>

Displaying items by tag: PPID Perhubungan

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama instansi terkait mengumumkan draft tarif masuk, angkutan dan jasa karantina hewan yang akan dikapalkan melalui pelabuhan Kwandang di Kabupaten Gorontalo Utara.

Penentuan draft besaran tarif ini dilakukan di Ruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Darda Daraba, Jumat (17/5/2019).

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor  KP.416/OJPL/2019 tentang Perubahan Pertama Atas Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.107 /6/II/DJPL-18 tentang Jaringan Trayek Kapal Khusus Ternak Tahun Anggaran 2019.

Dalam surat itu disebutkan Pelabuhan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara  ditetapkan sebagai pelabuhan pangkalan kapal khusus ternak, KM Camara Nusantara 5  yang melayari beberapa provinsi di Indonesia.

Rute yang ditempuh KM Camara Nusantara 5 dari Pelabuhan Kwandang ini akan menempuh rute Tarakan – Balikpapan/Samarinda – Palu – Balikpapan/Samarinda – Gorontalo.

“Dalam rapat disampaikan draft tarif yang dikenakan untuk mengangkut ternak terdiri atas beberapa komponen,” kata Jamal Nganro.

Draft tarif tersebut antara lain tarif masuk pelabuhan Kwandang Rp800/ekor (sapi), Rp600/ekor (kambing) dan Rp5000/unit untuk kendaraan pengangkut ternak.

Sementara biaya pengiriman ternak sampai di tempat tujuan dari Pelabuhan Kwandang ke Tarakan Rp367.000/ekor,  Kwandang – Banjarmasin Rp670.000/ekor, Kwandang – Balikpapan/Samarinda Rp. 365.000/ekor

“Biaya tersebut sudah termasuk biaya asuransi untuk sapi Rp20.000/ekor, untuk kambing Rp10.000/ekordan biaya handling di pelabuhan tujuan,” ujar Jamal Nganro.

Sementara untuk pengurusan layanan karantina, biayanya Rp10.000/ekor  yang meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

Rapat ini dihadiri Asisten 1 Bidang Pemerintahan Asisten 2 Bidang Pembangunan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Kantor UPP Kelas III Kwandang, Manager Operasional PT ASDP Cabang Surabaya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, Perwakilan Dinas Koperindag, Perwakilan Dinas Pertanian Kab/Kota dan sejumlah pengusaha ternak sapi antarpulau.

Pewarta : Monika Oktaviarini

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Bertempat di Ruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo digelar rapat koordinasi kesiapan pemanfaatan kapal ternak, Jumat (17/5/2019).

Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Darda Daraba, dan dihadiri Asisten 1 Bidang Pemerintahan Asisten 2 Bidang Pembangunan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Kantor UPP Kelas III Kwandang, Manager Operasional PT ASDP Cabang Surabaya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, Perwakilan Dinas Koperindag, Perwakilan Dinas Pertanian Kab/Kota dan sejumlah pengusaha ternak sapi antarpulau.

“Rapat koordinasi kesiapan pemanfaatan kapal ternak ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang diadakan pada 1 dan 5 April 2019,” kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan ini dibahas tindak lanjut Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor  KP.416/OJPL/2019 tentang Perubahan Pertama Atas Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.107 /6/II/DJPL-18 tentang Jaringan Trayek Kapal Khusus Ternak Tahun Anggaran 2019.

Dalam surat keputusan terbaru Pelabuhan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara  ditetapkan sebagai pelabuhan pangkalan kapal ternak yang melayari beberapa provinsi di Indonesia.

Dari Pelabuhan Kwandang ini kapal khusus ternak akan menempuh rute Tarakan – Balikpapan/ Samarinda – Palu – Balikpapan/Samarinda – Gorontalo dengan menggunakan kapal Camara Nusantara 5.

Dari sejumlah informasi didapat KM Camara Nusantara 5 adalah kapal buatan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia yang dikerjakan di Bangkalan, Madura, sejak 2015 untuk yang didesain sebagai angkutan ternak sapi. Kapal ini bisa menampung 500 ekor sapi dan 150 ton barang atau kargo.

KM Camara Nusantara 5 dirancang khusus sebagai kapal pengangkut ternak Livestock Vessel.  Tidak seperti kapal biasa yang dipakai mengantarpulaukan ternak, KM Camara Nusantara 5 merupakan kapal yang memilki konsep animal welfare serta five freedom yang memperhatikan kesejahteraan ternak. Sehingga ternak-ternak yang diangkut dengan kapal ini bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari panas dan rasa tidak nyaman, bebas dari luka atau penyakit, bebas mengekspresikan perilaku, bebas dari rasa takut dan stress.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 3 dari 3
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama