, serta sejumah tamu undangan lainnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) mengaku memperoleh banyak masukan dan informasi dari kunjungannya ke Provinsi Gorontalo. Hal itu diungkapkannya setelah melihat langsung kondisi dua rumah sakit di Provinsi Gorontalo, yaitu rumah sakit Pemprov Gorontalo dr. Hasri Ainun Habibie dan RSUD Kota Gorontalo Aloei Saboe.

“Tadi saya meninjau langsung kondisi dua rumah sakit di Gorontalo, melihat apa saja peluangnya yang bisa dikembangkan sehingga saya bisa memikirkan kemajuan rumah sakit itu untuk bisa melayani masyarakat Gorontalo,” kata Menkes Terawan Agus Putranto saat memberikan sambutan pada pembukaan 1st Radiology Scientific Meeting di Hotel Horison, Kota Gorontalo, Minggu (27/10/2019).

Menkes menuturkan, lawatan ke daerah menjadi sangat penting bagi dirinya yang baru pertama kali berkecimpung dalam dunia birokrasi. Diutarakannya, informasi yang diperoleh dari daerah akan menjadi bahan masukan dalam membuat inovasi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa di sektor kesehatan, seperti masalah BPJS, stunting, masalah harga obat, serta tumpang tindihnya peraturan.

“Saya ingin bekerja keras dan bergerak cepat untuk mengatasi persoalan-persoalan itu dengan berbagai inovasi. Syukur saya ke Gorontalo mendapat ilmu yang banyak, oleh karena itu Gorontalo akan saya kenang sebagai tempat belajar pertama saya setelah menjadi Menteri Kesehatan. Apalagi jauh sebelum menjadi menteri saya sudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bapak Gubernur dan ibu,” ujar Terawan.

Pada kesempatan itu Menkes Terawan juga menjelaskan niatnya untuk menyumbangkan gaji pertamanya sebagai menteri untuk menutupi defisit BPJS. Menurutnya hal itu dilakukan sebagai gerakan moral yang diharapkan bisa diikuti oleh seluruh elemen bangsa untuk menanggulangi tekornya anggaran jaminan kesehatan.

“Begitu gaji pertama turun, langsung saya berikan ke BPJS. Ini sebagai gerakan moral, jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi dilihat niat saya yang juga sebagai anggota masyarakat,” tutup Menkes Terawan.

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

LIMBOTO – Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie menjadi rumah sakit pertama yang dikunjungi oleh Letjen TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sejak dirinya dilantik sebagai Menteri Kesehatan RI pada Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Oktober lalu.

Dalam kunjungannya ke RS Ainun Habibie, Minggu (27/10/2019), Menkes yang turut didampingi oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim bersama Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba dan sejumlah pejabat, meninjau fasilitas yang ada di rumah sakit Pemprov Gorontalo tersebut. Pada kesempatan itu Menkes Terawan Agus Putranto terkesan dengan sarana prasarana yang dimiliki oleh RS Ainun Habibie.

“Fasilitasnya sudah bagus, bahkan tadi saya lihat ICU nya lebih bagus dari rumah sakit saya (RSPAD Gatot Subroto),” ujar Menkes.

Untuk menunjang operasionalisasi rumah sakit, Menkes menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo untuk mendata secara detail apa saja yang dibutuhkan oleh RS Ainun Habibie.

“Perlu bersama-sama menyiapkan dan membangun serta memanfaatkan rumah sakit ini. Nanti tim Dinas Kesehatan akan mendatanya dengan detail apa saja yang diperlukan agar rumah sakit ini bisa beroperasional dengan baik,” terang Menkes.

Sementara menyangkut pengembangan RS Ainun Habibie dengan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Menkes mengutarakan bahwa selama tujuan tersebut luhur, dirinya akan mendukung sepenuhnya. Meski demikian, Menkes mengakui masih perlu mempelajari terlebih dahulu tentang skema KPBU itu.

“Saya kan menjadi menteri baru beberapa hari. Istilah KPBU saja saya baru dikasih tahu oleh pak Wagub. Banyak istilah yang perlu saya pelajari supaya tidak menyalahi aturan perundang-undangan,” imbuhnya.

Sebelumnya kedatangan Menkes Terawan Agus Putranto di Provinsi Gorontalo disambut dengan upacara adat Mopotilolo di Bandara Djalaludin. Usai peninjauan RS Ainun Habibie, Menkes bersama rombongan juga melakukan peninjauan ke RS Aloei Saboe Kota Gorontalo. Dalam kunjungannya ke Gorontalo, Menkes yang juga selaku Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) menjadi pembicara utama pada 1st Radiology Scientific Meeting yang dihadiri oleh Dokter Spesialis Radiologi dari Gorontalo dan Sulawesi Utara.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Menteri Kesehatan Letjen (Purn) dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) dijadwalkan berkunjung ke Gorontalo, Minggu (27/10/2019). Ini merupakan lawatan perdananya ke daerah usai dilantik sebagai menteri oleh Presiden Jokowi, Rabu 23 Oktober lalu.

Meski tidak bisa mendampingi kunjungan Menkes karena sedang berdinas di Jakarta, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berharap dokter langganannya untuk pemeriksaan medis itu bisa membawa berkah bagi Gorontalo. Khususnya untuk kelanjutan pengembangan Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie (RS Ainun).

“Kami berharap RS Ainun dapat perhatian dari beliau. Terutama dalam hal ketersediaan alat kesehatan. Insyaallah kunjungan Menkes bisa menjadi awal yang baik dan berkah bagi Gorontalo,” ucap Rusli Habibie.

Secara personal, Rusli Habibie mengenal baik dr Terawan. Dokter yang populer dengan metode “cuci otak” itu dikenalkan oleh almarhum BJ Habibie kepada Rusli Habibie saat masih praktek di RSPAD, Jakarta.

Pihaknya juga memberi apresiasi kepada Menkes Terawan yang berniat untuk menyumbangkan gaji pertamanya sebagai menteri untuk menutup defisit BPJS. Hal itu menurutnya lebih dari sekedar nominal uang, tapi ada i’tikad baik untuk mencari solusi tekornya anggaran jaminan kesehatan.

“Gaji menkes dan pegawai mungkin jumlahnya sedikit, tidak bisa menutupi defisit. Lebih daripada itu, sikap pak Menteri ingin memberi pesan bahwa beliau serius mencari jalan keluar terkait jaminan kesehatan. Ini menjadi awal yang baik untuk kita semua,” kata Rusli Habibie.

Kedatangan Menkes ke Gorontalo diterima Wakil Gubernur, Idris Rahim dengan upacara adat. Upacara adat biasa digelar untuk menjamu tamu agung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Serambi Medinah.

Menkes Terawan menjadi pembicara utama pada Simposium International & Emergency Radiology Update bertempat di Hotel Horison Kota Gorontalo. Simposium itu diprakarsai oleh Persatuan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut optimis pemilihan dan pelantikan para menteri Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, para pembantu Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin itu adalah orang-orang pilihan yang punya kapasitas membangun bangsa.

“Sebagai pribadi, gubernur dan atasnama rakyat Gorontalo saya mengucapkan selamat kepada para menteri yang dipercaya oleh bapak Presiden. Sesuai dengan nama kabinetnya Indonesia Maju, saya optimis bangsa ini akan lebih maju ke depan,” ucap Rusli, Sabtu (26/10/2019).

Rusli berharap komposisi kabinet saat ini bisa mendorong kesejahteraan rakyat khususnya di Provinsi Gorontalo. Terlebih dirinya memiliki hubungan baik dengan hampir semua para menteri yang kini dipercaya presiden.

“Hadirnya Pak Suharso dan Pak Zainuddin Amali sebagai menteri PNN/Bappenas dan Menteri Pemuda Olahraga juga menjadi strategis dan berkah bagi kita. Mereka adalah putra-putra daerah yang kita harapkan bisa memberikan perhatian yang besar untuk Gorontalo,” imbuhnya.

Optimisme Gubernur Rusli ditambah dengan kiprah para wakil rakyat Gorontalo yang duduk di DPR dan DPD RI. Tiga anggota DPR RI dan empat anggota DPD RI dinilai punya relasi yang baik secara politis dan personal dengan pemerintah pusat.

“Apalagi pak Rachmat Gobel dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR RI, ada juga Pak Fadel Muhammad sebagai Wakil Ketua MPR, ini tentu menjadi berkah untuk kita semua. Saya berharap kita bisa bersinergi untuk membangun negeri khususnya untuk Gorontalo yang kita cintai,” pungkasnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – SMKN 1 Gorontalo menggelar Gebyar Literasi tahun 2019 yang merupakan bagian dari program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Pada kegiatan tersebut sebanyak 10 siswa, guru mata pelajaran, wali kelas, dan kepala kompetensi keahlian, menerima Literasi Awards SMKN 1 Gorontalo.

”Literasi Awards ini diberikan kepada para siswa dan guru yang peduli literasi di lingkungan SMK Negeri 1 Gorontalo. Tujuannya adalah menumbuhkan minat dan budaya baca para siswa,” terang Kepala Perpustakaan SMKN 1 Gorontalo Linda Nggilu di sela-sela kegiatan Gebyar Literasi di aula SMKN 1 Gorontalo, Sabtu (26/10/2019).

Literasi Awards SMK Negeri 1 Gorontalo terdiri dari empat kategori. Kategori pertama yaitu siswa pembaca buku terbanyak dalam satu semester. Linda menjelaskan, untuk kategori ini indikator penilaiannya adalah banyaknya buku yang dibaca oleh siswa dalam satu semester yang diakses dari perpustakaan sekolah. Sebanyak 10 siswa terpilih sebagai penerima Literasi Awards Duta Baca. Pada peringkat pertama ditempati oleh siswa atas nama Rahma Nur Akuba dengan jumlah buku yang dibacanya dalam satu semester sebanyak 21 buku.

“Kita menargetkan setiap siswa membaca lima buku dalam satu semester. Alhamdulillah, 10 penerima Literasi Awards ini seluruhnya membaca lebih dari lima buku,” tutur Linda.

Kategori penerima Literasi Awards berikutnya dalah guru mata pelajaran peduli literasi dengan indikator penilaian pada kegiatan pembiasaan membaca 15 menit di pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar. Ada juga kategori wali kelas peduli literasi dengan indikator penilaian memperhatikan ketersediaan buku atau bahan bacaan di sudut baca kelas dengan perbandingan 75 persen fiksi dan 25 persen non fiksi, serta kategori kepala kompetensi keahlian peduli literasi dengan indikator penilaian selalu berperan aktif dalam menggiatkan literasi di jurusannya yang dibuktikan dengan banyak siswa dari jurusan tersebut yang mengakses buku di perpustakaan sekolah dan memiliki sudut baca yang paling banyak.

Selain penganugerahan Literasi Awards, Gebyar Literasi juga diisi dengan sejumlah kegiatan yaitu pembentukan Asosiasi Pegiat Literasi Sekolah, talk show, pelatihan penulis pemula, pameran buku, serta bazar literasi.

 

Pewarta : Haris

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pengenalan delapan program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo bakal masuk dalam program Gerakan Literasi Sekolah (GSL).

GSL ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengetahui dan memahami delapan program unggulan Pemprov Gorontalo baik melalui berbagai bahan bacaan atau pengenalan dari guru.

” Dalam gerakan literasi sekolah, siswa diperkenalkan dengan program unggulan Provinsi Gorontalo, sehingga siswa bisa memahami program tersebut,” jelas Plt. Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Ramlah Habibie saat memberikan sambutan dalam pembukaan gebyar literasi sekolah SMK Negeri 1 Gorontalo, yang berlangsung di aula SMKN 1 Kota Gorontalo, Sabtu (26/10/2019).

Ramlah mengatakan salah satu target dari gerakan ini adalah bagaimana meningkatkan minat baca dan menulis siswa.

Ia bahkan menyarankan, bagi para siswa yang terlambat datang ke sekolah, hukumannya dengan cara wajib membaca buku, lalu menceritakannya kembali.

Ia berharap dengan pengenalan delapan program unggulan Pemprov Gorontalo dalam gerakan literasi ini, bisa mengarahkan minat apa yang disukai siswa dari program pemerintah yang ada.

Gebyar literasi diisi dengan pengukuhan Asosisasi Pegiat Literasi Sekolah se Provinsi Gorontalo, pemberian penghargaan pada pelaku dan pegiat literasi di lingkungan sekolah, talk show literasi, literasi financial lewat kegiatan bazar, serta pameran buku.

GSL yang dilaksanakan oleh SMKN 1 Kota Gorontalo merupakan yang kedua kalinya dan melibatkan berbagai guru dari sejumlah sekolah dan seluruh siswa SMKN 1 Kota Gorontalo.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Arpusda Provinsi Gorontalo, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, dan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Anie - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba melepas kontingen gateball bertempat di Rumah Jabatan, Sabtu (26/10/2019). Mereka diutus ke Balige, Sumatera Utara untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball ke-IV yang dihelat 29 Oktober hingga 3 November 2019.

Kontingen Gorontalo diwakili oleh 23 atlet dan 2 official. Pelepasan turut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Gorontalo Nurdin Mokoginta. Hadir juga Sekretaris KONI Gorontalo Syarifuddin Amir.

23 Atlet dan 2 Official ini merupakan hasil seleksi selama 6 bulan dari bulan April sampai September 2019 yang diikuti 100 atlet.

Sekda Darda dalam sambutannya berpesan kepada para atlet untuk menjaga sportifitas selama pertandingan. Perlu untuk menerapkan taktik dan strategi yang diperoleh selama latihan.

“Saya ingin kalian bermain semaksimal mungkin bukan untuk juara-juaraan. Tanamkan dalam dirimu, saya harus lebih baik dari lawan. Kalau seluruh pemainnya terbaik, pasti hasil akhirnya yang akan berbicara,” ujar Darda.

Selain itu, Darda juga mengingatkan kepada seluruh atlet untuk disiplin dan menjaga nama baik Pemerintah Gorontalo maupun masyarakat.

“Saling menghargai dan harus saling mengingatkan. Teman yang diingatkan tersebut jangan tersinggung karena kalian membawa nama Gorontalo bukan membawa nama perorangan,” ucap Darda.

Sementara itu, Ketua Pengprov Pergatsi Gorontalo Nurdin Mokoginta mengatakan dari enam kategori yang dipertandingkan, kontingen gateball Gorontalo akan mengikuti lima kategori diantaranya beregu putri, tripel putri, double putri, double putra dan single putra.

 “Walaupun terbilang cabang olahraga yang baru, pada Kejurnas ke III di Makassar, gateball Gorontalo memperoleh peringkat 7 nasional,” ungkap Nurdin.

Dengan catatan tersebut, Nurdin optimis anak asuhnya akan berbicara banyak pada kejurnas kali ini. Prestasi juara akan menjadi tiket menuju bla bla Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Guna mendorong pelaksanaan 10 program pokok PKK dalam rangka mendukung terwujudnya desa sejahtera, maju, dan mandiri, Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Gorontalo mencanangkan desa binaan di setiap kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo.

“Tahun ini kita akan ada enam desa binaan, masing-masing satu desa atau kelurahan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Desa binaan ini nantinya akan menjadi desa percontohan dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK,” kata Wakil Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nurinda Rahim saat diwawancarai usai mencanangkan desa binaan di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Jumat (25/10/2019).

Pencanangan desa binaan merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 Tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta program kerja TP PKK Provinsi Gorontalo tahun 2019. Nurinda menjelaskan, kegiatan pembinaan pada desa binaan meliputi pembenahan administrasi dan penyempurnaan kelembagaan, pembentukan karakter keluarga berdasarkan nilai-nilai Pancasila, peningkatan ekonomi keluarga dan pendidikan keterampilan, peningkatan ketahanan keluarga melalui ketahanan pangan, sandang, dan papan, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kita akan benahi mulai dari Dasa Wisma. Setiap petugas Dasa Wisma akan membina masing-masing lima keluarga ke samping kanan dan kirinya. Semua data menyangkut kondisi 10 keluarga tersebut, misalnya stunting, gizi buruk, kondisi ekonominya, pendidikan dan keterampilannya, dicatat oleh Dasa Wisma. Data itu kemudian akan diserahkan oleh PKK ke lintas sektor terkait sehingga penanggulangan masalah yang dihadapi oleh keluarga lebih tepat sasaran,” urai Nurinda.

Lebih lanjut istri Wakil Gubernur Gorontalo tersebut  berharap agar pencanangan desa binaan oleh TP PKK Provinsi Gorontalo dapat diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota hingga kecamatan di seluruh Provinsi Gorontalo.

“Kita berharap kabupaten/kota hingga kecamatan bisa mengambil dan menetapkan satu desa binaan, sehingga akan lebih banyak desa yang sejahtera, maju dan mandiri di Provinsi Gorontalo,” tandasnya.

Pencanangan desa binaan oleh TP PKK Provinsi Gorontalo sudah dimulai pada Kamis (24/10/2019) di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Selanjutnya dijadwalkan pada Senin (28/10/2019) pencanangan akan berlanjut ke Kabupaten Pohuwato, kemudian ke Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, dan terakhir di Kabupaten Bone Bolango.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mempromosikan dan sekaligus mengajak peserta Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia untuk membeli berbagai produk kerajinan Gorontalo.

“Kami punya kain sulaman Karawo dan ada juga upiah karanji atau kopiah khas Gorontalo. Saya berharap bapak ibu dapat membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah asal. Jangan lupa juga selama di Gorontalo bisa jalan-jalan menggunakan bentor, kalau perlu tarifnya tidak usah ditawar,” ujar Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada ramah tamah dengan peserta Fordetak PTKIN di halaman rumah jabatan Wagub, Jumat (25/10/2019).

Selain itu Idris juga meminta kepada peserta Fordetak PTKIN untuk meluangkan waktunya untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Gorontalo. Diutarakannya, setiap kegiatan yang berskala nasional maupun internasional yang digelar di Provinsi Gorontalo harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah baik berupa produk kerajinan maupun destinasi wisata.

“Dengan demikian kehadiran tamu-tamu dari luar daerah bisa membawa dampak dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Gorontalo, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan Fordetak PTKIN di Gorontalo, Wagub Gorontalo dua periode tersebut berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang nantinya bisa disinergikan dengan program Pemprov Gorontalo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 “Mayoritas penduduk kita kurang lebih 97 persen beragama Islam. Tantangannya ke depan, kita harus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik dari segi pendidikan maupun kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt,” tutup Idris.

Fordetak akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 hingga 27 Oktober 2019 dan diikuti oleh 78 peserta utusan dari 58 Perguruan Tinggi Islam Negeri se Indonesia. Fokus bahasan Fordetak yakni menyangkut penguatan kelembagaan dalam menyikapi perubahan global dengan narasumber yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo