>

LABUAN BAJO – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memfasilitasi penyelesaian sengketa tapal batas antara Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah dengan Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Sabtu (22/10/20019).

Pertemuan internal yang digelar di Hotel Djayakarta, Labuan Bajo, NTT tidak dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah Kabupaten Buol.

Di sisi sebaliknya, Pemerintah Provinsi Gorontalo dihadiri oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Imran Bali dan Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Protokol, Masran Rauf.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara hadir lebih lengkap, Wakil Bupati Thariq Modanggu, Wakil Ketua dan anggota DPRD, Kepala Bagian Pemerintahan dan Camat Tolinggula.

Pertemuan ini penting sebab hingga batas waktu 6 September 2019 Pemerintah Kabupaten Buol dan Gorontalo Utara tidak mencapai kata sepakat.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tegas menolak tawaran pemerintah Buol untuk tukar guling sub segmen Wumu dengan Sub Segmen Tolinggula yang mereka klaim. Dasarnya adalah Kepmendagri nomor 59 tahun 1992.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyebut wilayah tersebut sejak dulu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Gorontalo Utara. Dasarnya Peta Keresidenan Manado nomor 700 tahun 1898 yang menyatakan tapal atas merujuk pada Bukti Wumu, Bukit Dengilo dan Pengunungan Pangga atau yang dikenal dengan kerajaan Papualangi sebagai bagian dari wilayah Kwandang (Gorontalo Utara sebelum dimekarkan).

Bertentangan juga dengan Kepmendagri nomor 185.5-197 tahun 1982 tentang Penegasan Perbatasan antara Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara (sebelum dimekarkan jadi Gorontalo) dengan Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah. Regulasi itu diperkuat dengan Permendagri nomor 19 tahun 2014 tentang batas Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo Utara (Provinsi Gorontalo).

“Ada juga Permendagri nomor 137 tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintah yang menyebut Desa Papualangi dan Desa Cempaka Putih (Kecamatan Tolinggula) adalalah bagian dari Kabupaten Gorontalo Utara,” ujar Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.

 

Pewarta : Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

JAKARTA – Ilham Habibie diminta fokus pada penelitian dan pengembangan teknologi pesawat terbang di Indonesia. Permintaan ini disampaikan Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo saat menghadiri peringatan 40 hari wafatnya BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

“Perjuangan almarhum BJ Habibie untuk industri pesawat terbang nasional tidak mudah, butuh perjuangan bertahun-tahun. Harapan almarhum dan semua bangsa Indonesia ada di Pak Ilham selaku putranya,” kata Rusli Habibie.

Putra Sulung BJ Habibie ini diketahui membidani program Regio Prop, proyek pesawat komersil dalam negeri yang merupakan pengembangan dari N-250. Ia menggandeng Erry Firmansyah, mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membangun perusahaan PT Regio Avia Idustri (RAI).

“Saya bisik ke beliau, jangan mau jadi menteri. Kamu fokus saja bikin pesawat lanjutkan cita-cita bapakmu,” pesan Rusli Habibie yang juga sepupunya itu.

Pelaksanaan 40 hari wafatnya BJ Habibie berlangsung hikmat. Acara yang dihadiri keluarga besar dan kerabat dekat almarhum diisi dengan tahlilan dan pengajian bersama.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Para pengusaha dari Filipina dan Gorontalo dijadwalkan akan bertemu pada Rabu, 30 Oktober 2019, di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo. Pertemuan tersebut dalam rangka misi perdagangan dan bisnis dari Mindano, Filipina ke Gorontalo.

Hal ini dibahas dalam rapat persiapan antara Tim Advance Konsulat Jenderal Filipina di Manado dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, di ruang Huyula Kompleks Gubernuran Gorontalo, Senin (21/10/2019).

“Rencananya diadakan tanggal 30 Oktober 2019 nanti, di rumah dinas Gubernur Gorontalo. Kami perkirakan dimulai pagi acaranya,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sutan Rusdi, saat ditemui diruang kerjanya.

Selain pertemuan antar pengusaha, direncanakan juga akan ada pameran komoditi pangan baik dari Filipina, maupun Gorontalo. Seperti produk dari jagung, kelapa, tuna, dan produk-produk lainnya.

Ditempat yang sama, Wakil Konjen Filipina Manuel C. Ayap mengatakan, Gorontalo dan Filipina dari segi komoditas pangan memiliki banyak kesamaan, olehnya Gorontalo dianggap layak dan cocok sebagai mitra kerjasama.

Pertemuan yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan stakeholter terkait.

 Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 30 Pendamping Desa Teknik Infrastruktur mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga ahli muda pelaksana struktur gedung yang digelar oleh Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, (21/10/2019).

Pelatihan dan sertifikasi yang akan dilaksanakan selama 5 hari itu bertujuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan sumber daya masyarakat jasa konstruksi dengan kualifikasi ahli muda dalam rangka untuk mewujudkan pelaksanaan manajemen konstruksi yang andal dan berkualitas di Provinsi Gorontalo serta menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.

Lahirnya undang-undang jasa konstruksi merupakan tantangan yang harus dijawab oleh seluruh stakeholder karena situasi dan kondisi jasa konstruksi yang telah mengalami perubahan dan perkembangan pesat menuju industri konstruksi yang berkelanjutan.

“Bersyukurlah peserta mendapatkan pelatihan ini, karena sertifikasi ini merupakan bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi serta menjadi ukuran upah yang akan didapatkannya nanti,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba.

Darda Daraba berharap kesempatan ini digunakan baik oleh peserta untuk menambah dan lebih meningkatkan pengetahuan serta kemampuan dan berwawasan luas dalam memahami pekerjaan konstruksi dibidang teknik sipil.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Handoyo Sugiharto mengatakan, peserta akan diberikan bekal oleh instruktur-instruktur yang berasal dari perguruan tinggi yang telah berpengalaman dalam bidang konstruksi di Gorontalo guna pendampingan ke desa-desa sehingga pembangunan desa tidak melenceng dari kaidah-kaidah teknis.

 “Sehingga pembangunan di desa sekalipun didanai oleh dana desa bisa menciptakan satu konstruksi yang baik,” papar  Handoyo.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TILONG KABILA – Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2018 yang diperoleh dari Badan Diklat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2.893.569.000, sementara untuk bulan Oktober 2019 sudah mencapai Rp2.434.898.000.

Hingga bulan Oktober 2019 ini, Badan Diklat sudah melaksanaan tiga kali latsar. Gelombang I diikuti CPNS Golongan II dan III utusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), gelombang II golongan II dan III utusan Pemerintah Provinsi Gorontalo setta gelombang III dari kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Selain menyumbangkan PAD, Badan Diklat juga nyata memberi kontribusi investasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang digodok dalam proses kegiatan di lembaga ini.

Seperti yang dilakukan kepada 80 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementristek Dikti) yang mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Golongan III di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Gorontalo, Senin (21/10/2019).

Latsar yang diikuti oleh para dosen perguruan tinggi negeri se-Sulawesi Utara dan Gorontalo itu dibuka oleh Sekretaris Daerah, Darda Daraba.

Peserta angkatan XVIII dan XIX itu rencananya akan mengikuti pelatihan hingga 14 Desember 2019 dengan konsep on-off campus.

“Kami atasnama pemerintah provinsi mengucapkan terima kepada Kemenristek Dikti melalui Kapusdiklat Pak Wisnu yang telah memilih Gorontalo untuk pelatihan dasar. Ini juga berkat kinerja Badan Diklat yang sudah mengantongi akreditasi A,” kata Darda Daraba.

Darda Daraba menyebut Latsar semacam ini penting bagi setiap CPNS untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja aparatur. Oleh karena itu, ia berharap semua peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya.

“Harapannya ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa diaktualisasikan dalam masyarakat khususnya para mahasiswa. Ibu bapak sekalian merupakan para pendidik yang nantinya akan melahirkan bibit bibit unggul nanti,” ujar Darda Daraba.

Sementara itu, Kepala Badan Diklat Pemprov Gorontalo Sofyan Ibrahim menyebut pelaksanaan Latsar bertujuan untuk membentuk nilai-nilai dasar PNS, pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI serta menguasai dan melaksanakan tugas secara profesional.

“Peserta diharapkan dapat menunjukkan perilaku bela negara dalam kerangka NKRI, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya serta menunjukkan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai bidang tugas,” ujat Sofyan Ibrahim.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Gorontalo sedang menjajaki kerja sama dengan PT Pindad dalam upaya penanganan eceng gondok di Danau Limboto. Penjajakan kemungkinan kerja sama ini disampaikan saat Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berkunjung ke PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/10/2019).

Perusahaan industry strategis yang terkenal dengan produksi senjatanya itu saat ini sedang mengembangkan usahanya. Selain produk komersial dan industrial, PT Pindad telah memproduksi alat mesin pertanian.

“Pak Gubernur tertarik dengan excavator amphibious yang sudah diproduksi Pindad. Alat itu memungkinkan untuk pembersihan Danau Limboto dari eceng gondok secara lebih efektif dan efisien,” tutur Kepala Biro Pengadaan Pemprov Gorontalo, Wahyudin Katili yang turut mendampingi gubernur.

Kerja sama yang dipertimbangkan menyangkut sewa alat berat. Cara ini menurutnya lebih efektif karena mempertimbangkan biaya yang mahal, pemeliharaan dan ongkos operator.

“Ini kan baru tahap awal. Sekembalinya dari sini akan kita kaji dan tindaklanjuti bersama dengan dinas teknis,” imbuhnya.

Beberapa produk industrial buatan PT Pindad diantaranya excavator standar, excavator long arm dan excavator amphibious kapasitas 20 ton. Ada juga alat mesin pertanian seperti traktor berbagai ukuran, rotatanam, combine harvester dan paddy dryer.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba resmi menutup pelatihan orientasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo hasil Pemilu Serentak tahun 2019 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Jumat (18/10/2019).

“Saya sangat senang dan bahagia kita dapat berkumpul bersama setelah empat hari kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan dengan aman, tertib dan kondusif,” ungkap Dardaa Daraba.

Pimpinan ASN itu mengatakan, orientasi anggota DPRD ini merupakan salah satu kegiatan yang penting diikuti. Sebagaimana ketentuan Permendagri Nomor 133 Tahun 2017 tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap, dan semangat pengabdian anggota DPRD dalam melaksanakan tugas pemerintahan daerah.

“Tugas dan fungsi DPRD sangat besar yang meliputi fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Untuk itu, saya berharap materi yang didapatkan dari pelatihan ini bisa diterapkan selama bertugas untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien,” harap Darda.

Sementara itu, Kepala Badan Diklat Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menilai pelaksanaan diklat dan orientasi berjalan baik. Peserta mengikuti dengan antusias dan aktif dalam diskusi. Sebanyak 160 anggota DPRD yang baru dilantik mayoritas wajah-wajah baru.

“Secara keseluruhan berjalan lancar, seluruh pemateri juga memberikan materi dengan baik. Baik pemateri dari KPK, Kejaksaan maupun Kemendagri. Semoga 5 tahun lagi kita bisa lakukan kegiatan yang sama,” tandasnya.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  – Ketua Forikan Provinsi Gorontalo Idah Syahidah yang juga selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, menyampaikan keinginanya kepada para pemenang lomba masak serba ikan tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo dan akan mewakili Gorontalo pada lomba masak serba ikan tingkat nasional di Jakarta desember nanti, agar bisa menampilkan makanan khas gorontalo.

Hal ini dikatakan Idah saat menjadi juri sekaligus membuka lomba masak serba ikan tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo,  yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Jumat, (18/10/2019) di resto Angelato.

“Contohnya sagela, sagela adalah makanan khas gorontalo. Dengan segala cita rasanya pasti sagela mampu menunjukan kearifan lokal yang gorontalo miliki. Nah yang begini saya sarankan, bagi yang akan mewakili gorontalo tampilkan makanan khas kita di tingkat nasional,” kata Idah

Anggota DPR RI terpilih ini juga menambahkan dengan menampilkan kearifan makanan lokal daerah, sudah termasuk dalam salah satu cara untuk memasarkan gorontalo di tingkat nasional. Tentunya selain pariwisata dan budaya, makanan khas daerah menjadi salah satu daya tarik wisatawan

“Lomba seperti ini sudah tiap tahun kita laksanakan. Semoga saja tahun depan, saya harapkan ke panitia dibuka juga untuk umum, untuk organisasi perempuan lainnya jangan hanya PKK. Memang syarat utama  yang mewakili ke tingkat nasional adalah harus anggota PKK karena  dipusat ini adalah acaranya PKK, tetapi kan mereka bisa memeriahkan yang ada di tingkat Provinsi saja dan ini juga salah satu bentuk pencegahan kita terhadap stunting,” paparnya.

Adapun peserta yang ikut dalam lomba masak ikan kali ini, merupakan pemenang lomba yang telah diselenggarakan oleh TP.PKK tingkat Kabupaten/Kota. Akan tetapi yang ikut hanya empat perwakilan TP.PKK yakni, PKK Kabupaten Gorontalo, PKK Kabupaten Pohuwato, PKK Kabupaten Gorontalo Utara dan PKK Kabupaten Boalemo, dan yang berhasil meraih juara pertama yang mewakili Gorontalo ke tingkat nasional adalah PKK dari Kabupaten Gorontalo.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Potensi dan Masalah di Kawasan Danau Limboto. FGD yang digelar di ballroom hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Jumat (18/10/2019) ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka Dies Natalis Fakultas Teknik Unsrat ke 55/LUSTRUM XI.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Ellen J. Kumaat, M.Sc, DEA mengatakan, Danau Limboto pada tahun 1932 memiliki luasan 80 km dan kedalaman 30 m dalam 80 tahun kemudian danau limboto hanya memiliki luasan 25 km dengan kedalaman 2,5 m.

“Ini artinya, dari tahun ke tahun tanpa disadari Danau Limboto mengalami degradasi yang cukup luas,” ungkap Prof. Ellen.

Ia menjelaskan, dalam penanganan Danau Limboto bukan hanya membutuhkan pemikiran saja, tetapi membutuhkan bantuan finansial yang luar biasa  jika mengharapkan danau ini tetap eksis.

“Kami semalam juga sudah bertemu dengan bapak Gubernur Gorontalo bercerita tentang Danau Limboto. Beliau menyampaikan kalau cuma habis di seminar, itu Danau Limboto babagitu terus jadi kita diminta harus menggerakkan sesuatu. Kebetulan ada pak sekda, para kadis juga sebagian besar dari Fakultas Teknik. Kita harus memberikan betul-betul masukan yang riil bisa dilaksanakan dan memberi dampak yang nyata jangan cuma sampai di atas kertas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba mengatakan, Danau Limboto bagi Provinsi Gorontalo menjadi bagian yang memiliki nilai sejarah. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, juga merupakan momen alam yang memiliki keindahan dan kekayaan biodiversity.

Melalui diskusi tersebut, Sekda Darda berharap adanya saran dan masukan terkait kebijakan dan strategi yang menyeluruh dan terintegrasi terhadap pengembangan kawasan Danau Limboto.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Sulawesi Utara, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat sowan ke Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Kamis (17/10/2019).

Kedatangan Ellen diterima Gubernur Rusli di kediaman pribadinya di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Kehadiran Rektor Unsrat didampingi Dekan Fakultas Teknik Prof Dr Ir Fabian J Manoppo MAgr. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba yang juga menjabat Ketua IKA Alumni Fakultas Teknik Unsrat serta Kadis PUPR, Handoyo Sugiharto.

“Saya datang ke Gorontalo untuk acara seminar besok, sehingga malam ini silaturahmi dengan bapak gubernur,” ungkap Ellen usai pertemuan.

Disinggung soal kemungkinan kerjasama antara Unsrat dan Pemprov Gorontalo, Ellen belum mau membahasnya. Menurutnya saat ini belum ada kerjasama yang spesifik, namun tidak menutup kemungkinan bisa diwujudkan di tahun yang akan datang.

Ellen rencananya akan menghadiri seminar tentang Potensi dan Masalah pada Kawasan Danau Limboto. Salah satunya materi yang akan dibicarakan menyangkut Mikrozonasi Provinsi Gorontalo.

Materi yang dibawakan  oleh Dekan Fatek Unsrat itu membahas tentang Respon Spektra Lokal, Potensi Likuifaksi, Tsunami dan Proyek PLTU Gorontalo. Ada juga materi tentang pengelolaan sumber daya air di Danau Limboto yang akan dibawakan oleh Dr Ir Tiny Mananoma MT.

 

Pewarta: Isam – Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo