>

GORONTALO – Musyawarah Provinsi ke IV Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Gorontalo yang digelar di ruang Dulohupa DPRD Provinsi Gorontalo, Sabtu (4/1/2020) menetapkan pengurus baru masa bakti 2020-2024.

Terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus PSTI Gorontalo Sofyan Puhi, Sekretaris Umum Mud Mada, dan Bendahara M. Arif Mohi. Kepengurusan juga diisi dengan ketua bidang yang terdiri dari Bidang Binpres, Bidang Organisasi, Bidang Perwasitan, Bidang Pertandingan, Bidang Diklat, Bidang Sekretariatan serta Bidang Umum dan Perlengkapan.

“Hari ini sama-sama telah kita ikuti musyawarah provinsi, alhamdulillah tadi saya amati musyawarah berjalan baik dan lancar serta menetapkan kembali pak Sofyan Puhi sebagai ketua Pengurus PSTI Provinsi Gorontalo yang ketiga kalinya,” ungkap Wakil Ketua IV PB PSTI, Junaidi Ishak.

Junaidi mengatakan, PSTI Gorontalo sudah sangat berkembang dan ditakuti oleh seluruh provinsi karena sudah dua kali mengikuti PON dan mendapatkan medali emas.

“Ini saya katakan bukan karena ada pak Sekda, tapi memang ini kenyataanya. Baik senior maupun junior sangat ditakuti. Kebetulan saya sebagai dewan hakim pada pelaksanan PON, saya mengamati bahwa anak anak PPLP sudah jawara di Indonesia,” ujarnya

Junaidi berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo menaruh perhatian lebih kepada kepengurusan PSTI ini apalagi PON Papua sudah semakin dekat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan akan terus mendukung Pengurus PSTI dalam melahirkan atlet terbaik ditingkat nasional. Bukan hanya dua orang atlet peraih medali emas di Sea Games tapi empat atau bahkan sebanyak banyaknya.

 “Terus terang Pak Gubernur, pak Wakil Gubernur dan seluruh Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat bangga dengan prestasi yang dihasilkan atlet takraw Gorontalo. Tapi saya berpesan jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai kalau perlu ditingkatkan lagi prestasinya,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Pengurus PSTI Provinsi Gorontalo yang baru terpilih langsung dikukuhkan oleh Wakil Ketua IV PB PSTI Junaidi Ishak yang mewakili ketua umum PB PSTI dan turut disaksikan oleh Sekdaprov Gorontalo.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba meresmikan dua belas ruang belajar untuk SMA Negeri 3 Gorontalo. Dua belas ruang belajar tersebut terdiri dari sepuluh ruang kelas baru dan dua ruang kelas yang direnovasi, dengan total anggaran Rp.1,6 miliar.

“Sebenarnya kami mendapatkan anggaran sebesar Rp.1.654.400.000 untuk renovasi 12 kelas. Tapi kami menggunakan anggaran itu untuk membangun sepuluh ruang kelas baru dan sisanya dua kelas yang direnovasi. Dengan harapan tentunya semoga anak-anak lebih betah belajar dan lebih berprestasi lagi dengan pembangunan sarana pendidikan ini,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 3 Gorontalo, Saiful Kadir.

Sekdaprov Darda dalam sambutannya mengapresiasi langkah yang diambil jajaran SMAN 3 Gorontalo. Menurutnya, inisiasi membangun ruang kelas baru dari anggaran yang hanya dialokasikan untuk renovasi sejalan dengan instruksi Gubernur Gorontalo.

“Inilah inovasi yang kami maksudkan. Inovasi yang selalu Pak Gubernur tekankan. Pak Gubermur selalu bilang, Pak tolong berinovasi, tolong membuat terobosan baru. Seperti ini contohnya. Bayangkan, dialokasikan anggaran cuma untuk renovasi tapi malah dibuatkan sepuluh ruang belajar baru dan dua saja yang direnovasi,” puji Sekda Darda.

Sekdaprov Darda juga menyebut, keberhasilan yang telah dicapai dalam bidang pendidikan tidak terlepas dari kerjasama seluruh pihak. Ia mengharapkan para guru, orang tua dan siswa terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah.

Selain meresmikan dua belas prasarana belajar, pemerintah provinsi Gorontalo melalui Dikbudpora juga menyerahkan mobeler berupa 288 pasang meja dan kursi.

Roni Mamu, PLH Kadis Dikbudpora menjelaskan, saat ini dibutuhkan 4.115 pasang meja dan kursi untuk SMA se Provinsi Gorontalo. Ia menargetkan dalam periode kedua masa kepemimpinan Rusli-Idris, seluruh sarana prasarana pendidikan dapat terlengkapi.

 

Pewarta : Gina/Nova  - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 03 Januari 2020 22:38

Pernyataan Kuasa Hukum RT Dinilai Berlebihan

GORONTALO – Pernyataan kuasa hukum mantan anggota DPRD Kota Gorontalo berinisial RT, Spandi Pakaya yang menyebut kuasa hukum Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Suslianto tidak kooperatif dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Gorontalo dinilai berlebihan. Sidang terkait gugatan SK Gubernur Gorontalo tentang pemberhentian kliennya itu digelar pada Kamis (2/1/2020) kemarin.

“Pernyataan yang menyebut kami tidak kooperatif karena meminta tunda persidangan menurut saya berlebihan. Di mana-mana setiap persidangan setelah agenda pembacaan gugatan pasti persidangan akan ditunda untuk memberikan kesempatan kepada tergugat mengajukan jawaban,” terang Suslianto, Jumat (3/1/2020).

Menurut Suslianto, penundaan sidang usai pembacaan gugatan adalah hal yang lumrah. Pihaknya juga sengaja meminta waktu untuk memberikan jawaban agar hasilnya benar-benar komprehensif sesuai dengan poin-poin gugatan yang diajukan kepada majelis hakim.

“Jangan sampai pihak kuasa hukum penggugat masih mau mengajukan renvoi (perubahan gugatan), sehingganya jawaban dari kami akan kami ajukan pada agenda selanjutnya yaitu sidang pembacaan jawaban,” imbuhnya.

Pemberhentian RT sebagai anggota DPRD berdasarkan putusan Mahkamah Agung No.1174K/PID.SUS/2018. RT terjerat kasus pencemaran nama baik terhadap mantan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea. Ia diharuskan menjalani hukuman badan selama enam bulan dan denda Rp1 Miliar.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Idah Syaidah berharap agar seluruh pihak tidak saling menyalahkan atas peristiwa bencana banjir yang tengah melanda beberapa wilayah di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Bencana banjir ini sejatinya bukan yang pertama kali terjadi di ibukota dan beberapa kota sekitarnya. Namun sudah beberapa kali terjadi. Oleh karenanya saya berharap di tengah musibah ini seluruh pihak menahan diri untuk tidak saling menyalahkan atas peristiwa ini,” ujar Idah saat mengunjungi dan memberikan bantuan kepada Korban Banjor di Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran,Kalibata Jaksel, Jumat (3/1).

Lebih lanjut politisi yang juga sebagai anggota BURT (Badan Urusan Rumah Tangga) DPR RI ini mengatakan bahwa bencana banjir tersebut juga merupakan tanggung jawab seluruh pihak, termasuk masyarakat dan aparat pemerintah terendah yang berada di lingkungannya yakni RT (rukun tetangga). Terutama tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Sebut saja tidak membuang sampah sembarangan dan sebagainya.

“Ketika diri sendiri saja tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan sendiri, maka jangan mencoba menyalahkan orang lain ketika terjadi bencana. Yang lebih penting saat ini bagaimana menanggulangi bencana agar tidak sampai jatuh korban jiwa dan kerugian yang lebih besar lagi. Itu pun merupakan tanggung jawab seluruh pihak,” paparnya.

Istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu menilai, BNPB (badan nasional penanggulangan bencana) yang notabene merupakan mitra kerjanya di Komisi VIII DPR sudah cukup baik dalam melakukan penanganan pasca banjir. Baik dalam hal kecepatan dan ketepatan menangani korban bencana.

Meski demikian, ia berharap hal tersebut dapat terus ditingkatkan, tentu tidak hanya oleh BNPB saja, melainkan juga instansi sejenis di bawahnya seperti BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) termasuk di dalamnya Tagana (tanggap siaga bencana).

Sementara dari sisi legislasi, menurut Idah, ia bersama rekan-rekannya di komisi VIII DPR juga akan merevisi dan membahas undang-undang penanggulangan becana yang saat ini sudah dalam masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2020.

Dengan kesadaran dan kepedulian yang tinggi dari seluruh pihak atas kebersihan dan kondisi lingkungan. Ditambah dengan payung hukum yang jelas tentang penanggulangan bencana, maka ia meyakini bencana sejenis tidak akan terulang lagi. Paling tidak, kerugian jiwa dan materi dapat dimininalisir.

 

Pewarta: Ayu - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Touring Jelajah Wilayah Sulawesi yang akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo pada 22 Februari 2020 mendatang diharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) se-Sulawesi.

Jelajah Wisata Sulawesi ini merupakan ajang touring terbesar di Indonesia timur direncanakan akan melewati lima provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sualwesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

“Minggu depan kami akan silahturahmi langsung ke pemda Sulawesi Selatan baik itu pemerintah provinsinya maupun Kota Makassar dilanjutkan di Sulawesi Tengah. Di Sulawesi Tengah akan ada beberapa daerah kita lintasi yakni Donggala sampai ke Palu itu juga akan kita komunikasikan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili saat diwawancarai usai rapat persiapan Jelajah Wisata Sulawesi di ruang Huyula kantor gubernur, Jumat (3/1/2020).

Rifli mengatakan pada pertemuan nanti Pemprov Gorontalo akan menawarkan konsep kerjasama dengan Pemda se Sulawesi untuk menjadi bagian dari penyelenggara serta turut memerihkan event ini.

“event ini nanti menjadi bagian dari konsep kerjasama yang akan kita bangun melalui BKPRS yang nantinya adalah kegiatan bersama dari semua daerah bukan hanya Gorontalo saja yang selaku penginisiasi dan penggagas,” jelas Rifli.

Rifli berharap dengan adanya touring Jelajah Wisata Sulawesi ini akan terbuka lagi konsep kerjasama yang pernah dirintis oleh Badan Koordinasi Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) dengan melibatkan beberapa daerah.

Event ini rencananya akan diikuti oleh puluhan mobil JK Wrangler yang tergabung dalam komunitas JK Merah Putih. Selain peserta dari pulau Jawa, acara tersebut juga akan diikuti pecinta otomotif se Sulawesi.

Untuk rute, panitia menyiapkan dua alternatif. Alternatif pertama diawali dari Makassar-Pare Pare-Tana Toraja-Palopo-Poso- Parimo-Boalemo-Kota Gorontalo dan berakhir di Manado.

Alternatif kedua yakni Makassar-Pare pare-Mamuju-Palu-Boalemo-Kota Gorontalo dan berakhir di Manado. Pada rapat sebelumnya yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo di Jakarta, memutuskan untuk menggunakan rute alternatif pertama.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Setelah libur akhir tahun, seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo kembali beraktifitas. Untuk memulai beraktifitas di awal tahun 2020, mereka menggelar apel kerja awal tahun di halaman Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Kamis (2/1/2020).

Apel ini dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, dan diikuti oleh seluruh pejabat pengawas, administrasi, pelaksana dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada dinas dan seluruh UPTD KPH wilayah Provinsi Gorontalo.

Dalam amanatnya, Fayzal Lamakaraka meminta seluruh ASN DLHK lebih berkonsentrasi pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing, mengacu pada hasil evaluasi tahun sebelumnya dan melihat kembali kinerja sehingga di tahun 2020 bisa maksimal.

“Di masa datang pelaksanaan apel secara keseluruhan lingkup DLHK dan UPTD KPH bisa dilaksanakan secara berkala sebagai ajang mempererat silaturahmi,” kata Fayzal Lamakaraka.

Dalam apel awal tahun ini seluruh ASN terlihat antusias, mereka hadir penuh dan mengikuti proses kegiatan hingga berakhir.

“Mari di tahun 2020 ini kita sambut dengan semangat baru, program baru, niat dan keinginan yang tulus dalam melaksanakan Tugas, sehingga ke depan lebih bersemangat dan lebih bertanggung jawab sebagai wujud sudah berbenah diri sejak awal,” ujar Fayzal Lamakaraka

Kegiatan apel kerja ini dilanjutkan dengan pembinaan bagi ASN pejabat pelaksana dan PTT di Dinas LHK dan UPTD KPH Wilayah Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di aula dinas.

Pada Pembinaan pejabat pelaksana dan PTT,  Fayzal Lamakaraka menekankan agar mereka lebih fokus dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai ASN serta meningkatkan rasa tanggung jawab dan jiwa korsa, rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan yang sudah tertanam sejak awal.

Fayzal Lamakaraka juga berharap pada ASN agar lebih professional dalam menghadapi segala macam kejadian dan masalah yang terjadi dalam kaitannya dengan pelaksanaan tugas dan fungsi.

Pembinaan ini dilaksanakan penuh keakraban dan kekeluargaan yang diakhiri dengan diskusi sebagai wadah penyampaikan ide dan gagasan.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - DLHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BULANGO SELATAN – Momen awal tahun dimanfaatkan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba untuk memberikan pembinaan kepada pegawai dilingkungan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Kamis (2/1/2020). 

Bertempat di halaman kantor Dikbudpora, pembinaan sekaligus dirangkaikan dengan ramah tamah Plt. Kepala Dinas Dikbudpora bersama ASN lingkup Dikbudpora juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Pada kesempatan itu, ada beberapa hal yang menjadi penegasan Sekda Darda. Yang pertama, merampungkan pekerjaan yang bersifat administratif untuk kegiatan tahun lalu dan yang kedua menyiapkan untuk pelaksanaan kegiatan tahun anggaran baru.

“Dikbudpora merupakan salah satu OPD unggulan karena membawahi sektor pendidikan yang menjadi satu dari delapan program prioritas  bapak Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim.  Sehingga pak gubernur selalu mengatakan kepada saya agar memantau betul program-program  yang akan dilaksanakan,” ungkap Darda.

Selain itu, Darda juga menghimbau pada Kepsek untuk menyiapkan diri dalam memasuki era baru yakni era Merdeka Belajar yang menuntut kerja keras dan kerja cerdas. Era merdeka belajar memberikan kepercayaan setinggi-tingginya kepada guru sehingga dibutuhkan inovasi dan terobosan baru untuk keberhasilan pendidikan di Gorontalo.

“Apalah artinya pak Gubernur, pak Wakil Gubernur dan Sekda jika tidak didukung pimpinan OPD Staf dan para Kepsek. Keberhasilan program itu ada di pundak bapak- ibu sekalian serta guru-guru kami hanya koordinator. Semoga tahun baru ini akan memberikan semangat yang baru kepada semua jajaran dinas Dikbudpora baik Eselon III, IV, staf, kepsek serta guru-guru,” harapnya.

Pada kesematan itu pula, atas nama pemerintah Provinsi Gorontalo Sekda Darda mengucapkan terima kasih kepada Plt Kepala Dinas Dikbudpora yang masuk purnah tugas.

“Selama menjabat, Ibu Kadis telah menjalankan terobosan program yang luar biasa salah satunya program Pertanian Masuk Sekolah serta selalu melakukan pembinaan kepada siswa dan guru-guru. Saya berharap program dan capaian kinerja beliau selama memimpin Dinas Dikbudpora dapat dipertahankan,” tandasnya.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea mendukung upaya pemberantasan minuman keras (miras) di Provinsi Gorontalo. Salah satunya melalui Tim Terpadu Pemberantasan Miras yang dibentuk oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

“Selama kurang lebih dua minggu tim bertugas di wilayah perbatasan sudah ada 2000 liter Cap Tikus yang berhasil diamankan,” ucap Adhan saat menggelar zikir bersama 500 warga di AD Center, Selasa (31/12/2019).

Lebih lanjut anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional itu mengemukakan, tugas pemberantasan miras bukan saja menjadi tanggungjawab gubernur tapi juga para bupati dan wali kota. Adhan menjadi salah satu orang yang fokus pada pemberantasan miras sejak ia menjabat wali kota periode 2008-2013 lalu.

“Alhamdulillah pada malam ini ini malam tahun baru kita dapat melaksanakan dzikir dan dihadiri oleh Bapak Ibu sekalian. Sejak menjadi anggota DPRD provinsi saya konsen untuk perang melawan miras,” imbuhnya.

Adhan berharap agar operasi pemberantasan miras dapat terus dilanjutkan tidak saja saat natal dan tahun baru.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo kembali melaksanakan penandatanganan Komitmen dan Kinerja untuk tahun 2020.

Penandatanganan ini antara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dengan para Pejabat eselon III dan IV yang ada di lingkup Dinas Kesehatan dan disaksikan langsung oleh Sekretaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Kamis, (2/1/2020), di Balroom Hotel Grand Q.

“Penandatanganan komitmen dan kinerja bersama seperti ini memang kami laksanakan setiap awal tahun kerja, untuk menyepakati hal-hal yang berhubungan dengan target kinerja dan target capaian realisasi, sehingga masing-masing penanggungjawab program dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang ada,” ungkap Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda Nalole.

Sementara itu Sekda Darda yang menyaksikan langsung proses penandatangan kinerja tersebut, mengaku bangga dan mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan yang berkomitmen penuh untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap masyarakat. Menurutnya, penandatanganan seperti ini patut dicontoh, karena ini membuktikan kinerja sebuah OPD bukan hanya lewat mulut semata tetapi dibuktikan dengan komitmen bersama.

“Dinas kesehatan membuat suatu terobosan, ini artinya apa? Dikes ingin di 2020 ini membenah diri untuk jauh lebih baik dan itu dibuktikan dengan penandatanganan komitmen kerja. Ini jarang sekali terjadi disebuah OPD, untuknya wajar jika kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pimpinan dan staf yang ada di dinas kesehatan,” kata Sekda

Untuknya Panglima ASN Provinsi Gorontalo ini berharap, melalui penandatanganan kinerja 2020 ini program-program yang telah dicanangkan lewat APBD, harus dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan prosedurnya dan tentu saja bermanfaat untuk seluruh masyarakat Gorontalo.

“Komitmen ini penting untuk menilai kinerja program kesehatan. Jadi untuk setiap penyelesaiannya, pertanggung jawaban tiap kegiatan agar tepat waktu sesuai dengan input target dan realisasi. Komitmen ini juga harus ditaati sesuai dengan poin-poin yang tertuang,”tandasnya.

 

Pewarta : Nova/Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba memimpin apel perdana di tahun 2020 dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kamis (2/1/2020).

Dalam arahannya Sekda Darda mengingatkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf melakukan inovasi kerja dalam mempercepat pelaksanaan program kegiatan di 2020.

“Inovasi yang dimaksud itu bukan inovasi membuat kerjaan sendiri tapi inovasi yang dimaksud bagaimana bapak ibu bekerja dengan melakukan transformasi untuk melaksanakan tugas dengan secepat mungkin namun sesuai dengan relnya,” ujar Darda

Sekda berharap prestasi prestasi di 2019 yang telah dicapai Provinsi Gorontalo di tingkat nasional agar dipertahankan. Ia mengatakan semua pencapaian tidak lepas dari dukungan pimpinan OPD dan juga staf yang bekerja dengan penuh tanggung jawab.

“Terima kasih pak asisten, pimpinan OPD atas kerja kerasnya selama ini, tolong di dorong lagi teman teman agar bisa melaksanakan kegiatan di 2020 dengan baik sesuai dengan harapan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” tutur Panglima ASN.

Selain itu, Darda juga mengingatkan untuk mewaspadai cuaca buruk yang mungkin akan melanda Provinsi Gorontalo.

“Beberapa hari yang lalu kita sudah melaksnakan rapat antisipasi cuaca ekstrim, sekarang kita tinggal memantau mudah mudahan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Jakarta,” pungkasnya.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama